Afraid

By:Hikary_cresenti

Bleach © Tite Kubo

Rated T

Mistypo(s),OOC

Chapter IV: Is It real?

Siang hari yang panas. Matahari yang mengikuti kemanapun pergi, seakan-akan tidak ada tempat untuk bersembunyi. Di siang yang cerah ini, terlihatlah seorang pria yakuza yang menelusuri sebuah jalan, hingga matanya tertuju pada seorang gadis yang saat ini sedang mencuci di tepi sungai. Maka ia segera mengambil langkah seribu untuk mengintip wanita yang saat ini sedanReaders: Oi!g berada di tepi sungai. Matanya yang sebesar bola ping-pong melek ke kiri dan ke kanan hingga tanpa sadar sang target mengetahui keberadaannya dan-

"Kya! Hidung belang!"

Maka tak lama para penduduk yang mendengar hal itupun segera mengerooyok sang pria hidung belang yang padalah dan kenyataan hidung si pria tidaklah belang(?)

"Jadi kau mencuri!" tuduh seorang pria dengan rambut duren pada sang pria Yakuza yang wajahnya telah dihiasi oleh bonyok tersebut.

"Nggak bang, saya hanya ngintip aja kok. " ujar pria itu memelas.

"Itu kan juga mencuri! Mencuri pandangan namanya!" bentak pria dengan rambut durian itu. "Maka sebagai hukuman, kau akan ku penggal, dan matamu akan ku congkel lalu-

(Readers: Oi! Author koplak! Salah naskah oi!

Author: eh.. iya maaf )

Baiklah kita ulangi lagi, singa yang panas eh ralat, siang yang panas di kota Karakura. Kota kita tercinta ini, terlihatlah seorang pria dengan badan kekar, dan rambut panjang bagaikan cambuk berwarna merah. Tatapan tajam bagaikan elang yang mengincar mangsanya. Langkahnya tegap dan pasti namun…

Sebuah dinding kokoh yang dibangunnya dari nol, langsung runtuh saat, seorang gadis dengan rambut hitam pendek melewatinya.

"Aku Rapopo… " gumamnya lalu terduduk di tanah, menatap ke langit biru yang seakan-akan menertawakan kebodohannya. Ia bisa saja langsung menyapanya, namun hati kecilnya berkata. 'Udah tampang kayak pengamen kelindes pasti ditolak deh'

Dengan langkah berat dan terseok-seok ia segera menuju ke rumahnya.

Abarai Renji, seorang pria dengan rambut merah nanas. Terkenal dengan sikapnya yang VEMALU berlebihan, bahkan melebihi daun putri malu. Ia mudah gugup dan canggung. Apalagi berhadapan dengan seseorang yang disukainya. Namun setidaknya ia terus berusaha keras, meski sebenarnya dan sejujurnya hasilnya sama saja dengan boong.

Yang dibutuhkan Renji saat ini adalah kesempatan, bukan janji. Dan mungkin karena doa dari para reader, hal itu pun terkabul, maka kali ini ia mendapat kesempatan yang tak boleh disia-siakan.

Saat itu, Renji sedang nongkrong di tepi jalan dengan wajah kayak terminal bus kota- ralat bukan nongkrong tapi menunggu Ichigo dan Kaien, yang katanya janji nraktir karena kemarin lumayan sukses itu. Namun sudah bermenit-menit hingga berjam-jam sedikitpun Renji tak melihat sosok dari dua mahluk tersebut. Renji yang mulai gondokan karena kebanyakan kesal dan makan jengkol itu pun segera beranjak. Namun baru saja ia akan melangkahkan kaki pertamanya tiba-tiba-

"Kya! "

Reflek sisi ke-priaan Renji membuatnya menoleh, dan tak jauh darinya terlihat seorang gadis dengan rambut hitam pendek yang saat itu diserempet oleh sebuah mobil. Maka dengan langkah sok gagah, Renji segera menghampiri gadis tersebut.

"Kau tidak apa-apa Arisawa?" tanya Renji dengan gentleman.

"Kh.. iya.. aduh… "gadis itu kembali merintih pelan, saat kaki kanannya sepertinya terkilir. Tenang hanya terkilir readers, tidak retak, patah ataupun fraktura atau bergeser. Hanya terkilir kok.

"Sepertinya kakimu cedera, bagaimana kalau ku antar pulang?" tawar Renji.

"E-eh… tapi… "

"Sudahlah, mana mungkin aku membiarkan seorang gadis sendirian disini. Dan aku khawatir jika terjadi sesuatu denganmu, jadi ayo… " ujar Renji seraya menggendong Tatsuki, tenang readers bukan bridal style kok. Tapi digendong biasa.

"Terimakasih, Abarai. "ujar Tatsuki.

"Ah, sudahlah. Aku hanya membantu. " jawab Renji singkat padat dan jelas, meski sebenarnya dalam hati ingin jerit-jerit kayak supporter cherrybelle.

Sebenarnya dan sejujurnya rumah Tatsuki tidak begitu jauh dari tempat kejadian namun mungkin karena author ingin meramu ralat mendramatisir lokasi maka perjalanan mereka diibaratkan seperti film sun go kong, Journey to the west. Maka butuh waktu lama. Suasana diantara mereka hanya dihiasi keheningan dan tiupan angin sepoi-sepoi yang menghiasi siang yang panas.

"Ano… Jadi kau darimana, Arisawa?" tanya Renji sok teguh, meskin dalam hati telah meleleh bagaikan kue tart keinjek ataupun bubur kelindes truk.

"Ah, tadi aku hanya ke apotik membeli obat untuk Orihime yang sakit. " jawab Tatsuki. "Um, Abarai-san sendiri dari mana?" tanya Tatsuki yang membuat Renji bingung di antara dua pilihan terberat. Haruskah ia jujur atau berbohong? Tapi setelah merenung kira-kira 5 menitan, akhirnya ia memutuskan untuk jujur. Demi harga diri nusa dan bangsanya.

"Aku tadi menunggu Ichigo, dan Kaien. " jawab Renji singkat.

"Oh begitu, tadi aku melihat Kaien dan dia lagi ngejemput Miyako untuk latihan music. Sedangkan Ichigo tadi pergi berbelanja dengan kedua adiknya. " jawab Tatsuki. Yang membuat Renji tambah gondok dan ingin memblender jeruk dan jeruk beda warna itu dan meminumnya lalu- (Oi ini bukan Tokyo ghoul!)

Suasana kembali hening di antara mereka.

Renji Pov`s

Saat ini aku benar-benar gugup, aku bukanlah seseorang penyair yang mampu mengatakan kata-kata indah nan menawan hati. Aku juga bukanlah seorang penyanyi kayak Kaien yang bisa menyanyikan lagu roamntis. Aku hanyalah seorang pria biasa, tanpa kelebihan apa-apa. 'Oh Tuhan, kenapa takdirmu begitu kejam pada hamba? Sudah wajah pas-pasan, bakat untuk merayu cewekpun tak punya.' Batinku.

"Oh ya, Abarai, selamat ya, saat pertandingan basket kau berhasil memenangkan dan mencetak angka terbanyak bagi tim basket sekolah kita. Aku kagum," ujarnya.

Saat itu bisa dipastikan wajahku memerah, mungkin jauh lebih merah dari warna rambutku yang alami ini, dan juga aku semakin merasa gugup.

"Um… tidak juga… Kau berlebihan Arisawa. " jawabku gugup.

"Tapi tetap saja, kalau seandainya saat itu kau tidak turun ke lapangan pasti tim basket kita akan kalah. Kaulah yang merubah permainan itu dan membalikkannya. Kau benar-benar hebat. " ujar Tatsuki.

"Ahaha kau terlalu berlebihan. Aku hanya melakukan apa yang aku bisa lakukan kok. " jawabku tersapu eh tersipu malu. "Kau sendiri juga hebat, bisa menjadi juara dua dalam pertandingan taekwondo se-Jepang. Itu kan artinya kau gadis nomor dua terkuat di Jepang," ujarku.

"Ah, kau berlebihan abarai, aku tidak sekuat itu. Mungkin semuanya ahnyalah keberuntungan. " jawabnya.

"Tapi tetap saja hebat. Aku yakin, nanti kau pasti bisa menjadi yang nomor satu. Selamat berjuang ya?" ujarku lagi.

"Ah sama-sama. Terimakasih banyak Abarai. Kau juga teruslah bermain basket, dan jadilah pemain basket terbaik." ucapnya.

"Arisawa… terimakasih banyak. "

Saat itu suasana kembali hening di antara kami hingga akhirnya aku sampai di depan rumahnya.

"Baiklah, terimakasih banyak Abarai. Dan maaf merepotkanmu. " ujar Tatsuki.

"Sama-sama Arisawa," jawabku seraya menurunkannya dari gendonganku.

"Bagaimana kalau kau mampir dulu?" tawar Tatsuki.

"Terimakasih, mungkin lain kali saja. " jawabku.

"Baiklah sekali lagi, terimakasih banyak Abarai. Kalau tidak ada kau, mungkin aku tidak akan sampai di rumah. Terimakasih atas bantuanmu. "ujarnya sebelum menghilang di balik pintu rumahnya.

Saat itu aku hanya terduduk lemas. "Apakah ini mimpi atau kenyataan? Kalau ini mimpi, siapapun tolong jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini… "

TBC

Akhirnya chapter 4 dari fanfic ini selesai.

Saya mohon maaf, karena keterlambatan update fic ini.

Dan chapter depan adalah giliran si jeruk duren kita tercinta(?)

Dan maaf jika chapter ini terkesan Gaje dan berantakan.

Serta Ke Out-Of-character Renji yang berlebihan

Serta cerita ini yang lebih pendek dari chapter sebelumnya

Dan juga saya mengucapkan terimakasih banyak,

kepada para reader yang sudah mau membaca cerita abal ini,

hingga memfollow dan memfave cerita yang alurnya tak tau mau dibawa kemana(?)

Balas Review#plak

Darries: makasih udah review lagi. Wkwk semuanya butuh proses dan perjuangan. Dan berencana untuk Ichi harus mati-hidup ngedapetin ruki #dihajar IR FC makasih banyak Reviewnya

Rin:wkwk Yaoi menyerang #kena gaplok. Wkwk semoga kejatohan meteor bagi mereka bertiga agar greget(?)#ketularan virus maddog. Makasih reviewnya

Yuzuna Yukitou: Wkwk ngeness banget ya? Wkwk arigatou reviewnya Yuzu

Phillip schiffer: Hehe udah jangan galau lagi yak an Indo sudah merdeka #plak. Makasih atas reviewnya

Ugya-kun: wah jangan lupa beli oleh-olehnya #geplak. Hehe pengalaman sebagai pendengar yang setia karena dijejelin berbagai suka duka yang sebenarnya agak nggak nyambung(?) makasih reviewnya

Doreendoraemon: Salam kenal juga. Hehe oke makasih reviewnya