MY BABY
The Hyun Family Fanfiction
Main cast :
Hyun family
Chanyeol
Moohyun [OC]
BL, Romance, Hurt/comfort, Angst, family
Happy reading ^^
"Taehyung-ah, kenapa kau masih disini? Ini sudah jam pulang" seorang pria dewasa mendatangi Taehyung yang duduk sendirian di dalam kelas. Bel pulang sudah berbunyi 10 menit yang lalu dan semua temannya sudah pulang ke rumah masing-masing.
"ah seongsaenim, eumm... aku sedang memahami pelajaran tadi, materi di Seoul sudah sangat jauh dibanding sekolahku yang lama, aku sedikit kesulitan memahaminya"
Bohong.
Taehyung sangat memahami betul apa yang ia dapatkan dari kelas tadi. Dia menyerap dengan baik penjelasan gurunya.
Dia hanya membuat alasan untuk tinggal.
"ah benarkah? Aku ingin sekali membantumu, tapi aku harus mengoreksi latihan ujian kelas 3"
"anieyo, tidak usah repot-repot, aku bisa mempelajarinya sendiri seongsaenim, eumm bagaimana jika aku datang ke ruangan saem dan belajar lain waktu?"
"tentu saja kau boleh! Aigoo, aku bangga masih ada murid yang begitu tekun sepertimu, aku harus pergi, lanjutkan belajarmu" saem meninggalkan Taehyung kemudian.
Senyuman Taehyung kemudian memudar, dia menatap kosong pada buku paket di depannya. Suasana hatinya sedang sangat kacau sejak pagi tadi. Taehyung tidak akan seterpuruk ini jika ucapan Hana terbukti benarnya.
Dia takut, takut akan keberadaannya yang membuat hati seseorang menjadi terluka. Apalagi jika orang itu adalah seseorang yang ia cintai dan ia miliki satu-satunya di dunia ini. Ayahnya... Jung Daehyun.
Flashback
"dengar, aku akan mengantarmu sampai depan gerbang saja, masalah kepindahanmu sudah diurus pamanku yang menjadi karyawan disana"
Taehyung menatapnya bingung. "apa aku akan masuk sendirian? Aku tidak tahu dimana kelasku"
"Yah! Apa kau bodoh? Tanya kepada satpam atau siswa disana! Kau hanya perlu masuk ke ruang guru dan bertanya kelasmu sendiri!"
Taehyung menundukkan kepalanya mendengar makian Hana. Dia sedikit terluka karena tidak ada seorang pun yang menyebutnya bodoh dari kecil. Hana begitu enteng mengucapkan kata kasar padanya hari ini. Bahkan dialek yang tidak Taehyung mengerti tetap terdengar begitu kasar karena mata Hana seolah keluar dan berapi-api melihatnya.
"cih, kupikir oppa hanya menyuruhku membersihkan rumahnya, tidak tahunya mengurusi bayi sepertimu"
Taehyung menghembuskan nafasnya berat. Sepertinya Seoul memang memiliki banyak orang yang memiliki kepribadian keras.
"apa yang membuat oppa membawamu ke Seoul? kupikir dia begitu benci padamu, aku bahkan tidak melihat satupun fotomu dirumahnya"
DEG
Kumohon Hentikan...
"hatinya yang sedingin kutub itu tidak mungkin kan langsung luluh pada bocah 10 tahun yang membuat dia kehilangan wanita berharganya... cih menyedihkan, dia begitu mencintai istrinya tapi tidak pada anaknya"
Cukup... aku tidak mau mendengarnya
"atau jangan-jangan kau bukan anak mereka?"
"HENTIKAAAAAAAAAAAAAAAAAN!"
Hana terkejut saat Taehyung berteriak begitu keras. Dia mengerem mobilnya dan berhenti di tengah jalan. Suara klakson dari arah belakangnya langsung memekikan telinga.
"YAH! KAU GILA YA?!" Hana mengamuk pada Taehyung. Dia bertambah kesal mendengar dengungan klakson dan teriakan memaki dari mobil lain. Dia membuka jendela sampingnya dan mengeluarkan umpatan pada supir lain.
Taehyung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Tubuhnya bergetar hebat dan menangis dalam diam.
"dasar anak nakal! Aku akan menghukummu nanti!"
Back to present
Taehyung merasakan butiran bening kembali membasahi pipinya.
Tidak, dia tidak boleh menjadi lemah sekarang, dia harus menjadi kuat dan menjadi anak yang berguna, jangan sampai ayahnya kecewa. Taehyung menghapus air matanya kasar, dia akan mencoba membuktikannya pada Daehyun. Setidaknya sampai Daehyun menyebutnya sebagai "anak dari Jung Daehyun"
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Waktu berlalu begitu lambat meski dia berdiri di tempat yang sama dalam 1 jam. Dia mulai merasakan kram Youngjae ingin sekali menginterupsi lamunan seseorang di depannya yang sedang berpikir sangat keras dikursinya yang nyaman.
"Sajangnim, apa kau sudah memutuskan apa yang ingin kau katakan padaku?"
Tidak ada jawaban.
Dia mengepalkan tangannya. Kepalanya mulai berasap karena kemarahan yang sudah meluap. Tanpa memedulikan pangkatnya dia melangkah ke depan pria yang berpangkat tinggi darinya kemudian menarik kerah lehernya kasar.
"YAH JUNG DAEHYUN! KATAKAN APA MASALAHMU!"
Daehyun mengedipkan matanya seolah baru bangun dari kenyataan. Dia mengerutkan kedua alisnya.
"kenapa kau ada disini youngjae?"
Youngjae merasakan mulutnya hampir jatuh karena mendengar pertanyaan polos dari mulut Daehyun.
"apa kau sakit jiwa?" tanya Youngjae tidak percaya.
"kenapa denganmu hah? Ada apa dengan sikap tidak sopanmu ini?" balas Daehyun tajam.
Youngjae melepaskan Daehyun kasar dan memegangi belakang lehernya dengan wajah shock.
"aigoo... aku tidak menyangka gosip tentangmu bisa menjadi nyata meskipun aku berteman denganmu cukup lama"
Daehyun tidak memerdulikan keluhan Youngjae dan kembali teringat tentang peristiwa yang membuatnya berfikir begitu keras.
Dia melihatnya...
Tidak...
Dia mendengarnya dengan jelas...
Suara itu terdengar sangat nyata dan dia yakin itu bukan imajinasinya saja. Pria yang memiliki hubungan tidak baik dengannya. Pria yang begitu memiliki banyak energi dan senyuman yang lebar hingga membuat orang-orang menyukainya... tapi Daehyun tidak...
Park Chanyeol.
Alasan dia tidak menyukai pria yang sangat ramah dan ceria ini adalah...
Dia calon tunangan Choi Moohyun...
kenapa dia bersama model itu?
Kenapa Chanyeol melakukannya?
Kenapa dia terlihat tersenyum lebih 'baik' saat bersama model itu?
Kenapa dia begitu bersikeras mengajukan model itu untuk eventnya?
Daehyun memasang mode berfikirnya, dia menumpukan kedua tangannya diatas meja dan menyatukan jarinya. Menempelkan dagunya pada jarinya. Menutup matanya dan berfikir.
Mungkinkah... dia berselingkuh?
Daehyun terbangun dari lamunannya dan terkejut dengan pikirannya sendiri. Dia tidak pernah berfikir seperti ini. Dia memang selalu meneliti kemungkinan perangai buruk dari Chanyeol. Meskipun sulit menemukannya dari pria yang benar-benar menunjukan perilaku sopan dan kepribadian yang menyenangkan. Bagi seorang pria pemikir seperti Daehyun akan sangat terkejut memikirkan kemungkinan tidak masuk akal ini.
"ha.. HA HA HA HA HA" Daehyun tertawa.
Bukan tawa yang memperlihatkan sisi manusianya namun tawa sinis dan terdengar seperti tawa tokoh jahat. Youngjae yang masih berdiri disana hanya menghembuskan nafas pelan. Dia prihatin dengan emosi yang dimiliki temannya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"tenang saja, kau pasti hanya akan dianggap wanita one-night stand , orang itu akan melupakanmu besoknya"
Kyungsoo menjawab pertanyaan Baekhyun tentang peristiwa di gedung DS tadi.
"aku juga berfikir seperti itu, aku hanya takut jika orang itu orang yang Chanyeol kenal"
Baekhyun mempoutkan bibirnya menanggapi jawaban Kyungsoo sambil menyuci peralatan makan. Kyungsoo sampai di apartemen bersamaan dengan Baekhyun.
"memangnya siapa kenalan Chanyeol disana? Astaga, pacarmu memiliki koneksi luar biasa"
"cih dasar matre" Baekhyun menggumam kecil namun Kyungsoo bisa mendengarnya jelas.
"apa kau mengatai dirimu sendiri Byun Baekhyun?"
Baekhyun tersenyum lebar pada Kyungsoo yang artinya 'tentu saja aku sama sepertimu'.
"CEO DS group mengenalnya, aku takut dia melebih-lebihkan jika memang dia yang memergoki kami saat itu"
Baekhyun tidak mau menceritakan yang sebenarnya pada Kyungsoo kali ini. Kyungsoo hanya tahu jika Baekhyun menjadi selingkuhan Chanyeol dan dia tidak begitu ikut campur lebih pada kehidupannya.
"aah, tapi bukankah kau sering mengalami itu sejak pertama berpacaran dengan Chanyeol? Tenang saja, kupikir dia memiliki kekuatan untuk menyembunyikanmu rapat-rapat, aku sangat iri padamu"
"apa kau baru saja mengatakan pacarku sangat sempurna?" Baekhyun melemparkan tatapan puppy-eyesnya pada Kyungsoo dan membuat pria mungil itu merasa ingin muntah.
"apa kau meremehkan CINTA SEJATIku dengan JongIn?"
Baekhyun langsung tertawa keras mendengar pertama kalinya Kyungsoo mengatakan kalimat 'cinta'. Kyungsoo tahu betul kenapa Baekhyun tertawa, dia juga tidak mengerti kenapa menjadi begitu serius dalam berpacaran dengan JongIn. Sebelumnya dia memiliki hidup yang bebas dan selalu menganggap cinta itu tidak pernah ada. Namun dia termakan omongannya sendiri, dia jatuh cinta pada JongIn dan hari-harinya masih tetap bebas namun terasa hangat dan nyaman.
"berhentilah tertawa" Kyungsoo menatap datar pada temannya yang tertawa memegangi perutnya.
"aku.. HHAHAHAH tidak menyangka HAHAHAH astaga Kyungsoo kau sangat lucu"
Kyungsoo hanya tersenyum simpul. "kau akan merasakannya Baek, Jatuh cinta ..."
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Daehyun memarkirkan mobilnya dan segera berjalan menuju apartemennya. Dia melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 4 sore. Dia memutuskan pulang lebih awal (biasanya dia ada di apartemennya pukul 6 sore).
"apa bocah itu sudah dirumah?"
Daehyun terkejut dengan ucapannya "kenapa aku harus peduli?! Sialan! Ini pasti karena otakku sedang kacau dan tidak bisa berfikir jernih!"
Dia memasuki apartemennya setelah menekan password. Suasana begitu hening di dalam. Dia berjalan menuju ruang tengah.
"dasar jalang pemalas..." umpat Daehyun setelah menemukan Hana yang tertidur di ruang tamu dengan makanan yang berserakan di sekitarnya.
Daehyun mendekati Hana bermaksud membangunkannya (paksa). Matanya melebar melihat sebuah barang ditangan wanita itu. Dollar cash sekitar 5000 dollar. Daehyun mendecih. Bukan karena Hana yang sudah pasti mengambil uang itu dari ruang kerja Daehyun. Uang bukanlah masalah besar untuknya. Tapi kelakuan wanita ini yang membuatnya jijik. Dia memang tidak pernah memergoki kelakuan Hana karena pulang kerumah sesuai jadwalnya.
Daehyun menolehkan kepalanya ke arah kamar Taehyung. Kamar itu terkunci dari luar. Itu artinya tidak ada seorangpun didalamnya.
"LEE HANA IREONA!"
Kepala Daehyun mendadak terbakar emosi. Dia berdiri di depan Hana yang tertidur di sofa. Kakinya terangkat dan mendorong keras tubuh Hana hingga terjatuh ke lantai.
"AWWW!"
Hana mengerang kesakitan karena kepalanya terantuk lantai. Dia merasakan pegal disekujur tubuhnya. Uang ditangannya berhamburan dilantai. "oh uangku!" Hana memungutnya dengan cepat dan ketika selembar uang terakhir tergeletak di samping sepatu mahal yang dipakai oleh seseorang yang berdiri di depannya. Hana merasakan nafasnya hampir berhenti. Dia menggumamkan sesuatu 'tidak, ini bukan jam pulang Daehyun oppa' kepalanya perlahan mendongak keatas. Sosok tampan dengan wajah datar dan terlihat ekspresi yang sangat menakutkan.
"op-oppa, ke-kenapa kkau pulang lebih awal..?"
"apa kau merencanakan merampok seisi rumahku dan memberikanku senyuman menjijikan seolah tidak terjadi apapun ketika aku pulang?"
"i-itu bukan seperti yang kau pikirkan oppa, i-ini uang sewa kontrak rumahku- IYA INI UANG SEWA"
"Apa orang korea menggunakan dollar amerika untuk sewa rumah bobrok milikmu?"
Hana kehilangan kata-kata, dia hanya bisa membuka mulutnya dan tidak ada suara apapun yang keluar.
"keluar dan jangan pernah menampakkan wajah jalangmu di depanku selamanya"
Hana tertawa keras setelah Daehyun mengucapkan kalimat itu. Daehyun menahan kepalannya yang sudah siap menghabisi Hana. Dia tidak peduli jika lawannya wanita, baginya ini sebuah penghinaan untuk harga dirinya.
"JALANG? Apa kau lupa siapa wanita yang lebih jalang dariku? Wanita yang merayu semua pria dengan wajah polos yang menyembunyikan sifat rubahnya? Aku tentu mengatakan kebenaran bukan? Kau tahu sendiri siapa yang lebih jalang oppa... DIA ADALAH SOH-ACKK!"
BUGGG
Daehyun benar-benar melayangkan tinjunya pada pipi Hana dengan kekuatan maksimum. Wanita itu tersungkur langsung ke lantai dan darah segar keluar dari mulutnya. Hana merasakan kesakitan luar biasa dan kepalanya menjadi sangat sakit.
"Ah! Gigiku!" dia gemetaran melihat 5 giginya tergeletak di lantai.
Kemudian terdengar suara rusuh dari pintu. "YAH! JUNG DAEHYUN! APA YANG KAU LAKUKAN?!"
Sekertarisnya datang dengan muka pucat melihat Hana yang mengerang kesakitan dilantai. Kondisi Hana terlihat babak belur dan wanita itu menangis pilu. Daehyun tidak memerdulikan Youngjae, dia justru menemukan sosok kecil yang datang bersama Youngjae dengan ekspresi pucat melihat Hana yang tidak berdaya. Taehyung.
"apa kau gila? KAU MEMUKUL WANITA dengan bogemmu yang keras itu?!"
Daehyun menatap Youngjae dan mengangguk tenang.
"kau menganggukan kepalamu?! Yah! Bagaimana jika kau tertangkap polisi?!"
Daehyun tersenyum sinis "itu urusanmu untuk mengurusnya, urusanku sudah selesai dengan kotoran ini" Daehyun menggantikan subjek manusia pada Hana. Baginya wanita ini bukanlah manusia.
"ah, laporkan pada polisi, dia merampok uangku dan menggunakan kedok sebagai babysitter. Laporkan jika aku hanya memberikan perlawanan dan berusaha melindungi hartaku, jika kau butuh barang bukti gunakan rekaman cctv diruang kerjaku, gampang bukan?"
Youngjae terkejut begitu melihat puluhan lembar uang tergeletak di lantai. Jika memang wanita ini mencuri uang Daehyun maka sudah pasti polisi akan menuduhnya dan Daehyun hanya menjadi korban. Tapi Youngjae merasa perlakuan kasar Daehyun sudah keterlaluan, sebenarnya Youngjae tahu bahwa Daehyun sangat baik mengontrol emosinya tanpa menggunakan kekerasan dan hanya kalimat tajam.
"appa... kau seharusnya tidak memukulnya begitu keras..."
Youngjae terkejut mendengar Taehyung berbicara pada Ayahnya. Apalagi kalimat itu terdengar riskan untuk suasana hati Daehyun yang tidak baik.
"Yah Yah Yah Taehyung-ah! Jangan katakan apapun!" ucap Youngjae panik.
"karena eomma bilang kau memiliki hati yang lembut... kau mudah memaafkan orang lain..."
"Taehyung-ah dengarkan ahjussi, Ayahmu hanya melakukan perlawanan, mu-mungkin ahjumma ini memiliki bela diri yang tinggi dan bisa saja mengancam keselamatan Ayahmu! Kau tahu kan maksudku?"
"maaf jika Taehyung bicara salah..." Taehyung menunduk dalam. Youngjae mengelus dadanya. Jantungnya seperti terpacu sangat cepat membuatnya hampir gila.
Taehyung mendekati Hana yang masih menangis dan mengerang kesakitan.
"aku tidak ingin bertemu denganmu lagi Hana noona, kau menyakiti hati Taehyung tadi pagi, kau bukan orang baik... aku percaya pada Appa"
Hana menatap Taehyung tidak percaya "dan satu hal lagi... appa dan eomma saling mencintai, dan aku lahir dari cinta mereka, bukan orang lain, dan margaku adalah JUNG!"
Daehyun mengamatinya dari kejauhan dengan ekspresi yang tidak terbaca.
TBC
review pleaseee~~ biar author bisa memperbaiki kekurangan ff ini dan jga bisa tau respon kalian sama ff ini hehehe waaaah makasih ya yang nge-fav/ follow story ini ^^
