By : Lovgrafanime14

Main Pair : Wonkyu

Pair : Others(temuin sendiri ya#plak!)

Rated : T

Genre : Romance, Angst, Comfort

#Siwon pov

"Bisakah kau tidak mengikutiku dan mengambil fotoku tanpa izin pemiliknya?" Aku menoleh kebelakang dan melihat namja yang kemarin malam itu hanya nyengir tidak bersalah.

"Ah, kau menyadarinya ya?" Tanyanya dengan wajah polos.

Aih, dia benar-benar menyebalkan. Pagi-pagi begini aku sudah mendapatinya di jembatan yang biasa aku lewati untuk pulang pergi kuliah. Dan benar saja kekhawatiranku, ia mengikutiku dan terus memfotoku tanpa adanya perasaan tidak enak atau apa.

'Tentu saja bodoh' ingin rasanya aku meneriakkan hal itu padanya. Namun aku sadar reputasiku sebagai seorang keluarga Choi yang terhormat mengharuskanku untuk bersikap sopan dan terkendali pada siapapun.

"Tentu saja. Kau kira dengan sikap terang-terangan seperti itu aku tidak menyadari apa yang kau lakukan?" Akhirnya hanya itu yang bisa kukatakan.

Ia hanya menganguk-anggukan kepalanya, "Ah, benar juga."

Aish, namja ini memang menyebalkan, "Jadi untuk apa kau memfotoku dan mengikutiku seperti itu heh?"

"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin memfotomu saja." Dan tersenyum polos padaku.

"A-apa.." Belum selesai ucapanku ia sudah berseru saat melihat jam tangannya.

"Ah! Gawat! Aku bisa telat bekerja. Terimakasih untuk hari ini eum..tuan. Sampai bertemu lagi." Lalu meninggalkanku begitu saja seperti kemarin malam. Dan..apa tadi? Ia memanggilku tuan? Sial, apakah aku terlihat setua itu?

"Hei, Kau! Kembali!" Aku mencoba memanggilnya walaupun nyatanya sia-sia. Ia sudah sangat jauh dariku.

"Aishh..menyebalkan." umpatku dan melihat jam tanganku, "Gawat, aku juga bisa telat."

Gara-gara namja itu 5 menit lagi aku bisa telat kuliah. Untung saja jarak dari tempat berdiriku sekarang sudah dekat dengan kampusku. Aku buru-buru berlari tak bisa membayangkan mendapat hukuman disaat pelajaran dosen yang paling terkiller di kampusku.

Ah, ternyata keberuntungan masih berpihak padaku. Dosen killer itu belum datang saat aku sampai di kelasku. Aku segera duduk diantara sahabatku, Eunhyuk dan Kibum.

"Tumben kau hampir telat Siwon?" Tanya Eunhyuk.

"Ini semua gara-gara dia." Aku masih berusaha mengatur nafasku.

Kali ini Kibum menoleh kearahku dan mengernyitkan dahinya, "Dia?"

"Ah, Tidak. Bukan apa-apa."

Kibum tak bertanya lagi karena dosen killer alias Kangin Songsaenim sudah memasuki kelas kami dan sudah bersiap dengan pandangan matanya yang sangat terasa mengintimidasi kami sekelas.

"Baiklah, kali ini kuharap kalian semua mengerjakan tugas yang saya minta pada kalian. Dan tentu saja saya sudah menyiapkan hadiah yang bagus bagi yang tidak mengerjakannya dengan baik."

Nah, sudah terbukti kan ucapanku mengapa aku(dan mahasiswa lainnya) menjulukinya sebagai dosen terkiller di kampus ini?

#Kyuhyun pov

"Yo, Kyuhyun-ah!" seseorang memanggilku saat aku baru masuk di tempat kerjaku.

Aku menoleh padanya dan tersenyum riang, "Yesung-hyung! Selamat pagi."

Ia merangkulku dan ikut berjalan bersamaku, "Wah, kelihatannya kau bahagia sekali pagi ini."

"Ah, benarkah?"

"Tentu saja. Semua orang yang melihatmu pagi ini juga pasti menganggapmu seperti orang yang baru saja memenangkan lottre."

"Haha..kau berlebihan hyung." Kataku menimpali ucapannya.

Aku dan Yesung-hyung memang sama-sama seorang guru les vokal. Tapi ia lebih senior dibandingkan aku yang masih terhitung seorang guru baru. Dan ia memiliki suara yang benar-benar indah. Saat pertama kali mendengarnya bernyanyi, aku bahkan tidak bisa berkata apa-apa karena mungkin saking terpesonanya. Semenjak saat itu aku selalu meminta Yesung-hyung untuk melatih vokalku agar lebih baik. Itupun jika aku dan Yesung-hyung memiliki waktu luang.

"Kyuhyun-sshi!" Kali ini seorang yeoja yang kuketahui namanya Seohyun memanggilku. Ia menghampiriku tepat ketika aku dan Yesung-hyung sampai di ruang kerja kami, "Tadi kau dipanggil Sajangnim untuk segera ke ruangannya."

"Eh? Memangnya ada apa?" Tanyaku. Tidak biasanya Sajangnim memanggilku ke ruangannya.

"Entahlah. Beliau hanya menyampaikan hal itu padaku."

"Sudahlah Kyu..lebih baik kau segera kesana. Mungkin ada hal penting yang harus ia sampaikan padamu." Yesung-hyung menepuk pundakku.

Aku mengangguk mengerti, "Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu hyung."

Akupun segera pergi ke ruangan sajangnim. Ternyata memang ia sudah menungguku di ruangannya.

"Kyuhyun-ah, masuklah." Katanya saat aku melongokkan kepalaku di pintu ruangannya.

Aku masuk dan menutup kembali pintu itu, "Jadi ada keperluan apa sajangnim memanggil saya?"

Ia menautkan tangannya diatas meja dan menatapku tajam, "Jadi begini Kyuhyun-sshi, aku ingin kau mengajar di sebuah kampus sebagai guru pengganti disana."

"E-eh? Guru pengganti?"

"Ne. Guru di kampus ini sedang sakit dan perlu waktu lama untuk memulihkannya. Kebetulan ia adalah sahabatku. Ia memintaku untuk mencari pengganti sementara dirinya disana. Jadi aku memutuskan untuk menunjukmu sebagai pengganti sementara dirinya."

"Ta-tapi sajangnim..saya ini tidak mempunyai pendidikan yang cukup dalam musik. Anda tahu itu bukan? Bukankah masih banyak guru lain yang lebih berpengalaman dari saya?"

"Tidak. Pokokya aku hanya ingin kau yang menggantikannya. Aku rasa kau mampu melaksanakan tugas ini. Lagipula ini hanya untuk sementara saja."

"Anda yakin sajangnim? Saya takut saya tidak mampu menggantikannya untuk mengajar di sebuah kampus."

"Aku sangat yakin kau mampu Kyuhyun-sshi. Kau tentu saja sangat tahu aku tidak pernah main-main dalam memutuskan sesuatu."

"Baiklah. Jika begitu, saya akan berusaha keras menjalankan tugas ini."

"Bagus. Itulah yang sangat ingin aku dengar darimu. Semoga kau berhasil."

Saat hendak berbalik aku menanyakan sesuatu, "Euhm, kalau saya boleh tahu..kampus apa yang akan saya tempati?"

Sajangnim tersenyum simpul padaku, "SM university. Kau pasti tahu kan?"

#Siwon pov

Keesokan harinya, aku kembali berangkat ke kampus. Kali ini aku memutuskan untuk membawa mobil Audi R8 kesayanganku. Aku tak ingin mengambil kesempatan untuk bertemu lagi dengan namja aneh-yang-entah-siapa-namanya-itu lagi ditengah jalan.

Sesampainya di kampus, sorakan yang sangat biasa kudapatkan sudah menyambutku di pintu kampus. Tapi kali ini sepertinya aku mendengar sedikit ada yang berbeda dengan obrolan mahasiswi yang biasanya obrolan mereka selalu seputar tentangku.

"Hei, kau lihat tidak tadi namja yang katanya menjadi guru musik pengganti kita?" Seorang yeoja bertanya pada temannya yang yeoja juga.

Temannya itu mengangguk dengan semangat, "Yaya..aku tahu. Menurutku ia sangat menarik."

"Tapi bukankah ia terlalu manis dan imut untuk seorang namja?"

"Tapi tetap saja ia sangat menarik. Aah kalau begini aku tak sabar menanti pelajaran musik kali ini."

Hanya itu yang bisa aku dengar karena Stella sudah menghampiriku dan menarik tanganku untuk mengikutinya.

"Wonnie, kau tidak lupa kan janjimu siang nanti?" Tanyanya sambil menggamit lenganku.

Aku mengerutkan alis bingung, "Eh, memang aku menjanjikan apa?"

Stella mempoutkan bibirnya, "Aih, Wonnie..kau sudah janji akan menemaniku belanja siang ini. Masa kau tidak ingat?" Lalu menghempaskan tanganku kasar.

Aku segera kembali menggamit tangannya dan tersenyum, "Ah, tentu saja aku tidak lupa. Tenang saja chagiya."

Sejujurnya aku memang lupa ada janji untuk mengajak Stella kencan hari ini. Ini pasti gara-gara aku bertemu namja itu. Aih, aku harus memberinya pelajaran agar ia tidak menggangguku lagi. Tapi berbicara tentang namja, kira-kira siapa namja(yang katanya) akan menjadi guru musik pengganti itu? Sampai-sampai obrolan para yeoja yang biasanya seputar tentangku(hey, aku bukannya narsis. Tapi ini memang kenyataan) kini beralih menjadi tentang guru musik pengganti yang kebetulan hari ini di mata kuliahku ada jadwalnya. Kurasa aku akan tahu sebentar lagi.

Menjelang siang, aku dan teman-teman satu jurusanku berbondong-bondong ke ruang musik. Para yeoja sibuk berbisikan kira-kira seperti apa guru musik pengganti kami sekarang.

"Aah, sepertinya kau akan punya saingan Siwon-ah." Eunhyuk duduk disampingku sudah siap dengan buku musiknya.

"Benar juga. Aku jadi penasaran sendiri sehebat apa namja itu hingga bisa mengalahkan seorang Choi Siwon si pangeran sekolah." Kibum ikut menimbrung sambil matanya tetap terfokus pada PSP yang sedang dimainkannya.

"Hah, kalian bercanda." Aku hanya melengos menimpali ucapan mereka.

Tiba-tiba saja pintu terbuka dan masuklah seorang namja yang membuatku benar-benar ingin menguburkan diriku sendiri sekarang. Ia..ia kan namja aneh itu?!

Sedetik kemudian seruan-seruan centil dari para yeoja(dan mungkin namja juga) sudah memenuhi ruangan musik. Berbeda sekali denganku yang hanya bisa diam terpaku tak mempercayai bahwa guru pengganti musik disini adalah namja aneh yang menjadi daftar orang paling terakhir yang ingin aku temui di dunia ini sekarang.

"Kyaa! Dia imut!"

"Dia sangat manis!"

"Oppa maukah menjadi pacarku saja?"

"Hey, kau jadi uke ku saja ya.."

Kini aku benar-benar tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Sempat terbesit sebuah ide untuk kabur saja dari pelajaran musik kali ini. Tapi aku juga tidak bisa selamanya bersembunyi kan? Lagipula memalukan sekali jika seorang Choi Siwon ingin kabur hanya gara-gara namja aneh itu. Aku buru-buru menggelengkan kepalaku untuk menghilangkan ide yang terdengar sangat payah itu.

"Kau kenapa Siwon?" Tanya Kibum. Ia dan Eunhyuk menatapku dengan pandangan aneh. Oh, aku benar-benar sudah lupa jika masih ada mereka di dekatku.

"Tidak. Aku tidak apa-apa." Jawabku asal. Lalu pandanganku kembali beralih ke arah namja aneh yang kini sedang berdiri di hadapan kami semua. Yang membuatnya berbeda sekarang adalah tidak adanya kamera yang biasanya setia bergantung di lehernya. Tunggu, kenapa aku bisa ingat hal seremeh itu? Aku sudah benar-benar gila sendiri sekarang.

"Perkenalkan, namaku Cho Kyuhyun. Aku adalah seorang guru les vokal di sebuah tempat kursus musik. Aku ditugaskan untuk menjadi guru sementara kalian dikarenakan guru musik kalian yang biasanya sedang sakit. Jadi, aku mohon kerjasamanya." Lalu ia membungkukkan badannya.

Ah, ternyata namja aneh itu bernama Cho Kyuhyun. Tapi, bukankah ia masih seumuran kami?

"Kyuhyun-sshi..sepertinya kau seumuran dengan kami semua. Tapi kenapa kau sudah mengajar?" Salah seorang yeoja bertanya. Baru saja aku memikirkan hal itu. Suatu kebetulan sekali.

"Ne. Aku memang seumuran dengan kalian semua. Tapi aku memutuskan untuk langsung bekerja dan meninggalkan kesempatanku untuk berkuliah." Jawabnya.

Aku sempat tegang sesaat ketika sorot matanya tertuju kearahku. Kupikir ia pasti akan langsung mengenaliku dan melakukan sesuatu yang sangat kuharapkan tidak terjadi. Namun ternyata pemikiranku salah. Ia hanya melihat sebentar kearahku dan melayangkan pandangannya ke arah lain. Diam-diam aku merasa heran juga. Hei, apakah dia tidak mengenaliku atau apa? Omo, bukannya bagus jika ia tidak bertingkah apa-apa. Itukan memang keinginanku. Tapi rasanya aneh saja dia hanya diam setelah kemarin pagi(dan juga lusa malam kemarin) selalu bertingkah aneh jika bertemu denganku.

Nah, Siwon..apa lagi yang kau pikirkan hem?

"Nah, kali ini aku akan menyanyikan sebuah lagu. Dan aku ingin kalian semua bisa mempelajari nada lagu ini dengan baik. Tapi aku butuh seseorang yang bisa membantuku untuk mengiringi lagu ini. Apakah ada diantara kalian yang bisa memainkan piano?" Ia mengedarkan pandangan matanya ke arah kami.

Seorang temanku yang bernama Ryeowook mengangkat tangannya, "Aku bisa." Katanya lalu berjalan kearah piano dan duduk didepannya siap untuk memainkannya.

Kyuhyun memberikan sebuah partitur kearahnya dan seperti bertanya sesuatu diikuti anggukan oleh Ryeowook. Mungkin ia bertanya apakah Ryeowook bisa memainkan lagunya atau tidak. Setelah itu ia pun bersiap dengan sebuah kertas yang sepertinya lirik lagu. Ia menarik nafasnya sejenak dan kemudian alunan musik pun mulai terdengar.

'Dan Tuhan pun selalu mempunyai kejutan untuk setiap hambanya..'

-TBC-

Author kembali dengan chapter 3! apakah readers puas dengan chap kali ini? Mian ne, jika banyak typo(s) dan kayaknya chapter Kali ini ancur banget. Hehe, maklum ya..author lagi pusing banget sama tugas-tugas yang numpuk yang teriak-teriak minta diselesain.

Author selalu berterimakasih bagi readers yang selalu membaca dan mereview ff abal ini. Author bener-bener terharu banget melihat antusias readers untuk membaca ff ini. Sekali lagi jeongmal gomawo chingudel:)(pelukin satu-satu readers)

Oh ya, apakah ada request untuk lagu apa yang akan dinyanyikan Kyuhyun di chapter depan? Kalau ada author siap menamung sarannya kok^^

sampai bertemu di chapter selanjutnya..\(^_^)/ and i always waiting for your reviews..