Title : Complicate
Author : Jung Mingsoo (Eltania Herokitty Mingbunnysoo)
Main Cast :
- Kim Myungsoo
- Kim Sunggyu
Other Cast :
- Nam Woohyun
- Lee Sungyeol
- other
Rate : T+
Genre : Romance(?), Drama, Hurt (?) entah lah tetukan sendiri ya ? *-*
Warning : BL, YAOI, Shonen-ai, gaje abal DLL
Sungyeol menimang-nimang iPhone pinknya sambil bergumam 'Hubungi ? tidak ?' dengan bibir tebal mengoda miliknya. Namja manis ini sepertinya sedang bingung ingin menghubungi sang 'tunangan' menginggat tadi dirinya diintrogasi seperti pelaku kejahantan kriminal oleh sang Eomma.
~Flashback~
Sungyeol melepas helm setelah sampai di depan rumahnya, lalu turun dari motor besar merah milik Woohyun. Mereka baru saja selesai belanja bulanan untuk apartement Woohyun. Yah, walaupun itu hanya alas an awal Woohyun karna kenyataanya meraka lebih banyak bermain-main sampai tidak ingat waktu dan saat Sungyeol meminta pulang hari sudah gelap.
"Ck ! bukankah aku sudah bilang kalau aku mau pulang cepat, eoh ? dan apa tadi katamu kita berbelanja untuk apartementmu ? ternyata kita hanya membeli sabun muka ! aishh...!"
"Sabun muka itu penting untuk menjaga katampanan wajahku Choding." Tangap Woohyun santai.
"Hei, pohon genit, Apa kau tidak tau yang namanya Supermarket disebelah apartementmu ?" dengan kasar Sungyeol memberikan helmnya pada Woohyun sedikit membuat sang empuh meringis merasa nyeri di dada bidangnya. Tapi namja tampan yang sedang dimarahi itu justru tersenyum senang melihat tingkah Sungyeol. Dia melepas helmnya untuk melihat lebih jelas wajah kesal Sungyeol yang mengemaskan.
"Kau tau orang tuaku pulang har-" Sungyeol menghentikan omelannya saat tiba-tiba Woohyun menakup pipi tembamnya.
"Aku senang Chodingku kembali..." kata Woohyun dengan senyum menawanya.
Cup~
Untuk kedua kalinya kening Sungyeol bertemu dengan bibir indah Woohyun membuat namja Choding itu mematung. "Masuklah, mimpikan aku ditidurmu ya ? kekekeke." Woohyun terkekeh sambil mengacak-acak kecil rambut Sungyeol, kembali ia memakai helmnya, men-stater dan menjalankan motornya meninggalkan Sungyeol yang masih diam mematung mencerna apa yang telah terjadi.
"Apa yang kau lakukan Nam pohon bodoh itu ?" lirihnya bingung.
"Lee Sungyeol !"
"Eomma ?" Sungyeol berbalik cepat mendengar suara yang familiar untuknya, dan ternyata tidak salah lagi itu suara yeoja yang telah melahirkanya. "Sejak kapan Eomma disitu ?" tanya Sungyeol gugup.
"Masuk dan ganti bajumu, kau berhutang penjelasan pada Eomma."
"A-arraso Eomma," Sungyeol menunduk melihat wajah keibuan Eommanya berubah datar tanpa senyum hangat yang biasa ia dapat sepulang sekolah. 'Tamat riwayatku. Pasti Eomma melihat Woohyun mencium—kening—ku'
.
.
.
.
.
"Apa ini yang membuat hubunganmu dengan Myungsoo semakin merenggang, Yeollie ?" tanya Nyonya Lee setelah mempersilakan Sungyeol duduk disebelahnya. Nyonya Lee mengelus rambut Sungyeol yang agak memanjang. Menyalurkan kasih sayang seorang ibu, Nyonya Lee selalu ingin menjadi dekat dengan kedua anaknya. Meskipun Sungjong selama ini tinggal dengan Halmonienya tapi Nyonya Lee rajin menyambangi kekediaman ibunya itu. Nyonya Lee merasa khawatir dengan hubungan anaknya dengan calon menantunya yang semakin jarang terlihat berdua. Apalagi Nyonya Lee justru lebih sering melihat anaknya itu diantar jemput oleh Woohyun. Mungkin tadinya Nyonya Lee menganggapnya hal biasa karna mereka baru bersahabat untuk menjadi lebih dekat namun melihat kejadian cium-kening tadi wanita paruh baya itu merasa khawatir dengan tunangan Sungyeol.
"Ani, Eomma kami baik-baik saja." Jawab Sungyeol sambil mengalihkan pendangan matanya dari sorot lembut Eommanya, memperhatikan Appa dan adiknya yang sedang asik bermain catur. Namja chubby itu tau matanya yang tidak akan bisa berbohong.
"Tapi Eomma lihat kau dengan Woohyun semakin dekat saja... Kau tidak berselingkuhkan ?" Nyonya Lee berhati-hati setiap perkataanya.
'Kalau aku berselingkuh lalu Myungsoo apa ? kami hanya status...'
Nyonya Lee menepuk pundak Sungyeol yang hanya diam tak merespon pertanyaanya. "Ah tentu saja tidak Eomma, kami sungguh baik-baik saja." Walaupun kenyataanya ia merasa jarak antara dirinya dengan Myungsoo semakin jauh. Setidaknya dulu ia masih bisa mengobrol sedikit saat di kelas tapi Woohyun akhir-akhir ini selalu menghalanginya untuk melakukan itu. Sungyeol tau sahabatnya itu ingin melindunginya tapi namja pencita kopi ini merindukan 'tunangganya' itu
"Aku lebih suka Sungyeol Hyung dengan Woohyun Hyung dari pada Tuan muda Kim itu." celetuk Sungjong tiba-tiba yang membuatnya mendapat pukulan manis dari Sungyeol.
"Aishh apa sih Hyung, aku hanya ber opini." Desis Sungjong sambil mebenarkan rambutnya yang sedikit berantakan karna pukulan bantal sofa dari Sungyeol.
"Jangan bicara sembarangan Sungjong-ah, Sungyeol sangat mencintai pangerannya itu. Sudahi saja pembicaraan ini Yeobo yang mempunyai masalah adalah anakmu. Bukankah hubungan yang tidak ada problem akan terasa hambar ? bahkan kita dulu berawal dari permusuhankan ?" goda Tuan Lee mengedipkan matanya kearah Nyonya Lee, membuat yeoja cantik itu merona memukul pelan bahu suaminya yang duduk lesehan dibawahnya.
"Hei, jangan umbar kemesraan didepan anak kecil.." pekik Sungjong lucu. Membuat keluarga Lee itu tertawa.
Sungyeol menghela nafas lega dan sepertinya ia harus segera membicakan dengan Myungsoo, membuat rencana agar hubungan mereka terlihat baik-baik saja. Namja tinggi itu tidak ingin berpisah dengan namja bermarga Kim itu sekarang. Walaupun cepat atau lambat hubungan mereka mungkin akan diakhiri oleh Myungsoo bukan ? karna dirinya hanya tameng untuk menutupi hubungan incest Kim bersaudar itu. Entah sampai kapan, tapi Sungyeol masih ingin menyadang sebagai 'tunangan' Myungsoo yang di mata orang lain akan mengangap mereka sudah saling mencintai, meskipun... kenyataanya hanya dirinya.
~End Flashback~
Sungyeol mengeleng lebih baik ia membicarakannya langsung besok. Dan itu bisa menjadikan ini sebagai alasan untuk lebih dekat lagi setelah kejadian waktu itu. Ia hanya bisa berdoa agar sahabat pohonnya itu tidak menghalanginya lagi.
.
.
.
.
.
.
Setelah mengganti bajunya dengan piama, Sunggyu berjalan pelan menuju kamar adiknya yang berjarak beberapa meter dengan kamarnya. Sunggyu menarik nafas dalam saat sampai di depan kamar adiknya. Perlahan tanganya terangkat ingin mengetuk pintu tapi tangannya seperti ada bedan untuk menyentuh pintu kamar sang adik. Sunggyu memang benar-benar tidak bisa menolak permitaan sang adik, yang memang tidak bisa ia tolak.
Tok tok tok..
Sedikit bergetar Sunggyu mengetuk pintu tersebut kepalanya menunduk dalam mengatur nafasnya. Selama ini memang Myungsoo sudah sering mengajaknya tidur bersama. Mungkin jika Myungsoo hanya mengangapnya Hyung mereka akan kelihatan sangat manis, karna terlihat kerukunan dan saling menyanyangi sebagai kakak beradik pada umumnya. Tapi Myungsoo sudah berlebihan mengartikan rasa sayangnya pada Sunggyu sehingga mereka terjebak dihubungan rumit ini. Sunggyu merasa jijik dengan dirinya sendiri yang tidak pernah bisa menolak adiknya, bahkan Sunggyu hanya diam saat dicumbu Myungsoo. Memang dia tidak di sentuh sejauh itu. Namun tetap saja ia merasa bodoh membiarkan adiknya menyentuhnya begitu saja. Tapi menolak keinginan Myungsoo sama saja membangunkan iblis dalam diri Myungsoo. Sunggyu tidak takut jika ia yang dipukul atau apapun yang melukainya, tapi Sunggyu takut Myungsoo menyakiti dirinya sendiri. Sunggyu benci melihat Myungsoo terluka, ia sangat mencintai saudaranya itu ya sebatas saudara tidak lebih.
"Masuk, pintunya tidak ku kunci."
Sunggyu menarik nafas dalam sebelum menyentuh kenop itu, dengan perlahan namja hamster itu mendorong pintu kamar adiknya. Dikamar itu memang Myungsoo sudah membaringkan tubuhnya namun mata elangnya belum tertutup ia memandang kosong langit-langit kamarnya. Sepertinya ia sedang berpikir keras, entah apa yang ada didalam kepalanya. Sadar Sunggyu sudah masuk kamarnya Myungsoo memberi kode untuk mendekat padanya dengan menepuk-nepuk space kosong yang sudah ia sediakan untuk Hyungnya itu. Sunggyu menduduki ranjang king size adiknya dengan posisi memunggungi Myungsoo yang sedang berbaring.
"Sunggyu-yah tidurlah disini." Ujar Myungsoo lebih lembut namun tegas, mungkin Myungsoo berkepribadian dingin namun untuk Sunggyu ia tidak akan melakukanya.
"A-arraso." Sunggyu bermaksud mengambil bantalnya untuk sedikit memberi jarak antara dirinya dengan Myungsoo. Namun dengan sengaja dongsaengnya itu meletakan lengan diatas bantal Sunggyu. Sunggyu tau adiknya ingin dirinya mengunakan lengannya sebagai bantal sehingga tak ada jarak diantara mereka. Melihat mata elang Myungsoo memandangnya tajam Sunggyu hanya bisa pasrah membaringkan tubuhnya.
"Nam brengsek itu tidak mendekatimukan Gyuie ?" lengan kekar Myungsoo yang bebas melingkari pinggang ramping Sunggyu membuat sang empuh sedikit berjengit kaget. Bukan hanya karna gerakan tiba-tiba Myungsoo namun juga bisikan yang tepat ditelinganya.
"Ti-dak, dia sepertinya sedang sibuk dengan Sungyeol... Woohyun jarang di ruang dewan siswa di sering pulang lebih cepat sekarang," Sunggyu mencoba berbicara senormal mungkin. Namun Myungsoo bisa mendengar ada nada kecewa disetiap kata yang diucapkan bibir tipis itu.
"Sudah kubilang dihanya namja brengsek, setelah mendekatimu dan menghasutmu untuk menjahuiku sekarang dia mendekati Sungyeol-hyung. Dan menjauhkan kami juga." Sunggyu sedikit merasa aneh Myungsoo bisa berbicara sepanjang itu hanya untuk mengomentari Woohyun ?
"Jadi jangan dengar perkataanya lagi, arra ? dia sudah mendapat korban lain." Lanjutnya
"Apa maksudmu ? dia tidak seperti itu Myungsoo-yah tapi... harusnya kau lebih memperhatikan Sungyeol 'tunanganmu', apa kau tidak khawatir dia berpaling pada Woohyun ?"
"Aku tidak peduli, kau tau tunangan kami hanya status... Yang terpenting kau hanya milikku."
"Tapi-" perkataan Sunggyu saat bibir tipis Myungsoo menutup mulutnya. Menekan kedua bibir mereka.
Tidak ada lumatan berlebih Myungsoo melepas tautan mereka dan merengkuh tubuh Sunggyu lebih erat lalu menutup mata. Sunggyu hanya diam mencoba menutup matanya.
.
.
.
.
.
"Yah ! Lepas dulu aku ingin ke toilet, Namo !"
"Ayo, aku antar sampai toilet." kekeh Woohyun sambil tetap mengengam tangan Sungyeol yang sejak keluar kelas belum ia ini kantin Woohyun tidak peduli dengan pandangan siswa-siswi lainnya yang memandang mereka ada-apa-sih, atau siswi-siswi yang mulai mengosip tentang hubungan mereka yang sepertinya lebih dari sahabat, padahal Sungyeol adalah tunangan dari pangeran es mereka.
Sungyeol mendengus kesal dengan kelakuan Woohyun, kalau begini caranya bagaimana ia bisa berbicara dengan Myungsoo. Dan membicarakan 'hubungan' mereka. Kalau mau jujur ketemu dengan Myungsoo ? Woohyun jelas akan melarang mentah-mentah.
"Kyaa, Andwae! Aku bisa pergi sendiri aku bukan anak kecil !" jerit Sungyeol dengan segala ke-Chodingan-nya(?) dan berusaha melepas gengaman tangan Woohyun.
"Kalian kenapa sih ? kalian jadian ?" tanya Dongwoo yang sedari tadi memperhatikan adegan seperti drama danga judul 'Pacar yang Possesive' pikir namja dino itu.
"Jangan sembarangan Dongwoo-hyung aku memiliki tunangan..." sergah Sungyeol sengit. Walaupun bukan tunangan sesunguhnya batinya mencoba tegar.
"Oh woles woles(?) Sungyeol-ah, aku hanya heran kenapa Woohyun tidak mau melepasmu sejak tadi."
"Aku hanya tidak mau sahabatku tersesat." Dongwoo dan Sungyeol memandang Woohyun malas, sebesar apapun sekolah mereka jelas Sungyeol tidak akan tersesat dia pikir Sungyeol sepikun itu apa ? sunguh alasan yang tidak rasional.
"Berlebihan!" komentar Sungyeol Dongwoo bersamaan.
.
.
.
.
Disisi lain Sunggyu merasakan matanya memanas benarkah Woohyun dan Sungyeol... walaupun Sungyeol mengatakan sudah memiliki tunangan tapi Myungsoo tetap tak mengangapnya dan bisa saja mereka backstreet di depan publik tapi pikirnya. Namja bermata sipit baru menyadari rasa suka ah bukan ia yakin ini lebih dari suka, tapi dia sudah mencintai Woohyun. Kenapa dulu selalu menolak saat Woohyun menyatakan cinta padanya ? bukan menolak tapi ia meminta waktu dan bukankah Woohyun berjanji akan sabar menantinya ?. Apa kau sudah lelah menungguku Woohyun-ah
"Kau lihat kan ? mereka bahkan tidak mau lepas sekarang..." bisik seseorang tiba-tiba tepat di telinga Sunggyu tapi tanpa menoleh pun Sunggyu tau siapa pemilik suara alien adiknya, Kim Myungsoo.
"Woohyun iri padaku, dan selalu ingin merebut apa yang kumiliki kau tidak peduli yang penting bukan kau !" Tegasnya sekali lagi seperti semalam.
Dengan mata masih kosong Sunggyu tidak sadar telah di tarik Myungsoo menuju atap sekolah. Keduanya berjalan dalam diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Terlebih Sunggyu yang masih belum bisa mengontrol perasaanya. Ia ingin menagis sekarang tapi air matanya seakan tidak mau mendegarkan perintahnya. Myungsoo membuka pintu atap setelah menaikin anak tanga yang terakhir ia menuntun Sunggyu untuk duduk di meja satu-satunya yang ada disana lalu, namja menutup kembali pintu tersebut.
"Kau hanya milikku Sunggyu-yah..." Myungsoo berdiri didepan Sunggyu lalu ia sedikit merunduk menatap intens mata sipit kakanya yang redup dan masih saja kosong yang sepertinya banyak sekali yang menjadi bedan pikirnyanya. Melihat itu Myungsoo merasa miris dangan keadaan sang kakak. Perlahan namja bermarga Kim itu medekatkan wajahnya menautkan bibir pink namja bermrga Kim lainya itu yang masih terkatup rapat. Awalnya hanya menempel dan terus menjadi melumat, Myungsoo seperti mau memakan bibir Sunggyu ganas namun tidak ada respon sama sekali dari sang empuh. Tidak puas dengan itu Myungsoo pun mengigit bibir bawa Sunggyu.
"Akh..."
Tes..
Air mata Sunggyu jatuh juga membuat tautan mereka terasa asin karna derasnya air mata yang Sunggyu tumpahkan. Myungsoo berjengit merasakan Sunggyu mengalungkan tangannya dan mulai membalas ciumannya bahkan hyung-nya ini seperti ingin mendominasinya.
"Eung... hiks.. emmhiks.." desah serta tangis Sunggyu terdengar miris di telinga Myungsoo.
Myungsoo diam merasakan setiap sentuhan bibir Sunggyu, entah megapa hatinya terasa nyeri. Myungsoo mengira-ngira apa Sunggyu melampiaskan semua padanya ?, inikah rasanya menjadi pelampiasan ? apa ini yang dirasakan Sunggyu saat ia menciumnya ? sungguh sangat menyakitkan.
"Myung-" Sungyeol tercekat saat akan memanggil 'tunanggan'nya yang sedang berciuman panas didepanya tepat.
T.B.C
Maaf ya makin jelek aja T_T
Kalo jelek bilang jelek ya….
