Bleach by Tite Kubo
The Miko's Mask anda The Girl's Identity by RiiXHitsuHina
Let's keep moving on!!!! Chapter 4 telah terbit. Untuk chapter 5-nya, liat sikon dulu ya…
Chapter 4
Meet in the village
Momo sedang bersiap-siap untuk pergi ke desa. Rambut hitam panjangnya dicepol dan dibungkus oleh kain berwarna biru. Pakaian mikonya tidak ia gunakan, tapi digantikan dengan baju girlie berwarna peach serta rok panjang yang berenda-renda yang berwarna orange. Semua pakaian itu disiapkan oleh Aizen sebelumnya. Rencananya, pakaian itu ingin diberikan Aizen untuk ulang tahun Momo pada tanggal 3 Juni, tapi keadaan memaksa agar pakaian itu diberikan 2 minggu lebih cepat.
"Uwah.. Bagusnya. Aku jadi tampak sangat manis!", ucap Momo dalam hati saat berkaca di kamarnya. Satu-satunya benda yang dapat dibanggakan di kamar Momo hanyalah kaca besar yang setinggi tubuhnya. Benda-benda yang lain hanya terbuat dari kayu dan bambu, sangat sederhana.
"Pst, pst!", Aizen mamanggil Momo dari luar jendela kamar Momo.
"Ayo cepat, kita pergi Hinamori-kun!", ajak Aizen.
"Ah, baik! Aku segera keluar.", tapi yang dimaksud keluar adalah keluar lewat jendela. Momo dengan lincahnya keluar lewat jendela dengan tubuhnya yang kecil. Aizen langsung mengambil sepedanya dan mereka berdua pun meluncur ke desa. Tak lama kemudian…
Sesampainya di desa..
Desa menjadi lebih ramai daripada hari-hari sebelumnya. Desa selalu menyiapkan persiapan festival mulai dari 2 minggu sebelum festival sampai seminggu sebelum festival. Maka dari itu, para pengunjung yang ingin ke Kuil Karakura selalu datang seminggu lebih awal untuk melihat festival.
Momo pun turun dari sepeda sementara Aizen mengeluarkan sesuatu dari tasnya,"Baiklah, Hinamori-kun, pertama-tama aku ucapkan selamat datang ke Desa Soukyouku. Dan…", Aizen belum selesai menjelaskan Momo sudah berteriak, "Kyaaa!!! Coba lihat semua barang dagangan ini!!!! Mauu..!!"
"Baiklah, baiklah. Tenang dulu. Ini sedikit uang jika kau ingin membeli sesuatu di stand festival yang sudah siap."
Wajah Momo pun berbinar-binar, "Terima kasih Aizen-sama. Tapi darimana kau mendapatkan uang ini?!", tanya Momo.
"Khu, khu, khu… Rahasia. Yang penting, berjanjilah kau akan menghabiskan uang itu untukku. "
"Ng? Tidak seperti Aizen-sama yang biasanya..", Momo sedikit bingung, Aizen-sama memang baik hati, tapi kenapa dalam raut wajahnya tadi tersimpan sesuatu yang buruk? Sesuatu yang licik.
"Ah, biarlah, Aizen-sama tidak mungkin seperti itu.", Momo menyangkal pikirannya.
"Maaf, Hinamori-kun, aku harus mengurus beberapa keperluan di kuil. Kembalilah sebelum jam 4 sore dan pergi ke kamarmu. Jika tidak, ibumu bisa tahu."
"Mm! Baiklah! Berarti 6 jam lagi ya? Aku pasti kembali tepat waktu!", kata Momo sambil melihat jam tangannya.
"Aku pergi dulu, Hinamori-kun!", Aizen pun mengayuh sepedanya dan pergi menjauh.
Setelah punggung Aizen tidak terlihat lagi, Momo melihat isi dompet yang ada diberikan oleh Aizen, dan,.. "YA AMPUN! BERAPA JUMLAH UANG INI?!?", tampaknya Aizen memberikan Momo uang yang banyak (sangat banyak).
"Ehm.. Uh, baiklah, Momo, tidak ada salahnya memiliki uang yang sedikit banyak. Yang penting tidak kau habiskan lalu kembalikan pada Aizen-sama. Kalau begitu, kita cari makanan enak sedikit! Go!!", kata Momo pada dirinya sendiri.
Di tempat perkemahan Hitsugaya,..
"Abarai, para wanita sudah kembali! Apa kamu sisakan sedikit sarapan untuk mereka?", tanya Hitsugaya yang sudah bisa melihat Rangiku, Inoue, dan Rukia dari jauh. Tapi sepertinya, kentang kornet yang dibuat untuk 4 orang sudah habis dimakan Renji.
"HAH?? Hoh hiyaah.. Mahap, mahap.. Glup!", jawab Renji yang mulutnya masih penuh dengan makanan.
"Percuma Hitsugaya, jatah para wanita sudah dihabiskan.", Ishida sweatdrop.
Girl's POV..
"Segar sekali ya tadi, Kuchiki-san!", kata Inoue dengan wajah yang segar.
"Iya! Penduduknya juga ramah-ramah! Tapi, Rangiku-san, kenapa wajamu kesal begitu?"
Rangiku menjawab dengan nada suara yang tinggi, "Bagaimana aku tidak kesal?!? Baik tempat berendam laki-laki atau pun perempuan, semua isinya orang yang sudah tua!!"
"Ahahah.. Iya… Ah, lihat! Ichigo sepertinya ingin mengatakan sesuatu. Ayo kita cepat ke sana!", kata Rukia sambil membalas lambaian tangan dari jauh.
Di Perkemahan
"APA?! SARAPANNYA HABIS?", teriak Rangiku.
"Maafkan aku Rangiku-san! Aku tidak tahu kalau kalian ke onsen dan belum sarapan! Aku kan masih tidur!", Renji balas berteriak.
"Makanya jangan kebanyakan tidur!!! Nanas merah!!!"
Ishida melerai, "Abarai-kun, Rangiku-san, sabarlah sebentar. Kita tunggu Rukia-san memasak makanan untuk kalian."
"Tapi aku lapar. Tidak kuat lagi..", Inoue duduk di depan tenda.
Ishida menjadi tidak tega melihat wajah Inoue yang memelas dankelelahan.
"Baiklah, apa boleh buat..", kata Ishida sambil mengeluarkan uang dari dalam sakunya. "Ini uang untuk membeli makanan untuk Inoue-san, Rangiku-san, dan Rukia-san."
"Ishida-kun! Kamu baik sekali!!", teriak Inoue riang sambil memeluk Ishida. Wajah Ishida pun memerah.
"Ehem, sa, sama-sama Inoue-san. Tinggal siapa yang mau membeli makanannya?"
"Menurutku, lebih baik orang yang sudah pernah ke sini.", kata Rangiku.
"Iya! Seseorang yang lebih tau seluk-beluk desa in daripada kita!", timpal Rukia.
Hanya seseorang yang pernah ke Desa Soukyouku sebelumnya, meskipun tidak ada yang mengerti seluk-beluk desa itu. Dan semua mata pun tertuju pada Hitsugaya (emang Miss Indonesia?).
"Apa kalian lihat-lihat! Aku memang sudah pernah ke sini, tapi saat itu pun akau tersesat!", bentak Hitsuagaya. Wajah semua anak perempuan pun memelas.
Merasa bertanggung jawab sebagai kaicho, Hitsugaya menjawab, "Haah… Baiklah. Aku pergi beli makanan di festival saja.."
Sesampainya di festival,
"Huh, dasar! Mentang-mentang aku seorang kaicho yang pernah ke sini, bukan berarti aku harus melakukan semuanya demi mereka kan?!", keluh Hitsugaya.
Ia memutar-mutar kepalanya, mencari stand makanan berat yang sudah siap. Lalu ia melihat stand takoyaki termasuk koki stand yang sedang memasak makanan dari gurita itu. Stand itu agak jauh, tapi terlihat sdah banyak pembeli yang membeli di stand itu.
"Sepertinya takoyaki hangat di hari yang dingin cukup lezat. Ishida, aku pinjam uangmu sedikit ya!", Hitsugaya ingin membeli 1 porsi takoyaki tambahan untuk dirinya.
Hitsugaya berjalan menghampiri stand itu. "Pak, beli takoyakinya 4 pors..", kata-katanya terputus saat melihat seorang gadis yang dikenalnya sedang makan takoyaki di dekatnya.
"Dik, jadi beli tidak?", kata penjual takoyaki.
"Ah, iya. 4 porsi."
Sambil menunggu pesanannya siap, Hitsugaya menghampiri gadis itu. Ia penasaran dan ingin mengecek apakah ia mengenalnya atau tidak.
"Mmm.., permisi."
Gadis itu pun menoleh, "Ah, iya. Ada apa ya? Eh?"
"Ternyata aku tidak salah. Namaku Hitsugaya Toushiro. Aku yang menolongmu kemarin. Ingat?"
Ternyata gadis itu adalah Momo. "Ah, iya! Aku ingat. Terima kasih telah yang sedang kamu lakukan di sini?"
"Aku hanya membeli takoyaki untuk teman-temanku. Kalau kamu?"
Momo menarik tangan Hitsugaya dan mengajaknya ke tempat yang tidak terlalu ramai. Miko itu mendekatkan wajahnya pada Hitsugaya.
Semakin dekat,
dan dekat,
dan, "Jangan bilang siapa-siapa ya! Aku kabur dari rumahku. Aku tidak boleh memberitahukan ini, tapi aku adalah miko Kuil Karakura.", bisik Momo.
Wajah Hitsugaya tampak memerah dan kecewa. "Ternyata aku benar lagi. Sudah kuduga sebelumnya. Tapi kenapa kau memberitahukannya padaku. Ku tau kan risikonya kal..", Hitsugaya terdiam karena Momo meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya.
Lalu Momo tersenyum manis, "Aku tahu kamu bisa dipercaya!". Wajah Hitsugaya makin memerah lagi dibandingkan sebelumnya.
"Sial! Diam manis sekali! Ah, iya. Terima kasih telah mempercayaiku.."
"Klik! Klik!", terdengar suara kamera yang sedang menangkap gambar Momo dan Hitsugaya yang sedang makan takoyaki bersama tanpa sepengetahuan mereka. Siapakah orang itu? Apakah dia yang membuntuti Ichigo dan Hitsugaya saat di perkemahan?
"Khu, khu, khu.. Ini benar-benar kejadian yang menguntungkan."
CHAPTER 4
OWARI
Jawabanku untuk beberapa reviews dari teman-teman!
To All : Ishida memang jahil!!! Hahahahaha!!!!
Ichironami : Tenag saja! Akan ada IchiHime!!!!
Himekahime-sansan : makasih atas penilaiannya… hehe.. maaf, aku masih normal!
Shirayuki-haruna : Hohoho.. untuk nasib Hinamori, sudah ditentukan authornya! (iaialah!) tunggu kelanjutannya…
Mpin-itu-fifin : satahuku, miko itu gadis kuil. Nanti aku cari deh info tentang miko..
Rukia-agehanami : setahuku, gunanya miko itu membantu upacara di kuil dan trmasuk menari untuk perayaan2 kuil. Nama tariannya itu miko-mai. Heheh.. maaf klo salah..
HITSUHINA FOREVER!
