NA balik lagi... #lempar tomat
Cepet banget Updatenya? iya emang lumayan cepat. soalnya tangan NA sudah geram mau nulis lanjutannya, plus dirumah lagi hujan jadi kebayang gitu lanjutannya kayak mana.
Disini NA akui pairing Jack/Elsa-nya kurang ngeJRENGG gitu. soalnya NA gak mau buat Jack terlihat seperti anak playboy. ya... walau sebenarnya bad boy itu banyak yang dicari cewek-cewek sih.. #sok tau
Dari pada baca yang gak penting, lebih baik baca aja langsung ok ok
RISE OF GUARDIAN
FANFICTION
PAST
Disclamer : DreamWorks Animation
Chapter 4
~ Snow Queen, Guardian of Love and Triangle Love ~
Jack melihat bangunan yang megah dengan ukiran es di sana-sini. Gaya victoria yang digabungkan dengan gaya modern membuat tempat ini jauh lebih hebat dari pada tempat yang lainnya. Para Guardian sedang berada di kerajaan Arendelle, negri yang masih dapat bertahan di dunia modern ini. Jack lumayan sering mendengar ratu atau di sebut-sebut sebagai 'Snow Queen' Arendelle yang dikenal dengan ramah, bijak, dan dewasa. Dan dari ukiran bangunannya ini pastilah Snow Queen atau Ratu Elsa yang membuatnya.
Ketika kakinya memasuki ruangan khusus untuk pertemuan tersebut, para maid segera keluar dan tidak lupa menyiapkan jamuan.
"Apakah para maid ini bisa melihat kita?" tanya Jack dengan heran.
"Tentu saja mereka bisa, mereka telah lama bersama dengan Snow Queen, ini bukan karna mata hati mereka terbuka, tapi murni dari darah mereka sendiri," kata Bunny panjang lebar. Jack yang mendengar itu terheran, karna aksen suara yang dikeluarkan Bunny terdengar memuja, bukannya menghina atau mengejek Jack karna tidak tau apa-apa. Bunny segera duduk sambil meminum jamuan tersebut.
"Kukasih tau satu hal Jack," kata North menghampiri Jack, kemudian membisikan sesuatu.
"Bunny menyukai Snow Queen," Jack yang mendengar itu cukup tertawa kecil, karna gilirannya-lah yang akan menggoda Bunny. Hingga pintu besar itu terbuka, munculah wanita cantik, berambut platinum blonde dengan gaun biru yang bercahaya. Baik Jack ataupun Bunny, sama sekali tidak mengalihkan matanya.
"Para Guardian selamat datang," ucap Elsa, kemudian menyuruh para maid untuk segera mengadakan makan malam, tetapi disela North.
"Terima kasih atas makanannya ratu Elsa tetapi kita memiliki pesan darurat," kata North tanpa basa-basi. Jack segera menarik Bunny untuk segera duduk kembali, karna ketika ratu Elsa datang, Bunny segera berdiri dan matanya tak henti menatap ratu Elsa. Ratu Elsa pun memandang Jack tanpa berkedip, membuat Jack risih. Tooth yang melihat itu segera memulai pembicaraan dengan suara yang besar.
"Apa rencana kita?" itulah isi kata-katanya, Elsa segera mengalihkan matanya membuat Jack bingung.
"Sebelumnya aku ingin kalian perkenalkan anak ini," kata Elsa sambil menunjuk ke arah Jack. Jack pun segera mengulurkan tangan perkenalan tapi dihadang Tooth.
"Namanya Jack Frost. Kau pasti pernah dengar," kata Tooth dengan nada agak sedikit kesal. Sambil menghalangi keduanya.
"Tentu saja, laki-laki yang nakal dan suka membuat onar di musim dingin… kukira… dia seorang kakek tua…" kata Elsa, membuat Bunny, North, dan Sandy tertawa.
"Ya… banyak yang bilang begitu," kata Jack. Kemudian rapat itu kembali dimulai. Jack sudah mengetahui penyerangaan tersebut, soal permintaan 4 spirit of season yang diterima Mother of Nature. Dan hingga mengetahui bahwa dulu Elsa adalah Guardian of Love.
"Rencana yang aku pikirkan adalah dengan membuat ketiga spirit tersebut terpojok di masing-masing setiap wilayah yang berbeda. Dan aku yakin mereka tak akan berdaya jika tidak bersama," kata Elsa sambil menunjukan map peta di setiap wilayah.
"… dan masalah Rozfeya tidak terlalu penting, lebih baik para Kingdom yang mengatasinya," kata Elsa, membuat Jack sedikit kesal.
"Apa maksudmu? Kita akan menghadapi 3 spirit dan kau bilang Rose tidak penting?" tanya Jack. Dari mimik wajah Jack, dapat membuat Tooth merasa sedih karna Jack telah menyadari perasaanya terhadap Rose.
"Kita melindungi seluruh kestabilan alam, bukan melindungi anak-anak," kata Elsa yang sedikit emosi dengan suara Jack.
"Tapi Rose…"
"Cukup Jack. Keluarlah, dinginkan kepalamu." Ucap North menghentikan debat tersebut yang menurut North tidak penting. Jack segera keluar, Sandy menatap wajah Elsa yang sedikit merona entah kenapa.
Jack masih menatap beberapa kolam tersebut yang membeku. Jack mencoba untuk berselancar dengan kakinya. Seharusnya menyenangkan tapi bagi Jack ini sangat membosankan. Jack berhenti berselancar dan duduk di kursi yang berada di sana, pasti ini adalah taman yang dibekukan oleh Elsa. Terlihat jelas dengan ukiran di kolam dan esnya yang menciri khaskan es Elsa. Kemudian kolam tersebut mencair dan Jack dapat melihat wajahnya di air, sangat menakjubkan. Karna biasanya, air atau cermin dan sebagainya tidak dapat memantulkan bayangan Spirit. Mata Jack teralihkan ketika ada seseorang di sana.
"Maafkan aku Jack. Cara bicaraku memang sedikit keterlaluan," kata Elsa.
"Tidak masalah. Aku juga terlalu emosi," jawab Jack. Elsa pun duduk di samping Jack. Ada keheningan di antara mereka, hingga Jack memulai pembicaraan.
"Kenapa kau keluar dari Guardian?" tanya Jack.
"Aku memilih untuk melindungi rakyatku. Dan The Man in The moon menyetujuinya, dengan sayarat. Aku menjadi spirit," ucap Elsa. Jack memandang Elsa, membuat Elsa merona sedikit.
"Apakah aku juga bisa?" tanya Jack.
"Bisa apa?" tanya Elsa.
"Memohon… untuk dihidupkan sekali lagi?" tanya Jack. Elsa yang mendengar itu sangat terkejut. Tak terbayangkan bahwa spirit ingin hidup sekali lagi.
"Aku… ingin mencoba yang namanya keluarga," ucap Jack. Kata-kata Jack bagaikan seseorang yang hendak melamar seorang gadis, dan itu membuat Elsa salah paham bahwa dirinya yang dimaksudkan. Karna ingat posisi. Elsa pun berdiri sambil bernyanyi, agar otaknya dapat berpikir jernih. Jack mendengarkan nyanyiannya yang lembut dan indah. Hingga Jack membuatkan bunga mawar krystal untuk Elsa ketika nyanyiannya selesai. Elsa menerima bunga es itu dengan muka yang merona.
"Suaramu bagus. Apa judulnya?" tanya Jack.
"Let it go," jawab Elsa. Mendengar judul lagu tersebut membuat Jack mengingat salah satu lirik lagu yang dinyanyikan Elsa barusan.
The wind is howling like this swirling storm inside
Couldn't keep it in
Heaven knows I tried
-Jack Room-
Tooth melihat Jack yang menatap bulan di kamarnya, Tooth ingin berbicara dengan Jack tetapi tertahan karna mendengarkan apa yang dikatakan Jack.
"Jika Elsa dapat keluar dari Guardian, apakah aku juga bisa?" tanya Jack kepada The man in The moon. Tooth yang mendengar itu shock, Tooth hendak pergi tetapi tertahankan ketika mendengar suara tangis Jack.
"Aku… aku ingin merasakan hidup… memiliki keluarga… jika... jika aku memiliki perasaan seperti ini… bisakah? Bisakah aku hidup sekali lagi?" tanya Jack sedikit terisak. Tanpa berpikir panjang, Tooth pun datang sambil mengenggam tangan Jack. Jack yang menyadari ada seseorang yang menyentuh tangannya tidak dapat menghentikan tangisannya.
"Kenapa kau ingin hidup lagi?" tanya Tooth.
"Entahlah… semua sangat membuatku tertekan… perasaan ku terhadap Rose. Aku ingin Rose menerima perasaanku dan dibalik itu semua aku juga menginginkan lebih…" ucap Jack. Tooth masih menunggu Jack untuk melanjutkan sesuatu.
"Setiap aku melihat Jamie dengan anaknya… aku berpikir… apakah aku bisa…?" tanya Jack. Kata-katanya terhentikan ketikan Tooth memeluk Jack.
"Cukup!" kata Tooth dengan terisak.
"Apakah kau mengetahui perasaanku juga Jack?" tanya Tooth, Jack tidak terkejut karna dirinya tau. Tapi Jack memang tak memiliki perasaan apa-apa terhadap Tooth. Tooth pun memegang kedua pipi Jack hendak menciumnya tapi terhentikan ketika Elsa melihat hal itu.
"Ada apa dengan kalian? Tooth kau sudah berumur 20 tahun, jangan mengusik Jack," kata Elsa. Tooth yang ternyata ikut emosian dari tadi tak dapat menahan emosinya ketika dibentak Elsa.
"Kau bahkan berumur 21 tahun. Memang kenapa? Jack berumur 18 tahun, tidak terlalu jauh denganku", ucap Tooth. Jack segera menghentikan perkelahian tersebut.
"Cukup kalian berdua, cukup" kata Jack.
"aku tau kalian berdua menyukaiku tetapi.. kalian tau perasaanku," ujar Jack, kemudian pergi dari ruangan tersebut. Elsa sedikit bingung dengan apa yang didengarnya. Ternyata ada seseorang yang telah memenangkan hati Jack. Elsa pun menatap Tooth yang sepertinya habis menangis.
"Dia menyayangimu?" tanya Elsa. Tooth menggeleng.
"Bukan. Jack mencintai Rose,"
-North Room-
Jack duduk sambil sesekali berpikir dua kali perihal yang barusan terjadi. Serasa di dunia sinetron dan Jack tokoh utamanya, yang dicintai 2 wanita tetapi dirinya mencintai wanita lain. Kepalanya terasa berdenyut kencang.
"Serasa poligami," kata Jack kesal. North yang telah mengetahui cerita tersebut pun mengahampiri Jack.
"Jack.. apa kau tau kenapa aku memberikan kalung tersebut kepadamu dan Rose?" tanya North. Jack pun melepaskan kalungnya dan melihat tak ada yang aneh dengan kalung tersebut.
"Kalung ini berfungsi sebagai GPS. Tetapi memiliki kelebihan yang lain," Jack pun kembali menatap kalung tersebut ketika North tidak melanjutkan kata-katanya. Wajah Rose muncul dan itu membuat Jack terkejut.
"Jika kau ingin melihat siapa yang menurut Rose paling berharga dihidupnya, maka lihatlah kalungnya," jawab North. Jack yang mendengar itu cukup bersemangat. Dan untuk pertama kalinya Jack tertidur pada malam hari, sebagai Jack Frost yang tidak pernah tidur selama 300 tahun lebih, akhirnya dirinya tertidur. Bukan dirinya saja. Semua Guardian juga. Mungkin dikarenakan wilayah yang mereka masuki berbeda dengan dunia manusia.
-Kingdom Nature-
Aswin menyerang Fores dengan cepat tanpa memberi kesempatan untuk berbalik menyerang. Aswin telah mengetahui rencana para pengkhianat –Lady storm, Fores, dan Will- tersebut yang didapatkannya di perpustakaan. Ketika terdapat 4 spirit dari masing-masing musim yang berbeda warna rambutnya saling bekerja sama untuk menghancurkan Mother of Nature, maka mereka dapat mengambil alih seluruh alam ke tangan mereka tanpa pergantian spirit baru. Tetapi mereka membutuhkan 3 korban spirit. Dengan kata lain, para pengkhianat membutuhkan 4 spirit baru mereka. Aswin yang lengah berhasil dikalahkan Fores dengan telak. Aswin dapat melihat kaki Fores berjalan menuju kamar Rose sebelum dirinya benar-benar pingsan.
Rose yang melihat dari jendela kamarnya, El teman spirit musim seminya telah ditangkap oleh Will walau sebelumnya sempat ada perkelahian. Rose berbalik ketika Fores muncul, Fores segera menangkap Rose tetapi dihadang oleh spirit musim dingin Lee. Fores yang susah melawan Lee, lantaran Fores adalah musim panas dan Lee adalah musim dingin yang berarti api melawan es. Pada akhirnya Lee dapat dikalahkan dan ditangkap ketika Lady storm bekerja sama dengan Fores untuk mengalahkan Lee. Rose yang melihat mereka bukannya takut tapi bingung. Apa yang seharusnya dilakukannya? menunjukan kekuatannya hanya akan membuat yang lain terluka.
"Rose… kamu kenapa?" tanya Lady Storm lembut. Membuat Rose mau tak mau harus menjawab pertanyaannya, melupakan pesan Aswin yang menyuruhnya untuk tetap diam.
"Aku… hanya bingung," jawab Rose jujur.
"Aku mengerti… warna rambutmu membuat dirimu terlukakan? Dihina oleh kingdom-mu sendiri," ucap Lady Storm.
"Kau salah, kingdomku selalu berbaik hati denganku. Mereka tak pernah… AKhhh!" Rose kesakitan ketika rambutnya ditarik Fores, membuat Rose terkejut dengan tatapan kejamnya.
"Kau menyebalkan. Lady, lebih baik langsung ke pointnya saja," ucap Fores.
"Rose. Ikutlah dengan kami. Jadilah bagian kami," ucap Lady Storm dengan suara yang berubah dari yang lembut menjadi kasar. Rose hendak mengucapkan sesuatu tetapi disela Fores.
"Kamu tak ingin ketiga temanmu terlukakan?" kata Fores dan sukses membuat Rose mengikuti mereka tanpa berpikir dua kali.
-Kerajaan Arendelle-
Para Guardian sedang manatap surat dari kingdom nature oleh Aswin untuk para guardian. Surat itu berisikan penyerangan yang brutal dan ke-4 spirit yang telah ditangkap. Elsa segera melakukan bala bantuan ke kingdom Nature. Bunny sempat berkata kepada Elsa bahwa dirinya dapat membantu tetapi Elsa tidak membutuhkan itu.
"Aw Love bird," ejek Jack ketika melihat itu.
"Hey. Kau sendiri juga tidak jelas antara kau dengan Rose," ucap Bunny.
"Setidaknya kami pernah keluar… ya... kira-kira seumuran.. uhuk kamu… sudah belum?" ejek Jack.
"Apa kau mau bilang aku terlalu tua untuk Elsa," Jack yang mendengar itu malah tertawa tetapi terhentikan ketika muncul badai besar, kemudian perlahan-lahan munculah 3 spirit yang sangat di cari-cari para guardian.
"Lady Storm! Akhirnya kamu datang juga. Apa kamu ingin menyerah sekarang?" tanya North dengan suara khas santa.
"Tidak santa. Aku hanya memberikan hadiah natalmu dariku," di sana Fores menangkap Elsa yang telah terulai lemas dan Will juga menangkap Rose yang kondisinya sama dengan Elsa. Jack yang melihat itu hampir saja bertindak gegabah, jika tidak ditahan Sandy.
"Sayangnya North, aku akan memberikanmu salah satu dari mereka. Kecuali… kau mau barter denganku agar keduanya selamat," ucap Lady storm. North menurunkan pedangnya.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya North.
"Peta. Aku menginkan peta dimana Nature island berada," ucap Lady Storm.
"Tidak. Tidak akan pernah!" ucap North dengan suara yang kasar. Karna mendegar hal itu. Lady storm menyuruh Will dan Fores untuk menjatuhkan Elsa dan Rose ke dalam air, Jack dan Tooth segera menangkap mereka berdua, dan Bunny serta Sandy menyerang Will dan Fores. Lady Storm segera masuk ke istana untuk mencari peta tersebut dan North tak bisa tinggal diam dan segera menyerang Lady Storm.
Jack berhasil menangkap Elsa dan membaringkannya, Elsa masih memejamkan matanya. Kemudian Jack mencari Tooth yang menangkap Rose, tetapi tidak ditemukannya. Hingga ketika Jack terbang dan melihat Tooth bersama Rose berada di karang dekat laut. Jack segera memanggil Sandy yang bertarung dengan Fores untuk menolong Tooth dan Rose. Dan sekarang Jack sedang bertarung dengan Fores.
"Sepertinya sayap peri itu tak dapat terbang ya? Memang benar sih bola apiku memang hebat sampai membuat sayap peri menjadi luka seperti itu," kata Fores membanggakan dirinya sendiri sekaligus membuat Jack marah. Jack menyerang Fores dengan esnya membuat Fores marah.
"Tidak Lee tidak Jack, kenapa lawanku selalu saja es?" kata Fores kesal, karna saking kesalnya Fores lengah dengan serangan Jack dan masuk ke dalam air. Jack menghampiri Sandy yang telah membawa mereka semua ke istana, tempat Jack membaringkan Elsa.
"Tooth sayapmu…" Tooth tersenyum ke arah Jack ketika Jack mengkhawatirkannya.
"Aku tidak apa-apa. Kalian lawanlah mereka, biar aku atasi Elsa dan Rose," Sandy kembali bertarung, kemudian Jack menatap Rose sebentar.
"Aku takkan lama," ucap Jack dan membantu Bunny serta Sandy. Rose pun membuka matanya dan duduk sambil menatap Elsa sebentar. Kemudian melihat Tooth. Tooth yang melihat Rose telah sadar segera membantu Rose berdiri.
"Kau tak apa-apa kan?" tanya Tooth. Rose mengagguk dan berjalan masuk ke dalam istana. Datanglah beberapa maid dan membantu Elsa untuk masuk ke dalam istana. Tooth mengikuti Rose.
"Kau mau kemana?" tanya Tooth. Rose terus berjalan hingga berhenti di perpustakaan dan di sana terdapat sebuah peta besar, Rose mengambil peta tersebut. Tooth yang menyadari itu pun segera menyerang Rose. Rose pun terjatuh tapi masih tetap memegang erat petanya, kemudian…
"Maafkan aku," semua ruangan tersebut dipenuhi dengan bunga-bunga yang melindungi Rose. Tooth berhasil menghindar dari beberapa tumbuhan yang hendak mengenainya. Dari cara keluarnya tumbuhan ini, Tooth dapat menyimpulkan bahwa Rose tidak dapat mengendalikan kekuatannya.
North yang merasakan getaran di bawah kakinya segera menghentikan pertarungannya dengan Lady Storm. Lady Storm keluar dan segera menuju ke perpustakaan begitupula dengan North. Jack juga menghentikan pertarungannya ketika melihat perpusatakaan yang penuh dengan tumbuhan. Will dan Fores menghentikan pertarungan dan menuju ke perpustakaan tersebut.
North melihat Tooth yang ternyata sedikit lelah akibat menghindar serangan milik Rose. Jack, Bunny, dan Sandy juga melihat kerusakan akibat kekuatan Rose. Jack melihat mata Rose yang menunjukan ekspresi bersalah. Fores, Will, Lady Storm membantu Rose untuk keluar dari perpustakaan itu. Tumbuhan tersebut layu ketika ke-4 spirit itu telah pergi dan sekilas Jack melihat mawar biru yang terpancarkan sinar bulan ikut melayu.
"Apa yang kau lakukan?"
TBC~
NA tau kok, ceritanya memang membingungkan. ketika hujan berhenti turun, otak NA langsung plong.. bak orang amnesia yang melupakan cinta pertamanya yang berharga baginya yang melebihi nyawanya sendiri... #Lebay amat -_-
tapi lumayan kok..
Terima kasih sudah membaca FF NA jangan lupa reviewnya ya!
