Disclaimer © Masashi Kishimoto
Story © Punya Kika
Pair © Uchiha Sasuke, Hyuuga Hinata
Rated © T
WARNING © OOC akut, typo, alur cepat dan teman-temannya.
Summary © Sebuah cerita tentang adek kelas.
Don't Like Don't Read
.
.
.
-Adiks-
"Picture"
.
.
.
Entah sudah berapa kali Hinata memaksa Ino untuk menunjukkan surat yang dibawa adiks Sasuke tapi bukan Ino namanya kalau tidak mampu mempermainkan hati orang lain, termasuk temannya sendiri.
"Udah pada lupa cara diem ya?" sahut Shikamaru kalem karena merasa tidur pagi menjelang siangnya terganggu.
"Tuh kan, kamu sih. Kita dimarahin deh" kata Ino manyun.
"Abisnya kamu juga sih berbelit-belit" kata Hinata nggak kalah manyun.
Ino merogoh saku kemejanya dan membuka amplop berwarna putih berisi surat pemberian adiks Sasuke. Mata Hinata menangkap pemandangan aneh pada surat misterius tersebut.
Sejenis stempel warna biru.
'Udah jelas bukan surat cinta. Mana ada surat cinta pake stempel OSIS gitu -,-' batin Hinata dongkol.
"Nih.." kata Ino menyerahkan surat tersebut pada Hinata.
"Oh, SK Kepanitiaan ya" kata Hinata ngangguk-ngangguk bego sambil membaca perihal yang tertera pada surat tersebut.
"Koordinator divisi danus?" tanya Hinata saat melihat nama Ino menyandang keterangan sebagai koordinator divisi danus.
"Koordinator divisi dana dan usaha. Artinya, selama kepanitiaan ini berlangsung Yamanaka Ino dan anggotanya akan bertanggung jawab mengenai dana" kata Ino menjelaskan sambil mengambil kembali suratnya.
'Adiks Sasuke ada di bagian anggota divisi acara' batin Hinata yang sempat melihat ada nama adiks Sasuke di dalamnya.
"Kepanitiaan apa emangnya?" tanya Hinata yang masih dilanda kebingungan mengekor Ino kembali ke bangku mereka masing-masing.
"Kepanitiaan acara yang lebih mirip kayak festival sih. Acara ini baru dilaksanakan tahun ini dan pencetus serta pemikir konsep ini adalah dia.." kata Ino sambil menunjuk Shikamaru yang benar-benar menikmati tidurnya.
"Oh, dia emang bisa diandalin yah. Nah, terus-terus, konsep acaranya gimana tuh?" lanjut Hinata yang masih penasaran.
"Jadi, acara ini adalah gabungan kepanitiaan yang terdiri dari beberapa siswa perwakilan kelas X dan XI yang anggota OSIS. Sejenis acara seru-seruan yang pastinya lain dari sekolah yang lain. Dan sekedar info, malam puncak kegiatannya bakalan diadain malam hari" lno mengakhiri penjelasannya sambil meregangkan kedua tangannya.
"Hummmm, terus adiks Sasuke bakalan ngapain aja?" tanya Hinata yang tambah kagum dengan adiks Sasuke. Hanya beberapa siswa kelas X yang dipilih dan adiks Sasukenya termasuk salah satunya.
"Ngapain ya? Intinya dia nggak bakalan berada di divisi acara kalo dia nggak bisa menghadirkan sesuatu yang bisa bikin acara makin meriah" kata Ino mendekatkan wajahnya pada Hinata sambil mengedipkan matanya. Jelas saja, cara ini Ino lakukan untuk mengundang rasa penasaran Hinata.
Hinata merasa sedikit iri dengan teman-teman sekelasnya yang lain. Contoh gampangnya adalah Ino, Sakura, Shion dan Matsuri, mereka semua tergabung dalam kepanitiaan acara yang mengusung tema 'KHS punya cerita, cinta dan pesta'.
'Tiap hari pasti ketemu adiks tuh'
.
.
.
Waktu telah menunjukkan pukul 12 siang. Koridor, pelataran, tepi lapangan dan sisi taman KHS yang tadinya sunyi senyap bak arena uji nyali kini berubah menjadi riuh gemuruh ngalahin pasar sore deket rumahnya Gaara.
Sasuke bersama teman-temannya memilih nongkrong di pelataran salah satu gedung pusat kegiatan KHS sambil membahas tugas dan event yang akan mereka gelar dekat-dekat ini.
"Ya ampun, kejedot dimane lo?" tanya Sasori ke teman sebangkunya. Meski wajah Sasuke udah cakep dari sononya tapi Sasori tetep ngerasa aneh aja gitu ngeliat benjolan unyu di dahi temennya.
"Kejedot bego, digampar pintu" jawab Sasuke sekenanya.
"Udah lo obatin belom luka lo?" tanya temen Sasuke yang satunya, Deidara, prihatin coy. Namanya juga temen, ya kan.
"Lo sejak kapan jadi sweet gini sih ke gue?" tanya Sasuke memandang aneh ke Deidara, takut-takut Deidara memang adalah pecinta sesama spesies. Ihh, apa banget dah.
"Lo bikin salah apa sih sampe digampar gini?" Sasori nggak tahan untuk nggak kepo. Sebenarnya kan nggak digampar, cuma nggak sengaja doang ya kan?
"Nggak, gue nggak salah apa-apa. Gue cuma bawa surat disuruh sama si Ketos, siapa sih namanya, Yahiko apa Nagato ya?" tanya Sasuke pada dirinya sendiri.
"Anak mana yang ngegampar lo, bro? Harus dikasi pelajaran tuh anak" Sasori sedikit emosian. Nggak rela temennya bonyok tanpa ada salah.
"Ntar gue kasi liat, tiap hari juga tu anak nongol di sekitar sini" kata Sasuke melirik ke sana kemari.
Hinata, Gaara, Kiba, Shino dan Sai jalan bareng keluar kelas menuju destinasi masing-masing. Hinata bakalan otw kantin mengisi BBM (Bahan Bakar Makanan), Gaara yang kebetulan laper juga pengen nyambar ke kantin sekalian nemenin Hinata, daripada Hinata makannya solkar (solo karir) mending ditemenin Gaara. Secara, tampangnya tuh beby kan nggak malu-maluin diajak jalan. Shino bakalan menuju ke kantornya alias lab biologi dan nongkrong bersama spesiesnya disana. Sedangkan Kiba dan Sai punya urusan pribadi. Mandi bareng kali ya.
"Ah, ngantuk banget jam segini. Mana laper lagi, pengen boker pula. Prioritasin yang mana dulu nih.." sahut Gaara dengan jujur sejujur-jujurnya.
"Hidup kamu kapan benernya sih" balas Hinata geleng-geleng.
"Ntar malem nongkrong sambil bikin tugas di Ichiraku Kafe yok" ajak Sai.
"Ah, ogah gue. Tugas nggak pernah beres kalo gue bikinnya sama lo" Kiba nyahut nggak pengen join.
"Dih, apalagi gue. Ntar dikiranya homoan sama ni anak kan hancur image keren gue" Gaara pun menolak.
"Kalo gue-"
"Shino, lo nggak perlu nyahut. Gue ngerti kok agenda lo tiap malem. Kita nggak akan ngomongin serangga lo, oke?" potong Sai pada pembicaraan Shino yang belum lengkap (?)
"Hinata gimana?" tanya Sai pada satu-satunya perempuan diantara mereka.
"Kayaknya nggak deh. Pengen tidur manis dulu ntar malem" kata Hinata membayangkan tidurnya yang tidak pernah tenang. Ah, kepikiran adiks mulu -,-
Di sela-sela obrolan kosong nan garing diantara kelima insan muda tersebut, 3 pasang mata tengah memperhatikan mereka.
"Nah, itu orangnya" tiba-tiba Sasuke nyahut sambil menunjuk dengan lirikan matanya yang menarik hati dan senyumannya yang manis syekaleehhh.
"Yang mana? Ibu-ibu cleaning service? Salah lo kali yang nginjek lantai yang abis doi pel sebelum lantainya kering" Sasori nyolot menyalahkan Sasuke tapi emang bener banget. Ibu-ibu cleaning service di KHS tuh terkenal anarkis abis. Nggak segan-segan mukul siswa pake sapu kalo salah-salah tingkah. Salah tingkahnya ya bisa kayak buang sampah sembarangan, nginjek lantai basah yang meninggalkan cap sepatu, dan lain sebagainyalah.
"Yaelah, bukan kamvret...yang disono..." kembali Sasuke mengarahkan kepalanya ke arah Hinata dkk yang sedang berjalan sambil ngobrol dan terlihat cekikikan.
"Itu, bapak-bapak yang jual stiker? Lo sih yang nggak beli stikernya" kali ini Deidara pun mengalami hal yang sama dengan Sasori. Wrong direction alias salah arah.
"Oh,God. Itu yang disana, yang jalan kesini, yang 5 orang noh" Sasuke pun naik pitam nggak tahan dengan Sasori dan Deidara yang lagi bego berjamaah.
"Ha? 4 cowok kakak kelas itu yang nyerang lo?" tanya Deidara yang udah nemuin objek yang sedari tadi ditunjukkan oleh Sasuke.
"Satu orang doang kok" jawab Sasuke memperhatikan Hinata yang berjalan sambil menunduk.
"Itu kan Sai? Kakak kelas sekaligus ketua klub seni gue di SMP dulu. Dan yang satunya juga, kalo nggak salah namanya Inuzuka Kiba, ketua klub animal lovers dulu" sahut Sasori.
"Kenal mereka?" tanya Sasuke sambil menatap Sasori.
"Kalo yang senyumnya murahan dan muka-muka anjing itu gue kenal. Lainnya gue nggak tahu. Kakak kelas gitu loh. Mana gue tahu" kata Sasori.
"Terus yang nonjok lo yang mana? Kalo Sai atau Kiba, gue nggak mau ikut campur deh" lanjut Sasori mengakhiri penjelasannya.
"Bukan mereka tapi yang di belakang itu, yang kecil" mata Sasuke tetap fokus pada Hinata yang sedang merogoh saku roknya.
"Yang kecil? Disono nggak ada cowok kecil. Pada body tukang gali sumur gitu" sahut Deidara tak melihat penampakan perawakan cowok kecil. Meskipun Gaara yang paling imut dan unyu tapi itu di muka doang sis, kalo masalah body mah. Duhhhh, bawannya pengen jerit aw aw aw aja deh...,
"Sai..." suara Sasori terdengar nyaring memanggil nama Sai.
Di ujung jalan, Shino pamitan ke temen-temennya. Sai melambaikan tangan dan menuju ke tempat Sasori.
"Ma-mau kemana?" tanya Hinata yang menyadari keberadaan adiks Sasuke yang tak jauh di depan sana. Hinata nggak siap berhadapan dengan adiks pasca insiden pintu.
"Ketemu adek kelas sekaligus temen lama. Ayo" Sai memimpin jalan. Hinata mengekor di belakang Sai, disusul Gaara dan Kiba yang ikut arus.
"Pacarnya ya? Manis banget" ucap Sasori sambil menjabat tangan Sai. Tipe-tipe adiks kurang ajar tapi ya Sasori dan Sai kan udah kenal lama dan nggak tahu kenapa tiba-tiba aja adiks Sasuke langsung menatap wajah Hinata dan Sai bergantian.
'Pacarnya?'
"Bukan. Temen sekelas" jawab Sai.
'Oh'
Sasuke menghembuskan nafas kemudian mengubah pandangannya ke arah lain. Sasuke tidak ingin terlibat percakapan membosankan dari pertemuan dua orang teman lama. Meskipun ada Gaara yang Sasuke kenal sebagai kakaks kelas tapi Sasuke tidak begitu berminat berbicara untuk saat ini.
"Yang manis ini namanya Hyuuga Hinata" kata Sai sambil menunjuk Hinata dengan gerakan kepalanya. Hinata membungkuk pelan sambil tersenyum.
"Yang agak kecut ini namanya Gaara dan yang paling hambar ini namanya Kiba" lanjut Sai mengabsen satu per satu temannya.
"Halo, Kaks. Aku Sasori anak kelas X.1" kata Sasori membungkukkan badan.
"Aku Deidara dan yang agak bisu ini namanya Uchiha Sasuke" kata Deidara sambil merangkul Sasuke untuk mengajaknya membungkuk.
'Mampus gue. Dia udah tau nama gue dan tadi gue nginvite BBM dia -,-. Malu banget sumpah. Dibatalin juga sayang banget, duhhh!' batin Hinata berontak saat Sai pamitan pada Sasori dkk untuk kembali ke tujuan utama mereka, kantin.
Kembali ke tongkrongannya Sasuke~
"Kayaknya kita lupa sesuatu deh" ujar Deidara memegang dagunya sok berpikir.
"Astaga. Jadi yang ngegampar lo siapa?" tanya Sasori yang telah kembali ke laptop.
"Udah basi" jawab Sasuke beranjak meninggalkan tempatnya.
.
.
.
Pulang Sekolah.
Seperti suasana pulang sekolah pada umumnya, dipenuhi oleh rasa riang gembira, bahagia, dan terasa lepas dari jeratan kenangan mantan. Bebas aja gitu rasanya.
Sudah 5 menit berlalu. Hinata masih betah di parkiran dan neduh di bawah pohon rindang. Hinata bisa saja langsung pulang karena sepedanya bebas tanpa ada yang menghalangi tapi namanya juga lagi jatuh cinta. Rela nunggu yang nggak pasti. Hinata misalnya, ia menunggu kedatangan adiks Sasuke. Siapa tahu bisa kayak kemarin yang sepedanya dikeluarin sama adiks Sasuke.
"Padahal motornya masih ada disana" kata Hinata memandang motor adiks Sasuke. Sumpah, Hinata udah hafal nomor plat motornya adiks.
"Hai Kakaks..." sapa seorang adek kelas yang ditemui Hinata tadi siang.
'Temennya adiks nih. Si sasori'
"Hai, Sasori" sapa Hinata ramah.
'Pengen nanyain adiks Sasuke ntar dikirain aku suka lagi sama adiks Sasuke, padahal aku emang lagi suka banget'
"Nungguin siapa, Kaks?" tanya Sasori merogoh kunci motornya di saku celananya.
'Sebenernya sih nungguin temen sekelas kamu yang ngeselin tapi ngangenin itu'
"Nungguin temen nih"
"Oh yaudah. Balik duluan ya, Kaks" dan si Sasori pun berlalu.
Kling.
Suara pemberitahuan pesan BBM.
"Ngirim gambar apa lagi nih anak" tanya Hinata pada dirinya sendiri saat mendapati pesan BBM Ino yang mengirimkan sebuah gambar.
1 detik berikutnya.
"Ihhh, manis bangeeet sihhhh.." kata Hinata tidak sadar saat melihat foto adiks Sasuke yang sedang serius mendengarkan ceramahnya si Ketos, Yahiko.
"Mereka lagi rapat ya" kata Hinata lagi-lagi pada dirinya sendiri saat membaca kepsyennya Ino yang mengatakan 'lagi rapat panitia. Ada adiks nih'
Musnah sudah harapan Hinata untuk dikeluarin sepedanya sama adiks. Dengan wajah kusut dan langkah lemah, Hinata mengakhiri penantiannya di parkiran dan mengambil sepedanya. Menunggu adiks selesai rapat bisa sampe sore dan perut Hinata sudah berontak seperti hatinya. Bedanya, perut Hinata berontak minta diisi makanan kalo hatinya minta diisi oleh cintanya adiks Sasuke. *apppaaaahhhhhhh.
.
.
.
Sekitar pukul 7 malam. Hinata telah menyelesaikan urusannya dengan mandi dan makan malam. Tidak ada PR atau sejenis kuis untuk besok di sekolah jadi Hinata memutuskan untuk rebahan di kasur sambil main hempong.
Makanan dan musik favorit. Selamat tinggal dunia.
"Hari ini ada apa aja ya..." kata Hinata sambil membuka news feed BBMnya.
Pertama, ada foto anjing kesayangannya Kiba, si Akamaru, lagi berenang di kolam renang keluarga Inuzuka.
"Hihi, lucu banget. Gemes ih" kata Hinata mengomentari.
Kedua, update-an dari seorang Haruno Sakura yang galau selamanya. Gadis berambut pink itu baru saja memasang status 'Diminta menceritakan sesuatu yang menarik, masa iya cerita tentang kamu'
Ketiga, ada Shino yang memasang foto lampu dengan kepsyen 'Mencari cahaya dan menghindari kegelapan'
"Ish, dasar manusia nggak jelas"
Keempat, ada status baper dari Shion. Katanya, cukup Antartika aja yang dingin, antara kita jangan.
Kelima, Uchiha Sasuke telah menjadi teman anda. 30 menit yang lalu.
"HEEEEE...?" Hinata langsung terbangun dari perbaringannya (?) saat mendapati-
"Adiks nerima permintaan guuweeehhhh?" jerit Hinata sedikit hiperbola.
Tahu reaksi Hinata selanjutnya?
YES.
YES.
YES.
Hinata lompat-lompat girang di atas kasur empuknya. Saking girangnya, Hinata tidak sadar menendang dan melempar bonekanya. Tuh anak emang gitu, seneng ato marah susah dibedain.
Setelah kehabisan tenaga lompat kesana kemari dan kehabisan barang untuk di lempar. Hinata memperbaiki duduknya, bahkan merapikan baju dan rambutnya padahal cuma mau nge-chat adiks. Mau penampilan seamburadul apa juga nggak keliatan kok. Orang Cuma nge-chat doang -,-
"Coba ah..." kata Hinata mencoba untuk nge-chat adiks.
Intinya percakapannya gini.
Hyuuga Hinata : Sankyuu.
1 menit.
Chat Hinata berstatus R dan ada penampakan sedang mengetik pesan...
'YES. Dibales' batin Hinata riang.
Uchiha Sasuke : Ini siapa?
'Eh?'
"Dia nggak tahu? Padahal tadi siang dia baru aja denger nama aku dan fotoku-" Hinata mengecek dpnya sendiri dan ternyata-
"Astaga, ternyata masih pasang gambar Pikachu" kata Hinata memarahi dirinya sendiri.
Lanjut.
Hyuuga Hinata : Aku Hinata, anak kelas XI.3, teman sekelasnya Ino.
Uchiha Sasuke : Yang mana?
Hyuuga Hinata : Yang rambutnya panjang, yang agak kecil itu, yang pake converse putih.
Uchiha Sasuke : -memasang emoticon bingung- seolah mengatakan 'yang mana? Gue nggak tahu'
Hinata nggak nyerah. Ini cara satu-satunya biar dia tahu.
Hyuuga Hinata : Yang tadi siang nabrak kamu pintu.
30 detik.
1 menit.
1 menit 30 detik.
2 menit.
10 menit.
Uchiha Sasuke : Yang mana ya? Lupa.
Hyuuga Hinata : Okok.
Dan akhirnya, percakapan menyedihkan itu berakhir dengan chat Hinata yang berstatus R alias read alias diliatin doang.
"Gapapa deh. Setidaknya dia ada di kontak BBM aku. Kalo besok-besok nggak ketemu kan bisa memastikan dia masih hidup atau nggak" kata Hinata sambil men-screenshot percakapannya dengan adiks Sasuke.
Bagi para pecinta yang berada di kasta yang sama dengan Hinata, hal-hal semacam ini merupakan kesenangan tersendiri. Ya, kesenangan tersendiri.
.
.
.
Pagi ini Hinata memutuskan untuk tidak lewat di depan kelasnya adiks.
"Nggak ada gunanya. Udah jalannya jauh, toh adiks juga nggak ngenalin aku ternyata" Entahlah, sejak menyukai adiks Hinata lebih sering ngomong sendiri.
"Jadi selama ini dia nggak tahu?" tanya Hinata pada rumput yang bergoyang sambil menendang angin. Ia sedikit dongkol kalo ingat chatnya adiks yang 'yang mana ya? Lupa'
"Hey, Hey... tumben lewat di jalan yang lurus?" tanya Sakura langsung merangkul bahu Hinata.
"Apaan sih..." kata Hinata menyenggol Sakura.
"Biasanya kan lewat depan kelasnya adiks" Shion pun menambahkan.
"Tau nggak? Aku temenan BBM loh sama adiks..." kata Hinata datar seolah menginfokan sesuatu yang horror.
"Adiks sape maksud lo?" tanya Ino menghentikan langkahnya, yang lain juga ikut menghentikan langkahnya memandang Hinata lekat-lekat.
"Adiks Sasuke"
"CIYUS LO?" tanya Sakura, Ino dan Shion bersamaan.
"Hu'um" dan ditanggapi anggukan oleh Hinata.
"Mana, coba liat" kata Shion penasaran.
"Nih.." Hinata mengeluarkan iPhonenya dan memperlihatkan nama kontak Uchiha Sasuke dengan foto dp gitar Fender warna hitam merah.
"Emangnya adiks kece ini bisa main gitar ya? Kalo bisa duh sumpah dia itu item must have banget dalam hidup" Sakura pun geleng-geleng takjub sama pesonanya si adiks ngeselin yang satu itu.
"Kamu udah chat?" tanya Ino penasaran.
"Besok-besok deh" kata Hinata menyembunyikan kenyataan bahwa udah chat tapi sayangnya adiks nggak tahu dia yang mana.
"Kamu harus chat, biar dia tahu kalo ada kakaks Jones yang lagi naksir dia, hahaha" kata Shion ngaco.
"Jaaahhaaat!"
"Siapa tau dia emang beneran suka sama kamu, Hin" kata Ino merangkul lengan sahabatnya.
"Ah, yang bener? Jangan bikin baper ah" padahal udah baper maksimal sampe tumpeh-tumpeh malah.
"Serius. Kemarin pas rapat, anak-anak pada minta kontak sosmednya gitu deh, kayak pin BBM dan Id line tapi adiks cuma kasi nomor hapenya doang" lanjut Ino.
"Masa sih?"
"Artinya, dia itu bukan tipe cowok rongsokan yang gampang beberin pinnya gitu deh" lanjut Sakura yang membuat Hinata makin baper.
"Lucu kali ya kalo kamu bisa punya foto bareng adiks Sasuke terus dijadiin dp. Hahaha" canda Ino memasuki kelas.
'Foto bareng adiks ya..'
5 menit lagi bel masuk akan berbunyi tapi seorang pemudah ketjeh yang pacar-able masih aja berada di luar kelas. Lebih tepatnya, di depan kelasnya sambil memandang ke ujung jalan.
"Ngapain lo masih di luar, bentar lagi masuk nih. Anko-sensei, men. Serem abis, kita harus ada di kelas sebelum dia masuk" Sasori datang memperingatkan.
"Lo ngapain sih?" tanya Sasori yang sempat 'terkacangkan' alias dikacangin.
"Nungguin cewek lewat yaa..." lanjut Sasori yang masih terkacangkan.
"Jangan ngaco deh lo" dan adiks Sasuke pun berdiri dan memasuki kelas.
.
.
.
Jam istirahat (n) sebuah keadaan dimana kita bisa ngapain aja tapi tidak termasuk pulang.
"Ahh, laper banget. Makan mi ayam yok" ajak Matsuri yang memang agak freak dengan segala jenis mi, termasuk mi-kirin kamu. *apaaaaaahhh.
"Sorry, Sorry. Aku gak join yah. Mau ke perpus dulu" kata Hinata membereskan barangnya sambil terburu-buru.
"Perpus? Cari di internet aja kali, ada Bang Google" kata Sakura menyarankan.
"Duh, ini permintaanya kakak sepupu gue yang resek itu. Dia mah ogah berurusan sama internet kalo masih ada buku. Udah kuliah tapi masih butuh buku anak sekolahan. Udah ya, bye!"
Hinata pun menghilang.
Hinata mempercepat langkahnya menuju perpustakaan super kece milik KHS, takut-takut ia tidak sempat makan makanya ia menyiapkan susu kotak rasa coklat untuk di bawa ke perpustakaan. Kalo biasanya perpus ngelarang bawa makanan dan minuman, KHS beda, geng. Bebas-bebas aja tuh, asal buang sampah pada tempatnya aja ya.
Seperti perpustakaan sekolah pada umumnya, perpus KHS juga nggak terlalu rame. Hanya ada beberapa anak cewek yang berdiskusi. Kadang diskusi tentang pengaruh globalisasi kadang juga berdikusi tentang pengaruh cowok playboy pada industri percintaan tanah air. Gitu lah pokoknya. Anak muda gitu loh.
Hinata berjalan menyusuri rak buku bagian sejarah. Setahunya, Kak Neji nggak terlalu pedulian sama sejenis pelajaran sejarah tapi nggak tahu kenapa tiba-tiba aja minta dicariin buku sejarah. Dugaan Hinata hanya dua. Satu, Kak Neji lagi nge-fans sama Sengoku Basara dan ingin menghayati sejarah. Dua, Kak Neji lagi naksir anak kampus jurusan sejarah. Itu aja. Buat PDKT kan?
"Mana sih..." kata Hinata mengedarkan pandangannya ke bagian meja dan kursi tempat membaca dan matanya menangkap-
"Heh? Itu bukannya adiks ya?" tanya Hinata pada rak buku saat melihat penampakan ganteng sedang tertidur di meja.
Hinata yakin banget kalo itu adiks. Soalnya, cowok mana lagi yang bisa bikin cewek-cewek gregetan meskipun dia lagi tidur. Tuh, buktinya. Cewek-cewek KHS yang numpang lewat pada jingkrak-jingkrak gigit jari sambil memperhatikan orang yang lagi tidur. Nggak masuk akal banget kan? Itu pasti adiks deh. Rambut anehnya juga ketahuan banget. Gak ada cowok KHS yang punya rambut aneh gitu tapi tetep keliatan cakep.
Cuma adiks Sasuke seorang.
Sejenak, Hinata ingin melupakan buku Sejarah yang diminta oleh Kaks Neji. Hinata ingin melakukan sesuatu. Hinata melangkah dengan langkah pelan mendekati adiks Sasuke yang lagi tidur sambil menggunakan tangannya sebagai bantal.
Selangkah.
2 langkah.
10 langkah.
Tibalah Hinata di meja tempat adiks tertidur. Hinatan menggeser kursi dan duduk tepat di samping adiks Sasuke yang menampilkan wajah polosnya yang minta dicium.
'Cakep banget sih. Jadi pengen bawa pulang' batin Hinata memperhatikan lekat-lekat wajah adiks Sasuke.
Poninya yang sedikit panjang, matanya yang tetap menawan meskipun sedang tertutup, hidung mancungnya dan bibir merahnya yang sedikit terbuka, belum lagi aroma parfum adiks yang uuummmmm...wanginya cowok ganteng banget deh. Hinata sempat memperhatikan dahinya adiks yang kena gampar pintu kemarin, keliatannya nggak apa-apa ya. Cuma masih merah...dikit.
Hinata tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Segera saja Hinata menyimpan susu kotaknya dan mengeluarkan iPhonenya lalu menyetel kamera depan. Dengan sangat hati-hati, Hinata mendekatkan kepalanya di dekat kepala adiks Sasuke.
Hinata menampilkan senyum manisnya dan kemudian-
Jepret.
Hinata seolah candid memandang adiks Sasuke lalu-
Jepret.
Terakhir, Hinata seolah-olah tertidur bersama adiks dan-
Jepret.
"Hihihihi...lucu banget sih. Dasar kebo, tidur dimana aja" kata Hinata melihat 3 foto yang baru saja ia ambil bersama adiks.
Lalu-
"Hehe..." Hinata cuma bisa tertawa renyah saat begitu banyak pasang mata melihatnya dan sudah pasti melihat apa yang baru saja ia lakukan. Berfoto bersama adiks yang lagi tidur.
Tidak enak berlama-lama dengan tatapan mata yang seolah ingin membunuhnya saat itu juga, Hinata beranjak dari tempat adiks Sasuke dan berlari menuju pintu keluar perpustakaan dengan senyum yang super lebar.
"Ada-ada saja. Padahal dia kakak kelas" komentar seorang cewek yang kebetulan paling mengamati kegiatan Hinata yang barusan.
Tak berapa lama setelah Hinata meninggalkan meja tempat adiks tertidur. Kelopak mata yang tertutup itu terbuka dan memperlihatkan onyx hitam yang menjerat hati mana saja yang menatapnya. Lebay emang ya tapi ada cowok yang kayak gitu. Pernah liat aktor Jepang Hongo Kanata? Nah, tatapan matanya adiks Sasuke mirip kayak Hongo Kanata. Tatapan mata yang tajam, judes tapi bikin gemes.
"Sasuke, tadi ada kakak kelas yang foto bareng kamu waktu kamu lagi tidur. Sebenarnya aku pengen bangunin kamu tapi aku takut ganggu tidur kamu" kata cewek temen sekelasnya Sasuke yang kalo nggak salah namanya Karin.
"Dibangunkan? Aku bukan tipe orang yang bisa tidur di tempat kayak gini" kata Sasuke merapikan rambutnya.
"Jadi tadi kamu nggak tidur?" tanya Karin membelalakkan matanya.
"Mata yang tertutup nggak selamanya tidur kan?" tanya Sasuke pada Karin. Pertanyaan yang nggak butuh jawaban.
'Susu coklat ya...' batin Sasuke sedikit tersenyum sambil meraih kotak susu coklat milik Hinata.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
Nggak tahu kenapa, Kika semangat banget update fic yang satu ini.
Semoga bisa nemenin malam minggunya temen-temen ya...
Dan...jangan lupa reviewnya. Hahaha.
*Kisskisskiss
