Disclaimer
Gintama © Sorachi Hideaki
Fanfic The World Gintoki sama Only Knows © Yueren
Warning: Gaje seperti animenya
The World Gintoki sama Only Knows
(Parodi The World God Only Knows)
Sebuah harapan terkadang bisa berujung mimpi indah maupun mimpi buruk. Bagi Gin, harapan besarnya telah menggiringnya ke dunia yang kelam.
Semua berawal dari iklan sampo 'TreUkke' yang akhir-akhir ini marak di iklan televisi (Plesetan iklan sampo TreSemme, kalau kalian suka menonton tv pasti tahu, hanya saja TreSemme itu perawatan rambut).
Jika harapan Naruto adalah menjadi Hokage, harapan Luffy menjadi raja bajak laut, harapan Kagami menjadi pemain basket nomor satu di jepang, MAKA harapan terbesar Gin adalah 'mempunyai rambut lurus'. Ada banya faktor yang bisa membuat rambut Gin lurus. Misalnya~
1. Berada dibawah siraman hujan membuat rambutnya lurus, kalian bisa melihat pemandangan langka itu di gintama episode 53 durasi menit 21:58, lagu penutup 'samurai heart' dan banyak scene lainnya yang tidak mungkin disebutkan semua sekarang karena author terlalu sibuk mengurusi fanfic ini ketimbang menulis daftar 'Moment rambut lurusnya Gin'.
2. Wig. Tanpa disadari sendiri oleh Gin, wig membuatnya terlihat aneh bahkan terlihat bodoh, terutama wig afro.
3. Catok. Memakai catok tidak tahan lama, rambut ikalnya Gin lebih amazing ketimbang kekuatan catok.
Jadi, Gin memutuskan untuk memakai produk 'Treukke' yang konon bisa meluruskan rambut secara permanen! Tapi takdir berkata lain, gara-gara Treukke, Gin jadi kehilangan indra perasa di lidahnya.
Lah koq bisa?
sehari sebelumnya
Seperti biasa, Kagura menyantap sarapannya dengan telur di atas nasi, hal ini tentu saja membuat Gin bosan. Untuk membuat menu ini tidak mainstream setiap saat, Kagura menambahkan menu kecap, sayangnya kecap sudah tidak ada. Perhatian Kagura teralihkan pada botol TreUkke di meja Gin dan mengiranya sebagai 'kecap' karena isi dan warnanya hampir serupa dengan kecap.
Gin tidak menyadarinya... ia tidak tahu 'kecap' yang ia taburkan adalah sampo 'TreUkke'! Saat pertama kali mengunyahnya, ia langsung terbatuk-batuk, muntah-muntah... kehebatan bahan kimia TreUkke tampaknya berdampak pada indera pengecap Gin. Akhirnya... Lidah Gin jadi tidak peka. Kagura yang menyadari hal ini langsung membuang sampo TreUkke dan mencapnya sebagai 'Kecap beracun'!
Dua hari berlalu sejak Gin kehilangan indera pengecapnya. Semua makanan yang masuk ke mulutnya sama sekali tidak ada rasanya. Bagi Gin yang maniak makanan manis, ini semua adalah mimpi buruk.
"Gin san, kau baik-baik saja?" Shinpachi mulai khawatir melihat Gin yang menghabiskan kue sampai bungkusnya, Gin pasti sangat frustasi.
"Coba pakai ini." Kagura menambahkan garam di kue yang masih tersisa.
"Aaah... aku sudah tidak peduli lagi," Gin bersandar di bangkunya "Aku mau keluar dulu."
Gin meratapi nasib, kenapa harus dia yang mengalami nasib na'as seperti ini!? kenapa bukan Shinpachi yang kehilangan kacamatanya atau Kagura yang lidahnya bermasalah sehingga tidak bisa mengucapkan 'aru' !?
Gin membuang stressnya dengan berjalan-jalan di tengah kota.
"Hei, kau pemuda berambut putih yang disana." Seorang pria tua menunjuk Gin "Mau mencoba keberuntunganmu?"
"Aku?" Gin menunjuk dirinya sendiri.
Ternyata pria itu adalah seorang penjual semacam lotre, ia memiliki sebuah mesin kayu kecil yang berisi banyak bola warna-warni. Setiap warna bola memiliki jenis hadiah yang berbeda.
Gin pelan-pelan memutar mesin itu, orang-orang ikut berkumpul mengerubungi untuk melihat hasilnya.
"Me..merah..." sang penjual tampak kaget, ia lalu memberi Gin bungkusan besar "Selamat anda mendapatkan kue rasa spesial kacang merah yang baru diproduksi dari pabrik ternama OleO"
"Uwoh!" Gin kegirangan, kue spesial kacang merah!? Gin tidak sabar ingin mencicipinya. Eh tapi... Gin baru ingat kalau ia sedang mengalami situasi 'semua makanan rasanya hambar'. Yah, daripada hadiah itu terbuang, mungkin Gin bisa memberikannya pada Shinpachi dan Kagura.
Keberuntungan yang bisa dibilang 'beruntung pada waktu yang salah' telah membuat Gin semakin galau, belum lagi di toko kue langganannya menyediakan GRATIS MAKAN PARFAIT SEPUASNYA DI CAFE untuk pelanggan setia seperti Gin.
Gin hanya menghela nafas, ditengah kebingungannya itu ia berhenti di kedai sake dan bertemu dengan beberapa anggota shinsengumi (Kondou, Hijikata dan Shogo).
"Danna (Bos)?" Okita melirik Gin "Jarang-jarang kita bertemu di kedai."
"Aku tak peduli," Wajah Gin menunjukan kalau ia memang sedang down "Aku pesan sake yang banyak, cepat!"
"Oi Oi, kau kenapa?" Kondou tertawa kecil "Sedang patah hati?"
"Biarkan saja dia," Hijikata cuek, ia mulai menambahkan mayonaise ke es krim serutnya.
"Yiks.. menjijikan." Okita tidak tahan melihat es krim spesial Hijikata.
Kondou san sudah lama memaklumi kebiasaan Hijikata, maka ia sudah tidak aneh dengan pemandangan seperti ini, "Hahaha... Toshi, kau memang luar biasa. Aku berani bertaruh tidak ada satupun orang yang bisa meminum es krim campur mayones porsi besar."
"Benarkah?" Okita tidak yakin, "Siapa tahu ada orang lain yang sanggup makan dan minum campur mayones seperti Hijikata."
"Tidak akan pernah ada hahaha" Kondou menghabiskan sisa sakenya, "Kalau ada orang yang bisa memesan es krim campur mayones dan menghabiskannya maka aku akan memberinya seratus ribu yen!"
Gin tidaklah tuli, ia mendengarkan percakapan ketiga orang yang disebutnya 'trio bodoh' itu. Seratus ribu yen?
Gin memanggil penjaga kedai, "Hoi! aku pesan es krim super besar dengan mayones ekstra."
"EH?" Kondou, Hijikata dan Okita kaget.
"Yo..Yorozuya, kau tidak serius kan?" Kondou seakan meremehkan.
"Aku pegang kata-katamu barusan." kata Gin "Seratus ribu yen jika aku bisa menghabiskan menu ini."
"Hei, ada yang tersipu tuh." Okita melirik Hijikata.
"Si..siapa yang tersipu!?" Hijikata kesal.
"Akhirnya ada yang mengerti selera Hijikata," Okita melanjutkan "Tapi aku tidak yakin danna bisa menghabiskan menu menjijikan itu."
Memang benar... Jika dalam keadaan biasa, Gin tidak sudi makan es krim campur mayones, tapi keadaan sekarang berbeda! Lidah Gin tidak peka, ia bisa menghabiskan makanan ini!
...
...
...
...
...
Seratus ribu yen berhasil didapatkan Gin.
Kondou san bangkrut.
Hijikata entah kenapa merasa senang.
Okita memesan lagi sake.
Sebelum meninggalkan Shinsengumi, Gin memamerkan uang yang baru didapatkan di hadapan Kondou.
"Aku melakukan ini demi uang, bukan demi selera anehmu." Gin melirik Hijikata sambil tersenyum "Mungkin suatu saat nanti kau harus coba juga menu Uji-don Gintoki, tapi aku tidak akan memberimu seratus ribu yen."
SELINGAN 'OSHIETE! GINPACHI SENSEI! '
Ginpachi sensei berdiri tepat membelakangi papan tulis.
Ginpachi Sensei mulai membaca surat;
"Etto... kita mendapatkan beberapa pesan dari para penonton (pembaca). Mari kita baca tiga surat mereka"
Surat pertama dari 'Hero alias Hiroshima Nagasaki'
Sebenarnya fanfic chapter ke 4 itu rute Gin dan Otae kan? kenapa masih belum diceritakan juga?
"Hero san, cobalah mengerti situasi. Pembaca akan bosan kalau terus menerus menceritakan soal rute, setidaknya berilah sedikit 'fanservice' atau 'iklan' atau 'cerita tambahan' atau apa saja, yah terlalu banyak atau."
Ginpachi menjilat lolipop yang sering dikira rokok, ia kembali membaca surat berikutnya.
Surat kedua dari review fanfic chapter 3 'Shena BlitzRyuseiran'
Pokoknya chap kali ini bikin daku bener-bener ngakak gak ketulungan. Mana bacanya pas malem-malem lagi. Suara udah kayak kunti kejepit lemari nahan ketawa. Wkwkwk
Ginpachi sensei masih memasang tampang datarnya,
"Etto
...
...
...
...
Shena san, aku sarankan agar kau mengecek isi lemarimu karena aku tidak bertanggung jawab kalau ternyata ada 'kuntilanak' sungguhan ikut tertawa di dalam lemarimu itu, aku serius."
Surat ketiga dari review fanfic chapter 3 'kanon rizumu'
Perjuangan yorozuya gin-chan, sia2! Ternyata kita semua dikibulin sa-chan (author)! Keren2! XD bener2 kayak nonton animenya!
"Saya akan selalu setia menipu dan mengerjai kalian semua jadi tetap ikuti perjuangan Gintoki sampai akhir! Yosh!"
Ginpachi sensei berdeham, "Tentu saja aku membaca review kalian semua. Shinpachi dan Kagura bahkan membacanya sampai berulang kali."
- Baiklah, sesi pertama Ginpachi sensei sampai sini, jika ada yang ingin suratnya dibacakan Ginpachi sensei, kalian bisa mereview dengan melampirkan parfait dan shonen jump edisi terbaru. -
Ternyata tidak selamanya kehilangan idera pengecap itu membawa pengaruh buruk. Seratus ribu yen! Dalam sekejap raut wajah Gin berubah jadi ceria.
"Gin san?"
Gin mendengar suara seseorang memanggilnya dari belakang.
"Otae?"
"Sedang jalan-jalan?"
"Begitulah..."
"Kebetulan, aku ada perlu. Daripada bicara disini, lebih baik kita bicara di rumahku saja."
Otae sepertinya baru selesai belanja, ia membawa banyak bahan makanan. Setelah sampai di rumah, Otae mempersilahkan Gin duduk dan menunggunya membuat masakan sebentar.
"Bagaimana dengan Shinchan?" suara Otae terdengar dari arah dapur "Apakah ia bekerja dengan baik?"
"Tentu saja"
"Apakah Gin san menggajinya dengan benar?"
"Te...ten..."
"Hah?"
"Ten... Tentu saja!" Gin terbata-bata, "Jadi apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan?"
Tak lama kemudian akhirnya Otae keluar dari dapur sambil membawa makanan yang baru saja ia masak. Semua makanannya...GOSONG. DARK MATTER!
"Di tempat kerjaku, ada seorang laki-laki yang sering mengganggu. Ia datang dan memilihku untuk menemaninya minum."
"Bukankah itu hal biasa?"
"Dia selalu mengkritik apapun yang menurutnya salah! Bahkan... ia mengancam akan menutup tempat aku bekerja jika apa yang diinginkannya tidak sesuai. Dia adalah anak dari pemilik tanah, wajar saja ia punya kekuasaan penuh. Ia bahkan mengkritik makanan buatanku."
Gin menatap seluruh makanan buatan Otae, bukankah wajar kalau orang-orang mengkritik makanan seperti ini?
"Dia melempar dan menginjak-injak tamagoyaki buatanku di hadapan semua orang." Otae menurunkan intonasi suaranya.
Mendengar hal seperti itu, Gin mulai terganggu. Meskipun memang makanan buatan Otae termasuk makanan 'super gagal' tapi pria itu seharusnya menjaga perasaan Otae dengan tidak menginjak makanan yang susah payah dibuatkan Otae!
Gin memberanikan diri mencicipi Tamagoyaki buatan Otae. Benar saja, tidak ada rasanya karena lidah Gin bermasalah.
"Lumayan enak." Gin berbohong "Pria itu pasti pria brengsek karena tidak menghargai jerih payahmu."
"Gin san..." wajah Otae memerah, baru kali ini ia melihat Gin tersenyum setelah memakan makanan buatan Otae.
Dalam hati Gin: 'ITU SEMUA KARENA LIDAHKU YANG SEDANG ERROR! KALAU KEADAANKU NORMAL, AKU PASTI LANGSUNG MUNTAH DI TEMPAT!'
"Baiklah, jadi apa yang kau inginkan?" Gin bertanya sekali lagi.
"Aku ingin kau bertemu dengannya, setidaknya pura-pura jadi kekasihku agar dia berhenti menggangguku."
"AKU BISAAAA" Terdengar suara Kondou san berteriak, ternyata ia muncul secara tiba-tiba dari balik atap. "Otae san! Biar aku saja yang menerima pekerjaan ini!"
Otae san tersenyum tapi urat muncul di mukanya, "Kondou san, bisakah kau... BERHENTI MENGUNTITKU!?" Otae melempar Kondou seolah Kondou adalah celana dalam bau yang dilempar ke tempat sampah ketimbang ke mesin cuci.
Jadi.. ya begitulah, akhirnya Gin setuju untuk menemani Otae menemui pria menyebalkan itu besok malam.
Tapi tapi... mendadak Gin sakit perut. Lidahnya memang bisa menerima segala jenis makanan tapi perutnya tidak!
"Aku harus pulang!" Gin mulai pucat, pikirannya tertuju pada toilet "Aku akan datang besok ke tempatmu. Siapkan saja bayarannya karena yorozuya melakukan tugas apapun asalkan diberi imbalan"
"Ah? bungkusannya?" Otae menunjuk dua bungkusan besar berisi kue yang didapat Gin secara gratis di kota.
"Untukmu saja, " Gin mengambil satu bungkusan "Yang ini untuk Shinpachi dan Kagura"
"Wah...tumben sekali."
"Sudah ya, aku buru-buru!" Gin berlari begitu saja meninggalkan Otae. Otae melihat sisa makanan di meja.
"Gin san ternyata sangat baik, baru kali ini ia menikmati makanan buatanku. Aku harus lebih semangat untuk membuatkannya makanan yang lebih enak nanti, yosh!"
Sementara itu, Kondou san... dengan kekuatan 'menguntit'nya akhirnya ia tahu bahwa indera pengecap Gin sedang lumpuh karena memakan sampo TreUkke. Kondou melakukan hal serupa agar bisa menyantap masakan Otae.
Alhasil...
Di markas Shinsengumi, Hijikata mengumumkan hal penting pada semua anggota.
'Kondou san dibawa ke rumah sakit karena keracunan'
Hijikata keasyikan memilih menu mayones yang akan direkomendasikannya pada Gin. Okita bahkan berfikir bahwa Hijikata ibarat seorang perempuan yang kebingungan memilih baju yang akan dipakai untuk kencan.
To be continued
Okay~~ akhirnya sudah chapter 4 (heh? maji aru ka? masih chapter 4?).
arigato semuanya yang masih mengikuti cerita ini. Ohya 'sesi ginpachi sensei' mulai saya berlakukan di chapter ini ya hehe... jadi kalau kalian ada pertanyaan apapun, silakan bertanya, nanti akan dijawab oleh Ginpachi sensei. Lalu kenapa di sesi ini hanya 3 surat yang dibacakan? itu karena ini masih 'perdana' jadi tidak bisa banyak-banyak. Bukan berarti review kalian tidak baca, saya baca semua koq ^_^ untuk sesi Ginpachi sensei berikutnya mungkin akan lebih banyak, so~~ sarannya ya :3
||Author langsung keramas pakai TreUkke||
