Between You And Him

CAST : EXO MEMBER

Copyright © 2014 ladywufan

Chaptered | G | Romance, School Life | Word Count: 1.952

Desclaimer : I own nothing but plot

.

.

.

.

Chapter 3

Bicara mengenai Kris...

Bagaimana kabar anak itu sekarang? Sudah dua bulan sejak Luhan terakhir bertemu dengannya.

Sudah dua bulan juga sejak perpisahan mereka.

Rasanya Luhan ingin mencekik Sehun saja. Padahal sudah cukup lama Luhan tidak mengingat-ingat Kris. Gara-gara Sehun, Luhan jadi teringat Kris lagi. Tapi sebenarnya, Sehun juga tidak bisa disalahkan. Anak itu, kan, tidak tahu apa-apa.

"Lu, tidak ada yang bernama Kris dikelas ini. Kau memanggil siapa?" Taemin menyikut Luhan karena Luhan telah memanggil nama Kris secara tidak sengaja. Dasar Luhan bodoh.

"Hmm? Aku tidak memanggil siapa-siapa. Hanya teringat fanfiction yang kubaca kemarin." Jawab Luhan berusaha mnegalihkan pembicaraan. Dan dengan ini ketiga temannya memutar bola mata mereka dengan malas.

Typical Luhan, pikir mereka.

Luhan hanya tersenyum simpul dan menoleh kearah Sehun yang masih meminum susu pisangnya dengan tenang. Mata rusa Luhan beralih lagi kearah Kyungsoo dan Kai yang sepertinya sedang berdebat, lalu kearah Baekhyun dan Yixing yang sedang mengobrol, dan sekelompok anak yang sedang mengobrol didepan kelas. Lagi-lagi matanya menangkap sosok Oh Sehun. Yang kini sedang menatap balik kearahnya.

.

DEG

.

"Aku tidak suka padanya." Ucap Luhan perlahan.

Oke, Luhan memang berpikir kalau Sehun cukup tampan, tetapi Luhan bukan tipe orang yang bisa jatuh hati pada seseorang hanya karena wajah mereka tampan. Sungguh.

Percayalah kalau Luhan tidak menyukai Sehun. Itu membuat Luhan merasa lebih baik.

.

.

{o}

.

.

Genap sudah dua bulan Luhan bersekolah di Seoul High. Bisa dikatakan semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Ia sudah terbiasa dengan teman-temanya dan kelakuan aneh mereka, kecuali Sehun.

Oh Sehun dan betapa miripnya dia dengan Kris Wu.

Oh, mereka tidak mirip secara fisik, jika itu yang kau pikirkan. Walaupun mereka sama-sama bermata tajam dan berwajah... tidak ramah. Terlepas dari itu, sifat merekalah yang mirip.

Mulai dari susu rasa pisang, anime favorit yang sama, suka bermain gitar walaupun tidak bisa menyanyi, hobi keduanya mengoleksi topi, brand baju favorit (yap, Sehun dan Luhan sudah sedekat itu untuk membicatakan hal-hal yang cukup personal, terlepas dari fakta kalau mereka baru berkenalan dua bulan yang lalu) sampai cara berjalan.

Semua kesamaan itu membuat Luhan tidak ingin melihat atau bahkan mengenal Sehun.

Sayangnya Luhan masih saja kukuh kalau ia tidak menyukai Sehun. Dan kenyataan mereka semakin dekat seiring berjalannya waktu tidak membuat Luhan menyadarinya juga. Ia hanya berpikir, Karena kami sekelas. Kami harus akur satu sama lain. Dasar anak bodoh.

Hari ini Gayoon tidak masuk. Padahal biasanya Luhan pulang dengan Gayoon. Ini berarti Luhan harus pulang sendirian. Bukannya ia takut atau apa, tetapi karena Luhan cerewet, rasanya tidak enak kalau kau tidak punya teman mengobrol sepanjang perjalanan. Sebenarnya ada anak bermata sipit bernama Byun Baekhyun di kelasnya yang juga menaiki bus dengan tujuan yang sama dengan Luhan. Tetapi beberapa hari yang lalu saat mereka bertemu di bus dan Luhan mencoba menyapa Baekhyun, anak itu malah bertanya, "Kau siapa ya?" dengan wajah datar, yang seketika membuat Luhan agak badmood.

Luhan sedang linglung mencari teman pulang (dia tidak begitu kenal dengan semua anak kelasnya, demi tuhan) dan memutuskan untuk menyanyai mereka satu persatu. Tetapi sialnya, tidak ada yang searah dengannya selain Gayoon dan Baekhyun (yang sudah pulang duluan, syukurlah). Saat ia sudah mulai melangkah keluar kelas sendirian, ia melihat ada seseorang berdiri didepannya, Tao.

"Luhan? Kau pulang sendiri?" Tanya Tao.

"Iya. Gayoon sedang sakit."

"Baekhyun?" Usul Tao.

Luhan menahan diri untuk tidak memutar bola matanya karena Tao baru saja menyebutkan nama Byun Baekhyun. "Aku tidak dekat dengannya, Zitao. Lagipula ia sudah pulang duluan."

Luhan baru saja ingin melanjutkan berjalan dan meninggalkan Tao sendiri ketika Sehun datang entah darimana. Pantas saja tadi Luhan tidak melihatnya dikelas.

"Hey, Lu. Pulang sendiri?" Tanya pria itu. Luhan rasanya ingin berteriak karena semua orang menanyai hal yang sama berulang-ulang dan ia mulai bosan menjawab. Tetapi ia memutuskan untuk menjadi anak yang baik dan ramah seperti yang selalu ibunya didik dan menjawab, "Iya."

"Kau naik bus yang mana?"

"Jeongja." Jawab Luhan singkat.

"KENAPA TIDAK BILANG DARI AWAL, LUHAN?" Ujar Sehun dengan suara menggelegar. Sementara Tao hanya melihat antara Sehun dan Luhan bolak-balik tetapi akhirnya memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua.

"Er... karena kau tidak tanya?" Entah bagaimana pernyataan Luhan justru terdengar seperti pertanyaan.

"Aku selalu pulang sendiri karena aku pikir tidak ada yang kearah Jeongja, dan aku pernah mencoba pulang dengan Baekhyun sekali. Dan aku menyesal. Perjalanan terasa sangaaaaaaaat awkward. Mulai besok kau pulang denganku saja, Lu." Cerocos Sehun saat mereka mulai berjalan keluar sekolah. Sementara Luhan hanya mengangguk karena ia juga pernah merasakan pulang dengan Baekhyun. "Aku juga pernah pulang dengan Baekhyun. Saat kusapa ia malah bertanya siapa aku. Tch."

Dan mereka menghabiskan perjalanan dengan bergosip segala rupa, mulai dari Baekhyun hingga Girls' Generation. Mereka terus mengobrol sampai menjadi tontonan seisi bus karena kehebohan mereka. Tetapi nampaknya mereka tidak sadar akan hal itu karena mereka terus saja melanjutkan obrolan.

"Rumahmu kearah mana?" Tanya Sehun saat mereka turun di Jeongja. "Belok ke kiri. Kau?"

"Aku ke kanan. Kalau gitu sampai jumpa besok, Lu!" Ujar Sehun sambil melambaikan tangannya dan berlari kecil menjauhi Luhan. Luhan membalas lambaian tangan Sehun dan mulai berjalan pulang.

Begitu Sehun menghilang dari pandangan, Luhan mulai merasa sesuatu yang menggelitik perutnya. Mungkin karena ddeokppoki yang kumakan saat istirahat tadi terlalu pedas. Pikirnya.

.

.

{o}

.

.

"HAI SEHUN!" Sapa Luhan begitu ia melihat Sehun memasuki kelas dengan wajah malas. Tunggu sebentar, wajah Sehun memang dari sananya begitu, kan?

Yang disapa menoleh kearah Luhan kemudian lanjut berjalan ke mejanya. "Hai, Lu."

"Pinjam ponselmu dong." Luhan menadahkan tangannya. Karena di ponsel Sehun penuh dengan video Girls' Generation yang belum pernah dilihat oleh seorang Lu Han, fanboy yang paling sepuh di fandomnya.

"Ck. Fanboy tidak modal." Cibir Sehun sambil menyodorkan ponselnya kearah tangan Luhan yang terjulur. Luhan yang merasa tersindir menoyor kepala Sehun pelan.

"Sini duduk." Perintah Sehun sambil menepuk bangku kosong disampingnya.

Bel pulang baru saja berbunyi saat mereka duduk-duduk sambil menonton salah satu fancam acara music bank yang berfokus Yoona. Luhan sedang khidmat sampai Sehun mengganggu konsentrasinya.

"Luhan, kau pulang bersamaku kan?" Kata Sehun yang membuat Luhan mendongak dari layar ponsel.

"Memang aku pulang denganmu, kan?" Luhan balik bertanya.

"Anu, kita tetap pulang bersama, tapi nanti saja ya pulangnya?" Rayu Sehun sambil membereskan barang-barangnya. Sementara Luhan menonton lagi dengan santai, ia sudah membereskan barang-barangnya dari tadi.

"Kenapa?"

"Aku ada acara dengan teman-teman lamaku, kami akan ke restoran yang baru buka didekat stasiun Jeongja, Lu."

"Lalu kenapa aku harus menungguimu?" Tanya Luhan sambil menaikkan sebelah alis.

Sehun menggaruk tengkuknya sambil tersenyum canggung, "Aku tidak mau kesana sendiri. Bagaimana kalau kau ikut saja, kuperkenalkan dengan teman-temanku, ya?"

Luhan mendengus, "Nope."

"Lu, ayolah?" Sehun meraih dan menggoyang-goyangkan lengan Luhan.

"Aku malas."

"Ayolah, aku kan temanmu?"

"Ugh, baiklah aku akan menungguimu, tetapi aku tidak mau ikut."

"Yes! Kau yang terbaik, Lu!"

"Tapi, semua ini tidak gratis, Oh Sehun." Kata Luhan sambil menyilangkan lengan didepan dada.

"Yayaya, kau mau apa?"

Apa ya? Pikir Luhan. Kemudian ia ingat minuman berwarna-warmi dengan bubble yang dibeli Tao beberapa hari yang lalu. "Bubble Tea. Aku belum pernah mencobanya."

"Aku juga belum, kalau begitu nanti kubelikan."

"Nanti?"

"Hmm, saat kita mau pulang."

Luhan hanya mendengus sambil melihat ke sekeliling kelas yang sudah agak kosong. Tetapi masih ada Tao, Ryeowook, Kyungsoo, Yesung, Taemin dan Sulli. Kalau mau mendekati Kyungsoo, ah... Luhan masih merasa canggung mengobrol dengan Kyungsoo. Luhan sedang menimbang-nimbang apakah sebaiknya ia ikut mengobrol dengan Tao dan Jungkook ketika sebuah suara memanggil namanya,

"Luhan!"

Luhan menengok kearah si pemanggil dan menemukan Taemin sedang melambai kearahnya. Sulli sedang duduk manis dengan Taemin. Luhan memutuskan untuk menghampiri mereka berdua. "Hai, Sul, Taem, tadi kau langsung menghilang ketika bel berbunyi tetapi tampaknya kau belum pulang, eoh?"

Taemin hanya menyeringai, "Panggilan alam, Lu." Luhan hanya memutar bola matanya. Temannya yang satu ini memang agak beser, sepertinya. Luhan kemudian berpaling kearah Sulli. "Kau belum pulang?"

"Aku ada les limabelas menit lagi, dan tempatnya didekat sini. Buang waktu kalau harus pulang kerumah dulu." Kata Sulli. "Kau sendiri kenapa belum pulang?"

"Sehun." Jawab Luhan singkat.

"Kenapa lagi dengan Sehun?" Kali ini Taemin yang bertanya dengan wajah yang jahil. Dan demi tuhan Luhan ingin sekali merobek mulut temannya itu karena cengiran menyebalkan yang terpasang diwajahnya saat ini.

"Dia ada acara nanti, dan dia tidak ingin pulang sendirian, jadi aku tetap menemaninya." Jawab Luhan malas. Sementara Taemin sedang menggoyang-goyangkan kedua alisnya. "Oh, betapa teman yang baik."

Luhan mengibas-ngibaskan tangannya diudara, "Aku memang baik, Taem."

Sulli melihat Taemin dan Luhan bergantian. Gadis ini merasa kalau ia tidak mengetahui sesuatu tetapi karena Sulli adalah gadis baik yang tidak mau ikut campur urusan orang lain, ia hanya mengangkat bahunya tak perduli. Luhan sedang mengalihkan pembicaraan tentang tugas yang diberikan guru biologi mereka untuk membuat replika virus ketika akhirnya Sehun memanggilnya. "Luhan, Sini. Kau ngapain jauh-jauh disana?"

"Heh?"

"Sana, Lu. Kau sudah dipanggil. Sulli, jajan yuk?" Ajak Taemin ke Sulli yang bingung. Taemin lalu menggandeng tangan Sulli dan menyeret gadis itu ke kantin. Luhan tidak punya pilihan. Jadi ia menghampiri Sehun yang sedang mengobrol dengan Kyungsoo. Luhan sebenarnya masih tidak enak mengobrol dengan Kyungsoo, tapi mau bagaimana lagi. Ia duduk di samping Sehun dan tersenyum kearah Kyungsoo yang membalasnya dengan senyuman berbentuk hati.

"Lu, pinjam ponsel dong." Inilah sapaan Sehun begitu Luhan duduk disampingnya

"Buat apa?"

"Kuota-ku habis. Aku mau menanyai temanku tentang acara nanti sore." Luhan hanya mendelik kearah Sehun sambil menggumam 'dasar kere' tetapi tetap menyodorkan ponselnya ke Sehun.

Sehun sibuk bermain dengan ponsel Luhan dan secara tidak sadar membuat Luhan dan Kyungsoo menjadi canggung.

"Hei, Soo. Lihat, Tao dan Yesung sibuk berpacaran sampai tidak sadar kalau dari tadi mereka jadi bahan Omongannya Ryeowook dan Amy." Luhan berinisiatif untuk membuka suara. Dan ternyata Kyungsoo menanggapi.

"Heh? Sejak kapan Amy disini?" Sahut Kyungsoo bingung. Karena sejak tadi ia tidak melihat gadis montok itu.

"Entah, sepertinya dia baru datang dari kantin." Asumsi Luhan karena di tangan Amy terdapat sepiring takoyaki dan sebotol minuman bersoda. Yesung mulai memetik gitarnya dan membuat Zitao merona. Dan hal ini membuat Kyungsoo dan Luhan makin gencar bergosip sampai akhirnya dua sejoli itu menyadarinya. "HEH! Kalian ngapain?" Sembur Zitao dengan galak. Kyungsoo dan Luhan bertukar pandang lalu terkekeh hina.

"Sini. Daripada mengobrol tidak jelas, lebih baik kalian ikut bernyanyi. Mau lagu apa?" Saran Yesung. Kyungsoo dan Luhan lantas beranjak mengarah kesana dan meninggalkan Sehun sendirian. Zitao juga memanggil Ryeowook dan Amy untuk bergabung. Taemin dan Sulli juga yang baru tiba dari kantin juga memutuskan untuk ikut bernyanyi. Walau akhirnya Sulli pamit pulang lebih dulu karena dia ada les, sore itu mereka habiskan dengan bernyayi bermacam lagu sampai tenggorokan mereka sakit. Sehun? Dari tadi ia belum beranjak dari tempat duduknya lengkap dengan ponsel Luhan ditangannya.

"Luhan. Ayo pulang." Panggil Sehun kearah Luhan yang sedang mengobrol dengan Zitao dan Kyungsoo.

"Woo, partypooper." Sungut Zitao. Sehun hanya mendelik. "Lagipula, kalian ngapain sih disekolah sampai sore begini?"

"Kami iseng. Kau sendiri ngapain?" Balas Yesung. Sehun hanya merengut lalu menarik Luhan. "Ayo pulang."

Luhan lalu berpamitan dengan semua temannya. Kecuali Kyungsoo karena Kyungsoo bilang dia ingin pulang juga. Mereka bertiga keluar dari gerbang sekolah sambil mengobrol ringan sampai Luhan menyadari sesuatu.

"Sehun, Bubble Tea!" Luhan menarik lengan Sehun kearah stand Bubble Tea tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang. "Kyung, kau mau Bubble Tea?"

"Tidak, tapi aku akan menemani kalian membeli Bubble Tea. Daripada harus berjalan sendirian." Kyungsoo mengangkat bahu. Luhan memesan satu buah Taro Bubble Tea yang kemudian dibayar oleh Sehun.

"Terimakasih, Sehun. Ternyata kau baik juga, ya." Luhan tersenyum kearah Sehun lalu kembali meminum Bubble Tea-nya. Enak.

"Siapa bilang? Sini Bubble Tea-mu." Sahut Sehun lalu merebut minuman Luhan. Luhan mengerjapkan matanya karena bingung, kemudian matanya makin membesar ketika menyadari Sehun meminum Bubble Tea-nya. Dari sedotan yang sama. Sehun meminumnya setengah, lalu mengembalikan cup bergambar itu ke Luhan.

"Lumayan juga," Gumamnya sambil mengunyah bola-bola tapioka. Sementara Luhan masih mengerjapkan matanya dengan bodoh. Dadanya begemuruh kencang dan pipinya menghangat. Yang tadi itu namanya Indirect Kiss, kan?

.

.

.

.

To Be Continued

.

.

A/N :

Halo... ada yang inget sama FF ini? HAHAHA iya FF ini emang udah lama terbengkalai dan emang datar banget ceritanya. Emang ini bukan cerita yang banyak konflik kok, tapi cerita Luhan dan perasaannya yang gak jelas ke Oh Sehun. HEHE.

Errr... segini aja kaliya? Yaudah. See you in the next chapter^^

Ohiya, feedback ya... ada kesalahan dimananya biar bisa diperbaiki =D