Title : CAN'T YOU JUST LOOK AT ME?

Genre : Romance, Yaoi

Rate : T

Cast : KyuMin, HaeHyuk, other member suju

Disclaimer : milik orang tua masing-masing, milik Tuhan.

Author note : THIS FANFICTION IS YAOI / BOYS LOVE! DON'T LIKE DON'T READ! DON'T BASH MY CAST!

Mian kalau ada typo dan OOC...

Summary : Ada seorang pria yang mencintaimu. Pria itu mencintaimu dengan sepenuh hatinya. Setiap hari, seperti bayangan, dia mengikutimu kemana-mana. Dia tersenyum pada dunia, padahal di dalam hatinya dia menangis. Berapa lama… berapa lama lagi aku harus melihatmu seperti ini saja sendirian? Cinta yang datang seperti angin ini, cinta yang menyedihkan ini. Jika aku tetap menunggu seperti ini, akankah kau jatuh cinta padaku? Mendekatlah padaku sedikit lagi, sedikit saja. Jika aku maju satu langkah, kau mundur dua langkah ke belakang. Aku, yang mencintaimu, bahkan di saat aku berada di sampingmu seperti sekarang.


*** Chapter IV ***


Sungmin's POV

Aku melangkah memasuki kafe yang terletak tidak jauh dari gedung SM. Biasanya artis-artis SM suka menghabiskan waktu disini jika sedang istirahat. Member S.O.U.L yang lain sudah mulai latihan lagi sehabis makan siang, sedangkan aku menghabiskan jadwal makan siangku untuk latihan sendiri. Akibatnya aku malah kelaparan sekarang.

Aku melihat seseorang yang kukenal duduk di sudut. Bukan orang yang kukenal. Orang yang kucintai lebih tepatnya.

"Donghae?" sapaku sambil berdiri di samping mejanya.

Dia mendongak dan dengan refleks tersenyum.

"Oh, annyeonghaseyo," ujarnya ramah.

"Kau sendirian?"

"Ne. Menunggu jadwal latihan. Kau sendiri?"

"Aku hanya sedang lapar dan ingin memakan sesuatu jadi kesini. Keberatan tidak aku bergabung?"

Dia menggeleng dan tersenyum.

"Silahkan."

Aku menarik kursi dan duduk di hadapannya. Awalnya kami hanya membicarakan hal-hal ringan seperti pekerjaan dan aku dengan cueknya berkata bahwa aku jadi trainee dan debut di SM benar-benar karena dia. Dengan penuh semangat aku mengatakan bahwa aku sangat mengidolakannya. Tapi sayangnya dia hanya menanggapiku dengan tertawa, seolah tidak menganggap serius ucapanku sama sekali.

"Boleh bertanya sesuatu?"

"Mwo?"

"Kau dengan Hyukjae dijodohkan, kan?"

Dia mengerutkan kening mendengar pertanyaanku tapi tetap mengangguk.

"Maaf, aku tahu ini masalah pribadi. Aku ini fansmu dan setiap fans ingin idolanya bahagia, kan? Aku ingin tahu, karena kalian berdua dijodohkan dan menikah bukan karena keinginan masing-masing, apa… kau mencintainya?"

Dia tampak tertegun sesaat.

"Sangat," jawabnya akhirnya. "Kenapa memangnya?"

Ekspresi wajahku langsung berubah muram tapi aku tersenyum lagi, agar dia tidak mencurigai sikapku yang terkesan aneh. Karena dia mengucapkan kata "sangat" itu dengan serius, bukan untuk berbohong tentang kehidupan rumah tangganya, jadi bagaimana mungkin aku bisa bersikap biasa-biasa saja?

"Seberapa berharganya Hyukjae di matamu? Kalian berdua sepertinya sering tidak akur. Aku dengar dari Leeteuk hyung dan Siwon setiap hari kalian berdua bertengkar. Lee Donghae juga terkenal agak playboy terhadap yeoja. Jadi… apa ada kalimat yang menggambarkan seberapa besar cintamu padanya? Apa seorang Lee Donghae bisa bersikap romantis hanya pada Hyukjae?"

Aku tahu ini hanya akan menyakiti hatiku saja. Tapi aku merasa sudah saatnya aku mengambil keputusan. Aku harus berhenti melukai diriku sendiri karena mencintainya. Aku harus berhenti menatapnya.

"Aigoo, fansku satu ini sedikit merepotkan," guraunya sambil terkekeh pelan.

"Ayolah, aku penasaran!" desakku.

Kali ini dia terdiam. Apa dia ragu dengan perasaannya sendiri?

Dia menghembuskan nafas sebelum menjawab dengan suara mantap, "Dia… adalah segala hal yang kuinginkan dalam hidup."

Aku terpana saat menyadari rasanya tidak terlalu sakit setelah mendengar kalimat itu. Yang kuingat hanyalah bahwa ada orang yang akan menangis jika aku terluka. Bahwa aku tidak akan menahan rasa sakitnya sendirian. Namja itu, dia pasti akan selalu mengulurkan tangannya untukku.

Aku menarik nafas dan tersenyum.

"Hyukjae beruntung sekali dicintai olehmu, Donghae."

"Tidak. Aku yang beruntung bisa menghabiskan hidupku bersamanya."

Donghae mencondongkan tubuhnya ke arahku, membuatku mengernyit heran. Tapi tidak ada lagi detak jantung yang menggila seperti yang dulu aku rasakan. Rasanya biasa-biasa saja.

"Kau tahu? Juga ada namja yang akan merasa beruntung jika kau mau belajar menatapnya."


Sudah lewat tiga hari, tapi dia bahkan tidak pernah muncul lagi di hadapanku. Aku tahu dia sibuk syuting musical dan sebagainya, tapi… kenapa dia benar-benar tidak bisa meluangakn waktunya sedikit saja untuk…. Aish, jinjja, kenapa tiba-tiba aku jadi merindukannya?

"Wajahmu jelek sekali, Minnie!" bisik Heechul hyung di telingaku, membuatku terlonjak kaget.

"Nah kan, Hyung pasti merindukannya. Sudahlah hyung, dia itu kan sibuk sekali, jangan memasang tampang seperti itu," ejek Ryeowook.

Aku mengacak-acak rambutku gusar dan menggembungkan pipiku.

"Aku tidak merindukan Cho Kyuhyun sialan itu!"

"Memangnya aku bilang Kyuhyun?"

"YAK!"

Kyuhyun's POV

Setelah menyelesaikan konser MBC Gayo Daejun, kami semua beserta para artis SM lainnya merayakan tahun baru bersama di sebuah restoran yang disewa khusus. Kami dibebaskan membawa pasangan masing-masing.

"Na-ri~a, heran kenapa kau tidak bosan-bosan juga pada Shin Dong Hee itu. Lebih baik kau denganku saja! Jelas-jelas aku lebih tampan daripada dia!" seru Leeteuk hyung dengan wajah sok serius. Sepertinya dia iri melihat Shindong hyung dan Na-ri selalu berdua-dua dari tadi.

"Bilang saja kau tidak laku, hyung!" ejek Shindong, membuat kami semua tertawa.

"Aku akan segera mendapat pacar! Lihat saja kalian!" gerutunya.

Para member S. O. U. L yang baru datang bergabung bersama kami karena meja lain sudah terisi penuh. Sungmin tersenyum dan duduk di samping Donghae.

Sudah lewat satu minggu sejak terakhir kali aku melihatnya dikarenakan jadwalku yang padat. Aku merindukannya. Sangat. Tapi dia bahkan tidak menatapku sama sekali.

Aku menghela nafas pelan. Sudahlah, tidak apa-apa. Yang penting dia sehat, itu juga sudah cukup untukku. Dia hanya perlu belajar berhenti menatap Donghae.

"Lee Donghae, jangan harap malam ini kau bisa minum soju!" bentak Hyukjae saat Donghae berniat meraih gelas soju di hadapannya.

"Mwoya? Shireo! Ini kan malam tahun baru!" tolak Donghae mentah-mentah. "Kau larang saja hyung-hyung yang lain."

"Kau menuruti perintahku atau aku akan menyirammu dengan isi botol soju itu?" ancamnya tegas.

"Oke, aku tidak minum," kata Donghae akhirnya, mendorong gelas berisi soju itu menjauh.

"Suami istri membuat iri!" rutuk Teukie hyung dengan wajah cemberut. "Setiap hari bertengkar, tapi tetap saja mesra. Menyebalkan!"

"Woa, tumben kau langsung menurut, Donghae~a! Biasanya kau tidak mau mengikuti perintah siapapun," komentar Shindong sambil menatap Hyukjae kagum. Sesaat kemudian dia mendapat sikukan dari Na-ri.

"Yak, jagi, kau jangan jadi sadis seperti Hyukjae juga!" gerutunya seraya mengelus-elus pinggangnya.

"Jangan panggil aku dengan kata menjijikkan itu!" protes Na-ri.

"Ne. Ne. Arasseo."

Aku melihat dua pasangan itu dengan iri. Mereka selalu bertanya pendapatku tentang apa yang sebaiknya mereka lakukan dalam masalah percintaan. Tapi buktinya aku bahkan tidak bisa mengurus masalah percintaanku sendiri dengan baik.

"Permisi. Malam ini kami menyediakan paket hiburan bermain truth or dare. Apa Anda berminat?" tanya pelayan restoran yang berdiri di samping meja kami.

"Sepertinya seru. Ayo main, hyung!" ujar Shindong semangat.

Pelayan itu memberi dua buah kotak berisi kertas-kertas perintah untuk yang kalah. Satu untuk truth dan satu lagi untuk dare. Yang mendapat giliran sial pertama adalah Sungmin.

"Truth atau dare, Sungmin~a?" tanya Leeteuk hyung.

"Dare?" ujarnya ragu.

"Silahkan diambil."

Sungmin mengambil sebuah gulungan kertas dari kotak yang disodorkan Leeteuk hyung dan membacanya.

"Cium bibir namja yang duduk di samping kananmu?" katanya dengan wajah syok.

Di samping kirinya Ryeowook dan di samping kanannya… Donghae?

Mendadak tubuhku menegang. Ini… terlalu berlebihan.

"A… aku… eh, tidak bisa melakukannya."

"Sudahlah, lakukan saja. Aku tidak keberatan," kata Donghae santai, membuatku terpana kaget. Semua member mengangguk menyetujui. Apa-apaan mereka? Bukankah mereka tahu bahwa aku menyukai Sungmin?

"Donghae tidak keberatan, jadi tidak masalah," kata Leeteuk hyung.

"Tapi Hyukjae…."

"Tidak keberatan kan, Hyukkie~ya?" tanya Leeteuk hyung sambil menatap Hyukjae.

"Memangnya aku peduli?" kata Hyukjae hyung ketus.

Sial, mereka bahkan tidak menanyakan pendapatku sama sekali!

Mereka berdua berdiri berhadap-hadapan, membuatku ingin sekali pergi dari ruangan ini.

"Kau yang harus melakukannya, Sungmin~a," ujar Donghae. Dia bahkan tidak melirikku sama sekali dari tadi. Aku tahu dia itu playboy, tapi apa dia tidak bisa mengerti perasaan dongsaeng-nya sendiri? Bahkan ada Hyukjae hyung disini.

Aku mengepalkan tanganku saat Sungmin berjinjit dan mendekatkan wajahnya pada Donghae hyung. Benar. Bukankah ini yang kau inginkan, Lee Sungmin? Tapi… sial, aku tidak bisa membiarkan namja yang aku cintai mencium namja lain di hadapan mataku sendiri.

Aku bangkit berdiri dan menarik tubuh Sungmin menjauh dari Donghae hyung, merengkuh leher namja itu dan menciumnya tepat di bibir.


*** TBC ***


YEIII...

Chapter IV update..

apa ini sudah panjang ya? saya tdak tahu...kekekek~

kemungkinan chapter depan ending...yeii..

gomawo buat yang udah sempat baca dan memberi review-a..

sekali lagi jeongmal gomawo..#bow..

Last...Review-a jangn lupa lagi ya buat yang sempat baca...

:)