Chapter 4 [END]
.
.
Tittle : Super Junior 'No Other'
Author: LyaSiBum
Genre : gaje(banget), friendship, romance (mungkin),
Rated: K - T
Cast : Super Junior Official couple
Support Cast: temukan sendiri
OST: Super Junior – No Other
Warning : YAOI (boyxboy), abal, gaje, typos, dll
Summary: Dorm Super Junior kembali terjadi perang antara 2 couple terbaik mereka HaeHyuk dan KyuMin. Apa cara yang mereka gunakan untuk menunjukan perasaan cinta mereka ke pasangan masing-masing. /KyuMin, HaeHyuk, ShinNar, YeWook/
DON'T LIKE DON'T READ
DON'T FORGET REVIEW
Happy read
.
SiBum
.
"Ja,.. kita sampai. Ayo turun." Ujar siwon lalu merekapun turun dari mobil.
"Kita dimana hyung?" tanya Kibum saat melihat daerah disekitarnya.
"Kita akan menuju tempat yang indah chagi." Jawab siwon santai sambil mengembangkan payung.
"Hehh? Untuk apa payung ini?"
"Hyung tidak ingin snow white-KU kulitnya terbakar sinar matahari."
"Pabbo, aku tidak mau. Tutup payungnya hyung." Protes kibum sambil mulai berjalan menyusuri jalan setapak yang ada disana. Sebenarnya kibum sekarang sedang mehindari siwon agar dia tidak menatap wajahnya yang sudah berubah menjadi merah.
Siwon yang menuruti ucapan kibum akhirnya menutup payung yang dia bawa sambil berjalan mengikuti kibum di belakang dengan tetap membawa panyung putihnya. Sepertinya siwon benar-benar tidak mau mengambil resiko terjadi sesuatu dengan kulit putih uke cantiknya itu.
Kibum sibuk mengagumi pemandangan yang sedang dia lewati tanpa memperdulikan siwon yang ada dibelakangnya. Sedangkan siwon hanya tersenyum manis melihat tingkah lucu kibum, hingga pendangannya mendapati sesuatu yang janggal.
"Chagi-ah." Panggil siwon, tapi sepertinya kibum sudah terlalu tenggelam dalam keindahan.
Dengan langkah yang sedikit diperbesar siwonpun mendahului kibum. Kibum yang melihat siwon hanya memasang wajah heran dan dibalas dengan senyum manis siwon lalu dia berhenti tepat didepan Kibum.
"wae?" tanya kibum heran. Tanpa menjawab lagi siwon segera bersimpuh dan mengikatkan tali sepatu Kibum yang lepas. (mv no other)
Mendapat perlakuan itu kibum menjadi salah tingkah. Siwon mendonga melilat wajah kibum, dia tersenyum mendapati wajah kekasinnya sudah semerah tomat.
Mereka kembali berjalan dengan saling menautkan tangan mereka dan sepanjang perjalanan kibum hanya menunduk malu karena semua perlakuan romantis dari seme-Nya itu.
Tapi,.. tiba-tiba siwon melepaskan tautan tangan mereka dan berlari menjauh meninggalkan kibum.
"eh... wonnie hyu-
"This is just for You." Teriak siwon sambil tersenyum manis menatap kibum (bayangin ekpresi senyum siwon di mv)
Padang bunga dendelion terbentang dihadapannya dengan siwon berdiri di dalam padang itu. Kibum segera berlari menghamburkan tubuhnya dalam pelukan hangat namjachingunya.
"Nan Jheongmal Saranghae Wonnie chagi." Lirih kibum pelan dan masih bisa terdengar jelas ditelinga siwon.
Siwon makin mengeratkan pelukannya pada Kibum, sangat jarang untuknya mendengar kibum mengatakan cinta dengan sangat indah padanya.
"Bummie kau tau, dendelion ini putih sepertimu, indah seperti mu, terlihat kuat tapi sangat rapuh sama sepertimu." Ujar siwon.
"Tapi aku tidak perlu hancur demi menyebarkan kehidupan. Karena kehidupanku hari ini, nanti dan seterusnya hanya ada padamu hyung." Lanjut kibum manis.
Siwon menatap wajah kibum penuh cinta, sedikit demi sedikit siwon menghilangkan jarak antara dia dan kibum hingga..
"Tunggu sebentar, aku ada sesuatu untuk hyung. Tunggu disini dan jangan kemana-mana apalagi mengikutiku. Tunggu disini." Perintah kibum sambil berlari menjauhi siwon. Siwon hanya menatap pungung kibum bingung.
.
"Wonnie hyung." Suara kibum membuyarkan lamunan siwon yang sedang menatap langit. Dan mata siwon langsung menatap heran pada boks cantik yang dibawa kibum. "Apa itu?"
"Buka saja." Tanpa menunda waktu siwon segera membuka boks itu yang ternyata adalah tar yang sudah kibum persiapkan untuknya.
Siwon melongok tak tercaya dengan yang sedang dia lihat, berulang kali dia menatap Tar itu lalu menatap kibum bergantian. "Ini kau yang buat chagi?"
"ne" jawab Kibum mantap sambil mengangguk imut.
Mereka menikmati tar yang menurut pendapat siwon sangat enak ditengah padang dendelion dan dihiasi serpihan dendelion yang berterbangan dengan tidak henti-hentinya bercengkrama.
"hyung tau, untuk membuat tar ini aku harus ikut kursus 3 bulan. Dan parahnya hanya aku namja disana. Aiss... aku sampai diminta seorang ajhumma genit untuk menjadi suaminya." Oceh kibum sambil terus memakan potongan tarnya.
"hahahahahaha,... aku bisa membayangkan wajahmu saat membuat tar itu hahahaha... pasti sama seperti wajahmu sekarang... hahahah.." tawa kembali pecah oleh siwon tapi dibalas dengan wajah tertekuk oleh kibum.
"Yakk... tentu saja beda. Wajah ku saat membuat tar ini belepotan tau. Dari mana samanya" Protes kibum kesal karena tawa siwon tidak berhenti.
"jelas saja sama. Karena sekarang bibirmu itu sudah belepotan dengan krim chagi." Jelas siwon dalam kekehannya.
"jinja." Kibum cepat-cepat mengambil tissu untuk menghapus biang tertawaan siwon diwajahnya. Tapi sepertinya tissu itu sudah kalah cepat karena sekarang bibir siwon sudah mendarat di bibir cerry kibum, menjilat dan melumatnya sebentar hingga krim yang menempel di bibir kibum itu lenyap.
"sangat manis." Tutur siwon sembari tangannya sudah berada di leher kibum.
"Saranghaeyo Choi Kibum." /blush/ kibum makin melayang karena perbuatan siwon hari ini.
Siwon tidak memberi kesempatan untuk kibum membalas ucapannya karena center super junior ini sudah kembali melumat habis bibir cerry kibum dengan penuh cinta dan lama.
.
.
HanChul
.
"Hyung, semua seme disini akan memberikan kejutan untuk uke kami masing-masing hari ini. Dipastikan dorm akan penuh cinta malamnya. Aku khawatir heechul hyung akan cemburu. Apa kau tidak mau memberinya kejutan juga?"
.
Ucapan salah satu dongsaeng kesayangannya di telpon beberapa jam yang lalu kembali terngiang dikepalanya. Karena telphon itu dia menjadi uring-uringan dirumahnya dan di tempat kerja. Sampai dikatai gila oleh sebagian orang-orang yang mengenalnya. Dan karena telpon dari seorang Choi Siwon itu pula dia membatalkan semua jadwalnya hari ini dan sempat bersitegang dengan manegernya, hingga sekarang dia malah terdampar (?) dan berdiri didepan gedung pencakar langit Star Shap City. Hanya karena tidak ingin Henim-Nya sedih dia rela buru-buru terbang ke Korea .
.
'Sekarang aku sudah ada disini lalu apa yang harus aku lakukan?' batin Hankyung.
'Tidak mungkinkan tiba-tiba aku masuk dan langsung berteriak 'Henim aku datang'... aiss, itu bukan gayaku.' Hankyung makin frustasi menatap pintu didepannya.
'Mana aku tidak membawa apa-apa lagi kesini... haha... aku beli sesuatu saja dulu...'
AAAAHHKKKK !
DEG~
'Henim?'
.
-Heechul condition-
.
"Aiss,... eotoke? Kenapa susah sekali menuliskan ini saja." Gerutu Heechul sambil mencoret hasil tulisannya dan membuang kertasnya sembarangan.
"Kemana otak jeniusmu Kim Heechul. Aiss..." setelah dia kira cukup untuk menggerutu akhirnya heechul kembali tenggelam dalam tulisannya.
2 hour ago
"AAAAHHKKKKK..." teriak heechul setelah akhirnya tulisannya selesai.
Tapi saat sadar 'suaraku besar sekali tadi. Semoga tidak ada orang disekitar sini' batin heechul sambil menoleh kekanan-kiri. "huhh..." (mv no other)
BRAKK !
"Henim, hah..hah..hah.. deo gwenchana."
Mata heechul membulat dan mulutnya terbuka memandang sosok yang sangat dia rindukan sedang ada didepannya. "Hannie"
"Yha.. apa kau tidak apa-apa. Mana yang sakit. Gwenchana." Tanya Hankyung panik sambil meraba untuk memeriksa tubuh heechul
"A-aku baik..baik saja. Tidak ada yang sakit." Jawab heechul terbata, dia masih belum mempercayai apa yang matanya lihat saat ini.
"jinja? Hahh... syukurlah." Kehangatan menyelimuti tubuh Heechul saat hankyung menariknya kedalam dekapan namja china ini. "Aku sangat takut kau kenapa-napa chagi. Nan jhongmal bogoshipoyo." Tutur lembut Hankyung yang makin mengeratkan pelukan mereka.
"Apa aku sedang bermimpi ? Apa kau Hankyungku? Apa kau Prince of China ku? Apa kau-
"Aku adalah orang yang sangat mencintaimu Chullie-ah."
"Hannie, nado jhongmal bogoshipoyo." Setelah sadar sepenuhnya dari ketidak percayaannya akhirnya heechul juga membalas pelukan hankyung tidak kalah eratnya.
Sedikit lama mereka bertahan dalam posisi berpelukan, saling meluapkan rasa rindu yang sudah lama terbendung satu sama lain. Saling berbagi kehangatan yang sudah lama tidak mereka rasakan.
.
"Mianhae,... aku kesini tidak membawa apa-apa untukmu." Ujar hankyung masih dalam keadaan berpelukan.
"Apa maksudmu Han. Kau datang menemuiku adalah hal yang paling membuat aku bahagia melebihi apapun." Oceh heechul sambil melepas pelukannya dan menatap Hankyung tak suka.
"ne,..ne,.. ne,.. arraso. Jangan marah chagi." Pujuk Hankyung saat merasakan perubahan hawa disekitar heechul.
"makanya jangan ngomong gitu lagi." Kali ini Heechul sudah mengapit lengan hankyung manja. Hankyung hanya bisa tersenyum mengetahui bahwa sifat kekasihnya yang dengan mudah berubah mood dengan cepat ini tidak pernah hilang.
"Oya, kenapa kau tadi berteriak. Mendengar itu aku langsung bergegas masuk kedorm dan berlari kekamarmu- "kamar kita Hannie" potong heechul cepat. "ne, ada apa denganmu? Dan kenapa banyak sekali buku disini" Tanya hankyung lembut sembari mengelus rambut pirang Heechul
"Emmm,... sebenarnya aku membuat sesuatu untukmu." Jawab Heechul sambil duduk dengan benar didepan hankyung.
"Jinja. Apa itu?"
"emm,... ini." Dengan malu-malu heechul menyodorkan sebuah kartu dengan gambar hati. Wajah hankyung berkerut bingung melihat kartu didepannya. Lalu heechulpun membalik kartu itu dan terpampanglah tulisan rapi seorang kim heechul disana. (mv no other)
Dengan sedikit ragu Hankyung mengambil kartu itu dan membacanya. Cukup lama hankyung menunduk membaca tulisaan itu setelahnya menatap heechul dengan ekspresi yang sulit dia baca.
"apa ini kau yang tulis? Tidak menyontek? Apa kau sedang sakit?" tanya hankyung masih tidak percaya dengan apa yang sudah dia baca.
"Hahh,... aku merasa memang sesekali aku harus berbicara lembut dan mengungkapkan apa yang ada dihatiku. Memang terlihat bodoh jika aku yang melaku-
Chu~
Mata heechul kembali membulat ketika bibirnya dikecup lembut oleh hankyung. "Ho Ye Ai Ni Tan Heechul."
Setelah mengatakan itu bibir mereka kembali bersatu dalam ciuman hangat dan panjang.
.
My Love Tan Hankyung
Aku sadar aku adalah orang yang selalu kasar padamu, aku adalah orang yang paling sering marah dan membentakmu. Aku juga adalah orang yang paling jarang mengucapkan perasaannya padamu. Tapi sekarang aku ingin mengatakan semua itu.
Ho Ai Ni,...
aku mencintai semua yang ada padamu. Aku begitu mencintaimu bagaimanapun keadaanmu. Aku sangat-sangat mencintaimu melebihi apapun.
Dimanapun kita berada, terpisah sejauh apapun kita dan berapa banyak orang yang menentang kita. Aku akan tetap selalu mencintaimu.
Percayalah, aku akan akan selalu bersama . Dan jika kita telah bersatu lagi nanti. Biarkan aku untuk menemanimu sepanjang hidupku.
Ho Ai Ni Tan Hangeng
.
.
KangTeuk
-Someone pov-
"Benarkah, kalian melakukan itu ? Sebenarnya aku ingin melakukannya juga tapi aku sedang disini, bagaimana dong?"
"..."
"Aaaaa,... aku hampir lupa dengan itu. Ne, kau tau bagamana caranyakan?"
"..."
"ne, aku serahkan padamu. Nanti sisanya aku yang urus. Gomawuo turtle hyung."
.
-Leeteuk pov-
.
"yesung pabbo" aku menggerutu kesal saat mendapatkan sms dari salah seorang dongsaengku yang merepotkan untuk kembali lagi ke dorm.
From : Sungie pabbo
"Hyung, kemarin aku meninggalkan kotak berwarna ungu dikamarmu saat aku berkunjung kesana. Tolong kau amankan dulu kotak itu. Itu hadiah untuk wookie nanti malam. Aku mohon teukie hyung.
Aku kembali membaca sms itu, sungguh kalau dia bukan dongsaengku dan hadiah itu bukan untuk dongsaeng ku juga aku tidak akan mau repot-repot terjebak dalam kondisi merepotkan sekarang. Yaitu mencari barang yang tidak aku tau jelas dimana tempatnya.
'Aiss... dimana kotak ungu itu.' Aku kembali bergumam. Aku sudah mencari kemanapun, meja, laci, kamar mandi, bawah tempat tidur, sudut kamar. Tapi tetap saja tidak ketemu. Membuat frustasi saja. Coba aku ingat-ingat untuk apa dia kemarin kekamarku. "Dia meninjam koleksi dasi kupu-kupu lamaku."
Segera saja aku membuka lemari pakaianku dan membokarnya sedikit dan "dapat" itu dia kotak ungu yang dimaksud yesung tersimpan dalam laci lemariku. Tapi chakkaman,... aku menemukan satu lagi kotak yang lebih kecil dari kotak milik yesung. Seingatku aku tidak pernah membelinya dan laci itu sudah lama tidak aku buka.
Aku ambil kotak putih itu dan membukanya, ternyata didalam kotak itu ada sebuah cincin yang sangat cantik. Di dalam kotak itu juga ada sebuah kertas yang dilipat kecil terdapat tulisan.
"Would You Marry Me ? Jika kau menemukannya, temui aku dimanapun aku berada."
Aku mengernyit heran saat membaca surat ini. Siapa yang menulis ini dan untuk siapa. Aku kembali memperhatikan jenis tulisan tangan ini, emm... seperti tulisan Kanginnie. Tapi tidak mungkin, diakan sudah lama tidak ke dorm. Lebih baik aku simpan saja dulu. Lagi pula akukan ingin menemuinya.
Author pov
-Military Camp of South Korea-
Kini Leeteuk sedang berada diruang tunggu untuk bertemu pujaan hatinya yang sedang menjalankan tugas negara. Sudah hampir 10 menit dia menunggu dengan gelisah, entah mengapa tiba-tiba jantungnya jadi berdetak sangat cepat setiap detiknya.
"Hyung." Suara itu membuyarkan semua kegelisahan Leeteuk.
"Yongwoon-ah." Leetuek mengucapkan nama itu dengan sangat lembut dan menatap mata itu dalam.
Geb~
"aku sangat merindukanmu teukie chagi." Kangin membawa leetuek dalam pelukan hangatnya dan bergumam tepat di telinga leeteuk
"Nado kanginnie. Sangat... sangat... merindukanmu." Balas Leeteuk makin mengeratkan pelukannya pada tubuh berisi kangin dan begitu juga kangin yang makin memeluk erat leetuek sambil menyesapi aroma tubuh Angel-nya."
"Bagaimana keadaanmu disini chagi." Tanya leeteuk saat pelukan mereka sudah terlepas
"Aku akan selalu baik jika kau baik. Jadi bagaimana keadaanmu dan anak-anak kita." Kangin mulai membuat wajah leeteuk memerah karena ucapannya
"Aiss,... kau ini gombal lagi. Kabarku baik dan kabar mereka juga baik. Lagi pula sudah berapa kali aku katakan mereka itu bukan anak-anak kita." Protes leeteuk
"Bukannya kita adalah appa dan umma-Nya SuJu jadi mereka anak-anak kitakan."
"Aiss,... tetap saja tidak. Aku tidak pernah merasa melahirkan mereka dan aku belum menikah." Ujar leeteuk tidak mau mengalah.
"Memang belum tapi segera."
"Maksudmu?" tanya Leeteuk tidak mengerti dengan ucapan kangin.
"Ikut aku." Kangin menarik leetuek pergi dari ruang kunjungan itu dan membawanya kelapangan Camp yang kosong.
"Kenapa kita ada disini?" tanya leeteuk heran
"Tutup matamu chagi dan aku mohon jangan mengintip." Ujar kangin memohon. Karena bingung dan penasaran leeteuk hanya menuruti semua kata-kata Kangin saja tanpa perotes.
"Apakah aku sudah boleh buka mata?" tanya Leeteuk
"Chankkam. Tunggu sebentar lagi."
.
"Nah, buka matamu chagi." Leeteuk membuka matanya. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat diatas gedung tepat didepan dia berdiri sedang terpampang sebuah gambar hati yang besar dari susunan beberapa potongan karton warna-warni ("love"nya Kyuhyun ver besar) yang dia yakini dipegang oleh tentara-tentara yang sudah bersusun, tidak lama karton yang membentuk love itu dibalik dan perlahan menyusun sebuah kata. "Would You Marry Me, Park Jung So?"
Mata Leeteuk kembali dibuat membesar membaca kalimat yang terpampang itu. Kekagetan kembali dia rasakan saat merasakan tangannya disentuh seseorang dan melihat Kangin lah yang melakukannya. Namja ini sudah bersimpuh didepan leeteuk.
"Aku bukan namja yang sempurna, aku juga bukan namja yang selalu bisa hyung banggakan. Tapi aku akan menjadi sempurna untuk mencintai hyung dan hyung bisa selalu membanggakan cintaku yang selamanya akan terus mencintaimu. Chagi~ would you marry me?"
Menangis,... itulah yang terjadi pada leeteuk sekarang. Bulir-bulir air matanya turun saat mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut Kangin dengan tulus. Dia tau Kangin tidak pernah main-main jika mengatakan sesuatu yang menyangkutnya.
.
Mengetahui hanya mendapat tangisan bukannya jawaban, kangin pun berdiri dan membawa leeteuk dalam pelukannya. "Gwenchana hyung. Tidak perlu dijawab sekarang jika hyung belum siap. Aku tau ini sangat mendadak untuk hyung. Aku akan menunggu hyung." Ujar Kangin lirih saat mengatakannya. Ada rasa sakit dalam hatinya saat menyadari leeteuk belum siap dengan apa yang dia lakukan sedangkan dia sudah mempersiapkannya sejak sebelum dia masuk Camp militer ini.
Setelah menghentikan tangisnya, leeteukpun melepaskan tubuhnya dari pelukan kangin dan berjalan mundur beberapa langkah. Tentu saja membuat kangin menatap leeteuk bingung.
"Aku sudah berkeliling hanya untuk mencarinya dan memperlihatkannya padamu." CameraLCD yang tanpa disadari kangin sejak tadi dipegang tangan kiri leeteuk sudah dihidupkan perlihatkan pada Kangin.
Berbagai foto love bergantian disana. Semakin lama kangin menyadari bahwa leeteuk makin gugup, beberapa kali Kangin mendapati leeteuk mengeluarkan nafasnya kasar untuk mengurangi kegugupan sampai-sampai Leeteuk menutupi wajahnya yang sudah memerah dengan tangannya sendiri. (mv no other)
'sangat indah'. Batin kangin saat melihat foto-foto itu dan melihat ekspresi malu leeteuk.
"Dan ini foto terakhir." Foto itupun berganti menampakan sebuah hati yang didalamnya terdapat sebuah tulisan yang membuat kangin ingin berlari dan mencium pelatihnya yang killer itu karena bahagia.
"H-hyung.. jinja?" tanya Kangin tidak percaya saat melihat foto hati bertuliskan "I Do"
"Apa cincin yang melingkar dijariku ini belum bisa membuktikannya? Ini cincin darimu untukku kan?" tanya leeteuk sambil memperlihatkan jari pada tangan kirinya yang sudah melingkar cincin manis dengan batu shappier blue disana.
Geb~
"HYUNG SARANGHAE." Pekik kangin sambil membawa tubuh leeteuk dalam pelukannya yang memular tubuh leeteuk.
"Yakk,... Yongwoon-ah hentikan."
"hehehehe... CHU~ teukie chagi, gomawuo. Saranghae."
"Cheonman, nado saranghae." Balas leeteuk
CHU~
.
.
.
.
.
END
.
.
.
A/N: Akhirnya kita sampai pada akhir dari fic Super Junior "No Other" ini. Saya berterima kasih pada seluruh readerdeul yang sudah mau membaca dan menyempatkan untuk me-riview fic ini yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.
Juga untuk segenap reader yang telah memberi saran dan ide untuk cerita saya.
Kalian sangat berarti untuk fic saya /lebay/
.
Dan untuk yang terakhir silahkan klik kotak riview-Nya. Hehehehe
Gomawuo yeorobum
Annyeongg...
