First Sight for KyuMin

Chapter 4

.

Summary : Hanya berawal dari pandangan pertama, yang berlanjut ke ranjang. Namun, bagaimanakah akhir dari pandangan pertama mereka?

.

Genre : Romance, Drama, Hurt

.

Rate : M

.

Cast : KyuMin and others

.

Warning : YAOI, Boys x Boys, Typo (s), OOC, NC.

.

.

Recommended Song for this chapter :

Kyuhyun - Just Once

Keheningan menyelimuti mereka, kedua namja yang masih asik pada pikiran mereka masing-masing. Namja yang sedang menyetir mobilnya itu tetap diam, pandangannya tetap lurus ke depan, wajahnya terlihat sangat datar.

Sementara namja imut di sampingnya itu juga sama, bedanya, namja imut itu sesekali melirik ke arah namja yang sedang menyetir itu, sambil sesekali menghela napasnya. Kalian pasti tahu kan siapa namja imut itu? Ya, tentu saja Lee Sungmin. Sedari tadi Ia hanya menghela napas, melirik Kyuhyun sesekali, dan bahkan menggembungkan kedua pipinya itu. Ia benci suasana hening.

Sementara Kyuhyun masih terus fokus pada jalanan. Pandangannya lurus kedepan, tanpa melirik Sungmin sekali pun. Ia terlihat sangat fokus, atau mungkin... pura-pura fokus? Entahlah, tapi kelihatannya begitu.

Pasti aneh bukan, kenapa Sungmin bisa berada di mobil Kyuhyun? Selepas kesepakatan di Sungai Cheonggyecheon, Kyuhyun segera mengajak namja imut itu masuk ke mobilnya, meninggalkan pekerjaannya di kantor. Lagipula, sebelum mereka berangkat, Kyuhyun sudah menelpon sekretarisnya itu, Lee Donghae.

"Ada yang ingin kau bicarakan?" sepertinya Kyuhyun peka dengan keadaan, maka dari itu Ia mengangkat suaranya

"Tidak." jawab Sungmin singkat, dan tanpa memandang Kyuhyun

Kyuhyun mengangguk. Setelah itu, keheningan kembali menyelimuti mereka. Mereka terlihat sangat kaku, bukan?

Akhirnya mobil hitam Kyuhyun berhenti di depan sebuah gerbang yang cukup tinggi. Sungmin menebak, pasti mereka telah sampai di rumah Kyuhyun. Lihat saja, penjaga pagar itu tanpa ba-bi-bu langsung membukakan pagar untuk mobil Kyuhyun.

Sungmin melongo, mereka telah memasuki halaman sebuah rumah yang sangat-sangat besar, mungkin bisa dibilang sebuah mansion karna sangkin besarnya. Sangat besar, tinggi, dan halamannya pun juga indah. Lalu setelah itu, Kyuhyun memakirkan mobilnya begitu saja di halaman rumah besar itu.

"Ayo turun." perintah Kyuhyun, lalu namja berwajah stoic itu langsung turun dari mobil hitamnya. Sungmin yag melihat Kyuhyun keluar, juga segera keluar dari mobil itu, dan berjalan mengekor mengikuti langkah Kyuhyun memasuk rumah besar itu.

Tidak terdengar suara apapun, hening lagi, yang terdengar hanya suara langkah sepatu Kyuhyun. Sungmin sedikit merasa bingung, apa di rumah sebesar ini tidak ada penghuninya? Kenapa sangat sepi sekali?

Kyuhyun mulai berjalan menaiki tangga, dan disusul oleh Sungmin. Namun, ketika mereka baru menaiki 4 tangga, sebuah suara menghentikan langkah mereka, dan langsung membuat Kyuhyun menoleh ke sumber suara

"Kyuhyun-ah..."

Sungmin menolehkan wajahnya ke belakang, dan tak jauh dari mereka, terlihat wanita paruh baya yang baru saja memanggil Kyuhyun. Ia memandang Kyuhyun dengan intens. Tapi, dengan cepat Kyuhyun menolehkan wajahnya, dan melanjutkan langkahnya menaiki tangga, tanpa membalas sapaan wanita paruh baya itu.

Sungmin yang merasa kikuk, hanya dapat membungkukkan tubuhnya, lalu mengikuti langkah Kyuhyun menaiki tangga.

.

.

.

BRAK

Kyuhyun membuka salah satu pintu kamar dengan sedikit kencang, lalu namja berwajah stoic itu berjalan memasuki sebuah kamar, dan tak lupa diikuti Sungmin.

Sungmin memandangi sekeliling ruangan itu, terlihat seperti sebuah kamar. Dan Sungmin menebak, ini pasti kamar Kyuhyun. Warna biru mendominasi kamar mewah nan elegan ini, membuat Sungmin menarik sudut bibirnya, Ia menyukai kamar bernuansa biru itu.

"Ayo." suara bass Kyuhyun terdengar, dan Sungmin menolehkan wajahnya pada namja stoic itu, ditangannya terdapat sebuah kardus dengan berisikan beragam barang, entah apa itu.

Ketika mereka menuruni tangga, dari jauh dapat Sungmin lihat wanita paruh baya tadi tengah tersenyum, Sungmin tahu wanita itu tersenyum pada Kyuhyun, tapi Ia sama sekali tidak membalas senyuman wanita itu, masih terus melanjutkan langkahnya.

Ketika mereka hendak melewati wanita itu, suaranya terdengar

"Kyuhyun-ah..." ucap wanita paruh baya itu lirih

Langkah Kyuhyun tak berhenti, tapi langkah Sungminlah yang terhenti, Ia membalikkan tubuhnya, menatap wanita paruh baya itu. Dengan terpaksa, Kyuhyun ikut membalikkan tubuhnya, dan otomatis, wanita paruh baya itu berjalan ke arah mereka.

"Kau... tidak merindukan eomma?" pandangan wanita paruh baya itu, atau sebut dia eomma Kyuhyun terlihat sendu

Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali, menatap eommanya itu dengan datar, "Haruskah?,"

Sungmin membelalakkan matanya tak percaya. Apa kata Kyuhyun tadi? Haruskah? Kyuhyun bertanya haruskah Ia merindukan eommanya sendiri? Yang benar saja.

"Sudah, kan? Baiklah, ayo." kembali dengan wajah datar Kyuhyun mengatakan itu

"Kyuhyun-ah... eomma merindukan mu," ketika Kyuhyun hendak melangkah lagi, suara lirih itu kembali terdengar, dan sontak membuat langkah Kyuhyun terhenti, dan kembali memandang Nyonya Cho dengan datar.

"Benarkah? Tumben sekali, ku pikir kau lebih merindukan harta daripada diriku." Sungmin membulatkan matanya tak percaya mendengar penuturan Kyuhyun

"Kyuhyun-ah... maaf."

Kyuhyun tersenyum sinis, Ia mendecih, "Maaf? Untuk apa?"

"Untuk semua kesalahan eomma, Kyuhyun-ah... mianhae"

"Jika maaf bisa mengembalikan nyawa seseorang, aku mungkin akan memaafkan mu." Kyuhyun berbicara tanpa ekspresi, nada bicaranya terdengar sangat dingin

Sungmin mengerutkan dahinya tak mengerti. Apa ini? Mengembalikan nyawa seseorang? Benar-benar membingungkan.

Air mata Nyonya Cho tak dapat dibendung lagi, Ia terus menggigit bibirnya kencang menahan isakkan, "Kyuhyun-ah, andai aku bisa, aku ingin menggantikannya."

"Menggantikannya? Kau bisa apa? Yang kau bisa hanyalah mencari uang, uang, uang, uang dan uang, aku heran kenapa kau sudi menjadi budaknya," ujar Kyuhyun penuh penekanan

PLAK

Satu tamparan melayang di pipi Kyuhyun. Sungmin membulatkan matanya tak percaya, sementara air mata Nyonya Cho semakin mengalir dengan deras, Ia bahkan tak percaya dengan apa yang baru saja Ia lakukan, telapak tangan kanannya bergetar hebat.

Sementara Kyuhyun? Mulutnya sedikit terbuka ketika tamparan itu melayang di pipinya, bibirnya bergetar hebat, lalu setelah itu menatap Nyonya Cho dengan tatapan membunuh.

"Inilah salah satu alasan mengapa aku tidak akan pernah mau memaafkan wanita tak berperasaan seperti mu," datar, tajam, tapi penuh emosi.

"Ayo." Kyuhyun setelah itu menggunakan tangan kirinya menarik Sungmin yang berada di sebelahnya, dan menggunakan tangan kanannya untuk memegang kardus yang tadi Ia bawa.

Sementara Nyonya Cho tetap berdiri pada tempatnya, Ia mengeluarkan semua isakkannya, dan menatap punggung Kyuhyun yang sudah menjauh dengan tatapan lemah.

"Kyuhyun-ah..."

.

.

.

"Akh!," Sungmin sedikit meringis sakit ketika Kyuhyun menghempaskan tangannya begitu saja.

Kyuhyun sudah masuk ke mobil sekarang, lalu Sungmin mengikutinya, duduk di samping Kyuhyun lagi, sambil sesekali melirik raut wajah Kyuhyun yang penuh emosi.

"Pakai sabuk pengaman mu." suruh Kyuhyun datar tanpa menoleh ke arah Sungmin

Ketika Sungmin baru selesai memakai sabuk pengamannya, mobil Kyuhyun sudah berputar balik, dan melaju dengan sangat kencang. Sungmin menatap Kyuhyun yang berada di sebelahnya, rahang Kyuhyun mengeras, terlihat benar-benar emosi.

Kyuhyun terus melajukan mobilnya dengan kencang, Sungmin yang melihat pintu pagar tertutup yang berada tak jauh lagi di depan mereka hanya bisa menutup matanya, berharap penjaga pintu pagar itu segera membuka pintunya, atau tidak, mungkin Kyuhyun bisa saja menabraknya.

Ketika mobil Kyuhyun sudah mulai mendekat pada pintu pagar, para penjaga pintu langsung berhamburan dan cepat-cepat membukakan pintu, dan mobil Kyuhyun yang melaju kencang itu tetap berjalan lurus.

"Hah..." Sungmin menghela napas lega

Suasana hening menyelimuti mereka, sementara mobil Kyuhyun tetap melaju kencang, untung saja mereka masih di sekitar daerah rumah Kyuhyun, jadi suasana masih sepi dan tidak banyak mobil.

"Kau.. tidak apa-apa?" takut-takut Sungmin bertanya, tapi tak ada respon dari Kyuhyun.

"Kau... tidak apa-apa?" lagi, Sungmin bertanya, dan itu membuat rahang Kyuhyun yang tadinya mengeras mulai mengendur

CIIITTT

Secara tiba-tiba, Kyuhyun menepikan mobilnya, dan itu sontak membuat Sungmin meringis kaget. Napasnya terengah-engah menandakan kekagetannya itu, lalu setelah itu Sungmin memandang Kyuhyun dengan geram.

"Menurutmu, aku baik-baik saja?" tanya Kyuhyun masih dengan tatapan lurusnya.

"Kelihatannya... tidak."

GREP

Secara tiba-tiba, Kyuhyun menarik tangan Sungmin, lalu merengkuh tubuh Sungmin dalam pelukan eratnya. Kyuhyun sedikit membenamkan wajahnya di ceruk leher Sungmin, lalu memejamkan kedua matanya.

Sungmin benar-benar merasa kaget, Ia mengerjapkan matanya beberapa kali dan masih tertegun dengan Kyuhyun yang memeluknya begitu saja. Tak dapat Sungmin ungkiri, tubuh Kyuhyun terasa sangat tegang sekaligus hangat di tubuhnya, ya, hangat. Dan mulai berani, Sungmin membalas pelukan itu dan mengelus punggung Kyuhyun pelan.

"Semua akan baik-baik saja..."

.

.

.

Please love me, just once

Can I crazily call out your name, just once?

Because of my heart,

I want to go closer to your side.

.

.

.

Mereka sudah tiba di apartement Kyuhyun, dan namja bermata obsidian itu menyalakan seluruh lampu penjuru apartementnya, dan segera memasuki sebuah kamar, dan meninggalkan Sungmin yang masih berdiri di ruang tamu dengan perasaan bingung.

KREK

Pintu kamar itu terbuka, dan menampilkan Kyuhyun dengan kaus birunya, dan juga celana pendek hitam sedikit di bawah lutut. "Sungmin." panggilnya.

"Ya?"

"Kau bisa tidur di kamar yang itu," Kyuhyun mengacungkan jari telunjuknya untuk menunjuk sebuah kamar yang tidak jauh dari kamar yang dimasukinya tadi.

"Ah, baiklah." Jawab Sungmin, lalu ketika namja imut itu hendak membuka pintu kamar, suara Kyuhyun kembali terdengar di pendengarannya.

"Ambil saja baju ku, sudah aku siapkan di tempat tidur ku, kau ambil saja sendiri."

Sungmin mengangguk mengerti, namun ketika Ia ingin membuka pintu, suara Kyuhyun terdengar kembali.

"Kau bisa memasak?"

"Lumayan. Memang kenapa?"

Kyuhyun mengangguk tanda mengerti. "Tidak, bisakah kau buat makan malam untuk kita?"

Sungmin mengerjapkan matanya, Ia berpikir sebentar, membuat makan malam? Itu hal biasa yang Ia lakukan ketika bersama dengan Sungjin, adiknya. Tapi, kali ini Ia harus memasak untuk Kyuhyun? Seseorang yang telah membantunya itu? Jujur saja Sungmin merasa sedikit risih ketika Kyuhyun menggunakan kata 'kita'.

"Ya, tentu saja aku bisa." Sungmin menjawab sambil menarik kedua ujung bibirnya.

Dan setelah itu Sungmin masuk ke kamar yang sudah ditunjuk oleh Kyuhyun. Sementara Kyuhyun pergi ke ruang tamu, duduk di sofa putih empuk yang berada di sana, menyalakan tv dan menonton acara yang terpampang di sana.

"Kyuhyun," Suara Sungmin terdengar

Kyuhyun reflek mendongakkan kepalanya, dan kini Sungmin sudah berada di sebelah sofanya, mereka berpandangan sejenak. Karna sedikit risih, Sungmin memutuskan pandangannya pada Kyuhyun, sementara Kyuhyun masih menatap Sungmin dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Namja obsidian itu mengulas senyum simpul melihat penampilan Sungmin, tak salah sepertinya Ia memilihkan pakaian yang akan dipakai Sungmin malam ini. Sebuah kaos putih tipis, dan sebuah celana pendek hitam, sedikit di atas lutut benar-benar terlihat bergairah di mata Kyuhyun.

"Ehem, ya?" Kyuhyun berdehem dari pikiran-pikirannya yang... mungkin terbilang kotor itu.

"Aku memasak ya? Dimana bahan-bahannya?" Tawar sekaligus tanya Sungmin.

"Oh... kau bisa ambil apapun yang ada di kulkas," Kyuhyun menjawab dan direspon oleh anggukkan paham dari Sungmin.

GREP

Kyuhyun menghentikan langkah Sungmin dengan memegang kedua bahu namja imut itu. Dan Sungmin pun berhenti dari langkahnya, Kyuhyun seperti hendak menguncinya saat ini. Seketika tubuh Sungmin menegang, Ia merasakan sebuah nafas hangat yang baru saja menyentuh daun telinganya itu. Ada sensasi aneh yang Ia rasakan.

Tentu saja Kyuhyun yang menghembuskan nafas hangatnya itu tepat di daun telinga Sungmin. Posisi mereka saat ini adalah, Sungmin yang membelakangi Kyuhyun, dan namja obsidian itu memegang kedua bahu Sungmin. Hm, berpelukan dari belakang mungkin?

Kyuhyun membalikkan posisi Sungmin, sehingga namja imut itu berhadapan dengannya. Kyuhyun menarik dagu Sungmin, dan mau tidak mau namja bermata foxy itu harus menatapnya. Jika Sungmin sibuk mengedarkan tatapannya ke segala penjuru asal tidak ke mata Kyuhyun, sementara Kyuhyun masih asik memandangi bibir shape m milik Sungmin. Terbesit rasa menyesal dan kesal ketika Ia memandangi bibir shape m mungil milik Sungmin.

CUP

Kyuhyun mengecup bibir Sungmin secepat kilat, dan itu membuat Sungmin membelalakkan matanya kaget dengan perlakuan Kyuhyun barusan.

"Bisa memasaknya ditunda?" tanya Kyuhyun dengan suara pelan.

"Hah?"

Sungmin mengerjapkan matanya beberapa kali. Kenapa suasana diantara dirinya dan Kyuhyun jadi begini? Sungmin yang sedari tadi melemparkan pandangannya ke segala arah, mulai berani untuk memandang pria bermata obsidian yang berada di hadapannya kini. Tajam, tajam sekali, apa maksud dari pandangan dan perkataan Kyuhyun tadi? Jangan bilang bahwa mereka akan—

GREP

Kyuhyun menarik Sungmin dalam rengkuhannya. Ia melingkarkan tangan kirinya pada pinggang Sungmin dan menggunakan tangan kanannya untuk kembali menarik dagu namja bermata foxy itu.

—melakukannya lagi.

"A-aku," Sungmin mengutuk dirinya sendiri. Kenapa ini?!

Kyuhyun memiringkan kepalanya, dan membisikkan sesuatu di telinga Sungmin, sambil menghembuskan napasnya kembali. "Tunda dulu memasaknya..."

Sungmin menelan ludahnya. Ia menatap Kyuhyun dengan horror, tentu saja dia tahu maksud dari perkataan Kyuhyun barusan. Benar, Kyuhyun sudah membelinya, dan dia berhak melakukan hal seperti ini padanya, bukan?

"Ng-nghh..." Sungmin menggeliat geli ketika Kyuhyun menjilati leher putih miliknya itu dengan pelan.

Kyuhyun terus menjilati leher putih nan mulus milik Sungmin. Sudah dipastikan leher Sungmin sudah basah oleh saliva milik Kyuhyun. Dan perlahan, jilatan itu berubah menjadi hisapan dan kecupan.

"Aaa-ah!" Sungmin mendesah. Kyuhyun baru saja melakukan hisapan lain pada lehernya. Ada sensasi aneh yang Sungmin rasakan ketika Kyuhyun memberikan sebuah kiss mark pada leher putihnya itu.

Sudah puas dengan hasil karya yang Ia buat, Kyuhyun beralih dari leher Sungmin yang sudah sangat basah karna dipenuhi oleh saliva dirinya itu ke bibir Sungmin. Pertama, Ia kembali menarik dagu Sungmin, dan menyatukan pandangan mereka. Kedua, barulah Kyuhyun menempelkan bibir seksinya itu ke bibir shape m milik Sungmin.

"Mmmhh..." Sungmin hanya diam dalam ciuman Kyuhyun yang terasa liar pada bibirnya.

Kyuhyun terus menciumi dan menghisap bibir shape m milik Sungmin yang terasa sangat memabukkan dalam bibirnya. Sangkin memabukkannya, Kyuhyun sampai melupakan sebuah prinsip yang selalu ia tanam sedari dulu.

Karna merasa jengah Sungmin tak kunjung membalas ciuman dan membuka bibirnya, Kyuhyun menggigit bagian bawah bibir Sungmin, dan otomatis namja imut itu membuka mulutnya, dan, voila! Kyuhyun langsung melesakkan lidahnya dengan liar ke dalam penjuru mulut Sungmin.

"Hmmpphh," Sungmin mengerang pelan, Ia tak mampu! Rasanya benar-benar ada sesuatu yang membuat mulutnya seperti ini! Seumur hidupnya, Sungmin tak pernah berciuman, apalagi ciuma seintim ini, apalagi dengan seorang pria.

Kyuhyun mengulum bibir Sungmin dengan penuh gairah, benar-benar memabukkan baginya! Kyuhyun bersumpah Ia tidak akan menghentikan kegiatan 'memakan' bibir Sungmin, sekalipun ada pihak yang—

KREK

"Kyuhyun-ah, aku—"

DEG

—menggangu mereka.

"Hmph!"

Sungmin melepas paksa ciuman Kyuhyun, dan matanya langsung tertuju ke arah pintu, Sungmin pun hanya bisa melongo dengan siapa yang berada di pintu sana. Sementara Kyuhyun hanya menghela napas malas, dan memutar bola matanya dengan kesal, dia bersumpah akan memotong gaji mahkluk yang berada di pintu itu!, ya, Lee Donghae.

"Ada apa?"

.

.

.

"Ah, jadi kau membelinya?" tanya Donghae sambil menyesap pahit kopinya.

"Ya, begitulah." Jawab Kyuhyun datar sambil sesekali melirik ke arah Sungmin yang berada di dapur.

"Seharga 500 juta?"

Kyuhyun memutar bola matanya dengan malas, lagi-lagi sahabatnya ini menanyakan tentang 'harga'. "Hm..." Kyuhyun bergumam.

"Sebagai pekerja seks, begitu?" Donghae mengangkat alisnya, kali ini Ia meletakkan cangkir berisi kopi pahit itu ke meja yang berada di depannya.

"Bahasa mu terlalu kasar," cibir Kyuhyun sedikit—tidak terima.

"Memang kenyataannya begitu, 'kan?"

"Ya. Tapi dia juga manusia, dan aku tidak mungkin menjadikannya pekerja seks semata, aku masih punya hati."

Donghae menatap Kyuhyun dengan antusias, "Wow, ku pikir hati mu telah hilang di telan bumi," Donghae berujar penuh penekanan.

"Sudahlah. Apa tujuan mu sebenarnya datang ke sini?" tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

"Aku hanya ingin mengambil disk yang ku minta, tadi sudah berkali-kali aku telpon ke ponsel mu, tidak aktif terus. Makanya, aku datang ke sini, tapi yang ku dapat malah—"

"Disk mu ada di kamar ku," dengan cepat Kyuhyun menyela ucapan Donghae, Ia benar-benar tidak ingin membicarakan 'acara'nya tadi dengan Sungmin.

Donghae terkekeh pelan, lalu bangkit dari posisinya hendak menuju kamar Kyuhyun. Saat berjalan menuju kamar Kyuhyun, Donghae menatap punggung Sungmin yang masih sibuk memasak itu, dan Donghae mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang memunggunginya di sofa.

Dan setelah itu, Donghae mengganguk dan kedua ujung bibirnya itu entah kenapa tertarik.

.

.

.

"Wah, makanannya sudah jadi!" Donghae berteriak antusias begitu Ia melirik ke arah meja makan, sudah ada Kyuhyun dan Sungmin duduk di bangku meja makan, dan ada 3 piring berisikan nasi goreng terletak di meja.

Kyuhyun memutar bola matanya malas, sementara Sungmin hanya dapat mengerjapkan matanya dengan bingung. "Duduklah," suruh Kyuhyun pada Donghae.

Donghae mengambil posisi duduk di sebelah kanan Sungmin, lalu Donghae melempar senyuman ramah pada Sungmin, namun, Sungmin hanya membalas dengan senyuman canggungnya. Sungmin tahu orang ini, Ia ingat dulu orang inilah yang menawarinya untuk 'bekerja' pada Kyuhyun, tapi sampai sekarang Sungmin tak mengenalnya.

"Ah ya, perkenalkan, aku Lee Donghae," Donghae berujar sambil kembali mengeluarkan senyuman ramahnya pada Sungmin.

"A-aku, Lee Sungmin imnida." Jawab Sungmin sambil menundukkan sedikit kepalanya.

"Woah, kau ini manis sekali ya!" Donghae berkata penuh antusias, terlihat ekspresi gemas di wajahnya.

"Lee Donghae," Kyuhyun berdehem sebentar, dan memanggil nama sahabatnya itu penuh penekanan.

"Apa?" tanya Donghae sambil terkekeh pelan melihat ekspresi Kyuhyun yang datar penuh dingin itu.

"Habiskan makanan mu dan cepat pergi dari sini," Kyuhyun kembali berkata datar, lalu Ia mulai memakan nasi goreng yang Sungmin buat.

Setelah ucapan Kyuhyun yang penuh penekanan itu keluar dari mulut pedasnya, suasanan pun menjadi sangat hening. Yang terdengar hanya suara sendok dan garpu yang bergesekkan dengan piring. Sungmin yang tidak suka dengan suasana hening, dengan berani mengangkat suaranya.

"Ah, maaf aku hanya bisa masak ini saja, karna bahan makanan di kulkas hanya bisa dimasak menjadi nasi goreng saja," Sungmin menggigit bibirnya ketika mengatakan itu, takut sebuah respon negatif keluar dari mulut Kyuhyun atau Donghae.

"Ini enak."

Sungmin membelalakkan matanya kaget ketika mendengar respon Kyuhyun. Ia menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan sebuah senyuman. Ia senang mengetahui masakannya terasa enak, apalagi untuk—Kyuhyun.

"Iya, ini enak!"

"Sudah menghabiskan makanan mu, Lee Donghae?"

Donghae memutar bola matanya dengan jengah, "Hei. Aku tahu kenapa kau terus meminta ku pergi, kau pasti ingin melanjutkan acara mu dengan—"

Donghae menghentikan ucapannya ketika melihat death glare Kyuhyun yang sangat mengerikan untuknya.

Sungmin terkekeh, perlahan wajahnya memanas ketika mendengar ucapan Donghae barusan. Melanjutkannya? Melanjutkan acara mereka? Maksudnya acara cumbu mencumbu tadi...?

BLUSH

Memikirkan itu, Sungmin merasakan pipinya semakin panas saja. Dan, entah kenapa namja bermata foxy itu jadi menggaruk rambutnya yang terasa tidak gatal itu. Apa yang baru saja Ia pikirkan?!

SRET

Kyuhyun bangkit dari kursinya dengan kasar, lalu Ia berjalan ke arah kamarnya, lalu setelah itu terdengar sebuah debaman cukup kencang dari pintu kamar Kyuhyun. Melihat itu, Donghae terkekeh dan mengulum senyumnya.

"Ah, sepertinya aku harus pulang sekarang juga."

"Huh?"

"Sungmin-ah, ah, apa aku boleh memanggil mu seperti itu?" Donghae bertanya dan kembali mengeluarkan senyum ramahnya.

"Ya, tentu saja." Sungmin mengganguk

"Ah, ngomong-ngomong, berapa umur mu?" tanya Donghae sambil mengibaskan jasnya yang terdapat sedikit kotoran.

"Aku? 26."

Donghae membulatkan matanya tak percaya, "A-apa? Kau... yakin?"

Sungmin mengerjap bingung mendengar pertanyaan Donghae. Umurnya memang 26 tahun, kok. "Ya, te-tentu saja.."

Donghae tersenyum lembut, tersirat kemirisan di dalamnya, "Woah, bahkan kau lebih tua 2 tahun dari ku dan Kyuhyun."

"Benarkah? Jadi... umur kalian 24 tahun, begitu?" Sungmin mengangkat alis kanannya ketika menanyakan itu, Ia sempat kaget juga, terpikir di benaknya umur Kyuhyun itu sudah... 30 tahun. (?)

"Iya, hyung. Hehe" Donghae berujar dan kembali tersenyum, nampaknya senyuman tak dapat hilang ketika memandangi wajah Sungmin yang manis itu.

"Oh ya hyung, hm... dengan sikap Kyuhyun yang terkesan dingin dan cuek itu, jangan kau ambil hati ya."

"Huh?"

Donghae menarik napasnya dengan berat, "Kyuhyun itu memang begitu. Mungkin di benak mu, Kyuhyun itu adalah orang yang cuek dan super dingin, tapi... dia orang yang baik kok, hyung, percayalah."

Sungmin mengangguk, dan tersenyum lembut. "Ya, tentu saja aku akan membiasakan diri dengannya, Donghae-ah."

Donghae mengangguk paham, dan tersenyum senang, "Ah baiklah. Sepertinya sudah saatnya aku pergi," Donghae berujar, lalu Ia segera bangkit dari posisi duduknya.

"Terimakasih untuk makan malamnya ya, hyung." Donghae tersenyum.

"Hm hm, ne." Sungmin membalas senyum.

BLAM

Setelah menutup pintu apartement Kyuhyun, Donghae tidak langsung pergi dari sana, Ia masih berada di depan pintu apartement Kyuhyun. Donghae menyenderkan tubuhnya pada pintu apartement Kyuhyun, lalu kembali mengingat-ingat apa yang terjadi mulai Ia memasuki pintu apartement Kyuhyun tadi, hingga ketika Ia keluar dari apartement Kyuhyun.

Donghae menghela napas berat. Namun, ketika mengingat ekspresi dan cara Kyuhyun bicara tadi dengannya, Donghae mengulas senyum lembut. Dan ingatannya tertuju pada Lee Sungmin, namja imut nan manis yang telah dibeli oleh Kyuhyun, mengingatnya, senyum Donghae semakin mengembang, lalu Ia mengangguk-angguk, dengan senyuman yang masih terpampang di bibirnya.

"Aku harap semuanya akan berubah."

.

.

.

Sungmin berjalan mengendap-endap, sekarang Ia sudah berada di depan pintu kamar Kyuhyun. Dan dengan berani, namja imut itu mengetuk pintu kamar Kyuhyun.

"K-Kyuhyun-ssi..."

KREK

Pintu kamar itu terbuka dengan cepat, dan menampilkan sosok Kyuhyun yang tegap, dan jangan lupakan ekspresi datarnya kala memandang Sungmin.

"Ada apa?"

"Itu... kau tidak mau menghabiskan makanan mu?" tanya Sungmin sambil mengerjap imut.

SRET

BLAM

Dengan cepat, Kyuhyun menarik pinggang Sungmin dan membawa namja imut itu ke dalam kamarnya, lalu menyudutkan tubuh Sungmin di pintu, dan otomatis pintu itu tertutup karna hentakkan tubuh Sungmin.

Kyuhyun menggunakan kedua tangannya untuk mengunci pergerakan tubuh Sungmin yang berada di hadapannya, "Aku hanya ingin memakan mu saja."

Sungmin membulatkan matanya, sepertinya sebentar lagi akan—

GREP

"Hmph!"

Kyuhyun menangkup kedua pipi Sungmin, dan dengan cepat menciumi bibir Sungmin dengan liar.

Namja bermata obsidian itu menciumi Sungmin penuh nafsu dan tuntutan, terkesan sangat liar. Ia terus memiringkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, dan terus menjulurkan lidahnya untuk menjilati bibir Sungmin yang masih terkatup rapat, berharap Sungmin memberikannya celah.

"Nghh!"

Dan erangan itu membuat sebuah celah kecil, dan Kyuhyun langsung menjulurkan lidahnya ke dalam mulut Sungmin. Dan setelah itu terjadilah ciuman liar yang sangat panas.

Entah kenapa Kyuhyun terkesan sangat menuntut malam ini, namja cuek itu terus memiringkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, dan jangan lupakan lidah lunaknya yang terus bermain dalam mulut Sungmin, memancing lidah Sungmin agar membalas ciuman liarnya. Namun sayang, bahkan Sungmin enggan membalas ciuman Kyuhyun, apalagi membalas permainan lidah Kyuhyun?

SRET

Kyuhyun melepaskan dengan paksa kaos putih milik Sungmin, dan langsung memelorotkan celana pendek hitam yang dikenakan oleh Sungmin, dan hanya menyisakan sebuah celana dalam yang nampak belum terlalu berekasi itu.

Kyuhyun melepas ciuman liarnya pada bibir Sungmin, dan ciuman itu menurun ke leher Sungmin, dan Kyuhyun dengan sengajanya mengusap kedua nipple Sungmin yang sudah menegang itu dengan sangat pelan, memancing desahan Sungmin.

"Aa-aah..."

Kyuhyun menghisap leher Sungmin penuh nafsu, Ia membuat sebuah kiss mark yang mmebuat Sungmin kembali merasakan sensasi nikmat yang tak dapat Ia ungkiri.

Bosan dengan leher Sungmin, Kyuhyun beralih pada nipple tegang Sungmin, Ia menjilati nipple kanan Sungmin, dan menggunakan tangan kanannya untuk mengusap dan memilin nipple kiri Sungmin.

"Ah! Ng-ngh!"

GREP

Kyuhyun dengan tidak sabaran, menggendong tubuh Sungmin ala bridal style menuju ranjang Kyuhyun, dan menghempaskan tubuh Sungmin di sana. Dan Kyuhyun pun menindih namja imut itu, dan menjadikan kedua tangannya sebagai tumpuan.

Kyuhyun melepaskan celana dalam Sungmin, dan terpampanglah genital Sungmin yang nampak sudah menunjukkan reaksi itu. Dan dengan nakal, Kyuhyun menggengam junior Sungmin dengan satu tangannya.

"Nghh..." Sungmin menggigit bibirnya menahan nikmat.

Kyuhyun mengulum senyum melihat reaksi yang ditunjukkan oleh junior Sungmin, sudah menegang. Cih, padahal baru Kyuhyun genggam.

SRET

Kyuhyun melepaskan kaosnya dan celana beserta celana dalamnya itu secara bergantian, lalu menindih Sungmin lagi tanpa tumpuan kedua tangannya.

Kyuhyun mendekatkan mulutnya pada telinga kiri Sungmin, "Aku lapar, Sungmin-ah..." ujar Kyuhyun sambil menghembuskan napasnya pada telinga Sungmin yang menimbulkan sensasi geli.

Kyuhyun memang sudah tidak tahan, Ia sudah memposisikkan genitalnya yang sudah sangat menegang itu di depan hole Sungmin. Kyuhyun menarik napas dan memejamkan mata, lalu membuangnya secara perlahan.

JLEB

"A-Akkkhh!"

.

.

.

Ini sudah pukul 10 malam. Sudah 2 ronde mereka habiskan untuk malam ini. Mereka baru saja menyelesaikan ronde kedua mereka. Dan, Kyuhyun sepertinya sudah cukup kenyang dengan makan malamnya, maka dari itu Ia memutuskan berhenti pada ronde kedua.

"Kau tau?" Masih dengan napas yang terengah-engah, Kyuhyun mengangkat suara.

Kyuhyun menatap Sungmin yang berada di sebelahnya, namja imut itu juga masih terengah-engah. Lalu Kyuhyun mengambil selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.

"—Sebelum ini aku tak pernah bercinta dengan seorang namja." Tambah Kyuhyun

Sungmin mendongakkan kepalanya, lalu menatap Kyuhyun yang berada di sampingnya. Sebuah senyum miris terlihat di bibir Sungmin. "Lalu kau bercinta dengan siapa?"

Kyuhyun menggeser posisi tidurnya menghadap Sungmin, "Menurut mu? Kita bahkan bertemu di club, Sungmin-ah."

Sungmin kembali tersenyum miris, tentu saja bercinta dengan banyak yeoja, apalagi?

"Ya tentu saja dengan yeoja, bukan begitu?"

"Kurang tepat, tepatnya dengan banyak yeoja," Kyuhyun menjawab dengan santai, tapi matanya terus menatap intens namja di hadapannya itu.

Sungmin menundukkan kepalanya, Ia menggigit bibirnya, "Ya, aku-aku tahu."

Kyuhyun terkekeh, lalu mengacak-acak rambut Sungmin yang sudah terlihat sangat acak-acakkan itu. "Tidurlah, Sungmin-ah."

Sungmin tertegun dengan perilaku Kyuhyun barusan, Ia mendongakkan kepalanya, dan semakin tertegun melihat Kyuhyun yang—tersenyum lembut padanya, pipinya merah saat itu.

"Kau jug—" Sungmin hendak membalas ucapan Kyuhyun, jika saja suara getaran ponsel Kyuhyun tidak terdengar.

"Sebentar," Kyuhyun berujar, lalu namja obsidian itu bangkit dari tempat tidur, Sungmin yang melihat tubuh telanjang Kyuhyun tengah membelakanginya, hanya bisa menenggelamkan wajah merahnya di balik selimut. Malu!

Sementara Kyuhyun mengulum senyum, Ia tahu reaksi Sungmin di belakang sana, dia memang sengaja. Lalu Kyuhyun berjalan menuju meja kecil yang berada tak jauh dari ranjangnya itu, dan mengambil ponsel warna hitamnya yang bergetar kuat tadi.

Sebuah sms.

Kyuhyun membuka kunci layar ponselnya, dan membuka tombol icon pesan. Ia membaca pesan itu dengan mengeryit bingung. Sebuah nomor tak dikenal mengirimkannya sebuah sms yang membingungkan, sama seperti 2 minggu yang lalu ketika Kyuhyun mendapatkan sms tak dikenal.

Ingin tahu apa isi sms itu?

Bogosipho, Kyu.

.

.

TBC

.

.

Hoho, akhirnya Chapter 4 selesai!

Saya disini mau minta maaf, arna updatenya yang hm... mungkin cukup lama ya buat para readers. Tapi, ini saya sudah update kan? :)

Cocok ga sih saya bikin kata 'TBC' di atas? Wkwkwk. Hayo hayo hayo, siapa yang ngirim Kyu sms tuh? Pada penasaran ga? Hahahaha. Disini saya bikin point-point yang mungkin terkesan membingungkan hm? Bagi yang penasaran, kita liat aja di chapter ke depannya~

Maaf ya disini NCnya dikit/? Terus, KyuMinnya masih dikit hehe. Dan maaf juga kalo masih kurang panjang -_-

Nah, untuk scene terakhir di Chapter 3. Itu bener-bener kecerobohan saya huhu, terimakasih sekaligus maaf ya buat readers yang udah ngasih tau :) sangat membantu loh, hehe.

Maaf juga gabisa nulisin satu-satu yang ngereview, kuota saya sekarat T.T

NEXT ? REVIEW!