Hi Teman-teman! Naruto di akademi nya update lagi nih!
Aku akan berusaha sebaik mungkin di chapter ini.
Ini dia ceritanya! Enjoy!~ Jangan lupa reviews.
Chapter 4: Hari-hari di Akademi yang menyenangkan!~
Pada hari yang mendung itu, Naruto memakai ikat kepala dan membawa tas ungunya. Naruto melihat sekitar kota Konoha sedang merayakan hari guru, pada heboh. Naruto makin tidak sabar untuk sampai di akademi melaksanakan hari guru itu. Dan ia juga tidak sabar mau beraksi sebagai Ketua OSIS. Pada saat ia mencapai gerbang pintu masuk, terlihat Shikamaru bersandar di gerbang dengan kerennya!
Naruto langsung mencibir "Gak usah iri deh. Aku udah jadi Ketua OSIS nih! Pangkatnya lebih besar dari kau Shika, kamu khan Ketua kelas B." Kata Naruto sambil merangkul Shikamaru dan masuk ke gerbang.
"(Aku sudah menduga hal sombong seperti itu pasti terjadi! Apa jadinya Akademi... eh bukan, apa jadinya Konoha ini yah? Udah itu dia pake ngerangkul-rangkul aku lagi. Ampun deh, apa dosa aku coba?)" Batin Shikamaru, sambil mengeluh dan sweatdropped.
Beberapa saat kemudian, sikap Naruto menjadi melebih sombong dari biasanya. Walaupun sombongnya biasa-biasa saja, tapi gurunya tetap khawatir.
Sampai-sampai Naruto membuat guru-gurunya itu saling berbisik "Obat nya habis."
Beberapa menit kemudian, jam menunjukkan pukul 6.30. Bel pun berbunyi dan anak-anak semua termasuk Naruto berbaris di aula untuk melaksanakan hari guru. Guru-guru menyuruh murid-murid melaksanakan Upacara di aula, karena cuaca tidak mendukung mereka. Murid-murid semua berbisik-bisik siapa guru yang menjadi protokol, pembaca UUD dan lain sebagainya. Kemudian upacara pun dimulai dengan perasaan sedikit tegang. Dimulai dari pemimpin upacara, yang menjadi pemimpin upacara ternyata Kakashi. Ia jalan miring ke tengah-tengah aula dan berteriak "SIAP GRAK!". Kemudian pembawa upacaranya ternyata Iruka ia mengatakan "Penghormatan Umum!" Kakashi langsung jalan beberapa langkah kedepan dan melaporkan tanggal dan hari upacaranya kepada Tsunade. Tsunade mengatakan "Laksanakan!". Kemudian penaikan bendera merah putih (?), eng... maksudku penaikan bendera Konoha dilakukan oleh 2 orang cowok dan 1 orang wanita ditengah-tengah. Mereka adalah Kurenai, Asuma dan Guy. Mereka menaikkan bendera dengan tenang dan teratur, walaupun terdengan cekikikan kecil dari murid-murid. Setelah menaikkan bendera dan mengheningkan cipta, pembacaan pancasila (?) eng... pembacaan sila Konoha, pun dilaksanakan oleh Tsunade dengan suara lantang hingga telinga pekak, ada kemungkinan dapat membuat tanah retak-retak juga tapi untungnya tak terjadi. Berikutnya Pembacaan UUD 1945 oleh Jiraiya, ia membaca UUD 1945 seperti puisi. Lalu pembacaan doa oleh Jiraiya lagi, karena tidak cukup orang nya. Jiraiya membaca doanya seperti pantun kali ini. Dan kemudian Upacara bubar, anak-anak akademi pada ketawa ngakak ngeliat guru-guru mereka menjadi petugas upacara.
Pada saat masuk kelas, Naruto dan teman-temannya duduk ditempat masing-masing dengan gaya-gaya berbeda. Ada yang main laptop, headset, PSP, NDS, Wii, PS2, PS1, PS3, Wi-fi sampe bawa TV segala pake jutsu. Tapi begitu ada guru datang semua pada diam, hingga hening. Pelajaran pertama hari ini adalah pelajaran IPA, jadi Kurenai yang masuk ke kelas Naruto, yaitu kelas A. Pada saat pelajaran IPA, Naruto kelupaan membawa bukunya, dia pun dihukum untuk ngerjain soal-soal fisika yang gampang, tapi bagi Naruto, itu soal susahnya minta ampun.
"Bu Kurenai, saya gak ngerti..." kata Naruto di depan papan tulis sambil memegang spidol.
"Coba dulu! Kalo belum dicoba mana kita tau." Kata Kurenai, sedangkan anak-anak lain menertawakan Naruto.
"Bu, saya gak tau 50 per 100 dikali 20 itu berapa?" Kata Naruto.
"Astagfirullah!" Kata murid-murid sekelas berbarengan.
"Wah, saya kalo lagi hamil, bisa langsung keguguran nih ngajar si Naruto!" kata Kurenai.
"Hahaii! Bu kurenai ngelawak!" kata Kiba.
"Ketua OSIS kok gak bisa IPA? Parah!" Kata Chouji.
"Wah masa depan Naruto gelap kalo gak bisa ngejawab soal-soal itu." Kata Ino sambil geleng-geleng.
"Diaaam!" kata kurenai kencang.
"Iya nih! Berisik aja kalian!" kata Naruto, teriak-teriak.
"Kamu juga diem!" kata Kurenai, tajam.
"Bu Kurenai, kalau kata Bu Kurenai, yang paling berisik dikelas ini siapa?" Tanya Ino.
"Yang paling berisik? Tentu saja NKC." Kata Kurenai.
"Siapa itu NKC?" kata Sakura.
"Naruto, Kiba dan Chouji." Kata Kurenai.
"Yay, berarti kita gak berisik donk." Kata Ino.
"Nggak juga, kadang kau Ino, Ten-ten, Hinata dan Sakura, sering ngobrol kan?" kata Kurenai.
"Bu, kok saya termasuk? Saya kan gak ikut-ikutan. Hinata juga gak ikut-ikutan, kan kita kalem dan alim. Asyik." Kata Ten-ten.
"Ya... tapi kan kamu sama Hinata masuk geng Ino dan Sakura juga kan? Geng BBC. Kalau masuk, berarti walaupun gak ngobrol tetap kena getahnya donk." Kata Kurenai.
"Heee?" Kata Ten-ten.
"Sudahlah, Ten-ten." Kata Hinata.
"Ngomong-ngomong BBC singkatan dari apa Ino?" Tanya Kiba.
"Bocah-bocah cilik." Kata Ino. "Sejak genin (SD) kita udah dipanggil begitu." Kata Ino.
"Tapi kan kalian udah gak SD lagi. Buka mata donk, udah SMA kamu." Kata Chouji, sambil makan mie goreng di kelas.
"Ya terserah kita donk. It's not your problem." Kata Sakura.
"Asik, Sakura." Kata Ino.
"Chouji, jangan makan mie goreng dikelas." Kata Kurenai.
"Iya." Kata Chouji, menaruh bekalnya di tas.
"Selesai!~ Jawabannya benar gak bu?" kata Naruto
Di papan tulis tertulis hasilnya 0.
"Alhamdullilah." Kata temen-temen sekelas.
"Akhirnya Naruto bisa juga. Bisakan kalo kamu mencoba?" kata Kurenai.
"Iya sih." Kata Naruto menggaruk kepalanya.
Seusai pelajaran IPA kemudian kelas A mengikuti pelajaran Olahraga. Hari ini mereka memiliki tes olahraga, yaitu roll depan, roll belakang, kayang, gaya lilin di atas matras. Guru olahraganya Kakashi sensei. Naruto jago juga pada saat pelajaran olahraga, begitu juga Kiba. Tapi begitu Chouji... anak-anak langsung ribut.
"WOY! TEMEN-TEMEN! AYO KITA KABUR! Soalnya kalo giliran Chouji jungkir balik, terus jatuh di matras, akan terjadi sesuatu yang seram pada kita!" teriak Kiba.
"Apa itu?" Kata temen-temen.
"Nanti bakal ada gempa lokal kalo Chouji jungkir balik!" teriak Naruto.
"Benar juga yah. Oh tidak sudah telat!" kata Sakura, melihat Chouji udah membuat gempa 7 skala richter. Hingga menimbulkan Tsunami yang masuk ke Konoha, tapi banjirnya dihentikan oleh Kakashi dengan jutsu 'Suiton Suiryudan No Jutsu'.
"Whew! Hampir saja." Kata Kiba.
"Walaupun begitu, kita jadi kebanjiran nih." Kata Naruto, melihat banjir sedengkul kakinya, karena Kakashi menggunakan jutsunya itu. Jutsunya dapat menenangkan Tsunami karena, dapat membuat air berubah menjadi naga. Tapi ternyata dapat membuat banjir.
"Yak, Chouji selesai. Berikutnya Ino." Kata Kakashi.
"Pak Kakashi tanggung jawab donk. Banjir nih!" Kata Kiba, tapi tidak dipedulikan oleh Kakashi.
Begitu giliran Sakura yang jungkir balik di matras, Ino malah ribut. Karena Ino melihat Sakura susah sekali kayang di matras, sehingga seperti Sakura kesusahan melahirkan anak.
"Ayo! Ayo Sakura! Anak nya udah mau keluar!" Kata Ino.
"Ngaco deh!" Kata Sakura.
Kemudian pelajaran Olahraga pun berakhir, diganti dengan pelajaran PKN. Guru PKN nya Asuma-sensei. Asuma-sensei, mengajarkan mereka tentang museum-museum dan kemudian, Asuma sensei nanya pada anak-anak siapa yang pernah ke museum fatahilah tunjuk tangan. Hanya Chouji yang nggak tunjuk tangan.
"Chouji! Kamu belum pernah ke museum fatahilah!!?" Tanya Asuma, nahan ketawa, sampe-sampe rokok yang dimulutnya jatuh.
"Um? Belum tuh..." kata Chouji, senyum-senyum.
Anak-anak langsung nyanyi "Astaghfirullah, robbalbaroya, astaghfirullah minal khotoya (2x)"
"Nih! Pak guru kasih duit! Abis kasian ngeliat orang kayak kamu belum pernah ke fatahilah. Tapi mesti bawa foto tanda kamu ke fatahilah yah? Kalo gak balikin 3 kali lipat uang 15.000 ini." Kata Asuma.
"Hehehe... kayaknya sulit nih." Kata Chouji.
"Kenapa?" kata Asuma.
"Saya gak punya kamera..." kata Chouji, menggaruk-garuk kepalanya.
Seluruh kelas langsung GUBRAK!
"Ya udah! Nih duit 300.000 buat beli kamera!" kata Asuma.
"Makasih pak!" kata Chouji.
"Tapi inget loh, mesti bawa fotonya! Kalo gak balikin uangnya 4 kali lipat." kata Asuma.
"Kok nambah jadi 4 kali lipat pak?" kata Chouji.
"Ya, terserah saya! Pokoknya bawa bukti foto itu!" kata Asuma.
"Emang foto saya mau di apain?" kata Chouji.
"Mau ditempel di MADING!" kata Asuma kenceng, seluruh kelas pun tertawa.
"Tidaaaaaaak." Teriak Chouji, sampe-sampe kacanya pada pecah-pecah dan retak.
"Cuman bercanda kok. Bercanda." Kata Asuma.
"Ooh, cuman bercanda." Chouji pun tenang lagi.
Anak-anak sekelas pun kembali tenang setelah ada gajah (Chouji) ngamuk. Dan kemudian, pelajaran mereka dilanjutkan belajar IPS. Yang mengajar IPS adalah Tsunade, karena lagi senggang (Hokage senggang?). Tapi beberapa menit setelah Tsunade masuk, kelas mulai diam.
"Lho? Naruto sama Chouji mana Kiba?" tanya Tsunade.
"Mereka? Oh, mereka lagi keluar, di WC lagi balapan." Kata Kiba, serta suara gonggongan Akamaru.
"He? Sudahlah." Kata Tsunade.
Dan akhirnya, Naruto dan Chouji kembali ke kelas. Kebetulan Tsunade lagi menanyakan manfaat danau, pada pelajaran IPS tersebut.
"Jadi apa manfaat danau?" tanya Tsunade.
"Untuk menampung air hujan!" kata Chouji.
"Benar! Ada jawaban lain?" ujar Tsunade.
"Buat kita mandi bisa gak bu?" kata Naruto.
Tsunade langsung geleng-geleng dan seluruh kelas bilang "Kamu aja kali. Bu Guru enggak."
"Tapi betul jugakan kata Naruto? Kan ada orang yang mandi di danau juga." Kata Kiba.
"Itu namanya penyalah gunaan danau Kiba!" Kata Tsunade.
"Tau nih, Kiba ada-ada aja." Kata Naruto.
"Kamu kan yang ngomong!" kata Kiba.
Kemudian, pelajaran IPS di akhiri dengan cepatnya karena cuma setengah jam. Mereka semua pun pulang ke rumah masing-masing termasuk Naruto.
Jadi gimana? Lucu gak ceritanya? Reviews yah!
Dan juga terima kasih atas dukungan kalian selama ini. *terharu*
Aku akan berusaha sebaik mungkin.
