Shinobi New Life

.

.

Disclaimer:

Naruto by Masashi Kishimoto

Shinobi New Life by Narita Putri

Rate : T

Pairing : SasuSaku

WARNING : Canon/semi canon (I Try My Best), OOC (Maybe), Typo(s),

DON'T LIKE DON'T READ! NO BASH! NO PLAGIAT!

.

.

.

This Fict is Dedicated for The Big Fan of Sasusaku

Enjoy~~~

Semenjak pertemuan yang lalu Sasuke dan Sakura sering terlihat bersama. Ada saja keadaan yang membuat mereka bersama. Entah itu bersama dalam satu tim saat misi maupun tidak sengaja bertemu dijalan yang berlanjut makan bersama di kedai Ramen Ichiraku.

Namun bukan berarti Sakura tidak senang, dia amat sangat bahagia. Perubahan sikap hangat Sasuke padanya –setidaknya Sasuke tidak merasa keberatan bersama Sakura- ia beramsumsi itu merupakan sikap hangat Sasuke. Itu sudah lebih dari cukup, malah lebihpun tidak masalah kok.

Dipihak Sasuke sendiri, ia merasa akhir-akhir ini ia merasa nyaman berada dekat dengan Sakura. Yang notabane dulu dianggapnya gadis menyebalkan dan cerewet. Apakah faktor usia membuatnya lebih dewasa?

Sifat Sakura yang dulu sepertinya tidak berubah. Tetap bersemu merah dan merona bila Sasuke menatapnya intens. Sasuke sendiripun tidak keberatan dengan sifat Sakura yang kadang-kadang cerewetnya timbul. Dan yang membuatnya sakit telinga jika Sakura dan Naruto mulai bertengkar dihadapannya.

Kadang-kadang Sasuke sering curi-curi kesempatan melihat Sakura. Bahkan frekuensinya bertambah akhir-akhir ini. Itu membuatnya merasa tidak lebih baik. Sering menyerang titik organ jantungnya. Debaran jantungnya berdetak tidak senormal biasanya hanya jika Sakura berada terlalu dekat dengannya.

Itu membuatnya, well sedikit frustasi. Kadang Sasuke merenung, apakah perasaannya pada Sakura saat genin dulu timbul kembali? Perasaan dimana ia ingin terlihat keren dan kuat dihadapan Sakura. Dan sebal jika Sakura lebih memperhatikan si baka dobe.

Ia merasa perasaan cinta itu sesuatu yang semu jika melibatkan dirinya sendiri. Perasaan naif yang ia kira tak akan pernah ia rasakan, hanya karena ia menganggap perasaan itu omong kosong. Tapi apakah ia pantas dicintai yang mana ia merupakan mantan nuke-nin dengan reputasi penjahat internasional dunia shinobi? Well, itu julukan padanya saat ia masih menjadi nuke-nin dan sekarang tidak. Namanya telah dibersihkan beserta klannya.

Jangan takut Sasuke, Sakura menunggumu suit suit...

.

.

.

"SASUKE-KUN," teriak Sakura kaget. Ia melihat Sasuke tengah dipapah dalam kondisi luka parah oleh Shino Aburame.

Sakura yang sebelumnya disuruh sang guru Tsunade-shisou untuk mengambil laporan yang biasanya pada Kotetsu dan Izumo –sang penjaga gerbang Konoha- bergegas ketempat tujuan. Namun apa yang dilihatnya ketika sampai didekat gerbang membuatnya membeku seketika.

Sakura langsung berlari menghampiri Sasuke. Ia mendudukkan dirinya ditanah dengan memangku kepala Sasuke dipahanya. Ia langsung mengalirkan cakra hijaunya di bagian perut yang terlihat parah.

"Ugh...," erang Sasuke lemah. "Kumohon Sasuke-kun bertahanlah," isak Sakura. Tanpa dikomando air matanya telah mendesak keluar.

Kemudian Sakura menoleh pada teman tim misi Sasuke yaitu Shino, Hinata dan Kiba.

"Apa yang terjadi pada Sasuke-kun?," tanya Sakura tercekat. Ia masih berkonsentrasi pada cakranya untuk melakukan pertolongan pertama pada Sasuke. Air mata Sakura semakin mengalir dan menjatuhi wajah Sasuke yang memar dan berdarah.

Well, rekan-rekannya bernasib tak jauh lebih baik dari Sasuke, biarpun mereka tidak terluka fatal.

"Sasuke terluka karena melindungi kami. Ia terkena sabetan kunai beracun ketika kami menjalankan misi melawan para nuke-nin Kumogakure yang akan menyerang Konoha diperbatasan. Mereka sangat kuat karena mereka memiliki semacam racun mematikan. Kami kewalahan melawan mereka...," jawab Shino panjang.

Sakura tidak mendengar lagi penjelasan lebih lanjut Shino, saat ia telah selesai mengalirkan cakra pertolongan pertamanya pada Sasuke. "Hiks, Sasuke-kun. A-aku sangat takut kau kenapa-napa," kata Sakura ditengah isakannya.

"Aku hiks, sangat takut hiks, kehilanganmu Sasuke-kun. Ah, m-maksudku... hiks." Sakura tidak sanggup lagi melanjutkan perkataannya, ia merasa ia terlalu frontal mengakui perasaanya saat ini.

Sasuke miris mendengar tangisan Sakura. Dadanya hangat mengetahui masih ada seseorang yang menangis karena mencemaskannya. Tangan Sasuke terjulur menyentuh pipi Sakura. Ia menghapus lembut air mata Sakura yang menganak sungai diwajahnya.

"Jangan menangis Sakura," kata Sasuke lemah. Entah mengapa ia tidak ingin melihat Sakura menangis. Semenjak ia kembali pulang ke Konoha seakan-akan perasaan manusiawinya yang dulu kembali bangkit kepermukaan, sehingga hal-hal seperti ini ia dapat tersentuh.

Sakura yang tidak dapat membendung perasaannya lagi langsung memeluk Sasuke dengan putus asa. Ia ingin menyalurkan perasaannya yang sangat takut kehilangan Sasuke lagi.

Sasuke yang dipeluk merasa nyaman dan hangat menjalar disekujur tubuhnya membuatnya tenang. Namun sensasi nyaman kepalanya pada dada empuk Sakura membuatnya bersemu merah. Ia lalu melepaskan pelukan Sakura dan menyentuh pipi Sakura lagi, bermaksud menghapus air mata Sakura yang tidak berhenti.

"Jangan menangis lagi. Aku tak apa-apa, percayalah," ujar Sasuke. Ia tersenyum tipis.

Mereka saling bertatapan intens, tidak ada yang ingin menarik diri, seakan-akan terhanyut pada sepasang mata masing-masing yang mencerminkan perasaan mereka. Kemudian Sasuke terus menatap bibir ranum merah alami milik Sakura, ia seakan terhipnotis. Dan entah bagaimana Sasuke terdorong mencium Sakura dan tanpa dikomando Sasuke memejamkan matanya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Sakura.

Sakura yang terkejut, namun tak dapat melakukan sesuatu, hanya berharap semoga jantungnya yang berdebar dan hampir meloncat keluar tidak terdengar oleh Sasuke. Lalu ia juga menutup mata menghayati.

Namun ketika bibir Sasuke sesaat lagi akan menyentuh bibir ranum Sakura, mendadak terhenti tatkala mendengar pekikan terkejut dari mulut kunoichi muda berambut pirang panjang, Ino Yamanaka.

Ino yang tadinya akan berangkat misi bersama timnya terkejut ketika ia melihat Sasuke yang akan mencium Sakura, yang membuatnya memekik keras. Ia tidak menyangka seorang Uchiha Sasuke akan mencium Sakura, didepan orang banyak lagi.

Apa Perang Shinobi kelima akan segera terjadi, eh.

Anggota tim misi yang dipimpin Sasuke yang melihat kejadian barusan hanya terkesiap dan membatu ditempat. Sedangkan Hinata telah berwajah merah padam sedari tadi.

Teriakan Ino barusan membuat Sasuke tersadar dan menarik diri dari Sakura. Sakura menghela napas kecewa. 'Dasar Ino-pig! Tidak bisa melihat orang senang. Padahal sedikit lagi aku akan dicium Sasuke-kun...,' sesal Sakura.

Sakura mendelik tidak suka pada Ino. Ino yang menyadarinya hanya nyengir tidak bersalah. Sepertinya Ino telah merasa merusak moment romantis yang akan terjadi pada Sakura dan Sasuke.

"Sebaiknya aku pergi," ucap Sasuke cepat, menginterupsi deathglare Sakura pada Ino. Sasuke merasakan tubuhnya sudah lebih baik. Lukanya tidak sesakit tadi.

"Ah, Sasuke-kun kau harus pergi ke rumah sakit. Tadi hanya pertolongan pertama dariku. Kau harus diperiksa lebih intensif," ucap Sakura cemas melihat Sasuke yang akan pergi.

"Hn, aku pergi dulu." Dengan secepat yang ia bisa, Sasuke langsung bergegas pergi. Ia merasa telah melakukan sesuatu yang memalukan tadi. Jadi, lebih baik segera pergi saja.

Selepas ditinggal Sasuke, Ino menginterogasi Sakura -layaknya detektif- terkait kasus 'Ciuman Dari Si Tampan Uchiha' yang tidak sempat terlaksana. "Jidat~ katakan padaku kenapa Sasuke-kun menciummu?," tuding Ino cemberut.

Sakura mendengus tidak suka. "Well, kalau kau benar-benar melihat. Aku tidak dicium Sasuke-kun Ino-pig!," kata Sakura masam. 'Tidak sempat dicium karena kau keburu menjerit, tahu,' dengus Sakura dalam hati.

"Oh, haha... maaf-maaf." Sepertinya kali ini Ino benar-benar merasa bersalah. "Aku akan menyusul kerumah sakit," ujar Sakura kemudian dan langsung meninggalkan mereka semua.

Yang ditinggalkan hanya menghela napas panjang.

"Merepotkan... Ayo kita berangkat. Misinya bisa-bisa tertunda gara-gara hobi gosipmu itu Ino," ucap Shikamaru Nara mengantuk.

"Apa katamu,?" geram Ino mengamuk. "Sudah-sudah. Ayo kita pergi," ujar Chouji Akamichi menengahi sambil mengunyah keripik kentang keempatnya.

"Ck, ada-ada saja. Minna, ayo kita pulang dan berendam di onsen. Yuhuuu...," teriak Kiba pada rekan tim misinya dan berlari kencang sehingga menimbulkan debu-debu beterbangan.

"Ayo," ajak Shino pada Hinata. Hinata mengangguk dan tersenyum "Hai."

Sungguh hari yang indah di Desa Daun tersembunyi Konohagakure.

TO BE CONTINUE

Terima kasih yang sudah memberikan review na^^

Ini memang ff sasusaku, ya^^ saia ingin membuat ff yang berharap kedepannya sasusaku bisa bersatu hohoho

Thanks all to review^^

REVIEW, PLEASE!

Aceh, Juni 2014.