My Fake Girlfriend

...

...

...

"APA" pekik Baekhyun kaget.

Chanyeol berjalan mundar-mandir didepan baekhyun. Ia berusaha berpikir, untuk mencari jalan keluar tapi apa daya otaknya buntu.

"Semua ini kesalahanmu chanyeol" ujar Baekhyun.

"Kau menyalahkan ku? Ah bukankah kau juga ingin lari dari perjodohanmu? Mengaku saja Byun Baek" kata Chanyeol mendesak Baekhyun karena ia tidak terima disalahkan oleh baekhyun.

Baekhyun menundukan wajahnya. Sebenarnya ia juga ingin lari dari perjodohannya. Tapi baekhyun tidak mau mengambil resiko.

"Kau tau itu darimana?" tanya Baekhyun. Ia mengadah menatap chanyeol yang sedang berdiri dihadapannya.

"Aku tidak sengaja mendengarnya," jawab Chanyeol sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.

Baekhyun menghela nafasnya, "Ternyata hidup serumit ini" kata hati Baekhyun. Baekhyun merasa tambah pusing melihat chanyeol yang terus mundar-mandir didepannya. "Lebih baik kau duduk Park, kau hanya akan membuat kepalaku pusing saja jika terus seperti itu." eluh Baekhyun

Chanyeol mengikuti permintaan Baekhyun. Ia duduk dan menyenderkan punggungnya pada sofa. "Panggil aku Chanyeol saja." seru Chanyeol.

"Oke, kita cari solusinya setelah aku sarapan." ucap Baekhyun.

Bicara tentang sarapan, tiba-tiba saja perut Chanyeol terasa lapar. Ia ingat sejak bangun tidur Chanyeol belum makan atau minum apapun. Itu juga termasuk kebiasaan Chanyeol. Biasanya Chanyeol akan mengunjungi salah satu Cafe dekat tempat ia biasa berjogging. Tapi berbeda dengan hari ini. Waktu jogging Chanyeol tersita karena masalah yang ia buat sendiri.

"Aku setuju." kata Chanyeol.

"Tunggu disini. Aku akan membuatkanmu sarapan" ujar Baekhyun sebelum tubuh munggilnya menghilang dari ruang tamu.

Hanya butuh waktu sekitar ten minute untuk membuat dua roti isi dan dua gelas susu rasa strawberry. Satu untuk Baekhyun dan satunya lagi untuk Chanyeol.

Baekhyun menyodorkan segelas susu dan sepiring roti isi pada Chanyeol. "Makan saja, kalau tidak suka kau boleh sarapan di luar." kata baekhyun sambil menggigit roti isinya.

"Terima kasih." chanyeol tersenyum. Ia segera meneguk habis segelas susu yang diberikan baekhyun.

"Aku punya ide" seru Chanyeol. Ia mengambil roti isi dan memakannya. "Bagaimana kalau kita berpura-pura pacaran saja?" usul Chanyeol.

"Berpura-pura seperti apa?" tanya Baekhyun.

"Kita akan membuat kontrak kerja sama sebagai Pasangan Palsu. Tentu saja ini menguntungkan kita berdua bukan?" jawab Chanyeol santai.

"Great Idea" kata Baekhyun setuju dengan usul Chanyeol.

"Kalau begitu cepat siapkan kertas kosong, bolpoint, dan matrai" ujar Chanyeol.

"Kita tanda tangan diatas Matrai? Serumit itu kah?" protes Baekhyun.

"Jaga-jaga kalau salah satu kita melanggar peraturan." kata Chanyeol.

"Tapi aku tidak memiliki Matrai," kata Baekhyun.

"Aku akan membelinya. Kau tunggu disini." ucap Chanyeol.

Chanyeol pergi ke luar untuk membeli matrai dan akan kembali lagi. Sedangkan Baekhyun memanfaatkan waktu yang ada untuk membersihkan badannya.

...

Nyonya Byun terlihat sangat syok mendengarnya. Begitu juga Tuan dan Nyonya Park mereka tidak menyangka akan terjadi hal serumit ini.

"Untung saja. Kami memberitahumu lebih awal. Sebelum semuanya bertambah parah. Sebaiknya kita pikirkan jalan keluarnya untuk mengahadapi masalah ini." ujar Tuan Park.

"Ya, aku juga setuju denganmu. Tapi aku harus memberitahukan Seung-ie tentang permasalahan ini." nyonya Byun menambahi.

"Bagaimana kalau kita mengumpulkan Won-ie, dan Jung-ie" seru Nyonya Park. Maksudnya adalah mereka akan mengadakan rapat keluarga besar. Sebenarnya Keluarga Kim dan Keluarga Do juga masih sahabat dekat mereka. Tapi masalah sebesar ini harus dirembukkan secara kekeluargaan. Belum tentu mereka bisa menerima semua keputusan yang diambil secara sepihak.

"Sepertinya itu jalan keluarnya." kata Tuan Park membenarkan.

"Kalau begitu aku pamit dulu. Waktu dan tempat untuk kita berkumpul kuserahkan kalian berdua" ujar Nyonya Byun. Ia segera kembali keapartemen anaknya untuk menanyakan hal yang sebenarnya.

...

Chanyeol kembali memencet bel apartemen milik sekretarisnya Baekhyun. Untungnya Baekhyun sudah menyelesaikan acara mandinya. Baekhyun memakai kaos bergambar strawberry dan celana pendek. Rambut basahnya terurai panjang. Membuat penampilan baekhyun berubah. Baekhyun terlihat lebih cantik jika seperti itu. Baekhyun membuka pintu apartemennya lagi. Mereka segera berkumpul di ruang tamu.

Baekhyun sudah menyiapkan dua lembar ketas, dua bolpoin dan chanyeol menambahi dua kertas matrai yang ia taruh di meja tamu baekhyun.

"Baik, aku akan membacakan isi kontraknya." kata Chanyeol.

"Hey, kita berdua. Tidak hanya kau." seru Baekhyun tidak terima.

"Baiklah." kata Chanyeol.

Mereka bersiap dengan kertas dan bolpoin masing-masing ditangan mereka.

"Satu. Kontrak Palsu kita tidak ada yang boleh tau selain orang yang bersangkutan." kata Chanyeol sambil menulis isi kontrak pertama.

"Itu benar sekali." ucap Baekhyun yang juga menulis isi kontrak pertama dikertasnya.

"Kedua. Hanya akan terlihat sebagai sepasang kekasih jika didepan orang tua." kata Chanyeol. Mereka berdua mulai menulis isi kontrak kedua itu.

Baekhyun menulis angka tiga pada kertasnya. "Ketiga. Tidak boleh cemburu saat pasangan kalian bersama orang lain." seru Baekhyun.

Chanyeol tertawa. "Siapa yang mau cemburu padamu baek" tanya Chanyeol.

"Bukan untukku, itu untukmu Chan-Yeol" seru baekhyun menjulurkan lidahnya.

"Yang keempat. Kontrak ini akan berakhir jika salah satu dari kita sudah memiliki pasangan asli" tambah Chanyeol.

"Aku setuju itu. Dan yang terakhir. Kita tidak boleh jatuh cinta" ujar Baekhyun sambil menuliskan isi kontrak yang keempat dan kelima.

Chanyeol mendengus, "Jatuh Cinta? Hati-hati kau yang akan jatuh cinta padaku" kata Chanyeol.

"Aku? Itu tidak akan mungkin terjadi Chanyeol." jawab Baekhyun dengan santainya.

"Menyukaimu adalah hal paling terbodoh yang pernah kulakukan." Kata Baekhyun sambil membubuhi kertas tersebut dengan tanda tangan dan cap miliknya diatas matrai.

Sama halnya dengan Baekhyun. Chanyeol juga membubuhi surat dengan tanda tangan dan akan mencapnya dikantor karena ia saat ini tidak membawa cap miliknya. Mereka saling bertukar kertas kontrak tersebut. Lalu memberika tanda tangan mereka disana.

"Deal" ucap Chanyeol sambil mengulurkan tangannya.

Baekhyun tersenyum, "Deal" balas Baekhyun sambil menjabat tangan Chanyeol.

Terdengar dari sudut pintu seseorang sedang memasukan password rumah baekhyun. Baekhyun dan Chanyeol kaget sekaligus panik. Mereka panik karena surat perjanjian kontrak mereka masih berada ditempat yang belum aman. Chanyeol meminta baekhyun untuk menyembunyikannya ditempat yang tidak diketahui oleh siapapun.

"Cepat kau pergi simpan ini," Chanyeol memberikan surat itu dan mendorong baekhyun pergi dari ruang tamu.

Pintu terbuka dan munculah sosok Ahjumma yang Chanyeol temui didepan rumahnya. "Apa yang kau lakukan diapartemen anakku?" tanya Nyonya Byun menyelidiki.

"A-anu, aku ingin mengajak Baekhyun untuk jogging Ahjumma" jawab Chanyeol sekenanya.

"Dimana Baekhyun? Aku ingin bicara dengan kalian Berdua." Nyonya Byun duduk di sofa.

Tak lama Baekhyun muncul, pakaiannya juga berubah. Ia memakai Kaos dan celana training panjang. Tentu juga memakai sepatu olahraga. Mereka bertiga duduk diruang tamu apartemen Baekhyun.

"Ada apa eomma datang keapartemenku?" tanya Baekhyun yang duduk disamping Chanyeo. Sedangkan nyonya Byun duduk tepat didepan mereka berdua.

"Langsung saja, Aku ingin tanya tentang Hubungan kalian berdua" tanya balik Nyonya Byun. Pertanyaan Nyonya Byun sukses membuat Chanyeol dan Baekhyun pusing memikirkan jawabannya.

"Seperti yang Aku katakan pada eommaku, Bahwa kami. Aku dan Baekhyun sudah resmi berpacaran" kata Chanyeol menggengam erat tangan Baekhyun. Seolah-olah mereka sepasang kekasi yang sedang dimabuk cinta.

"Sudah lama kami saling menyukai, tapi baru sekarang kami baru berani mengungkapkan" kata Baekhyun berusaha meyakinkan eommanya.

"Chanyeol apa kau benar-benar serius dengan anakku?" tanya Nyonya Byun lagi.

Chanyeol menoleh, Ia melihat gadis yang sangat cantik duduk disampingnya. Kemudian Chanyeol menatap Nyonya Byun dengan tatapan penuh keyakinan. "Iya, Saya serius dengan anak anda Byun Baekhyun" ucap Chanyeol.

Sementara itu Baekhyun hanya bisa melongo mendengar ucapan Chanyeol. "Apaan dia bicara seperti itu." dumal Baekhyun dalam hatinya.

"Baiklah kalian boleh pergi. Sana pergi jaga Baekhyunku baik-baik" usir Nyonya Byun.

...

Mereka berdua istirahat dibawah pohon rindang yang berdiri kokoh ditengah-tengah taman yang terletak dipinggir kota seoul.

Chanyeol memberikan baekhyun sebotol air mineral. "Minumlah" ujar Chanyeol. Ia kembali duduk disamping kanan baekhyun.

"Hey park. Harusnya kau tidak bilang serius pada eommaku" kata Baekhyun setelah meneguk air mineral itu hingga setengah botol.

"Masalahnya Baek, aku juga sudah bilang seperti itu pada eommaku" jawab Chanyeol.

Baekhyun melihat seseorang dari kejauhan, sepertinya wajah orang itu sudah tidak asing lagi bagi Baekhyun. Dari arah kanan Baekhyun lihat ada Jongin yang berusaha menyelesaikan larinya sedangkan dari kiri samar-samar Baekhyun melihat ada gadis yang wajahnya mirip dengan Kyungso.

Baekhyun memegang lengan Chanyeol. "Lihat itu" seru Baekhyun memberikan kode pada Chanyeol untuk melihat kesamping kirinya.

"Itu calon tunanganmu bukan?" tanya Baekhyun.

Chanyeol mengamati gadis itu dari kejauhan. Lama kelamaan wajah gadis itu terlihat jelas. Benar saja itu Kyungso calon tunangan Chanyeol.

"Itu Kyungso" kata Chanyeol.

"Kyungso-ssi" teriak Baekhyun sambil melambaikan tangannya.

...

...

...

A/n: hey hey saya butuh review kalian lagi nih untuk kedepannya. Karena saya pemula, boleh kok dikritik tentang tulisan saya. Saya tau kok, cerita ini kependekan. Mohon dimaklumkan ya hehe. terima kasih.