Akhir dari Malam Itu
Genre : Friendship, Tragedy, (maybe) Horror, maybe (little) Romance
Disclaimer : Detective Conan © Aoyama Gosho
Akhir dari Malam Itu © Toge Hattori
Pairing : Shinichi x Ran, Kaito x Aoko, Heiji x Kazuha (And another pairing)
Warning : Abal, OOC, gaje, tulisan gak sesuai EYD, Alur terlalu cepat, newbie Author
DON'T LIKE, DON'T READ
Summary : (author gabisa buat summary) .
Cerita ini terinpirasi dari kisah Siswa SMPN 1 Denpasar, Alm Kelvin & Alm Ogik
-Akhir dari Malam Itu-
(Chapter 4 is up!)
Sunday, 29th October 2011
12.00 pm. Heiji's Home
Kudo! Kuroba! Aku rindu kalian! Tetaplah disini.
Maaf, kita harus pergi.
Lalu untuk apa kalian datang?
Tolong beritahu semua, kita ingin kalian tetap studytour, kita tak apa jika kalian tak datang di upacara kremasi (ngaben) kami. Tolong ya, Heiji-chan!
Tapi, kami tak mungkin have fun jika kalian pergi!
Hhhhhh, Heiji kembali terbangun dari mimpi kesekian kalinya. Ia memang sering bermimpi tentang Kaito dan Shinichi. Tapi kali ini berbeda, pori - pori kulitnya lebih terbuka dari biasanya, kucuran keringatnya sangat deras, bak ia telah selesai mandi malam hari.
Heiji berjalan pelan menuju ruang tamu dan mengambil handuk merahnya dan segera kembali menuju kamar mandinya yang tak jauh dari kamarnya. Heiji menatap pintu kamar mandinya lesu, teringat saat Kaito sering datang kerumahnya hanya untuk menumpang mandi. Ia hanya tersenyum datar, "Lo selalu sama kita ya" katanya.
5 menit berlalu, Heiji memang tak perlu waktu lama hanya untuk mandi saja. Apalagi, air yang sangat dingin di tengah malam seperti itu memang memacunya untuk cepat selesai dari ritual mandinya. Ia kembali menuju kamar untuk melanjutkan tidurnya, dikeringkannya rambutnya yang basah secara santai. Matanya memaku pada cermin bening yang selalu menjadi langganannya sehabis mandi, cermin itu selalu sama setiap harinya, tapi …. Malam itu terdapat sesuatu yang berbeda. Benda putih yang cukup lebar terdapat pada sisi kiri cermin itu. Heiji mencoba mengusap cermin itu, "Ah, lama sekali gue gak ngebersihin cermin gak mutu ini, malang banget ya lo hah?" gerutunya. Diambilnya sehelai lap dengan corak lap dapur, diusapnya cermin itu. Ada yang salah kah? Benda putih itu tak kunjung hilang. Tak lama, benda putih itu membelah menjadi 2, mungkin sekarang Heiji mengerti, yang dilihatnya itu bukanlah sebuah benda tetapi kini "sesosok". Heiji menyelidik lagi, ia tetap memperhatikan perkembangan sosok itu melalui cermin. Tak sadar, kedua sosok itu tiba – tiba tepat disampingnya. Heiji tersadar, dua sosok itu mirip dengan 2 sahabatnya. Kedua sosok itu, kini tersenyum padanya, senyum datar dan memelas, seakan ingin berkata "Aku ingin kembali, bersama kalian".
Heiji mencoba meraih 'mereka', menangis, meneriaki, histeris. Jika orang melihatnya saat ini, mungkin tak ada yang percaya bahwa itu Heiji. Heiji terlihat lebih out of character dari biasanya.
"KUDO! KUROBA! GUE KANGEN LO! JANGAN PERGI! BALIK KESISI KITA LAGI! PACAR LO BERDUA! LO TAU MEREKA SAKIT BANGETT!" Heiji tak peduli seberapa rasa takutnya sekarang, rasa rindunya lebih besar untuk saat ini.
Kedua sosok itu terdiam. Tanpa respon. Tak lama, ia mencoba mengatakan sesuatu. Sayangnya, Heiji saat ini sangat terguncang. Emosinya meluap – luap sampai ia tak sadarkan diri ditempat.
.
.
Akhir dari Malam Itu
.
.
Sunday, 29th October 2011
Eisuke's home. 21.00 PM
Ku iringi langkahmu, sampai ke akhir jalan
Sungguh berat terasa menyadari semua ..
Inginku mengejar dirimu, mengenggam erat tanganmu.
Sungguh ku tak rela …
Ku tau kau tak tersenyum, melihatku menangis
Maka sekuat tenagaku, ku relakan saat kepergianmu.
Takkan pernah ku lupakan dirimu
Takkan sanggup ku lupakan semua ..
Kurang lebih seperti itu yang dirasakan Eisuke dan teman – temannya saat ini. Mencoba merelakan walau tak sanggup. Sahabat seperti Shinichi dan Kaito mana bisa untuk dilupakan? Perlu beberapa tahun untuk mencari bahkan mungkin takkan pernah ada orang sebaik mereka.
"Ah, lagu ini saja" gunam Eisuke yang sedang tiduran sambil mengutak atik sederet lagu yang bernaung dihandphonenya. Lagu – lagu the goshoboys memenuhi playlistnya. Goshoboys belum banyak menciptakan lagu, lebih banyak menyanyikan lagu orang lain dan direkam di studio milik Kaito.
Selamat ulang tahun, jangan jadi tua dan menyebalkan
Selamat ulang tahun kawan, dan kejarlah yang terbaik selama engkau hidup
Selamat ulang tahun, jangan jadi tua dan membosankan
Selamat ulang tahun kawan, dan jadilah yang terbaik selama engkau hidup
Sepotong lagu terakhir yang dinyanyikan Kaito bersama band-nya, ya kira – kira 2 jam sebelum ajal menjemput.
"Itu pesan buat lo dari gue, Eisuke. Udah tua, jangan ngebosenin trus nyebelin lo ya! We proud of you!" ucap Kaito pasca alunan bass dari Saguru selesai.
"Alaaahh, lo yang udah tua! Gue sih forever young!" Eisuke menimpali dengan suara toa-nya.
"Ohiya, gue lebih tua dari lo ya? Berarti gue lebih cepet perginya ya? Ya, gue nasehatin lo sebelum gue pergi lah~!" Kaito berlagak bodoh kali ini
Begitulah pertengkaran terakhir Eisuke dan Kaito, jika diingat – ingat, kalimat terakhir Kaito saat pertengkaran itu seperti sebuah tanda. Tapi, tak ada yang menyadari. Bukan hanya kata – kata, baju yang mereka pakai pun begitu, "END of the DAY". Mereka itu seolah sudah tau kalau mereka akan berakhir pada hari itu juga.
Eisuke kembali mencari – cari lagu yang pas untuknya hari ini. Ia hanya ingin mengenang Kaito dan Shinichi dengan mendengar lagu – lagu yang mereka nyanyikan. 150 lagu ia bolak balikan dari tadi. Bingung. Lagu yang mana lagi? Eisuke membangunkan dirinya dan kembali berkutat pada playlistnya. Hal tak disangka terjadi, handphone-nya tiba – tiba mati dengan anehnya. Eisuke hanya menganggap santai saja, tangannya menuju laci dan mengambil charger. Seperti tak ingin di-charge, handphone hitam bermerk Iphone itu kembali hidup dan memainkan sebuah lagu favorite Shinichi.
Koko wa doko nano darou
Suara perempuan dari personil AKB48 disertai angin malam membuat Eisuke merinding.
Sora wo miyakete sagashita hoshi
Eisuke hanya terdiam, menunggu apa yang terjadi selanjutnya.
Watashi itsu no manika
Eisuke masih tak bergeming. Ia tetap membiarkan lagu itu mengalun.
…..
Hening sejenak. Lagu itu berhenti. Tak tau apa sebabnya, Eisuke mencoba memutar kembali lagu itu, tetapi ..
Soba ni iru kara.
…
Lagu itu berputar lagi, dan terhenti lagi. Ada apa ini? Pikir Eisuke. Eisuke tak mau mengambil pusing, sudah pukul 22.30 PM dan ia ingin tidur sekarang. Besok ia harus pergi sekolah pagi karena rapat kelas mengenai study tour yang tak mau ditunda itu.
Ada sesuatu yang menganggu tidurnya saat ini. Sesuatu didekat lemarinya, entah mengapa Eisuke ingin menghampiri sisi disamping lemarinya itu. Ia mulai beranjak dan mendekati lemari itu, dengan debaran yang cukup cepat baginya, ia menengok sisi samping lemari itu dan ..
"AAAAAAAAAAAAAA" Eisuke melesat ke arah ruang tamunya. Rasa takut merasuki jiwanya saat ini. Ini pertama kalinya, "Shinichi" datang dengan senyum pasrahnya. Walau pasrah, tetap saja mengerikan, bagaimana tidak? "Shinichi" berada disamping lemarinya sambil mencoba melambai ke arah Eisuke dan tersenyum pastinya.
"Gomen ne, Shin-kun. Aku terlalu takut kamu hampiri secara langsung seperti itu. Maafkan aku" Eisuke tenggelam dalam tangisannya, rasa bersalahnya, dan rasa takutnya.
.
.
Akhir dari Malam Itu
.
.
Monday, 30th October 2011
Hari ini siswa XII harusnya pergi ke London. Tempat idaman bagi 'Penyelamat Kepolisian Jepang', dari sekian ribu murid yang ada, dia merupakan orang yang paling kecewa saat ia harus mengikuti pertukaran pelajar saat studytour diselenggarakan. Ia bahkan rela untuk menggerutu tiap detik karena ini. Tapi tetap saja, keputusan sekolah tak bisa diganggu gugat. Kini, omelan dan gerutuan bahkan keluhan itu tak mungkin terdengar lagi. Mungkin juga Shinichi –Penyelamat Kepolisisan Jepang- kami akan marah besar pada kami saat ia tahu kalau kami meninggalkan kesempatan kami pergi ke London.
"Bagaimana? Kita gak jadi ke London kan?" suara pemimpin rapat ini memulai
"Jadi!" semua orang menoleh pada seorang laki – laki yang sering disebut saingannya Shinichi. Ini sebuah … ya sebut saja perlawanan terhadap kelasnya. Bagaimana tidak? Semua orang telah setuju untuk tidak mengikuti study tour. Kenapa tiba – tiba?
"Heiji, apa maksudmu/? Kita sudah sepakat kan? Kita gak akan datang jam 3 sore nanti!" terdengar suara Aoko menaik mendengar jawaban Heiji.
"kenapa tidak datang? Untuk menemani Kaito & Shinichi disaat akhir? Kaito & Shinichi tidak menginginkan seperti itu! Mungkin kalian tak percaya, tetapi kemarin mereka memberitahuku seperti itu! Jujur, aku juga ingin tak datang saat studytour. Tapi ini Shinichi dan Kaito yang minta! Bagaimana?" suara Heiji juga tak kalah tingginya dengan Aoko
Hening. Tak ada tanggapan daari 29 orang yang tersisa. Ingin melawan tapi tidak tahu apa yang akan dikatakan. Semua yang dikatakan Heiji memang masuk akal. Lebih baik menuruti apa yang diinginkan Shinichi dan Kaito. Agar mereka tenang.
"Hountou ni? Shinichi yang bilang begitu?" Ran memastikan lagi.
"Kaito juga?" Aoko pun sama.
"Ya" jawab Heiji singkat.
Kelas mulai gaduh lagi. Sepertinya melakukan diskusi dengan teman yang berada didekatnya.
"OKE! KITA STUDYTOUR NANTI!" Ran berteriak untuk memberitahukan keputusan pada seisi kelas.
"YA!"
3.00 PM
SMA Teitan kembali dipenuhi siswa – siswi kelas 12 yang siap menuju bandara. Sesaat sebelum semua bergegas meninggalkan sekolah, segerombolan anak – anak dari 12-B tergopoh – gopoh berlari karena mereka tau mereka semua ini telat. Kompak sekali ….
Lupakan masalah telat itu.
Semua telah menaiki bus masing – masing, ya karena sesuatu telah terjadi pada 12-B, bus 12-B berangkat tanpa guru yang mendampingi. Jika kau tanya pada mereka, mereka pun tak tau apa alasannya.
Moshimo sora no dokoka ni kimi ga sundeiru nara
(Seandainya kamu hidup disuatu tempat di langit sana)
Boku wa tokidoki miagete miyou
(Aku akan terus memandangmu setiap waktu)
Moshimo ano taiyou ga kimi no hohoemi naraba
(Seandainya sinar matahari menjadi senyummu yang terang)
Doko ni ita tte hohoemi wo kaesou
(Aku akan tersenyum padamu dimanapun aku berada)
Terdengar alunan lagu yang dinyanyikan bersama oleh 12-B, bus itu … terasa lebih indah karena kebersamaan mereka. Bagi mereka, Shinichi dan Kaito tetap dan selalu dihati mereka. Lagu ini melambangkan keinginan mereka untuk melihat Kaito dan Shinichi secara nyata … lagi. Sepanjang perjalan menuju bandara, lagu demi lagu terus mengalun dengan indahnya, lagu – lagu yang melambangkan kesepian, kehilangan, dan kerinduan pastinya.
To be Continued~!
Ahhhhh! Atsui na~
Akhirnya update juga setelah didesak - desak sama temen RL~ #okesip *lirik sebelah*
Chapter 5 menyusul setelah ulangan deh~ mau tobat dulu, dan fokus a
Haha XD
bales review dulu deh u,u
- Guss Who Me
Maaf ya lelet update, ngumpulin minatnya lumayan errr~
- Amel conaners
Yap! Biar kesannya mereka deket gitu :3
- Yamazaki Yako
Hehe, akhirnya updet ._.v dengan senang hati boleh difav kok ^^a Ran sama Aoko pingsan karena kaget :3 Arigatou buat pujiannya XD
-Kumiko 'Hi-chan' Hamano
Iya, ini diambil dari kisah nyata, tapi untuk detailnya gak mirip banget :'D aku lupa sama cerita aslinya. Ahh, Semoga Kelvin Ogik tenang disana :"", ShinKai itu ... ah gajadi deh. Baca selanjutnya ya! Chap ini ShinKai bermunculan ._.
At last,
Review please?
