Author : Hunhun

Title : Who Are You

Genre : Hurt, Comfort, Friendship

Length : Chapter

Main Cast : KookGa / YoonKook

Support Cast : All member BTS / Bangtan boys

.

.

NB : This story is mine and all cast belongs

to their parents & the company

.

.

Author's POV

Suga segera menahan tangan Jungkook yang tiba-tiba saja bangkit berdiri, "Tunggu." Ucapnya. Jungkook menghentikan langkahnya, lalu kembali melihat kearah Suga. "Ada apa?" Tanyanya. Suga meletakan kotak obat tersebut diatas sofa, lalu berdiri dihadapannya. "Jawab pertanyaanku barusan." Pintanya. Jungkook tersenyum sinis, "Aku akan menjawab pertanyaan tersebut bila hyung mampu menjawab pertanyaan dariku." Ucapnya.

"Baiklah, apa itu?"

Jungkook tampak ragu untuk mempertanyakannya, namun apa daya bila ia benar-benar ingin mendapatkan kepastian dengan keputusan berikutnya. "Aku telah mendengar cerita dari Namjoon hyung tentang musibah yang menimpa hyung. Mungkin ini sedikit private, namun aku ingin tahu suatu hal. Apa ingatan paling terakhir sebelum hyung mengalami kecelakaan?" Tanyanya. Suga tampak sangat terkejut saat mendengar pertanyaan Jungkook tersebut.

"Hyung tidak tahu, dan aku tidak ingin mengingatnya."

"Wae-yo?"

"Tidak ada alasan untuk itu, aku hanya tidak ingin mengingatnya."

"Apa itu terlalu menyakitkan untukmu? Begitukah?"

"Akhhh… sakit, apa yang kamu lakukan?" Pekik Suga.

Entah disadarinya atau tidak, Jungkook menggenggam pergelangan Suga dengan sangat kuat. Hingga membuat tanda kemerahan di pergelangan tangannya. "Kenapa hyung tidak mampu menjawab? Bukankan itu mudah?" Tanya Jungkook dengan nada suara sedikit membentak. Suga memundurkan langkahnya kebelakang, tatapan Jungkook sungguh membuatnya takut. Bagaikan seekor harimau yang tengah menatap mangsa dan siap menerkam buruannya kapan saja. Dirinya semakin merasa terpojok disaat satu tangannya masih digenggam kuat oleh Jungkook.

"Mengapa kamu ingin begitu tahu tentang itu?"

"Karena, jawaban atas pertanyaan hyung ada di dalam pertanyaanku barusan."

"Jika begitu kamu bisa tinggal memberikan jawabannya padaku. Kenapa kamu harus membuat pertanyaan seperti itu?

"Karena akan sangat menyakitkan bila hanya sepihak yang tahu bukan."

"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti. Kenapa juga kamu harus merasakan sakit itu?"

"The truth is..." Ucap Jungkook, dirinya kembali tersenyum sinis dan menakutkan. "Ketika aku sudah memberikan kata kunci pun, hyung tetap tidak mengetahuinya. Begitu menyakitkan kah? Sampai hyung dengan mudahnya menghapus ingatan yang pernah terekam?" Ucapnya lagi yang nada suaranya semakin keras. Suga benar-benar tidak dapat lepas darinya, kian lama kuku-kuku Jungkook melukai kulit pergelangan tangannya. "Kenapa kamu memaksaku untuk menjawabnya? Terlalu menyakitkan, kamu tahu itu." Ucapnya yang berusaha untuk tetap tenang walau sebenarnya ia ketakutan. "Apa hyung pikir ini tidak menyakitkan juga untukku, hah?" Bentaknya. Emosi Jungkook memuncak, entah mengapa dirinya jadi lepas kendali hingga tidak mampu mengontrol amarahnya. Suga menutup matanya kuat saat melihat Jungkook akan bersiap menghantam wajahnya dengan sekali tinju.

"JEON JUNGKOOK! HENTIKAN!"

Suara bentakkan yang juga tegas milik Namjoon mampu menyelamatkan Suga dari kepalan tangan Jungkook. Tinggal beberapa centi lagi mengenai wajah Suga, "ARRGHH…" Teriak Jungkook yang melayangkan tinjuannya ke diding, tepat disamping kepala Suga. Sang empu terpaku diam, antara kaget dan takut secara bersamaan dirasakannya. Jungkook melepaskan genggaman tangannya, lalu memundurkan tubuhnya beberapa langkah kebelakang. Semua yang ada disana terlihat sangat terkejut saat melihat Jungkook seperti itu. Taehyung, jimin, dan Jin segera menghampiri Suga yang terdiam disana. "Jungkook-ah, kamu melukainya?" Tanya Jin kaget saat melihat pergelangan tangan Suga yang mengalir banyak darah segar disana. Jungkook pun tidak mengerti mengapa ia melakukannya, sungguh ini diluar kendalinya. Ia segera menjauh dari tempat ini, namun sayang tangannya dicegah oleh Taehyung. "Lepaskan, hyung." Serunya, namun Taehyung tidak mungkin semudah itu melepaskannya. "Jelaskan pada kami, apa maksud dari perbuatanmu?" Ucapnya yang tidak kalah membentak.

"Aku tidak tahu! Puas? Sekarang lepaskan tangamu."

"Yak neo!" Seru Taehyung, dirinya mulai tersulut emosi saat mendapatkan balasanya yang sangat menyebalkan dari Jungkook. Taehyung menarik kerah kemejanya, dan telah bersiap menghajar wajahnya. J-hope yang sedari tadi disamping Namjoon, segera menghampiri Taehyung. "Hentikan Taehyung." Ucapnya.

"Dia yang memulainya."

"Seperti ini pun tidak menyelesaikan masalah, kau tahu."

"Tapi hyung.."

"Lepaskan dia, Kim Taehyung." Perintah final dari Namjoon membuat Taehyung patuh. Ia melepaskan cengkramannya, setelahnya Jungkook menatap sinis kearah Taehyung sebelum meninggalkannya. Sempat keduanya beradu pandang, namun Namjoon membiarkan Jungkook pergi keluar basecamp tersebut. Namjoon menghela nafasnya berat, "Sebaiknya cepat obati luka Suga hyung dulu." Ucapnya.

.

.

Motor sportnya terus melaju dengan kecepatan tinggi melewati jalanan kota Seoul yang mulai sepi. Angin malam kian lama menusuk kulit hingga ke tulang. Langit nan kelam mulai menyelimuti kota tersebut hingga esok hari. Hingga tiba roda motornya terhenti di sebuah pantai yang jarang dikunjungi. Jungkook menuruni tubuhnya dari jog motor yang kemudian berlari ke dekat bibir pantai. Nafasnya berderu tidak teratur, tangan menggempal sangat kuat.

"ARRGHHH….." Teriak Jungkook dengan sangat keras kearah laut, "HYUNGG… I HATE YOU SO MUCHHHHH….. REALLY!" Teriaknya lagi lebih keras. Jungkook terus berteriak dan semakin keras, dirinya tidak peduli bila ada yang mendengarnya. Jungkook hanya ingin melepas semua kekesalannya itu. Hingga tubuhnya tidak lagi mampu menopang tubuhnya, Jungkook terjatuh dengan posisi terduduk diatas pasir putih.

Ia kembali tergiang kejadian yang baru saja terjadi sesaat dirinya melihat kedua tangannya. Bercak darah masih setia menodai jemari tangannya, penanda atas perbuatannya tersebut. Jungkook merasakan getaran yang hebat dari tangannya, sungguh dirinya tidak percaya dengan apa yang baru dilakukannya. Dirinya bahkan tidak merasakan sakit pada luka tangannya, namun berbanding terbalik dengan hatinya. Jungkook membenamkan kepalanya diantara kedua kakinya. Cairan bening mengalir perlahan, tidak ada suara dari bibirnya. Hanya menangis dalam diam, membiarkan suara air laut yang terdengar merdu itu menemani malam penuh penyesalannya.

.

.

"Jungkook-ah, may I ask something?"

"Yes, what's it?"

"What do you most afraid of?"

"To saying goodbye, it's very hard to do. Why?"

"I just want to make sure."

"For what?"

"Our." Suga whisperd. "If there ever comes a day when we can't be together, keep me in your heart, I'll stay there forever." He said.

"Hyung.."

"Do you wanna keep that promise?"

"Yes, I do."

.

.

To be continued

Please comment and review, don't be silent reader :)