WARNING!! RATE M!! WARNING!! RATE M!! paham?
••••
"Lepaskan rantainya"
Seongwoo dan kakaknnya langsung terjatuh. Tetapi Daniel langsung mengeluarkan sayapnya dan menangkap Seongwoo yang sebentar lagi masuk kedalam lava panas ini.
'byurr'
"Noona..." Panggil Seongwoo pelan.
Dengan perasaan campur aduk, Daniel membawa Seongwoo ke atas, lalu mendudukkannya di atas batu yang menjadi pijakannya sekarang.
Setelah duduk, Seongwoo langsung memegangi dadanya yang baru saja merasakan sakit yang luar biasa.
"Manusia dan iblis tidak akan pernah bisa menyatu, jika kau bersama dengan Daniel kau akan mati perlahan" Ujar Minhyun.
"Aku sudah tidak peduli lagi dengan nyawaku!"
"Daniel bawa aku bersamamu..." Rengek Seongwoo. Tetapi Daniel malah memalingkan wajahnya dan tidak menatap Seongwoo sama sekali.
"Seongwoo apa kau benar-benar menyukai Daniel?" Tanya Minhyun.
"Eung! Daniel, sebenarnya aku tidak mau pindah tetapi kakakku memaksaku dan mengancamku. Aku ingin memberitahumu, tapi aku tidak tahu cara menghubungimu"
"Lupakan saja, aku sudah tidak peduli"
"Daniel, akan kubiarkan kau membawanya. Aku mengurungkan niatku untuk sekarang" Ujar Minhyun.
Tanpa banyak kata Daniel mengangkat Seongwoo dan keluar dari tempat laknat itu. Lalu dia terjun tanpa mengeluarkan sayapnya. "Daniel... Maafkan aku..."
"Tidak, tidak ada yang bersalah disini. Jika adapun itu pasti aku. Maaf telah membawamu kedalam mimpi buruk"
"Tetapi kau juga yang mengeluarkanku dari mimpi buruk itu, terima kasih"
"Jangan berterima kasih, iblis tidak pantas diberi ucapan terima kasih"
'flap'
Sayap iblis Daniel mengepak dan memperlihatkan gerakan tegasnya dan membuat keduanya terbang diatas awan.
Dia mengepakkan sayapnya santai, tetapi raut wajahnya tetap serius seperti biasa. Sedangkan Seongwoo, dia sibuk menatap paras tampan Daniel dari bawah.
Lalu mereka turun dihalaman rumah baru Daniel dan Guanlin. Untungnya ini sudah malam jadi tidak akan ada yang menyadari kalau Daniel menggunakan sayapnya tadi.
"Guanlin!" Panggil Daniel.
"Kau sudah pulang? O! Kenapa kau membawa Seongwoo kemari?"
"Kau juga membawa Jinyoung bukan?" Tanya Daniel ganti.
"Iya, dia di kamar. Kenapa kau baru pulang?"
Daniel langsung mengajak Seongwoo naik keatas untuk menghampiri Guanlin. "Aku akan menceritakanya nanti" Ujar Daniel.
Lalu melewati Guanlin begitu saja dan masuk ke kamar yang berada di depan kamar Daniel.
"Ini kamarmu, mandi dan turun untuk makan malam"
"Apa aku tinggal disini?"Tanya Seongwoo tidak percaya.
"Ya, aku keluar dulu. Ada yang harus kubicarakan dengan Guanlin"
"Daniel... Terima kasih!"
"Jangan pernah berterima kasih padaku. Mengerti!"
"Yes your highness"
Daniel hanya mengangguk singkat dan lebih memilih keluar untuk menemui Guanlin yang sudah berada di dapur.
"Jinyoung tidak mati kan?" Tanya Daniel yang baru saja tiba.
"Mana mungkin aku membunuhnya sekarang! Jadi kau tadi kemana saja?"
"Aku menghadap Lucifer, ternyata Seongwoo dan kakaknya sudah siap mati disana"
"Digantung seperti biasa?" Tanya Guanlin yang sedang menyiapkan panci.
"Ya, itu karena aku melanggar perjanjianku dengan Lucifer"
"Perjanjian apa?" Tanya Guanlin yang sama sekali tidak tahu tentang hal ini.
"Awalnya aku membuat perjanjian dengan Seongwoo, dia meminta agar kakaknya hidup kembali setelah kuambil jiwanya"
"Lalu kau menyanggupinya?"
"Ya, lalu aku membuat perjanjian dengan Lucifer. Dia akan memberinya nyawa, tetapi aku harus membawa Seongwoo kehadapannya"
"Seolma..."
"Seperti biasa, dia ingin membuat Seongwoo menjadi iblis. Tapi aku tidak menurutinya. Akhirnya tadi dia dibawa ke hadapannya dan aku juga dipaksa menghadapnya"
"Lalu? Bagaimana bisa kau membawa Seongwoo? Itu hal mustahil"
"Karena Seongwoo menyatakan perasaannya padaku. Jadi dia memberikan Seongwoo padaku"
"Apa dia memberimu syarat?"
"Tidak sama sekali"
"Mustahil..."
"Tapi memang begitu, dia memberikannya secara cuma-cuma. Mungkin karena dia kasihan padaku"
"Itu lebih mustahil, Lucifer tidak mempunyai belas kasih"
"Yep, itu hal mustahil memang. Jadi aku akan menunggu apa yang akan dia lakukan selanjutnya" Ujar Daniel.
"Bagaimana kalau Lucifer bekerja sama dengan Shinigami?"
*Shinigami itu makhluk yang mengumpulkan life record milik seseorang yang sudah mati.
*life record itu rekaman kehidupan seseorang yang akan diambil.
"Masa bodoh dengan itu. Setidaknya dia sudah selamat sekarang"
Akhirnya mereka menyudahi percakapan mereka dan memasak secepat mungkin agar makan malam tidak begitu terlambat.
•••
Daniel dan Guanlin hanya diam saat melihat kedua anak SMA didepannya itu makan. Sedangkan mereka benar-benar masih kenyang karena menyesap sedikit jiwa mereka.
"Apa kalian benar-benar tidak bisa memakan makanan manusia?" Tanya Jinyoung.
"Ya" Jawab Daniel singkat.
"Apa kalian tidak lapar?" Tanya Seongwoo ganti.
"Menyerap sedikit jiwa kalian bisa membuatku kenyang selama satu tahun" Ujar Guanlin.
"Apa jiwa kami benar-benar enak?" Tanya Jinyoung.
Daniel dan Guanlin mengangguk sebagai balasannya.
"Apa yang membedakan rasa jiwa seorang manusia?" Tanya Seongwoo.
"Seseorang dengan masa lalu yang kelam dan hatinya dipenuhi kebencian, maka jiwanya akan semakin nikmat, sedangkan seseorang yang menganggap hidup itu indah jiwanya akan terasa hambar" Jawab Guanlin.
"Kenapa Seongwoo jiwanya nikmat? Dia anak yang ceria dan penuh kebahagiaan, beda denganku" Ujar Jinyoung.
"Kau hanya tidak tahu dia, hatinya penuh dendam dan semua ekspresi bahagianya hanya topeng untuk menutupi masa lalunya yang sangat kelam. Dia itu licik" Ujar Daniel sembari menatap tajam Seongwoo yang hanya tersenyum.
"A-apa? Seongwoo apa yang terjadi padamu?"
"Kalau begitu aku akan menceritakannya—"
"—Ayah ibuku bercerai, aku dan kakakku ikut bersama ibu. Tetapi beberapa hari setelah sidang perceraian, ayah datang ke rumah dan membunuh ibuku didepan mataku sendiri. Mulai saat itu aku memiliki dendam pada ayahku, aku hanya ingin membunuhnya ganti. Kau?"
"Aku tidak memiliki dendam bagi orang lain, tetapi kenangan pahit terus terputar jelas di benakku"
"Apa itu?" Tanya Seongwoo pada Jinyoung.
"Ayah dan ibuku juga meninggal, dia dibunuh oleh kakakku, alasannya karena ingin memilikiku sendirian. Dia memang memiliki obsesi tersendiri denganku. Jadi dia selalu memanjakanku tetapi entah kenapa aku malah membencinya"
"Kalau aku mempunyai kesempatan, aku ingin membunuh ayahku suatu saat nanti. Mungkin aku akan menjadikan organ dalamnya sebagai percobaan saat pelajaran biologi" Ujar Seongwoo sembari menusuk-nusuk daging dipiringnya.
"Ck, sangat biasa! Bagaimana kalau kita memakan daging mereka saja? Atau kita memberikan mayat mereka pada Toben?" Tanya Jinyoung yang sudah memperlihatkan seringaiannya.
"Toben mana mau makan daging busuk seperti itu!" Balas Seongwoo kesal.
Daniel dan Guanlin menyeringai puas, mereka benar-benae tidak salah pilih anak. Sangat menyenangkan pikir mereka.
"Daniel! Apa kau benar-benar tidak lapar?" Tanya Seongwoo bersemangat. Mood psikopatnya sudah berubah setelah melihat seringaian Daniel baru saja.
Tetapi Daniel hanya memicingkan sebelah matanya, dia menatap mata Seongwoo dan berusaha mencerna yang Seongwoo maksud.
"Aku tidak lapar. Aku baru saja makan minggu lalu" balas Daniel.
"Guanlin-ie... Bagaimana denganmu? Apa kau tidak lapar?"Goda Jinyoung.
Sedetik kemudian, kedua iblis itu paham maksud kedua anak naif didepannya. Kalau sudah begitu mereka tidak akan menolaknya bukan?
Akhirnya mereka kembali ke kamar masing-masing setelah memberikan kesempatan kedua anak itu untuk minum.
"Daniel, aku ingin bertanya sesuatu apa boleh?"
"Silahkan"
"Kau diciptakan menjadi iblis atau sebelumnya kau manusia?"Tanya Seongwoo.
"Aku diciptakan langsung menjadi iblis oleh Lucifer"
Daniel membawa Seongwoo ke kamarnya, lalu dia melempar Seongwoo pelan ke ranjangnya yang cukup besar. "Kau bosan hidup?" Tanya Daniel ke Seongwoo.
"Entah, kupikir sudah tidak ada gunanya aku hidup. Aku juga tidak tahu aku hidup untuk siapa" Balas Seongwoo.
"Kalau begitu hiduplah untukku, jaga jiwamu untukku" Ujar Daniel dengan mata merah yang menyala.
"Yes your highness"
Seringaian Daniel langsung muncul saat Seongwoo mengucapkan kalimat favoritenya itu. Setelah itu Daniel melepas kaos yang dia pakai dan menindih Seongwoo.
Dia mencium bibir tipis Seongwoo penuh gairah dan memainkan lidahnya di rongga mulut Seongwoo. Tetapi tidak lama dia melepaskan tautan bibir mereka.
"Jangan biarkan aku bermain sendiri" Ujar Daniel.
"Tidak akan, kau bisa memintaku bermain kapanpun kau mau. Daniel..."
"Sifatmu memang busuk tapi itu yang membuatku suka" Balas Daniel. Seongwoo hanya tertawa kecil.
Tanpa bersusah payah, Daniel menyobek kaos yang Seongwoo pakai dan melepasnya. Dia menjulurkan lidahnya sebentar dan menjilat lambang pentagram Seongwoo yang berada di dadanya.
"Eummmhh"
Lambang pentagram keduanya menyala dan membuat tubuh Seongwoo seperti dilahirkan kembali. "What are you doin?" Tanya Seongwoo.
"Aku hanya memberikan sedikit kekuatanku, agar tubuhmu tidak hancur"
"Ok then"
Daniel langsung menarik turun celana Seongwoo dan melepas celana dalamnya, lalu membuangnya sembarang arah.
Benar-benar membuat junior Daniel mengeras, tubuhnya benar-benar indah. Kulit putih bersih seperti susu dan setiap lekukannya sempurna.
Tangan Daniel memainkan twinsball Seongwoo sembari dia bermain ciuman panas.
Desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya.
"Danielhhh..."
Mata Daniel berubah menjadi merah dan menatap manik hitam Seongwoo, "Your turn"
"Yes your highness"
••••
TBC
••••
Cukup kan Rate M nya?? kurang puas?? maaf bisanya dipuasin bukan muasin. g.
Menurut kalian ff ini kurang apa sih?? kasih tau key! jadi Huba bisa perbaikin gitu.
Re-Panda68 : maaf kalo buat gapaham. Hooh, dia ga debut, huhuhu
ichinisan1-3 : ngga gelap kok, masih ada matahari sama cahaya api
ichinisan1-3 : iyain, hehe. Aslinya mah dia gak gitu
ichinisah1-3 : keren namanya doang, coba cari tahu iblis Asmodeus itu iblis apa. Kata temen Huba lahar panas sama lava sama T.T. pandeepnya tergantu cerita.
Fitri : makasih, maaf udah buat nunggu. Huba bakal lebih cepet updatenya.
makasih yang udah nge review, kadang Huba disangka gila karena ketawa liat review kalian guys.
see ya
