Kembali lagi..

Aku bukan Malaikat

by

Akira aff

Yang perlu diingat, Naruto bukan punya Kira, alias Kira cuma minjem karakter doang kok.

maaf jika ceritanya gaje, ooc, pasaran dll.

Selamat membaca !

Flashback

Dor dor dor

Drak

Dor dor..

" Sial.. jika seperti ini terus.. yang ada aku semakin terdesak."gerutuan itu keluar dari gadis bersurai merah yang tengah menghindar dari peluru-peluru yang menyasar ke arahnya.

Gadis itu melompat sambil sesekali memanjat dinding dan bersalto. Ya, memanjat, karena dia istimewa. Spiderman? Bukan, bukan, tentu saja bukan. Dia hanya manusia ya.. dengan sedikit kelebihan.

Tap

Gadis itu bersembunyi di balik dinding namun masih bisa mengawasi mereka. Terhitung ada sebelas orang lengkap dengan senjata dan pakaian pelindung mereka.

Chk

Gadis itu berdecak.

" Tidak ada cara lain."

Dengan beberapa gerakan tangan aneh, tiba-tiba disampingnya muncul gadis yang serupa dengan dirinya.

Poft.

Mereka saling memandang dan mengangguk.

Cling

Salah satu dari mereka kemudian menghilang.

Duar..

Dinding yang sebelumnya menutupi gadis itu hancur.

Tap tap tap

Langkah kaki terdengar mendekat setelah sebelumnya hanya terjadi keheningan.

Debu masih menghalangi pandangan. Namun, di sana tempat yang sebelumnya berdiri sebuah tembok kokoh berdiri seorang gadis dengan pakaian hitam ketatnya yang sudah berlubang di sana sini, hampir menampilkan tubuhnya yang terbentuk sempurna. Surai merahnya yang sebelumnya diikat ponytail sekarang tergerai indah.

Cantik adalah kesan pertama bagi mereka. Ya, mereka tidak akan menyangka jika gadis seksi yang ada di depan mereka bisa berbuat sejauh ini.

" Chk.. bagaimana mungkin gadis sepertimu berbuat seperti ini. Bukankah akan lebih menyenangkan jika kau melayani kami saja."ujar salah satu dari mereka yang sepertinya pemimpinnya.

Gadis itu menyeringai.

" Ara.. apa anda tergoda dengan tubuhku tuan?"balik gadis itu bertanya dengan suaranya yang menggoda.

Srak..

Suara robekan kain mengisi keheningan. Ya, gadis tadi merobek baju hitam ketatnya dengan santai.

Dimulai dari lengan panjangnya, membuat baju itu terlihat seperti tangtop.

Sreeet..

Robekan panjang saat gadis itu merobek baju bagian perutnya menampilkan perut putih ratanya.

Dan

Srek sreeeekkk..

Robekan terakhir pada dua celana panjangnya menyisakan dua puluh senti di atas lutut.

Glupp.. sial, gadis itu terlihat menggoda.

Batin mereka.

" Bagaimana, apa sekarang lebih baik?"tanyanya dengan seringai.

" Yah.. kau benar gadis kecil. Tapi sayangnya Cuma ada dua kemungkinan di sini."jeda sejenak. "melayani atau mati."

" khu khu khu khu.. anda bisa saja tuan. Ahh... bagaimana jika.."gadis itu menyeringai. Dengan cepat gadis itu mengeluarkan pisau kecil dan srek..

Pisau itu meluncur dengan cepat ke arah mereka.

Pisau itu berputar seakan menambah ketajamannya dan

Jleb

Sukses menembus pelindung salah satu dari mereka tepat di jantung.

Seakan belum selesai pisau itu terus meluncur menembus bahu yang dibelakangnya menyebabkan darah mengucur deras dari sana.

Jleb

Pisau itu sukses menancap pada dinding di belakangnya.

" Bum."gumaman gadis itu bersamaan dengan ledakan besar yang terjadi di belakang lawan menyebabkan mereka terlempar bahkan ada yang langsung mati dengan luka bakar bekas ledakan.

Meninggalkan seorang yang merupakan pimpinan mereka yang memandang syok kejadian itu, karena dirinya juga terlempar cukup jauh.

Gruduk duk bruk..

Suara bangunan runtuh kembali terdengar. Bangunan tinggi tiga puluh lantai yang berada di tengah kota itu terlihat akan runtuh.

" Nah.. anda yang terakhir Tuan."bisik gadis merah itu terakhir sebelum menebas kepala pria yang kini membelalak terkejut kearahnya.

" Selesai."gumamnya sambil menepuk nepuk tangannya yang berdebu.

Poft...

Gadis itu pun menghilang ditelan kepulan asap.

Sedang di bawah gedung, gadis yang serupa dengannya tadi baru saja selesai memasang peledak.

" Ah tiga puluh detik lagi."serunya saat melihat waktu yang berjalan mundur.

" Saatnya keluar."

Cling

Gadis itu pun keluar dari gedung. Setelah memastikan aman. Gadis itu pun memberi kode lewat alat komunikasi mikro yang menempel di telinganya

" segera bersiap."perintahnya pada mereka yang berdiri di luar membentuk pola persegi.

Tap tap tap dengan gerakan serupa segel mereka kemudian berteriak

" KEKAI.."

Sebuah kubah transparan terbentuk mengelilingi gedung.

Dan

BOOOMMMMM

Ledakan besar terjadi bersamaan dengan seluruh listrik di negara itu padam.

Bruk

Gadis itu hampir terjatuh sebelum seorang pemuda dengan jubah menutupi seluruh tubuhnya berhasil menangkapnya.

" Hah.. kau sudah bekerja keras Kitsune."gumamnya lalu berjalan menjauh sambil membopong gadis merah itu.

Skip.

Esok hari.

" Pemirsa, kali ini negara dihebohkan dengan runtuhnya sebuah gedung pecakar langit di pusat ibu kota. Tidak ada yang mengetahui penyebab gedung itu runtuh. Diperkirakan gedung itu runtuh akibat ledakan bom yang tertanam di bawah gedung. Keanehan itu ditambah dengan matinya listrik dan hanya gedung itu yang hancur. Tidak diketahui berapa banyak korban jiwa. Menurut beberapa saksi mata yang saat itu berada di sana mereka hanya merasakan getaran mirip gempa dan setelah itu listrik mati.

" Sebelumnya, pihak kepolisian mendapat beberapa kecurangan yang dilakukan saat pendirian gedung. Beredar juga kabar bahwa pemilik gedung tersebut menjalankan politik kotor..."

Klik

" Daddy.. when will it be finished, i'm so tired with this all." Tanya seorang gadis yang sedang berbaring di pangkuan ayahnya.

" it has been finished honey..."balas pria itu dengan senyumnya.

" Bukankah daddy tidak pernah memaksamu,?"tanyanya mengelus surai merah putrinya.

Gadis itu mengangguk. " Hmm.. aku ingin berhenti dad."ujarnya sambil menatap manik ayahnya.

" Itu yang daddy tunggu."jawabnya tersenyum lebar dan mengecup kening putrinya sayang.

" Nah.. besok kita akan memulai hidup baru.."balas seseorang yang tiba-tiba datang dari belakang si ayah.

" Hm.."diangguki setuju ayah dan putrinya.

Flashback off

Selama pelajaran berlangsung, aura hitam terus menguar dari tubuh Naruto. Bukan apa, hanya saja bagaimana perasaanmu jika kau selalu diperhatikan dengan tatapan mesum oleh teman-temanmu, ditambah lagi gurumu juga ikut-ikutan. Kurang kesal bagaimana coba?

Yah, meski dengan perasaan dongkol, Naruto tetap baik kok pada yang lain. Yah, meski ia tidak akan segan mematahkan tulang mereka jika mereka hanya modus.

Hahaha...

Pulang sekolah.

Hah..

Helaan napas lelah keluar dari si pirang cantik yang tengah duduk di halte seorang diri.

' Chk . Kemana sih, bus sialan?!'gerutunya kesal. Yah, sebenarnya bisa saja dia pulang seperti biasanya. Tapi, berhubung otak dan batinnya sedang mendidih gara-gara tadi. Jangan harap dia akan pulang dengan berpanas-panas ria di jalan. Dia sedang nggak mood untuk bergerak. Pengen duduk diam sambil mendinginkan hati dan pikiran dengan ac bus, siapa tahu berhasil.

" Hah.."hela napas kembali keluar. Diambilnya ponsel di ransel dengan gantungan rubah jingga.

Tik tik tik

Tuuuttt..

" Nii sama? Bisakah kau menjemputku?"ucapnya saat panggilan teleponnya diangkat.

" Ah, baiklah.. tak apa, aku akan naik bus.. hmm.. yya.. tentu.."ucapnya lagi lalu mengakhiri sambungan.

Karena harapan satu-satunya yaitu kakaknya tak bisa menjemput, alhasil Naruto memutuskan berjalan dengan santai. Mungkin dia akan melewati jalan lain yang suasananya lebih sejuk.

Tap tap tap

Tin tinn...

Baru berjalan beberapa meter, sebuah mobil berwarna dongker berhenti tepat di sampingnya, membuat Naruto mengalihkan perhatiaannya pada kaca mobil yang terbuka.

" Butuh tumpangan?"tanya seorang dengan raut datar khasnya. " Tenang saja, aku tak akan macam-macam."lanjutnya saat melihat Naruto hanya diam saja.

Setelah memikirkan beberapa keuntungan? Akhirnya Naruto memilih ikut saja.

Hening..

" Di mana rumahmu?"tanya Sasuke setelah lama terdiam.

" desa Taki."balas Naruto singkat.

" Apa kau serius?"balas Sasuke tak percaya. Hei.. itu bisa memakan waktu tiga jam perjalanan.

" Hm.. jika keberatan, kau bisa menurunkanku di sini."sahut Naruto sambil menegakkan penggungnya yang sebelumnya menyandar pada kursi.

" Ah.. tentu saja tidak."

Hening.

Selama perjalanan hanya keheningan yang ada. Sasuke harus ekstra bersabar karena ini pengalaman pertamanya berkendara jauh non stop. Sial, harusnya dia mencari tahu dulu sebelumnya. Dan sepertinya penyesalan memang selalu datang terlambat.

Skip

Setelah, berjam-jam berkendara, akhirnya mereka tiba di rumah Naruto. Hah, perjalanan yang melelahkan.

" Mau mampir?"tanyanya setelah mereka turun dari mobil.

" Bolehkah?"

" tentu."

" Tadaima.."teriak Naruto kencang,

" Okaeri, Naru chan.."balas seseorang bersurai hitam panjang. Matanya yang serupa ular itu menajam saat melihat eksistensi pemuda asing di belakang putrinya, yang mau tak mau membuat yang ditatap meneguk ludah tanpa sadar.

Naruto menghambur memeluk ayahnya itu dan mengenalkan pemuda yang mengikutinya.

" Tou sama, perkenalkan, dia Sasuke, Uchiha Sasuke, temanku."ujar Naruto mengenalkan Sasuke. " dia yang mengantarku"lanjutnya.

" Orochimaru, ayah Naruto khukhukhu."balas Orochimaru dengan tawa khasnya yang mau tak mau membuat Sasuke merinding, apalagi saat melihat lidah panjang Orochimaru yang berputar menjilat bibirnya. Entah apa maksudnya.

Dengan ragu dan agak bergetar, Sasuke membalas uluran tangan Orochimaru. Hei, seorang Uchiha berhasil dibuat merinding oleh Orochimaru. Tantu saja, apa yang ada dipikiranmu ketika melihat seorang lelaki dalam tampilan perempuan. Dan sepertinya itu juga yang ada dipikiran Sasuke.

Rasanya Sasuke ingin sekali cepat-cepat pergi dari sini.

Naruto? Ah dia diam-diam sedang menertawakan Sasuke yang terkena kejahilan ayahnya. Yah, ayahnya memang seperti itu jika menyangkut lelaki yang mendekati anaknya. Entah yang keberapa. Yang jelas Naruto tidak mempermasalahkannya.

Ah, sepertinya dia juga harus meminta tou samanya mencarikan apartemen dekat sekolah, supaya dia tidak terlalu jauh jika pulang sekolah. Dia tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Bad mood membuatnya malas melakukan apa pun.

Dan untuk mereka, Naruto tentu saja akan membawanya juga. Dia tak ingin melewatkan setiap perkembangan kondisi mereka. Orang yang teramat sangat disayanginya.

Tbc.

Akhirnya update. Maaf lama, dan mengecewakan mungkin?

Semoga suka,..

Kira sudah senang jika masih ada yang mau membaca fict Kira.

Terimakasih