(Sepik Author :) Yoo.. Reader's-san.. kini sudah masuk chapter 4 ya.. Tak lupa saya mengucap Terimakasih untuk para Pembaca dan PeREVIEW yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca fic gaje saya ini hehehe. untuk Chap selanjutnya mungkin akan sedikit menegangkan (menurut saya). jadi saya ucapkan selamat membaca...
Disclaimer : Bleach punya Tite Kubo
Author : MyProudlygez (gez-kun)
Warning! : Gaje, Lebay, Sok Romance, typo
Chapter 4
Sebuah Janji Untuk Mu
Deg...
"Perasaan apa ini? sakit sekali... inikah rasa cemburu itu?" Pikir Rukia yg dada nya terasa nyeri saat mendengar jawaban Ichigo pada Inoue.
"Kenapa aku ini, aku tidak boleh lemah begini, aku sudah janji pada mereka" Batin Rukia, seketika ia teringat kejadian 8 Tahun lalu.
***Flashback***
**Rukia POV**
Sudah 2 tahun sejak kematian kedua orang tuaku karna kecelakaan saat ingin menjemput ku dari sekolah, aku merasa bersalah, hampir setiap hari aku menangis, aku kesepian, aku sendirian, aku selalu menutup diri dari dunia luar, selama itu pula aku jadi anak pendiam. Selama 2 tahun Ayah Ichigo lah yang membiayai segala keperluanku atas permohonan kakak ku yang sempat pulang saat sesi pemakaman kedua orang tuaku, Ayah Ichigo tidak keberatan sama sekali dan aku sudah di anggap seperti anak nya, namun tetap saja itu tak membuat ku merasa senang sedikitpun, bahkan Ichigo yang selalu berusaha menghibur ku setiap hari masih belum dapat membuatku kembali seperti dulu.
Hingga akhirnya kakak ku kembali lagi dari Inggris setelah menyelsaikan kuliah nya disana, dan mulai saat itu kakak ku Kuchiki Byakuya lah yang mengambil peran kedua orang tua ku, Aku sangat senang kakak berada di sisi ku saat ini, perlahan keadaanku kembali seperti semula.
Butuh waktu 3 bulan bagi kakak untuk membuat kondisi ku kembali seperti dulu, Sehari sebelum ulang tahunku yang ke 9, aku membuat janji dengan Kakak kalau aku tidak akan jadi anak yang lemah dan cengeng lagi, namun baru beberapa jam aku membuat janji itu, aku langsung mengingkarinya, Kesialan lagi-lagi menghampiri ku, kini rumahku terbakar dan kakak yang berhasil menyelamatkanku dari kobaran api yang sangat besar tidak dapat di tolong karna luka bakar disekujur tubuhnya, tak lama pemadam kebakaran datang dan memadamkan api yg telah melahap 3/4 dari rumahku, aku pun kembali terpuruk saat itu.
Setelah kejadian itu kini aku tinggal dirumah Ichigo, aku selalu mengurumg diri dan menangis setiap hari "Aku lemah.. aku cengeng, aku tidak berguna!" teriak ku saat itu, melampiaskan kekesalan, tiba-tiba Ichigo masuk ke kamarku dan disini lah awalnya.
**Normal POV**
"Hentikan itu Rukia! Aku tau kau memang cengeng" bentak Ichigo.
"Tapi.. Rukia si cengeng yg ku kenal tidak seperti ini... Rukia yang ku kenal tak akan berlarut-larut dalam kesedihan, Berhentilah menangis Rukia! tak ada gunanya kau bersedih seperti ini terus, jika kau terus seperti ini Orang tua mu dan kakak mu tidak akan tenang di alam sana" tambah Ichigo.
Rukia hanya terdiam mendengarkan kata-kata Ichigo, "Aku juga pernah melewati masa sulit ini, meski tak seberat yg kau rasakan tapi setidaknya rasa nya sama, Ibu ku meninggal karena menyelamatkan ku dari mobil yang hampir menghancurkan tubuh ku, Ayah ku memberi nama ICHIGO kepadaku dengan harapan agar aku dapat melindungi keluargaku suatu saat, tapi saat itu... saat itu aku lah yg dilindungi ibu ku, sejak saat itu aku selalu merasa bersalah dan merasa bertanggung jawab atas kesedihan keluargaku, tapi aku berusaha untuk tegar dan berjanji pada diriku sendiri, aku tidak akan jadi orang yang lemah yang menangis saat menghadapi kesulitan" terang Ichigo.
Sejenak Rukia teringat akan janji nya pada kakaknya, ia kini berhenti menangis dan mulai mengangkat kepala yg sedari tadi ia tundukan kebawah. Kini Ichigo duduk berhadap-hadapan dengam Rukia, Ia meraih kedua tangan Rukia dan menggenggam nya erat "Rukia tataplah aku.. cepat!" pinta Ichigo yg menatap wajah Rukia dengan sangat serius.
Rukia perlahan menatap wajah serius Ichigo " Rukia.. aku berjanji akan terus melindungi mu.. jadi berjanjilah pada ku untuk jadi orang yg kuat, berjanjilah pada ku kau tak akan menangis saat mengalami kesulitan, berjanjilah pada ku... Untuk tidak meneteskan air mata mu lagi... berjanjilah... Rukia..." Rukia yg mendengar janji Ichigo pada nya kini segera melepaskan tangannya dari genggaman Ichigo.
Rukia menghapus sisa air mata yg masih ada di wajahnya dengan kedua tangannya, kini Rukia membalas tatapan Ichigo dengan serius, perlahan genangan air mata kembali muncul dikedua mata Rukia, dalam sekejap Rukia memeluk erat Ichigo dan kembali menangis di pelukannya.
"Tch.. bodoh.. ku bilang jng menangis" ujar Ichigo lembut dengan kata-kata kasarnya sambil mengelus kepala Rukia.
"Kau yg bodoh... kau yang bodoh Ichigo... aku masih blm berjanji padamu, ini tangisan ku yg terakhir, jadi perhatikanlah... karna kau tak akan melihat ini lagi dimasa depan" Ujar Rukia sambil menangis dipelukan Ichigo.
"Yah.. baiklah karna kau bilang ini yg terakhir... maka menangislah sepuas mu hari ini... dan jng tunjukan aku wajah sedih mu lagi... besok... dan... seterusnya...".
***End Of Flashback***
"Aku tidak boleh seperti ini, aku sudah janji untuk selalu tegar dalam mengjadapi masalah dan tidak menunjukan wajah sedih ku.. Ya... Itulah Janjiku Untuk Mu... Ichigo".
"Kuchiki-san... Kuchiki-san" panggil Inoue.
"Ehh i..iya ada apa inoue?" jawab Rukia gugup.
"Tidak.. hanya saja aku heran padamu, kau tadi melamun sambil memegangi dada kiri mu terus, ada apa? tanya Inoue.
"Mungkin dia Iri pada mu Inoue, karna punya nya kalah telak dari mu" celetuk Ichigo yg berhasil membuat wajah Rukia me-merah Dan tanpa basa basi Rukia langsung menghajar Ichigo.
Buggh...
"Ergh... a.. a.. ampun Rukia.. a.. aku cuma becanda kok" ujar Ichigo yg tergeletak jatuh sambil memegangi perutnya yg terkena tinju Rukia.
"Tidak ada ampun bagimu Mesum... Mati kau.. mati kau" ujar Rukia sambil menginjak-injak Ichigo.
"Hey teman-teman Sudah sudah" lerai Inoue sweatdrop.
Rukia pun berhenti menghajar Ichigo, ia mencengkram kerah baju Ichigo dan memaksanya bangun "awas kau bicara macam-macam lagi" Ancam Rukia.
"sudahlah Rukia, aku tau kau iri dengan punya Inoue yg 5x lipat dari punya mu kan? hehehe" ejek Ichigo yg berhasil lolos dari cengkraman Rukia dan berlari keluar kelas.
"ICHIGOOOO! AKAN KU BUNUH KAU!" Teriak Rukia sambil mengambil sapu di kelasnya dan berlari mengejar Ichigo.
Inoue hanya sweatdrop melihat kelakuan 2 temannya itu. "Mereka tak pernah berubah ya Inoue-san" Ujar seorang Pria berkacamata yg kini berdiri disebelah Inoue.
Inoue segera melirik ke arah suara tadi "hmm? Ishida-kun, benar.. mereka tak pernah berubah, kadang aku merasa iri dengan Kuchiki-san yg bisa begitu dekat dengan Kurosaki-kun" Ujar Inoue sambil melihat aksi kejar-kejaran Ichigo dan Rukia.
"Yah.. walaupun aku benci mengakuinya tapi ucapan mu memang benar Inoue-san".
***Chapter 4 End***
Bersambung ke Chapter 5~
(Sepik Author :) fufufu selesai juga Chap 4 ini.. mohon maaf apabola cerita nya gaje, lebay, atau sulit di cerna hehehe. Saya berharap ada sebuah Review tentang Fic saya yg amburadul ini.
satu lagi.. mohon dimaklumi bila terdapat kata-kata yang gaje, kata-kata yg kurang atau kelebihan dan disingkat-singkat, soalnya saya ngetik di Android.. tau sendiri kan ngetik di layar injek gimana heheh. Oke lah see you #lambai-lambai kaki(loh?)
