Aku kembali loooh~

Mianhae karena aku terlambat update.

Dan sebagai permintaan maaf aku buat chap ini pajang banget loh~

Dan dichap ini aku bongkar siapa wanita yang Jimin cintai a.k.a simpanannya Jimin kkk~

Hmm sekalian aku kasih bonus terungkapnya alasan Jimin bisa jadi bad boy gitu hahaha~

.

.

.

Aku balesin review dulu deh yah~.

.

.

.

Riska971

Hehe maaf yah gabisa update kilat.

Tapi tenang aku buat chap ini panjang.

Jangan lupa review lagi yah! : )

Moga ga bosan okeeee.

Michaelchildhood

Ini sudah lanjut yaaah~

Iya dia gitu jahat keJungkook.

Tapi ada alasannya kok : )

Hehe mirisnya ke aku aja gimana? Kkk~

Iya aku akan semangat.

Jangan lupa review lagi yah! : )

Moga ga bosan sama ff chap ini karena panjang.

MinJiSu

So tahu kamu so tahu kkk~

Hmm gimana yah?

Ini MinYoon bukan yah?

Baca aja deh yah chap ini.

Hm Binhwan yah? Yasudah aku pikir kan lagi.

Berarti aku harus rombak sedikit kalo gitu.

Sudah lanjut de. Jangan tendang brondong aku dong de *peluk Jungkook*

Oke sudah mari dibaca! : )

"Annyeoooong~" perkataan Jimin terhenti karena terkejut melihat dua orang yang sedang berciuman mesra dan saling memagut satu sama lainnya.

.

.

.

.

.

Sudah hampir 5menit lamanya Jimin terdiam mematung. Ia menahan rasa takutnya, keterkejutannya dan yang paling besar adalah cemburunya. Cukup sudah Jimin merasa sesak didadanya. Merasa seperti kejadiaan yang sedang ia alaminya seakan terulang dengan jahat dikehidupannya.

Mungkin berbedanya dulu ia melihat secara langsung istrinya bercumbu dengan panasnya dengan pria lain yang jelas-jelas adalah sahabat baiknya sejak kecil. Dan sekarang wanita yang sangat ia cintai melebihi cintanya pada Jungkook istrinya sendiri sedang bercumbu dengan pria yang sama.

"Ekhheeeem,,," deham Jimin tak suka.

"O-oh Jimin kau sudah datang? Mianhae aku tidak tau kau sudah sampai" wanita cantik yang sangat Jimin cintai itu mengeluarkan suara terkejutnya dan segera mendorong pria yang tak lain adalah kekasihnya selain Jimin.

"YAK! Kau sangat mengganggu Jim." Ucap Taehyung yang segera bangun dari keterjungkalan nya kebawah kursi karena didorong oleh wanita cantik yang tak lain adalah kekasih cantiknya.

"Ah, mian jika aku mengganggu urusan kalian. Lebih baik aku pergi sekarang" tutur Jimin yang terlihat sangat jelas menahan amarah dan rasa cemburunya.

"YAK! Kau sudah sampai sini dan kau mau pergi begitu saja? Noona bisakah kau ambilkan Jimin minum. Dia pasti haus sekarang" titah Taehyung yang segera menghadiahi kecupan mesra dikening kekasih cantiknya.

Dan tanpa disadari Taehyung, ia sudah memancing segala rasa amarah dan kecemburuan Jimin yang sedang mengepalkan tangannya. Entah siapa yang jahat sekarang, Jimin atau Taehyung. Dulu mungkin Jimin akan diam saja jika melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita yang ia cintai dicumbu dengan panas bahakan disentuh dan digagahi. Tapi kali ini ia benar-benar tidak ingin melihatnya sama sekali.

"I-iya Jim, akan ku buatkan kau minum, duduk lah dulu bersama Tae." Suara lembut wanita yang sangat Jimin senangi itu akhirnya terdengar juga. Karena bagaimana pun wanita cantiknya sangat mengerti dengan keadaan canggung seperti ini.

"Tidak noona, biar aku bantu kau membuat minum untukku. Biarkan sisenyum kotak menyebalkan ini sendiri disini" tanpa mau mendengar protes dari Taehyung ia segera berlari kedapur.

Hingga sesampainya Jimin didapur dengan sigapnya Jimin menarik tubuh mungil kesayangannya kedalam pelukan hangatnya. Cukup sudah ia menahan amarah dan kecemburuannya. Tanpa ia sadari wanita yang berada dipelukannya tertegun dan diam-diam merasakan kehangatan yang sangat diidamkannya. Berbeda dengan pelukan atau ciuman Taehyung yang hanya membuatnya takut dan berjaga-jaga. Berada dipelukan Jimin sangat hangat, nyaman dan bahagia itu yang dirasakannya. Dan tidak mau menyia-nyiakan waktu ia balas memeluk Jimin dengan erat.

Beberapa detik setalah Jimin merasa jika pelukannya mendapatkan respon ia segera menjauhkan kepalanya dari ceruk wanita tercintanya dan mendekatkan wajah mereka berdua. Tanpa aba-aba Jimin segera meraup bibir mungil kesukannya –selain bibir Jungkook tentunya- dan melumat bibir itu seperti ingin menghapus jejak bibir Taehyung. Tidak lama memang tetapi Jimin merasa cukup. Ia segera melepaskan bibir mungil itu dan menjauhkan tubuh mereka. Lalu tersenyum dan segera mengambil alih pekerjaanya wanitanya yang tertunda.

.

.

.

.

Ditempat lain, Taehyung hanya dapat tersenyum pahit melihat rasa nyaman diraut wajah kekasihnya saat Jimin melumat bibir mungil wanita pujaan pengganti Jungkook. Melihat bagaimana Jimin tersenyum pada kekasihnya. Taehyung hanya merasa sedih sekaligus senang.

Karena pada akhirnya Jimin menemukan wanita yang benar-benar dicintainya dengan tulus. Bukan rasa cinta sesaat yang Jimin berikan pada Jungkook. Jika diingat-ingat ini semua bukan salah Jimin seluruhnya. Karena bagaimana pun dirinya sendirilah yang menyebabkan Jimin seperti itu.

Melihat pergerakan Jimin dan kekasihnya akan kembali keruang tamu. Taehyung pun segera berlari kearah ruang tamu appartement kekasihnya dan berpura-pura sedang menonton tv. Jimin tersenyum padanya. Sadar dengan raut wajah bahagia sahabat bodohnya, Taehyung yakin kekasihnya lah yang merubah Jimin seperti sahbat bodohnya sebelum dijodohkan dengan Jungkook. Jimin yang mudah tersenyum. Jimin yang selalu terlihat bahagia dan Jimin yang selalu riang.

"Kenapa kalian lama sekali? Dan, ada apa denganmu Jim? Sepertinya kau terlihat bahagia sekali?" dengan kepura-puraannya Taehyung memasang wajah "tidak tau apa-apanya" dan bertanya sesuatu yang membuat Jimin dan wanita satu-satunya disana terlihat salah tingkah dan sedikit gugup –ini untuk siwanita-.

"Apa pedulimu Tae? Kemana saja kau baru kembali keKorea setelah berbulan-bulan hijrah ke Jepang?" bukannya menjawab Jimin malah bertanya balik pada Taehyung.

"Kau bisa bertanya pada kekasihku, kemana saja aku. Iya kan sayang?" ucap Taehyung yang sedikit menggoda kekasihnya dan merangkul mesra tubuh mungil favorit sahabat bodohnya.

"Heung, aku bertanya padamu bodoh! Kenapa kau malah melemparkan pertanyaannya pada Yoongi noona?" Jimin mendeath glare Taehyung.

"Sudah,, sudah! Kalian selalu saja seperti ini jika bertemu. Padahal kalian baru bertemu!" ucap Yoongi dengan sedikit memukul kepala Taehyung dan Jimin.

"YAK! NOONA! Kenapa kau memukul kepalaku?" rengek Jimin dengan suara manjanya.

"YAK! Jimin jangan sekali-kali kau bermanja pada kekasihku. Meskipun aku meminjamkan Yoongi noona untuk berpura-pura menjadi kekasihmu untuk memanas-manasi Jungkook. Dia bukan berarti aku memberikannya padamu" canda Taehyung. yang tanpa ia sadari Jimin dan Yoongi melirik penuh arti satu sama lainnya.

'mian Taehyung-ah, kau memang tidak memberikan Yoongi noona kepadaku. Tetapi aku merebutnya secara diam-diam' batin Jimin

'mianhae Taehyungie aku dengan tidak tau dirinya memberikan tubuhku untuknya dengan tulus bukan kepura-puraan' batin Suga.

Taehyung yang menyadari keterdiaman dua orang didekatnya pun tersenyum penuh arti. Bagaimana pun ia tidak bodoh menyadari raut wajah menyesal dikeduanya. Taehyung memang sengaja mengatakan itu. Untuk memastikan apakah Jimin dan Yoongi tidak memiliki rasa bersalah padanya.

Dan jika benar memang begitu, ia tidak akan rela melepaskan cintanya untuk kedua kalinya untuk Jimin. Tetapi sekarang ia sadar bahwa ini lah saatnya Taehyung melepaskan cintanya pada Jimin secara ikhlas tanpa ada maksud lain seperti diam-diam menemui cintanya dan bercinta dibelakang Jimin seperti yang ia lakukan bersama Jungkook.

"Hahaha, aku hanya bercanda Jim! Bagaimana hubunganmu dengan Kookie? Kurasa ia sudah merasa cemburu dan kehilanganmu Jim." Ucap Taehyung yang dengan santainya menekan kan nama Kookie.

"Ya, seperti yang kau katakan Tae. Ia mulai merasa kehilangan ku. Tapi sepertinya ia masih menyimpan perasaannya padamu lebih besar dari perasaannya padaku. Dan Tae, mungkin saatnya aku akan melepaskannya dan menyerah" terdengar sekali suara Jimin yang cukup yakin dengan kata-katanya. Yang membuat Taehyung sedikit tersenyum. Bukan karena akhirnya ia bisa kembali merebut Jungkooknya. Tetapi karena Jimin yang menyadari perasaannya pada Jungkook hanya sementara dan tidak setulus cintanya pada Yoongi.

"Apa kau yakin Jim? Kau tau kan jika saat kau melepas dan menyerah berarti pada saat itu lah aku akan kembali merebutnya dan menjadikannya satu-satunya untukku" ucap Taehyung tegas.

Dan nampak jelas raut wajah Jimin dan Yoongi menegang. Bagaimanapun yang Jimin sangat sadari disini. Taehyung masih memiliki kekasih yaitu Yoongi. Dan tanpa berperasaannya Tahyung sialan membuat Yoongi seakan-akan tak dianggap. Jimin segera melirik Yoongi yang menunduk lemah ditempatnya.

"Ma-maksud mu apa Tae?" tanya Jimin tergagap. Bagaimanapun juga ia sangat terkejut dengan tingkah Taehyung.

"Ya, seperti yang kau tau Jim. Sejak dulu aku sama sekali tidak mencintai Yoongi noona seperti aku mencintai Jungkook mu. Ah, ani maksudku Jungkook KU!" ucap Taehyung dengan menekankan kata "Jungkook KU" dihadapan Jimin dan Yoongi.

Tanpa disadari mereka berdua sadari Yoongi yang sejak tadi menunduk lemah menangis dalam diamnya. Ini sudah kesekian kalinya ia merasa dinomer duakan oleh orang-orang yang ia sayangi. Bukan pertama kali untuknya merasa sesak seperti ini.

Sudah sejak lama sekali lebih tepatnya sejak meninggalnya ibu kandung Yoongi yang tak lama ayahnya menikah dengan ibu tirinya yang tak lain adalah ibu kandung Jungkook yang ditinggal mati suaminya –ayah kandung Jungkook- pada usia Yoongi 9tahun dan Jungkook 6tahun. Sudah lama bukan?

Jimin yang menyadarinya terlebih dulu jika Yoongi menangis. Jiminpun langsung berdiri dari tempatnya dan mendekati Yoongi lalu memeluknya erat. Ia meminta maaf dan menyuruh Yoongi untuk tidak menganggap perkatan Taehyung benar adanya. Karena Jimin amat sangat sadar Taehyung adalah orang pertama yang membuat hari-hari Yoongi berarti setelah kejadian beberapa tahun silam. Ya, Taehyung lah yang membuat Yoongi lebih merasa hidup.

-ini Flashback-

Mereka berdua bertemu dijepang beberapa hari setelah pernikah Jimin dan Jungkook. Karena Taehyung yang merasa bahwa hidupnya tak adil. Ia melarikan diri keJepang dan hampir saja mati. Jika saja bukan Yoongi yang melihatnya sedang bersiap meloncat dari balkon lantai 5 appartementnya. Untung saja saat itu Yoongi sedang melakukan ritual menjemur tubuh pucatnya dan melihatnya.

Dan semenjak saat itu lah keseharian Yoongi yang sangat membosankan ia jalani dengan merawat Taehyung hingga satu setengah tahun kemudian. Dengan lancangnya Taehyung mencium pipi Yoongi dan mengaku bahwa ia adalah pemilik resmi seorang "MIN YOONGI" wanita mungil berparas cantik yang memiliki kulit seputih susu.

Lantas wanita mungil nan cantik itu hanya dapat merona ditempat. Karena alasan utama ia merona adalah, saat Taehyung menciumnya adalah ditempat umum saat Yoongi diganggu para pria tampan Jepang. Alasan kedua karena Yoongi merasa bahwa pada saat itu lah ia merasa dimiliki.

Tetapi kebahagiaan nya tidak bertahan lama. Setelah 3 tahun lebih pernyataan Taehyung yang membuat hatinya bahagia. Ia pun mengetahui bahwa Taehyung adalah mantan kekasih dan cinta pertama dari adik tirinya Jungkook. Dan pada waktu bersamaan itu pula Yoongi mendapatkan sesuatu hantaman yang keras dihatinya. Ia memergoki Taehyung yang sedang berbincang dengan Jungkook melalui Video Call.

Dan saat itu lah Yoongi tahu bahwa malam pertama Jungkook bukan dibagi bersama suaminya Jimin melainkan bersama Taehyung. Karena setelah resepsi pernikahan Jimin dan Jungkook. Jimin harus segera terbang keJerman untuk mengurusi bisnisnya yang tiba-tiba saja kolap. Dan berakhir lah Jungkook yang tidur didalam pelukan Taehyung.

Hingga setelahnya Jungkook meminta Taehyung untuk mengakhiri hubungan mereka. Dan berakhir dengan Taehyung yang pergi keJepang dan Jungkook yang menyusul suaminya keJerman untuk bercinta dengan Jimin. Yang pastinya membuat rencana membuat Jimin mabuk terlebih dahulu pada saat melakukan hubungan. Dan menaruh darah ayam diatas sprei yang mereka pakai saat bercinta semalam.

Semua yang Jungkook lakukan pada Jimin ia ceritakan pada Taehyung pada saat Video Call. Dan pastinya membuat Taehyung geram juga senang. Karena kekasih kelincinya yang manis melakukan itu untuk menutupi kesalahan mereka agar Jimin tidak membenci mereka berdua. Bagaimana pun mereka adalah sahabat sejak kecil. Dan Taehyung tidak mau merusaknya.

Yoongi yang mendengarnya pun terkaget dibuatnya. Dan terpikirlah untuk membalas apa yang Taehyung dan Jungkook lakukan. Dengan menunggu waktu yang tepat. Hingga beberapa tahun kemudian setelah ia merasa muak dengan apa yang Taehyung lakukan bersama Jungkook. Bukan hanya sekedar berhubungan via telefon ataupun chatting hingga Video Call. Hubungan Taehyung dan Jungkook pun semakin menjadi.

Sering kali Taehyung akan kembali ke Korea untuk menemui Jungkook yang ditinggal sendiri karena Jimin pergi bisnis keluar kota atau keluar negeri dengan waktu yang cukup lama. Karena bagi mereka perginya Jimin untuk bisnis itu berarti sangat lama 3hari atau bahkan sampai lebih dari 1 minggu. Dan terhitung 1 tahun sudah Yoongi memendam semuanya sendiri. Kembali menjalani kehidupannya dengan kepura-puraan. Ia memutuskan kembali ke Korea darah kelahirannya setelah hampir 18tahun lamanya ia tinggal dinegara kelahiran ibu kandungnya.

Taehyung yang mendengar bahwa Yoongi akan kembali ke Korea dan menetap disana. Ia pun dengan senang hati membantu dan menemani Yoongi kembali kenegara asli mereka bedua. Dan pastinya tidak membuang-buang kesempatan untuk menjadi lebih dekat dengan Jungkook dan menjalani perselingkuhan mereka.

Hingga setelah sesampainya Yoongi di Korea ia pun bertemu dengan Jimin, dan entah perasaannya saja atau memang sudah takdirnya. Ia merasa memiliki perasaan yang berbeda pada Jimin. Dan merasa bahwa sebenarnya ia merasa nyaman berada didekat Jimin yang saat itu menjemput Yoongi dan Taehyung dibandara.

Dan bagai dapat jackpot, Taehyung mengutarakan permintaan nya pada Yoongi untuk menjadi kekasih simpanan Jimin. Yang pastinya itu semua Jimin dan Taehyung lakukan untuk membuat Jungkook cemburu pada awalnya. Hingga beberapa bulan kemudian, Jimin menelepon Yoongi ketika ia mabuk berat. Karena saat itu Yoongi ditinggal Taehyung pergi keluar kota berbisnis akhirnya dengan tergesah Yoongi pun membawa mobilnya dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang pelan dan memasuki bar yang Jimin katakan saat ia menelepon Yoongi.

Dan berakhirlah mereka diatas ranjang hotel pesanan Jimin. Pada pagi harinya Jimin baru menyadari bahwa malam itu adalah malan dimana Yoongi kehilangan keperawanannya. Dan anehnya kenapa ia malah menghubungi Yoongi? Mungkin sejak itu lah Jimin sadar bahwa Yoongi lah yang ia butuhkan. Jimin juga sebenarnya merasakan cinta pada pandangan pertama pada Yoongi.

Yang akhirnya ia membuat rencana untuk dekat dengan Yoongi. Dan ternyata disetujui oleh Taehyung dengan sangat cepat. Mungkin saat itu Jimin tidak mengetahui apa yang sebenarnya Taehyung lakukan bersama Jungkook. Hingga malam sebelum ia mabuk berat dan berakhir dengan bercinta dengan Yoongi. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Taehyung dan Jungkook berselingkuh dibelakangnya.

Dan mulai saat itu hubungan Jimin dan Yoongi bukan hanya sekedar kekasih pura-pura. Tetapi kekasih sebenarnya yang saling mencintai satu sama lainnya. Akhirnya mereka saling menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Misalnya alasan Yoongi untuk kembali ke Korea dan ingin membalaskan dendamnya pada Jungkook dan Taehyung. Dan kekecewaan Jimin yang mengetahui itu semua semalam.

-ini Flashbacknya udahan-

Taehyung yang menyadari kehangatan yang Jimin berikan didalam pelukannya pada Yoongi dan raut wajah damai dan rasa nyaman yang diperlihatkan Yoongi saat berada didalam pelukan Jimin sekali lagi. Ia pun segera berdiri dan pergi dari appartement Yoongi.

"Maafkan aku,,,,"

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Haeeeeeeeee, aku minta maaf karena lama update dan ngaret parah. Karena banyak hal yang tidak bisa dijelaskan menganggu aku untuk update. Dan disini aku kasih kalian chap yang panjang untuk permintaan maaf. Di chap ini membongkar satu persatu yang aku simpan rapat-rapat *halah lebay*

Dan moga kalian gabosen disini aku masih memfokuskan ke konfliknya Jimin, Taehyung, Yoongi dan Jungkook. Disini ngejelasin alasan-alasan kenapa hubungan mereka rumit banget *serumit tugas-tugas aku* oke maaf aku curhat haha~

Untuk chap depan agak sedikit bahagia mungkin ga segalau semerana chap ini hihi~

Oke sudah dulu, jangan lupa review okeeee~