Huhuhu, maav (sangat) telat update. Kalo reader(masih ada gak ya?) mw cekek saia silahkan, mw bunuh saia jangan(?).
Huhu, maav telat update, otak author yang ganteng ini lagi hang(?) saking banyaknya tugas sekolah, mana terus-terusan ULANGAN lagi.. T_T #oalah malah curcol . .
Dan, Ratingnya juga saya naikin jadi M. cause ada sedikit kata-kata yang begitu deh. :D yosh! sekali lagi author minta maaf, dan happy read, please enjoy this chapter..
.
.
.
.
.
.
.
.GUA PERLU KOST!
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto .
.
Pair: NaruSaku .
.
Genre: Romance, Humor .
.
WARNING:OOC, GAJE, LEBAY, TYPO(S) BERTEBARAN, EYD AMBURADUL.
.
DON'T LIKE, DON'T READ.
.
PLEASE REVIEW.
.
.
.
"AKHIRNYA DAPAT KOST'AN JUGA"
*EPISODE SEBELUMNYA*
Naruko aka Naruto kini telah berada di gerbang kost-an tuan mesum~err tuan Jiaraiya~. Kemudian Naruto menekan tombol bell karna dari tadi dia koar-koar(?) gajelas tetep aja gak ada respons.
.
"TET NOT.! TET NOT.!" beberapa saat kemudian munculah 2 orang cewe dengan pakaian seragam satpam yang begitu sexy(?).
.
*END OF EPISODE SEBELUMNYA*
.
.
"Hmm? Perasaan di chap sebelumnya ada cowo juga deh? Yang teriak-teriak gaje~kamseupay ieu~ itu lho? Kok di chap ini gak ada yah?" batin Naruto. (Author: #pundung) "Aah, EGP DAH!" batin Naruto lagi.
.
.
"Hn? Ada perlu apa Nona-chan(?)?" sapa salah seorang satpam dengan rambut berkuncir dua aka Temari di pelem Naruto(?) itu.
.
.
"Umh, sa sa saya ingi-n nge-ko-ost di si sini mba. Ta ta tapi sa sa saya be belum ta tau ta tarif nge nge ngekost di di si sin-i" naruto seketika gagap udah kaya ajiz gagap(?) plus nose bleed. Gimana nggak coba? Skarang ia sedang ditatap serius oleh 2 ekor~err 2 orang cewe yang bisa di bilang aduhay plus tampang yang bisa di bilang ~sangat~ cakep.
.
.
"Oh, kalau begitu silahkan masuk terus ambil formulir(?)nya di bagian administrasi." ucap teman sang satpam yang satunya aka Ino.
.
.
"Fo formulir? Kaya mau masuk sekolah aja" batin Naruto dan Author barengan.
.
.
"Oh, begitu. Baiklah. Tapi sebelumnya tolong err~tolong.." ucapan Naruko agak ngegantung kaya orang mau bunuh diri(?).
.
.
"Tolong? Tolong apa nona?" tanya Temari (sangat) kebingungan.
.
.
"Tolong err~tolong bukain pagarnya ini lo.." ucap Naruto.
.
S.F.X: GUBRAK! (si Temari and Ino langsung ngegubrak ria(?))
.
.
"Ah, ia. maaf maaf ya mbak saya lupa, saya khilaf.." Si Temari meminta duit~err maaf maksudnya. .
.
"CKITT CKITT BLAAR!" (== suara digesernya gerbang(read: dibanting)
.
.
"Silahkan masuk nona, dan loketnya ada di sana." si Ino menunjuk sebuah gubuk(?) kecil yang ada disamping rumah kostan itu.
.
.
"Eh? Ia, makasih mba." naruto pun melangkahkan kaki di jalan setapak menuju gubuk itu. terlihatlah olehnya seorang tua renta tengah duduk di dalamnya.;
.
.
"Selamat siang kek." sapa Naruto gugup. Gimana gak gugup coba? Dia sedang berhadapan dengan seorang tua bangke(?) yang penuh perban, dan sebelah matanya juga di perban.
.
.
"Hnn? Ada apa bocah?" si kakek tua bangka bau tanah *di sharingan(?)* bertanya dengan ketusnya.(ayo siapa? Coba tebak?)
.
.
"Um, saya mau ngambil formulir untuk ngekost disini kek." jawab Naruto (masih) gugup.
.
.
"Ngambil? Gak ada yang gratis coy! Gopek dulu!" si kakek aka Madara tiba tiba jadi mata duitan udah kaya si Kakuzu aja.*Kakuzu bersin-bersin*
.
.
. "Oalah, matre cin ternyata. -,-" batin Naruto. "Nih kek, gopeknya." si Naruto ngasih gopek plus ngasih senyum palsu, takut di gigit(?).
.
.
"Ye ye ye ye, gopek gopek! Udah lama gak megang gopek gua. #terharu. Nih neng, formulirnya." si kakek mendadak jadi autis udah kaya Tobi aja.*Tobi keselek duren(?)*
.
.
"Oalah, ternyata bukan hanya matre. Tapi juga autis! Setres kali yah?" batin Naruto (lagi).
.
"Ia kek, sama-sama." Naruto buru-buru lari ninggalin si kakek Madara yang lagi berbahagia ria. (kenapa? takut ketularan autis pastinya)
.
.
"Wuih! Cepet bener larinya. Ternyata bocah zaman sekarang penuh dengan semangat masa muda!" *Lee: Trademark gua tuh! #nangis guling-guling*
.
.
SKIP TIME...
.
.
.
Scene berpindah saat naruto udah berada di kamar Sakura yang serba pink dan pink(bayangin aja sendiri). Naruto lagi ngeliatin tuh formulir tadi dengan cengo(?), uring-uringan(?), muka merah padam(?) dan air liur blepotan di sisi bibirnya(jorok ih..*author muntah*).
.
Gimana gak gitu coba? Bayangkan. Bayangkan! Bayangkan? *author:apaan yang dibayangin hayo? Si doi yah?*. Lebih kurang saya mohon maaf, assalamualaikum! *author di hajar rame-rame* maksud author lebih kurang tuh formulir panjang~BBAANGEETT KEBANGETAN~nya minta ampun, sampe 3 rangkap. 3 RANGKAP HVS!.
.
.
Setelah bersusah payah, setelah berabad-abad(lebay) akhirnya Naruko aka Naruto berhasil menjalankan misi sucinya(?) tersebut.
.
.
"Ah! Gerah banget di dalam sini huh!" Naruto kemudian membuka rambut palsunya, bajunya dan roknya. Sekarang terpampanglah seorang pria gagah yang ngalahin kegagahan author(?). Dengan rambut jabrik acak-acakan, kaos putih oblong melekat di tubuhnya yang menampilkan sixpack tubuhnya itu serta boxer yang makin membuatnya gagah. Naruto berani seperti ini karna orang tua Sakura sedang pergi keluar. Naruto kini melangkahkan kakinya menuju pintu dan hendak keluar. Tapi, karna kenistaan author, maka jalan keluar Naruto akan sedikit susah. Kenapa? Kita liat di KTP!~err TKP!
.
.
"Bruk!"
.
.
Saat Naruto menarik gagang pintu tersebut, saat itu pulalah Sakura masuk ke kamar itu. Dan terjadilah peristiwa yang di tunggu author. Naruto dan Sakura saling tertabrakan, tapi karna Naruto kurang siap, yang seharusnya ia dapat menopang Sakura malah ia terhuyung dan jatuh. Posisinya, Sakura menindih Naruto.
.
.
"Ahh…!" Sakura tiba-tiba menutup matanya, ia mendesah. Ia terbius oleh bau badan Naruto yang maskulin. Sakura sendiri bingung kenapa ia begitu. Tiba-tiba tubuhnya bergerak sendiri, Sakura mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto.
.
.
"Err ah Sakura…" Desah Naruto.
.
.
"Uhh…!" Sakura makin mendekatkan wajahnya.
.
.
"Errr Sakura…. Sampai kapan kau mau berada di atasku? Tubuhmu berat tau!" Ujar Naruto tak berperasaan.
#SFX: GUBBRAAAK!
DIULANGI BIAR KEREN #SFX: GUBBBRAKK!
(author:tega lu Nar!) .
.
"Ah? Eh? Ma maaf!" Akhirnya sakura sadar dan membuka matanya. Wajahnya tiba-tiba blushing mengingat apa yang dia ingin perbuat barusan.
.
.
"Ah! Cut cut cut! Gua capek ngetik!" Ujar author sewot.
.
"Tapi kok kami masih dalam posisi begini?" Ucap Naruto dan Sakura gak kalah sewot.
.
.
". E. G. P!" Ujar author gak berperikehewanan(?).
Okeh, mungkin chap ini sampe d sini dulu. Maaf buat yg udah nungguin lama. Haha bye bye
Reviewnya yah..
