Previous:

Lucy sedang berada di perpustakaan untuk mengambil salah satu buku yang ingin dipinjam olehnya, tetapi Lucy tidak dapat menggapainya,

.

"Ini bukunya"

.

Lucy terkejut karena tiba-tiba ada seseorang di sebelah kanan Lucy yang sudah mengambil buku yang dia inginkan.

Lucy menurunkan telapak kakinya untuk menempel kembali ke lantai, menurunkan tangan kanannya, dan menoleh kearah dimana suara baritone itu berasal. Bola mata berwarna caramel Lucy membulat sempurna ketika dia mengetahui siapa sosok laki-laki yang sudah membantunya,

.

"Kau kan…"


Part 4: Come, Someone Annoying part 2

.

.

Natsu x Lucy

.

.

Fairy Tail belongs to Hiro Mashima

.

.

Warning: OOC, Typo, GaJe, Formal-Informal, dan banyak kekurangan lainnya dari fic ini~


Tepat di sebelah Lucy, dengan jarak yang hanya beberapa centi dari tubuhnya, terdapat seorang laki-laki berparas tampan dengan rambut spike orange bagaikan singa dan juga kacamata ber-frame birunya yang sudah dijadikan ciri khas bagi dirinya sendiri,

"Loke….-san?"

Ternyata sosok laki-laki yang sudah membantu Lucy ini bernama Loke Stellar, salah satu laki-laki popular di kalangan perempuan SMP Magnolia dan juga salah satu ketua kelas di 9-C,

"Yo!" sapanya antusias,

Lucy terkejut dengan kedatangan Loke secara tiba-tiba hingga mengeluarkan sedikit semburat merah di pipinya, dengan cepat, Lucy langsung menghadap pada Loke dan memberi jarak sekitar 2 langkah dari hadapannya,

Loke masih memegang buku yang Lucy inginkan, dia menyerahkan buku itu pada Lucy tanpa mengucapkan apa-apa, Lucy mengerti maksud Loke, akhirnya dia mengambil buku itu dari tangan kanan Loke,

"A-arigatou.. sudah mengambilkannya untukku.." ucap Lucy pelan sambil memalingkan wajahnya,

"Douitashimashite, Lucy" jawab Loke sambil tersenyum,

Lucy kembali menoleh kearahnya, sebenarnya Lucy sedikit tertegun oleh senyumannya yang tidak lepas dari wajahnya, dan juga matanya yang tajam bagaikan singa,

.

'Sudah kuduga.. Dari dekat dia memang tampan' pikir Lucy 'Tapi…'

.

"Bagaimana kau tau namaku?" Tanya Lucy dengan penasaran sambil memeluk bukunya di depan dadanya,

"Siapa yang tidak kenal dengan sosok perempuan yang cantik dan popular di sekolah ini? Tentu saja aku mengetahuimu" godanya "Selain itu, namamu sungguh indah untuk diingat.."

.

'Aku tarik kata-kataku! Dia memang tampan, tapi aku tidak menyukai sifat playboynya itu…' pikir Lucy 'Apa dia… mencoba menggodaku? Ya Ampun…'

.

Selain Erza dan Mira, Lucy pun termasuk salah satu anak popular di kalangan laki-laki di SMP Magnolia, walaupun tidak setenar Erza dan Mira tentunya, tetapi paras Lucy yang cukup manis, mata caramel yang begitu indah, sifatnya yang baik hati pada semua, rambut pirangnya yang dijadikan ciri khas bagi Lucy itu sendiri, serta otaknya yang cukup cerdas dalam pelajaran, siapa anak laki-laki yang tidak mau menginginkannya?

Tapi, minus bagi Natsu dan Gray, karena secara Lucy pribadi, dia tidak mengetahui apa-apa tentang asmara yang dimiliki oleh mereka berdua,

"Oh…" jawab Lucy singkat sambil melirik kearah lain,

Lucy memperhatikan sekelilingnya, menoleh ke arah kanan dan kiri, dan dia menduganya bahwa tempat dimana Lucy mengambil buku memang tidak ada siapa-siapa selain mereka berdua,

.

'Jadi begitu.. Sedang mencari kesempatan… ya?' pikir Lucy kembali,

.

"Ada apa?" Tanya Loke menatap Lucy denan tatapan bingung, Lucy kembali menoleh kearahnya,

"A-ah… ti-tidak ada apa-apa kok…" jawab Lucy gagap "Ka-kalau begitu, a-aku pergi dulu.. Ja…"

Lucy membalikkan badannya dan sengaja langkahnya dipercepat agar dia bisa menjauh dari Loke,

"Tunggu dulu, Lucy!" seru Loke mencegat Lucy,

Belum setengahnya Lucy berjalan untuk meninggalkannya, tapi seruannya yang tidak begitu keras, cukup sukses membuat Lucy menghentikan langkahnya,

Lucy membalikkan badannya dengan tatapan heran "Ada apa, Loke-san?" Tanya Lucy,

"Etto… Bolehkah kita tukar nomor?" pintanya,

Sekarang, Lucy menatap Loke dengan tatapan bingung "Untuk apa? Kita kan tidak sekelas" Tanya Lucy untuk memastikan,

"Tidak, hanya saja aku bisa bertanya padamu tentang pengumuman sekolah, speaker di kelasku tidak begitu terdengar, dan yang aku ketahui saat ini dari kelas lain hanyalah dirimu" jelas Loke "Bukannya kau adalah wakil ketua kelas 9-A? Kudengar kau juga dekat dengan beberapa anak Osis"


Lucy P.O.V

Aku terdiam beberapa saat dan belum menjawab perkataan Loke, tapi kalau dipikir-pikir, jawaban tadi tidak masuk akal untukku, maksudku, tidak mungkin seorang seperti Loke yang banyak mengenal seorang gadis dari kelas lain, tetapi dia hanya mengenal diriku?

Selain itu, jika speaker kelasnya tidak begitu terdengar, lantas mengapa dia tidak menyuruh petugas sekolah untuk membenarkannya?

Memang benar aku termasuk Wakil Ketua Kelas 9-A, tapi, kenapa dia tidak bertanya pada Erza saja yang sama-sama memiliki jabatan sebagai Ketua Kelas?

Dan kalau dipikir-pikir, memang benar aku dekat dengan beberapa anak Osis, contohnya Erza, Levy-chan, dan Mira-san, tetapi yang aku herankan adalah.. apa kita pernah bertemu sebelumnya? Seingetku, aku belum pernah bertemu dengannya dimana pun ketika aku dengan Levy-chan, Erza, dan Mira-san, sekalinya aku bertemu dengannya, sudah pasti dia sedang dikerubuni oleh perempuan perempuan di sekolah sehingga penglihatan untuk melihat sekitar menjadi sulit, ah… mungkin hanya perasaanku saja..

"Ha-hanya menanyakan sekolah saja kan?" tanyaku padanya untuk memastikan kembali, Loke hanya menjawab dengan anggukan dan juga senyum lebarnya,

"Kita bisa menjadi teman bukan? Mungkin sekalian kita bisa mengenal satu sama lain" tambah Loke memastikan diriku,

Aku menundukkan kepalaku sejenak dan menggeleng kepalaku sangat pelan tanpa sepengetahuannya, sebenarnya.. Aku sedikit ragu untuk memberikan kepadanya nomor ponselku, karena menurutku cukup aneh dengan situasi saat ini, aku baru kenal dengannya hari ini, dan kita pun baru saja bertemu di perpustakaan ini, tetapi dia sudah meminta nomor ponselku? Aku tidak tau kenapa, tapi, aku sangat takut jika Loke menggunakan kesempatan untuk mendekatiku agar aku bisa jauh dari Natsu. Ya ampun.. aku terlalu banyak pikiran hari ini... Tidak seharusnya aku memikirkan hal yang tidak-tidak terhadap orang lain...

Aku mendongakkan kepalaku, aku melihat senyum yang dia beri kepadaku, senyumnya begitu tulus menurutku, kupikir.. Loke tidak akan sejahat itu, dia baik, buktinya dia mau membantuku mengambil buku paket ini.. Ya.. Walaupun aku hanya bisa memberikan satu bukti bahwa dia orang baik, tapi, keputusanku sangat bulat bahwa dia bukanlah orang jahat,

Ya.. selama dia hanya ingin berteman denganku dan juga menanyakan tentang sekolah, sepertinya tidak masalah.

"Baiklah, aku kirim nomorku" ucapku sambil berjalan kembali mendekatinya,

Dengan cepat, Loke mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, begitu pun denganku, setelah aku berada di dekatnya, aku mengeluarkan ponselku dan mengirim nomorku padanya, tidak lupa dia pun memberikan nomornya juga kepadaku.

"Sudah ya.." ucapku sambil tersenyum padanya,

Aku melihat dari raut wajahnya, seperti terdapat kesenangan sehabis mendapatkan sesuatu yang sangat dia inginkan, ibaratkannya ketika kita sedang kehilangan hewan peliharaan kita, lalu pada akhirnya kita menemukannya di suatu tempat, aku tidak tau apa yang disenangi Loke saat ini, mungkin dia senang karena akhirnya dia bisa memberitahu teman-temannya tentang pengumuman sekolah dengan mudah, atau mungkin… ah, entahlah… aku tidak tau apa-apa tentangnya.


Normal P.O.V

"Arigatou na, Lucy" balas Loke sambil memasukkan kembali ponselnya dalam saku,

"Kalau begitu aku pergi duluan, Ja" pamit Lucy pada Loke dan mulai meninggalkannya sendirian dengan berlari kecil,

Loke hanya memperhatikan Lucy yang semakin lama semakin jauh darinya, senyum yang awalnya tulus, berubah menjadi senyum…. Licik,

"Kau orang yang menarik, Lucy Heartfilia…" gumam Loke,

Loke pun pergi meninggalkan tempat tersebut dengan arah berlawanan dengan Lucy,

.

.

.

"Suatu saat nanti, aku akan mendapatkanmu dengan cepat… Hime-sama"


Setelah Lucy sudah mengambil buku yang dia inginkan, dia menghampiri penjaga perpustakaan dan meminta izin darinya untuk meminjam salah satu buku dari perpustakaannya, penjaga perpustakaan itu mengangguk sekaligus tersenyum pada Lucy, dia berkata bahwa Lucy diizinkan untuk meminjam salah satu buku dari perpustakaannya dan menyuruh untuk menulis daftar pinjam buku.

Lucy mengisinya dengan pulpen yang sudah disediakan dari perpustakaan, setelah Lucy mengisi daftar tersebut, Lucy mengucapkan terima kasih dan pergi meninggalkan perpustakaannya dan berniat untuk kembali ke kelasnya

.

.

Selama perjalanan di koridor, tempat tersebut cukup sepi dan hanya ada beberapa siswa lainnya saja yang sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya di koridor yang cukup luas di sekolahnya, Lucy berpikir bahwa sebagian besar siswa lainnya masih berada di kantin atau sudah memasuki kelasnya masing-masing.

Lucy melihat arloji di tangan kirinya, disana menunjukkan bahwa masih ada 15 menit lagi untuk istirahat, karena Lucy sudah makan siang dan meminjam buku paket yang dia inginkan, Lucy tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk menyalin buku tersebut ketika dia sudah sampai di kelasnya.

Lucy masih memeluk buku paketnya di depan dadanya, dia sempat mengingat perkataan sahabatnya, Levy, mengenai Loke yang mengatakan bahwa dia menyukai Lucy,

.

"Apa benar dia begitu…" batin Lucy,

.

Akhir akhir ini Lucy merasa bahwa keadaannya suda mulai tidak beres semenjak dia menyukai Natsu, contohnya, Lucy bertemu dengan saingan cintanya, Lisanna Strauss, adik dari sahabat Lucy bernama Mirajane Strauss.

Sungguh menyedihkan karena baru saja sekolah Lucy mengadakan pemantapan, tapi sudah disambut oleh seorang yang keliatannya baik, yang awal hubungannya baik-baik saja menjadi tidak baik semenjak Lisanna mengetahuinya,.

Dan cobaan selanjutnya yang dia dapatkan adalah terdapat gosip yang menyatakan bahwa Loke menyukainya, dan baru saja bertemu dengan orang yang digosipin oleh orang lain.

.

'Kalau memang benar.. Lalu, bagaimana dengan Natsu? Maksudku, aku menyukainya, dan sudah satu tahun aku menyukainya, bahkan saat ini aku sedang masa pendekatan dengannya' pikir Lucy 'Apa yang harus aku lakukan pada Loke jika dia memang benar benar menyukaiku…'

.

Mulai saat ini, Lucy mulai menjalankan masa dimana dia mengalami kebingungan tentang asmara. Lucy memejam matanya sejenak, lalu menghembuskan nafasnya dengan panjang,

"Mou… Kenapa bukan Natsu saja yang menyukaiku?!" keluh Lucy pelan,

Ketika Lucy membuka matanya kembali, dari kejauhan Lucy melihat seseorang yang sudah tidak asing dipikirannya, dia sedang berjalan kearah berlawan dengan Lucy, menoleh kearah jendela koridor dengan kedua tangannya yang dimasukkan ke dalam celananya.

terdapat sunggingan dari sudut bibir Lucy hingga membentuk sebuah kurva, Lucy tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu untuk melakukan kebiasaannya ketika mereka saling bertemu, dengan sigap, Lucy mencoba untuk menyapanya,

"Natsu!" seru Lucy,

"Hm?",

Natsu menoleh kearah sumber suara, terdapat Lucy yang sedang melambaikan tangan kanannya kearahnya, sedangkan tangan satunya masih memeluk buku, Lucy juga memberikan senyum girangnya pada Natsu. Natsu tidak membalas lambaiannya, tanpa menghentikan langkahnya, dia hanya tersenyum kearah Lucy,

"Oh.. Hey" jawabnya singkat,

Lucy menurunkan tangannya dan wajahnya tidak lepas dari senyumannya, tanpa menghentikan langkahnya, dia lebih memilih untuk tetap melanjutkan langkahnya menuju kelas hingga dia sadar bahwa mereka sudah saling melewati satu sama lain dan kini jarak mereka sudah sedikit jauh.

Lucy sudah terbiasa dengan ini, bahkan hampir setiap hari jika mereka bertemu, dan sudah menganggapnya wajar jika Natsu hampir setiap hari ketika Lucy menyapanya, dia selalu menjawab dengan tersenyum, atau bahkan bilang "Hey" dengan suara sangat pelan,

"Oi, tunggu sebentar" Natsu tiba-tiba menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya,

Natsu memanggil Lucy dari kejauhan, sukses membuat Lucy tiba-tiba merinding bagaikan sehabis tersengat oleh listrik, Lucy menghentikan langkahnya, dan membalikkan badannya kearah Natsu,

"H-hai…?" Tanya Lucy gugup dan senyumannya mulai memudar,

"Bilang pada Gray, sepulang sekolah barenglah denganku" suruh Natsu,

.

'Andai Natsu bilang padaku untuk pulang bersama, bukan Gray..' pikir Lucy berandai-andai 'Bicara apa aku ini? Mana mungkin dia begitu..'

.

"Ooooiiiii?"

Seketika Natsu membuyarkan lamunan Lucy yang sadari tadi berandai-andai tentang Natsu, Lucy sontak terkejut ketika tau bahwa saat ini Natsu sudah berada di depannya, sukses membuat pipi Lucy memerah seperti kepiting rebus,

.

'Shi-shimatta! Aku mulai ketularan Juvia yang akhir-akhir ini selalu berandai-andai tentang Gray, memalukan sekali..' Batin Lucy sambil memalingkan wajahnya 'Tunggu dulu.. Biasanya Natsu selalu menghampiri Gray ketika pulang sekolah tanpa harus memberitahuku, tapi, kenapa sekarang...?'

.

"Kau mendengarku barusan?" tanya Natsu, Lucy langsung menoleh kearahnya kembali,

"A-ah! Gomen ne Natsu.." Natsu memandang Lucy dengan tatapan bingung "Sepulang sekolah nanti Gray akan kerja kelompok denganku.." jelas Lucy ketika dia baru ingat bahwa hari ini dia disuruh oleh guru biologinya untuk membuat tugas akhir secara berkelompok,

"Begitu.." Natsu membalikkan badannya dan mulai berjalan menjauhi Lucy "Kirim salamku padanya, ja..",

Lucy tidak menjawab perkataan Natsu, dia hanya melihat punggung Natsu yang semakin lama semakin jauh darinya, Lucy menggelengkan kepalanya dan mulai menghiraukan Natsu. Lucy membalikkan badannya dan mulai melanjutkan langkahnya kembali menuju kelasnya.


Sesampai di kelas, Lucy duduk di bangkunya dan mengeluarkan buku catatan dari ranselnya untuk menyalin materi buku paket biologi yang Lucy pinjam barusan.

Lucy mengeluarkan pensil mekaniknya, dengan teliti, Lucy mulai mencari materi yang dia butuhkan untuk tugas kelompoknya dan menulis bagian bagian yang pentingnya saja,

"Oi, Lucy"

Lucy menghentikan aktivitasnya, lalu menoleh kearah sumber suara, terdapat Gray yang sudah berdiri di dekat mejanya sambil memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celana,

"Ada apa, Gray?" Tanya Lucy dengan tatapan bingung,

"Hari ini… kita kerja kelompok, kan?" Tanya Gray balik,

Lucy menganggukan kepalanya "Ya, hari ini kita kerja kelompok" jawab Lucy singkat,

"Dimana kita akan mengerjakannya?" Tanya Gray kembali,

"Dimana ya…",

Lucy memutar bola matanya, menempelkan ujung pensil mekanik di bawah dagunya sambil memikirkan tempat yang pas untuk mengerjakan tugas akhirnya,

"Ah! Bagaimana kalau perpustakaan?" jawab Lucy antisias sambi menunjuk pensil mekaniknya pada Gray,

"Bukannya beberapa menit setelah sepulang sekolah perpustakaan sudah tutup?" jawab Gray singkat,

"... Gomen.. aku tidak memikirkan sejauh itu.." kata Lucy lemas sambil tersenyum kecut "Mou.. Kira-kira dimana…"

"Bagaimana kalau dirumahku?",

Lucy dan Gray menoleh kearah sumber suara, dimana ada sosok perempuan dengan suaranya yang sedikit berat, berambut Scarlet panjang bagaikan langit fajar, dengan paras cantiknya,

"Erza?",

Erza Scarlet, salah satu perempuan yang memiliki gelar "Ketua kedisiplinan" dan juga salah satu ketua kelas 9-A di SMP Magnolia,

"Apa tidak apa-apa?" Tanya Lucy,

"Tidak apa" jawab Erza singkat "Bukannya lebih enak jika kita mengerjakannya di rumah?",

"Me-memang sih…" jawab Lucy "Baiklah, kalau begitu dirumahmu saja ya!",

"Aku akan bilang pada Levy" ucap Gray sambil meninggalkan meja Lucy,

"Arigatou" jawab Lucy "Tapi, sebelum pulang, antarkan aku ke perpustakaan ya? Aku ingin mengembalikan buku ini",

"Baiklah" jawab Erza "Aku akan kembali ke mejaku",

"Hu'um!",

Erza pun meninggalkan meja Lucy, sedangkan Lucy melanjutkan kembali aktivitasnya untuk mencari materi.


Krrriiiiiiinnnggggg!

.

.

Bel sekolah pun berbunyi bertanda jam pelajaran sudah berakhir, para murid yang sudah selesai membereskan peralatannya, mereka membawa tasnya dan beranjak keluar dari kelas untuk pulang kerumahnya masing-masing, tapi minus bagi Lucy, Gray, Erza dan Levy.

Setelah mereka ber-empat membereskan barang-barangnya ke dalam tas, mereka mulai meninggalkan kelasnya dan pergi menuju perpustakaan sekolah,

.

"Permisi.." ujar mereka serempak sambil memasuki ruangan,

"Konnichiwa" sapa seorang wanita dengan parasnya yang terlihat seperti anak-anak dengan rambut pirang yang panjang dan bergelombang, serta bola mata bagaikan Emerald, yang sedang duduk di meja penjaga perpustakaan,

"Ah! Mavis-sensei, konnichiwa" jawab Levy antusias,

"Ada perlu apa kalian kesini?" Tanya Mavis "Padahal perpustakaan sudah hampir tutup",

"Sensei, saya ingin mengembalikan buku paket ini" jawab Lucy sambil memperlihatkan buku yang Lucy pinjam "Saya sudah selesai meminjamnya, gomennasai, saya malah mengembalikannya ketika perpustakaan hampir tutup",

"Daijoubu, simpan saja di meja ini" kata Mavis sambil menunjukkan letak dimana Lucy ingin mengembalikannya,

Lucy menyimpan buku tersebut di meja dekat Mavis "Arigatou gozaimasu, sensei" ucap Lucy sambil menundukkan badannya, Mavis hanya membalas dengan anggukan dan senyuman, Lucy menegakkan kembali badannya "Kalau begitu kami pa-"

"Tunggu, Lucy-san" ucap Mavis menghentikan Lucy,

"Etto.. ada apa, sensei?" Tanya Lucy dengan tatapan bingung,

"Sebelum pulang, aku ingin mencoba meramalmu"

.

.

.

"Tunggu…. EEEEHHHHH?!"

.

.

.

.

.

To be Continue


Ya Halo Minna-san! Nazu kembali lagi melanjutkan ficnya, gomen gomen, Nazu baru update lagi hari ini, bagaimana menurut kalian? :3

Yosh! Nazu akan menjawab review dari Minna-san!:

*Hong Sin Yi: Sumimasen, Nazu baru bikin fic lagi, Nazu harap lanjutan fic ini tidak mengecewakan Hong Sin Yi-san :3

*Nara Tsutsukara: Hu'um! Nazu sudah bikin lanjutannya kok, semoga Nara-san menyukainya :D

*Elisa-chaan: Eli-chaaannn, neechan sudah bikin lanjutannya nih hehe, selamat membaca~ :3

.

.

Hountoni arigatou gozaimasu yang sudah mendukung fic ini, tunggu chapter selanjutnya Minna-san! Semoga kalian suka dengan chap ini~^^

(Silahkan kritik & saran/opini Minna-san tentang fic ini di review, follow & favouritenya jangan lupa ya hahaha.. :v )