desclaimer : seluruh tokoh milik diri masing-masing saya cuma minjem nama.

warning : this is YAOI, Wolf AU,OOC dan typo bertebaran. ini wolf au menurut fersi saya sendiri

Rate : M (hayo.. yang masih polos silahkan angkat kaki..)

NOTE : yang homophobik dilarang mendekat, tidak menerima komentar dengan bahasa kasar mengenai YAOI. Dont like dont read !

Kedua serigala muda itu berjalan dengan si alpha menggendong omeganya yang tidak sadarkan diri, aroma keduanya menjadi penjaga untuk satu sama lain. Si alpha yang hampir kehilangan kendali sedang sang omega hampir kehilangan dirinya. Dengan langkah pelan Jongin membawa Kyungsoo dalam gendongannya, kejadian beberapa waktu yang lalu telah membuat sang alpha menjadi sangat marah, melihat miliknya babak belur dan tak sadarkan diri adalah hal terakhir yang Jongin inginkan untuk hari ini.

Kyungsoo yang taksadarkan diri perlahan-lahan pulih, ia mulai merasakan keberadaan serigalanya dan rasa sakit yang sempat terlupakan kembali menggerogoti tubuhnya, si omega menggeliat gelisah di pungung alphanya.

"Tidurlah lagi kita akan sampai dirumah beberapa saat lagi." Jongin yang sadar jika Kyungsoo terbangun berujar halus, sementara tangan mungil milik Kyungsoo memeluk lehernya dan nafasnya meniup anak-anak rambut disekitar tengkuk Jongin lembut, si omega telah kembali tertidur. Aroma lavender milik Kyungsoo melingkupi Jongin yang amarahnya belum mereda, alpha dalam dirinya beberapa kali meraung saat melihat Kyungsoo tergeletak babak belur di hajar alpha lain.

"Jangan membuatku khawatir lebih dari ini Do Kyungsoo." Bisiknya lalu membetulkan posisi Kyungsoo dalam gendongannya.

.

.

.

Beberapa jam yang lalu

Jongin menekuk wajahnya kesal, ia terduduk di meja kasir sendirian toko buku tempatnya bekerja sangat sepi hari ini hanya ada dua orang ibu-ibu didalam toko tengah memilih majalah. Jongin menguap ia benar-benar bosan, sebenarnya hari ini bukanlah jadwal partimenya tapi Jongin terpaksa datang karena Kris mengancam akan memecatnya jika alpha itu tidak ketoko hari ini. Yeah Jongin sekarang menyesali ia harus bekerja pada bos sekaligus temannya itu karena Kris adalah bos semena-mena yang hobi bolos dari tanggung jawabnya.

"Hyung cepatlah kembali ketoko, aku ingin pulang." Jongin menyimpan handphonenya setelah mengirim pesan ke tigapuluh dua untuk Kris hari ini. Alpha muda itu tak mengerti tapi ia merasa uring-uringan dari tadi siang, Jongin ingin pulang dan tidur moodnya benar-benar down.

Kris akhirnya muncul setelah Jongin menerornya dengan puluhan sms dan telfon, segera setelah makhluk pirang itu muncul dipintu toko Jongin langsung meninggalkan pekerjaannya tanpa berpamitan pada Kris sama sekali. Moodnya yang sangat buruk tidak akan berdampak baik bagi orang-orang disekitarnya oleh karena itu si alpha hanya akan bergegas pulang. Langkah panjang Jongin membawa tubuhnya kehalte terdekat yang jauhnya sekitar dua blok dari toko bukunya, pemuda tan itu telah terbiasa dengan gang-gang kecil disana.

Langkah Jongin terhenti saat penciumannya menangkap aroma harum bercampur manis yang berhebus tepat dibalik gang disebelah kirinya. " Ah seorang omega tengah berada didekatnya, ditambah sepertinya ia sedang heat." Mata serigala Jongin berkilat, ia tahu jika terus bertahan disana semuanya akan berakhir buruk untuk dia ataupun si omega. Jongin menggusak rambutnya kasar menyadarkan dirinya untuk segera pergi, tapi lagi-lagi langkahnya tertahan disana, angin dingin yang berhembus membawa bau lain selain bau heat si omega, bau yang akrab dan sangat dikenal jongin, bau lavender yang sama yang ia cium tadi pagi.

"Kyungsoo." Bisik si alpha matanya kembali berubah. Jongin yakin dibalik aroma heat yang membuat pusing itu tercium bau lavender milik Kyungsoo yang bercampur dengan.. "Darah?" Jongin mengernyit, ia mungkin tidak bisa mengandalkan akal sehat sekarang, tapi baik Jongin ataupun serigalanya dapat mengenali bau Kyungsoo yang harum dan anyirnya darah. Tanpa menunggu lagi, tanpa peduli jika ia bisa saja sift menjadi serigala kapanpun, Jongin bergegas mencari omega bermata bulat itu.

"Kau pantas mendapatkannya Omega sialan!" seseorang berteriak menggunakan suara alpha yang sangat kentara, suara itu berasal dari tempat yang sama dengan bau Kyungsoo tercium. Dengan hati yang cemas Jongin langsung berlari kesumber suara, ia merasakan kegelisahan serigala dalam dirinya serta rasa panik yang entah sejak kapan menguasai hatinya.

Pemandangan didepannya saat Jongin sampai hampir saja membakar seluruh kesabaran yang ia miliki. Seorang alpha, mungkin dua tahun lebih muda darinya tengah menggerayangi seorang omega laki-laki yang tampak tak nyaman karena heat. Tapi bukan itu yang menjadi perhatian Jongin, sosok beraroma lavender yang baru saja ia temui tadi pagi tergeletak dengan luka lebam di wajahnya. Bibir hati yang terakhir kali ia lihat tersenyum robek dan mengeluarkan darah segar.

Kemarahan melingkupi Jongin ia mendekati omega kesayangannya itu perlahan mengulurkan tangannya untuk memeriksa keadaan Kyungsoo. Wajah lebam penuh bekas pukulan, bibir robek dan beberapa luka kecil di pelipis dan ujung matanya, alpha itu tak mampu menahan amarahnya matanya yang berwarna coklat kelam berubah menjadi abu-abu, taring tajam yang biasanya tersembunyi mencuat diantara giginya, Kim Jongin berada dalam keadaan setengah siftnya.

Milikku..milikku..

hancurkan.. bunuh..

dia berani menyentuh milikku

jangan ada ampun.. dia menyentuh milikku

Dalam keadaan setengah sadar dan dikuasai hampir seluruh naluri serigalanya Jongin berlari menuju alpha kurang ajar yang masih menggerayangi omega jantan tak berdaya itu. Kedua tangan Jongin terkepal kuat, rahangnya mengeras dan tatapan mata abu-abunya adalah tatapan yang dapat membunuh siapapun. Jongin sudah hampir membunuh si alpha ketika suara lain datang dari belakangnya.

"Hyung.." teriak orang itu yang menggunakan seragam yang sama dengan si alpha kurang ajar, pemuda tinggi berkulit pucat itu langsung mendahului Jongin menarik si alpha dari si omega Jantan. Jongin hampir saja akan bergabung sebelum suara halus Kyungsoo menyadarkannya. Pemuda tan itu langsung berlari pada omeganya.

"Kyungsoo-ya mate.. mate bertahanlah." Jongin melihat mata Kyungsoo yang tadinya sayu perlahan-lahan menutup.

"Jongin Hyung.." bisiknya dengan suara halus dan beakhir pingsan dilengan Jongin, si alpha menggendong Kyungsoo dan meletakkan omeganya di tepi gang yang lebih aman, matanya berkilat penuh kemarahan, si alpha memutar tubuhnya sisi serigalanya muncul dengan sangat cepat, Jongin berlari kearah si brengsek yang beraninya menyentuh miliknya berharap bisa mematahkan lehernya.

Di tengah gang itu masih ada si pemuda pucat tengah melawan si alpha kurang ajar, omega jantan yang tadinya digerayangi berdiri kesakitan dibalik punggungnya. Jongin mendekat dan sipemuda langsung memasang sikap waspadanya, dia menggeram pegangannya pada si omega bertambah erat.

"Jangan mendekat bangsat.." suara dingin khas alpha keluar dari bibir tipisnya, Jongin hampir saja meninju pemuda itu karena ucapannya menyakiti harga diri Jongin. Aroma heat si omega jantan dan bau Kyungsoo memunculkan sisi hormonal Jongin hingga ia sulit mengendalikan dirinya sendiri. "Menyingkir." Ujar Jongin, ia menggunakan suara alphanya sehingga si pemuda sedikit mengerling namun tetap memperlihatkan taringnya.

"Minggir kubilang, kau menghalangiku bajingan itu berani menyentuh milikku." Iris abu-abu Jongin bertemu dengan aqua blue milik si pucat dan pasangan omega alpha itu perlahan menyingkir, Jongin berjalan kearah si alpha yang sudah babak belur tampaknya pemilik iris aqua blue itu telah melakukan beberapa hal untuk Jongin.

Buak! Jongin menendang perut si alpha hingga terkapar di tengah gang.

"Milikku.. kau berani menyentuh milikku.." dan si alpha mendapatkan satu pukulan lagi di pipinya.

"Itu untuk menyakitinya.. dan ini." Jongin melayangkan satu pukulan lagi " Untuk setiap goresan yang kau tingglkan di kulitnya." Alpha berkulit tan itu meninju si alpha brengsek dengan membabi buta, tidak peduli lagi jika ia dapat membunuh si alpha dengan seluruh kekuatannya.

Serigala memang sangat suka menjaga milik pribadi mereka apa lagi bagi seorang alpha, mereka sangat egois dan biasanya enggan berbagi. Menyentuh milik seorang alpha tanpa seijinnya adalah tindakan cari mati.

"Kau akan membunuhnya." Seseorang memegang pundak Jongin yang tengah duduk di perut alpha brengsek itu, Jongin berbalik dan menemukan si alpha pucat menatapnya dalah tatapan tajam. Pemuda pucat itu terlihat sangat datar namun tingkat kewaspadaannya masih tetap terjaga, taring yang masih belum kembali serta mata birunya memandang was-was pada Jongin.

"Aku tidak peduli, dia menyentuh milikku maka ia pantas mendapatkannya."

"Bagaimanapun membunuh seorang alpha tidak diperbolehkan dalam hukum kaum kita. Aku kenal dengan bajingan ini, packnya termasuk yang terbesar di teritorial kami. Kakakku baik-baik saja dan omegamu tidak mati, lebih baik kita memindahkan mereka dulu dari pada mengurusi sampah seperti dia." Serigala seperti mereka memang tidak memiliki banyak peraturan, selain soal mating, wilayah,serta perebutan daerah mereka tidak punya peraturan berat lainnya. Dulu sebelum peradaban mereka semodern sekarang membunuh serigala lainnya hanyalah hal biasa, namun seiring berjalannya waktu kehidupan para serigala juga makin berkembang dan membunuh serigala lain menjadi tidak diperbolehkan, apalagi membunuh seorang alpha yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Selain alasan kejahatan parah seperti membunuh mate membunuh seorang alpha sangat dilarang.

Jongin mendengus, ia masih pada pendiriannya untuk membunuh si alpha tapi lagi-lagi si pucat menghalanginya.

"Jika kau terlalu bodoh untuk membiarkan omegamu hidup sendirian silahkan bunuh dia aku tidak akan menghalangi orang bodoh sepertimu." Ujarnya dingin dan datar, Jongin memberikan tatapan tajamnya tapi si pemuda hanya berlalu sambil membawa siomega jantan tanpa takut sedikitpun pada jongin.

Pemuda tan itu mengalihkan perhatiannya pada Kyungsoo yang tengah pingsan, wajahnya melunak dan logika manusianya kembali, Jongin sadar jika ia harus membawa Kyungsoo ketempat yang lebih baik. Dengan perlahan pemuda itu mendekap tubuh Kyungsoo kedalam gendongannya, berhati-hati seolah pemuda itu adalah porselin yang sangat mudah pecah. Dan mereka berjalan pulang.

.

.

.

Kyungsoo terbangun beberapa hari kemudian dengan rasa nyeri disudut bibirnya, memar di tubuhnya telah diobati, Kyungsoo berfikir mungkin Ibunya atau Hyungnya yang melakukannya tapi satu hal masih melekat dalam ingatannya, Jongin adalah orang yang menyelamatkan mereka berdua. Mengingat si alpha tan itu Kyungsoo tersenyum lebar dan mengakibatkan bibirnya yang robek sakit lagi, pemuda itu lalu bangkit dan bergegas pergi mandi sebelum ibunya datang.

Ucapkan selamat tinggal pada kebebasan, karena sudah pasti ibunya tidak mengizinkan Kyungsoo untuk keluar tanpa pengawasan lagi. Ibunya pasti sudah menyuruh baik Yesung maupun si cerewet Jongdae untuk menjaga Kyungsoo kemanapun ia akan pergi mulai sekarang.

Benar saja Kyungsoo mendapati kakak iparnya yang telah siap dengan stelan kantornya bersiap menyambut kyungsoo di meja makan bersama keluarganya yang lain.

"Pagi Kyungie.." sapa Yesung ceria, dilihat dari segimanapun ia sangat menikmati kepulangannya kerumah atau mungkin dia hanya senang bertemu matenya lagi setelah sepekan yang menyiksa, entahlah Kyungsoo kurang tahu. "Pagi Hyung." Balas Kyungsoo datar

"Duduklah dan habiskan sarapanmu, Yesung harus segera berangkat kekantornya jika tidak ingin terlambat dan kau harus kesekolah bersamanya. Mulai sekarang tidak ada lagi pulang sendirian tanpa Hyungmu atau Jongdae, Eomma sudah bilang pada Jongdae untuk membantu mengawasimu." Nyonya Do menyerahkan mangkuk nasi pada Kyungsoo sambil menceramahi putera bungsunya itu, sementara itu Kyungsoo hanya mengangguk –angguk tidak peduli, dia sudah menduga hal ini akan terjadi jadi sama sekali tidak terkejut. Kyungsoo hanya mengutuki kejadian sialan dan alpha kurang ajar itu hingga sekarang situasi hidupnya jadi seperti ini atau tidak juga? Kyungsoo teringat lagi dengan alpha tan yang tinggal disebelah dan senyumnya merekah lagi.

"Tidak kuduga reaksimu akan sesenang itu." Kyungsoo bangun dari lamunananya karena sindiran kakak laki-lakinya, Ryeowook menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya apa yang ia lihat barusan, adiknya baru saja di hajar seorang alpha tapi malah tersenyum dengan kejadian itu. Kyungsoo hanya nyengir padanya dan melanjutkan sarapannya.

"Dasar dorai"

"Eomma dorai itu apa?" suara kekanakan Namjoon menyahut dari meja seberang, sontak semua yang ada dimeja menoleh kearahnya. Ryeowook yang berujar menjadi gugup ditanyai anaknya, sementara Yesung memberinya gertakan main-main.

"Aniya.."

"Dorai itu sesuatu yang tidak boleh dikatakan pada orang lain Namjoonie." Kyungsoo menyahut

"Tapi kenapa Eomma bilang pada Kyungie samchoon?"

"Karena eommamu tidak tahu hal itu." Dan sianak kecil mengangguk sok paham. Ryeowook yang disindir suaminya sendiri mendelik pada Yesung dan Kyungsoo yang mengangkat bahunya pura-pura tidak tahu. Saat itulah bel pintu rumah mereka berbunyi memecah suasana pagi keluarga Do.

"Kyung buka pintunya." Nyonya Do memerintah anaknya

"Kenapa harus aku?"

"Lalu siapa lagi? Kakakmu sedang sibuk dengan Namjoon dan aku tidak akan mengganggu acara sarapan menantuku." Jawab Nyonya Do santai dan mengusir anak bungsunya, ia melempar senyum pada Yesung dan si menantu memberi tanda hati pada mertuanya.

"Yee Eommanim... hamba akan membukakan pintunya utuk eommanim. Dan untuk kakak iparku tercinta selamat menikmati makanannya. Sebenarnya siapa yang anak kandung disini?" gerutu Kyungsoo tapi tetap beranjak menuju pintu rumah yang belnya masih saja berbunyi.

"Ye aku datang."

Mungkin satu lagi pagi yang indah telah datang pada Kyungsoo, alpha tan yang tingggal disebelah rumahnya sekarang tengah berdiri tepat didepan pintu rumahnya. Kyungsoo tergagap ia tak menyangka jika Jongin akan datang kerumahnya sepagi ini, di tambah ia tidak tahu harus berkata apa karena Jongin telah menolongnya kemarin.

"Jongin-hyung.." ucap siomega gugup.

"Selamat pagi Kyungsoo.." Jongin tersenyum lembut pada Kyungsoo, ia membawa sesuatu ditangannya mungkin makanan entahlah Kyungsoo tidak sempat peduli dengan isi mangkuk yang dibawa Jongin ia hanya peduli pada si alpha yang ada didepannya itu.

"Chanyeol Hyung ingin memberikan ini padamu, kami memasak terlalu banyak hari ini dan dia pikir mungkin kau dan Ryeowook hyung akan menyukai ini." Tangannya terulur pada Kyungsoo.

"Apa ada yang salah dengan wajahku?" tanya Jongin sambil memegangi wajahnya yang terus dipandangi Kyungsoo.

"A..anio.." jawab kyungsoo

"Siapa yang datang Kyungie?" Ibu Kyungsoo muncul dari ruang makan dan menemukan tetangga sebelah yang membawa anaknya kemarin malam

"Oh Jonginie.. ayo masuk kenapa hanya berdiri didepan pintu? " Jonginie? Sejak kapan ibunya seakrab itu dengan Jongin, seingat Kyungsoo mereka bahkan belum pernah berkenalan sama sekali. Ibunya memang orang yang sangat ramah tapi untuk memanggil Jongin dengan panggilan seakrab itu bukankah terlalu cepat?

"Tidak usah eomanim aku hanya mengantarkan ini dan melihat kondisi Kyungsoo, tapi karena ia terlihat baik-baik saja aku akan pergi sekarang." Eomanim? Kyungsoo mungkin telah melewatkan banyak sekali hal sehingga ia terkaget lagi saat panggilan itu meluncur mulus dari mulut Jongin. Serius Ibunya dan Jongin terlalu cepat akrab.

"Eomma aku berangkat." Yesung muncul terburu-buru dari ruang makan, ia membawa tas kerjanya dan jasnya bahkan belum terpakai dengan rapi.

"Hyung, tunggu aku belum memakan sarapan sama sekali." Kyungsoo protes, ia bahkan belum memakan sarapannya karena harus membukakan pintu untuk Jongin.

"Mianhae Kyung, sepertinya aku tidak bisa mengantarmu hari ini, sajangnim memerlukan aku untuk secepatnya tiba di kantor, terjadi sesuatu dan akan sangat terlambat jika aku mengantarmu terlebih dahulu,, mian." Si Beta berlalu dengan sangat terburu-buru meninggalkan Kyungsoo yang memberengut, ia tidak mungkin naik bus sendirian dan menunggu Jongdae untuk menjemputnya akan memakan waktu dan mungkin ia akan terlambat kesekolah.

"Lalu siapa yang akan mengantarku kesekolah?"

"Kau berangkat bersama Jongdae."

"Tapi akan sangat lama menunggu makhluk lelet itu, eomma tahu sendiri jika Jongdae harus memutar jika menjemputku."

"Kalau begitu berangkat bersama eomma saja."

"Andwae.. memangnnya aku anak sd yang masih diantar ibunya.. tidak mau."

"Memangnya kenapa? Dari dulu juga eomma yang mengantarmu kesekolah."

"Tapi itu dulu, sekarang sudah berbeda. Mana ada anak SMA yang diantar ibunya kesekolah." Kyungsoo menolak keras usulan ibunya, mau ditaruh dimana wajahnya jika teman-temannya tahu ia masih diantar kesekolah oleh ibunya sementara rumahnya hanya lima belas menit naik bus dari sekolah.

"Kalau kau tidak ingin ibu antar cari orang lain yang bisa dipercaya untuk mengantarmu, atau Jongin-ah apa boleh aku merepotkanmu lagi?" Nyonya Do mengagetkan Jongin yang sejak tadi terjebak dalam percakapan Kyungsoo dan ibunya.

"Tentu saja eomanim"

"Bisakah kau mengantar Kyungsoo kesekolahnya hari ini? aku takut sesuatu akan terjadi lagi padanya."

Jongin mengangguk dan menatap sekilas kearah Kyungsoo yang uring-uringan karena takut merepotkan Jongin

"Eomma, aku berangkat sendiri saja Jongin Hyung pasti punya banyak hal yang harus dikerjakan."

"Eopseo, aku free pagi ini." Uacap Jongin yakin, Nyonya Do tersenyum padanya.

"Ja, sekarang kau bisa berangkat dengan Jongin." Kyungsoo menatap ibunya pandangan matanya seolah menyuruh ibunya untuk berhenti merepotkan Jongin, tapi nampaknya wanita paruh baya itu sama sekali tidak perduli dan malah berlalu kedalam rumah meninggalkan Kyungsoo dan Jongin yang akhirnya terjebak dalam suasana yang sangat canggung.

"Ayo berangkat." Ucap Jongin pada Kyungsoo lalu mendahului siomega berjalan kearah pagar. Kyungsoo dengan langkah gugupnya mengikuti Jongin dari belakang. Mereka akan berangkat dengan bus karena Jongin tidak memiliki kendaraan apapun untuk mengantarkan Kyungsoo dengan selamat.

"Kita naik bus campuran tidak apakan Kyung?" tanya Jongin, ia paham jika naik bus campuran akan sangat tidak nyaman bagi omega. Kyungsoo mengangguk halus dan mengikuti Jongin yang telah berjalan terlebih dahulu kearah halte.

Keduanya sampai di depan gerbang sekolah Kyungsoo lima belas menit kemudian dengan Jongin yang mendapat tatapan memuja dari setiap omega yang melewatinya.

"Hyung aku masuk dulu." Kyungsoo berpamitan pada jongin dan segera berlalu meninggalkan si alpha.

"Kyungsoo-ya tunggu dulu." Jongin yang tidak siap dengan kepegian Kyungsoo itu kemudian melingkarkan syal miliknya keleher Kyungsoo, lalu dengan pelan mengusap wajah siomega dengan telapak tangannya " Ini akan menjagamu saat aku tidak didekatmu." Bisiknya halus ditelinga Kyungsoo dan si omega memerah, pernyataan Jongin itu seolah-olah menegaskan jika Kyungsoo adalah sesuatu yang berhaga baginya dan patut dilindungi.

Kyungsoo menjadi sangat gugup dengan pemikirannya sendiri tanpa sadar jika Jongin telah berlalu meninggalkannya, menyisakan hanya aroma khasnya yang sekarang melekat disyal serta seluruh tubuh Kyungsoo. Sesuatu yang menyenangkan menjalar diseluruh tubuh si omega membangkitkan gairah yang telah lama terpendam, membangunkan insting yang tertidur dalam tubuhnya.

"Mate." Kata-kata itu terngiang-ngiang dikepala Kyungsoo.

.

.

.

Apa itu hanya persaan Chanyeol atau sekarang Jongin jadi sangat akrab dengan tetangga sebelah rumahnya. Pemuda tan itu tidak pernah mengeluh lagi jika Chanyeol menyuruhnya untuk mengantar apapun untuk tetangganya atau untuk menjemput Taehyung yang sedang bermain bersama Namjoon. Jongin juga jadi lebih rajin dan sangat bahagia akhir-akhir ini, apapun yang terjadi pada Jongin entah mengapa hal itu sedikit mengganggu Chanyeol.

Chanyeol punya hidup yang baik dilingkungannya saat ini begitu pula dengan tetangga sebelah, dia tidak ingin Jongin dan dirinya menjadi perusak ketenangan yang telah dimiliki keluarga Do yang amat baik itu. Bagaimanapun berhubungan dengan Chanyeol, Jongin dan pack mereka bukan urusan gampang, kenyataan yang paling ditakutkan Chanyeol adalah jika Kyungsoo adalah mate Jongin, dari cara mereka tertarik satu sama lain membuat Chanyeol yakin dengan hal itu.

Chanyeol sudah memperhatikan sejak pertama kali Jongin menatap Kyungsoo dari balik Jendela, saat Kyungsoo datang membawa sup rumput laut untuk ulang tahun Taehyung ,atau saat Jongin yang panik menggendong Kyungsoo dalam pelukannya malam itu. Chanyeol tahu segalanya, cara Jongin menatap Kyungsoo mengingatkannya akan kenangan empat tahun lalu yang ingin ia kubur, cara Jongin menatap Kyungsoo mengingatkan Chanyeol akan dirinya empat tahun yang lalu saat ia menatap Baekhyun untuk pertama kalinya.

Handphone Chanyeol berdering beberapa kali namun si alpha tak memperdulikannya kepalanya sekarang dipenuhi kemungkinan-kemungkinan yang menakutkan tentang Kyungsoo dan Jongin. Chanyeol hanya tidak ingin Kyungsoo berakhir seperti Baekhyun, Baekhyunnya yang malang yang harus bertemu mate seperti dirinya. Chanyeol hanya tidak ingin Jongin merasakan kepedihan yang ia rasakan, Chanyeol tak ingin orang-orang yang ia kasihi memiliki takdir yang menyedihkan.

"Ap..appa... kkahajima.. appa.." suara lenguhan kecil itu mengagetkan Chanyeol, ia melihat anaknya bergelung dengan keringat menetes dipelipisnya. " Oh, appa disini.. appa disini bersama Taehyungi." Chanyeol menarik Taehyung kearahnya dan memeluk malaikat kecilnya itu sangat erat. "Appa disini bersamamu." Bisiknya dan mencium kening anaknya dengan sayang.

Rabu ini adalah jadwal perawatan Taehyung, malaikat kecil Chanyeol itu harus menguras paru-parunya dan mengeluarkan lendir yang membuat Taehyung kesulitan bernafas. Taehyung akan dirawat dirumah sakit untuk beberapa hari dan Chanyeol akan menemaninya. Jongin sengaja libur dari kerja paruh waktunya demi menjaga rumah serta membantu Chanyeol menyiapkan segala keperluan Taehyung.

"Kau jaga rumah baik-baik, lebih baik kau belanja hari ini karena kulkas sudah kosong dan jangan berani-berani membeli ramen instan terlalu banyak, uang untuk kebutuhan minggu ini aku letakkan diatas kulkas." Chanyeol memperingatkan Jongin sebelum alpha beranak satu itu memasuki mobilnya untuk menuju rumah sakit tempat Taehyung dirawat.

"Cerewet aku bisa merawat diriku sendiri kau tidak perlu khawatir." Balas Jongin kesal

"Aku bukan mengkhawatirkanmu, aku hanya khawatir kau menghancurkan rumahku, kreditnya saja belum lunas." Longos Chnayeol dan ia berlalu meninggalkan Jongin yang mengupat kearahnya.

Dalam seumur hidupnya Jongin tidak pernah belanja kebutuhan dapur sendirian, bahkan dulu saat masih tinggal di packnya ia tidak pernah sekalipun menolong bibinya pergi belanja, biasanya Minggyu atau Myungsoo yang rela melakukan tugas tersebut. Tapi hari ini ia benar-benar harus belanja atau Jongin tidak akan punya pilihan kecuali berburu untuk makan malamnya sore ini. Dengan perasaan kesal mengingat rumah Chanyeol agak jauh dari hutan Jongin melangkah kesupermarket terdekat.

Pemuda itu pulang dengan dua kantung plastik penuh belanjaan, sesuai perintah Chanyeol Jongin hanya membeli tiga bungkus ramen dan menghabiskan separoh uang belanjanya untuk membeli daging, paling tidak ia masih punya daging sebagai makanan favorit.

"Jongiiiin-hyung.." teriakan Kyungsoo mengenterupsi Jongin yang akan membuka pagar, tanpa ia sadari kedua sudut bibir Jongin telah terangkat, semenjak ia mendengar suara serta mencium bau Kyungsoo dari kejauhan.

"Hyung habis belanja?" tanya si omega dengan wajah imut sampai-sampai Jongin ingin memeluknya.

"iya, ngomong-ngomong kau habis dari mana?" tanya Jongin, ia melihat penampilan Kyungsoo yang berantakan.

"Habis berburu dengan Jongdae." Balas Kyungsoo, ia tersenyum sangat lebar seolah-olah hari ini ia sangat bahagia.

"Apa sesuatu terjadi kau terlihat sangat senang?"

"Aku berhasil menangkap rusa jantan pertamaku sendirian." Ucap Kyungsoo bangga, jujur saja Kyungsoo tidak terlalu mahir dalam berburu nilai survifalnya saja jelek. Kyungsoo tidak pernah memburu seekor rusa jantan sendirian, kalau anak rusa ataupun binatang kecil sih sudah sering.

"Wah uri Kyungie sangat hebat." Puji Jongin sambil mengacak surai Kyungsoo gemas sementara si omega menunduk malu. Uri Kyungie? Rasanya jantung Kyungsoo ingin meledak.

"Kalau Hyung, kapan kau menangkap rusa jantan pertamamu?" tanyanya semangat

"Saat berumur sepuluh tahun? Entah lah aku sudah tak ingat." Balas Jongin santai, dan Kyungsoo langsung cemberut menyadari kalau dia sangat payah.

"Ingin masuk? Hyung beli banyak makanan."

"Ani, aku sudah kenyang." Jawab Kyungsoo lugu

"Kalau begitu temani Hyung saja, Chanyeol hyung sedang tidak ada jadi sangat membosankan." Jongin menarik tangan Kyungsoo untuk mengikutinya masuk kerumah Chanyeol.

.

.

.

Jongin sedang membereskan belanjaannya saat Kyungsoo menginterupsinya.

"Hyung sejak kapan kenal dengan Chanyeol hyung?" tanya Kyungsoo, jari-jarinya dengan iseng memutar-mutar apel yang dibeli Jongin.

"Sejak bayi mungkin? Pack kami hidup berdampingan, Chanyeol hyung sudah ada sepanjang hidupku. Kami hanya berpisah saat dia pergi dari packnya." Jawab Jongin

"Kenapa Chanyeol hyung pergi dari packnya, bukankah pack sama saja dengan keluarga kita?" tanya Kyungsoo polos, dia memang tidak pernah punya pack tapi dari apa yang Kyungsoo tahu pack itu sama seperti keluarga. Serigala adalah makhluk yang setia, selain setia pada satu pasangan mereka juga sangat menyayangi keluarga, jarang ada satu serigala memilih meninggalkan pack.

"Sesuatu terjadi." Jawab Jongin datar terlihat sekali ia tidak ingin membahasnya jadi Kyungsoo tidak mengungkitnya lagi. jongin lalu beralih mengambil bahan-bahan untuk dimasak ia sudah sangat lapar.

"Hyung bisa memasak?" tanya Kyungsoo antusias melihat Jongin menggunakan apron dan mengambil alat-alat masak.

"Tidak." Jawab Jongin sambil nyengir, dia sama sekali tidak bisa memasak. Kyungsoo memutar matanya sebal.

"Lalu hyung ingin melakukan apa?"

"Ber eksperimen?" jawab Jongin sambil terkekeh karena muka kesal Kyungsoo itu sungguh sangat imut

"Sini biar aku saja yang memasak, aku tidak yakin Chanyeol hyung akan suka jika dapurnya tiba-tiba hancur saat ia pulang." Kyungsoo beralih mengambil apron dari Jongin dan mulai memasak.

Jongin mendudukan dirinya di meja makan sambil memperhatikan Kyungsoo yang tengah memasak. Mata tajam si pemuda mengikuti setiap pergerakan sang omega, seolah-olah ini adalah kegiatan paling menyenangkan yang pernah ia lakukan. Kyungsoo yang tengah memasak untuknya entah mengapa memunculkan berbagai imajinasi dalam otak Jongin. Bayangan si omega memasak untuknya setiap hari, selalu berada didekatnya. Membangukan jongin di pagi hari atau menyambutnya saat ia pulang, menemukan Kyungsoo dimanapun saat ia ingin, bayangan jika mereka bisa bersama. Jongin bahkan merasa kesal ketika bayangan lain muncul, orang lain berdiri bersama Kyungsoonya sebagai pasangan.

Segala yang ada pada diri Kyungsoo entah mengapa telah menarik Jongin lebih kuat dari yang dibayangkannya. Kulit putihnya, bibir berbentuk hati yang selalu tersenyum saat melihatnya, mata bulatnya, aroma lavender yang selalu ada disekitar Kyungsoo, sikap malu-malunya, tingkah polosnya, segalanya sehingga Jongin bisa saja gila.

"Hyung makanannya sudah siap." Entah sudah berapa lama Jongin melamun ia tidak tahu. Saat ia terbangun Jongin menemukan Kyungsoo tengah berdiri membawa sepiring makanan untuknya sementara mata Jongin mengamatinya.

"Apa yang hyung pikirkan? Kenapa kau melamun?" tanya Kyungsoo bingung melihat tingkah jongin yang tidak biasanya. Jongin terlihat sangat imut saat menatapnya dengan tatapan polos.

"Ada yang salah denganku hyung? Apa hyung sakit?" tanya Kyungsoo lagi, jongin membalasnya dengan gelengan ia tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya sendiri. Menatap Kyungsoo seintes ini membuat dadanya berdebar sangat cepat dan Jongin sangat menyukainya. Angin dingin berhembus mengantarkan aroma lembut lavender singgah di penciuman Jongin. Ia tidak pernah merasa se escited ini, rasanya sangat menyenangkan saat mencium aroma Kyungsoo yang di bawa angin. Untuk satu alasan Kyungsoo yang berdiri didepannya hari ini terlihat sangat cantik dan Jongin tidak mau tahu lagi dengan apa yang akan terjadi setelah ini.

Mereka hanya berdua saja saat piring yang Kyungsoo pegang terjatuh, tangan mungilnya ditarik dan dalam sekejap Kyunsoo sudah berada dalam dekapan Jongin. Bibir yang beberapa detik lalu mengulas senyum, terkunci dalam pagutan sang alpha. Jongin menciumnya.

Bibir tebal Jongin bergerak menyesap setiap inci bibir Kyungsoo membuat simungil menegang, ini pengalaman pertama untuk Kyungsoo dan ia melakukannya bersama seseorang yang akhir-akhir ini mencuri hatinya. Tangan Jongin membingkai wajah Kyungsoo, matanya terpejam, bibirnya bergerak lembut diatas bibir Kyungsoo yang kaku, si omega tak tahu apa yang harus dilakukan ia sama sekali tak berpengalaman.

Wajah Kyungsoo memerah, ia dapat merasakan Jongin memagut bibirnya dengan lembut namun bergairah, rasa manis yang terasa saat bibir Jongin menyesap bibirnya menjadi candu baru yang tidak akan bisa dilupakan Kyungsoo. Dengan malu-malu bibir berbentuk hati itu mulai bergerak menggapai milik sang alpha berusa menemukan lebih banyak rasa manis, tangannya yang tadi kaku melingkari leher Jongin. Dan Jongin tersenyum, Kyungsoo membalas ciumannya meski sangat kaku namun si alpha menikmatinya. Kedua pemuda itu terhanyut dalam ciuman yang lembut, Kyungsoo tidak tahu jika menyesap bibir Jongin bisa semanis ini.

Jongin sangat menyuakai debaran yang memenuhi dadanya saat bibirnya menyentuh bibir lembut Kyungsoo. Memagutnya dengan sangat bergairah, merasakan tubuh mungil Kyungsoo yang menegang dalam dekapannya, menyesap aroma Kyungsoo yang melingkupinya. Si alpha menyukai saat tangan kyungsoo yang meremat rambutnya, saat bibir sang omega memagut bibirnya sangat erat, menyesap dan bergerak dengan sangat liar dia atas bibirnya. Saat telinganya menangkap degupan yang memenuhi kedua dada yang saling menempel ia menyukainya, menyukai Kyungsoo yang kini berada dalam dekapannya.

"Hyu...hyung.." bisik Kyungsoo dalam ciuman mereka, Jongin melepaskan pagutannya dan menatap sang omega sangat intens. Kedua kening mereka bersentuhan bibir Jongin hanya beberapa centi dari milik Kyungsoo, ia tersenyum.

"Jadilah milikku Kyungsoo. Mate jadilah milikku." Alpha itu berkata halus sambil memandangi wajah sang omega dengan tatapan matanya yang tajam.

"Jadilah mateku dan kita akan bersama selama-lamanya." Pemuda itu mengucapkan lagi permintaannya takut-takut jika siomega tidak mendengarkannya. Kyungsoo tak mampu berkata apa-apa dan hanya memandangi Jongin tepat dimatanya. Tanpa ia disadari kedua bibir mereka kembali bertaut saling menyesap dalam ciuman dalam yang tak mungkin dilupakan oleh Kyungsoo

.

.

.

"Chanyeol-ah.. apa Jongin bersamamu?" tidak salah lagi itu adalah suara Kris yang sudah lama tak Chanyeol dengar, teman sekaligus pemilik toko buku tempat Jongin bekerja paruh waktu. Chanyeol diam untuk sesaat tanpa membalas pertanyaan Kris.

" Suruh sibrengsek itu pulang, terjadi sesuatu dikeluarga Kim. Lebih baik kau menyuruh Jongin pulang sebelum seluruh anggota pack menemukan kalian." Chanyeol bahkan belum sempat menjawab semua perkataan Kris dan telfonnya ditutup.

Apapun yang terjadi pastilah masalah serius sehingga Kris menghubunginya, jika Kris mengetahui lokasinya bukan masalah sulit bagi paman Jongin ataupun Ibu Chanyeol untuk tahu dimana mereka berada. Ia tidak akan membiarkan ini terjadi, Chanyeol harus melindungi setiap orang yang beharaga baginya terutama Taehyung dan Kyungsoo.

.

.

.

Tebeceh...

Hai gaes gue akhirnya kambek setelah sekian lama haha.. walau udah telat banget mohon maaf lahir batin gaes. Ada yang rindu gue kaga? Maaf ya gaes uda nelantarin ff ini dan bikin kalian nunggu lamaaa banget, semisalnya ada yang lupa sama cerita sebelumnya silahkan baca chap 3 ya haha. Mau gimana lagi semester ini penetuan buat gue, soalnya ip gue semester kemaren ga terlalu bagus jadi gue harus macu ip semester ini dan milih buat fokus kuliah, dan yeah gue dapet jurusan yang gue pingin.. desain produk 2016 i'm coming.

NB : out of topik sih tapi gue lagi seneng oppa gue akhirnya taken, satu straight couple gue mau nikah, selamat buat SongSong kapel, ada yang potek kaga? Gue mah team bahagia yah. Yang potek ayo bangkit kita berburu oppa yang lain.

NB2 : ini udah lama sih, tapi si kkamjong putus ya? Kaisoo shipper bagaimana hatimu nak? Entah kenapa kalo idol-idol yang masih muda yang kencan gue ga terlalu seneng ya tapi kalo yang kaya songsong kapel gue happy aja. Gue juga lagi deg-degan soalnya ada rumor kalo si Baek ama Taeyon eonni balikan, katanya kemaren tae bawain kemeja yang di pake Baekhyun di jeju. Di uji lagi hati gue sebagain ChanBaek shipper.

NB 3 :Btw akhir-akhir ini gue lagi seneng sama produce 101, gue ngikutin acara ini dari awal tanyang haha, kalo semisal ada yang lagi suka juga bisa silahkan cek ff gue yang lain yang judulnya Minhyun dan anak ayam (ngendors ff sendiri), cerita receh bikinan gue semoga ada yang suka. Gue juga seneng banget bisa baca review dari kalian semua. Akhir kata makasih buat yang udah dengan seneng hati memunculkan dirinya dan ngasih feedback buat ff ini, kritik dan saran ditunggu love you gaes. See you next chap...