Disclmers : Naruto punya Mashasi Kisimoto selalu, saya hanya minjem Sasuke sama Hinata doank

Pairing :Sasuke x Hinata

Slight :Sasuke x Karin, Hinata x Sai, Naruto x Sakura

Warning :AU,OOC,Miss-typo,Alur cepat,Language dan EYD berantakan

With You The First Time by Ay Shi Sora-Chan

Don't Like Don't Read

.

.

.

PREVERIOUS CHAPTER

"Hinata-chan, bukankah itu Sasuke-kun dan Naruto? Kau tak mau menemui Sasuke-kun?"

"Tidak, Ino-chan"

"Kenapa? Kau punya masalah dengan Sasuke-kun?"

Hinata tak menjawab, dia diam saja dan menundukkan wajahnya kembali. Hal itu dianggap Ino sebagai jawaban iya.

"Ya sudah, jika kau masih belum mau cerita, aku akan selalu jadi pendengar yang baik bila nanti kau sudah siap untuk mencerita masalahmu denganku" ujar Ino bijak

"Ayo, makan"

"Itadakimasu" ujar mereka berdua.

Akhirnya mereka makan dengan tenang. Mereka semua tak menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikan interaksi mereka. Memperhatikan bagaimana Sasuke menatab Hinata dengan pandangan sendu, juga memperhatikan perbincangan antara Sasuke dengan Naruto tadi.

'Tch, jadi si Hyuuga itu pilihanmu, Sasuke-kun. Buruk sekali' ujar seseorang itu.

.

.

.

*WITH YOU THE FIRST TIME*

.

.

.

Hari ini dilewati Hinata dengan wajah murung serta menyedihkan, tak banyak yang dia lakukan. Tak terasa jam pulang bagi siswa-siswi Konoha High School sudah berlalu dengan cepat. Bel tanda pulang pun sudah berbunyi sekitar sepuluh menit yang lalu, tapi tetap saja Hinata tak beranjak dari tempatnya duduk didalam kelas. Dia melamun memandang keluar jendela, memikirkan kenapa kisah pertama cintanya tak berjalan sesuai harapan dan keinginannya.

Hinata hanya dapat menghelah nafas panjang, mungkin dia terlalu berharab. Harusnya dia tak terlalu terobsesi dengan keinginan-keinginannya. Harusnya dia lebih pengertian dengan Sasuke, dia kan ketua klub basket sekolah, wajar bila dia harus latihan dengan timnya untuk pertandingan antar sekolah bulan ini.

'Ini bukan salah Sasuke.'

"Tak seharusnya aku terlalu terlarut-larut dalam kekecewaan, harusnya aku mengerti dengan keadaan Sasuke" gumam Hinata, walau tak dipungkiri bahwa masih ada setitik kekecewaan dalam hati Hinata karna kencan pertamanya tak akan pernah terjadi diwaktu dekat ini.

"Aku harus meminta ma'af pada Sasuke karena seharian ini aku tak menghiraukannya. Tapi…"

"Apa Sasuke mau memaafkan ku yang terlalu egois ini?" ujar Hinata bertanya pada dirinya sendiri, kalut.

Akhirnya Hinata hanya dapat menundukkan wajahnya murung. 'Ini semua salahku…'

'Tak seharusnya aku memaksakan keinginanku… tapi aku juga takut mengatakannya...'

'Apa yang harus kulakukan? Aku bingung…'

'Apa aku meminta pendapat dari Ino-chan saja besok? Mungkin dia akan memberikan solusi yang terbaik' ujar Hinata dalam hati.

Hinata pun memutuskan untuk segera beranjak dari duduknya dan segera pulang kerumah. Langkahnya yang lunglai membawanya keluar dari sekolah KHS, dia hanya menundukkan kepalanya dalam perjalanannya pulang. Dia mempercayakan saja hubungannya dengan Sasuke kepada Ino besok. Dia tak tau harus menyikapi masalah yang muncul dalam hubungan ini seperti apa? Karena semua ini terasa asing bagi Hinata yang notabenya baru merasakan cinta pertama dan berpacaran dengan orang yang dicintainya.

Saat dalam perjalanan pulang, semula yang Hinata menunduk dalam saja, mulai mengegadakan wajahnya menghadap sekitar jalan. Saat menunduk tadi Hinata dapat mendengar Sayup-sayup sebuah suara atau lebih tepatnya suara seorang wanita yang menyebutkan nama kekasihnya, Sasuke. Hinata jadi merasa penasaran dengan suara itu dan tampa dikomando kepalanya langsung menengok kesamping, keasal suara tadi.

Dilihatnya disebrang jalan, Sasuke yang berstatus kekasihnya itu berjalan bersama dengan seorang gadis berambut pirang yang bergelayut manja memegang lengannya, serta gadis itu tampak berbicara panjang lebar dan tak pernah ditanggapi oleh Sasuke, bahkan melirik gadis itu pun rasanya tidak. Sasuke terlihat biasa saja dengan perlakuan gadis itu. Lebih tepatnya terlihat bosan.

Walau bagaimana pun dilihat dari sudut pandang Hinata yang melihat gadis itu bergelayut dengan manja kepada Sasuke, pacarnya. Tentu saja akan ada beberapa fikiran negative yang bermunculan dan hinggap dikepala Hinata. Bukannya Hinata mau negative thinking terhadap Sasuke, tapi melihat semua ini…

Kekasihnya berjalan berdua dengan seorang gadis yang terkesan menggoda itu…

Dan membuatnya pulang sendirian seperti ini?

Pastilah ada pemikiran-pemikiran seperti…

'Siapa gadis itu? Kenapa dia terlihat dekat dengan Sasuke?'

'Kenapa Sasuke diam saja?'

'Dan kenapa Sasuke harus pulang dengan gadis itu? Bukannya pulang bersamaku?

'Apa Sasuke selingkuh?'

Entah mengapa hati Hinata terasa sesak melihat pemandangan yang tersaji dihadapannya. "Apa Sasuke sudah melupakanku? Secepat itukah…?" lirih Hinata menundukkan kepalanya.

Hinata tak dapat lagi membendung air matanya yang sudah menumpuk dipelupuk matanya ingin keluar, Hinata seketika berlari meninggalkan sosok Sasuke dan gadis beramput pirang itu disebrang jalan.

Tak disangkah gadis berambut pirang itu melihat semuanya, senyum sedih yang terlukis dibibir sang gadis Hyuuga membuatnya tersenyum puas.

'Rasakan kau Hyuuga, mulai sekarang aku akan membuat hubunganmu dengan Sasuke-kun hancur. Menjauhlah… pergilah sejauh mungkin'

'Sasuke hanyalah milikku… selamanya hanya milikku seorang'

"Apa yang kau lihat?" Tanya Sasuke penasaran saat melihat gadis disebelahnya berhenti seketika lalu memandang disebrang jalan dengan senyuman yang tak dapat dia mengerti.

"Tidak, tidak ada" jawabnya

"Ayo, kita pulang Sasuke-kun" ujar gadis itu mulai melangkahkan kakinya lagi yang sempat berhenti.

"Hn"

.

.

*WITH YOU THE FIRST TIME*

.

.

Pagi ini langit tampak biru bagai lautan yang terpampang indah, tak ada awan yang mengiringi. Hanya ada langit biru dengan matahari yang bersinar cerah walau suasana masih sepi, karna memang ini masih pagi buta. Tak ada siapapun di sepanjang jalan. Belum ada masyarakat Konoha yang berlalu lalang seperti biasanya, menjalankan serangkaian rutinitas dipagi hari.

Hinata berjalan dengan pelan disepanjang jalan yang ia lalui, hanya ada pandangan menerawang kedepan. Tampak dari wajahnya pagi ini, Hinata terkesan murung dan tak bertenaga. Beda sekali dengan suasana pagi yang cerah ini.

Berjalan dengan pelan Hinata mulai memasuki daerah kawasan KHS, aku terus saja berjalan melewati lorong-lorong koridor yang lumayan cukup panjang agar sampai diujung lorong tempat lokerku berada, sengaja aku mengedarkan pandanganku ke segala arah berharab bawah Sasuke menungguhku disekitar ruangan tempat lokerku berada.

Tapi apa yang kudapat. Tak ada orang disana, hanya ada loker-loker yang berjejer rapi. Tak ada sapaan selamat pagi seperti biasanya, walau terkesan datar. Tak ada orang yang menungguhku disana dengan tatapan intens yang mengarah kepadaku. Tak ada orang yang memperhatikanku. Dan yang terpenting tidak ada sosok pemuda yang kucintai biasanya membantuku mengambilkan uwabaki dengan tampang datarnya. Aku tersenyum pedih memendam kekecewaan.

'Sasuke-kun sudah melupakanku…'

Dengan perasaan sesak didada, Hinata membuka lokernya dan berusaha mengambil uwabakinya dengan sedikit berjinjit . hatinya perih tak terkira mengingat tentang kekasihnya, Sasuke. Aku berusaha menggapai uwabakiku didalam loker tapi tinggi badanku yang tak sebanding dengan letak lokerku yang berada paling atas membuatku kesusahan mengambilnya.

SETTT

Tiba-tiba Hinata merasakan ada orang di balik punggungnya dan menggambilkan uwabakinya, aroma maskulin musk tubuh ini, aroma yang pernah tercium pada indra penciumannya saat pertama kali aku bertemu dengannya. Tak akan mungkin aku lupakan…

'Aroma tubuh Sasuke-kun…'

Aku langsung menengokkan kepalaku berharab bahwa aroma maskulin ini berasal dari Sasuke dan ternyata memang benar. Dibelakangku ada sosok pemuda yang kucintai mengambilkan uwabakiku.

"Ohayou" ujarnya datar seraya menatapku.

Hinata yang kaget akan kehadiran Sasuke yang tiba-tiba ada dibelakangnya hanya dapat menatap Sasuke lama dengan lidah kelu. "O-ohayou…"

Mendengar Hinata yang menjawab sapaan-nya membuat Sasuke tersenyum senang. Hal itu membuat Hinata yang berada dalam pelukkan Sasuke menjadi memerah mukanya melihat senyum manis yang tersungging dibibir Sasuke untuk pertama kalinya itu.

"Ini... uwabakimu" ujar Sasuke menyerahkan uwabaki Hinata.

"A-arigatou, Sa-sasuke-kun" ucap Hinata berterimah kasih sambil mengambil uwabaki yang dijulurkan Sasuke kepadanya.

"Hn, Hinata aku…" ucapan Sasuke harus terpotong karna ada suara lain yang mengintrupsi perbincangan antar kekasih itu.

"Sasuke-kun. Kemana saja kau? Aku mencarimu dari tadi tau… bukanya kau ada latihan pagi dengan timmu? Seharusnya sekarang kau berada dilapangan, semuanya sudah menunggumu" ujar gadis berambut pirang dan bermata violet terang itu tampa memberikan jeda pada setiap kata yang dikeluarkannya.

'Gadis itu…'

"Hn"

"Cepat, Sasuke… managermu, Karin sudah mulai marah-marah dengan keabsenmu" ujar gadis itu lagi dan mulai menarik lengan Sasuke menjauhi Hinata.

"Lepaskan" ujar Sasuke datar sambil menyentakkan tangan gadis berambut pirang itu, lalu melangkah mendekati Hinata dan berhenti tepat didepannya. Sasuke sedikit mencondongkan tubuhnya kepada Hinata dan mulai membisikkan sesuatu.

"Temui aku saat istirahat nanti" bisik Sasuke ditelingahku dan dengan cepat dia mengecup pipi kananku, lalu berlalu pergi begitu saja meninggalkanku yang berdiri tak beranjak dari ditempatku semula dengan muka merah merona. Dapat kulihat walau samar, wajah Sasuke juga merona, Sepertinya Sasuke berusaha menutupinya dengan tangan kanannya.

"Ayo pergi, Shion"

"Tch…" gadis yang dipanggil Shion itu hanya dapat mendecih dan memalingkan wajahnya.

Setelah kedua orang itu pergi, Hinata yang masih berada diruang tempat loker-loker sepatu berada, hanya dapat mengerjabkan matanya sambil memeggangi pipi kanannya

"A-a-ahh…"

Tampa sadar bibir Hinata mulai merekahkan senyuman-nya yang sempat menghilang kemarin.

.

.

*WITH YOU THE FIRST TIME*

.

.

Jam pelajaran kedua telah usai, sekarang waktunya untuk semua murid KHS untuk beristirahat sebentar sebelum jam pelajaran ketiga dimulai. Sebagian besar mereka menuju kantin sekolah untuk mengisih perut-perut lapar mereka yang mungkin sudah berbunyi minta di isi.

"Hinata-chan, ayo kita kekantin bersama" ajak sahabatnya, Ino.

"Emm… go-gomen ne Ino-chan. A-aku ada janji dengan Sa-sasuke-kun"

"Ahh… baiklah, semoga sukses" ujar Ino menyemangati sambil mengedipkan matanya sebelah bermaksud menggoda.

"Aku pergi dulu kalau begitu. Bye-bye" pamit Ino sambil melambai-lambaikan tangannya lebay.

Hinata hanya tersenyum menanggapi tingkah sahabatnya itu. Hinatapun berdiri dari tempatnya duduk dan mulai melangkahkan kakinya menemui Sasuke.

"Eh? Aku harus menemui Sasuke-kun dimana?" Tanya Hinata entah pada siapa.

"Sasuke-kun tak bilang mau bertemu dimana. Mungkin aku menemuinya saja dikelasnya."

Akhirnya Hinata mulai melangkahkan kakinya menuju kelas Sasuke yang berada dilantai tiga. Hinata menaiki tangga dan mulai mencari keberadaan Sasuke di kelas XI-3. Hinata berhenti tepat disamping pintu kelas XI-3, Hinata ragu apa dia harus masuk atau tidak? Dia bingung, tak ada tanda-tanda keberadaan Sasuke disekitarnya. Saat Hinata nekat masuk kelas dengan tujuan menemui Sasuke, tiba-tiba ada seseorang yang menyapanya sambil memeggang pundaknya dari belakang.

"Hey, kau gadis tadi pagikan?" Tanya gadis berambut pirang itu A.K.A Shion.

Hinata menenggokkan kepalanya melihat orang yang menyapanya. "Ehh? I-iya"

"Kau mau menemui Sasuke-kun, ya?" Tanya Shion lagi. Hinata hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan.

"Ahh…Sasuke-kun baru saja pergi, katanya dia mau keatap sekolah. Kau kesana saja"

"I-iya. A-arigatou, senpai"

"Emm..sama-sama" ujar Shion ramah.

"Pe-permisi, senpai"

"Iya"

'Pergilah sana Hyuuga, sampai kapanpun Sasuke tak akan menemuimu.'

Shion menangkupkan kedua tangannya didepan dada sambil menyeringai melihat Hinata pergi. 'Dasar Hyuuga bodoh. Gampang sekali ditipu…hahaha'

.

.

To be Countinue…^^

Arigatou udah mau menunggu, ma'af updetnya lama…hehehe

Gimana ceritanya? Masih datarkah? Kalau iya saya butuh saran dari kalian untuk mengubahnya.

Arigatou udah nyempetin review, follow, ngefav dan membaca fic ini…

Spesial Thanks for:

: bukan Sakura atau Karin kokk…tapi Shion #lihatkeatas

Renita-neechan : iya, ini udah lanjut ne renita-san, penjelasannya mungkin masih di chap depan.

Rei Atsuko : hahaha…ini udah lanjut ne Rei-san, bukan Karin kok pihak ketiganya. Arigatou udah mau RnR

Luluk Minam Cullen : iya, ini dah mulai muncul konfliknya ne Luluk-san, tapi bukan Karin pihak ketiganya.

Rini Andriani Uchiga : iya, ini udah lanjut. Arigatou udh mau RnR

Hyou Hyouichiffer : arigatou udah ngingetin...maaf masih ada typonya ea…^^

Uchiha Itaara : gomen...disini pihak ketiganya bukan Sakura...:(

Kensuchan : ahaha...iya, ini udah lanjut... arigatou

: arigatou...ini udah lanjut...:)

N : salam kenal juga, arigatou udah nyempetin buat RnR

Arigatou ne...^^

.

.

.

Kritik dan saran saya terimah dengan senang hati kembali…