Step Father

(4)

.

.

SasuSaku *Slight SakuPain, SasuMebuki

Naruto belong to MK

M for lemon (?) and Verbal Abuse

Family, hurt/comfort

#Warning : AU, OC, OOC, Thypo, DLDR! NC-21, PWP, BUKAN FICT YG BAGUS APALAGI SEMPURNA. Jadi kalau anda menemukan berbagai kesalahan saya, saya minta maaf. Itu semua karena hamba masih seorang manusia :*

.

.

A/N :Terimakasih buat siapapun yang berkenan meReview fict gak jelas ini. Maaf buat yg kurang berkenan Sasu punya perasaan lebih pada Mebuki *emang inilah inti ceritanya*, dan hubungan MebuFuga yang masih rahasia *gak kayak hubungan odes dan Itachi-nii yang udah diakui publik #digampar*

Dan yang mencemaskan Saku masih *eheemmm* perawan atau engga *OMG!* Dan yang selalu ngomel karena fict ini diapdet pendek *MAAF!* atau betapa abalnya karya ini dengan banyak kesalahan *setidaknya saya belajar dari kesampahan saya*

Setiap karya memiliki Pro dan Kontra. Saya sadar saat karya dilempar ke publik, saya gak bisa memaksa semua harus menyukainya. Tapi saya sangat berharap, walaupun kalian tidak menyukai karya *sampah* saya ini atau fict manapun yang saya buat, atau bahkan diri saya sendiri yang memang sudah cantik dari lahir *ditendang*, saya harap anda tidak mem-Flame nya secara berlebihan. Tapi yaahh itu terserah anda, Readers tercinta. Ngomong-ngomong, kalau nge-flame harus gentle bukan? Kalau masih nge-flame dengan akun abominable yang dibuat dari bulan, mending anda makan lem aibon dulu sanaa.

Terimakasih atas tebaran keripik dan masukannya :D

#BiniPertamaCanon Uchiha Itachi

odes

-0000000-

Pintu yang terbuka segera menyuguhkan pemandangan tak senonoh ini di depan matanya.

(Calon) Anak tirinya tengah bergumul liar di atas meja bersama pemuda yang diketahui beberapa waktu lalu pun tengah bercumbu mesra di sebuah cafe yang dia pergoki secara langsung. Rupanya kali ini keduanya kembali mengulang tabu mereka. Bahkan nekat melakukannya di lingkungan sekolah!

Wajah tampan pemuda berhelaian raven mencuat itu menegang. Dengan langkah gusar dihampirinya sepasang kekasih yang tengah dimabuk birahi itu yang kini tengah sibuk membenahi pakaian mereka.

Pain dengan cepat memposisikan dirinya di depan Sakura. Sementara gadis itu tengah sibuk mengancingkan kemejanya yang sudah berantakan di balik punggung kekasihnya tersebut.

Onyx Sasuke berkilat marah menatap pemuda ini. Lancang sekali pemuda ini berasyik masyuk dengan sang putri di lingkungan sekolah. Nyaris saja kedua nya menggurat tabu yang mencoreng nama keluarga mereka.

Tangan Sasuke menarik tangan pemuda penuh tindikan itu sedikit kasar. Sementara wajah Pain yang biasanya dingin dan tenang pun mulai dibakar amarah. Pemuda calon Ayah tiri kekasihnya ini selalu saja menjadi pengganggu keintimannya dengan sang kekasih, Sakura!

2 pemuda yang sama-sama memukau dengan pesonanya itu saling berhadapan. Dengan manik mata yang saling menantang dan siap melumat lawannya. Ekspresi Pain seolah mengajak sang Uchiha untuk menyelesaikannya segera, lewat sebuah pertarungan jalanan!

Namun Sasuke dengan cepat menguasai amarahnya. Ditatapnya tajam wajah pemuda itu. Lalu dengan gerakan cepat, tangan Sasuke menyambar sebelah tangan Sakura.

"Jauhi Sakura mulai sekarang...!" Tegas pemuda itu, seolah memberi titah yang tak bisa dibantah. Tanpa basa-basi dan meminta persetujuan, tangan Sasuke menarik paksa tangan calon anak tirinya tersebut.

"Kita pulang sekarang, Sakura..." ujarnya dengan ekspresi kaku dan memerah menahan amarah.

-0000000-

"Apa yang kau lakukan, Brengsek...?!" Maki gadis bersuai merah muda itu, setengah berteriak pada pemuda tampan calon Ayah tirinya saat mereka berada di mobil Sasuke. Tangan Sasuke masih belum melepaskan cekalan tangannya. Wajah tampannya terlihat kaku memandang ke depan dengan raut menegang. Seolah tidak mengindahkan kemarahan gadis di sebelahnya.

Sakura kembali meraung. Meronta. Berusaha melepaskan diri dari cekalan Sasuke, namun tidak bisa karena pemuda itu mencekal tangannya kuat.

"Brengsek kau, Bajingan...!" Sembur gadis merah muda itu lagi. Emerald nya nyalang menatap pemuda tampan yang sebentar lagi akan resmi menjadi ayah tirinya tersebut.

"Apa itu yang selalu kau lakukan di sekolah, Sakura...?!" Tanya Sasuke tajam dengan nada mengintimidasi.

"APA URUSANMU, HAH...?!"

"Tentu saja semua yang berhubungan denganmu adalah urusanku. Aku adalah calon Ayahmu..."

"Cihh... jangan kau pikir karena kau menikah dengan Ibuku, lantas kau menjadi Ayahku...!" Desis gadis itu marah.

"Suka atau tidak, itu kenyataannya. Mulai sekarang, kau harus belajar menerima kehadiranku sebagai Ayahmu...!" Titah bungsu Uchiha itu, menunjukkan dominasinya.

"Lebih baik aku mati... ketimbang menerimamu sebagai ayahku! Ayahku hanya satu... hanya Haruno Kizashi saja. Kau..." ujar gadis itu sambil menunjuk tepat di depan wajah Sasuke,

"Hanya orang asing yang masuk dalam keluarga kami..."

Sasuke terdiam mendengar kata-kata menusuk gadis itu.

-000000-

Pesta pernikahan Mebuki dan Sasuke berlangsung sederhana dan khidmat. Hanya dihadiri keluarga terdekat saja. Seperti itulah yang memang Mebuki inginkan. Namun dalam pesta tersebut hanya 2 orang yang tidak hadir. Yang pertama adalah Itachi, kakak semata wayang Sasuke yang sedang menimba ilmu di luar negeri dan... tentu sang putri tunggal dari Mebuki yang menolak datang ke pesta pernikahan Ibundanya. Sakura lebih memilih mengunci diri rapat-rapat di kamar ketimbang menyaksikan pernikahan Ibunya tersebut.

Namun seolah tak terpengaruh dengan ketidak-hadiran putri tunggalnya, Mebuki tampak bahagia bersama pemuda yang hanya 2 tahun lebih muda dari sang putri tunggal. Sasuke mencium bibir Mebuki mesra sambil mendekapnya erat dengan sebuah pelukan hangat di hadapan semua tamu yang hadir yang juga merupakan kerabat dan sahabat dekat mereka. Tepukan tangan dan teriakan riuh rendah melengkapi kebahagiaan sepasang pengantin baru tersebut.

Fugaku menghampiri putra bungsunya. Kemudian menepuk bahunya penuh kebanggaan. Wajah pria yang biasanya terlihat kaku dan dingijn itu terlihat sumringah dan bahagia.

"Kau membuatku bangga, Nak…" ujar pria paruh baya yang tetap memikat dengan pesonanya tersebut.

"Terimakasih, Tou-san…" jawab Sasuke sambil memeluk Ayahnya. Tepat saat itulah Mebuki dan Fugaku saling melayangkan tatapan yang hanya dimengerti oleh mereka berdua.

Berbanding dengan suasana pesta yang penuh hingar binger keceriaan, di dalam kamar megah itu, sang putri tunggal keluarga Haruno dengan sengaja menyetel musik dengan volume keras. Keras dan semakin keras hingga dia tak perlu mendengar kabar apapun dari luar kamarnya tentang pesta pernikahan Ibunya dengan pemuda yang kini Sakura benci setengah mati tersebut.

Namun walau gadis itu berusaha tak acuh atau pun tegar, airmata tetap saja jatuh membasahi wajah cantiknya. Gadis itu teringat akan semua kenangannya bersama kedua orangtuanya ketika mereka masih bersama dalam sebuah keluarga utuh. Selama ini Sakura berusaha acuh tak acuh saat sang Ibu gemar bergonta-ganti pasangan. Namun kini, gadis itu benar-benar marah karena sang ibu telah tega mengganti tempat sang Ayah yang sangat dicintainya dengan seorang pemuda yang hanya berbeda usia 2 tahun dengan dirinya!

" Tou-san..." lirih gadis itu sambil mendekap foto sang Ayah tercinta. Cairan bening itu juga tak berhenti membasahi pipinya.

"Tou-san... lebih baik aku mati saja...bersama Tou-san." Ujar gadis itu sambil menggengam sebuah pisau buah yang selalu tersedia di kamarnya. Gemetar, gadis itu memegang benda tajam tersebut. Dipejamkannya mata, ditariknya nafas panjang, mencoba memantapkan hati dan pikirannya yang rapuh dan kacau. Lalu dengan sekali goresan, gadis merah muda itu menghujam benda tajam tersebut, menyayat lapisan lembut tepat di pergelangan tangannya. Berusaha memutuskan satu-satunya nyawa, juga kesedihan yang dia rasakan.

TO BE CONTINUE~