"… Aku tak menuntut kau untuk memberikan jawaban, Min… Aku tak peduli kau mencintaiku juga atau tidak. Tapi tolong, jangan suruh aku membuang perasaan ini, Min… Ku mohon.."
"Sadarlah…. Ucapkan pada dunia, kalau kau baik-baik saja…."
"Saranghae, Kyu… Maaf aku terlambat mengatakannya padamu."
"Sudah ku katakan, aku akan mencintaimu selamanya. Jadi tak ada kata terlambat untukmu, Min..."
Two Weeks! (Chapter 4)
Ya! Kalian boleh mengatakan ini FF apa aja, jelek, parah, aneh, gak jelas, terserah deh. Karena FF ini memang nggak masuk akal^^ Jangan salahin kalo FF ini aneh, kan udah aku bilangin, MINRIN SUKA BIKIN FF NGGAK JELAS.
Yaudahlah, daripada kelamaan, yuk baca!
Cast:
Cho Kyuhyun as Kyuhyun
Lee Sungmin as Sungmin
Choi Siwon as Siwon
Kim Kibum as Kibum
Slight:
Zhoumi as Zhoumi seon
Kim Ryeowook as Ryeowook
Kim Young Woon as Kangin (Sebut nama aja)^^
Pair:
Kyumin
Sibum
Summary:
Yeoja pintar, Sungmin. Sangat membenci namja yang bernama Kyuhyun. Hingga akhirnya perlombaan mempertemukan mereka. Perlombaan itu membuat mereka menjadi dekat. Hingga akhirnya takdir menjawab doa mereka. / Kyumin Sibum / Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Kibum, Ryeowook / Genderswitch, typo(s), / Nggak jago bikin Summary -_-vLet's Read!
Let's Read!
If you don't like, please don't read! Ok?
.
.
.
Hari ini adalah hari perlombaan cerdas cermat Sungmin dan Kyuhyun. Mereka datang ke tempat perlombaan bersama dengan Zhoumi seon dan beberapa seon yang lain. "Pokoknya kalian harus bekerja sama, ne? Jangan mau terkecoh dengan soal. Mengerti?!" kata Zhoumi seon sebelum Sungmin dan Kyuhyun memasuki kelas untuk mengerjakan soal-soal perlombaan tersebut.
"Ne, seon! Siap!" seru Sungmin. "Kajja, Kyu! Kita masuk kelas!" ajak Sungmin dengan menggandeng tangan Kyuhyun hingga memasuki kelas mereka. Mereka duduk di tempat yang sudah disediakan.
Tak lama kemudian, terdapat seseorang yang berbicara panjang lebar, dan ia membagikan beberapa lembar kertas untuk dikerjakan. Sungmin dan Kyuhyun mengerjakan soal menurut keahlian mereka masing-masing. Murid lain mengerjakan dengan kesusahan, namun tidak dengan Sungmin dan Kyuhyun. Mereka mengerjakan dengan santai. Mungkin karena kekuatan cinta, hehe.
.
.
.
Kini Sungmin dengan Kyuhyun sedang menunggu siapa pemenang dari lomba tersebut. Sungmin duduk di sebelah Kyuhyun. Mereka saling menahan perasaan mereka satu sama lain. Mereka menutup-nutupi degupan jantung yang begitu keras bergemuruh dari jantung mereka masing-masing. Mereka berdua tak berbicara apa-apa.
Hari ini hari terakhirku bersamamu ye, Min? Besok kita akan menjadi dua orang yang terpisah lagi. Sudah tak ada murid-murid yang bertanya lagi, apakah kita berpacaran? Jujur saja, saat murid lain bertanya seperti itu, perasaanku sungguh senang. Aneh kan? Dengarkan jeritan hatiku Sungmin-ah… Ketika aku berada di sampingmu, jantungku begitu kencangnya berdegup. Dengarlah, Sungmin-ah… Dengarlah! Umpat Kyuhyun dalam hatinya. Meskipun ia berkata kalau ia tak butuh jawaban dari Sungmin, tetapi ternyata hatinya masih mengharapkan kedatangan hati Sungmin.
Hingga akhirnya seseorang naik ke atas panggung. "Ye, baiklah… Sekarang saatnya kita membacakan pemenang dari lomba ini, ne? Sebelumnya kita bacakan hadiahnya dulu, ne?" ucap seorang namja yang bisa disebut sebagai pembawa acara di perlombaan ini. "Hadiah utama, satu buah piala tertinggi tentunya. Dan ditambah lagi uang dan juga mendapatkan satu buah beasiswa ke Amerika hingga lulus SHS. Untuk salah satu pemenang tersebut!" kata pembawa acara tersebut dengan meriahnya.
"Huooooooo!" teriak para penunggu jawaban. Dan pembawa acara itupun mulai berceloteh lagi membicarakan hadiah-hadiah.
"Dan, inilah saat yang ditunggu-tunggu! Pemenang juara tiga adalaaaaaaah… DBSK senior high school!" seru pembawa acara tersebut.
"Huoooooo!" diikuti teriak para penunggu jawaban. Dan tak lupa suara musik-musik.
"Juara ke-dua adalaaaaaaaaahhhh… SHINee senior high school!" teriak pembawa acara lagi. Diikuti dengan respons para penonton.
"Dan inilah yang benar-benar ditunggu, ne? Pemenang juara satu, adalaaaaaahhhhhh…." Kata pembawa acara menggantungkan pembicaraannya. Jantung Sungmin dan juga Kyuhyun terus menerus berdegup kencang, selain karena pengumuman pemenang, tangan mereka pun saling bertautan. Makanya, jantung mereka berdegup kencang. "Seoul Senior High School!" seru sang pembawa acara.
"Kita menang, KYU!" seru Sungmin sangat senang. Dan mereka berpelukan. Mereka terbawa suasana. Mereka sungguh merasa sangat senang. Dua minggu itu bukan waktu yang lama, tapi banyak kejadian yang mereka alami. Termasuk pernyataan cinta.
"Baiklah, silahkan maju untuk para pemenang! Oh iya, ditemani satu guru pendamping." seru sang pembawa acara. Zhoumi seon menemani Sungmin dan Kyuhyun untuk menaiki ke atas panggung.
"Selamat ne, kalian memenangkan lomba ini!" bisik Zhoumi seon.
"Ini juga karena Zhoumi seon yang memilih kita dan membantu kita.." jawab Sungmin dan diikuti oleh anggukan Kyuhyun.
Setelah Kyuhyun, Sungmin dan Zhoumi seon sampai ke atas panggung, "Selamat untuk pemenang kita yang juara satu!" kata sang pembawa acara, diikuti dengan tepukan tangan. Lalu pembawa acara itu memberikan piala yang sangat besar kepada Sungmin. Mereka membawa bersama. Zhoumi seon membawa sebuah papan yang bertuliskan uang. Dan Kyuhyun membawa papan bertuliskan beasiswa ke Amerika. Sungmin dan Kyuhyun menangis haru mendapatkan kemenangan ini. "Ada yang ingin disampaikan?" tanya pembawa acara.
Kyuhyun mengambil alih acara tersebut. Mengingat dia pintar bicara, Sungmin dan Zhoumi seon tidak khawatir dengan apa yang ingin dikatakan Kyuhyun kelak. "Annyeong… Ah, terutama gamsahamnida untuk Tuhan Yang Maha Esa, gamsahamnida untuk Kangin-sshi yang sudah mendirikan perlombaan ini, gamsahamnida untuk Zhoumi uri seonsaengnim karena sudah menuntun kami agar bisa berdiri disini dengan membawa hadiah-hadiah ini, lalu gomawo untuk teman-teman Seoul Senior High School yang selalu memberikan support pada kami, sehingga kami tak pernah putus asa, gomawo juga untuk teman saya, Sungmin-ah… Gomawo karena kau sudah mau jadi teman yang selalu ada untukku dua minggu terakhir ini… Gomawo…" ucap Kyuhyun panjang lebar. Mendengar pembicaraan Kyuhyun, Zhoumi seon hanya menghapus air matanya yang terus mengalir. Begitu pula yang dilakukan Sungmin. "Baiklah, nama saya Cho Kyuhyun, ini teman saya Lee Sungmin, dan ini pahlawan kami Zhoumi seon! Gamsahamnida…" akhir kata Kyuhyun dan diikuti dengan bow dari mereka bertiga. Lalu mereka membawa hadiah-hadiah mereka ke bawah panggung.
.
.
.
"Ne…. Ternyata perjuangan kita dua minggu ini tak sia-sia, Kyu!" seru Sungmin saat mereka sedang perjalanan pulang.
"Ah, aku bangga sekali mempunyai teman seperti kalian!" seru Siwon dengan melirik kedua temannya ini dari spion dalam mobilnya. "Dan karena kau mengikuti perlombaan, jadi tidak ada yang mengganggu aku dan Kibum untuk berpacaran. Benar kan, Chagi?" tanya Siwon dengan melirik yeoja yang duduk di sebelah kanannya.
PLETAK! Tangan Kibum berhasil mendarat di pucuk kepala Siwon. "Ah, sakit, Chagi.."
Kali ini mereka pulang dengan mobil Siwon. Siwon yang menyetir mobil itu. Kibum dan Siwon duduk di jok depan, dan Sungmin dan Kyuhyun duduk di jok belakang. Mendengar Siwon yang sedang bermanja-manja dengan Kibum, Sungmin dan Kyuhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sungmin memeluk dirinya sendiri dengan tangannya. Tuhan, tolong jangan kali ini….. lirih Sungmin dalam hatinya. Ia menyentuh tubuh bagian jantungnya. Jantungnya berdegup sangat kencang. Bukan karena Kyuhyun yang duduk di sampingnya, melainkan karena penyakit yang dideritanya.
Tak ada yang menyadari rasa sakit Sungmin. Sungmin mencoba bersikap biasa saja. Dan usahanya berhasil, tidak ada yang menyadari rasa sakit Sungmin. Ia menahan penyakitnya sekuat mungkin. Namun, ia tidak bisa, tak lama kemudian ia pun tak sadarkan diri, membiarkan kepalanya meniduri bahu Kyuhyun. Dan Kyuhyun yang ada di sampingnya, justru mengira kalau temannya ini sedang ketiduran. Kibum dan Siwon yang melihat hal itu justru tak peduli, bukankah akhir-akhir ini mereka memang dekat sekali?
Min, kau tahu? Aku sungguh takut untuk mengakhiri perlombaan ini, Min. Aku takut tidak bisa bertemu dengan kau lagi, aku takut kita berpisah dan saling melupakan satu sama lain. Aku takut kita akan bermusuhan seperti dulu lagi. Umpat Kyuhyun dengan mengusap lembut rambut yeoja di sebelahnya ini. Sesekali Kyuhyun menghirup aroma yang terkandung di rambut Sungmin. Harum. Itu yang Kyuhyun rasakan. Sekali saja, Min… jangan menolakku untuk memelukmu… pinta Kyuhyun dalam hatinya dan Kyuhyun memeluk yeoja di sampingnya ini. Tak ada penolakan dari yeoja di sampingnya ini, jelas saja, yeoja itu sedang pingsan tak sadarkan diri.
.
.
.
Hari ini adalah hari pertama Sungmin dan Kyuhyun masuk sekolah setelah dua minggu mereka tidak mengikuti pelajaran karena mengikuti lomba. Pasti rasanya akan membosankan sekali umpat Kyuhyun dalam hatinya. Kyuhyun kembali duduk bersama Siwon. Tidak berdua lagi bersama Sungmin.
"Permisi, Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun dipanggil Zhoumi seon ke ruang guru.. Gamsahamnida…" kata seorang yeoja yang tiba-tiba masuk ke kelas Sungmin dan Kyuhyun.
Lalu Kyuhyun dan Sungmin izin kepada guru yang sedang mengajar, dan mereka beriringan menuju ruang guru. Rasanya seperti dejavu. Batin Sungmin.
"Sungmin, Kyuhyun! Silahkan masuk!" perintah Zhoumi seon ketika Sungmin mengetuk pintu ruangan Zhoumi seon.
Sungmin dan Kyuhyun duduk di depan Zhoumi seon. "Sepertinya kalian akan mengalami long distance relationship…" ucap Zhoumi seon ketika Sungmin dan Kyuhyun sudah duduk di depannya.
"Mwo? Maksud Zhoumi seon?" tanya Sungmin masih sopan.
"Ne, bukankah kalian sepasang kekasih?" tanya Zhoumi seon diikuti dengan tawa kecilnya.
Sungmin dan Kyuhyun terbelalak kaget. "Aniya, seon. Kami bukan sepasang kekasih, kok… Memangnya wae?" tanya Sungmin dengan raut wajah yang susah dijelaskan.
Zhoumi tertawa kecil mendengar pertanyaan Sungmin. "Salah satu dari kalian akan menerima beasiswa ke Amerika.." ucap Zhoumi seon. "Ne, siapa yang mau menerima beasiswa ini?"
Kyuhyun terdiam. "Kalau soal beasiswa ke Amerika saya tidak bisa, seon." Ucap Sungmin dengan melirik namja di sampingnya itu.
"Wae, Sungmin-ah?" tanya Zhoumi seon.
"Saya ada urusan keluarga di Korea ini, seon. Mian saya tidak bisa menerima beasiswa tersebut…" jawab Sungmin.
"Baiklah, kalau seperti itu… Kyuhyun, kau yang menerima beasiswa ini, ne? Karena sangat sayang sekali kalau diterima siswa lain.." ujar Zhoumi seon.
Kyuhyun melirik yeoja di sampingnya dengan maksud meminta persetujuan. Yeoja di sampingnya mengangguk. "Baiklah, seon. Eeung… Saya coba bicarakan dengan orang tua saya dulu, ne?"
"Baiklah kalau begitu.."
"Baiklah, permisi, seon.." ujar Sungmin dengan bangkit dari kursi yang ia duduki itu.
"Ne, permisi…" ucap Kyuhyun.
"Silahkan.."
Lalu Sungmin dan Kyuhyun meninggalkan ruang guru ini. Dan mereka kembali berjalan ke kelas berdua. "Akhirnya kau yang meninggalkanku, kan?" kata Sungmin begitu mereka keluar dari ruang guru.
"Bukankah ini yang kau inginkan, hah?" ucap Kyuhyun dan Kyuhyun meninggalkan Sungmin sendiri. Sungmin hanya terdiam menyembunyikan jeritan di hatinya. Kyu, mianhae… Aku hanya tak ingin kau menyesal, nantinya..
Kyuhyun berjalan memasuki kelasnya dengan raut wajah geram. Beberapa menit kemudian masuklah seorang yeoja dengan raut wajah merasa bersalah, ketika yeoja itu lewat di sebelah Kyuhyun, Kyuhyun hanya membuang muka, dan yeoja itu cemberut duduk di bangkunya. "Kau ada apa dengan Kyuhyun? Bukankah tadi baik-baik saja?" tanya Kibum yang duduk di samping Sungmin.
"Aniya, gwaenchana… Nanti saat pulang sekolah, aku ingin cerita padamu, Bummie.." ucap Sungmin sedih. Hatinya menangis. Dengarlah Kyuhyun, dengarlah! Hati yeoja yang kau sayang sedang menangis!
"Baiklah.."
"Ada apa sih dengan kau dan Sungmin, hah?" bisik Siwon yang melihat perubahan raut wajah pada sahabatnya ini.
"Aku juga tidak mengerti." Singkat Kyuhyun.
.
.
.
Sungmin menangis di pundak sahabatnya ini. Ia mengungkapkan segala perasaannya. "Tiga hari yang lalu Kyuhyun menyatakan cinta padaku." Ucap Sungmin pada sahabatnya ini.
Mendengar pernyataan itu Kibum terbelalak kaget. "Bukankah kau sudah berpacaran dengannya?" tanya Kibum.
"Anio… Aku tak pernah berpacaran dengannya, Bummie… Dan kau tahu, tanpa ku sadari ternyata aku juga menyukai Kyuhyun… Bahkan eung... menyayangi." ucap Sungmin yang masih terus menangis.
Kibum menghapus air-air yang mengalir dari mata Sungmin dengan ibu jarinya. "Lalu apa yang kau ragukan, Minie?"
"Aku hanya takut Kyuhyun menyesal nantinya, Bummie…" ucap Sungmin pada sahabatnya itu. "Apa kau tahu, tentang penyakit jantungku? Aku takut Kyuhyun menyesal karena sudah memilihku, aku takut Kyuhyun menyesal ketika aku meninggalkannya nanti…" lanjut Sungmin dengan menatap mata sahabatnya itu.
"Mwo? Penyakit jantung? Mengapa kau tak pernah cerita padaku, Minie?" respons Kibum kaget.
"Sebenarnya aku tidak pernah mau ada yang tahu tentang penyakitku ini. Tapi aku sungguh tersiksa dengan ini semua. Aku meminta Kyuhyun untuk membuang jauh-jauh rasa cintanya itu. Dan aku juga berkata padanya kalau aku akan menjauhinya… Tapi dia menolak, Bummie… Hiks… Dan itu malah membuatku semakin merasa tersiksa… Hiks…" Jelas Sungmin panjang lebar.
"Min… Dengarlah aku… Untuk kali ini, tolong. Jangan kau perdulikan penyakitmu ini… Paling tidak kau bisa merasakan rasanya mempunyai kekasih. Bukankah sejak dulu kau belum pernah merasakan indahnya berpacaran? Hsssh... Uljimma..." ujar Kibum dengan menghapus air mata sahabatnya itu lalu memeluk sahabatnya lagi.
Sungmin mengangguk. "Beberapa hari lagi Kyuhyun akan pindah ke Amerika. Dia menerima beasiswa yang diberikan Zhoumi seon.." ucap Sungmin masih dengan menangis.
Kibum menepuk pelan bahu sahabatnya ini. "Aku tau, kau bisa melewati ini semua. Lakukan apa yang hatimu ingin lakukan!" perintah Kibum. Lalu Kibum meninggalkan Sungmin sendiri. Ia membiarkan sahabatnya menangis. Bukan maksud Kibum untuk berlaku tak peduli dengan Sungmin, tapi Kibum tahu Sungmin memang butuh waktu sendiri. Sendiri untuk memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya.
Sungmin menangis sendiri di kamarnya. Kibum sudah pulang semenjak beberapa menit yang lalu. Ia mencari-cari apa yang ia inginkan dari hatinya. Lakukan apa yang hatimu ingin lakukan. Kata-kata itu yang teringat jelas oleh Sungmin.
TBC nggak nih?
Gamsahamnida udah baca, ne? Kasih reviews atau kritik ya, biar lebih semangat nulis. Sepertinya tinggal satu atau enggak dua chapter lagi nih. Ucapin, "Minrin hwating doong!" kkkk~
Okedeeeee, trimakasih ya buat Miss Key, lia, , ChoLee, lyasibum, kyuminring, risma, dan fymuthia. Thanks reviewsnya^^
Mian, kalo ceritanya nggak memuaskan v._.v
Oh iya, author boleh nggak curhat sedikit nih? Author lagi galau to the max, to the moon, to the sky nih! (alay)
Besok itu hari ulang tahun author *kya* author pengen banget diucapin sama gebetan author kkk~ tapi rasanya enggak bakal deh. Abisnya kemaren waktu dia ulang tahun, author juga nggak ucapin dia^^
Dan lagi, dia itu namja yang cukup cuek. Jadi ya, susah aja kalo pengen diucapin sama namja itu. Dan, parahnya lagi, sepertinya dia mulai suka sama perempuan lain, kabarnya sih begitu. Uh, rasanya bikin patah hati banget kalo denger berita itu.
Tapi nggak apa-apa lah, toh juga author masih kecil juga kan._.v jadi belum cukup umur aja, kalo udah ngurusin cinta-cintaan (padahal hampir semua ff tentang cinta-cintaan-_-v)
Baiklah. Sekian dari author. Reviewsnya yeee?^^
