Angelus Ruinosus
•
by willis.8894
•
•
•
Casts: Oh Sehun, Kim Jongin/Kai, Oh Shixun
Addictional Casts: Jung Krystal, EXO, Lee Taemin, Victoria Wu.
•
•
•
Pairing: KaiHun vs XunHun. TaeStal. SeStal!Friendship. SuDo.
•
•
•
Warning: Kemungkinan Incest Shixun-Sehun.
•••
CHAPTER THREE: REUNION
Sehun membuka matanya dan menatap teman-temannya masih terlelap. Ia melihat selimut Krystal yang turun dan hanya sebatas pahanya dan segera bangkit berdiri untuk memperbaiki letak selimut Krystalnya itu. Krystal menggeliat sedikit dan Sehun memastikan selimut itu menutupi seluruh tubuh Krystal dan mengecup pelipisnya. Setelah itu barulah ia memeriksa Baekhyun dan Seulgi, sekretarisnya itu. Suho yang merupakan COO-nya tampak tidur dengan nyaman meski dalam keadaan duduk sedangkan Kyungsoo, sekretaris sekaligus kekasih Suho tidur dengan nyenyak kasur satu orang seperti Krystal, Seulgi, dan Baekhyun. Taemin tak bisa ikut dengan mereka karena sedang mengurus masalah keluarga yang sangat mendesak, ia mengatakan akan segera menyusul begitu masalahnya selesai. Ini cukup membuat Sehun cemas karena bahkan Taemin tak mengatakan pada Krystal ataupun Sehun tentang apa yang sedang dihadapinya ini. Pada akhirnya Sehun dan Krystal tak memaksa Taemin bicara dan hanya bisa menunggu hingga Taemin sendiri yang mengatakan semuanya pada mereka.
Pria seputih susu itu kembali duduk ditempatnya dan melirik jam tangannya. Ia tak sengaja tertidur selama 2 jam tadi ketika sedang memeriksa beberapa dokumen. Mereka sudah mengudara dengan Pesawat Pribadinya selama 9 jam dari Incheon. Mungkin mereka akan tiba di Sheremetyevo kurang dari 30 menit. Victoria mengabari rombongannya berangkat dari Beijing satu jam lebih lambat dari Sehun dan rombongannya. Dan Jiejienya yang satu itu mengancam takkan mau meninggalkan bandara Sheremetyevo jika tidak bersama Sehun. Aish, Sehun menyesal terlalu memanjakan Jiejienya itu meski Victoria lebih tua darinya. Mungkin lebih baik ia menunggu di bandara hingga Victoria tiba sedangkan rombongannya bisa langsung ke hotel untuk makan malam dan istirahat bersama pengawal-pengawal yang menjemput mereka nanti di bandara.
Sehun melirik beberapa dokumen yang sedang di periksa di laptopnya dan memutuskan untuk melanjutkannya nanti ketika mendarat. Ia menutup laptopnya dan bersandar dengan nyaman di sofanya. Pikirannya kembali terfokus pada Victoria. Jika memang ketakutan Victoria benar-benar terjadi, mungkin mereka sudah ditakdirkan bernasib buruk. Mereka harus tinggal 10 hari di Rusia karena pertemuan ini, Sehun tak ingin fokus Victoria terpecah karena kehadiran Shixun dan yang lainnya.
Pertemuan ini adalah langkah yang sangat besar bagi karir Changmin sebagai CEO, dukungan Victoria sangat dibutuhkan oleh Hyungnya yang satu itu. Tapi jika Victoria tak bisa mengendalikan dirinya karena emosi dan sakit hati yang disebabkan adik kandungnya sendiri, maka nasib Changmin dan QiYing Grup yang menjadi taruhannya. Sehun tak menginginkan itu terjadi. Seperti yang telah Ibunya katakan ketika umurnya 18 tahun, nasib Huntak Grup ada dibahunya termasuk kerjasama dengan QiYing Grup. QiYing Grup juga adalah tanggungannya karena itulah sumpahnya pada orang tua mereka. Ia takkan membiarkan kehadiran Kris, Luhan, dan Tao menghancurkan QiYing Grup. Tidak akan. Mereka sudah mendapatkan kebebasan mereka, tak seharusnya mereka kembali untuk menghancurkan apa yang sudah Victoria, Sehun, dan Changmin pertahankan selama ini.
Suara pramugari pribadinya membuyarkan lamunan Sehun, menginfokan bahwa mereka akan mendarat 10 menit lagi. Suho yang bangun pertama dan menggumamkan sapaan padanya. Sehun hanya membalas anggukan dengan wajah datar. Sehun memandang keluar jendela dimana yang terlihat hanya hitam, ia hanya berharap 10 hari di Rusia berlalu tanpa ada drama yang melelahkan.
Ketika hampir mendarat, semua sudah terbangun dan bersiap-siap. Begitu mendarat, Sehun langsung menghampiri Krystal dan memakaikan mantel wanita cantik itu. "Cuaca akan sangat dingin disini apalagi sudah bulan Desember. Apa kau sudah cukup hangat?" tanya Sehun cemas, menyelipkan rambut gadis itu dibelakang telinganya.
Krystal mengangguk-angguk, namun terus menempel pada tubuh Sehun. Sehun otomatis, merangkulnya dan mengecup pelipisnya. Krystal biasanya semakin manja dan menuntut semua perhatian Sehun jika tidak ada Taemin, pengaruh hormon kehamilannya. Sehun tak pernah mengeluh atau merasa terbebani, ia suka memanjakan Krystalnya yang cantik itu.
"Sehun, semua sudah siap, ayo turun," kata Baekhyun.
Sehun mengangguk dan berjalan sambil merangkul pinggang Krystal. Tangan satunya menggenggam tangan Krystal menuntunnya berjalan. Tubuh keduanya menempel, Sehun memastikan Krystal mendapatkan kehangatan tambahan dari mantel tebalnya itu. Sayang mereka tak membawa sarung tangan, mungkin Sehun harus membelikannya nanti untuk Krystal.
Begitu Sehun dan rombongannya keluar dan berada di jalur kedatangan, ia melihat ada 6 pria dan 1 wanita yang menunggu dan menjemput mereka. Pelukan dipinggang Krystal mengerat tanpa disadarinya ketika menyadari bahwa itu adalah Shixun dan teman-temannya.
Sepertinya nasib buruk memang sedang berkunjung, huh.
Tapi ia tak merasakan apa-apa. Tak ada rasa sakit sedikitpun. Tak ada rasa rindu sedikitpun. Tak ada rasa bahagia sedikitpun. Tak ada air mata yang harus ditahan. Tidak ada apa-apa. Ia hanya merasa kosong dan datar. Begitu dingin. Apakah hatinya benar-benar sudah mati? Ia tak ingin hatinya mati. Setidaknya ia ingin memberikan kehangatan dan cinta yang sedikit tersisa di jiwanya yang hampa ini kepada sahabatnya, penolong hidupnya, dan bayi yang dikandung belahan jiwanya itu.
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Baekhyun tajam, tak bersahabat begitu mereka sudah berhadapan dengan Shixun dan yang lainnya.
Sehun bisa melihat keterkejutan yang jelas di wajah keenam pria itu. Tak heran, mereka mungkin tak tahu apa yang telah terjadi selama 5 tahun belakangan ini. Baekhyun adalah orang dengan pengamatan yang tajam, ia bisa langsung menemukan akar kenapa Sehun berubah menjadi Manusia Es adalah karena kepergian Shixun dan yang lainnya. Baekhyun sangat peduli pada Sehun, ia jelas menyadari itu. Asisten Pribadinya itu akan selalu menyalahkan Shixun jika Sehun terbaring di rumah sakit karena kelelahan bekerja. Sehun tak bisa lagi menekan kebencian Baekhyun pada Shixun.
"Ada apa ini? Anak anjing jadi galak sekali," goda Chanyeol bercanda.
"Simpan candaanmu itu, Park," kata Baekhyun tajam dan Kyungsoo segera menjauhkan sahabatnya itu dari sana. "Aku akan mencari pengawal baru untuk kita. Kita tak butuh mereka," kata Baekhyun menatap Sehun.
"Nanti," jawab Sehun datar dan dingin. "Sekarang kalian harus segera ke hotel dan beristirahat. Urus saja setelah tiba disana."
"Kalian?" tanya Krystal langsung protes dan melepaskan rangkulan Sehun, bercacak pinggang. "Dan bagaimana denganmu, Tn. Oh?"
"Aku akan menunggu di bandara, sayang. Pesawat Jiejie akan tiba sekitar setengah jam hingga satu jam lagi. Kalian langsung saja ke hotel," kata Sehun lembut mencoba kembali merangkul istrinya yang mulai meletup-letup itu.
"Aku istrimu dan aku sedang hamil 7 bulan! Dan kau meninggalkanku untuk menjemput wanita lain?! Kau sudah mulai berani selingkuh sekarang, Oh Sehun?! Apa ini karena aku gen-gendut?!" seru Krystal yang terlihat hampir menangis.
Oh, Tuhan, hormon kehamilan benar-benar tak bercanda. Dan Taemin tak ada disini untuk menenangkan Krystal, Sehun satu-satunya bahan amukan Krystal sekarang.
Suho menyikut Sehun pelan sambil menahan tawanya. Sehun menghela nafas karena semua ini.
"Kenapa kau menghela nafas begitu?! Kau sudah lelah denganku sekarang, Tuan Oh?!" sembur Krystal semakin menjadi-jadi dan memukul-mukul dada Sehun.
Sehun mengambil kedua tangan Krystal dan merangkulnya, tapi tak terlalu erat karena perut Krystal yang membuncit. Bibirnya menciumi pelipis, kening, hingga puncak kepala Krystal dengan penuh sayang, membuat istrinya itu kembali tenang.
"Apa kau ingin roti mentega?" tanya Sehun menawarkan dengan lembut cemilan kesukaan istrinya itu. Sudah jelas bahwa ia harus mengantar Krystal ke hotel dan baru kembali lagi ke bandara menjemput Victoria nanti.
Krystal mengangguk-angguk dalam pelukan Sehun membuat Sehun tersenyum penuh sayang pada istrinya yang masih menyembunyikan wajahnya di dadanya itu.
"Ayo kita ke hotel," kata Sehun sudah kembali dengan wajah datar dan dingin, mengumumkan sambil merangkul pinggang Krystal dan menuntunnya.
"Kau tak ingin memberi sambutan pada adikmu, Hyung?" tanya Shixun menekankan kata 'Hyung.'
Sehun menatap adik kembarnya dengan datar. Tanpa emosi di wajahnya dan bahkan hatinya juga terasa kosong. "Senang melihatmu masih hidup, Shixun," katanya datar, terdengar seperti ayah dan kakek mereka ketika bicara. Dan Sehun benci itu.
Shixun, masih tempramental seperti dulu, langsung tampak marah mendengar sapaan Sehun itu. "WHAT THE FUCK IS WRONG WITH YOU?!" sembur Shixun mengamuk hendak menghampiri Sehun dan mencengkram kerahnya.
Suho dengan sigap menghalanginya dan mendorong Shixun menjauh. "Jangan membuat keributan. Sehun memiliki reputasi yang harus dijaga disini, tidak sepertimu," kata Suho dingin. "Baekhyun, Kyungsoo, atau Krystal akan menjelaskannya nanti di hotel. Tahan emosimu, Oh Shixun."
Kris yang langsung tanggap dengan situasi, menarik Shixun mundur dan mengangguk pada Suho. "Senang bisa mengawal Anda dan yang lainnya, CEO Oh," kata Kris tenang mengulurkan tangannya.
Sehun melirik tangan Kris yang terulur sebelum balas menjabatnya. "Tugas kalian yang paling penting adalah melindungi Krystal, jika dia terluka sedikit saja, kupastikan atasan kalian menembak kepala kalian," kata Sehun dingin dan melepaskan tangan Kris. Tangan yang selesai berjabatan dengan Kris itu terulur pada Seulgi yang siap menyemprotkan pembersih tangan ke telapak tangan Sehun. "Kuharap kalian paham benar tanggungjawab kalian," kata Sehun lagi mengusap tangannya yang telah disemprotakan pembersih.
Sehun bisa melihat mata keenam pria itu berpusat pada tangannya. Ini adalah kebiasaannya. Ia benci disentuh oleh orang lain selain Krystal. Sejak kejadian itu, seluruh sentuhan terasa asing baginya, terlebih bersentuhan dengan orang asing membuatnya merasa jijik dan kotor. Teman-temannya menghormati dan mengerti sifat Sehun yang baru ini, mereka tak pernah menyentuh Sehun secara tiba-tiba, bahkan terkadang mereka meminta izin terlebih dahulu. Mereka tahu hal buruk apa jika Sehun disentuh tanpa persetujuannya.
"Apa Anda jijik bersentuhan dengan saya, CEO Oh?" tanya Kris menantang.
Sehun hanya menatapnya datar tapi tak menjawab. Ia hanya kembali merangkul Krystal dan menuntunnya berjalan.
"Ingat ini, jangan menyentuh Sehun tanpa izin darinya. Itu peraturannya. Ia benci disentuh oleh orang asing," desis Baekhyun memperingati sementara Seulgi dan Irene sudah mengikuti dibelakang Sehun dan Krystal.
"Orang asing, huh?" dengus Kai tak bisa menahan senyum mirisnya.
"Aku adik kembarnya, bukan orang asing," balas Shixun tajam.
"Begitukah? Bukankah 5 tahun yang lalu kau sendiri yang mengatakan telah memutuskan hubungan keluarga dengan Sehun demi kebebasanmu. Kalian semua pergi dan memutuskan hubungan dengannya. Kalian hanya orang asing sekarang," balas Baekhyun penuh kebencian dan segera menyusul Sehun dan yang lainnya.
Suho menatap datar keenam pria itu yang tampak tertampar mendengar omongan Baekhyun itu. Setelah itu, ia memutuskan menyusul personal asisten Sehun itu.
Kyungsoo hanya menatap prihatin. "5 tahun berlalu banyak yang terjadi, banyak yang telah berubah dan Sehun telah banyak berubah. Beri waktu untuk Baekhyun dan Suho, mereka hanya terlalu terkejut bertemu kalian," kata Kyungsoo.
"Lalu Sehun? Apa dia akan kembali seperti dulu jika kita beri waktu?" tanya Tao penuh harap.
Kyungsoo terdiam mendengar itu. "Sampai kapanpun, Sehun takkan pernah kembali seperti dulu. Hanya kepada Krystal dan bayi mereka yang bisa membuat Sehun seperti dulu," kata Kyungsoo pelan sebelum berbalik pergi, menyusul yang lain.
e)(o
Kai tak bisa menahan nafasnya begitu sosok Sehun muncul dalam pandangannya. Sehun masih cantik, tidak pria itu jauh lebih cantik. Kulit putihnya begitu mulus dan bersinar. Sehun lebih tinggi dari terakhir kali mereka berpisah, mungkin tinggi mereka hampir sama sekarang. Tapi badan Sehun masihlah kurus dan ramping seperti dulu, seperti badan wanita. Senyum malaikatnya yang cantik dan mata yang begitu hidup ketika bicara dengan Krystal membuat Kai sulit bernafas karena begitu terkagum dengan ciptaan Tuhan dihadapannya ini. Ia bersumpah akan melakukan apapun agar Sehun menatapnya seperti itu kepadanya.
Nafas Kai tercekat ketika Sehun mengalihkan pandangannya dari Krystal dan bertemu pandang dengannya. Senyum malaikat dan binar dimatanya lenyap seketika. Wajahnya begitu datar, kosong, dan dingin. Bahkan dari jarak jauh seperti ini Kai bisa merasakan perubahan aura Sehun yang begitu mengintimidasi dan seakan memperingati mereka untuk tidak mendekat. Sehun dihadapannya bukanlah AngelHun yang dulu mencintainya, bukan lagi Malaikat pelindung mereka. Sehun dihadapan mereka saat ini adalah CEO Oh yang tak tersentuh.
Sehun telah menjadi Malaikat yang jatuh.
Kai hanya bisa menatap hampa pemandangan di depannya. Sehun tampak begitu mencintai Krystal, ia menuruti semua yang Krystal mau. Ia hanya berlaku lembut dan hangat pada Krystal. Hatinya bagai ditikam belati melihat Sehun merangkul Krystal dan mengecupi pelipis, kening, hingga rambut gadis itu penuh dengan sayang. Seakan memuja Krystal dan tak ada yang dicintainya di dunia ini selain Krystal. Mereka tampak begitu bahagia meski Sehun begitu dingin pada orang lain.
Keterkejutan Kai tak berhenti disana. Nada bicara Sehun begitu dingin, seperti Tuan Oh Jihoon, ayah Sehun dan Shixun. Terlebih bagaimana Sehun mengatakan tak segan-segan menyuruh atasan mereka menembak kepala mereka jika Krystal terluka. Seakan mereka tak lagi berarti bagi Sehun, hanya Krystal yang berarti baginya. Ia bahkan jijik bersentuhan dengan orang asing. Dan Kai sekarang hanya orang asing bagi Sehun.
Dulu Sehunnya tak seperti ini.
Dulu Sehunnya akan menyapa dengan ramah.
Dulu Sehunnya akan menanyakan kabar mereka dan memeluk mereka dengan hangat.
Dulu Sehunnya akan tersenyum dan suaranya begitu merdu di dengar.
Dulu Sehunnya takkan jijik bersentuhan dengan siapapun.
Dulu Sehunnya... adalah Malaikat yang mencintainya dengan tulus.
Tapi Sehun telah berubah. Sehun sudah menjadi Malaikat yang jatuh. Dan Kai sadar ia juga salah satu penyebab kejatuhan Sehun.
"Baekhyun," panggil Sehun pada Sekretarisnya.
Kai hanya menatap Baekhyun yang menghampiri Sehun dan Krystal. Sehun mengatakan sesuatu pada Baekhyun sebelum menyerahkan tangan Krystal pada pria yang lebih pendek itu. Lalu ia melihat Sehun pergi menjauh dari mereka.
Shixun adalah orang pertama yang menyusul Sehun dan Kai langsung menyusul di belakang mereka. Menghiraukan seruan Kris yang memanggil nama mereka. Sehun masuk ke sebuah toko roti dan mengantri disana. Shixun disampingnya dan Kai berdiri disisi Sehun satunya.
"Kau benar-benar takkan bicara apapun, huh?" tanya Shixun tajam.
Kai bisa melihat rasa sakit di mata Shixun. Dulu Kai akan melakukan apapun agar Shixun selalu tersenyum, tapi sekarang ia berharap Shixun sadar bahwa ini pantas untuknya karena meninggalkan Sehun seenaknya. Meski ia tahu jelas Shixun sangat tersakiti karena dulu hubungan Sehun dengannya sangat dekat.
"Aku tak tahu harus bicara apa," jawab Sehun datar menunggu antrian.
Kai melirik Shixun yang mengepalkan kedua tangannya dan ia tahu rekannya itu sebentar lagi akan meledak. "Kau ingin membeli apa?" tanya Kai basa-basi, mengubah topik.
"Roti mentega. Krystal sangat menyukai itu apalagi sejak kehamilannya," jawab Sehun.
Lagi, senyum Sehun yang begitu indah mencuri nafas Kai. Disatu sisi, ia juga merasakan hujaman di jantungnya begitu menyadari apa yang ada dikepala Sehun adalah bayang-bayang Krystal.
"Aku tak tahu kau menikah dengan Krystal," kata Shixun datar.
"Ya, tak heran. 7 tahun kita tak tahu kabar masing-masing," jawab Sehun seakan itu bukanlah hal yang besar, seakan ia tak lagi peduli.
Sehunnya yang dulu selalu peduli dengan orang lain. Terlebih Shixun. Karena dulu Sehun adalah seorang Malaikat.
"5 tahun," koreksi Kai tanpa bisa dihentikan.
Sehun meliriknya dan mengangguk. "Ya, maaf. Aku lupa," jawabnya.
"Kau terlalu banyak berubah," kata Kai lagi tanpa bisa dihentikan.
Sehun menghela nafas mendengar itu. "Semua telah berubah, Jongin-ah, Xun-ah," kata Sehun kini terdengar sedikit lebih lembut dan bernada dari sebelumnya.
Darah Kai berdesir hanya dengan karena namanya diucapkan oleh Sehun. Tidak selembut dan semerdu yang dulu, tapi cukup untuk menggetarkan jiwanya yang telah merindukan Sehun selama 5 tahun ini.
"Aku tahu kalian— terkejut. Aku minta maaf, aku tak bermaksud kasar tadi, tapi beginilah aku hidup selama 5 tahun ini," kata Sehun lagi-lagi nada suaranya datar.
"Apa kau bahagia?" tanya Shixun serak.
"Ya," jawab Sehun dan memesan roti untuk Krystal karena giliran mereka sudah tiba.
Kai terdiam menatap punggung ramping dihadapannya. Apakah ia egois tak menginginkan Sehun bahagia jika tanpa dirinya? Ia menginginkan Sehun. Jika 5 tahun ia bisa bertahan hanya dengan memori tentang Sehun, melihat Sehun berdiri dihadapannya menghancurkan semua itu. Ia berpikir ia bisa hidup tanpa Sehun, hidup hanya dengan memori tentang Sehun. Tapi ternyata tidak. Ia ingin memiliki Sehun. Ia harus memiliki Sehun. Ia tak peduli apapun, ia akan memiliki Sehun.
Kai takkan pernah melepaskan Sehun bahkan jika Sehun tak bahagia dengannya.
Perhatian Kai teralih pada Shixun yang menatap Sehun. Ada yang berbeda dengan tatapan Shixun pada Sehun. Sesuatu telah berubah. Tatapan rindu yang begitu dalam, intens, namun juga ada sesuatu yang lain. Mungkinkah... Cinta? Ah, Kim Jongin pasti sudah gila jika berpikir seperti itu. Mereka saudara kembar! Tak mungkin Shixun mencintai Sehun seperti Kai mencintai Sehun. Itu benar-benar pemikiran gila.
"Ayo, yang lain pasti sudah menunggu di depan," kata Sehun datar dengan kantung rotinya dan berjalan duluan.
Kai mengikuti namun matanya tak bisa menolak untuk menikmati pemadangan di depannya. Pinggang Sehun begitu ramping, membuat Kai ingin merangkulnya erat apalagi ketika mencumbu pria cantik itu. Matanya sedikit turun kebawah dimana dua bulatan yang terbungkus pakaian itu sedikit menonjol dibalik mantel panjang yang Sehun kenakan. Kai sangat ingin meremas kedua bongkahan padat itu dan merasa betapa lembut dan kenyalnya benda itu. Mungkin Sehun akan mendesah—
PLAK! Sebuah pukulan mendarat dengan keras dan tanpa ampun di kepala belakangnya.
"Aw!" protes Kai dan menengok pada Shixun yang memukulnya. Shixun menatapnya dengan tajam seakan ingin membunuhnya dengan tatapannya itu. "Apa-apaan kau," protes Kai tak terima.
"Berhenti menatap Sehunku seperti ingin memakannya," geram Shixun dengan pelan agar Sehun tak bisa mendengar.
Memakan Sehun. Sial, itu pasti akan nikmat.
BUG!
Kali ini lengannya yang ditonjok dengan keras hingga ia hampir jatuh. Shixun pasti bisa menebak apa yang baru saja Kai pikirkan.
"Hentikan itu, Mesum! Aku akan melaporkan kau melecehkan Sehunku sehingga kau tak boleh ikut misi ini!"
"Aku akan bilang kau dan Sehun ada masalah keluarga yang mempengaruhi kinerjamu dan kau juga akan ditendang dari misi ini," balas Kai mengancam. "Dan Sehun bukan milikmu," desisnya tak terima.
Kai langsung menyusul Sehun dan berjalan disamping pria cantik itu. Meninggalkan Shixun yang menganga mendengar perkataan itu. Kai melirik adik kembar pujaannya itu dan menyeringai. Shixun tampak marah dan matanya menunjukan api bertarung yang membara.
Kai akan mendapatkan Sehun dan bahkan seorang Shixun takkan bisa menghalanginya.
—A•R—
Rombongan mereka menggunakan 3 mobil. 1 limo dengan 2 sedan yang digunakan untuk mengawal. Kris, Chanyeol, dan Irene, yang sedang cemburut karena tak satu mobil dengan CEO Oh itu, menempati mobil sedan satu yang menuntun limo. Luhan dan Tao di sedan 2 yang mengawal limo dari belakang bersama dengan Suho dan Kyungsoo yang ingin jauh dari keributan. Sedangkan di Limo ada Sehun, Krystal, Baekhyun, Seulgi, Kai dan Shixun.
Krystal bersandar pada Sehun sambil memakan roti menteganya dengan bahagianya, tampak tak peduli apapun tentang dunia. Sehun merangkul Krystal dan satu tangannya mengelus-elus perut Krystal sambil menciumi rambut wanita cantik itu. Seulgi sibuk dengan ponselnya, Kai memperhatikan setiap gerakan Sehun begitu juga dengan Shixun. Baekhyun hanya melihat-lihat keluar sebelum kembali memandang pasangan suami-istri itu.
"Yah, hentikan itu. Kau membuat yang lain cemburu," protes Baekhyun yang mengomentari kemesraan itu.
Wajah Kai memucat sedikit mendengar itu. 'Yang lain' katanya? Siapa? Siapa lagi yang cemburu selain Kai? Apa ini berarti saingannya banyak? Shixun tak mungkin menyukai Sehun karena mereka saudara kandung. Apakah Baekhyun? Tapi dia seperti tipe uke dan Sehun juga cocok sebagai uke jadi itu kecil kemungkinannya. Tapi Sehun bahkan menghamili Krystal! Itu berarti ia juga bisa menjadi seme. Tapi... Tidak. Tidak, itu pikiran yang bodoh menurut Kai. Selain Baekhyun, mungkinkah Seulgi menyukai Sehun? Itu sangat mungkin. Irene hanya bertemu Sehun 10 menit dan rekannya itu sudah tergila-gila pada Sehun. Seulgi saingannya. Dan Krystal tentu saja. Kai akan terus mengawasi mereka.
"Kau harus menghormati kaum lajang dimobil ini, CEO Oh," tambah Baekhyun lagi.
Pikiran Kai yang bagaikan kereta api tadi langsung berhenti mendengar omongan Baekhyun. Oh, itu maksudnya. Maksud Baekhyun cemburu yang seperti itu. Bukan cemburu karena ada yang menyukai Sehun seperti Kai.
"Kalian harus segera cari pacar agar tidak cemburu lagi melihatku dan Krystal," balas Sehun dengan senyum kecil.
"Sayang sekali incaranku sudah beristri," komentar Baekhyun membuat Seulgi tak bisa menahan tawanya.
Shixun bersiul menggoda. "Tak kusangka kau cukup berani, Byun Baekhyun," komentarnya.
"Ya, aku cukup berani sehingga membuatku berdoa setiap hari agar sasaranku berubah menjadi uke," kata Baekhyun tanpa malu.
Seulgi tertawa terbahak-bahak mendengar itu. Kali ini bahkan Kai tak bisa menahan tawanya dan Krystal yang tadi fokus makan rotipun ikut tertawa keras. Shixun bertepuk tangan mendengar itu. Dan Sehun hanya tersenyum kecil dengan sedikit kilat geli dimatanya.
"Apa ini pria yang kutahu?" tanya Seulgi tertawa.
"Oh, ya. Kau jelas tahu," jawab Baekhyun menyeringai.
Sehun menatap kedua bawahannya yang hampir 7x24jam bersamanya itu. "Apa aku melewatkan sesuatu?" tanyanya merasa kedua bawahannya menyembunyikan sesuatu.
"Oh, kau melewatkan banyak hal, Bos. Tepat dibawah hidungmu," kata Baekhyun menggoda menaik-turunkan alisnya membuat Seulgi semakin tertawa terbahak-bahak dan memukul-mukul lengan Baekhyun.
"Sepertinya aku bisa menebak," komentar Krystal menaikan satu alis, melipat tangannya di dada.
Seulgi tertawa semakin keras mendengar itu hingga seluruh tubuhnya bergetar. "Kau akan mati, Byun!" katanya Seulgi meletakkan kepalanya dibahu Baekhyun karena terlalu banyak tertawa.
"Tenang saja, Ny. Oh. Aku masih belum bergerak," jawab Baekhyun mengedipkan matanya.
"AKU AKAN MEMAKANMU, BYUN BAEKHYUN!" sembur Krystal hendak menerjang Baekhyun namun langsung ditangkap oleh Sehun dan didudukan kembali.
Kai, dengan otaknya yang sedikit lemot dalam hal ini, mulai memproses semua percakapan itu. Baekhyun menyukai pria yang sudah menikah juga berdoa agar pria itu menjadi uke. Seulgi tahu pria yang diincar oleh Baekhyun dan Krystal juga tahu. Tapi jika Krystal tahu maka Baekhyun mati. Jadi... Incaran Baekhyun adalah suami Krystal?! INCARAN BAEKHYUN ADALAH SEHUN?! TERLEBIH SI CABE ITU INGIN JADI SEMENYA SEHUN?!
Ini tak bisa diterima! Baekhyun sialan, ia pasti sudah menghabiskan waktu 7x24 jam menatap bokong Sehun yang indah itu. Ia harus dieksekusi! Mungkin dengan melemparkannya ke segitiga bermuda.
"Aku tak mengerti apa yang kalian bicarakan," kata Sehun, wajahnya masih datar tapi matanya tampak bingung, membuatnya terlihat begitu menggemaskan.
Oh, Tuhan. Sehun begitu polos sampai tak menyadari bahwa Si Cabe jadi-jadian yang menyamar menjadi asisten pribadinya telah berfantasi kotor tentang pria cantik itu setiap hari. Kai takkan membiarkan ini! Baekhyun mahluk berbahaya dan Kai harus melindungi Sehun dan jiwa murninya.
Ya, harus dilindungi sampai Kai sendiri yang mengotorinya dengan membawa pria cantik itu mencicipi surga dunia. Ah, Kai tak sabar hingga saat itu tiba. Bagaimana Sehun berbaring dibawahnya tanpa satupun benang yang melekat ditubuhnya, membuka kakinya, becak-bercak ungu dibadan putihnya, lapisan keringat yang semakin membuat kulitnya bersinar, rona merah yang kontras dengan pipi pucatnya, bibir bengkak dan merah karena ciuman yang menggelora, mata sayu yang memancarkan—
DUG!
Rasa sakit di rusuknya yang disikut keras oleh Shixun membuyarkan fantasi liarnya tentang Sehun. Ia manatap tajam pada rekan sialannya yang sejak tadi merusak fantasinya itu. Sialan ini sakit sekali.
"Apa?!" protes Kai mendesis tak ingin menarik perhatian.
"Berhenti memperkosa Hyungku dengan matamu, biadab. Kau benar-benar membuatku ingin mencukil matamu!" desis Shixun sama pelannya, tak ingin didengar yang lain.
Kai hanya mendengus mendengar itu. Ia hanya berharap mereka bisa sampai hotel dan ia bisa berfantasi di kamar mandi sambil memanjakan juniornya yang sudah setengah tegang karena mahluk Tuhan bernama Oh Sehun.
•••e)(o•••
YEP! REUNION IS UP!!!
ada yg nyangka respon Sehun bakal begini?? Sebenernya di Summary udah di kasih hint yg jelas kalo Sehun gak bisa ngerasain apa-apa hehe
penjelasan tentang karakter Sehun yang dingin ini bakal lebih jelas di Chap 4 Chap 6~~
ada yg bilang:
semoga sifat Sehun sassy-fragile.
jawabanku: mungkin karakter Sehun disini bakal gak sesuai ekspektasi kalian, tapi aku coba buat yang sesuai dengan jalan cerita. semoga memuaskan ya hehe
dan sedikit spoiler, cerita ini temanya bukan cuman romance/drama tapi juga tentang perubahan karakter seseorang.
HINT-nya: ada di judulnya. hehe
kalau kalian tahu arti judulnya kalian bakal bisa nebak seluruh cerita ini sebenarnya tentang apa :D
dan yg terakhir:
makasih udah review!!! makasih banyaaaaaak :D
yg masih sider dimohon review ya~
-willis.8894
