Chapter 4
.
.
.
.
Arena pertandingan betul betul ramai saat ini. Sorak sorai penonton yang memekakkan telinga, menyemangati tim jagoan masing masing. Mereka tak kalah dari dari suporter sepak bola. Yuna dan tim, Phoenix baru memasuki arena pertandingan. Hampir tak percaya jika mereka bisa sampai di sini, grand final. Yuna mengepalkan tangannya.
'Tinggal selangkah lagi.'
Bel di bunyikan, tanda pertandingan di mulai.
"Lakukan seperti rencana kita." Grey memberi komando pertama. Beberapa tim mulai bergerak menyerang satu sama lain. Doll mengangkat tangan kirinya, memejamkan mata untuk berkonsentrasi. Cahaya biru berpendar dari tangannya. Semakin meluas dan mengelilingi mereka, membentuk sebuah perisai. Perisai Mana. Seperti rencana, mereka berlindung selagi yang lain melakukan penyerangan dan Doll akan melepaskan perisai saat satu atau dua tim yang tersisa. Terdengar pengecut memang, tapi dengan ini mereka bisa menghemat tenaga dan mengurangi persentase kekalahan tentunya.
Lima belas menit telah berlalu. Doll menggerakkan tangan seperti menghancurkan benda dalam genggaman. Seketika perisai hancur seperti kaca. Ini saatnya bagi mereka. Masih tersisa tiga orang dari tim lain, tapi itu bukan masalah. Sekali serang langsung beres. Masalahnya adalah Dark Shadow. Tak ada satupun dari mereka yang HPnya berkurang. Sepertinya mereka juga menghindari penyerangan. Yuna menelan ludah. Sedikit ketakutan terselip di benaknya.
'Sejak awal, aku bodoh telah menyetujui permainan ini. Sekarang tak ada kesempatan untuk mundur, dan tak ada waktu untuk takut. Aku akan melawannya!'
Teman temannya sudah bergerak menyerang. Hanya ia dan Cloud yang masih terdiam, saling melempar tatapan. Kedua tim memiliki anggota yang sama tiga penyerang jarak dekat dan tiga lainnya penyerang jarak jauh. Sedikit sulit untuk melakukan kerja sama tim. Apalagi Dark Shadow memiliki level lebih tinggi. Kemungkinan mereka akan bergerak satu lawan satu. Yuna mengarahkan Yin Sword miliknya, bersiap menyerang.
"Menyerah saja Hyuuga."
"Tidak akan, Uchiha."
"Kau tidak akan bisa mengalahkanku."
"Aku tak akan pernah tau sebelum aku mencobanya." Kepercayaan dirinya telah sempurna kembali.
Trang! Trang! Pertempuran dimulai.
"Keras kepala."
Yuna mengeratkan pagangan pada swordsnya, menekan pedang milik Cloud dengan sekuat tenaga. "Masa bodoh, aku tak akan menyerah begitu saja."
"Fire Blade" Pedang Cloud di selimuti api dan itu cukup membuat Yuna terpental.
"Sudah ku katakan, menyerahlah."
"Terlalu cepat seribu tahun untuk itu." Yuna bangkit dan menerjangnya. Trang! Trang!
"Sonic Slash." Hanya sedikit dari serangannya yang mengenai Cloud. Hanya sebatas goresan di lengan.
"Jika itu yang kau inginkan aku tak akan menahan diri lagi."
"Aku juga tidak segan menghabisimu."
Cloud tersenyum sinis. "Lakukan jika kau bisa."
Mereka kembali bertarung, saling melayangkan serangan, memukul dan menusuk. Dalam pertarungan ini Yuna telah kehilangan 1/2 HPnya sedangkan Cloud, ia hampir tak dapat di sentuh.
"!" Pedang Yuna terlempar jauh ke tepi arena, dan di belakang Cloud, archier Dark Shadow membidiknya.
"Freezing Arrow." Panah Es dengan dua ujung lancip melayang ke arahnya. Ia terdesak, tamat sudah.
"Wind Blast." Panah yang berputar itu berhasil menghancurkannya. Bidikan jitu dari Grey. Tadi itu nyaris saja.
"Cepat ambil pedangmu, akan ku urus orang itu." PM dari Grey. Setelah mengucap terima kasih lewat PM, Yuna berlari mengambil pedangnya namun Cloud mengejarnya. Tiba tiba ia teringat sesuatu.
"Menu!" Hologram persegi muncul di depannya, masih sambil berlari ia mengambil potion dari sana dan meminumnya.
Hup, dapat. Yuna berbalik, melakukan sliding tackle dan menyerang secara bersamaan.
"Blizzard Shower!"
"Lightning Shower!"
Suara kedua mage berhasil mengalihkan seluruh perhatian. Skill mereka bisa bertabrakan, dan itu bisa menghancurkan arena pertandingan.
"Fire Wall." Yuna terbelalak, Cloud melindunginya dari ledakan.
'S-sasuke..'
Benar saja, arena hancur, beruntung tak mengenai penonton. Hanya tersisa Cloud dan Yuna di arena, bisa di pastikan semua anggota tim mereka tamat.
Cloud berbalik. "Bloody.," Yuna terkesiap, "Wave."
Itu adalah serangan dua kali berturut turut. Yuna tidak siap dengan serangan itu, posisinya yang masih bertumpu pada satu kaki juga sedikit menyulitkannya untuk menghalau serangan. Tebasan pertama mungkin berhasil ia halau meski tak sempurna, tapi tidak pada tebasan kedua yang membiat ia kehilangan hampir 2/5 HPnya tak salah jika di namakan demikian.
"Aku tak akan menyerah! Triple Swing!"
Trang! Trang! Trang! Pertarungan kembali memanas.
Beberapa menit telah berlalu. Yuna telah kehilangan 5/3 dari HPnya sedangkan Cloud masih tersisa 1/4 HP.
'Sial! Aku tak punya kesempatan memulihkan HP.'
Yuna berlari menerjang Cloud hendak melakukan Finishing Slash. Tapi Cloud lebih cepat. Yuna melengkungkan tubuhnya ke belakang untuk menghindari serangan. Ia kembali menegakkan tubuhnya, namun sayang pedang Cloud telah menunggu tepat di depan leher sedang pemiliknya telah berdiri tepat di belakangnya. Belum sempat ia berfikir Cloud menarik wajahnya menoleh ke belakang dan..
CUP..
Ciuman tepat di bibirnya. Penonton riuh. Yuna tak pernah siap di serang seperti itu. Perasaannya campur aduk, ia tak dapat berfikir jernih. Wajahnya memerah hebat. Pedangnya terjatuh, satu satunya pertahanan miliknya. Jika bukan karena ciuman Cloud mungkin menyeringai penuh kemenangan. Sekali hunjaman pedang lebih dari cukup membuat Yuna tamat. Dia licik bukan.
.
.
"Cepat katakan apa yang kau inginkan Cloud-sama." Nada bicara Hinata sarat dengan kejengkelan. Mereka sedang berbicara di koridor Fakultas yang telah sepi sejak 25 menit yang lalu.
"Katakan bahwa kau menerima perjodohan dan.," Sasuke menggantungkan kalimatnya. "Katakan juga bahwa kau mencintaiku saat pertemuan nanti malam."
"APA?! Yang benar saja, aku tidak mau!" Hinata protes, itu benar benar berlawanan dengan apa yang ia inginkan sebelumnya.
"Tidak terima protes. Kau sendiri yang bersedia. Apa perlu ku ingatkan?"
"Argh., baik, baik akan ku lakukan." Hinata bersidekap, ia menggembungkan pipinya sebal.
"Dan.," Sasuke mengeliminasi jarak antara keduanya.
CUP.. Dan mencuri sebuah kecupan. "Sampai nanti."
'Dia benar benar!'
'The End'
.
.
.
.
A/N: haaai..^^ maaf ya, aku hampir lupa sama fic ini..
kok udah selesai? hihi.. aku takut discontinue kalo panjang panjang.. #pundung
maaf juga kalo fic ini pendek.. aku kehabisan stok kata kata T-T
terimakasih banyak buat yang review, fav, atau follow..^^ #hug
Special thank's for:
Nurul851, Cahya Uchiha, hyacinth uchiha, Ella9601, , Euiko Katayanagi, HNisa Sahina, Hanao Himeka, Linevy Hime-chan, Ucihaii, hyacinth uchiha, lightning69, onyx dark blue, Green Oshu, Moyahime, gete-virus, saia shiki, uchihabungsu98.
.
.
.
salam
arisa^^
