Anonymous Magician

Discalimer : Vocaloid © Crypton Future Media

Pairing : Len Kagamine & Rin Kagamine

Warning : Beta fic, weird, ugly , typo and many more

Summary : Senyum adalah ibadah, dan ibadah mendapat pahala,

jadi setidaknya dengan senyuman aku dapat menutupi semua dosa

dan keburukanku, walaupun dengan senyuman aku tak dapat menebus semuanya


Sebelumnya di Anonymous Magician

''Kami sering menyebutnya 'Magician' memang Ia terihat seperti pahlawan tapi selama ini ia sering melakukan berbagai kejahatan seperti mencuri, menterror, dan bisa membuat orang seperti di cuci otak namun kebanyakan dari korbannya adalah pejabat pejabat dan pengusaha yang andil dalam ekonomi kota Vocalia''

'Magician yah? Baiklah aku sudah tidak sabar bertemu lagi denganmu'

Chapter 4 : First Day at School

Pagi hari yang cerah dan Kicauan burung burung serta suana sejuk khas pagi hari merupakan awal yang sangat menyenangkan, apalagi bagi mereka yang akan melakukan rutinitas sehari hari

''HOIIIIIII! BANGUUUUN SEMUAAAAAAAAAA! INI GAWAT! PERSEDIAAN ES KRIMKU HABIS, INI KIAMAT INI KIAMAT Hmmps..''

''Ya ampun Kaito, sampai kapan kau akan terus begini?*sigh*'' ucap seorang gadis berambut teal menghela napas melihat cowok bodoh yang sedang tersiksa karena banyaknya daun bawang yang menyumpal mulutnya

Hah, kurasa pagi hari dengan suasana tenang seolah sirna karena kejadian heboh markas agent-agent VIA yang kelewat batas itu, kalo di indo mereka bakal dapet teriakan balasan ''Hoi! Kalian udah gila apa ya? Pagi pagi udah bikin budeg orang aja!'' sayangnya ini bukan di Indonesia

"Kami-sama, sampai kapan aku bisa bertahan dari ketidak warasan mereka semua'' gumam seseorang yang kau sudah tau siapa.

Skip time

Setelah melewati pagi yang merepotkan akhirnya para anggota atau agent-agent VIA sampai kesekolah mereka dengan selamat

"Nah Rin inilah sekolah kita'' ucap Gumi memperkenalkan sekolahanya

Vocalia Highschool merupakan sekolah bergaya eropa dengan gedung yang megah dan fasilitas yang lengkap tak ayal jika sekolah sekolah ini menjadi sekolah favorit dan menjadi incaran banyak murid yang baru lulus dari SMP mereka masing masing dan sangat bersyukur jika diterima disekolah tersebut.

Untuk seragam sendiri siswi perempuan, memakai kemeja putih yang dilapisi blazer lengan panjang bewarna merah dengan kerah bewarna hitam bergaris emas dan dasi kupu kupu bewarna kuning serta rok pendek bewarna coklat dengan garis vertical dan horisontal tebal berwarna hijau sehingga membentuk motif kotak kotak, Sedangkan untuk laki laki memakai kemeja putih dengan jas warna merah berdasi kuning dengan celana panjang bewarna cokelat

Rin hanya bisa cengo melihat sekolah barunya yang bisa dibilang puluhan kali lipat lebih bagus dari sekolah lamanya

''Rin?'' ucap Gumi membuyarkan lamunan Rin

"Eh! Iya, Gumi sekolah ini bahkan sangat jauh dibandingkan sekolah lamaku!"

"Hehe begitulah, sekolah ini memang bagus"

"Baiklah semua ayo segera ke kelas masing masing lagipula sebentar lagi bel akan berbunyi dan jangan lupa... apa tugas dan misi kita disini " tegur Dell menyuruh mereka kekelas masing masing dan mengingatkan tentang misi mereka, dengan suara pelan tentunya lalu merekapun bubar dan pergi ke kelas masing masing Rin, Miku, Gumi menuju kekelas 2-A, Dell, Haku, Kaito dan Gumiya di kelas 2-C dan Akaito, Gakupo, Luka dan Meiko di kelas 3-B.
Dijalan menuju kelasnya Rin bertanya pada kedua temannya

"Ne, Miku Gumi kita ini masih SMAkan?'' tanya Rin kepada kedua temannya

"Iya Rin, kenapa?"

''Eto lalu kenapa Dell itu merokok serta Meiko juga Haku sering mabuk mabukan'' tanya Rin mengingat kejadian kemarin

''Oh, itu karena mereka punya alasan sendiri Rin'' jawab Miku mengakibatkan alis Rin naik tanda ia tidak mengerti

"Alasan?"

''Iya, Meiko dan Haku menderita insomnia berat Rin, karena itu mereka sering minum sake untuk membuat mereka mengantuk, yah mereka berdua tidak sering melakukannya sih, mereka juga kadang minum obat tidur karna miras bisa merusak tubuh mereka jika terus menerus, walaupun sake yang mereka minum itu sake khusus yang di pesan langsung dari pembuatnya dengan kadar alkhohol rendah tapi kalo terus menerus juga tidak baik bukan" jelas Gumi

"Nah kalau Dell karena dia sering mengerjakan beberapa laporan dan beberapa berkas ditambah lagi Ia masih bersekolah seperti kita yang sering mendapat PR atau tugas dari sensei bagaimana tidak stress, untuk itu ia sering merokok untuk menghilangkan stressnya, rokok yang gunakan juga khusus Ia memesannya dari suatu kota di negara indonesia via online, katanya rokok itu Tidak berbahaya dan digunakan untuk obat, karena terdiri dari berbagai rempah rempah dan tanaman obat asli negara itu serta kandungan tar dan nikotinnya sangat rendah hampir mendekati 0%'' tambah miku panjang lebar sekaligus promosi mungkin

"Oh jadi begitu" jawab Rin mengerti "Ah aku lupa sebagai murid baru aku seharusnya menemui sensei wali kelas kalian duluan saja" tambah Rin lalu berlari meninggalkan mereka berdua Gumi dan Miku melanjutkan perjalanan mereka ke kelas.

Unknown Place

Terlihat Seseorang sedang duduk disebuah ruangan yang mungkin bisa dibilang sebuah ruang kerja Seseorang tersebut tengah bersandar pada kursinya dan menghadap ke jendela kaca gedung menampilkan pemandangan kota Vocalia, saat sedang bersantai sambil menghisap pipa rokoknya suara ketukan datang dari arah pintu masuk yang berada di belakan pria tersebut.

TOK TOK TOK

"Masuk." suruh orang tersebut kepada tersangka yang mengetuk pintu masuk, segera saja pengetuk pintu tersebut mematuhi perintah dengan memasuki ruangan

"Jadi, bagaimana? Adakah perkembangan terbaru dari DIA?" tanya sang atasan tanpa basa basi sambil masih melanjutkan kegiatan bersantainya

"Sejauh ini kita belum berhasil menangkapnya tuan" jawab Si bawahan "Namun Saya mendapat kabar bahwa VIA sudah berhasil mendapat sedikit info bahwa magician adalah seorang pelajar" tambah si bawahan takut akan kemarahan bosnya

"Magician?" tanya sang bos

"Benar tuan, mereka menyebutnya magician bisa jadi karena setiap aksinya ia menggunakan sulap tuan" jelas bawahan tersebut

"Hmm... Aku tidak terlalu mengurusi siapa julukannya yang terpenting sekarang Aku ingin Ia segera disingkirkan sebab dia sering menggangu jalan jalan Kita, aku tak perduli berapa banyak bidak yang kau gunakan agar dapat menumbangkan sang raja" ucapnya kepada bawahanya tersebut

"Baik tuan" dengan itu bawahan tersebut meninggalkan ruangan dimana tempat atasanya tersebut.

Vocalia High School

Bel sekolah baru saja berbunyi beberapa menit lalu sekarang para siswa kelas 2-A sedang menunggu kedatangan wali kelas mereka serta menunggu kedatangan penghuni baru kelas mereka.

ZRAAAAK

Sebuah suara dari gesekan pintu yang digeser tersebut membuat semua penghuni kelas menghentikan aktivitas mereka lalu duduk manis ditempat mereka, hal ini disebabkan karena wali kelas mereka sudah datang, lalu masuklah seorang guru berwajah cantik dengan tubuh wew bermahkotakan rambut bewarna hijau lalu ia pun berdiri didepan kelas dan menatap keseluruh ruangan mengecek satu persatu apakah ada anak didiknya yang masih beraktivitas sendiri, setelah dirasa tidak ada sensei yang bernama sonika itupun angkat bicara.

"Iya selamat pagi anak-anak, sepertinya kalian sudah mengetahuinya jadi sensei tidak akan menjelaskan secara mendetail bahwa hari ini kita kedatangan murid baru di kelas ini, Kanami-san silahkan masuk" ucapnya lalu menyuruh masuk seseorang di depan pintu, masuklah Rin menghampiri sonika-sensei, setelah sampai iapun membalikkan badan menghadap calon teman teman barunya.

"Konnichiwa minna-san, watashi wa namae Rin Kanami desu, yoroshiku onegaishimasu"

"Baiklah anak –anak dia adalah Rin Kanami orang yang akan menjadi teman baru kalian dikelas ini sensei harap kalian bisa berteman baik dengannya, baiklah Kanami-san kau bisa duduk di bangku kosong disebelah sana" tunjuk sensei tersebut ke arah bangku Rin, lalu Rin melangkahkan kakinya menuju bangku tersebut dan setelah sampai langsung saja ia duduk dan mengeluarkan buku pelajaran hari ini, namun ketika ia melihat kebelakang terdapat bangku yang kosong berjarak bangku dari tempatnya, 'Apakah mungkin di kelas ini ada mitos bangku kosong atau semacamnya?' tanya Rin dalam batinnya namun ia tidak memperdulikan soal itu dan memfokuskan kearah sensei yang mengajar.

"Baiklah anak-anak buka paket kalian hal..."

ZRAAAAK

Ucap guru itu terpotong akibat suara pintu kelas yang digeser dan menampakkan sesosok pemuda yang berdiri disana, pemuda berambut honey blonde dan iris berwarna cerulean blue itu sejenak mengingatkan Rin akan seseorang.

"Len .ne! lagi lagi kau terlambat, sekarang apa lagi alasanmu" ucap guru tersebut sedikit kesal kepada siswa di depannya ini

"Ah maaf Sonika-sensei sebenarnya saya tadi berangkat sekolah sudah pagi, namun saat di jalan saya bertemu dengan seekor kucing hitam, karena takut terkena sial sayapun memutar jalan saat memutar jalan itu saya bertemu seorang nenek nenek yang kelihatannya tersesat, karena sebagai orang yang baik sayapun mengantar nenek tersebut sensei, tapi setelah menolong nenek tersebut saya sendiri yang malah tersesat dan ternyata saya tersesat di jalan yang bernama kehidupan" ucap Len panjang lebar, semua isi kelas sweatdrop karena alasan yang rada aneh ini.

"Ah iya iya aku mengerti sekarang kau boleh duduk" lalu Len pun berjalan kearah tempat duduknya ia berjalan melewati Rin, Rin yang seperti tersadar karena pernah bertemu sosok tersebut langsung berdiri dan.

"K-kau! Kau pasti magician kan?" ucap Rin lumayan keras dan mengkagetkan seluruh isi kelas teutama Miku dan Gumi, jelaslah mereka semua kaget karena nama seorang buronan satu kota Vocalia itu terucap

"A-apa ma-maksudmu nona? Kenapa kau bisa menuduhku dan lagi apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Len sendiri yang dituduh hanya kaget dan grogi karena tuduhan Rin

"Jelas itu pasti kamu walaupun aku melihat sekilas, warna mata itu, rambut itu itu pasti kau"

"M-maaf nona tapi bukankah tidak baik langsung menuduh orang sembarangan dan lagi warna rambutmu sama denganku, bisa jadi itu kau sendiri yang merupakan magician dan menuduhku untuk mengkambing hitamkan aku" elak Len tak mau kalah

"Tidak mungkin, suara dari magician merupakan suara seorang laki-laki dan lagi jangan samakan mahkotaku ini dengan rambutmu"

"Ya tapikan laki-laki yang berambut blonde bukan cuma aku saja dan juga aku bisa menebak kau pasti pakai shampoo merek ***** itu ya?"

"Ah benar juga...maafkan aku sudah menuduhmu yang tidak tidak, dan hei dari mana kau tahu aku pakai shampoo *****?"

"Iya gak masalah, hoo aku tahu karena wangi mahkotamu ini" ucap len lalu memengang beberapa helai rambut Rin yang tak elak membuat waja Rin memerah.

"WOI! INI KELAS! KALO MAU MELAKUKAN ITU SEBAIKNYA JANGAN DISINI, DAN JUGA KENAPA ADA SHAMPOO NYASAR TADI MEMANGNYA KAU BINTANG LI** B**!" teriak Sonika-sensei menegur mereka berdua dan langsung membuat mereka berdua salah tingkah

"Ah maaf sensei" ucap Len tanpa merasa bersalah, sementara Rin hanya menundukkan kepala namu matanya melirik untuk melihat suasana kelas, ada yang sempet mau foto tapi takut hpnya disita, ada yang menatap dengan wajah blink-blink dan juga ada juga yang menatap mereka dengan wajah iri(Jones ini pasti XD#ditendang)

'a-apa yang sebenarnya kulakukan tadi !' runtuk Rin dalam hatinya

"Haaah baiklah kalian berdua kembali ke tempat kalian masing masing" ucapan Sonika-senseipun mengawali jam pelajaran hari ini.

Skip

"Jadi, bagaimana Rin rasanya hari pertamamu" ucap Gumi memulai pembicaraan mereka, saat ini mereka sedang di kelas karena saat ini jam kosong dan sebentar lagi bel pulang sekolah akan tiba

"Hn lumayan Gumi ternyata mereka ramah ramah kepadaku" balas Rin seadanya

"Oh baguslah kalau begitu semoga kau bisa dengan mudah beradaptasi di sini" kali ini Mikulah yang membalasnya "Ne ne Rin bukankah tadi sidikit terlalu berani?"tambahnya

"Eh? Berani?" jawab Rin bingung atas pertanyaan Miku

"Itu loh Rin yang tadi pagi" terang Gumi yang kontan saja membuat Rin memerah

"A-a i-itu salah bocah pirang itu dia yang mulai duluan"

"Ara benarkah? Padahal baru kali ini aku melihat Kagamine-san seperti itu"

"Maksudnya?"tanya Rin kebingungan atas pernyataan Gumi

"Yah walaupun kuakui Kagamine-san mempunyai beberapa fans di sekolah tapi aku tidak pernah ia melakukan tindakan seperti itu"

"E-eh! B-benarkah?"

"Hehe kelihatannya dia..."

DOR DOR DOR

Belum sempat Gumi melanjutkan kalimatnya tiba tiba suara brendelan peluru senjata api terdengar jelas di telinga mereka dan semua murid yang kontan saja terjadi kepanikan di kelas mereka

"Ada apa ini!"

"Kyaaaaa! Apa yang sebenarnya terjadi"

Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing~

"ehm halo anak-anak, maaf menggangu jam jam istirahat kalian, jadi aku hanya mau memberitahukan bahwa...

...

...

Sekolah ini kami ambil alih" kontan saja pengumuman dari audio tersebut membuat suasana makin panik dan juga ada beberapa orang bertopeng yang mereka lihat mulai memasuki sekolah.

"Sebenarnya apa yang terjadi" ucap Rin, Miku, dan Gumi kompak.


TBC