My Enemy

Naruto©Masashi Kishimoto

Pair : SasuSaku

Rated : T

Genre : Drama , Romance And Friendship.

Warning : Typo , OOC , Gaje dll.

Author : Aisya-Chan


Chapter 7#

.

"Uhuk...uhuk..." Sasuke tersedak mendengar ucapan ibunya.

"Kau baik baik saja Sasuke? " tanya itachi khawatir.

"Ibu, Aku kemarin sudah bertemu langsung dengannya dan ibu tau, betapa mengerikannya dia" ujar Sasuke.

"Untuk itulah ibunya meminta bantuan padaku agar gadis itu bisa jadi lebih baik " terang Mikoto.

"Cih! gadis seperti dia tak mungkin bisa berubah ibu " komentar Sasuke yang langsung mendapat balasan tatapan membunuh oleh sang ibu. Itachi yang melihatnya hanya terkekeh geli.

"Tapi bukankah difoto gadis itu sangat cantik dan manis" timpal Sang Ayah yang tiba2 angkat bicara setelah selesai dengan sarapan paginya.

"Jangan tertipu dengan sebuah foto, Ayah" sahut Sasuke.

"Sebaiknya kau turuti saja kata ibumu , kau tau kan jika ibu mu sudah memutuskan sesuatu, kita tak bisa berbuat apa-apa lagi" terang Fugaku sang Ayah.

Sasuke menghela nafas pasrah pada keputusan ibunya dan Itachi merangkul bahu sasuke untuk memberi semangat.

Sasuke tak lagi bernafsu makan dan hendak berangkat kesekolah. "Kau, mau kemana. Sasuke?" tanya Mikoto. Sasuke memutar bola matanya bosan.

"Ibu, Aku memakai seragam sekolah. Tentu saja ingin berangkat kesekolah." gerutu Sasuke.

"Cepat ganti baju" perintah Mikoto.

"Kenapa?" tanya Sasuke heran.

"Hari ini kau tidak usah sekolah"

"Kenapa?" tanya Sasuke lagi.

"Cerewet sekali kau hari ini, Otouto" sahut Itachi acuh sambil memakan rotinya.

"Cih!"

.

.

.

Suna Gakuen.

.

"Oi Gaara, dimana Manager bakka? ini kan saatnya kita latihan basket , apa dia terlambat lagi?" tanya Sasori seraya celingukan mencari sosok gadis merah muda.

"Sakura sudah mengundurkan diri" ujar Gaara lirih.

"Apa? kenapa?" Sasori terlihat terkejut mendengarnya dan menuntut penjelasan lebih pada Gaara.

"Hari ini dia pindah sekolah " ujar Gaara seraya memungut bola basket yang ada dibawah kursi yang ia dan Sasori duduki, kemudian ia berdiri dari posisi duduknya.

"Pindah sekolah ? dimana ?" tanya Sasori antusias. Gaara berjalan perlahan ketengah lapangan basket. Mata jadenya mendongak keatas menatap langit langit gedung olah raga tersebut. Kemudian ia pejam kan kedua matanya. Sasori menatap punggung pria itu dan menanti jawaban darinya. Gaara membuka matanya dan sedikit menolehkan kepalanya kearah Sasori yang bergeming dikursi.

.

.

.

Konoha citty

.

Sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat disebuah rumah mewah disalah satu distrik konoha.

"Kita sudah sampai, Nona" ucap sang sopir tersebut.

Seorang gadis bersurai soft pink turun dari mobil itu dan mengeluarkan koper serta barang bawaanya dari bagasi mobil.

"Astaga berat sekali " keluh nya.

"Butuh bantuan?" tawar seseorang dari belakang gadis yang bernama Sakura tersebut.

"Tidak perlu, aku bisa sendiri " tolak Sakura tanpa menoleh kebelakang karna sibuk mengeluarkan barangnya.

"Benar juga. Gadis BAKKA ini kan kuat, mana mungkin butuh bantuan" sindir pria tersebut yang masih berdiri dibelakang Sakura dengan menyilangkan kedua tangannya kedada.

"Gadis bakka? " batin Sakura sambil menerawang.

Sakura pun menoleh kebelakang dan membalikkan badannya. Mata emeraldnya terbelalak saat ia tau siapa gerangan yang ada di hadapannya saat ini.

"KAUUUUUU ! "pekik Sakura sangat keras , membuat Sasuke harus menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.

"BERISIK ! " protes Sasuke.

"Kenapa kau bisa ada disini, hah?" tanya Sakura ketus.

"Kenapa?" Sasuke menyerngit menatap intens gadis didepannya. "Karna ini rumahku dan mulai sekarang kau akan tinggal di rumah ku " sambung Sasuke yang sukses membuat Sakura menganga karna tercengang.

.

.

.

Suna Gakuen

.

"APAAAA! pindah ke konoha ? " Sasori terkejut mendengar jawaban dari Gaara.

"Jadi Sakura ku tersayang, pindah kekonoha ya?" sahut Shira yang baru datang dan tanpa sengaja mendengar pembicaraan Gaara dan Sasori. "Huaaaa...aku pasti merindukannya nanti" kata Shira menangis lebai -_-.

"Apa Sakura akan baik baik saja tinggal di keluarga uchiha ya?" batin Gaara bertanya tanya. Kembali ia menengadahkan kepalanya keatas.

.

.

.

.

Uchiha House , Konoha citty.

.

"Sakura? selamat datang dirumah kami" sapa mikoto yang menyambut kedatangan Sakura dengan ramah tak lupa nyonya uchiha itu memeluk Sakura posesif.

"Terima kasih, bi " ucap Sakura yang berusaha ramah dan menahan rasa canggung atas pelukan selamat datang dari Mikoto itu.

Sasuke yang berdiri disamping Sakura hanya memandang keduanya dengan tatapan bosan sedangkan Fugaku yang juga ada disana tersenyum simpul dengan tingkah istrinya.

"Oya, perkenalkan, Aku ibu Sasuke dan ini ayah Sasuke , dan kau pasti sudah kenal kan dengan Sasuke ? " tanya Mikoto setelah melepas pelukannya pada Sakura.

"I-iya, bi " jawab Sakura ragu sambil melirik Sasuke yang berdiri disampingnya. Sebenarnya ia bingung, dia sama sekali tak kenal pria itu. Ia hanya pernah bertemu dan itupun sekali saat dipertandingan basket waktu itu dan mereka sedikit bertengkar saat bertemu. Sedikit eh? Sakura?-_-.

"Sasuke, bawa barang Sakura kekamarnya ya , Sakura kau ikuti Sasuke, istirahatlah dulu dikamar. Kau pasti capek" tutur Mikoto.

"Iya, terima kasih bi , permisi " ujar Sakura sopan dan berojigi.

Sasuke yang melihatnya hanya tersenyum tipis dan berlalu pergi menuju lantai dua untuk memperlihatkan kamar yang akan ditempati Sakura.

"Bukankah gadis itu sangat ramah dan sopan?" bisik Fugaku pada Mikoto sambil menatap kepergian Sasuke dan Sakura yang menaiki anak tangga.

"Hn, ibu tidak salahkan? menjodohkan gadis itu dengan anak kita Sasuke? " tanya Mikoto

"Hn, kau benar tapi apa gadis itu setuju ? bukankah Kizashi dan Mebuki bilang, bahwa Sakura sama sekali tidak tau tentang perjodohan ini ?" ujar Fugaku pelan sambil menoleh kearah istri yang berdiri disampingnya.

"Hn , begitulah. Makanya Sakura dikirim kesini agar dia bisa dekat dan jatuh cinta dengan putra bungsu kita" jawab Mikoto menatap suaminnya dan merangkul lengannya manja.

"Begitu ya. Jadi itu alasan sebenarnya ia dikirim kerumah kita? , tapi apa Sasuke akan menyukainya ?" Fugaku terlihat ragu sambil memandangi sang istri yang menyandarkan kepalanya dibahunya.

"Ibu yakin, dia menyukainya tapi jika Sasuke tidak menyukainya aku kan menjodohkan Sakura dengan Itachi, seperti tujuan kita dari awal" gumam Mikoto.

.

My Enemy © AisyaAoi-chan

"Jadi ini kamarku ya?" Sakura mengedarkan pandangan keseluruh ruangan kamar barunya yang ditunjukkan Sasuke. Lalu mata emeraldnya menatap Sasuke yang sedari tadi diam dan memperhatikannya. "Lalu, dimana kamarmu, eh?" tanya Sakura.

"Kenapa? kau ingin kekamarku, hn?" goda Sasuke menyeringai.

"Iya, apa boleh?" goda Sakura yang mendekat kearah Sasuke. Kini malah Sakura yang berbalik menggoda Sasuke, membuat putra bungsu Uchiha itu gugup dan harus menelan ludah susah payah.

"Kenapa ? kau gugup ya?, hahahaha " Sakura tertawa melihat Sasuke yang gugup didepannya karna ulahnya.

"Cih! Gadis bakka itu ternyata malah balik mengodaku, awas kau " batin Sasuke.

"Apa lihat lihat? cepat keluar sana " usir Sakura ketus.

"Hn, baiklah " ucap Sasuke yang berbalik dan menutup pintu.

Sakura mengerutkan dahinya. "Apa yang kau lakukan? kenapa kau tidak keluar dan malah menutup pintunya?" tanya Sakura heran.

"Karna aku ingin berdua bersamamu dikamar ini " jawab Sasuke menyeringai dan mulai mendekati Sakura.

"Cih! kau mau ku hajar ya Uchiha!" gertak Sakura. Namun Sasuke mengabaikannya dan ia malah semakin mendekat kearah Sakura ,membuat sakura sedikit mundur kebelakang.

"Astaga, Sepertinya aku tidak akan hidup tenang tinggal di sini" pikir Sakura dalam hati.

"Kenapa Sakura? kau takut ya?" Sasuke terus mendekat kearah Sakura yang kini mulai terpojok dan membuat sakura terjatuh hingga terduduk di atas ranjangnya.

"Jangan mendekat Sasuke atau kau akan menyesal nantinya " ancam Sakura sambil menahan dada Sasuke dengan kedua tangannya.

"Kenapa ? apa kau akan menendangku lagi seperti waktu itu?" ucap Sasuke yang kini sudah mempersempit jarak .

Mara emerald nya kini bertatapan langsung dengan mata onyx Sasuke yang begitu dekat.

Seketika suasannya menjadi hening. Hingga beberapa menit Sakura memecahkan keheningan .

"Kau mau apa,Sasuke ?" tanya Sakura sedikit terpesona dengan mata onyx pria itu yang begitu dekat.

"Aku mau..." ucap Sasuke menggantung di ujung kalimatnya sambil terus mendekat kewajah Sakura yang kini mulai muncul semburat merah di wajahnya yang cantik.

hidung mereka mulai bersentuhan, Mata Sakura terpejam saat Sasuke mencondongkan kepalanya dan bibir mereka hampir bersentuhan kalau saja tidak terdengar...

TOK... TOK... TOK...

Sasuke dan Sakura tersentak dan langsung menoleh kearah pintu bersamaan.

"Sakura, boleh bibi masuk?" teriak Mikoto dari luar.

Sakura yang melihat Sasuke lengah langsung menggunakan kesempatan itu dan mendorong tubuh Sasuke hingga terjatuh ke lantai.

BRUUK

"Awww ishh..." rintih Sasuke Sambil mengelus pantatnya yang Sakit karna terjatuh.

"Rasakan itu, dasar pantat ayam mesum" umpat Sakura yang langsung berdiri dan membuka pintu. Sasuke segera berdiri dan menatap kesal gadis merah muda itu.

"Sakura, Ini bibi buatkan jus stroberi. kau pasti-..., Eh? Sasuke masih disini rupanya " ucap Mikoto heran melihat putra bungsunya yang ada dikamar Sakura.

"Hn , aku cuma membantunya membereskan barangnya saja, jadi ibu jangan salah paham " ujar Sasuke yang berlalu pergi.

Mikoto tersenyum geli melihat keduanya yang nampak merah wajahnya.

"Astaga ,kenapa jantungku berdegub kencang tadi saat menatap matanya begitu dekat " gumam Sasuke di balik pintu kamarnya sambil memegang dadanya.

.

.

Haruno House , Suna citty

.

"Sepi sekali jika tidak ada Sakura dirumah " keluh Gaara.

"Benar" Sahut Mebuki.

"Lalu, kenapa ibu mengirim Sakura tinggal dirumah Uchiha?" tanya Gaara yang sedikit menggerutu.

"Karna sebenarnya ibu sudah menjodohkan Sakura dengan anak dari keluarga Uchiha itu" jawab Mebuki enteng.

Mata jade Gaara membulat sempurna "Apa? dijodohkan ? apa Sakura tau tentang ini ?" tanya Gaara lagi.

"Tentu saja tidak, jika dia tau alasan ibu sebenarnya mengirim dia kesana karna dijodohkan, Sakura pasti tidak akan mau" terang Mebuki.

"Lalu kenapa ibu tak memberi tahuku" protes Gaara.

"Karna ibu tau kau pasti akan memberi tau Sakura , Aku mohon Gaara jangan beri tau Sakura tentang hal ini ya " pinta Mebuki dengan tatapan melas.

Pria bersurai merah itu menghela nafas. "Hah , baiklah " kalau sudah begini Gaara pun mengalah. Ia tak sanggup jika melihat ibunya menatapnya seperti itu. ^^ Anak yang baik.

.

My Enemy © AisyaAoi-chan

.

Uchiha House , Konoha citty.

.

"Aku pulang " teriak Itachi yang baru masuk rumah.

"Kau sudah pulang itachi ,duduklah kita makan malam bersama" ajak sang ibu.

itachi pun segera duduk dimeja makan , matanya menatap Sakura yang duduk di hadapannya.

"Kau, Sakura Haruno ya ? " tanya Itachi.

"I-iya " jawab Sakura sedikit gugup karna mata onyx Itachi yang memandanginya dengan pandangan yang sulit di artikan.

Sasuke yang mendengar langsung melirik kearah Sakura yang duduk disampingnya.

"Kyaaa~ dia sangat tampan " Inner Sakura berteriak.

"Perkenalkan, namaku Itachi Uchiha, kakak Sasuke " ujar Itachi mengulurkan tangan pada Sakura dan langsung disambut tangan Sakura.

Mata mereka saling memandang dan mereka saling melempar senyuman.

"Kau sangat manis ya " puji Itachi.

"Benarkah ? arigatou " kata Sakura yang nampak tersipu.

"Cih! Apanya yang manis" sahut Sasuke tak terima dengan pujian kakaknya untuk gadis yang duduk disampingnya. "Kau tidak tau sih Aniki betapa mengerikannya dia awww..." rintih Sasuke yang kesakitan karna kakinya di injak Sakura.

"Kau,kenapa Sasuke ?" tanya Mikoto menatap heran putranya yang terlihat kesakitan.

"Sak- hmmph..." Mulut Sasuke langsung dibekap oleh tangan Sakura, membuat seluruh keluarga Uchiha yang ada dimeja makan sweatdrop melihatnya.

"Hm.. bibi, aku dan Sasuke ingin bicara berdua , kami permisi dulu ya" pamit Sakura yang langsung menyeret Sasuke pergi dengan paksa.

"Kenapa mereka berdua ? " gumam Itachi heran.

"Mereka cocok kan?" tanya Mikoto tersenyum.

"Hn" jawab Itachi mengidikan bahunya.

...

.

Sasuke dan Sakura kini berada di balkon lantai dua.

"Apa yang ingin kau bicarakan dengan ku ? aku tau ini cuma alasanmu kan, karna kau tak mau aku bilang pada ibuku kalau tadi kau menginjak kakiku " tebak Sasuke.

"Yap, tepat sekali!" seru Sakura.

"Cih! dasar " decak Sasuke.

Tiba tiba ekspresi wajah Sasuke berubah, seringai muncul dibibirnya.

"Kenapa kau ?" tanya Sakura mengerutkan keningnya.

"Sakura... " panggil Sasuke sedikit mendesah sambil mendekat kearah sakura.

"H-hei ,kau k-kenapa ? Mesum mu kumat lagi ya?" tanya Sakura .

"Hn?" gumam Sasuke menyeringai.

"Awas kau Sasuke , j-jika kau berani mendekat-.."ucapan Sakura terpotong oleh suara lain.

"Sakura ,ibu ingin bicara dengan mu " kata Itachi memotong ucapan Sakura tadi.

"Baiklah" kata Sakura senang. "Bye Sasuke mesum" Sakura pun berlalu pergi setelah melambaikan tangannya pada Sasuke yang bergeming.

"Cih! Gagal lagi " gerutu Sasuke berdecak kesal.

Itachi berjalan menghampiri adiknya. "Memangnya ,kau mau apakan dia tadi ?" selidik Itachi.

"Tidak ada, aku hanya mau mengerjain gadis bakka itu saja " terang Sasuke.

"Hn,kau menyukainya ya?" tebak Itachi.

"Tidak , jangan bicara sembarangan "elak Sasuke yang kemudian pergi meninggalkan itachi. Itachi yang kini sendirian dibalkon rumahnya memandangi langit malam yang dihiasi taburan bintang. Seulas senyum terukir dibibirnya.

"Bodoh" gumamnya ntah ditunjukan pada siapa.

.

...

.

"Jadi mulai besok aku sekolah dikonoha high school ? satu sekolah dengan Sasuke?" Sakura nampak terkejut mendengar penjelasan dari Mikoto.

"Hn , bibi sudah mendaftarkanmu kesana kemarin dan orang tuamu juga sudah tau tentang hal itu " tutur Mikoto. Tubuh Sakura nampak lemas dan menunduk pasrah.

.

.


.

TOK ... TOK... TOK...

"Siapa ?" tanya Sakura dari dalam kamar saat mendengar ketukan pintu.

Karna tidak ada respon Sakura pun membuka pintu kamarnya, Mata emeraldnya sedikit terkejut melihat siapa orang dibalik pintu tersebut.

"Kau, Ada apa ?" tanya Sakura ketus pada pria itu

"Ini, seragam sekolah untukmu " ujar Sasuke sambil menyodorkan seragam sekolah pada Sakura.

"Arigatou " Sakura menerima seragam tersebut.

Setelah seragam sekolah itu sudah ditangan Sakura, Pria itu hendak pergi namun Sakura mencegahnya. "Sasuke " panggil Sakura.

Sasuke pun berbalik menatap gadis didepannya heran. "Hn , Apa kau tak ingin aku pergi dan menemanimu tidur ?" Sasuke kembali menggoda Sakura. Hobi baru Sasuke tiap kali berhadapan dengan gadis merah muda tersebut.

"Berhentilah menggodaku, dasar otak mesum!" umpat Sakura kesal.

"Mulai besok, kau akan sekolah di KHS. Aku harap kau tidak bikin ulah disana nanti " ucap Sasuke memberi peringatan kini raut wajahnya berubah terlihat serius dan dingin.

"Kenapa memangnya? kau adalah musuhku dan teman temanmu juga. Aku tidak mungkin tidak berulah disana " ujar Sakura santai.

"Dasar gadis bakka, kenapa kau menganggapku musuhmu, hn? bukankah pertandingan basket sudah berakhir dan mulai besok kau juga bagian dari KHS, kau mengerti?!" jelas Sasuke sedikit kesal karna Sakura yang masih menganggap Sasuke dan teman temannya musuhnya. Sebenarnya iya tak akan marah jika gadis itu menganggap temannya musuh tapi saat dia juga di anggap musuh oleh gadis itu, hatinya marah dan tak terima.

"Benar juga, kalau aku bikin ulah aku tidak akan bisa segera pulang " pikir Sakura dalam hati.

"Hei gadis bakka, Apa kau menyukaiku?" tanya Sasuke tiba tiba.

Kening Sakura mengerut "Pertanyaan bodoh macam apa itu? Aku tidak mungkin menyukai orang yang ku anggap musuhku " tegas Sakura.

"Baguslah kalau begitu , karna aku tidak mau kau patah hati nanti saat disekolah" ucap Sasuke narsis.

"Kenapa memangnya?" tanya Sakura heran.

"Ya ,asal kau tau. Aku ini princce school , fansgirls ku sangat banyak tapi jika kau menyukaiku kau bisa bergabung dengan mereka nanti" ucap Sasuke yang semakin narsis serta menyombongkan diri.

BLAAAM...

Sakura menutup pintu kamarnya keras keras tepat diwajah Sasuke,

membuat Sasuke tersentak karna kaget.

"Hei... gadis bakka! hampir saja hidungku kena pintu , dasar!" gerutu Sasuke.

Sakura menghela nafas.

"Sepertinya, mulai besok hidupku akan semakin berat, ibu , ayah , aniki..AKU INGIN PULANG..." rengek Sakura dibalik pintu kamarnya.

.

.

TBC