Love Which Confusing
.
.
.
Disclaimer : © Masashi Kishimoto
.
.
.
Rate : T
.
.
.
Genre : Romance/Humor
.
.
.
Warning : TYPO, OOC, AU, DLL
.
.
.
Chapter 4
.
.
.
By : Lim Ryn Ryn
.
.
.
Enjoy!
Sasuke bertanya bahwa ia pernah bertemu dengannya di depan apartemen kakaknya? Sakura hanya menjawab dalam hati, "Tidak, tidak ingat." Ia pun menyuruh dirinya sendiri untuk tidak menjawab pertanyaan Sasuke.
"Jadi kamu tidak mau menjawab pertanyaaanku yah? Baiklah." Kata Sasuke lalu ia pun mengeluarkan hpnya. "Aku melihat anjing yang terluka tapi pemiliknya sedang tidak ada di rumah." Itu adalah rekaman suara Sakura yang menelpon 911. Sakura menjawab dalam hati, "Apa sekarang? Apa sekarang?"
Sasuke juga berkata apa sekarang? Apa sekarang? Sakura terkejut, karena Sasuke tahu apa yang ada dalam pikirannya. "Sekarang aku punya bukti semua di sini. Kemarin 911 datang ke tempat kakakku dan bertanya apakah ada seekor anjing yang terluka? Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi ketika aku melihatmu aku langsung menelpon 911, dan mengcopy suaramu."
Sakura menjawab dalam hatinya, "Bagus untukmu... Itu tidak seperti kamu menyelamatkan negara atau apapun." Sasuke menjawab, "aku tahu melakukan hal tersebut tidak seperti akan menyelamatkan negara atau apapun itu. Bukan aku yang kamu intip tapi kamu mengintip Hippo kan? Maksudku anjing kami. Huh? Hn, penguntit anjing, tidak bisakah kamu berbicara?"
"Aku mempunyai nama! Bisakah kau memangilku dengan cara yang lebih sopan? Atau tolong pergilah." Jawab Sakura dalam hati sambil menatap kesal ke arah Sasuke.
"Setidaknya katakanlah padaku kamu memiliki nama dan langsung memperkenalkan dirimu padaku atau katakanlah padaku untuk pergi atau apapunlah itu." Kata Sasuke. Sakura menatap Sasuke, "Kamu bisa mendengarkan suara hatiku?".
"Benar. Seperti itulah kamu seharusnya berbicara kepada orang lain. Kamu harus menatap matanya." Sasuke pun menjelasakan alasan dia datang ke sini karena perilakunya yang kelewatan pagi ini. "Jika kamu melihat seseorang mengintip dengan teropong bagaimana menurutmu perasaaan mereka?" Sasuke membela diri kenapa dia melakukan itu kepadanya.
Sakura menjawab dalam hati jangan tanya padaku dan terus bicara. "Aku merindukan kamarku."
Sasuke berkata kepada Sakura untuk berhenti memikirkan kembali ke tempatnya dan memberinya sebuah jawaban. "Maafkan aku karena telah mendramatrisir masalah ini. Serius tak terpikir olehku kalau itu kamu."
"Yah, aku mengerti tapi kenapa kamu berpikir bahwa aku adalah seorang pria," Kata Sakura dalam hati.
"Tapi kenapa aku berpikir kamu seorang pria, ya? Bahkan hanya sekilas saja kamu pasti seoarang wanita, dan sangat jelas sekali melihat rambut Pink mu itu. " Mendengar jawabannya Sakura lagsung mundur karena Sasuke selalu bisa menjawab pertanyaannya.
Sasuke bertanya kepada Sakura kamu mengerti yang aku maksudkan?. Sakura hanya menganggukkan kepala sampai berulang kali. Sasuke yang melihat hal itu memegang dahi Sakura dan mengatakan cukup sekali saja menganggukkan kepala. Sakura menjadi malu akan hal itu sehingga membuat merah pipinya.
Sasuke mengajaknya untuk masuk ke tenda karena ia pikir Sakura kedinginan karena dari tadi hidungnya merah. Sakura tak menjawab, tapi ia langsung lari pulang meninggalkan Sasuke yang sudah masuk ke dalam tenda. Melihat itu Sasuke mengikuti Sakura tanpa sepengetahuan Sakura.
Ketika Sakura membuka pintu apartemennya Sasuke menutup kembali pintu tersebut. Ia berkata jika di dalam sepak bola posisi Sakura adalah penjaga gawang. Maksud dari perkataannya begitu sulit, begitu kesepian itulah Sakura. Ia pun menyemangati Sakura untuk tetap kuat dan semangat.
Sakura masuk ke dalam apartemennya. Ia memegang dahinya yang membuatnya teringat akan kejadiaan Sasuke memegang dahinya. Sakura berteriak jadi kamu berani dengan penguntit anjing. Mengapa aku menyebut diriku seorang penguntit anjing?
"Ah, yang benar saja penguntit anjing itu tak mengucapkan satu kata pun tapi mengapa aku merasa kami memiliki banyak percakapan?" kata Sasuke setelah keluar dari gedung apartmen Sakura.
Sasuke berjalan ke tempat ia akan melakukan konferensi pers, tanpa ia sadari di belakangnya ada 3 wartawan yang mengikutinya dari belakang. Sasuke merasa ia diikuti tapi ia tidak melihat siapapun, karena ke 3 wartawan itu sudah bersembunyi. Tetapi dengan cepat Sasuke membalikkan badanya dan berhasil memergoki orang lagi.
Melihat itu para wartawan langsung bertanya kepada Sasuke, "Kamu berasal dari Inggris tapi bahasa Jepangmu bagus."
"Benarkah?" Jawab Sasuke.
"Yah, itu benar." Balas wartawan. "Wah, baguslah kalau begitu, tidak sisa-sia didikkan ayah selama ini." Jawab Sasuke.
Setelah berbincang-bincang sedikit dengan para wartawan yang mengikutinya tadi, Sasuke pun langsung memasuki gedung konferensi pers.
Setelah menghadiri kunjungan konferensi pers, Sasuke pulang dengan bus. Ia membuka hpnya dan membuka internet ada berita dan foto dirinya ketika ia masuk ke gedung konferensi. Di sana mereka menjelekannya ada yang menuliskan apa dia pikir dia itu segalanya.., aku melihat anak Sasuke di pesawat umurnya sekitar 5 tahun. Membaca itu Sasuke menjadi bingung, "Apa maksud mereka." Gumam Sasuke.
Setelah diingat-ingat, mengenai berita yang baru saja ia lihat, Sasuke teringat dengan anak kecil yang ia temui sewaktu di pesawat. "Hn, jadi anak kecil itu yang mereka maksud? Dari mana mereka tahu tentang anak kecil itu? Apa jangan-jangan aku sedang diuntit sesorang lagi?"
Setelah membaca berita trntang dirinya di internet Sasuke dikejutkan oleh pesan masuk dari Hinata."Aku meminta banyak seafood di pastamu, okay?" Membaca sms itu Sasuke berharap Hinata tidak datang ke rumah.
Hinata memberanikan diri mengirim sms ke Itachi, "Bisakah aku bertemu denganmu malam ini? Kita sudah 1 tahun tidak bertemu". Itachi yang membaca sms itu sedang bekerja di rumah sakit.
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
Setelah Sasuke sudah pergi dari apartemennya dari beberapa jam yang lalu, Sakura sadar bahwa ia lupa membeli persedian makanan dan juga kebutuhan lainnya yang mulai habis. Lalu ia pergi berbelanja ke supermarket. Sakura mendengar suara Sasuke ketika dia sedang memesan seafood kepada seorang pelayan supermarket itu. Tapi karena di tutupi oleh orang lain, ia merasa hanya perasaanya saja.
Ketika Sakura sudah selesai berbelanja ia kemudian keluar dari sepermarket. Ia berjalan kaki menuju apartemennya karena letak sepermarket dan apartemenya tidak begitu jauh. Ada seorang wanita dengan mantel berwarna pink yang duduk di dalam mobilnya. Ia mendapat kabar orang yang ia cari tinggal di apartemen N0. 221 (tempat Sakura tinggal) selama 3 tahun.
Warga lingkungan tempat Sakura tinggal sudah bersiap-siap akan melakukan demo lagi. Sasori melihat Sakura pulang dari supermarket. "Aku akan segera turun." kata Sakura.
"Santai saja." jawab Sasori. Deidara yang melihat hal itu menjadi senyum-senyum.
Sasori yang melihat Sakura jadi tambah bersemangat untuk memimpin demo. Ia meneriakkan, "Marilah kita semua bersama dan mendapatkan kompensasi untuk usaha kita". Pendemo yang lainnya meneriakkan, "Dapatkan! dapatkan!".
Ada seorang wanita yang turun dari mobil dengan pakaian mewah. Ia melihat tempat itu dan berkata apakah benar ini tempatnya? Ia melihat Sasori sedang demo dan menyukainya pada pandangan pertama. Wanita itu melihat seseorang yang ia kenal. Ia menemui kenalannya itu dan bertanya, "Apakah ini Haruno Sakura? Sakura itu kamu! Kamu tidak berubah sedikit pun."
Sakura yang melihatnya diselubungi rasa takut dan gugup. Ternyata dulu Ino adalah temannya sewaktu SMA. Semasa SMA ia sering di bully oleh Ino. Bahkan tanpa sengaja ia menjatuhkan buku milik Sakura.
Ino bertanya apakah Sakura tinggal di sana? Bukankah di sana ada kebocoran air? Sakura tidak menjawab pertanyaan yang diberikan Ino. Ia kelihatan shock dan takut akan adanya Ino.
Sehabis pulang dari supermaket Sasuke melihat Sakura dan menyapanya, "Hy, penguntit anjing."
Ino bertanya kepada Sakura siapa pria itu (Sasuke)? Sasuke memperkenalkan dirinya sebagai tetangganya Sakura. Dulu kami seperti Romeo dan Juliet tapi sekarang kami sudah berteman, kata Sasuke. Dalam hati Ino, Sakura begitu beruntung bisa bertemu dengan pria yang tampan.
Terjadi keributan di antara para pendemo Ino pergi ke sana untuk melihat apa yang terjadi. Sasuke pun sama, tapi Sakura menarik lengannya. Sasuke melihat Sakura bergetar dan menangis. Sasuke bingung apa yang terjadi, tiba-tiba Sakura pingsan di pelukan Sasuke.
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
Sakura terbangun dari pingsannya. Ia melihat sekitar apartemen Itachi. Dia melihat bayangan Itachi melakukan olahraga, makan, membersihkan ruangan yang ia lihat dari apartemennya dengan teropong.
Sasuke memanggil Sakura, "Kamu sudah sadar sekarang! Aku pikir kamu seharusnya di periksa oleh kakakku, dia seorang dokter. Sebentar lagi dia akan pulang." Mendengar hal itu Sakura buru-buru pamit untuk pulang. Sasuke menahannya untuk tidak pulang. Ia memohon kepada Sakura untuk tetap berada di sana. Ia berkata, "Bisakah kamu membantuku? Aku akan memulai sesuatu yang sulit aku harap kamu tidak pergi." Terdengar ada yang membunyikan kode pintu dan Itachi pun masuk ke dalam. Ia melihat Sakura di sana. Sakura pun juga begitu.
TBC
Note from Author: Hmmmz, sprtnya chapter ini kurang memuaskan ._.a, gomene kalau begitu. :D
Thanks for Reviews:
- linda yukaridha
- eL-yuMiichann
- Hasegawa Michiyo Gled
- Riz Riz 21
- mako-chan
- Yu
#Jagan lupa Riviews lagi yahhh :D
.
.
.
R
E
V
I
E
W
.
.
.
