Adventure of Uchiha Senju Naruto

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Adventure, Fantasy, and Romance.

Rating : M (adegan kekerasan)

Pairing : Naruto X Mei X ..?..

Warning : Typo, OOC, Gaje, Abal, strong naru, smart naru.

Summary : Hidup di zaman Hashirama dan Madara, Uchiha Senju Naruto yang mempunyai mata EMS spesial dan Mokuton, pergi ke masa depan untuk mencari perdamaian sejati.

"Normal"

'Thinking'

"Bijuu/Monster"

'Bijuu/Monster'

*Jutsu

(Keterangan)

Chpater 4

Saat ini Naruto sedang berjalan-jalan di pagi hari yg cerah, suara burung saling bersautan, menambah nyamannya suasana, tetapi kegiatan itu harus berakhir karna seorang Anbu memakai topeng elang datang di hadapannya.

"Maaf menggangu, saya Anbu utusan Hokage diperintahkan untuk membawa anda pada Hokage" ucap Anbu itu.

'Jadi sudah ketauan, sayang sekali' pikir Naruto.

"Baiklah saya akan ikut" Naruto mengikuti Anbu itu dengan melompat-lompat di atap rumah warga.

Skip Time

Di hadapan Naruto kini seorang kakek yg sudah tua bergulat dengan tumpukkan dokumen desa.

"Ada perlu apa Hokage memanggil saya?" tanya Naruto.

"Saya memanggil mu kesini untuk mengetahui motif apa yg kau lakukan di desa ini" balas Sandaime Hokage tanpa basa basi.

"Saya hanya pendatang yg memerlukan tempat tinggal itu saja" ucap Naruto.

"Tetapi, kalau hanya mencari tempat tinggal tidak seharusnya meyusup kesini" ucap Sandaime Hokage A.K.A Hiruzen.

'Sial aku diintrograsi, sebaiknya aku gunakan itu' pikir Naruto memikirkan jutsu.

"Hokage-sama boleh aku menanyakan sesuatu?" tanya Naruto sambil mendekati meja kerja Sandaime Hokage.

"Silakan saja, semampu saya bisa menjawab" balas Hokage memajukan kursi kerjanya.

Naruto berhenti 1m dari meja Hokage, Naruto menutup matanya sedikit lama.

"Hokage-sama-" ucap Naruto mengantung perkataannya sambil membuka matanya secara perlahan.

*Kotoamatsukami

Naruto memandang Sandaime Hokage yang sudah terkena genjutsu yg dapat merubah pikiran seseorang.

Naruto mulai mesukan ingatan-ingatan buatanya untuk menitupu termasuk para Anbu yg ada di ruangan Hokage.

Naruto mengakhiri jutsunya dan bersikap santai pada Hokage dan para Anbu yang terkena jutsunya.

"Apa sudah selesai Hokage-sama, saya masih banyak urusan, saya permisi dulu" ucap Naruto sambil membukkukkan badanya 90°.

"Ya, silakan" ucap Sandaime Hokage yg seperti tidak terjadi apa-apa, bahkan para Anbu tidak mencurigai sedikitpun.

'Jutsu itu memang sangat kuat' pikir Naruto sambil keluar dari ruangan Hokage.

Skip Time

Naruto yg memakai kaos hitam, celana Anbu hitam dan sepatu ninja hitam tanpa membawa tanto dan peralatan ninjanya meyusuri keramaian pasar.

Mata hitamnya(maaf kemaren slh tlis) menatap tiap-tiap toko.

Mata hitamnya berhenti di kedai dango yg cukup ramai pelanggannya.

Naruto memasuki kedai dango, mencari kursi kosong dan melihat kursi kosong di samping wanita berambut hitam kebiruan(saya gk tau) memakai jubah putih sedikit kecoklattam dengan dalaman baju jaring sampai paha mencetak lekuk tubuhnya dan memakai rok pendek berwarna coklat duduk sambil menikmati dango dengan gerakan lidah erotis membuat para pengunjung laki-laki menelan ludah termasuk Naruto.

"Apa saya boleh duduk disini?" tanya Naruto sambil mendekati wanita itu.

"Tentu, tampan" balas wanita itu sambil menjilat bibirnya.

Glek!

Naruto harus menelan ludah menghadapi wanita nakal ini.

Naruto duduk disamping wanita itu di datangi pelayan toko.

"Mau pesan apa tuan?" tanya pelayan itu dengan lembut.

"Pesan 5 tusuk dango dan jus jeruk" balas Naruto.

"Akan saya antarkan, permisi tuan" ucap pelayan itu beranjak pergi.

"Kamu orang barunya tampan?" tanya wanita samping Naruto.

"Ah, iya aku orang baru disini" ucap Naruto sambil menggaruk belakang kepala yg tidak gatal.

"Perkenalkan namaku Anko mitarashi" ucap wanita itu A.K.A Anko.

"Namaku Uchiha Senju Naruto" ucap Naruto sambil tersenyum ramah membuat Anko sedikit merona dikedua pipinya.

"Salam kenal Naruto-kun" ucap Anko sambil tersenyum.

Mereka saling mengobrol tentang segala hal sampai pesanan Naruto datang.

"Ini tuan" ucap pelayan meletakkan pesanan Naruto dimeja.

"Ah, sudah siang, aku pergi dulu Naruto-kun" ucap Anko sedikit membukkuk memperlihatkan dadanya yg bergoyang di depan Naruto.

Glek!

Naruto harus menelan ludah kesekian kalinya.

'Sial, dia memang wanita penggoda' pikir Naruto melihat Anko mendekati kuping Naruto.

"Semoga kita bertemu lagi, Naruto-kun" ucap Anko menjilat kuping Naruto membuat Naruto merinding.

Anko pergi meninggalkan kedai, Naruto menatap kepergian Anko melanjukan memakan dangonya.

Skip Time

Sudah sebulan Naruto di Konoha, tidak ada lagi Anbu yg mengikutinya, Naruto semakin dekat dengan Anko, mereka selalu bersama seperti sepasang kekasih.

Tinggal beberapa hari lagi turnamen ujian Chunin diadakan.

Naruto selama ini selalu mengawasi Naruko, anak berambut pirang di kepang dua, mata biru langit dan Hyperaktif.

Dari menjalankan misi dan kegiatan lainnya(bukan ngintipnya).

Sering beberapa kali Naruko di datangi Anbu Root untuk menangkap Naruko, dan berakhir tewas di tangan Naruto.

Hari ini Naruto berjalan di perbatasan negara Hi dan Kaze mencari Missing-nin untuk mendapatkan uang.

Naruto berhenti berjalan, merasakan ada serangan dari belakangnya.

Dan benar saja 5 kunai dengan kertas peledak melesat menuju Naruto.

Blaarr!

Terjadi ledakan lumayan besar, Missing-nin itu terlihat tertawa, mengetahui mangsanya pasti mati.

Di balik asap hitam itu, Naruto yg terlindung dengan kubah kayunya, berdiri dengan gagah tanpa luka sedikitpun.

Kayu-kayu itu masuk kembali ketanah.

"A-apa, bagaimana bisa" ucap Missing-nin itu membulatkan matanya melihat Naruto tanpa terluka sedikitpun.

"Missing-nin Iwagakurenya, emm kau cukup lumayan" ucap Naruto sambil gaya berfikir.

"Sial awas kau"

*Katon : Gouryuuka no Jutsu

Muncul naga api lumayan besar dari semburan Missing-nin itu.

Naruto merapalkan Handseal dengan cepat.

*Mokuton : Mokujoheki

Kubah kayu melindungi Naruto dari terjangan naga api.

"A-apa Mo-mokuton" ucap Missing-nin membulatkan mata.

"Baiklah waktunya membalas"

*Mokuton : Daijurin no Jutsu

Tangan Naruto berubah menjadi kayu bercabang menerjang Missing-nin.

"Ti-tidakkk" teriak Missing-nin.

Craass!

Kayu-kayu Naruto menembus tubuh Missing-nin itu.

Naruto mendekati mayat Missing-nin yg penuh lubang di tubuhnya.

Naruto mengambil tanto dari belakang punggungnya memenggal mayat Missing-nin.

"Saatnya menukar hadiah" Naruto melompat-lompat batang pohon menuju tempat pertukaran.

Skip Time

Hari ini adalah diadakan turnamen ujian Chunin, para Genin dari berbagai desa berdatangan untuk mengikuti ujian Chunin.

(Disini saya skip aja mls nulis, kejadiannya sama di canon, tapi Naruto di ganti sama Naruko, dari ketemu Orochimaru, melawan Kiba dan Neji)

Saat ini pertandingan Sasuke dan Gaara yang bertarung sengit.

"Ini pertandingan yg seru, Hokage-dono" ucap Kazekage A.K.A Orochimaru yg menyamar.

"Kau benar Kazekage-dono" ucap Hokage A.K.A Hiruzen.

Naruro sedang mengawasi pertandingan dari jauh, insting Naruto bekerja keras merasakan akan ada serangan.

Sasuke berdiri di atas tebing turnamen memandang di bawahnya Gaara yg terlindungi kubah pasir yg sangat keras.

"Akan ku kalahkan dia" ucap Sasuke yg sedang di atas tebing.

Sasuke mulai memegang pergelangan tangan kirinya.

*Chidori

Muncul percikan petir di tangan kiri Sasuke membuat suara kicauan ribuan burung.

Sedangankan di tribun penonton sorakan peyemangat untuk Sasuke.

"Ayo Sasuke-kun, kau pasti bisa!" teriak gadis berambut pink A.K.A Sakura.

"Hajar dia Sasuke-kun!" teriak samping Sakura, gadis berambut pirang pucat di kuncir kuda A.K.A Ino.

Sedangan tempat peserta suara cempreng peremluan tidak henti-hentinya.

"Teme!, kalahkan dia!" teriak gadis pirang di kuncir kuda A.K.A Naruko.

"Ahh... Naruko kau berisik sekali" ucap pemuda dengan rambut di kuncir membuat rambutnya seperti nanas.

"Kau berisik sekali Shikamaru!" bentak Naruko pada Shikamaru.

"Merepotkan" ucap Shikamaru dengan lemasnya.

Kembali ke Sasuke yg melesat turun dari tebing penonton menuju Gaara.

Sasuke berlari sambil menghidari terjangan pasir Gaara.

"Hyaat!" teriak Sasuke menghunuskan jutsunya ke kubah pasir Gaara.

"Aarrrggghh" teriak kesakitan Gaara di dalam kubah pasir.

Kubah pasir Gaara mulai muncul retak ratakkan kecil sampai besar.

Terlihatlah Gaara yg terluka parah di bahu kirinya.

BUMMM!

Suara ledakkan di sudut desa Konoha, terlihatlah ular kepala 3 memporak-porandakan desa Konoha.

Para penonton semuanya terkena genjutsu meyebabkan semua orang tertidur.

(Skip aja mls nulis trus, kjadiannya sma kya di canon, tnggal ganti Naruto sama Naruko)

Kini di atap tempat pertandianan yg terlindung oleh kekkai luar dan dalam, berdirilah Sandaime Hokage dan Orochimaru yg sudah melepas identitasnya.

"Aku tidak akan diam lagi, Orochimaru" ucap Sandaime Hokage melepas jubah Hokage dengan baju Ninjanya(liat aja di google)

"Khukhukhu.. Kau kira dapat membunuhku" ucapa Orochimaru dengan tawa gilanya.

Hiruzen berlari menerjang Orochimaru dengan merapalkan Handseal.

*Katon : Gouryuuka no Jutsu

Hiruzen menyeburkan naga api dengan besar melesat ke Orochimaru.

*Mandara no Jutsu

Keluarlah ribuan ular dari mulut Orochimaru menghadang jutsu Hiruzen.

BUMMM!

Kedua jutsu saling berbenturan menimbulkan ledakkan besar, bunyi ledakkan sampai keluar kekkai.

Para Anbu yg menonton karna tidak bisa menembus kekkai.

"Hokage-sama, memang hebat" ucap salah satu Anbu.

"Kita harus mencari cara untuk menembus Kekkai" ucap Anbu yg lainnya.

"Kau masih hebat saja Sensei" ucap Orochimaru.

"Walaupun aku sudah tua, tetapi semangat api masih membara" balas Hiruzen sambil merapalkan Handseal.

*Doton : Doryuudan no Jutsu

Munculah naga tanah menerjang Orochimaru.

Orochimaru mencoba menghindari naga tanah, tetapi naga tanah melesat dengan cepatnya.

'Sial, aku harus menggunakan itu' pikir Orochimaru.

BUMMM!

Orochimaru terkena naga tanah Hiruzen.

"Dia takkan selamat" ucap Hiruzen.

"Khukhukhu... Apa benar itu Sensei" ucap Orochimaru berdiri di belakang Hiruzen tidak jauh.

"Ti-tidak mungkin" ucap Hiruzen membalikan tubuhnya.

*Sen'eijashu

Dari tangan Orochimaru keluarlah puluhan ular berusaha melilit Hiruzen.

Hiruzen mulai merapalkan Handseal.

*Doton : Doryuheki

Jutsu Orochimaru di blok oleh dinding batu.

"Cih, sial" ucap Orochimaru frustrasi.

"Khukhukhu... Saatnya menu utamanya Sensei" ucap Orochimaru sambil mengigit jempol tangan kirinya dan mengoleskan darahnya pada tangan kanannya, Orochimaru menghentakkan tangan kanannya ke atap(emng bertarungnya di atap)

*Kuchiyose : Edo Tensei

Dari atap munculah 3 peti mati, tetapi satu peti mati kembali tenggelam.

'Cih, hanya dua'

Peti mati itu terbuka, menampakkan mayat Shodaime Hokage dan Nidaime Hokage.

Orochimaru memasukan kunai dengan kertas segel ke dalam dua mantan Hokage.

Kedua mayat mantan Hokage mengluarkan asap, perlahan-lahan kulit kedua mayat menjadi utuh kembali.

Kedua mayat mantan Hokage kembali hidup.

"Hiruzen, kau kah itu?" tanya Nidaime Hokage A.K.A Tobirama.

"Benar, ini aku Sensei" balas Hiruzen.

"Kau sudah tuanya?" tanya Shodaime Hokage A.K.A Hashirama.

"Aku memang sudah tua Sensei, tetapi semangat api ku masih membara" balas Hiruzen.

"Hahaha, itu barj muridku" ucap Hashirama dengan tawa konyolnya.

"Berhentilah bersikap bodoh, kakak" ucap Tobirama.

Muncul awan hitam di kepala Hashirama.

"Jadi, kita dibangkitkan dengan jutsu ciptaanku" ucap Tobirama.

"Makanya jangan buat jutsu merepotkan, sungguh ironis sekali jutsu makan tuan" ucap Hashirama sambil mengelengkan kepalanya.

"Cukup basa-basinya sekarang serang dia" perintah Orochimaru.

*Mokuton : Mokuryu no Jutsu

Tiba-tiba muncul naga kayu raksasa menghantam kekkai, menyebabkan kekkai hancur dan anak buah Orochimaru terhempas saking kuatnya hantaman naga kayu.

"Mo-mokuton" ucap salah satu Anbu.

Semua Anbu mengalihkan pandangannya pada salah satu Anbu topeng anjing.

"Bu-bukan aku" ucap Anbu topeng anjing.

Mereka mengalihkan pandangannya pada seseorang berambut pirang mengenakan baju jaring, celana Anbu hitam, sepatu ninja hitam datang memakai jubah biru dengan api aksen api hitam di bawahnya A.K.A Naruto.

"Khukhukhu, ternyata ada pegangu" ucap Orochimaru mengalihkan pada Naruto.

"Yo-yondaime Hokage" ucap salah satu Anbu.

Bersambung

Pairing :

Naruto X Mei

Naruto X Anko

Kritik dan Saran

R

E

V

I

E

W