Author's note:
Halo minna-san, sakura delight , sebelumnya aku minta maaf ya...author bodoh ini tidak sadar banyak baru sadar saat ada yang me review,sungguh aku ga sudah ku cek...T.T hiks...maafkan kebodohanku ini ya...aku berterima kasih pada kalian semua yang sudah mau membaca cerita gj ini dan bagi yang me review, i love you so much! . anyway, please enjoy the story~ 3
Heart Of Possibility
Hari ini aku akan menjalankan sebuah misi bersama mengatakan,telah terdeteksi pergerakan dari Tokyo faction,oleh karena itu hari ini kami berangkat untuk melenyapkan aku tidak ingin melawan ini sudah menjadi kewajibanku…Sejujurnya,aku tidak mau sejujurnya aku tidak setuju dengan ideologinya Yamato,tapi aku melakukan ini karena aku punya alasan!
Kami menaiki mobil hitam berlogo JP's menuju lokasi perjalanan,Yamato sibuk dengan ini benar-benar workaholic…Fumi tertidur Keita hanya menatap jendela dengan Makoto sedang mengemudi tentunya…Aku sendiri hanya menatap laptop Yamato dengan bosan…Di saat genting seperti ini bisa-bisanya ia santai mengerjakan tugasnya…Aku sendiri berusaha menenangkan diri,dan menyusun kalimat yang pas untuk diucapkan ke sahabatku nanti.
"Kita sudah sampai chief."ujar Makoto sambil menghentikan mengangguk lalu menutup laptopnya dan turun.
"Tidak ada Daichi dan teman-temannya…"Kata Keita dengan bosan.
"Jelas saja pasti sembunyi di suatu tempat."
"Apa?Bodoh?Dasar kau-"
" pergi kearah sana." berjalan menuju jalan raya yang cukup lebar dan terdapat mobil-mobil yang sudah tidak berfungsi kami disambut oleh sahabatku dan beberapa orang lainnya.
"Yo…Hibiki…"sapa Daichi dengan gugup.
"Daichi…"
"Jadi itu benar ya…kau dengan mengecewakan akhirnya begini."
"…"
"Kenapa Hibiki?Kenapa?!apa kau setuju dengan pendapat monster itu?"teriak Hinako yang baru datang dari belakang bersama Jungo.
" tidak mau melawanmu…Saat kita baru ketemu di Nagoya,Jungo pikir kau berubah…"kata Jungo.
"Diamlah!aku akan menghajarmu hari ini!"sentak Keita geram.
"Sudah selesaikan semua ini di tempat ini!"Kami masing-masing mengambil formasi,lalu tiba-tiba terjadi gempa bumi yang tepat di belakang kami semua munculah Dewa Shiva yang pernah dipanggil oleh Hinako dengan tariannya.
"Aku akan membantumu,tenanglah."
"Oh bagus!Shiva di pihak kita!"ujar Hinako dengan penuh maju beberapa langkah lalu mensummon Satan.
"Biarkan aku menghadapi urus yang lainnya."kami mengangguk lama kemudian,terdapat aura aneh dari tubuh yang keluar darinya sama seperti energi saat ia meminjam kekuatan Lugh.
"Ya…dengan kekuatan ini…kita tak perlu takut !Semuanya,ayo bangkit!"Tubuh Io melayang di udara dan ia mengangkat tombaknya ke terdapat energi yang turun pada anggota yang tidak akan mudah...Tak kusangka Io akan melakukan hal seperti itu…Tapi aku tidak akan kalah disini!Dengan bantuan Metatron,aku pasti tak terkalahkan!Aku memanggil Metatron dari ponselku dan maju menerjang Daichi.
"Maaf ya Daichi."
"Ugh…Hibiki…baiklah!ayo!"Daichi memanggil Black frost menyerangku dengan ice itu tidak dapat merobohkanku tentunya.
Flash Flash Flash Flash
Dengan sekali serang,robohlah Black tertunduk lesu meratapi berkali-kali mengucapkan kata "sialan"
Di sisi lain,Makoto sedang sibuk menghadapi Fumi menghadapi Io dan Keita,ia menghadapi tempat Yamato,sepertinya terjadi pertarungan saja…karena ia melawan seorang …kekuatannya Yamato juga bisa dibilang setingkat dewa juga ini seperti pertarungan antara 2 ini kurekam lalu kujadikan anime mungkin bisa terkenal ya…Agh!Bicara apaan aku ini,aku sedang di tengah pertarungan!Aku belum selesai!Aku membalikkan badanku dan menatap orang-orang yang suka rela membantu Daichi.
"Jadi,bagaimana dengan kalian?Ketua kalian telah gugur."
"D-dia kuat sekali!kita harus kabur!"teriak pengecut…Yah…teman-temanku aku harus menunggu…
…
Akhirnya mereka semua gugur pertarungan yang sengit,serasa aku sedang menonton film action yang ,seharusnya aku membawa pop corn jelas di wajah Daichi dan teman-temannya kekecewaan yang amat maju dan memegang pundak sahabatku.
"Daichi…"
"Hibiki,aku kalah ya…"katanya sambil tertawa hambar."Ah…seharusnya aku tahu aku tak mungkin bisa mengalahkanmu…Dari dulu,hingga saat ini…"
"Tidak,itu tidak itu hebat!Apa kau tidak sadar perkembangan yang kau alami?Kau itu hebat!Aku bangga punya sahabat sepertimu."
"Hibiki…"
"Oleh karena itu,aku akan membutuhkan kau meminjamkan kekuatanmu?"Tanyaku lalu aku menatap Hinako,Jungo dan Io."Kalian pula,apakah kalian bersedia meminjamkan kekuatan kalian?Untuk masa depan yang lebih baik."
Sejenak mereka ragu-ragu tapi akhirnya mereka setuju dan sungguh lega tidak perlu terpisah dari sahabatku lagi…
~Di Diet building~
Aku berjalan ke kamarku untuk melepas …hari ini aku mengalami banyak peristiwa yang menguras mental dan ingin bisa segera tidur di- hm?aku melihat sebuah pemandangan sedang tertidur di meja kerjanya!Oh!Ini harus difoto!Aku mengeluarkan ponselku dan memfoto wajah imut dan polosnya itu.
Sebenarnya tidak teralu mengejutkan sih mendapati Yamato tertidur di tempat kantornya ini kan ini adalah …apa sih yang dikerjakannya sampai ia tertidur begitu…hmm…"Initial report on septentrion battle…Recovering and analyzing remnants from target and crystalline structure…ergo power source unknown…wave function overlap and elemental particles…"Uh…bahasa inggrisnya sungguh tingkat atas…
Tapi ini memang kesempatan langka ya,mendapati pacarku ini tertidur tidak dapat menahan diriku lalu menyentuh …aku ingin berteriak "KAWAII" ini bagaikan kucing yang tertidur pulas di pangkuan …rasanya hanya memegang pipinya itu tidak cukup…aku ingin…
"Ng…Hibiki?sedang apa kau?"GAAAHH!YAMATO TERBANGUN!Aku segera menjauh sejauh mungkin darinya.
"Uh…kenapa kau jauh sekali?"
"Ahahahahahahahahaha…tidak apa-apa sir!"Yamato semakin bingung,ia bangkit berdiri dan berjalan mendekatiku.
"Sungguh?kau aneh sekali hari ini."Tak lama kemudian muncul sebuah senyuman licik di wajahnya."Ooh…apa mungkin kau mengagumi wajahku ini saat tidur?kau mesum ya Hibiki."
"WHAT?!T-Tidak dasar idiot!"
"Sungguh?"
"IYA!Sudah cukup!aku mau ke kamarku!"Aku meninggalkan Yamato dengan menahan rasa sebelum aku berhasil keluar,ia menarik tanganku dan menciumku.
"H-Hei apa-apaan ini?"Yamato hanya tersenyum.
"Hm?kupikir tadi kau ingin menciumku waktu tidur."Akh!D-dia bisa membaca pikiranku!Aku segera berlari keluar diiringi tawa dari ….
