Author POV

Di saat yang sama, di atas pohon, mengamati mereka yang sedang mengintai...

"Oi, sepertinya aksi kita ketahuan!" Kata seseorang bertopeng kucing

"Aku juga tak mendapat kabar dari (Name) apa dia tak tahu? " Balas seseorang bertopeng burung

"Atau dia tahu dan lupa tak memberitahu kita? Atau dia tahu dan tak memberitahu kita... Aduh!Apa-apaan kau?!" Kata orang bertopeng anonymous di dahan atas mereka, dan mengaduh kesakitan sambil memegang kepalanya .

"Kau tega juga berpikiran seperti itu pada ketuamu! Dia tak mungkin melakukannya, Dia gadis yang jujur..." Kata Orang bertopeng beruang setelah menjitak kepala si topeng Anonymous.

"Aa~ ngomong saja kalau kau suka padanya~ suit~ suit~" Goda orang bertopeng rubah di sisi lain pohon terkekeh.

"Guyonan yang lu- Ah! (name) baru saja sms." Hp Si beruang bergetar di tengah canda ringan mereka dan dia langsung membukanya.

"TELAT!" komentar si Rubah.

"Katakan padanya kita ada di sini, sekalian panggil dia, dia yang paling tahu seluk beluk sekolah ini, mungkin dia bisa membantu. Ah! Jangan lupa alasan kita ber-5 ada di sini." Kata si Burung.

10 Menit Kemudian...

"Jadi, tas yang berisi jadwal latihan, kaset, stiker dan Hard-disk kita tertinggal di suatu tempat di dalam Gym. Dan saat kalian akan mengambilnya, ternyata ada beberapa orang yang terlihat mencurigakan sedang bersembunyi di salah satu ruang di dalam Gym? Kalian ini bodoh atau apa? Kalau ada sesuatu yang terjadi, siapa yang kena? Apa kalian ingin melihatku sekarat di tangan orang tuaku haaaa?"

Jelasmu dengan nada yang menakutkan dan Aura hitam pekat yang menyeruak, dan jangan lupa Seperempat siku yang memenuhi kepalamu. Diikuti bunyi menakutkan dari leher dan jemarimu, matamu yang bersinar menakutkan mengalahkan sinar bulan. Mereka, yang ternyata kru mu hanya ber-sweat drop ria, 2 orang berpelukan takut, tak lupa dengan Pucat yang mewarnai wajah mereka.

"Yaah, aku sudah menebak hal ini akan terjadi sih... Kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan 3 Orang untuk menemukan tas itu?" tanyamu sambil menghela nafas.

"Hem... 10 menit mungkin cukup." Kata si Kucing.

"Baiklah, kalian ber-3 akan masuk dan mencari tas itu di dalam gedung sementara aku dan 2 orang ini mengalihkan perhatian mereka. Setelah 10 menit, pastikan kalian keluar dari sini." Katamu berwajah serius dengan menunjuk 3 orang.

"Mengalihkan orang-orang yang mengeluarkan aura dan tekanan tak biasa itu kayaknya sulit, apa kau punya rencana?" Tanya si Anonymous, semua orang yang berhadapan dengan kelima orang di sana pasti merasakan hal yang sama.

"Tentu saja, kan aku sudah menduga bahwa hal ini pasti akan terjadi cepat atau lambat, aku memilih kalian berdua karena kalian pasti bisa mengecoh mereka." Lanjutmu sambil memakai topeng serigala milikmu.

Lalu kamu memberitahu jalur-jalur yang sempurna untuk melarikan diri, mengecoh dan tempat-tempat di mana kamu memasang jebakan saat tak ada seorang pun melihat, sejak kalian menyusup ke dalam sekolah. Dan rencana...dijalankan.

Kamu dan 2 orang temanmu masuk melalui ventilasi Gym dan melompat turun. Melihat ada yang masuk di perangkapnya, para cogan itu pun tersenyum senang dan keluar dari tempat persembunyian mereka.

"Apa yang kalian lakukan di Gym sekolah kami? Para penyusup?" Tanya sang Merah dengan tatapan tajam dan poker facenya.

"Sebaiknya kalian menyerah, atau aku akan menghancurkan kalian." Kata si ungu tinggi dengan ekspresi seriusnya, kaget? Tentu saja, si pemalas jadi serius gitu...

"Kalian telah terperangkap-ssu yo!" kata si Kuning dengan senyum tamvannya.

"Hebat juga kalian, bisa masuk ke sekolah ini setiap malam, katakan padaku, teknik apa yang kalian gunakan?" Ujar si Navy blue dengan senyum yang cukup menakutkan.

"Dengan begini, masalah selesai, serahkan diri kalian, kalian sudah terkepung dan tak mungkin bisa lolos dari kami." Kata si Hijau sambil membenarkan kacamatanya... sok yakin.

Kalian bertiga yang memunggungi mereka hanya menoleh kearah mereka, pura-pura terkejut, dan lari, kalian tentu saja berusaha untuk tak membeberkan identitas kalian, walaupun hanya suara sekali pun.

"Tak akan kubiarkan kalian lari, kejar mereka!" Perintah Akashi.

"Oi! Matte Korra!" Teriak Aomine yang tersenyum iblis mengejar kalian. Kise juga sepertinya menikmati ini. Yang lain tak banyak bicara, hanya nafas mereka yang terdengar.

Sampai di tempat yang ditentukan kalian pun berpencar. Yang otomatis membuat bingung para pengejar kalian. Akashi dan Midorima mengejar kawan Rubahmu, Kise dan Kuroko mengejar kawan Anonymous mu, Aomine dan Murasakibara mengejarmu. Kalianpun mulai melompat masuk ke gedung sekolah lewat jendela dan pintu yang lupa dikunci oleh satpam.

Baik, mari kita mulai dari kawan Rubahmu, dia sekarang berada di koridor yang panjang nan gelap yang pencahayaannya hanya sinar rembulan. Dia berlari dan saat Midorima hampir menangkapnya, dia tiba-tiba berhenti, menunduk, dan kemudian berbalik lari kearah yang berlawanan dan melompat masuk ke jendela ruang bahasa yang ada di sebelahnya sebelum Akashi sempat menangkapnya. Mereka berdua masuk kedalam bermaksud menangkapnya, namun saat mereka masuk, kawanmu ini langsung menjatuhkan boneka setan-setanan yang kamu buat sebagai pengalih perhatian dan memukul bagian belakang mereka...bukan, Akashi hingga dia pingsan. Midorima? Dia sudah pingsan saat melihat boneka nista ciptaanmu bergelantung di tengah kegelapan malam itu.

"Fiuh~ aku harap begini saja cukup." katanya lega

Mari kita pindah ke kawan Anonymous-mu dan pengejar mereka, Kise dan Kuroko. Mereka bredua saat ini sedang kehilangan jejak temanmu yang satu ini, diantara semua kru, dialah yang paling gesit dan cerdik. Dan mereka yang mengejarnya kini sedang berjalan menyusuri lorong sekolah seperti sepasang kekasih yang yang masuk kerumah hantu. Kise jadi ceweknya (sepertinya udah pasti deh) dan Kuroko jadi cowoknya (kurasa aku tak perlu memberitahu alasannya). Saat di kantin, temanmu menjatuhkan boneka hantu jebakanmu yang langsung membuat Kise kalang kabut dan Kurokopun berusaha menenangkannya, temanmu ini langsung mendekap Kise dan Kuroko dengan sapu tangan yang di olesi sedikit obat bius dari belakang, selang beberapa detik meronta, mereka berdua pingsan.

"Terlalu gampang... Mungkin mereka payah dalam hal beginian." Katanya, yaah, agak disayangkan, tapi dia memang songong dari sananya.

Selagi mereka berdua membereskan boneka nistamu dan kekacauan yang mereka hasilkan, mari kita sorot keadaanmu dan pengejarmu-Aomine dan Murasakibara saat ini. Mereka berdua memang tak terlalu akur, tapi mereka jenis yang sama jika menyangkut soal makanan atau mangsa. Memang tak mudah, mengingat kegesitan dan kecepatan Aomine, ditambah Kekuatan reflek dan ukuran tubuh Murasakibara... Tekanan yang mereka berikan... Kelihatannya memang mustahil, kalau ini adalah pertandingan resmi dan adil. Tapi ini tidak begitu bukan?

Kamu punya kecepatan, kecerdikan, kegesitan, kelenturan dan kelincahan yang membuat mereka berdua kewalahan dan mulai kesal mengejarmu. Dan entah bagaimana kamu masih lolos dari cengkraman mereka. Sadar akan waktu yang terus bergulir dan tenaga yang dikeluarkan, kalian pun merencanakan serangan dan gerakan terakhir yang pasti akan membuat lawan kalian jatuh.


Yooohooo~ Minna! Ai sareru Readers tachi! (ngomong apaan) kupersembahkan karya nistaku chapter ke 3~ Ini kubuat atas permintaan kalian yang pemberani untuk menantang para Kisedai! Gimana? Seru tak? Aku tak membuat Readers POV karena penggambaran hati dan pikiran di situasi seperti ini masih terlalu rumit untuk kepalaku yang sekrupnya lepas~~ hahaha...

Soal dance, kalau para Readers tercinta sulit membayangkan, Bayangkan saja film Step Up, Street Dance, atau kalian bisa cari di tante YouTube~

.

Oke! Aku akan membalas Review dari Readers~

Kurotori Rei: Gomen, Rei-chan, disini Shin-chan ku gambarkan pingsan karena kaget melihat hantu buatanmu~~ :v #Dilempar

fuyuki208: Andai ada yang punya~aku pengen~... ngomong-ngomong, Apa chapter ini sudah sesuai dengan yang kamu bayangkan? kabur dan memacu adrenalin?

IzumiTetsuya: Aku gak ngikuti manganya, Izumi-chan...jadi aku tak tahu bedanya karakter Oreshi dan Bokushi...gomen banget, ada sumber yang mengatakan kalo yang Oreshi itu "SHINING SHOUJO PRINCE" gitu... lah masalahnya aku jarang baca manga shoujo... ngomong-ngomong Kamu kejam juga ya...pada anak buahmu sendiri...-_-"

.12914: Kasus kamu sama kek temenku deh! hahaha...ini udah lanjut~ kuharap bisa memuaskanmu~ Hidup Step Up deh! _/

Terima kasih atas dukungannya! Review kalian adalah sumber ide dan semangatku! jangan lupa RnR ya~