Halo readers~

Saya kembali untuk melanjutkan fic yang aneh ini *plak*

Saya harap kalian suka dengan fic ini. Mungkin saya akan tambahkan unsur horrornya (yg nggak begitu horror). Well kita langsung kecerita karena nggak ada yang perlu author omongin lagi~~~

Happy reading~

Diclaimer: saya bukan pemilik Kingdom Hearts, kalo saya yang punya udah ancur kali -~- *ngorek tanah*

WARNING: karakter yang namanya asing disini bukanlah OC, hanya nama random buat karakter tambahan doing

Chapter 4: forgotten

Aku sedang berada di kamarku. Berbaring sambil memekirkan apa yang sebenarnya terjadi. Aku merasa pusing karena hanya memutar otak tanpa ada hasil sedikitpun. Aku memutuskan untuk memejamkan mata, berharap sesuatu akan menghampiri otakku. Walau aku tahu tak akan ada gunanya. Aku mendengar pintu dibuka seseorang, aku segera membuka mataku dan melihat siapa dia. Ternyata hanya Sora yang sepertinya baru pulang dari rumah Riku. Ya dia memang sangat sering berkunjung ke rumah Riku setelah pulang sekolah.

"yo Roxy, kau sudah sadar rupanya" sapanya.

"ya, dan berhentilah memanggilku Roxy" aku mengembungkan pipi.

Melihat reaksiku seperti anak kecil dia hanya tertawa. "ahahahaha, ku ini memang lucu Roxy"

"ya terserah" aku kembali membaringkan badanku bersamaan dengan Sora yang memasuki kamar mandi.

Sora kakak kembarku memiliki kebiasaan aneh yaitu, mandi sambil bernyanyi walaupun bisa ku katakana dia tak pandai bernyanyi. Suaranya yang amat indah membuatku memutuskan untuk menyalakan mp3-ku dan mengeraskan suaranya agar aku tidak mendengar suara 'indah'nya itu. Well aku memiliki bakat untuk bernyanyi. Kedua orang tuaku dan juga kedua kakakku sudah mengakui itu. Tapi sejujurnya itu adalah hal biasa saja. Aku mulai ikut bernyanyi karena mendengar lagu favoritku di mp3-ku.

Staring out at the rain with a heavy heart
It's the end of the world in my mind
Then your voice pulls me back like a wake up call
I've been looking for the answer
Somewhere
I couldn't see that it was right there
But now I know what I didn't know

Entah kenapa lagu ini membuatku membayangkan wajah gadis bernama Namine itu. Entah kenapa aku merasa aku mengenalnya, dan entah kenapa aku merindukannya. Dan aku merasa dia adalah segalanya.

Because you live and breathe
Because you make me believe in myself when nobody else can help
Because you live, girl
My world has twice as many stars in the sky

Aku menunduk dan merenung. Mencoba mengingat siapa dia.

It's alright, I survived, I'm alive again
Cuz of you, made it through every storm
What is life, what's the use if you're killing time
I'm so glad I found an angel
Someone
Who was there when all my hopes fell
I wanna fly, looking in your eyes

Tiba-tiba saja waktu kembali berhenti. Aku memandangi pintu yang kembali di buka oleh seseorang. Aku memerhatikan orang itu. Orang itu, berambut pirang pucat dan memakai baju terusan putih di atas lutut atau yang ku ketahui bernama Namine. Dia menutup pintu tapi tidak berbalik arah.

"Namine?" panggilku. Dia tak menjawab panggilanku. "Namine, ada apa?" tanyaku padany.

"Roxas, sebenarnya kau masih ingat dengan janji kita?" dia bertanya balik. "jujurlah Roxas…." Lanjutnya sambil menunduk.

Mataku melebar mendengarnya. Sejujurnya aku tidak mengingat apapun. Yang ku dari masa lalu ku hanyalah kecelakaan itu. Aku menundukkan kepalaku. Bergumam tidak jelas. Tanpa ku sadari Namine telah menepuk pundakku.

"kau kenapa?" tanyanya.

Aku mengangkat kepalaku. "sebenarnya, aku tak ingat apapun, aku tak ingat aku lahir dimana mau pun tempat asalku…." Aku berusaha membendung air mataku. "aku…" aku menghentikan kalimatku karena aku sadar Namine telah memelukku.

"Roxas, aku mengerti…." Ujarnya. "aku yakin Namine yang sebenarnya juga mengerti…" lanjutnya.

Air mataku tak sanggup ku bending lagi. Air mata ini mengalir dengn derasnya. "maaf…" desisku pelan.

"Roxas, mungkin sudah saatnya aku mengatakan yang sebenarnya…" dia melepas pelukkannya dan duduk di sampingku.

"sebenarnya?" kataku tebata-bata.

"ya" dia mengiyakan. "sebenarnya, gadis bernama Namine itu sekarang sedang berada di rumah sakit.." lanjutnya.

"APAAAAAA?" aku sangat kaget mendengar apa yang telah dia katakan. "apa yang terjadi padanya?"

"dia…."

-TBC-

Wah sebenernya Namine kenapa ya?

Apa yang terjadi sama dia?

Apa yang bakalan Roxas lakukan?

Nantikan chapter selanjutnya.

Sekian dan trima kasih~

Bagi yang mau kasih ide buat chapter selanjutnya hubungi Roxy-chan dengan cara klik tombol Review dibawah

Oke sekian dulu ya, maaf kalo ceritanya aneh hehehe.

Jangan lupa R-E-V-I-E-W ya!