Twink Chap. 4

Title : Twink

Author : Putri ChanBaek26

Casts :

- Byun Baekhyun – Park Chanyeol

- Luhan – Kyungsoo – Xiumin – Tao

- Sehun – Kai – Chen – Kris – Suho – Lay

Pairing : ChanBaek, and All EXO Couples.

Genre : M untuk bahasa kasar, 18+ (Tentuin sendiri)

Warning! : YAOI! SHOUNEN-AI! BOY X BOY, BOYS LOVE, & TYPO(s)

Note : FF ini murni dari otak gaje saya, kalau ada persamaan dengan FF lain mungkin hanya suatu kebetulan belaka. Tapi jangan pernah coba – coba untuk meniru/Plagiat FF saya! Sekian :D

Summary : Baekhyun murid pindahan Amerika yang angkuh dipaksa bergabung kedalam Gang Luhan yang terdiri dari namja – namja binal. Sanggupkah Baekhyun menghadapi kebinalan teman – teman barunya itu? Atau ia malah berubah menjadi seperti mereka? BOYXBOY! YAOI! CHANBAEK! EXO OFFICIAL COUPLES!

PERHATIAN!

Yang masih dibawah umur mending kembali..

FF ini tidak baik untuk dikonsumsi(?) anak dibawah umur..

Yang gak suka baca kata – kata kasar mending kembali..

Masih mau lanjut?

Seriussss?

Yakin masih mau lanjut?

I TOLD YOU BEFORE!

Yaudah deh.. No BASH ya! Saya butuh kritik dan saran.. Bukan BASH! Thanks..

Happy Reading^^

Baekhyun membulatkan matanya karena tidak percaya dengan pendengarannya, ia benar – benar tidak menyangka namja tampan itu balik menantangnya.

"Oh gosh! Baekhyun akan datang Chanyeol baby!" Seru Luhan yang datang tiba – tiba. Ia segera merangkul namja mungil itu.

"No way!" Protes Baekhyun cepat.

"Yes way!"

"No! No! No!"

Chap. 4

Baekhyun hanya bisa menurut pasrah saat Chanyeol menariknya setelah pulang sekolah, terlihat dibelakang mereka Luhan yang sedang melompat - lompat kegirangan like a bitch.

Baekhyun pun menghela napas ketika Chanyeol semakin mengeratkan pegangan tangan mereka, sebenarnya ia cukup bingung apa maksud namja tampan itu padanya.

"Masuk!" Perintah Chanyeol dengan wajah datar, ia bahkan tidak melihat kearah Baekhyun.

"Aku membawa mobil, jadi tidak usah." Tolak Baekhyun halus, entah kenapa ia tidak mood untuk berbicara dengan kasar.

Chanyeol melepaskan genggaman tangan mereka hingga membuat Baekhyun sedikit kecewa, lalu namja tampan itu menatap Baekhyun dengan tajam.

Bagai terhinotis Baekhyun pun memasuki mobil berwarna putih milik Chanyeol dengan perlahan, matanya tak pernah lepas menatap kearah namja tampan itu yang kini telah duduk disampingnya.

"Mau kemana?" Tanya Baekhyun pelan. Chanyeol tidak menjawab, ia hanya melirik Baekhyun sekilas lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Namja mungil itu tampak gelisah karena Chanyeol hanya diam saja, ia sama sekali tidak suka membiarkan mulutnya tertutup walaupun hanya sebentar.

Ia pun meraih handphonenya, kemudian memencet sesuatu disana.

"Luhan!" Serunya dengan keras, tapi Chanyeol tidak terkejut sama sekali.

"Kau masih disekolah kan?"

"..."

"Baguslah! Tolong bawa mobilku ya! Kuncinya ada dilokerku."

"..."

Baekhyun melirik Chanyeol sebentar, kemudian ia mengecilkan suaranya.

"Password-nya, umm.. BaekkieCute!" Baekhyun menganggukkan kepalanya, lalu mematikan Handphone pintar itu.

"Stupid!" Gumamnya setelah mematikan benda itu. Ia kesal mendengar perkataan Luhan yang terakhir.

Ia sudah dapat membayangkan wajah binal Luhan saat mengatakan hal itu.

"Babe! Nanti jangan lupa pakai kondom ya? Aku tidak mau kalau kau sampai terkena penyakit. Lalu jangan sampai Chanyeol menyemprotkan cairannya itu ke dalammu. Terus bla bla bla—"

Membayangkan saja ia ingin muntah, apalagi melihat wajah binal itu langsung.

-oOo-

Chanyeol mendudukkan Baekhyun di kasur miliknya, matanya tak pernah lepas menatap kearah namja mungil itu.

"Umm.. Se-sebenarnya apa yang kau ingin kan?" Tanya Baekhyun gugup. Gugup? Oh ayolah! Itu sama sekali bukan gaya Baekhyun.

"Aku menginginkan tubuhmu!" Jawab Chanyeol cepat, ia mulai memegang pinggang mungil itu dengan gerakan tiba – tiba.

Kontan saja Baekhyun langsung salah tingkah, ia sama sekali tidak menyangka Chanyeol akan memperlakukannya seperti itu.

"You said you didn't want my body." Ucap Baekhyun sembari menatap tepat ke mata tajam milik Chanyeol. Dapat ia rasakan darahnya berdesir hebat.

"Aku tidak ingat pernah mengatakan begitu."

Baekhyun berdesis, padahal kan Chanyeol pernah menolak untuk memasuki Lubang-nya. Tapi apa? Namja itu malah lupa.

Chanyeol pun mulai mendekatkan wajah mereka, hingga membuat dada Baekhyun tiba - tiba berdetak melebihi batas normal. Refleks ia langsung mendorong dada bidang itu menjauh darinya.

"Kau kenapa? Apa kau sakit?" Tanya Baekhyun sambil menyentuh dahi Chanyeol memeriksa, kemudian tangan kirinya masuk ke dalam celana bagian belakang.

"Tidak panas kok." Gumamnya dengan wajah bingung.

Sepertinya ia baru saja membandingkan panas dahi Chanyeol dengan bokongnya.

Chanyeol hanya memutar bola matanya malas, lalu dengan gesit ia kembali meraih pinggang langsing itu ke dalam pelukannya.

Baekhyun langsung tersentak kaget saat wajah Chanyeol sangat dengan wajahnya, bahkan napas namja tampan itu terasa menerpa wajahnya.

"A-apa yang kau—"

Cup~

Baekhyun membulatkan matanya saat benda kenyal menempel dibibir mungilnya, lalu benda itu perlahan mulai mengulum bibir atas dan bibir bawahnya bergantian.

Kontan Baekhyun merasakan tubuhnya memanas, bahkan ia merasa sangat lemas karena ciuman itu.

Perlahan ia ikut menggerakkan bibirnya, perduli setan dengan dengan gengsinya yang tinggi! Ia bahkan merasa amat menikmati ciuman itu. Selama dengan Max dulu ciuman mereka hanya menempel, dan itu tidak lebih dari 2 detik.

Oh hell! Baekhyun merasa menjadi namja yang paling idiot karena tidak pernah melakukan ciuman panas seperti ini.

Ciuman mereka masih belum terlepas, bahkan Chanyeol sudah berhasil melesakkan lidahnya kedalam mulut namja mungil itu.

Dan ternyata Baekhyun menyambut lidah itu dengan suka cita, lidah mereka saling beradu seolah mereka sedang bertarung untuk memperebutkan kemenangan.

Tapi tak berlangsung lama, karena tiba - tiba Chanyeol melepaskan ciuman mereka.

Membuat Baekhyun kecewa setengah mati, padahal ciuman mereka sudah sangat hot.

Sepertinya Chanyeol cukup menyadari kekecewaan Baekhyun, karena beberapa detik kemudian ia kembali mengecup bibir yang berwarna pink itu.

Kali ini mereka berpagutan cukup lama, Baekhyun bahkan sudah mengalungkan tangannya dileher Chanyeol. Sedangkan Chanyeol berkali - kali meremas bokong yang terlihat menggiurkan itu.

Baekhyun merasa pertahanannya runtuh, segala sesuatunya tiba - tiba menjadi buram ketika Chanyeol telah menelusuri leher indahnya. Baekhyun yakin seribu persen bahwa Chanyeol telah meninggalkan jejak disana.

Tapi itu semua tidak penting, karena ia merasa seperti berada disurga. Apalagi sekarang Chanyeol sudah melumat nipple-nya yang entah sejak kapan telah terpampang sempurna.

Ia mendesah cukup hebat, padahal Chanyeol baru menyentuh bagian atasnya. Belum bagian bawahnya, tapi dasar binal Baekhyun malah membesarkan volume desahannya.

Tiba – tiba getaran dikantongnya membuatnya kaget, sehingga harus menghentikan kegiatan mereka yang sudah sangat tanggung itu.

Ia pun mengernyit bingung saat melihat nama Luhan terpampang dilayar datar itu.

"Luhan! Kenapa kau—"

"Satu kosong!" Seru Luhan memotong, terdengar tawa mengejek dari seberang sana.

"Maksudmu?" Tanya Baekhyun dengan bingung, ia sama sekali tidak mengerti.

"Hahaha.. Aku mengerjaimu! Bagaimana rasanya dicium oleh sepupu ku eum? Enak? Nikmat?"

"A-apa? Jadi kalian? Damn you! Stupid slut! Jerk!"

Baekhyun segera mematikan benda itu, kemudian matanya menatap tajam kearah Chanyeol.

"Jadi kalian hanya mengerjaiku?!" Ucapnya dengan suara sedikit bergetar karena menahan tangis.

Chanyeol hanya mengangguk, namun pandangannya tak tertuju kepada Baekhyun.

"Kalian memang benar - benar brengsek! Bajingan! Sialan kalian semua! Fuck this shit!"

Setelah melampiaskan kemarahannya, namja mungil itu langsung berlari keluar rumah. Tak ia hiraukan panggilan Eomma Chanyeol yang sempat melihatnya. Ia tidak peduli. Ia hanya butuh ketenangan saat ini.

-oOo-

Plak!

Sebuah tamparan mendarat dipipi putih milik Luhan, meninggalkan bekas kemerahan disana.

"Begitu kau memperlakukan seorang teman? Little bitch!" Teriak Baekhyun dengan suara keras. Wajahnya memerah menahan emosi.

Beberapa pasang mata tampak memandang terkejut kearah mereka.

"Babe, ayolah! Ini hanya untuk bersenang – senang." Kata Luhan mencoba menenangkan. Ia tidak menyangka rencananya untuk mengerjai Baekhyun akan berakhir seperti ini.

"Bersenang - senang kau bilang? Damn bitch! Kau pikir aku pelacur sepertimu? Jangan harap!"

"Tenanglah." Ucap Xiumin berusaha menenangkan Baekhyun. Tapi emosi terlalu menguasai namja mungil itu, sehingga ia tidak mendengarkan perkataan orang lain.

"Babe, aku bisa—"

"Shut up! Aku tidak butuh penjelasanmu pelacur sialan! Kau dan sepupumu sama saja! Sama - sama pelacur!" Pekik Baekhyun dengan sengaja menekankan kata pelacurnya.

Dengan langkah cepat ia pun menarik Kyungsoo keluar kelas, sepertinya ia hendak membolos pagi ini.

-oOo-

"Hiks.."

Sebuah isakan kepedihan terdengar hingga memenuhi ruang musik sebuah sekolah, isakan seorang namja mungil yang kita kenal sebagai Baekhyun.

Disampingnya duduk seorang namja yang tak kalah mungil, memiliki mata yang besar dan bibir yang cukup tebal.

Ia berusaha menenangkan namja mungil yang menangis itu.

"Sudahlah. Luhan memang begitu, semua orang juga tau ia itu brengsek!" Desis namja bermata bulat itu, matanya tampak menerawang jauh.

"Ceritakan.. Ceritakan segala kebohongan yang sudah Luhan katakan padaku Kyungsoo~ah."

Kyungsoo tampak ragu, ia tidak yakin harus membocorkan kebohongan Luhan atau tidak.

"Jujur padaku." Tuntut Baekhyun, ia masih terisak.

"Baiklah. Sebenarnya Chanyeol itu tidak gay.. Um, aku tidak tau. Karena ia sudah memiliki pacar, dan pacarnya itu adalah yeoja. Tapi sepertinya Luhan sangat ingin membuat sepupunya itu menjadi seorang gay." Tutur Kyungsoo. Matanya menatap kearah Baekhyun takut - takut.

"What? Is that for real? Jadi dia itu straight? Tapi kenapa ia mau melakukan semua yang Luhan suruh? Huh?"

"Kalau itu aku tidak tau, tapi sepertinya ia memiliki rahasia yang diketahui oleh Luhan. Dulu aku sering mendengar ia mengancam Chanyeol."

Baekhyun hanya mendesah panjang, ia benar - benar bingung sekarang.

Namja mungil itu pun merebahkan dirinya disebuah kursi panjang, matanya fokus memandang ke langit - langit ruang musik sekolah mereka.

"Kyungsoo, menurutmu apa itu cinta?" Tanyanya memecah keheningan.

Kyungsoo sempat terbatuk, ia tidak menyangka 'majikan'nya menanyakan hal itu padanya.

"Aku juga tidak tau. Tapi yang selama ini kurasakan jika didekat orang yang kucintai adalah jantungku selalu berdetak tidak beraturan, pipiku akan memanas, dan seperti ada kupu - kupu didalam perutku."

Baekhyun mengernyitkan dahinya bingung, apa ia sudah merasakan itu atau belum.

Tangannya pun meraih Iphone yang berada dikantongnya, lalu bergerak bebas diatas layar datar itu.

"Hmm.. Jadi cinta itu ya." Ujarnya sambil mengetuk - ngetukkan jari didagu lancipnya.

"Memangnya kau sedang jatuh cinta dengan siapa?"

Namja mungil itu mengangkat bahu, ia juga tidak yakin.

"I dunno."

-oOo-

Baekhyun dan Kyungsoo tampak saling berpandangan ketika melihat dua insan yang berbeda jenis kelamin, tampak duduk bersisian.

Kedua orang itu tampak berbicara dengan wajah datar, entah apa yang sedang mereka bicarakan.

"Jadi, itu pacar Chanyeol?" Tanya Baekhyun sambil menatap yeoja itu sinis.

"Ya, dia yeoja yang baik dan lemah lembut." Jawab Kyungsoo yang langsung mendapat pandangan malas dari Baekhyun.

"Chanyeol itu cuma pantas dengan namja sepertiku." Ucap Baekhyun tidak sadar,namun tiba – tiba ia langsung menutup mulutnya saat sadar dengan apa yang ia katakan.

"Apa kau bilang?"

"T-tidak ada kok."

Kedua namja mungil itu kembali menatap insan yang sedang memadu kasih itu, namun salah satu namja itu tampak sedikit memanas.

"Apa mereka pernah berciuman ya?" Gumam Baekhyun pelan. Kyungsoo tidak mendengar itu, karena ia sudah fokus menatap seorang namja berkulit tan disisi kiri mereka.

"Eww.. Aku tidak dapat membayangkan mereka berciuman." Desis Baekhyun sambil melipat tangannya.

"Cih.. Menjijikkan!" Makinya hingga kedua orang yang sedang mereka perhatikan menoleh kearah mereka.

Chanyeol tampak mengernyit bingung ketika melihat Baekhyun yang sedang menatapnya tidak suka, sedangkan yeoja disamping Chanyeol tampak tersenyum tipis.

"Ayo Kyungsoo! Kita tinggalkan pasangan menjijikkan ini! Eww.. Pussy menjijikkan!"

Keduanya pun langsung pergi, meninggalkan pasangan yang tampak kebingungan itu.

-oOo-

"Arggh! Roarrr! Damn! Aku benci sekali dengan mereka! Luhan! Chanyeol! Yeoja itu! I'm sucked!" Pekik Baekhyun sambil mengacak - acak kamarnya.

Ia benar - benar emosi karena mereka telah mempermainkan perasaannya.

"For dick sake! Aku tidak mau wajahku berjerawat karena masalah ini! Oh no! Hiks.. Apalagi kalau sampai wajahku menjadi tua!" Rutuknya saat ia menghadap kaca sebesar dirinya.

"Aku ingin licik seperti Luhan!"

Ia terdiam sejenak ketika melihat pantulan dirinya didepan kaca.

"Tapi sayang aku sudah terlahir dengan wajah cute, cantik, dan punya kepribadian yang baik dan lemah lembut. Hiks.. Tapi aku ingin menjadi seseorang yang menantang."

Ia membuka kancing piyamanya satu persatu, kemudian menatap kearah kaca dengan gaya menggoda.

"Oh sial! Aku bahkan lebih sexy dari Luhan. Tapi, tapi kenapa mereka mempermainkanku?!"

Ia tampak terengah - engah, matanya tiba - tiba menjadi sayu.

"Holy shit! Jadi aku benar – benar mencintai namja itu?!"

-oOo-

Baekhyun tampak meremukkan kesepuluh jarinya ketika melihat Luhan sedang berciuman dengan seorang namja berkulit susu didepan pintu. Mereka bahkan mengabaikan pandangan jijik yang ditujukan pada mereka.

Setelah beberapa menit kemudian, baru mereka melepaskan ciuman yang cukup panas tersebut.

Luhan pun berjalan menuju Baekhyun, ia tampak mengerling menggoda.

"Pelacur sepertimu memang tidak tahu tempat ya?" Ucap Baekhyun dengan senyum mengejek.

"Umm.. Well, aku memang tidak tahu tempat. Kenapa babe? Kau masih marah padaku?"

Luhan segera duduk didepan Baekhyun, tangannya mencolek dagu milik namja mungil.

"Oh shit! Jangan menyentuhku dengan tangan menjijikkanmu itu!"

Namja nakal itu tertawa dengan keras, lalu seringai nakal tampak tercetak jelas diwajahnya.

"Aku tau kau marah padaku karena semua perlakuan Chanyeol padamu atas suruhanku. Begitukan?"

Baekhyun memutar bola matanya malas, padahal ia sama sekali tidak berpikir seperti itu.

"Sepertinya kau salah." Ucap Baekhyun sembari tertawa meremehkan.

"Biar ku tebak, kau menyukai Chanyeol kan?"

Deg~

Tiba - tiba Baekhyun merasakan jantungnya berdetak berkali – kali lipat, wajahnya tampak menegang sempurna ketika melihat kearah pintu masuk.

"Kau kenapa?" Tanya Luhan bingung, ia mengalihkan pandangannya kearah belakang. Dan ia pun mulai kembali menyeringai.

"Tebakanku kali ini benar kan?"

Baekhyun mendengus kesal, ia kembali meremukkan kesepuluh jarinya. Ia benar - benar kesal saat melihat adegan didepan pintu tadi, adegan dimana Chanyeol mengecup kening yeoja itu dengan lembut. Ia sangat – sangat cemburu.

"Chanyeol dan yeoja itu sudah lama berpacaran, mereka benar - benar cocok. Tapi sayang aku tidak setuju sama sekali, makanya aku selalu berusaha mendekatkan Chanyeol denganmu."

Baekhyun mengerutkan dahinya.

"Kenapa?" Tanyanya bingung.

"Karena yeoja itu tidak asik! Aku suka Chanyeol bersama namja nakal seperti kita."

"Benar - benar tidak masuk akal!"

Luhan tertawa dengan cara menyeramkan, tangannya bergerak liar diwajah Baekhyun.

"Memang tidak masuk akal. Dan yang lebih tidak masuk akalnya lagi adalah.. Mereka serius menjalani hubungan itu, dan rencananya mereka akan menuju tahap pertunangan."

Deg~

Baekhyun menahan napasnya saat mendengar itu, benar - benar sakit didadanya.

"Be-benarkah?"

Luhan mengangguk berusaha meyakinkan.

"Tapi kali ini aku tidak bisa membantu. Berusaha saja sendiri! Dasar jalang!"

"What?! Kau yang jalang! Aku tidak pernah meminta bantuanmu! Kiss my ass!" Pekik Baekhyun frustasi. Sedangkan Luhan hanya tertawa menjengkelkan.

Berbanding terbalik dengan Chanyeol yang sedang menatap mereka sayu.

-oOo-

Kyungsoo meremas ujung kemejanya saat melihat Kai sedang mencuci tangan diwastafel toilet sekolah mereka.

Ia benar - benar gugup, tak sekalipun ia berpikir akan bertemu dengan Kai berdua saja seperti ini.

"Ha-hai." Sapa Kyungsoo sembari mendekat dengan Kai.

Kai yang sedang merapikan rambutnya pun langsung menoleh.

"Kau suka dengan ku?" Tanya Kai to the point.

Kyungsoo langsung membulatkan matanya, ia tidak menyangka Kai akan mengetahui hal itu.

"Jadi benar ya? Ah sial! Appa benar, seharusnya aku jadi Psikolog. Tapi jadi namja tampan dan sexy lebih mengasikkan."

Kyungsoo tambah membulatkan matanya, bahkan tampak lebih bulat dari telur dadar.

"Ah! Aku tampan sekali ya Tuhan! Aku tidak mau jadi Psikolog, aku harus menjadi orang tampan. Karena aku memang tampan! Oh Tampan! Sialan! Kau sangat tampan!" Ucap Kai sambil menunjuk - nunjuk kaca yang berada dihadapannya.

Lalu ia tersenyum manis hingga membuat Kyungsoo meleleh seketika.

"Minggir manis, orang tampan mau lewat." Setelah itu Kai langsung keluar toilet, meninggalkan Kyungsoo yang memekik kegirangan.

"Kya! Aku manis katanya!"

-oOo-

Xiumin tersenyum ramah ketika melihat Chen duduk disampingnya, ditangan namja itu terdapat alkitab yang berukuran sedang.

"Jadi bisakan kau keluar denganku malam ini?" Tanya Xiumin dengan senyum ramah.

Chen mengangguk pelan, matanya menatap Xiumin dalam.

"Ya, tentu saja bisa. Kita ke gereja saja ya? Ah, aku merindukan gereja."

Xiumin menatap malas kearah Chen, berbicara dengan namja itu memang tidak jauh – jauh dari kata gereja dan alkitab.

"Memangnya kapan terakhir kali kau pergi ke Gereja?"

"Sekitar sejam yang lalu. Ah, sepertinya hatiku tertinggal disana. Aku tidak bisa menjemputnya."

Emosi tiba - tiba telah berada di ujung puncak kepala Xiumin, ia benar - benar sudah bosan mendengar betapa sok alim-nya namja manis itu.

"Selalu saja Gereja dan Alkitab! Aku kapan?! Making love kapan? Aku butuh itu! Aku sedang horny pabo!" Teriak Xiumin tanpa menghiraukan pandangan terkejut orang - orang yang berada diperpustakaan itu.

Refleks Xiumin langsung menutup mulutnya, ia hendak menangis saja karena perkataan memalukannya barusan.

"A-aku—" Xiumin tak dapat melanjutkan perkataannya karena Chen sedang menatapnya dengan pandangan tidak percaya.

"Semoga Tuhan mengampunimu."

-oOo-

Tao mendesah kenikmatan saat Kris memaju mundurkan sesuatu benda kedalam tubuhnya, keduanya pun tampak merem melek saat merasakan tubuh mereka yang sedang menyatu itu.

Tidak berlangsung lama karena Kris tiba – tiba mengerang kenikmatan. Tao langsung menghentikan gerakan Kris.

"Ayolah Kris! Ini bahkan belum sampai lima menit." Ucap Tao memelas.

Kris menutup matanya, padahal sebentar lagi ia sudah menuju kepuncak.

"Aku tidak bisa, itu keluar begitu saja."

Tao hanya bisa mengangguk pasrah, ia pun melepaskan pegangannya pada paha Kris.

Lalu kegiatan yang tertunda tadi mulai kembali mereka lakukan, desahan kenikmatan mulai terdengar bersahut – sahutan. Untung saja saat ini mereka berada di basement yang jauh dari sekolah. Jadi Tao berani jamin tidak ada yang bakal mendengar.

"Yeah! Fuck me harder!" Ucap Tao disela – sela desahannya.

"Yes baby! Ah.."

Kris semakin mempercepatkan tempo genjotannya hingga membuat ia sendiri kewalahan.

"Ah... Tao baby, aku mau keluar.."

Tao langsung memelototkan matanya, ia sendiri bahkan belum ada tanda – tanda hendak klimaks.

"Jangan! Jangan didalam!" Cegah Tao saat Kris hendak memuntahkan laharnya kedalam tubuh Tao.

Namun sayang, sepertinya Kris tidak peduli. Karena tiba – tiba Tao merasakan lelehan cairan hangat kedalam tubuhnya.

"Shit! Sialan kau Kris! Luhan bisa marah! Hiks.." Tao langsung memukuli tubuh Kris yang sudah tidak berdaya disampingnya.

Kris hanya diam saja, ia menutup matanya rapat – rapat. Tidak mau melihat kemurkaan namja bermata tajam itu.

"Dasar kau satu ronde! Aku belum puas!" Teriak Tao frustasi.

-oOo-

Baekhyun memainkan jari – jarinya ketika melihat Chanyeol dan yeoja chingu-nya sedang berjalan dihadapannya, memang tidak ada kemesraan yang ditunjukkan oleh pasangan itu. Namun tetap saja Baekhyun merasakan cemburu yang luar biasa. Hampir saja ia menjambak rambut panjang yeoja itu, tapi syukur ia mampu menahan emosinya yang siap – siap hendak meledak itu.

Ia pun berjalan semakin mendekat dengan pasangan itu, samar – samar ia mendengar percakapan dari keduanya.

"Jadi kapan tunangan kita dilangsungkan?" Tanya yeoja itu lembut.

'What? Tunangan? Langkahi dulu bokongku!' Bathin Baekhyun kesal.

"Orang tua ku masih belum tau." Jawab Chanyeol yang langsung membuat yeoja itu tersentak kaget.

"Ku pikir kau sudah membicarakan pada mereka." Dari suara yeoja itu terdengar bahwa ia sangat kecewa.

"Maaf."

'You damn ass! Jangan coba untuk merebut Chanyeol dari ku! Karena Chanyeol adalah someone special in my heart!' Maki Baekhyun dalam hati sambil melotot kearah yeoja itu. Padahal percuma saja itu ia lakukan. Toh, yeoja itu tidak melihat kearahnya.

'Okay! Saatnya Baekhyun beraksi! Hihi.' Baekhyun langsung menghambur memeluk Chanyeol dari belakang.

TBC