WAAAAHHH MAAF TELAT UDATEEEE!
KARENA SAYA ADA UAS DI SEKOLAH SAYA JADI SAYA GA UPDATE CEPET, HIKS, MAAFFFF :'( :'(
TAPI SAYA SEKARANG UDAH MUNCULLLLL!
Dan fic yang lain juga lagi on-going ;D
Oke dehhh. Vocaloid bukan punya saya.
Start!
Eight Two, Unite!
4 : Ciee Ada Lomba Nih Yee
.
.
.
.
.
.
Tiga hari setelah itu, keadaan kelas berlangsung seperti biasa. Lui si anak baru juga diperlakukan seperti dia sudah berada di Cryptoloid dari kelas 7. Semuanya rame, berisik, dan seru.
Tapi...
- Rin's POV -
Yeahh! Jam pertama yang harusnya fisika diganti jadi homeroom time~! Hohoho! Aku dengar sih katanya ada pengumuman lomba 17 Agustusan. Opa Gakupo masuk ke kelas dan menyuruhku dan Len untuk mengumumkannya. Len mengambil kertas dari opa dan membacanya.
"Jadi... Nanti ada lomba namanya 17 Ag... Eh. 17 bulan kedelapan-an." katanya. Halah, bilang aja kaga mau ngomong Agus!
"Gue bakal ngumumin nama-nama lombanya, yang berminat di salah satu lombanya angkat tangan yak. Si Monot soalnye mau nulis di papan tulis." katanya cengengesan. Langsung aja aku lempar spidol ke kepala Len. Dia marah terus lemparin spidolnya balik, eh tapi langsung kutangkep. Gak kena yeee.
"Balap karung."
Meiko angkat tangan.
"Lomba makan kerupuk."
Rinto angkat tangan.
"Lomba ambil koin dari duren yang udah dikasih saos tiram."
Anjir, lomba apa-apaan tuh? Kenapa Miki angkat tangan!
"Lomba bakiak, tapi 3 orang."
Neru sama Ted angkat tangan bersamaan, tapi disusul Rui. Aku merasa Teto lagi nge-glare ke Neru.. Entah apa maksudnya arti glare itu.
"Lomba bikin so'un.. 2 orang."
So'un...? Betewe Miku dan Teto angkat tangan.
"Lomba nyanyi sambil nulis nama pake... Hah! Pake... pantat.."
Ini lomba apaan lagi... Betewe, si Piko yang nyadar kalo dia berpantat bohay langsung angkat tangan.
"Lomba panjat pinang, 5 orang!"
Ada Kaito, Mikuo, dan Lui. Hmm... Kurang 2 orang...
"Yah, kurang dua orang. Kalo gitu..." Len langsung nyamber spidol dari tanganku dan menulis sesuatu di bagian peserta lomba panjat pinang.
"Kalo gitu, gue sama Rin bakal ikut panjat pinang." mataku melebar.
"APAAN! GAK GAK MAU GUE! GUE CEWEK SENDIRI TAU GAK?" teriakku.
"Iya gue tau lu cewek sendiri! Bodo amat~ eh opa, nih para pesertanya ya! Gak bisa diganggu gugat~" kata Len dengan santai. Opa mengangguk dan mencatat semuanya.
Catatan kalo udah pulang sekolah: ratain Len.
"Yang lain jadi pendukung ya, support kita oke! Oh ya, pemenang dari lomba ini katanya bakal dikasih paket liburan ke Indonesia dan ujian akhir semesternya bakal dibatalin, khusus untuk kelas yang menang saja!" seru Len. Seisi kelas langsung mengangguk setuju. Pasrah, aku menghela nafas dan mengikuti saja permainan Len.
"Kelas 8-2 harus menang ya! Kita gak boleh kalah! Go 8-2!" seruku juga sambil meninju udara. Dan semuanya berteriak 'Yosh!' serempak.
Kelas ini... Baru pertama kali ketemu aja langsung kompak. Oke, gak boleh kalah nih!
- Normal POV -
"Ketua kelas Reiii! Kita udah dapet infonya!" seru Lola yang berlari menuju kelasnya, 8-1, bersama Leon yang baru saja menguping di 8-2.
"Bagus, jadi yang pada ikut lomba itu kira-kira ahli gak? Dan kembaran gue si Rui itu ikut lomba apaan?" tanya Rei yang sudah selesai menulis sesuatu.
"Kayaknya sih pada payah dibandingkan kita. Rui ikut lomba bakiak bareng Neru sama Ted." jawab Leon. Rei mengangguk.
"17 Agustus itu besok lusa lusa lusanya lagi, jadi hari ini dan besok dan besok kalian semua di 8-1 harus latihan! Oke! Demi liburan gratis dan gak ada ujian!" seru Rei. Sekelas langsung bersorak dan berhamburan keluar kelas entah mau ngapain.
'Hehehe... Rui Kagene... Lo udah ngalahin ranking gue. Lo udah ngalahin kepopuleran gue. Sekarang, bakal gue kalahin kelas lo. Liat aja...' gumam Rei dengan seringai liciknya.
- Esok Lusalusalusa-nya~ -
Para murid-murid Cryptoloid yang semuanya memakai baju merah putih sedang berdiskusi di kelas mereka masing-masing, tapi mari kita intip 8-2~
"Meiko! Persiapan lompat-lompat buat balap karung udah belom!" tanya Rin tegas.
"Udah dong! Gue calon Bugs Bunny tulen nih!" jawab Meiko bangga.
"Rinto, siap gak nanti makan kerupuk?" tanya Len.
"Udah, kemaren gue udah latihan kok di warteg deket rumah gue!"
"Miki, lo siap gak nanti ambil koin di duren?" tanya Rin.
"Siap sih... TAPI GIMANA CARANYA NGAMBIL KOIN KALO DURIANNYA ITU BERDURI?" kata Miki frustasi. Siapa suruh angkat tangan waktu itu...
"Neru, Ted, Rui! Siap ber bakiak ria?" tanya Len.
"Siapp~"
"Miku en Teto, siap buat so'un?"
"IYAAAA"
"Piko? Nyanyi dan nulis nama pake pantat?"
"Siap! Pantat gue hari ini lagi bohay maksimal nih!"
"...serah lo..." kata Rin.
"Kaito, Lui, Mikuo, Rin! Lu pada siap panjat pinang?"
"Siap bos!"
"Oke, 8-2 bisa apa enggak?" tanya Len keras.
"BISAAAA!" teriak seisi kelas kompak.
'Seluruh murid dipersilahkan menuju ruang lomba terbuka, untuk menghadiri lomba balap karung!' perintah sang kepala sekolah.
"Tuh ayo kita pergi! Meiko, gud lak!" kata Miku senang. Meiko mengacungkan jempol.
.
.
.
.
Meiko memakai karungnya dan memfokuskan dirinya untuk bersiap lompat, bersama dengan lawan-lawannya: 8-1, 8-3, 7-1, 7-2, dan 7-3 yang nanti juga akan menjadi lawan 8-2 di lomba-lomba selanjutnya.
Sang kakak-kakak kelas 9 tidak bisa ikut lomba 17 Agustusan karena ada ujian nasional nanti, tetapi hari ini mereka semua pergi ke suatu tempat.
"Siap..." aba-aba sang wasit sekaligus guru olahraga Cryptoloid, Greyson Chance, sambil mengacungkan pistolnya kearah udara.
"MULAI!" DOR! Pistol ditembakkan dan para pebalap karung langsung meloncat. Meiko yang kelihatannya meloncat palinggg ekstrim.
"MEIKO GO MEIKO GO MEIKO GOOOOO!" sorak SeeU dan Yuki, sambil menggoyang-goyangkan pom-pom mereka. Dari balik pohon, seseorang tertawa jahat. 2 pengikut setianya, Leon dan Lola ikut tertawa jahat. Siapa lagi kalau seseorang tadi yang tertawa jahat itu bukan Rei?
"Lola, Leon! Sudah kalian pasang 'jebakan' itu?" ucap Rei. Lola dan Leon mengangguk senang. "Iyadong~!" jawab mereka.
Meiko meloncat-loncat hepi. Soalnya dia itu paling depan, mendahului semua peserta lain. Disela-sela meloncat, tiba-tiba...
BLENYEK
'Loh kok gue gak bisa lompat...?' gumam Meiko. Dia melihat kearah tanah yang sedang dia tempati dan tahunya...
"ANJEEENGGGG! WOOY SIAPA NIH YANG TARUH LEM KECOAK DISINI?' jerit Meiko, tapi rupanya sang wasit mengacuhkannya. Rin panik, dia langsung narik-narik lengan baju Len. Len malah juga udah panik.
"Gawattt! Kalo Meiko tetep kejebak kayak gitu, dia bakal diduluin sama yang lain! Len, gimana dong nih!" rengek Rin.
"Rin, lu tau gak nama bokap Meiko?" tanya Len.
"Tau, Joko." Len berlari menuju garis finish dan menarik nafas banyak-banyak dan...
"WOOOOY! JOKO KOK LONCATNYA LAMA BANGETTT?" teriak Len. Telinga Meiko membesar dan mukanya memerah karena marah, dan muncul tanduk di kepalanya.
"Lo. Bilang. Apa. LEN KAGAMINEEEE!" jerit Meiko yang langsung melompat ekstrim bangetbangetan menuju Len yang ada di garis finish. Meiko-pun udah nyampe di garis finish. Len menitikkan air mata bahagia. Meiko nge-smack down Len.
"Pemenangnya... 8-2!"
"WOOOOHOOOOOOO!" teriak para 8-2, terutama Rin. Rin langsung menghampiri Len yang lagi babak belur dan gak berdaya di garis finish.
"Good job kapten. Kita hargain pengorbanan elo." kata Rin sambil hormat ke Len. Len mendengus.
"Gue belom mati, dan lain kali gue gabakal mau ngorbanin diri demi Meiko!" gerutu Len.
Rei melotot melihat keadaan itu dan mengacak-acak rambutnya. Leon dan Lola hanya terpelongo indah. Lem kecoa kayaknya kurang kuat untuk Meiko... Plan failed!
'Oke, anak-anak! Sekarang lomba kedua, lomba makan kerupuk! Silakan ke area selanjutnya!' perintah Logan. Kaito menepuk pundak Rinto.
"Nto! Giliran lu tuh, berjuang ye!" kata Kaito menyemangati Rinto. Rinto cengengesan.
"Pastiii~" jawab Rinto sambil hormat ke Kaito.
Sesampainya di arena lomba makan kerupuk, Rinto melihat seorang gadis berambut honey blonde yang agak panjang diikat ponytail sedang mengamati anak-anak yang tengah bersiap untuk ikut lomba makan kerupuk. Seketika saja jantung Rinto berdegup kencang.
'A-ada Lenka! Lenka Kaganemi! Anjiir! Dia lagi ngeliatin orang-orang lomba makan kerupuk! Dia bakal ngeliatin gue juga dong entar! YEEESSS!' pikir Rinto senang. Dia langsung dengan pede-nya berjalan masuk ke arena dan kebetulan, Lenka melihatnya.
"Rinto-chan! Semangat yaa!" sorak Lenka. Muka Rinto langsung memerah.
"E-eh.. Iya!" dan naiklah tingkat kepedean Rinto lagi. Tapi dia sempat terpikir, kenapa dia musti dipanggil pake -chan?
Tangan Rinto diikat oleh sang wasit, begitupun semua pesertanya. Rinto langsung ngehadap kerupuk yang ada diatasnya.
"Agak tinggi... Tapi keliatannya kerupuknya enak.." ucap Rinto.
Sekali lagi, dibalik pohon, Rei melihat Rinto yang sedang bersiap-siap.
"Rencanaku kali ini gak boleh gagal! Semoga Lola bener deh beli kerupuknya..." ujar Rei pelan.
"1...2... MULAI!"
Rinto menggigit kerupuk itu dan...
JDERRRRRRR
"Wanjwiirr! Kewrupwuknya awlottt! Woyyyyw!" kata Rinto kesakitan. Wasit juga lagi-lagi bodo amat, alias lagi twitteran pake blekberi-nya. Follow ya semuaaa: (at)Gr3ys0ncLalUd1siNi okeee!
"Aduh! Kok bisa Rinto gak makan-makan? Dia kenyang?" tanya Mikuo panik yang belom tau kalo kerupuk yang Rinto makan itu alot super.
Seketika imej Lenka terlintas di pikiran Rinto, dan Rinto-pun melirik kearah Lenka.
Lenka memerhatikannya.
'UWOOOO! LENKA NGELIATIN GUEEE! GUE HARUS MENANGG!' pikirnya, lalu dia telen kerupuk itu semuanya sekali telen.
"Pemenangnya... 8-2!"
"UHUUUYYYYY!" sorak 8-2, masih belom menyadari kondisi Rinto yang lagi megap-megap kesedek gara-gara nelen kerupuk alot yang segede gaban.
Lenka menghampiri Rinto yang terkapar indah dan langsung memberinya air minum, dan Rinto langsung saja meminumnya.
"HFWUAHH! T-thanks ya Lenka minumannya," kata Rinto yang masih ngos-ngosan. Lenka tersenyum.
"Apa sih yang enggak buat sahabat masa kecilku~?" kata Lenka manis. Degh. Jantung Rinto berdegup kencang dan mukanya jadi merah semerah sambel mie ayam deket masjid komplek rumah author.
'Anjiirr! Jangan-jangan Lenka suka sama gueee! Wihiiyy~' sorak Rinto dalam hati dan langsung pingsan ditempat, menyebabkan Lenka panik level 109.
Back to topic...
Rei menggerutu kesal. Plannya lagi-lagi ga? Gal...
'Para peserta lomba ambil koin dari duren yang udah dilumurin saus tiram dan para penontonnya, silahkan menuju area selanjutnya!'
"Miki-chan, giliranmu tuh..." ucap Haku pelan. Miki merinding.
"A-a-aku ba-baru inget... Ka-ka-kalo a-a-aku fo-fobia... Duren..." kata Miki gemeteran. Seisi 8-2 membatu shock. Tapi cuman Haku yang facepalm.
'Mampus... Siapa suruh waktu itu angkat tangan.' gumam Haku.
"Udah suruh ambil koin di duren penuh saus tiram, gue gak dibayar lagi. Anjir..." gerutu Miki. Teto menaikkan alisnya.
"Eh, Miki itu matre ya?" tanya Teto ke SeeU. Maklum, Teto gak sekelas sama Miki pas kelas 7.
"Banget bangetan. Matreee banget. Emang kenapa?" tanya SeeU balik. Tiba-tiba muncul bohlam di atas kepala Teto.
"AHA!" soraknya.
"Teto? Bohlam gue kenapa ada di kepala lo?" tanya Ted bingung. Teto jadi agak kaget.
"BERISIK! SAPE SURUH LU TARUH BOHLAMNYA DI KEPALA GUE! PERGI SANA!" jerit Teto. Ted mundur ketakutan. Si labil Teto...
Tangan Mikipun diikat, begitupun juga yang lain. Miki pun lalu melihat beberapa koin yang sudah tertancap di duren yang udah dilumurin saus tiram. Ew.
Sekarang, Rei bersembunyi di balik dinding. Dia menyipitkan matanya. 'Semoga sekarang plan gue berhasil..!' gumamnya.
"Dan... Mulaai!" Miki memejamkan matanya dan menggigit salah satu koin yang terjebak di duren dan terlumuri saos tiram. Matanya melebar ketika merasakan cairan hitam yang diketahui 'saos tiram' itu sebelumnya olehnya.
Ternyata..
"WADEFAAKKK! PAIT! INI MAH NAMANYA OLI, BUKAN SAOS TIREMM!" teriak Miki frustasi. Tapi gaada wasit yang peduli. Parah...
"Aaa! Aku keabisan ide! Seseorang tolong Miki!" jerit Rin panik. Teto yang emang daritadi udah punya rencana, langsung teriak:
"Mikiiii! Itu koin 500 Yen loh! Bayangin, ada 10 koin 500 Yen! Lo bakal jadi kaya berapa yen!" teriak Teto. Miki yang mendengarnya jadi diem.
500 Yen X 10 koin = 5000 Yen
Mata Miki langung berkelip-kelip. 'ANJIR LUMAYAN DAPET UANG JAJAN GRATIS!' pikirnya. Dengan kecepatan kilat, semua koin Miki ambil tanpa peduli ada rasa oli dan fobia duren menghantuinya.
"Pemenangnya, 8-2!"
"YIIIIHAAAAAAA!" sorak 8-2 lagi, dan Miki jingkrak-jingkrak karena dia dapet 5000 Yen. Lumayan kan buat beli manga henta-ahem, manga pribadi buat Miki.
Tiba-tiba sebuah petasan meledak, dan para murid-murid langsung kaget dan melihat kearah sumber suara.
"Ini dari pihak kelas 8-1! Murid-murid 8-2 harus berserah diri dan mengalah kepada kelas yang lainnya untuk menang!" kata salah satu cowok dari beberapa banyaknya murid yang lain.
...
"Maksud lo apaan sih?" tanya Teto yang gak ngerti maksud mereka apa, alias tablo.
"Kejaaarr!" kata salah satunya dan mulai mengejar anak-anak 8-2. Sontak Len langsung memerintahkan, "Kabur, lari! Terus sembunyiii! Jangan ampe lo semua ditangkep mereka!"
Lalu semua anak 8-2 ngacir.
"Agh! Maunya 8-1- itu apaan sih? Emang kita kenape? Gak ngerti gue!" protes Rin sambil berlari entah kemana.
"Woi! Janga kabur loooo!" kata seorang cowok yang lagi ngejar Rin. Rin panik. Rin menambah kelajuan berlarinya, eh taunya... Ternyata udah gak ada jalan lagi. Lorongnya udah sampe di dead end.
'Mampus gue...' gumam Rin panik. Tapi sebelum dia bergerak lagi, ada yang menarik tangannya sehingga dia masuk kedalam suatu ruangan.
"S-siapa lo!" kata Rin berusaha waspada. Di dalam ruangan itu gelap dan sempit, bisa dirasakan kalo dia cuman berdua sama seseorang didalam ruangan itu.
"Sst! Diem! Nanti ketauan!" bisik orang itu. Rin berhenti dan memproses suaranya. Macem Rinto, tapi bedanya suara yang ini lebih kekanakan.
Langkah kaki tadi berlari menuji dead end yang baru saja dilewati Rin, kemudian langkah kaki itu berhenti.
"Loh? Kemana orangnya? Tau ah..." kemudian langkah kaki itu pergi dan menjauh. Rin dan seseorang itu menghela nafas lega. Tapi saking jaraknya kedeketan, nafas mereka saling menyerang leher masing-masing. Alhasil pada kegelian deh.
"W-woi! Lo siapa sih! Geli tau nafas lo!" kata Rin sambil menahan mukanya yang memerah.
"Gue Len.. Nafas lu juga geli woy. Masih untung lu gue selametin! Kalo gak lu ketangkep dan kita kalah!" kata Len yang memerah juga. Sayang, karena gelap banget jadi mereka gak bisa ngeliat muka satu sama lain.
"Kalah? Maksud...?" tanya Rin.
"Sebenernya ini tuh salah satu dari lomba, tapi ini lomba dadakan. Namanya 'Chase and Win'. Salah satu kelas yang udah dipilih sama kepala sekolah harus ngejar dan nangkep murid-murid kelas yang selalu menang di pertandingan. Pokoknya, satu murid aja yang ketangkep, satu kelasnya bakalan langsung kalah instan, dan kelas yang ngejar itu bakal menang. Durasi lombanya 30 menit." jelas Len panjang lebar.
"Oh gitu, tapi kok gue gak pernah denger?"
"Seinget gue, pas lu masih kelas 7 dan mau ada Chase and Win, lu mules-mules dan akhirnya lu pulang."
Masuk akal juga...
"Keluar yok. Males nih gue, panas en sempit." dengan begitu Rin keluar dan meregangkan tangannya, begitu juga Len.
Tiba-tiba aja, handphone Len berbunyi dan itu pertanda ada telepon. Len angkat aja tuh telpon.
"Yo, halo?" sapa Len.
"Len! Gawatt!" pekik orang yang ada di seberang sana. Sepertinya itu Mikuo.
"Ha? Kenapa Mik?" tanya Len.
"Tadi.. Pas gue sama Lui dikejar-kejar sama salah satu anak 8-1, gue diselametin sama Miku dan dibawa ke ruangan rahasia, tapi Lui enggak! Dan sekarang Lui lagi dikejar! Dia masih anak baru dan belom kenal gedung Cryptoloid!" kata Mikuo panik. Iya sih, gedung Cryptoloid itu luas dan besar jadi butuh seminggu untuk anak baru menghafalnya satu persatu arahnya.
Rin yang mendengar itu, langsung panik sendiri. Ngedenger Lui lagi dalam bahaya aja udah bikin dia panik abis-abisan. Dia langsung aja lari
"Rin! Mau kemana lu!" sahut Len.
"Mau ngebantu Lui! Duluan ya!" sahut Rin balik dan meninggalkannya.
Len tertinggal dan merasa lagi-lagi dadanya yang seperti ketimpa jemuran emaknya yang bejibun baju-baju yang bertengger. Dia menggeleng dan langsung mengejar Rin.
'Cih, kayaknya gara-gara Kaito sering tabok dada gue, jadi gini nih... Sakit tiba-tiba dada gue!' pikirnya sambil membentuk muka ' -,- '
Tapi, apakah itu benar? WAYOLOO.
A/N: End! Itu ada POV pertama, yaitu POV-nya Rin! Horeee! Siapa ya POV kedua? Daku? *dihajar*
Sekarang balas review!
Rein Yuujiro: Saya keren...? *pasang kacamata item* *pose*
Emang ya nama bapak Rin gaul en unik, itu berdasarkan real story loh :') tapi itu bukan nama bokap ane...
ASIK ASIK DI FAVEEEE IHIII, makasih ya ripiunyaaa :* :*
Ruuya-tan: ENTAHLAH SAYA JADI FUJO NIH HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAtapi dikit... iyaaa ini saya lagi nulis fic yang lain kok, btw thanks for yur rifiuuu :3 ;D
Chiao-chan Kumikawa: Kalo gitu lain kali Kaito di sate deh... tapi entar takutnya Len diaduin ke Kak Seto :( (?) iyaaaaggghh sama-sama yaaaa~~ en thengks buat reviewnya ^^
Kuro 'Kumi' Mikan: K-kocak? Saya kira... jayus... emang ya sekolah di Indonesia itu unik, sekolah luar negri ngatain nama ortu juga gak ya o.o betewe xiexie yaaa reviewnyaaaaaaaaaaaaaaa~
Hika without 'Ri: Nah itu yang bakal jadi tebak-tebakan buat readers, bisa jadi Lui suka, bisa jadi Lui benci, atau... entahlah ._. pasti akan diupdate cepet, makazih yah reviewh nyah ;)
Dio anime lover: Hohoho nama yang langka kan! XD
Makasih yaaa para readers dan reviewers yang udah naikkin semangat juangku. !
Until next chappie, jangan lupa...
RII FII UU~!
