Title : What If ?

Xi Luhan

Oh Sehun

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Slight KaiSoo

Luhan dan sehun sudah ditakdirkan sejak mereka lahir kedunia, namun waktu dan keadaan yang membuat mereka terpisah dan akhirnya di pertemukan. Namun bagaimana jika takdir itu berubah menjadi sesuatu yang lain, masihkan mereka menyebutnya takdir.

Fanfic ini asli buatan author, author hanya pinjam nama dan karakter. Dont bash ! Happy Reading.

Angin malam berhembus sangat kencang menembus kulit putih pucat Sehun yang saat ini sedang berjalan jalan ditaman dekat sungai Han untuk menenangkan pikirannya. Dengan setelan hoddy yang tidak di kancing serta celana joger dan headset yang tersemat di kedua telinganya yang mengalunkan lagu kesukaan Sehun di dalamnya. Suasana sepi ditempat itu membuat Sehun semakin menikmati kesendiriannya dengan pikiran pikiranya. Tenang, itulah yang dirasakan Sehun saat ini. Sehun kembali memikirkan bagaimana caranya meminta maaf ke LuHan, karna yeoja itu selalu menghindarinya.

Saat asik dengan pikirannya, Sehun menghentikan langkahnya dan melihat lurus kedepan, kemudian dia mengernyitkan keningnya melihat dua orang yang sangat dia kenal. Senyum terukir dibibir Sehun melihat kedua orang yang sedang berpelukan dengan mesra itu. 'sepertinya Chanyeol hyung dan Baekhyun sudah baikan. syukurlah' ucap Sehun dalam hati, kemudian Sehun menghela nafasnya mengingat hubungannya dan LuHan yang masih belum ada kemajuan seharian ini. Sehun akan berbalik bermaksud ingin kembali ke apartemennya sebelum matanya menangkap seorang yeoja yang ada dipikirannya sedang mengintip adegan ChanBaek dari kejauhan. Senyum kembali terukir dibibir Sehun 'ini kesempatanmu Sehun' ucap Sehun dalam hati dan melangkahkan kakinya menghampiri LuHan yang masih asik dengan kegiatannya tanpa tau jika Sehun sudah berada di belakangnya.

"serius sekali melihatnya" ucap Sehun membuat LuHan tersentak dan sontak melihat kebelakang dan mendapati Sehun yang tersenyum menatapnya.

"Se-Sehun" ucap LuHan terbata dengan ekspresi terkejutnya dan jangan lupakan jantung LuHan yang berdetak tak karuan entah karna terkejut atau karna Sehun atau kedua duanya, dengan cepat LuHan memasang wajah datarnya

"dunia ini sempit sekali, kenapa aku harus bertemu denganmu lagi" ucap LuHan sinis.

"entahlah, mungkin kita memang di takdirkan bertemu" ucap Sehun santai. LuHan tersenyum sinis dan berbalik meninggalkan Sehun namun pergelangan tangannya di genggam Sehun. LuHan menatap Sehun tajam dan berusaha melepaskan pegangan tangan Sehun.

Tapi apalah daya LuHan yang Hanya seorang yeoja sedangkan Sehun seorang namja yang kekuatannya lebih kuat dari LuHan. Akhirnya LuHan pasrah, membuat Sehun tersenyum menampilkan smirk nya. Sehun mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu disana 'Chanyeol hyung, bilang pada Baekhyun aku pinjam temannya'. kemudian Sehun menarik LuHan untuk mengikutinya.

Diam. Itulah keadaan yang terjadi di antara LuHan dan Sehun sejak 5 menit yang lalu. Mereka masih berjalan dengan Sehun yang masih menggenggam pergelangan tangan LuHan. Sedangkan LuHan Hanya pasrah mengikuti Sehun yang entah akan membawanya kemana.

Akhirnya mereka sampai di Cafe Bubble tempat LuHan bekerja Sehun memesan bubble tea choco dan taro saat sudah berada di depan kasir. Teman LuHan yang menjaga kasir hanya tersenyum menggoda melihat LuHan, sementara LuHan menundukkan wajahnya malu. Saat ini mereka sedang menunggu pesanan mereka didepan kasir karna kursi yang ada di kafe sudah penuh diisi oleh pengunjung Cafe.

"LuHan eonni" ucap seseorang menghampiri LuHan dan Sehun.

"Kyungsoo-ya" ucap LuHan terkejut sekaligus senang. LuHan melepas tangannya yang di genggam Sehun dan memeluk Kyungsoo. Sehun Hanya tersenyum melihat mereka.

"apa kabarmu Kyungsoo-ya" ucap LuHan senang melihat Kyungsoo yang semakin berisi sejak terakhir mereka bertemu saat LuHan berada di Junior High School

"aku baik baik saja. kalau eonni bagaimana? "

" aku juga baik baik saja. apa yang kamu lakukan selama ini dan bagaimana kabar panti asuhan. apakah masih seperti dulu" tanya LuHan

"kabar panti baik baik saja eon dan semua yang ada disana satu persatu sudah diadopsi"

"syukurlah kalau begitu, semoga mereka bertemu keluarga yang baik"

"ne sekali kali berkunjunglah kesana eonni. sejak eonni keluar, eonni belum pernah mengunjungi panti asuhan membuat aku semakin merindukanmu saja"

"mianhae Kyungsoo-ya. aku terlalu sibuk bekerja dan kuliah"

"aku senang kamu baik baik saja eon. dan ini " Kyungsoo menyodorkan sebuah kartu undangan pernikahan tertulis nama Do Kyungsoo dan Kim Jongin disana membuat LuHan mengernyitkan keningnya dan menatap Kyungsoo penasaran.

Kyungsoo tersenyum "mianhae eonni sepertinya aku harus mendahuimu"

"kau tega sekali Kyungsoo. Tapi chukae" ucap LuHan dan kembali memeluk Kyungsoo.

"siapa dia eon ?" tanya Kyungsoo penasaran saat melihat Sehun yang hanya diam memperhatikan mereka.

"annyeong haseo, aku Park Sehun teman kampus LuHan" ucap Sehun ramah dan mengulurkan tangannya

"aku Do Kyungsoo" ucap Kyungsoo membalas uluran tangan Sehun

"aku kira dia namjachingumu eon. Kalian terlihat mirip dan juga serasi " ucap Kyungsoo kemudian menggoda LuHan, yang mendapat death glare dari LuHan.

"aniya, dia bukan namjachinguku" ucap LuHan cepat dengan rona merah diwajahnya dan jangan tanyakan bagaimana jantung LuHan saat ini yang pastinya berdetak sangat cepat. Beruntung Sehun sedang mengambil pesanan mereka dan tidak mendengar ucapannya dan Kyungsoo.

"kalau begitu jadikan dia namjachingumu eon. Sepertinya dia suka padamu, kalian benar benar mirip, mungkin dia jodohmu" ucap Kyungsoo semakin menggoda LuHan.

"berhentilah menggodaku Kyungsoo-ya" ucap LuHan mengancam membuat Kyungsoo tertawa keras.

"baiklah, pastikan kamu datang eon dan jangan lupa bawa namjachingumu eon" goda Kyungsoo menunjuk Sehun dan berlalu pergi meninggalkan LuHan yang Hanya mendengus kesal.

Sehun menghampiri LuHan dan bertanya kenapa wajah LuHan sangat merah namun LuHan Hanya berjalan keluar kafe yang kemudian diikuti Sehun

Saat ini Sehun dan LuHan duduk ditaman dekat kampus mereka. Hanya duduk diam bingung mau memulai pembicaraan seperti apa.

"ini" Sehun memberi segelas bubble tea taro yang di belinya tadi namun LuHan mengabaikannya, padahal dia sangat ingin mengambil minuman itu karna itu minuman kesukaanya. Sehun mengambil tangan LuHan dan meletakkan bubble teanya disana. Membuat LuHan menatap Sehun heran

"jangan menolak sesuatu yang diberikan kepadamu" Sehun tersenyum menatap LuHan

"aku hanya takut dipermainkan" ucap LuHan kemudian.

"mianhae LuHan" Sehun membawa LuHan menghadap kearahnya dan mata mereka bertemu. jantung keduanya kembali berdetak kencang. Mata rusa LuHan menatap mata tajam Sehun, menyelami bola mata itu. LuHan menyadari Sehun memang mirip dengannya Hanya hidung dan bola mata mereka yang berbeda. Sehun pun merasa seperti yang LuHan rasakan. Mereka seperti menemukan belahan jiwa yang sudah lama mereka cari. Sehun mendekatkan wajahnya dan mencium bibir LuHan hanya sekedar menempel. Entah apa yang merasuki Sehun sehingga dia berani melakukannya. LuHan pun hanya menutup matanya, menerima perlakuan Sehun.

Sehun melepas ciumannya dan menatap LuHan lagi "mianhae LuHan-ah aku tidak bermaksud mempermainkanmu, sebenarnya ini karna kesimpulan bodohku mengira kamu sudah mempunyai namjachingu, aku takut menganggumu dan namjachingumu karna itu aku tidak menghubungimu dan aku ketiduran saat kamu mengirim pesan kepadaku kemudian ponselku mati karna habis batre. Jadi aku tidak tau kalau kamu menelpon ku kemarin. mianhae LuHan-ah, jeongmal mianhae" jelas Sehun sambil menatap mata LuHan

"namjachingu?" Tanya LuHan heran

Sehun menggaruk belakang kepalanya "sebenarnya aku melihatmu didepan perpus sedang memeluk seorang namja, dia bahkan mencium pipimu. Aku kira dia namjachingumu tapi setelah mendengar penjelasan Baekhyun ternyata dia yeoja adik kelasmu Yang baru datang dari China" ucap Sehun malu. LuHan diam mencoba mengingat ngingat kejadian kemarin.

"maksudmu Tao" ucap LuHan akhirnya. Sehun mengangguk. Kemudian LuHan tertawa karna tau ternyata Sehun mengira Tao adalah namja.

"ya berhenti lah tertawa" namun LuHan tetap tertawa Dan semakin keras membuat Sehun mendengus. entah kenapa suasana canggung yang terjadi tadi telah hilang entah kemana. Mereka berdua seperti teman akrab sekarang.

"baiklah baiklah aku memaafkanmu" ucap LuHan akhirnya karna melihat wajah cemberut Sehun yang menurutnya sangat lucu. Tanpa sadar LuHan mencubit pipi Sehun. Sehun terkejut Dan reflek memegang tangan LuHan.

Tawa LuHan terhenti seketika merasakan tangan Sehun menggenggam tangannya serta Sehun yang menatapnya, Sehun kembali mendekatkan wajahnya kewajah LuHan sementara LuHan memjamkan matanya. semakin dekat dan kedua bibir itu hampir menempel sebelum

zrrsss

hujan turun tanpa diduga, Sehun menjauhkan wajahnya dari LuHan mengambil bubble tea mereka dan menarik LuHan mencari tempat berteduh.

Mereka berteduh dipinggir ruko yang sudah tutup. Karna jam menunjukkan pukul 10 malam jalanan sudah tampak sepi Hanya ada mereka berdua disana. Hujan turun dengan sangat deras. mereka berdiri berdampingan dengan bubble tea ditangan mereka. Suasana canggung kembali menyelimuti, mereka hanya menyesap minuman itu sampai habis. 20 menit berlalu dalam diam mereka larut dengan pikiran masing masing, hujan masih betah turun dengan derasnya. Tubuh LuHan bergetar karna kedinginan mengingat dia Hanya mengenakan kaos santai dan celana jeans. Sehun yang melihat LuHan segera memakaikan jaketnya ke badan LuHan. LuHan menolehkan kepalanya menatap Sehun yang Hanya dibalas senyuman oleh namja itu.

"apa kamu tak kedinginan" tanya LuHan khawatir

"ani. nan gwenchhana" ucap Sehun

LuHan mendekatkan dirinya ke Sehun dan menaruh separuh jaket ke badan Sehun. Tetapi Sehun menolak, membuat LuHan menatapnya tajam. Alhasil Sehun Hanya menerimanya dan merapatkan tubuhnya ke LuHan, tapi karna badan Sehun yang terlalu besar sehingga jaket itu tidak sepenuhnya menutupi tubuhnya.

LuHan merapatkan lagi tubuhnya ke Sehun dan memeluk Sehun. Entah apa yang dipikirkan LuHan, tetapi yang pasti dia Hanya mau berbagi kehangatan kepada Sehun. Nyaman, Hangat dan aman, itulah yang dirasakan LuHan saat memeluk tubuh Sehun, dia bisa mendengar detak jantung Sehun yang seirama dengan detak jantungnya sekarang.

LuHan semakin mengeratkan pelukannya dan menyandarkan kepalanya didada bidang Sehun. walaupun dia baru 3 hari bertemu Sehun tapi LuHan tidak malu melakukannya karna dia tulus mencintai Sehun sekarang dan ingin mengungkapkannya dengan tindakannya walaupun Sehun tidak tau itu. Begini saja sudah membuatnya bahagia.

Sementara itu, Sehun yang terkejut dengan tindakan LuHan membuat jantungnya berdegup kencang dengan perlahan Sehun memeluk tubuh LuHan. Bukan perlawanan yang diterimanya tetapi LuHan semakin erat memeluknya. Sehun tersenyum tipis. bahagia? tentu saja Sehun bahagia karna yeoja yang dia cintai mau berbagi kehangatan dengannya. Sehun juga bisa merasakan ketulusan dari Luhan. Terbesit sebuah pikirkan ingin melindungi LuHan didirinya. Ya dia berjanji pada dirinya sendiri akan melindungi LuHan apapun yang terjadi dan enggan melepaskan yeoja itu..

Mereka berpelukan dengan jaket yang melindungi mereka dari hawa dingin dimalam itu. Berbagi kehangatan tanpa meminta balasan, dalam diam Hanya merasakan perasaan satu sama lain. seperti sepasang kekasih yang saling mencintai satu sama lain. Mereka tidak lagi merasakan betapa letihnya kaki ketika harus berdiri selama berjam jam menunggu hujan yang tak kunjung reda, karna mereka saling memiliki, saling melindungi dan saling mencintai walaupun mereka tidak mengucapkannya, tapi LuHan tau jika Sehun mencintainya dan Sehun juga tau jika LuHan mencintainya.

Dua jam berlalu akhirnya hujan berhenti. LuHan melepaskan pelukannya dari tubuh Sehun

"mianhae" ucap LuHan menunduk menyembunyikan semburat merah dipipinya setelah sadar apa yang dilakukannya tadi. Sedangkan Sehun tersenyum melihat tingkah LuHan.

"gwenchana dan gomawo" ucap Sehun. Kemudian LuHan memberikan jaket Sehun namun Sehun menolak "pakai saja" LuHan Hanya mengangguk dan memakai jaket itu.

"dimana rumahmu, aku akan mengantarmu pulang"

"tidak jauh dari sini"

Sehun dan LuHan berjalan berdampingan menuju tempat tinggal LuHan. Jalanan semakin sepi mengingat jam menunjukkan pukul 11 malam.

"LuHan-ah kalau aku boleh tau siapa yeoja yang dikafe tadi" tanya Sehun memulai pembicaraan

"oh itu Kyungsoo adik kesayanganku saat aku masih berada di panti asuhan" jelas LuHan

"panti asuhan?" tanya Sehun heran

"Ne. Aku tinggal di panti asuan yang ada dibusan sejak umurku 2 tahun karna orang tua ku meninggal dalam sebuah kecelakaan, dan pengasuhku yang menitipkan aku disana" ucap LuHan menunduk mengingat dia tidak ingat wajah orang tuanya seperti apa dan hanya mendengar cerita tentangnya dari ibu panti asuhan tempatnya tinggal dulu. Sehun reflek menggenggam tangan LuHan LuHan Hanya menerimanya karna ada rasa nyaman yang LuHan rasakan saat Sehun menggenggam tangannya, Sehun seperti obat penenang baginya. Entah sejak kapan dia merasakannya, yang dia tahu dia telah jatuh Cinta kepada Sehun

"mianhae karna aku telah bertanya , kamu pasti kesepian disana" ucap Sehun semakin mengeratkn gengamannya. Sekarang Sehun tau arti ucapan Baekhyun tadi siang 'walaupun terlihat tegar dan kuat namun sebenarnya dia yeoja yang rapuh dan butuh seseorang yang bisa melindunginya'

"gwenchana, lagipula disana banyak anak anak yang bernasib sama sepertiku, dan juga aku memiliki orang tua angkat yang selalu menjengukku setiap sore disana" ucap Luhan kemudian

"lalu kenapa kamu tidak tinggal dengan mereka"

"mereka sudah mempunyai anak, makanya mereka tidak mengadopsiku dan aku juga tidak mau diadopsi karna aku masih ingin berada dipanti. Aku sudah cukup bahagia dengan melihat mereka bermain denganku, mengajariku belajar, dan memperlakukan ku seperti anak mereka kadang mereka juga mengajakku ketempat wisata saat libur sekolah" LuHan tersenyum mengingat orang tua angkat yang sudah dia anggap seperti orang tua sendiri.

Sehun ikut tersenyum "apa kamu masih bertemu mereka? "

"Ani. Saat aku kelas 3 Junior High School mereka mengalami mengalami kecelakaan dan meninggal. Aku sangat sedih kehilangan orang tua yang sangat menyayangiku. Aku ingin melihat mereka untuk terakhir kalinya namun aku tidak diizinkan oleh ibu panti karna Hanya akan membuatku sedih. Aku menangis di kamar karna tidak bisa lagi menerima Kasih sayang dari mereka lagi, aku merindukan mereka setiap hari. Jadi setelah lulus Junior High School aku keluar dari panti dan tinggal di Seoul menghidupi diriku sendiri. Aku tidak mau lagi kembali ke panti karna aku pasti akan mengingat kenanganan tentang mereka" air mata turun dipipi LuHan Sehun menghentikan langkanya membuat LuHan melihat kearahnya. Sehun menghapus air mata LuHan dengan ibu jarinya dan memeluk yeoja itu

"mianhae, karna aku mengingatkanmu pada kejadian yang seharusnya kamu lupakan"

"gwenchana. Terima Kasih telah mau mendengar ceritaku. Aku merasa lega telah menceritakan kisahku kepada seseorang yang dapat aku percaya" ucap LuHan. Sehun melepaskan pelukannya dan menatap LuHan.

"apa kamu mempercayaiku. Kita bahkan baru 3 hari bertemu" yang dibalas anggukan oleh LuHan.

"terima Kasih sudah mempercayaiku LuHan-ah" Sehun tersenyum dan mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka.

"sekarang ceritakan tentang dirimu Sehun-ah"

"tidak ada yang istimewa, aku juga dulunya tinggal di Busan bersama orang tua ku, aku anak tunggal dan orang tuaku selalu bekerja setiap hari mengurus perusahaan mereka, saat aku bangun mereka sudah pergi bekerja dan mereka pulang saat aku tertidur, membuat aku merasa kesepian. Tapi aku senang mereka masih memperhatikanku walaupun melalui telepon dan saat akhir pekan mereka selalu mengajakku berlibur. Aku sadar mereka bekerja juga untuk ku. Jadi aku mengerti " ucap Sehun tersenyum

"kamu dewasa sekali. kamu bilang kalau kamu anak tunggal, bukankan kamu mempunyai Chanyeol dia hyungmu kan? " tanya LuHan penasaran.

"Saat aku Junior High School, orang tua ku kecelakaan karna aku tidak mempunyai saudara aku diadopsi oleh keluarga Park keluarga Chanyeol hyung, mereka adalah sahabat ayahku. Namaku sebenarnya Oh Sehun Sebelum margaku berubah menjadi park Kemudian aku pindah ke China dan bertemu Chanyeol hyung disana. Saat itu Chanyeol hyung sangat pendiam dan menyendiri, karna frustasi harus meninggalkan Baekhyun dan kehilangan kontak dengannya, dia juga tidak sekolah selama setahun makanya dia seangkatan dengan kita. Saat itu aku sangat susah mengajak Chanyeol hyung ngobrol tapi lama kelamaan dia mulai membaik dan kami akrab sampai sekarang. Dan saat ini Perusahaan ayahku di kelola oleh ayah Chanyeol hyung. Katanya ketika aku lulus kuliah aku baru bisa melanjutkannya" jelas Sehun panjang lebar. LuHan diam mendengar cerita Sehun, jadi marga Sehun adalah Oh sama seperti marga orang tua anngkatnya tapi tidak mungkin marga Oh kan bukan hanya satu.

Luhan kembali kepikirannya semula, Ternyata Sehun juga bernasib sama dengannya, tapi setidaknya Sehun lebih beruntung.

Tanpa terasa mereka sudah sampai di tempat tinggal LuHan.

"apa kau mau masuk? " tanya LuHan. Sehun melirik jam tangannya yang hampir menunjukkan tengah malam. Kenapa waktu cepat sekali berputar.

"aniya, aku langsung pulang saja, sebaiknya kamu langsung istrahat saja besok kamu ada kuliah kan?"

"mampirlah sebentar aku tadi membuat kue, aku ingin mengucapkan terima Kasih karna sudah mengantarku pulang lagipula besok aku libur kuliah, kamu juga kan? "

"hm baiklah kalau begitu"

LuHan kemudian membuka pintu apartemen sederhananya, dan menyuruh Sehun masuk, dia kemudian mengikuti Sehun masuk dan menutup pintu apartemennya.

Sehun melihat apartemen LuHan, Hanya ada satu ruang tidur yang langsung menyatu dengan ruang tamu. satu kamar mandi dan dapur. Berbeda dengan apartemen yang dia tinggalinya dengan Chanyeol yang tergolong mewah.

"duduklah, maaf jika tempat tinggalku berantakan" ucap LuHan.

"aniya" ucap Sehun. LuHan kedapur membuatkan teh dan memotong kue yang dia buat tadi siang.

Sehun melihat lihat apartemen LuHan, Sehun tersenyum melihat photo LuHan saat masih kecil, sangat mengemaskan. Sehun kembali melihat photo LuHan saat Senior high school, ternyata LuHan memang cantik dari lahir ucap Sehun dalam hati.

Saat sedang asik melihat lihat Sehun penasaran ketika melihat sebuah bingkai photo yang di baringkan di atas meja belajar LuHan dengan gelang yang emas berukuran kecil berada diatas bingkai photo tersebut. Sehun menyingkirkan gelang tersebut dan akan membuka ingin melihat photo apa yang ada disana. Namun dengan cepat bingkai foto tersebut di ambil LuHan dan di sembunyikannya di lemari bersama gelang tersebut.

"mianhae Sehun-ah. itu Hanya photo orang tua angkatku dan gelang itu pemberian orang tua ku saat aku masih kecil" ucap LuHan menjawab rasa penasaran Sehun. Luhan juga tidak tau kenapa dia harus menyembunnyikan photo orang tua angkatnya dari Sehun

"mianhae" ucap Sehun kemudian

"gwenchana. ini kue dan tehnya silahkan dinikmati " ucap LuHan. Sehun memakan kue pemberian LuHan, enak itulah yang Sehun pikirkan. Dengan cepat dia mengabiskan kue nya dan meminum tehnya. LuHan Hanya tersenyum melihat Sehun yang makan dengan lahap.

"kue buatanmu sangat enak " ucap Sehun setelah meminum tehnya

"gomawo Sehun-ah" LuHan melirik jam didinding kamarnya yang menunjukkan pukul 12 malam tiba tiba "sengielchuka hamnida, sengielchuka hamnida saranghaneun Park Sehun sengielchuka hamnida. Sengiel chukae Sehun-ah" ucap LuHan setelah menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Sehun.

Jangan ditanya bangaiman ekspresi Sehun yang pastinya sangat terkejut. Sehun melihat kalender tanggal 12 april hari ini hari ulang tahunnya bagaimana LuHan tau jika hari ini dia berulang tahun.

"mian, aku melihat biodatamu saat di kampus. makanya aku tau jika hari ini ulang tahunmu" jawab LuHan seakan tau apa yang akan Sehun tanyakan.

"gomawo LuHan-ah pantas saja kamu menahanku disini" LuHan tersenyum malu karna rencananya sudah di ketahui Sehun

"apa yang kamu inginkan Sehun-ah, anggap saja ini kado dariku" ucap LuHan kemudian. Sehun tampak berfikir apa keinginanannya dan kemudian dia menggeser meja yang membatasi dirinya dan LuHan. Mendekatkan jarak mereka dan mengenggam tangan LuHan, dia menatap mata LuHan membuat jantung LuHan berdebar terkejut dengan perlakuan Sehun.

"Hanya satu yang aku inginkan, dan Hanya kamu yang bisa mengabulkannya" ucap Sehun pelan masih menatap LuHan

"apa itu" tanya LuHan gugup.

"LuHan-ah maukh kau menjadi milikku. Bukan Hanya sekedar menjadi yeojachingu tetapi menjadi sahabat, keluarga, teman dan belahan jiwaku. Aku mencintaimu, aku tau jika kita bertemu baru 3 hari dan bertengkar karna kesalahpahaman, tapi rasa ini tulus untukmu, aku ingin menjadi pelindungmu, tempat untuk mu bersandar dan menjadi seseorang yang selalu mencintaimu dan kamu cintai. Jadi maukah kamu menjadi milikku" ucap Sehun serius, Sehun menatap LuHan dalam seakan ingin menyalurkan perasaanya.

LuHan menatap mata Sehun, ketulusan dan keseriusan yang LuHan dapati. Sepertinya LuHan bisa mempercayakan hatinya untuk Sehun karna dia juga mencintai namja itu. LuHan mengangguk "ne aku mau" ucap LuHan. Sehun langsung memeluk LuHan erat seakan tidak mau melepaskan yeoja itu yang dibalas LuHan tak kalah eratnya. Sehun sangat senang di hari ulang tahunnya dia juga menemukan belhan jiwanya.

LuHan melepas pelukannya "aku ingin mengakui sesuatu"

"apa itu" tanya Sehun penasaran

"sebenarnya ini juga hari ulang tahunku"

Sehun terkejut sekaligus senang karna mereka ulang tahun di hari yang sama dan mereka juga jadian di hari ulang tahun mereka. Sehun semakin yakin jika LuHan memang ditakdirkan untuknya

"sengiel chukae LuHan-ah, mianhae aku tidak tau jika hari ini ulang tahunmu juga. tapi sengielchukae aku sangat bahagia hari ini. aku mendapat kado terindah dari than. Saranghae LuHan jeongmal saranghae" ucap Sehun senang

"nado, nado saranghae Sehun-ah"

Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah LuHan dan mencium bibir LuHan. Sehun melumat bibir LuHan dan mengigit bibir LuHan memasukkan lidahnya kedalam mulut LuHan mengabsen gigi LuHan. LuHan membalas ciuman Sehun. lama mereka berciuman, saling menyesap bibir tipis itu.

Perlahan ciuman yang tadinya biasa saja berubah menjadi ciuman panas, Sehun mulai meraba Raba tubuh LuHan di balik kaos LuHan. Sehun menciumi leher LuHan mengigit leher putih itu membuat LuHan mendesah. Hujan turun lagi malam itu, entah siapa yang memulai LuHan dan Sehun sudah tidak memakai busana mereka dan menikmati malam panas yang penuh gairah, berbagi khangatan di tengah hujan yang mengguyur kota seoul.

.

"xi LuHan, semester akhir di SM University Jurusan Bisnis. Terimakasih atas informasinya Kim ahjumma" ucap seorang yeoja berbicara dengan ponsel di telinganya yang sedang menghubungkannya dengan orang yang di panggilnya Kim ahjumma.

"ne, lagipula ini untuk kebaikannya. kapan kamu akan menemuinya"

"saat dia lulus kuliah tahun depan Kim ahjumma. Aku tidak mau menggangu kuliahnya dan juga masih ada hal yang harus aku urus"

"baiklah. pastikan kamu menemuinya "

"arraseo ahjumma" kemudian sambungan telpon itu terputus

TBC

Annyeong, author balik lagi dengan chapter empat yang isinya full dengan HunHan couple. Chapter ini juga menjelaskan kehidupan sehun dan luhan. Maaf jika author lama update. Karna kerjaan di kantor numpuk pake banget. Terus ikuti cerita author. Review juseyo, don't be silent reader. Dan untuk yang udah review terima kasih banyak. Semoga kalian gak bosen dengan cerita Author.