You are My Destiny
.
.
Park Min Rin
.
.
Genre: Romance, Drama, Hurt
.
.
Rate: T
.
Lenght: Chaptered
.
.
Disclaimer: KyuMin milik Tuhan. Kyuhyun milik Sungmin dan Sungmin milik Kyuhyun, mereka saling memilki dan Sungjin murni milik saya *ditabokJongjin* Tapi yang pasti FF abal ini milik saya seutuhnya. :D
.
.
Warning: YAOI, Typo(s), Incest KyuMin! DON'T LIKE DON'T READ! NO BASH! NO PLAGIAT!
.
.
.
enJOY~
CHAPTER 4
.
~(*o*)~
.
This fict is dedicated..
To the world biggest shipper..
The JOYers..
Redup. Jalan yang memang remang itu semakin dijauhi cahaya. Butuh penerang untuk mencapai tempat yang penuh cahaya. Sekuat apapun kita mencoba meraih jika nyatanya tak selangkahpun kita bergerak untuk mencapainya, semua hanya akan menjadi pemandangan yang menyedihkan. Sama halnya dengan kisah cinta Kyuhyun dan Sungmin.
Dua orang yang saling mencintai itu tidak tampak harmosis seminggu terakhir ini, lebih tepat jika dikatakan si bungsu lah yang tak berniat mengharmoniskan diri. Kyuhyun terlihat sangat marah hari itu. Alih-alih berteriak seperti kebanyakan orang saat tengah marah, Kyuhyun justru lebih senang mengintimidasi lawannya dengan tatapan tajam atau nada-nada dingin menusuknya.
"Kyu, aku sungguh tidak tahu mengenai hal itu."
"Eomma bicara di depanmu dan kau mengatakan tidak tahu? Apa kau beralasan telingamu mendadak tuli!"
"Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu. Sungguh, aku minta maaf."
"Terserah kau saja."
"Kyuhyun, belum satu jam kau menuruti permintaanku agar kita tidak bertengkar lagi."
"Tapi ini bukan karena Zhoumi, Ming!"
"Tapi Kyu.."
"Dengar Ming, aku butuh waktu untuk sendiri. Jadi, tinggalkan aku sendiri. Sekarang juga."
"Kyu.."
Kyuhyun butuh waktu untuk sendiri. Sungmin berpikir ini hanya satu atau dua hari, tapi ini sudah lewat tujuh hari sejak Heechul mengucapkan tentang perjodohannya. Kyuhyun tak bicara padanya, namja itu selalu terlihat lesu seperti tak punya semangat hidup. Ia menutup diri dari semua hal terutama Sungmin dan hal-hal yang menyangkut perjodohan sial kakaknya.
Sungmin bukannya ikut bersikap keras kepala, pemuda manis itu sudah mencoba bicara dengan Kyuhyun. Meminta maaf atas kecerobohan ucapannya saat itu, namun Kyuhyun yang memang egois itu seolah menutup mata dan menulikan telinganya.
Seperti pagi ini. Dengan sekuat hati, membuang seluruh gengsinya, Sungmin mengendap ke kamar Kyuhyun. Ia tahu adiknya sedang mandi karena memang itulah tujuannya masuk ke kamar Kyuhyun.
Walaupun idenya sedikit memalukan Sungmin tetap harus melakukan ini, siapa tahu Kyuhyun mau menatapnya. Jika Kyuhyun menatapnya, Sungmin memiliki seribu satu cara untuk membuat hati adik sekaligus kekasihnya itu sedikit luluh.
'Sekarang atau tidak sama sekali!' Sungmin nyaris terlonjak mendengar teriakan batinnya. Setengah tersandung pemuda imut itu membuka pintu kamar mandi yang memang tak pernah Kyuhyun kunci, melangkah lurus ke arah bathtub mengabaikan Kyuhyun yang tengah melebarkan mata di bawah guyuran shower.
Siapa yang tidak terkejut? Kyuhyun memang memiliki kebiasaan tidak mengunci pintu kamar mandi dan tidak ada satu orangpun yang tiba-tiba masuk seperti saat ini.
Di dalam kepalanya, Kyuhyun bertanya-tanya namun ia enggan menyuarakan hal itu. Sungmin menunggu, menunggu bathtub terisi penuh sekaligus menunggu Kyuhyun bertanya padanya. Namun, hingga air memenuhi bak mandi Kyuhyun tak menanyakan apapun hingga pemuda manis itu menolehkan kepalanya ke arah sang kekasih.
Mengabaikan betapa panasnya Kyuhyun yang tengah telanjang bulat di bawah guyuran shower, Sungmin menyuarakan alasan keberadaannya. "Pompa air di kamar mandiku sedang bermasalah, jadi aku mandi di sini."
Kyuhyun menatapnya, Sungmin bersyukur. Pemuda manis itu hampir melukiskan senyum manis saat Kyuhyun hanya menatapnya dengan pandangan datar kemudian berbalik memunggungi Sungmin sambil melanjutkan mandinya.
'Tidak berhasil,' batin Sungmin mencelos sedih. Dengan tenaga yang seperti terkuras habis Sungmin meraih sabun cair kemudian menuangnya ke dalam bak mandi. Ia sudah berbohong tentang kamar mandinya yang bermasalah jadi mau tak mau Sungmin tetap harus mandi di sini.
Mukanya semakin suram, bahkan mulai menggelap setiap harinya. Kyuhyun marah besar dan Sungmin harus menanggung ini sendiri.
Tepat saat tubuh telanjangnya hampir memasuki bathtub Sungmin mendengar Kyuhyun menggeram sambil membanting kuat botol shampo yang mungkin hendak ia gunakan. Sedetik kemudian pemuda jangkung itu memutar tubuhnya, menatap datar ke arah Sungmin yang juga telanjang bulat seperti dirinya. Biasanya, Cho bungsu itu akan langsung menyerang Sungmin jika melihat kulit baby skin hyungnya yang terpampang indah.
Namun, itu biasanya..
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Kyuhyun meninggalkan kamar mandi setelah menyambar sehelai handuk untuk menutupi tubuhnya. Sungmin perlahan merendam tubuhnya ke dalam bak mandi seolah merendam rasa malunya atas penolakan Kyuhyun yang luar biasa menyakitkan untuk kali ini.
"Aku.." pemuda manis itu menjeda untuk menelan rasa sakit di kerongkongannya. "Bahkan sudah seperti pelacur yang berusaha merayu kekasih orang lain," gumamnya sedih.
Sungmin memang memiliki seribu satu cara untuk meluluhkan hati Kyuhyun, namun ia melupakan satu fakta yang dimiliki Kyuhyun. Tuan hothead itu memiliki seribu dua cara untuk mengabaikan orang lain yang sudah membuatnya sakit hati. Walaupun hanya selisih satu poin, namun satu poin inilah yang membuat Kyuhyun jauh lebih unggul dibanding dirinya.
'Trik sampah!' pikir Sungmin sambil memukul keras pinggiran bathtub kemudian bangkit untuk membilas tubuhnya dengan perasan terluka. Setelah keluar dari kamar mandi Sungmin sudah merencanakan untuk langsung pergi dari kamar Kyuhyun tanpa berbasa-basi untuk mengajak Kyuhyun ngobrol seperti tadi.
Namun, itu hanya pikirannya. Kyuhyun bahkan telah pergi dari kamarnya sebelum Sungmin keluar kamar mandi. Sambil menggigit bibirnya Sungmin berlalu ke kamarnya, berpikir untuk bergegas memakai seragam sekolahnya kemudian turun untuk sarapan.
"Minnie-ah, apa pekan ini kau belum siap bertemu dengannya?" Sungmin yang paham betul siapa 'nya' yang dimaksud Heechul dalam kalimatnya hanya bisa menghela napas berat. Ini bahkan masih di meja makan.
"Aku.."
"Aku selesai. Aku pergi sekarang."
Genggaman Sungmin pada garpu dan pisaunya menguat, suara bass yang terdengar dingin dan menyiratkan kesakitan mendalam itu kembali mengundang sesak di rongga dadanya.
"Kau tak berangkat dengan Kyuhyun, Min?" tanya Hankyung sambil menyesap kopinya. Sungmin menggeleng kemudian berdehem pelan. "Aku pergi dengan Yesung hyung, appa," walau sudah berusaha namun suara Sungmin tetap saja terdengar parau dan itu membuat Hankyung mengernyit tak suka.
"Aku pergi sekarang appa, eomma," pamit Sungmin kemudian berjalan keluar ruang makan.
"Sungmin terlihat buruk saat kau membahasa soal itu. Jangan terlalu memaksanya," ucap Hankyung membuat Heechul yang tengah menikmati sarapannya langsung mendongakkan kepala kemudian melukiskan senyum tenang. "Aku sudah bicara dengan Sungmin, dia setuju yeobo," ujar Heechul kemudian kembali fokus menghabiskan sarapannya. Ia bukannya tidak menyadari sikap aneh Sungmin tapi ia berpikir jika hal itu hanya karena putranya perlu penyesuaian atau sedang dalam mood buruk.
.
~(*o*)~
.
Sungmin berbohong soal pergi sekolahnya bersama Yesung, sosok manis yang beberapa hari terakhir melewati situasi buruk itu terlihat berjalan pelan menuju halte bus yang lumayan dekat dengan kompleks perumahannya. Pikirannya terus melayang pada Kyuhyun, sosok yang sangat dicintainya.
'Aku sudah berusaha bicara hyung, sudah berkali-kali meminta maaf tapi Kyuhyun tetap tak mendengarkanku.' Ia teringat percakapannya dua hari yang lalu dengan Yesung, dalam situasi kalut seperti saat itu ia tak peduli akan ucapan konyolnya namun dalam situasi sadar seperti sekarang Sungmin mengutuk sikapnya yang entah kenapa memperlihatkan secara terang-terangan tentang hubungan anehnya dengan Kyuhyun.
Hanya Yesung. Sungmin berpikir hanya pria itu yang bisa menerima hubungan mereka, tidak dengan yang lain. Buktinya Yesung dengan santai mendengarkan, menanggapi, atau memberikan saran saat Sungmin maupun Kyuhyun bercerita tentang masalah satu sama lain yang kurang pantas jika hanya disebut sebagai masalah kakak beradik.
"Kyuhyun-ah, apalagi yang harus kulakukan agar kau mendengarku?" gumam Sungmin sambil menundukkan kepalanya. Kyuhyun yang mendiamkannya adalah hal yang paling membuat Sungmin tersiksa.
Sudah lupa dengan tujuannya, Sungmin terus melangkah dengan tatapan kosong. Pikirannya hanya tertuju pada Kyuhyun membuat sosok itu tanpa sadar sudah melewati halte bus sejauh 100 meter. Pikirannya sudah penuh dengan Kyuhyun, semuanya berubah menjadi Kyuhyun. Setiap orang yang berpapasan dengannya terlihat seperti Kyuhyun. Dingin dan tak melukiskan senyum padanya.
Sosok yang tak sengaja melihat tingkah Sungmin dari arah berlawanan itu hanya bisa mendesah gusar. Apa yang dilakukan Sungmin dengan melamun sambil berjalan seperti itu? Setelah menepikan mobil dengan kesal, sosok tampan itu langsung keluar.
"Cho Sungmin!" seruan yang tak bisa dikatakan pelan itu langsung menyentak kesadaran Sungmin. Putra sulung keluarga Cho itu langsung menolehkan kepalanya ke asal suara, senyumnya yang nyaris menghilang seminggu ini perlahan terukir saat matanya mendapati raut wajah namjachingunya yang tengah tersenyum lembut sambil melambaikan tangan di seberang jalan.
Suara riuh mulai menghilang, suara manusia, suara deru mesin, dan suara apapun yang menghampiri telinga Sungmin mendadak hilang karena rasa bahagia yang tak lagi terlukiskan.
"Kyuhyunnie," gumam Sungmin tak percaya. Matanya yang semula hanya menatap kosong jalanan, mulai berkaca-kaca akan rasa haru. Kyuhyunnya di sana, meminta Sungmin untuk menghampirinya.
'Tunggu apa lagi!' teriak batinnya membuat pemuda manis itu refleks melangkah ke arah sosok yang memanggilnya. Tapi kenapa orang itu menatap ngeri ke arahnya?
"SUNGMIN AWAS!"
BRAK!
Peristiwa mengerikan itu terjadi begitu cepat, puluhan pejalan kaki menjerit heboh bahkan beberapa kendaraan refleks berhenti di waktu bersamaan saat tubuh seorang remaja terpental cukup jauh dari depan sebuah mobil.
"Oh Tuhan! Kenapa anak itu tiba-tiba turun ke jalan?"
"Hubungi ambulans!"
Sosok yang Sungmin kira Kyuhyun itu langsung berlari menghampiri tubuh Sungmin yang tergeletak di tengah jalan. Darah yang mengalir dari kepala sudah melumuri wajah putih Sungmin.
"Sungmin! Bangun Sungmin!" sosok itu terus memanggil namanya, tangannya merengkuh erat kepala Sungmin mengabaikan kemeja sekolahnya yang sudah berubah warna.
"Nak, jika kau mengenal pemuda ini, segera hubungi orang tuanya."
Dengan tangan gemetar, sosok itu melakukan apa yang baru saja diusulkan oleh seorang wanita lanjut usia. Ponselnya tertinggal di dalam mobil, ia meraba kantong blazer Sungmin dan menemukan ponsel di sana.
Dia sedang kebingungan dan refleks menekan tombol satu untuk panggilan cepat. Siapapun yang mengangkat panggilannya, sosok itu tidak peduli.
'Hm?'
"Yeoboseyo. Sungmin kecelakaan."
'Apa yang kau bicarakan?'
"Sungmin kecelakaan, kau tidak mendengarku?"
'Jangan bercanda denganku.'
"Aku serius, Cho Kyuhyun!"
'Siapa kau?'
"Zhoumi."
'MWO?'
.
~(*o*)~
.
Suasana rumah sakit elit itu tak lagi menunjukkan kenyamanan sedikitpun. Ruang VIP memang lebih lengang dibanding ruang lainnya, jadi wajar saja jika jarang terlihat keberadaan orang lain atau pihak rumah sakit yang berkeliaran di koridor rumah sakit.
"Kau brengsek! Aku tahu kau sengaja melakukan ini!"
Kyuhyun berulang kali melayangkan kepalan tangannya ke wajah Zhoumi, tak berbeda jauh dengan Yesung yang terus mengumpat ke arah Zhoumi. Tuduhan-tuduhan yang menyudutkan Zhoumi terus saja dilontarkan secara bergantian oleh Kyuhyun dan Yesung tapi sejauh ini Zhoumi hanya bisa mengerang atas rasa sakit yang terasa di sekujur wajahnya.
Ia bahkan belum menjelaskan apa-apa saat Kyuhyun tiba-tiba menyerangnya.
"Jawab aku! Kau bisu, heh!" Zhoumi tak menjawab apapun, ia hanya bisa diam sambil mengernyit kesakitan, rasanya percuma bicara dengan orang yang bahkan tak mau mendengarkan kita.
"Kau benar-benar.."
"Kyuhyun!"
Tanpa menoleh Kyuhyun mengenal jelas suara itu. 'Sial!' batinnya gusar kemudian menghempaskan tubuh Zhoumi yang sejak tadi menjadi bulan-bulanannya.
"Apa yang kalian lakukan, hah! Menghakimi orang lain tanpa alasan," suara tegas sosok dengan stelan formal itu mau tak mau membuat Kyuhyun dan Yesung tersindir. Bukannya tidak tahu penuturan saksi, hanya saja mereka tidak percaya.
Anak itu tiba-tiba turun ke jalan. Kami pikir dia sengaja bunuh diri. Hampir semua saksi mengatakan hal serupa, mereka membantu Zhoumi membawa Sungmin ke rumah sakit. Walaupun tidak mungkin mereka berbohong, Kyuhyun tetap curiga pada Zhoumi. Bisa saja ia membayar orang-orang itu untuk kesaksian palsu.
Kyuhyun menolehkan kepalanya dan mendapatkan sang ayah—Hankyung tengah menghampiri Zhoumi. "Kau baik-baik saja?" namja tinggi yang itu hanya menganggukkan kepala sambil memegangi sudut bibirnya.
Yesung yang lebih dulu menyadari kesalahannya, segera mengontrol emosi. Tangannya terlihat mengusap kasar wajahnya sebelum beranjak memanggil perawat untuk mengobati luka di wajah Zhoumi.
"Apa yang bisa kau lakukan selain membuat keributan? Kau selalu kekanakan! Ini akibatnya jika Sungmin terus memanjakanmu!" Heechul yang baru saja tiba langsung memarahi Kyuhyun setelah memukul keras kepala putranya.
"Angkat wajahmu saat aku bicara padamu, Cho!" bentaknya lagi saat Kyuhyun tak kunjung mengangkat kepala. Seandainya Heechul mau sedikit membungkuk kemudian mengintip wajah putranya, sudah dipastikan ia bisa melihat secara langsung aura mengerikan yang tengah menguar dari obsidian si bungsu Cho.
"Jawab aku!"
"Berhenti. Membentakku. Nyonya. Cho!" sahut Kyuhyun akhirnya. Kepalanya mendongak dan Heechul menyesali itu. Ia melihat dengan jelas bagaimana marahnya Kyuhyun saat ini.
"Sudah, sudah! Kita sedang di rumah sakit," lerai Hankyung. Yesung yang sudah kembali bersama Zhoumi hanya bisa diam menonton Kyuhyun yang tengah dimarahi ibunya. Seperti anak kecil sekali bukan? 'Memalukan!' batin Kyuhyun sambil memutar bola matanya.
"Kyuhyun-ssi. Apa ada yang bernama Kyuhyun?" semua kepala sontak menoleh ke asal suara.
Dari pintu ruang rawat Sungmin terlihat seorang perawat cantik yang tengah melemparkan tatapan penuh tanya. "Kyuhyun," sahut Kyuhyun buru-buru. Perawat cantik itu segera menganggukkan kepalanya, mengisyaratkan Kyuhyun untuk masuk. "Sungmin-ssi memanggil Anda."
"Sungmin sadar?" tanya Hankyung.
"Ye. Kami harus menjahit beberapa luka di bagian kepala Sungmin-ssi, tapi pasien meminta Kyuhyun-ssi untuk menemaninya."
"Jahitan!" pekik Heechul mendekati histeris, perutnya mendadak bergolak memikirkan hal itu. Kyuhyun hampir saja meneriakkan hal yang sama. "Ne, ada beberapa luka yang perlu dijahit. Mari Kyuhyun-ssi, ikut saya."
Tanpa menoleh ataupun berpamitan pada orang tuanya, Kyuhyun langsung mengikuti langkah perawat cantik ke dalam ruang rawat Sungmin. Batinnya merutuk sikap dingin yang ia tujukan pada Sungmin akhir-akhir ini. 'Sudah bisa dipastikan, Sungmin mengalami kecelakaan itu karena kau!' batin jahatnya mencibir sinis sambil memicingkan mata seolah tengah mengejek Kyuhyun.
Saat memasuki ruangan serba putih dengan aksen hijau Kyuhyun langsung mendengar erangan lirih kekasihnya. "Lewat sini Kyuhyun-ssi," Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya. Berjalan sesuai arah yang ditunjukkan perawat.
Dokter mengisyaratkan Kyuhyun untuk berdiri di sisi kanan ranjang, sementara pria dengan jas putih mulai sibuk dengan jarum sterilnya. Kyuhyun nyaris muntah, ia tak pernah suka bau rumah sakit apalagi harus berkutat dengan hal sejenis ini. Namun, demi Sungminnya.
Apa yang tidak bisa Cho Kyuhyun lakukan untuk Cho Sungmin?Kyuhyun meraih jemari Sungmin, mengingat sumpah yang pernah ia lontarkan pada kekasihnya. "Ming?" Sungmin membuka matanya, terlihat setengah tidak sadar. Kyuhyun mengeratkan genggamannya kemudian menatap wajah dokter yang berseberangan dengannya.
"Kami menyuntikkan sedikit anastesi. Sungmin-ssi masih sadar dan mungkin masih bisa merasakan sedikit sakit."
Kyuhyun kembali menganggukkan kepalanya, bingung harus bereaksi seperti apa.
"Kyu.." entah hanya menyebut atau memanggil namanya, Sungmin pun tidak tahu harus disebut apa suara yang baru saja keluar dari mulutnya. Kyuhyun yang hangat dan selalu mengkhawatirkannya sudah kembali. Berada di sampingnya sambil membungkam lembut jemarinya. Tiba-tiba Sungmin merasa cengeng, air matanya menetes ketika mengingat situasi seperti ini pernah mereka lewati di masa kecil.
Usia Sungmin masih 6 tahun saat bocah manis itu harus mendapatkan luka serius di kepalanya akibat jatuh dari perosotan. Kyuhyun yang saat itu berusia 5 tahun tidak berhenti menangis dan memanggilnya. 'Hyung-ie tidak boleh meninggalkan Kyuhyunnie!' Sungmin ingat betul adiknya menjerit ketakutan saat Sungmin mulai memejamkan matanya karena pengaruh obat bius.
'Hyung-ie, nanti temani Kyuhyunnie main ne?'
'Hyung-ie, nanti temani Kyuhyunnie tidur!'
'Hyung-ie, hanya boleh main dengan Kyuhyunnie dan Yesung hyung!'
'Hyung-ie harus dengan Kyuhyunnie, tidak boleh dengan yang lain!'
'Hyung-ie..'
'Hyung-ie.'
Hyung-ie.
Panggilan yang sudah bertahun-tahun tidak Sungmin dengar dari Kyuhyun. Ia tak ingat kapan terakhir kali Kyuhyun memanggilnya semanis itu. Panggilan dari adik untuk kakaknya. Kini, panggilan seperti itu tak lagi terdengar di telinga Sungmin. Kyuhyun memanggilnya 'hyung' hanya untuk formalitas.
"Ming?" panggil Kyuhyun sambil mengulurkan lengannya untuk mengusap lelehan air mata Sungmin. Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke telinga Sungmin. "Semuanya akan baik-baik saja, kumohon jangan menangis," bisiknya kemudian menempatkan sebuah kecupan ringan di pelipis kekasihnya. Para medis yang berada di dalam ruangan hanya bisa saling melirikkan mata, Kyuhyun menyadari itu namun ia tak peduli.
Saat tautan Sungmin mulai mengerat, Kyuhyun tahu sang kakak tak akan pernah bisa lepas darinya. Si bungsu Cho balas mengeratkan jemarinya kemudian menempatkan bibirnya di buku jari mereka yang bertaut seolah balas berjanji untuk tak melepaskan Sungmin sampai kapanpun. 'Dan aku tak pernah berpikir untuk melepaskan diri darimu!'
"Kyuhyun-ssi, ini akan sedikit sakit. Tolong tenangkan Sungmin-ssi," suara satu-satunya pria berjas putih membuat Kyuhyun menganggukkan kepala. Bibirnya kembali mendekat ke telinga Sungmin. "Sayang, ini akan sedikit sakit tapi kau akan baik-baik saja. Kita bisa kembali ke rumah dengan cepat setelah ini."
Sungmin tak menganggukkan kepalanya. Matanya menampakkan sinar ngeri saat merasakan sensasi aneh yang tengah terjadi di sekitar kulit kepalanya. "Hei, tidak apa-apa," hibur Kyuhyun sambil mengurai tawa pelan. Sungmin melirikkan matanya ke arah Kyuhyun, menemukan wajah tampan kekasihnya tengah melukiskan senyum hangat yang rasanya sudah bertahun-tahun tidak ia lihat.
Musim semi mendadak tergambar di dalam pikiran Sungmin. Bunga-bunga yang selama ini layu diterjang bekunya musim dingin mendadak bermekaran dan menyesaki hidungnya dengan harum yang mengantarkan desir hangat ke dalam dadanya. Hanya Kyuhyun yang bisa membuat hatinya seperti itu.
"Kyuhyunnie."
"Tidak boleh terlalu banyak bicara, Ming. Nanti setelah dokter selesai ne?"
"Kyuhyun-ssi benar. Agar cepat selesai, Sungmin-ssi harus tenang, oke?"
Sungmin hanya bergumam pelan, berusaha mengalihkan sensasi aneh di bagian kepalanya dengan menatap wajah tampan Kyuhyunnya walau sesekali pengaruh obat mendorongnya untuk terlelap.
Sementara di luar ruangan, Heechul terlihat memijat pelipisnya. Ia tengah sibuk di kantor saat Hankyung yang sedang rapat di luar kantor menghubunginya dan memberitahukan jika putra sulung mereka mengalami kecelakaan kecil—menurut yang ia dengar dari Hankyung. Kepalanya yang sejak awal memang pusing karena tumpukan pekerjaan langsung berdenyut parah setelah mendengar berita dari suaminya. Dan sekarang, ia seolah tak memiliki kepala. Denyutan seperti menyerang seluruh sudut kepalanya saat memikirkan Sungmin yang harus mendapatkan beberapa jahitan karena kecelakaan yang menurut suaminya kecil.
"Oh Tuhan," desah Heechul sambil menekan dadanya, kepalanya mendongak seolah memanjatkan doa. Hankyung yang duduk di sebelahnya langsung mengulurkan lengan untuk mengusap punggung sang istri. Yesung yang sejak awal memilih berdiri di sekitar pintu ruang rawat hanya bisa menundukkan kepala, sesekali matanya melirik Zhoumi yang menjauh dan menyibukkan diri dengan ponselnya. Pria tinggi itu tak henti memerintah lewat panggilannya membuat Yesung mendengus malas.
"Apa yang bisa dilakukan anak manja selain memerintah?"
Derap langkah yang berasal dari ujung koridor membuat Heechul dan Hankyung menolehkan kepalanya bersamaan. "Eonnie!" nada panik yang terdengar dari suara sosok yang baru saja tiba itu membuat Yesung menaikkan sebelah alisnya. Wanita yang sama dengan wanita yang bertamu ke mansion Cho saat itu.
Siapa namanya? Yesung bertanya di dalam kepalanya seolah mengingat ucapan jawaban Heechul saat itu.
"Oh, itu teman eomma. Kibum ajjuma."
"Kibum," gumam Yesung sambil menatap sesosok namja yang berjalan di belakang Kibum. Matanya mengawasi dengan waspada saat wanita dengan penampilan nyonya besar itu menghampiri Heechul dan memberikan sebuah pelukan erat.
Hankyung melukiskan senyum samar saat melihat namja di belakang Kibum menghampirinya, mengulurkan tangan untuk berjabat sebelum memberikan pelukan persahabatan.
"Bagaimana kondisinya?" Hankyung menatap sosok di hadapannya kemudian mendesah pelan. "Sungmin harus mendapatkan beberapa jahitan."
"Aku hanya bisa berdoa semoga semuanya baik-baik saja."
"Terimakasih, Siwon-ah," sahut Hankyung sambil menepuk pelan lengan pria yang berstatus suami Kibum.
"Apa yang dokter katakan?" kali ini Kibum yang melontarkan pertanyaan. Hankyung menggelengkan kepalanya. "Belum ada kabar, kami tahu Sungmin mendapat jahitan dari perawat yang memanggil Kyuhyun karena Sungmin meminta ditemani."
Raut wajah Kibum yang belum menjauh dari ekspresi khawatir mau tak mau membuat Yesung menambahkan kerutan di keningnya. Pikirannya langsung dipenuhi dengan pertanyaan siapa Kibum? Apa pentingnya Sungmin bagi wanita itu? Kenapa Kibum terlihat sangat khawatir dengan kondisi Sungmin?
"Keluarga Cho Sungmin?"
Yesung yang berada di dekat pintu langsung terlonjak kaget, untuk beberapa detik ia melemparkan tatapan jengkel pada pria berjas putih yang berdiri tepat di sebelahnya.
"Ye, kami keluarganya," sahut Hankyung dan Heechul nyaris bersamaan. Dokter hanya melukiskan senyum tenang kemudian menutup pintu sebelum menatap pasangan Cho.
"Sungmin-ssi baik-baik saja. Tidak ada retak atau patah tulang, mungkin memar dan luka-luka. Saat ini masih ada sedikit pengaruh anastesi, mungkin setelah pengaruh anastesinya menghilang pasien akan mengeluh sakit di beberapa bagian."
"Apakah itu baik-baik saja?" Heechul menyela tak sabaran. "Jangan khawatir Nyonya Cho, itu normal. Kami tidak bisa memberi obat penghilang rasa sakit terus menerus pada pasien. Jika Sungmin-ssi mengeluh sakit, cukup hubungi Kyuhyun-ssi. Dia bisa diandalkan untuk menenangkan Sungmin-ssi."
Hankyung dan Heechul saling melempar tatapan, tersenyum lega kemudian kembali menatap dokter yang masih melempar senyum pada mereka. "Ah ya, Kyuhyun kami memang sangat menyayangi Sungmin. Orang-orang menyebut mereka pasangan kakak beradik yang sangat manis."
"Oh!" sinar kejut tergambar di mata besar sang dokter. Benarkah mereka sepasang kakak beradik? Mungkin hal itu yang ingin ditanyakanannya. Namun, sang dokter menahan diri untuk hal itu.
"Aku pikir mereka sangat cocok dan ya.." sang dokter tak lagi melanjutkan. Entahlah ia tak tahu harus menanggapi seperti apa. Yesung yang berada di sebelahnya hanya bisa melukiskan senyum samar.
"Apa kami boleh menemui Sungmin?" Kibum melontarkan pertanyaan yang lagi-lagi membuat ekspresi Yesung berubah masam. Siapa wanita itu!
"Tentu. Setelah itu biarkan pasien istirahat."
Setelah melihat anggukan paham dari keluarga pasiennya, sang dokter hanya bisa melukiskan senyum sambil mempersilahkan siapapun yang hendak memasuki ruang rawat Sungmin.
Yesung masih berdiri di sebelah dokter yang menangani Sungmin. Sepertinya pria berjas putih itu masih berkutat dengan pemikirannya. "Apa menurutmu mereka hanya sepasang kakak beradik?"
Walaupun berusaha menutupi sinar kejut yang lagi-lagi membayangi matanya, sang dokter tak bisa menutupi hal itu dari Yesung. Pria konyol dengan sensasi misterius itu melemparkan tatapan bertanya membuat sang dokter yakin jika pertanyaan itu ditujukan untuk dirinya.
"Kyuhyun-ssi dan Sungmin-ssi?" tanya dokter itu ragu-ragu. Yesung hanya menganggukkan kepalanya. "Mungkin. Tapi.. aku rasa tidak seperti itu," lagi-lagi nada ragu yang terdengar.
Yesung hanya tersenyum kemudian mengulurkan lengannya. "Aku Kim Jongwoon, panggil aku Yesung," sang dokter mau tak mau mengangkat alisnya, namun lengannya tetap terulur dengan kesan ramah. "Aku Kim Jungmo," senyum tipis Yesung berubah menjadi uraian tawa pelan. "Terimakasih sudah merawat Sungminnie dengan baik dokter Kim."
"Sama-sama. Sudah tugasku sebagai dokter, Jong.. ah maksudku Yesung-ssi."
Namja dengan sebutan big head itu hanya balas tersenyum sebelum berlalu ke dalam ruangan saat para perawat telah selesai dengan pekerjaannya. Di ranjang besar khas pasien kelas VIP tampak Sungmin tengah menatap tenang orang tua dan dua sosok yang mungkin bisa Yesung sebut teman dari Hankyung dan Heechul.
Beberapa lukanya sudah ditempel dengan plester luka tapi jahitannya dibiarkan tanpa penutup. Hal itu jelas membuat Heechul menatap ngeri ke arah putra pertamanya. "Oh sayang, bagaimana bisa ini terjadi? Kau bilang akan pergi dengan Yesungie, kenapa kau bisa kecelakaan di sekitar halte?"
Kyuhyun tahu bagaimana ibunya. Sedikit dramatis jika menyangkut putranya, pria dengan paras tampan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Heechul tak henti mencium wajah Sungmin yang tidak terluka. "Yesung hyung sudah berangkat eomma, aku berpikir untuk pergi naik bus saja."
"Lain kali jangan seperti itu! Eomma tidak ingin mendengar hal seperti ini lagi," ucap Heechul serius. Matanya beralih ke arah Kyuhyun. "Kyuhyun-ah! Apa yang kau lakukan setiap pagi di sekolah sampai kau berangkat lebih dulu seminggu ini?"
Melihat Kyuhyun kebingungan menjawab, Sungmin pun mengambil alih. "Kyuhyunnie, memiliki beberapa kegiatan klub sebelum jadwal pertama di mulai eomma," Heechul menyipitkan matanya seolah menunggu klarifikasi dari Kyuhyun.
Namja berkulit pucat itu hanya bisa mengiyakan. "Iya eomma. Maaf, aku juga tak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Setelah ini kami akan pergi bersama, seterusnya," ucap Kyuhyun sambil menatap Sungmin saat kata 'seterusnya' terlontar dengan nada teramat lembut. Sungmin melukiskan senyum sambil mengeratkan tautan jemarinya dengan Kyuhyun.
Sang ibu larut dalam situasi yang sama. Terharu akan sikap putranya yang sangat rukun, saling menjaga satu sama lain.
"Sungmin-ah, banyak saksi yang mengatakan jika kau tiba-tiba lari ke jalan raya. Apa yang terjadi sebelum itu?" tanya Hankyung yang penasaran dengan kronologis kecelakaan putranya.
Sungmin terlihat mengingat sesaat. "Mungkin karena aku terlalu bersemangat appa. Aku melihat Kyuhyun di seberang jalan. Jadi, aku.. sepertinya melupakan banyaknya kendaraan."
"Melihat Kyuhyun?" Yesung tak bisa menahan diri untuk menyela. Sungmin mengerjab kemudian menatap Kyuhyun. "Iya, aku melihat Kyuhyunnie. Dia memanggilku dan aku berlari.." kalimat Sungmin tak berlanjut saat melihat Kyuhyun tak menunjukkan tatapan setuju akan penuturannya.
"Bukan kau?" tanya Sungmin nyaris berbisik. Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Zhoumi yang menghubungi kami saat dia berada di tempat kejadian."
Mata Sungmin otomatis melebar. "Zhoumi?" ulangnya tak percaya. Pikiran negatif tentang Zhoumi yang menabraknya langsung lenyap saat pintu ruang rawatnya terbuka diiringi seruan panik dari yeoja yang Sungmin kenali sebagai teman eommanya.
"Oh Tuhan, Zhoumi! Apa yang terjadi dengan wajahmu?"
Siwon yang semula hanya berdiri tenang langsung mengikuti Kibum, melangkah ke arah Zhoumi yang baru saja menutup pintu. "Tidak apa-apa eomma," sahutnya. Kibum langsung menggelengkan kepala. "Apanya yang baik-baik saja? Wajahmu lebam seperti ini."
"Zhou, apa kau berkelahi dengan seseorang?"
Tangan Zhoumi terangkat saat orang tuanya mulai menunjukkan sikap berlebihan. "Sungguh! Aku baik-baik saja, appa eomma. Ini bukan masalah. Jadi, tenanglah."
"Zhoumi.."
"Eomma. Sungguh. Aku. Baik-baik saja," kali ini Zhoumi menekankan kalimatnya membuat Kibum langsung hanya menatap suaminya yang masih saja meneliti wajah lebam putranya. Hankyung dan Heechul hanya bisa menatap wajah Kyuhyun yang terlihat tidak peduli bahkan tak menampakkan simpati sedikitpun untuk sikap baik Zhoumi.
Jelas-jelas Kyuhyun yang membuat wajah tampan itu babak belur.
Tak ingin memperpanjang sikap khawatir berlebih orang tuanya, Zhoumi langsung beralih menatap Sungmin dan Kyuhyun yang menatap ke arahnya. Sedetik kemudian tatapannya beralih pada kepala keluarga Cho. "Aku meminta seseorang untuk menyelidiki kecelakaan yang menimpa Sungmin dan mereka melaporkan jika tidak ada unsur kesengajaan."
Hankyung menggumamkan kata terimakasih dengan tulus.
"Terimakasih Zhoumi," intonasi penuh terimakasih itu mau tak mau membuat Kyuhyun mendengus pelan akan sikap ibunya. Zhoumi hanya membungkuk sekilas kemudian menatap Yesung yang masih setia melemparkan tatapan sinis padanya. Sepertinya namja itu tak memiliki kesan ramah di mata Zhoumi.
"Bukan kau yang menabraknya?" pertanyaan yang sudah jelas jawabannya tapi entah kenapa Yesung tetap melontarkan itu. Siwon mengerutkan alis tak suka. "Appa, Yesung suka bercanda. Dia tidak serius mengatakan itu," sela Zhoumi saat melihat rahang Siwon mengeras bersiap menyembur Yesung dengan kemarahannya. "Ya baiklah, aku hanya bercanda."
Kibum menatap Zhoumi kemudian menyentuh lengan putranya, mengisyaratkan Zhoumi untuk menatap Sungmin. Namja tinggi itu benar-benar menatap Sungmin, walau sedetik kemudian matanya beralih menatap jemari Kyuhyun dan Sungmin yang bertaut. Lagi-lagi pikiran tentang 'pasangan abnormal' melintas di pikirannya membuat sinar sinis membayangi mata Zhoumi.
Setiap orang memiliki fokus masing-masing demikian pula dengan Yesung, namja itu menatap penuh selidik pada Siwon dan Kibum, walaupun ia tak terlalu suka menonton berita, membaca majalah atau koran, tapi ia cukup familiar dengan wajah mereka.
Choi Siwon, pengusaha nomor satu di negaranya. Kim Kibum menyandang marga Choi setelah menikah dengan Choi Siwon. Zhoumi adalah putra donatur utama Neul Paran School dan jika ia tak salah ingat, beberapa siswi membicarakan jika Choi Siwonlah donatur utama sekolahnya.
Jadi, Zhoumi..
"Ayo sayang," ajak Kibum sambil menggandeng lengan Zhoumi mendekati Sungmin. Perlahan mata sipit Yesung melebar, mulutnya mulai terbuka namun tak sepatah katapun terlontar.
'Demam saling tidak mengenal antar anak konglomerat sedang melanda Seoul,' batin Yesung.
Kyuhyun menundukkan kepalanya saat merasakan tangan Sungmin yang menaut jemarinya terlalu erat. Sungmin tak mengucapkan apapun tapi matanya menampakkan sinar khawatir yang tidak Kyuhyun pahami saat Zhoumi semakin dekat ke arah mereka.
Sungmin berusaha menarik tangannya dari genggaman lembut Heechul saat ibunya mulai bicara. "Sungminnie, mungkin kau sudah mengenal Zhoumi. Kalian satu sekolah dan akhir-akhir ini berada dalam satu kelas."
Tidak, ia tak ingin mendengar ini.
Perlahan wajah Kyuhyun dijauhi aliran darah. Ia mengerti ke mana arah pembicaraan ini.
"Zhoumi orang yang eomma maksud. Orang yang akan dijodohkan denganmu."
Mulut Yesung perlahan mengatup. "Sudah kuduga," lirihnya.
"Sungmin-ah, Zhoumi kami sangat menyukaimu. Sudah lama ia berharap bisa dekat denganmu," ucap Kibum dengan nada senang. Merasa lega karena bisa mengatakan hal ini. Kebahagiaan Zhoumi adalah letak kebahagiannya juga.
Bagai sebuah mesin, Kyuhyun merasakan seluruh sistem tubuhnya di-pause oleh remote tak kasat mata. Ia tercekat, berusaha tak percaya walau ia yakin seratus persen tak salah dengar. Zhoumi? Namja yang diam-diam menatap jijik pada mereka justru menjadi pria paling menjijikkan di matanya saat ini.
Dijodohkan dengan Sungmin?
'Sungmin milikku!' batin Kyuhyun berteriak tak terima. Dadanya bergemuruh, gempar dengan detakan menyesakkan.
Ibu jarinya bergerak mengusap punggung tangan Sungmin, seolah mengisyaratkan kekasihnya untuk tenang. Kyuhyun tahu Sungmin tak mengharapkan ini. "Kau.." semua mata beralih pada Kyuhyun. Namja jangkung itu sengaja menjeda nada dinginnya untuk mendapatkan perhatian. "Orang yang akan dijodohkan dengan Sungmin?" lanjutnya dengan tatapan meremehkan.
Siwon dan Kibum menatap Hankyung dan Heechul seolah bertanya ada apa dengan Kyuhyun.
"Kyuhyun, kau ini.."
"Langkahi dulu mayatku, Choi Jomyuk."
TBC
Bab~ Bababa~ Bab~ Babababababa~~~~
Aloha epribadeh! Jumpa lagi dengan saya, manusia tidak cantik dengan angan-angan terlalu tinggi. Jangan lagi membahas apa angan-angan saya. Kalian mungkin sudah hafal atau bosan mendengar. Gak papalah yang penting jangan bosan jadi pegawai #bruagh *program TV kali*
Ciyeeeeehhhh~ banyak yang bener nih nebaknya. Tenang ghaes *ngomong guys ala Dodit* hadiahnya nanti saya kasih nomor antrian satu-satu buat meluk Youngmin harabeoji. Muehehehehehe, segara ambil tiket sebelum ketinggalan. Ketinggalan tanggung sendiri :P
Oke, langsung sesi cuap-cuap yaaaa~
R: Sungmin anaknya Kibum?
T: Menurut chingu? #sokmisterius
R: Siapa yang dijodohkan dengan Sungmin!
T: Bukan saya chingu. Gak usah pake tanda seru gitu nanyanya O.O
R: Couple lain mana berrrooohhh?
T: Masih nyangkut di pohon toge berrrooohhh #plak Bantuin turun sana! :P
R: Harapan incest sampe ending VS tidak incest endingnya.
T: Muehehehehehe, ini pembacanya ada yang yang mau galau-galauan sampe ending, ada juga yang gak mau galau-galauan. Aku pilih mana ya? #posemikir Pilih Sungjin aja deh #ditampol
R: FFnya bikin perasaan loncat-loncat.
T: Gak papa chingu, yang penting jangan perasaan chingu yang loncat-loncat ke saya #apadeh! Tau kan perasaan saya buat siapa? *lirik SasuJin* EEEEHHH? SasuJin? Oh nooooooooo! Gak ada couple buat SasukeSungjin! GAK ADA! *ngomong sendiri marah sendiri* #kumat
R: Jadi guru sulit. Cita-cita gak jadi guru.
T: RT keras! Dari dulu selalu bilang guru itu pekerjaan yang sangat mulia karena jadi guru gak mudah. Tapi saat saya terdampar di FKIP hal itu benar-benar terwujud. Gak mudaaaaahhhh TT_TT #elapingus Padahal cita-cita jadi arkeolog. Gali tanah dapet tulang langsung dapet duit #plak padahal itu tulang ikan, oh my~ tulang Donghae ternyata #plakplakplakplak
R: Apa bakal jadi M-Preg?
T: Entahlah chingu, saya sedang gundah gulana, dan gak tau arah jalan pulang #sokdrama Masih gak tau chingu :D
R: Incest identik dengan sad ending, tolong jangan~
T: Haaaahhhh, saya gak tau harus bicara apa #makingalau
R: Spesial buat Kibi Kiyo yang reviewnya sepanjang punya(?) Kyu dan kata-katanya anti mainstream #LOL
T: Ya ampun saya baru baca review chapter 2 dan 3 dari kamu. Baru masuk chingu :D Tapi itu bikin ngakak parah. Gara TOP markoTOP sudah biasa kau ganti Seugri marSeungri #LOL Terus GOOD marGOOD sudah biasa kau ganti jadi GD marGD. Buahahahahaha. Itu sejenis pencemaran nama baik untuk member BIG BANG *demo bareng fans nya BIG BANG*
Di chapter 3 kamu review soal Yesung yang harusnya dapat piala CITRA karena sikapnya. Tapi kau malah lari ngomongin piala VASEL*NE. Akakakakakakkk, itu hand body! Ampun deh! Asli absurd dan bikin ngakak parah reviewmu naaakkkk! Kayaknya saya baru liat namamu akhir-akhir ini, kemarin hilang ke mana? Kan kau sendiri yang mengaku anak domba konoha yang hilang -_- Tapi ngomong-ngomong soal Sasuke, sampein ya salamku #kedipgenit
R: Kibum please jadi emaknya Sungmin!
T: Kibum: Jangan menggunakan tanda seru di dalam kalimatmua. Aku tidak suka dipaksa, kalau aku mau, aku bisa melakukan itu sendiri #stoicface
R: Aaaaahhhhh! Yesung kamu keren banget!
T: Yesung: Oke, thanks *singkat, padat dan jelas* #geplakYesung Songong banget jawabnya! Ngomong yang bener! Yesung: #eluskepala Baiklah aku mengucapkan terimakasih banyak untuk kalian yang sudah mengidolakan aku di FF tidak jelas ini, tapi berhentilah bersikap seperti itu. Itu bisa menurunkan popularitas mereka berdua *tunjuk KyuhyunSungmin* sebagai pemeran utama. Walaupun aku sangat ingin menjadi pemeran utama, tapi aku tidak pernah berharap menjadi pemeran utama. Ah, kalian pahami kalimatku. Apakah terdengar aneh? -_-
R: Donghae jodohin sama Sungmin!
T: Donghae: Ngapain panggil-panggil? Orang sibuk gak bisa main di FF gak jelas #songongmodeon Donghae! Awas kau maksa-maksa main di FF-ku yah!
R: QMi? KyuMi? KyuZhou? XianMi? GO TO HELL PLEASE!
T: Kyuhyun: Lo aja sono yang ke neraka! #ngunyahpaku
Zhou: Apa-apaan? Aku tidak pernah berbuat dosa, kau menyuruhku pergi ke neraka? Kau saja yang pergi! *natap sinis*
R: YeWook pleaseeeeeeeeee!
T: Ryeowook: #ngangkatspatula Apa? Aku sedang memasak! Tidak ada waktu main FF! Arra?
Yesung: #senyumdatar Sudah kubilang berhenti memanggilku! Aku tidak pernah berharap menjadi pemeran utama *mulai absurd*
Chingudeuuulll~~
Hati-hati ya kalo review, salah-salah orangnya muncul marah-marah *tunjuk balasan review di atas* Muehehehehehehehe.
Okelah, terimakasih banyak untuk yang sudah meninggalkan jejak di chapter 3 #terharu Tinggalkan jejak lagi untuk chapter ini. Saranghae~~~~
Mian for typos!
NEXT!
RCL please~
Gomawo udah baca \(*o*)/
