DIFFICULT TO BE A LEADER

Summary : Leader? Sebuah posisi penting yang bisa memimpin dan bijaksana dalam berbagai keputusan. di kagumi dan di hormati oleh bawahannya. Tapi Benarkan mengasyikan menjadi seorang Leader? Apa saja beban yang di tanggung oleh Leader tersebut?

Cast : All Member Super Junior

Rated : T

Genre : Family, Brothership, Hurt

Warn : Gaje, Typo (s), Alur complicated, Boring

.

.

~Don't Like Don't Read~

.

.


Annyeoong~! Hehee

Wah, ternyata masih ada yang menanyakan kelanjutan dari Fic ini yaa..

Padahal fic ini mau Hye discontinued.. #Plaak XD

Akhirnya di lanjutkan juga deh.. Mianhae disini akan lebih memakai sudut pandang orang pertama., jadi bagi yang tak menyukainya.. Mianhae…

Enjoy Reading~!^^


ÐTŁ

.

.

Donghae POV

Aku benar-benar terkejut dengan apa yang di katakan maknae kami barusan kepada teuki hyung. Apa yang di sembunyikan teuki hyung? Batinku.

Dan sekarang gara-gara perkataan maknae itu, teuki hyung jadi menyuruhku tidur di kamar eunhyuk. Bukannya aku tidak suka, tapi aku benar-benar khawatir dengan keadaan teuki hyung.

Tok tok tok

"hyuung,, aku ingin tidur bersama mu.." sejak tadi aku berusaha mmbujuk teuki hyung. Pintu nya telah terkunci rapat jadi hanya bisa mengetok pintu ini terus menerus.

"Hyuuungggg.." kata ku dengan suara memelas. Tapi aku tetap tidak mendengar jawaban darinya.

Aku menghela nafas panjang, dan sepertinya mala mini teuki hyung membutuhkan waktu sendiri.

Aku jadi setuju dengan perkataan kyunii tadi. Kenapa kau selalu menyembunyikan masalahmu pada kami hyung? Kau tidak akan membebani kami jika kau menceritakan masalahmu, kau akan membebani kami jika kau seperti ini. Kami sangat khawatir hyung. Gumamku dalam hati. Akhirnya aku melangkahkan kaki ku menuju kamar eunhyuk.

Donghae POV End

.

.

Eunhyuk POV

'ternyata memang ada yang tidak beres.' Gumamku pelan.

Aku tidak bisa tidur gara-gara memikirkan apa yang di sembunyikan teuki hyung. Manager hyung? Soo Man ahjussi? Ahjumma? Aisshhh…. Pikirku sambil mengacak-acak rambutku frustasi. Sejak tadi aku hanya berjalan mondar mandir di kamarku berusaha menemukan jawaban, tapi hasilnya nihil.

"Hyuki-ah, bisakah kau berhenti berjalan kesana-kemari? Kau membuatku pusing." Protes donghae.

Ya, mala mini ia tidur denganku, tapi sudah 2 jam kami tidak bisa tidur, mata kami enggan untuk menutup.

"hae-ah, apa yang harus kita lakukan?" kataku dengan nada panic

"aissh,, sudah 10x aku katakana, aku gak tau!" katanya kesal

Aku pun mulai duduk di kasurku.

"haaahhhh…." Teriakku pelan *oppa lebay =="

""Hyuk-ah, aku tidal bisa tidur.," kata donghae putus asa setelah mencoba puluhan cara untuk tertidur.

"ahh, pabbo nya kita.. kenapa kita gak nanya ke kyu saja?" kataku sewaktu bolam lampu muncul di atas kepalaku.

"apa dia masih terbangun?" kata donghae lagi

"dia harus cerita, kalau tidak, aku tidak akan bisa tidur.." tekadku mulai melangkahkan kakiku keluar kamar.

"Hyuk-ah, tungguuu….." donghae mengejarku

Eunhyuk POV End

.

.

Leeteuk POV

Sudah lebih dari 2 jam aku hanya memandang langit-langit kamarku yang putih. Kata-kata kyuhyun masih terngiang-ngiang di pikiranku.

'Apa aku sudah keterlaluan? Apa mereka tidak mengerti bahwa aku melakukan ini untuk mereka? Aku juga seorang manusia. Dan malam ini,semua perasaanku keluar. Sedih, kesal, semua sudah keluar bersama air mataku. Setelah ini, aku akan menjadi leeteuk lagi, leeteuk yang kuat dan berani. Tapi untuk mala mini saja biarkan aku menjadi park jung soo yang lemah, cengeng, dan penakut.

Aku menenggelamkan wajahku di dalam bantal.

Besok akan ku ceritakan semua pada dongsaeng-dongsaengku mengenai presscon itu. Aku juga akan meminta maaf kepada kyunni. Yah secara tidak sadar perkataan nya yang tadi cukup masuk akal dan aku sedikit menyesalinya. Aku juga akan meminta maaf pada donghae karena menyuruhnya tidur bersama eunhyuk dan tidak menggubrisnya waktu ia terus mengetuk pintu kamar kami.

Itulah rencana ku besok. Sekarang aku sudah sedikit tenang, ku putuskan untuk merebahkan tubuhku sebentar untuk mengumpulkan tenagaku lagi.

Drrrttt… drrrtttt.. ddrrrtttt

Ponselku bordering, dengan malas aku mengambil ponsel yang ada di meja sebelah kasurku.

"yeoboseyo?"kataku lirih

"Mwoo? Aku ke sana sekarang nunna…" jawabku cepat dan menutup ponselku. Aku langsung beranjak dari kasurku. Keadaan eomma semakin memburuk mala mini. Tapi dokter sudah menemukan donor hati yang cocok dan akan segera melakukan operasi.

Dengan terburu aku mengambil mantel dan kunci mobilku. Aku langsung ke luar kamar dengan tergesa-gesa, dan meninggalkan dorm.

Leeteuk POV End

.

.

Donghae dan eunhyuk pun memutuskan untuk menanyakannya pada kyuhyun ya walaupun mereka yakin maknae itu tidak akan mau menjelaskan.

"Kyunnie, ireonna… ayolah kyunie.. kau belum tidur kan?" kata eunhyuk sambil menggoyangkan tubuh kyuhyun. Eunhyuk yakin sekali bahwa kyuhyun juga tidak bisa tidur.

"emmmmm…." Desah kyuhyun dan berbalik membelakangi HaeHyuk.

"Kyuhyuuunn,, tega sekali kau membiarkan kami tidak tidur gara-gara penasaran.." bujuk eunhyuk lagi

"Aisshh, kalo kalian penasaran tanyakan saja pada teuki hyung,, aku mau tidur hyung.." jawab kyuhyun malas-malasan.

"kyuniie, teukie hyung tidak mau memberitahu kami,, ayolah. Aku khawatir padanya. Dia mengunciku dari dalam." Bujuk Donghae kemudian

"Yak.. kenapa kalian berisik sekali sih?" kata sungmin yang mungkin sudah mulai terganggu dengan kehadiran kami..

"mian miinnie hyung.." kata eunhyuk lirih

"loh? Hyuki? Hae-ah? Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Sungmin yang ternyata baru menyadari kehadiran Donghae dan Eunhyuk.

"hehe, Minnie hyung, mian, kau jadi terbangun.." kata eunhyuk sambil terus nyengir.

"ah, ani.. apa yang kalian lakukan?" Tanya sungmin hyung heran

"Kyunnie, ayoo bangunn.." Donghae kembali menggoncangkan tubuh Kyuhyun lagi

"Minnie hyung, bilang pada mereka kalo aku sudah tidur." Kata Kyuhyun lirih

Kami bertiga hanya cengo dengan perkataan si maknae satu ini..

"yak, kyunnie, mana ada yg tidur masih bisa ngomong!" kata sungmin heran dengan tingkah dongsaeng kesayangannnya itu.

BLAM..

Donghae sedikit terlonjak kaget saat pendengarannya menangkap sebuah pintu yang tertutup. Donghae sedikit menoleh.

"hae-ah, waeyo?" Tanya eunhyuk yang heran dengan sikap Donghae.

"A.. anii.. aku hanya merasa ada suara pintu tertutup." Jelas Donghae

"jinja?" Tanya eunhyuk ikut penasaran juga.

"hei, apa sih yang kalian lihat?" Tanya sungmin yang ikut melihat kearah luar kamar KyuMin. Sekarang kepala mereka tersusun dari atas ke bawah di pinggir pintu #Eh?.

"Loh? Hae… kamar teuki hyung terbuka?" Tanya eunhyuk langsung menghambur keluar kamar.

Donghae pun menyusul eunhyuk begitu pula dengan sungmin. Dan benar saja pintu kamar Donghae dan Leeteuk sedikit terbuka. Saat mereka masuk ternyata Leeteuk tidak ada. Apa yang tadi keluar adalah teuki hyung? Mau kemana dia jam segini? Seperti itulah fikiran ketiganya.

"Ada apa sih? Aku jadi semakin bingung dengan tingkah kalian." Tanya sungmin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sungmin memang tidak mengetahui apapun yang terjadi tadi malam.

"Ikut aku, kalau kalian mau tau apa yang terjadi."

Saat Donghae dan Eunhyuk ingin menjelaskan pada Sungmin tiba-tiba sebuah suara menginterupsi. Mereka bertiga menoleh dan menemukan Kyuhyun yang telah siap dengan jaket dan kunci yang berada di tanganya.

.

.

Kyuhyun POV

'Aissh, bisakah mereka diam? Mereka benar-benar membuatku tambah khawatir..' gumamku dalam hati kesal karena 2 hyung gila ku ini terus memaksaku menceritakan apa maksud ucapanku pada teuki hyung tadi.

Dan sekarang mereka berhasil membangunkan Minnie hyung juga,. Aissshhhhh…

Aku masih terus pura-pura ingin tidur dan membelakangi mereka, walaupun saat ini mataku enggan untuk menutup. Tiba-tiba mereka berhenti mengguncangkan tubuhku.

Ku dengar percakapan di antara mereka. Donghae hyung bilang ia seperti mendengar suara pintu di tutup., hiii, di dorm ini tidak ada hantunya kan?

Eunhyuk hyung bilang kamar teuki hyung terbuka dan mereka bertiga langsung menghambur keluar.

Aku pun segera terduduk mendengar itu. Perasaanku tidak enak.

'aish, hyung apa lagi yang mau kau lakukan?'

Aku mengambil ponselku. Awalnya aku berniat untuk langsung menelponnya tapi ia tidak mungkin mengangkat telfonku sekarang. Tanpa di perintah jariku menekan nomor manager hyung.

"ne, wae kyu? Untuk apa pagi-pagi telfon.. hah?" tanyanya beruntun dengan suara setengah sadar. Aku langsung memutuskan telfonku. Aku tahu dimana teuki hyung sekarang. Aku langsung mengambil mantel dan kunci mobilku.

Aku keluar kamar. Aku melihat 3 orang hyung ku masih asyik berdiskusi panic di depan pintu kamar haeteuk itu.

"Ayo, kalo kalian mau tau apa yang terjadi." Ajakku tiba-tiba yang sontak membuat mereka kaget.

"kyu~.. mau kemana?" Tanya Minnie hyung heran

Kyuhyun POV End

.

.

Sungmin POV

Sekarang aku, kyuhyun, donghae, dan eunhyuk sedang dalam perjalanan menuju… entahlah..

Kyuhyun tak membuka mulutnya sedikit pun. Dia hanya focus menyetir sekarang.

Awalnya aku, eunhyuk dan donghae memaksa kyuhyun untuk bilang mau kemana., Tapi karena tidak di gubris akhirnya kami tutup mulut dan mengikuti saja apa yang akan di lakukan kyuhyun

Semua terdiam dan terbawa dalam pikirannya sendiri-sendiri.

'Apakah sesuatu terjadi pada teuki hyung?' batinku

Sejak tadi, ah tidak,, sejak eunhyuk dan donghae membangunkan kyuhyun dari tidurnya, aku sudah bertanya-tanya apa yang terjadi. Haah.. "teuki hyuung" gumamku pelan sambil melayangkan pandanganku ke luar jendela.

Aku tersontak kaget saat kyuhyun mengarahkan mobilnya memasuki basement seoul hospital. Bukan hanya aku, tapi donghae dan eunhyuk juga terlihat kaget.

"Kyu, kenapa ke sini? Apa teuki hyung sakit?" tanyaku dengan nada cemas

"tidak, ayo turun. Nanti kalian akan tau sendiri."kata kyuhyun langsung keluar dari mobil dan masuk ke rumah sakit..

"perasaanku gak enak.." kata donghae cemas

"ne.. ne, ayo cepat.." kata eunhyuk langsung berlari menyusul kyuhyun.

Sungmin POV End

.

.

ÐTŁ

Donghae POV

Sungguh perasaanku saat ini gak kyuhyun membawa kami ke seoul hospital? Teuki hyung apa kau baik-baik saja. Aku takut. Hyung.. Badanku sudah lemas saat memasuki rumah sakit ini. Aku paksakan kakiku untuk mengikuti kemana kyuhyun pergi.

Tiba-tiba kyuhyun berhenti. Kami pun berhenti.

"Kyu, kenapa?" tanyaku padanya. Ia tak menjawabku. Tatapannya lurus ke depan. Aku ikuti tatapannya. Dan ku lihat sosok yang paling ku kenal. Seorang namja yang telah bertahun-tahu memperhatikan kami, yang selalu memanjakanku. Leeteuk Hyung.

Dia sedang duduk di sebuah bangku, sendirian. Ia hanya menundukan kepalanya. Melihat itu aku pun terdiam ku perintah air mataku sudah mengalir membasahi pipiku.

"kyu, siapa yang sakit?" tanyaku dengan suara parau

"park ahjumma, hyung" katanya lirih

"kenapa teuki hyung tak memberitahu kita?" Tanya Eunhyuk yang ternyata sudah menangis juga.

Akhirnya ku langkahkan kakiku secara perlahan menuju teuki hyung mendahului semuanya. Aku ingin segera memeluk teuki hyung. Aku tau bagaimana rasanya. Aku sangat ingat rasanya saat menunggu appa ku yang sakit, dan aku tau pasti teuki hyung merasakan apa yang ku rasakan dulu.

"Hyung" kata ku lirih saat tepat berada di depannya. Suaraku parau. Tentu, air mataku sudah mengalir deras sejak ku langkahkan kaki ku.

Ia mendongakkan kepalanya, dalam beberapa detik ia terlihat terkejut dengan kehadiranku.

"Hae-ah?" kata nya lirih. Terlihat jelas, pipinya basah. Teuki hyung sedang menangis. Aku pun langsung memeluk teuki kesayanganku ini. Ia hanya terdiam dalam ia yang selalu memelukku saat aku menangis tapi untuk kali ini saja, biarlah ia yang menangis dalam pelukanku.

Ia menangis dalam tenang. Ku lihat eunhyuk juga sedang menangis bersama sungmin hyung di belakangku. Sedangkan Kyuhyun, ia duduk di sebelah teuki hyung sambil menundukan kepalanya. Hanya isakan yang terdengar saat ini. Isakan ku dan eunhyuk yang paling terdengar. Kami tidak pernah bisa menangis dalam diam. Huf

Tidak beberapa lama, akhirnya muncul beberapa orang dari dalam ruangan. Teuki hyung langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri orang itu. Orang-orang terlihat lelah.

"Dok, bagaimana?" tanya nya tenang

"Tenanglah., operasinya berhasil. Keadaannya juga membaik. Jadi kau tenanglah.. Arra?" kata dokter itu puas

"jinja? Kamsahamnida dok.." kata teuki hyung senang sambil membungkukan tubuhnya. Kami pun menganggukan kepala kami sebagai tanda terima kasih kepada dokter itu.

"Hyung," panggilku sambil mengelap pipiku yang basah

"ne?" tanya nya yang sudah mulai menunjukan senyum malaikatnya, senyum kesukaanku.

"sebenarnya, ahjuma sakit apa? Dia operasi apa? Kenapa?" tanya ku beruntun

" Ia harus menjalani operasi cangkok hati." Jelasnya.

"Hyung,, akuu.. akuu.." Eunhyuk mulai membuka suaranya, ia gantian memeluk teuki hyung seperti anak kecil. Teuki hyung hanya membalas pelukannya lembut.

"Hyungg,, kenapa kau tidak memberitahu kami?" tanya sungmin hyung.

"ne, ne.. mianhae.. mian aku tidak memberitahu kalian" jawabnya sambil mengelus rambut eunhyuk untuk menenangkannya dari tangisannya.

"Iya, hyung,, jangan begini lagi. Kau kan tau, ahjumma sudah seperti eomma kami juga.."Kata ku lagi

"Mian… Mian uri dongsaengdeul.." Katanya lagi sambil tetap tersenyum.

"Hyung harus janji. Jangan seperti ini lagi.. kalo terulang lagi aku akan marah.." kata eunhyuk sambil memanyunkan mulutnya.

"ne, aku janji." Kata teuki hyung lagi.

Donghae POV End

.

.

Eunhyuk POV

Sekarang hati ku sudah sedikit tenang. Aku, Donghae, dan sungmin hyung sudah bisa tersenyum juga. Kami sudah tenang. Kami berempat sudah mulai tertawa kecil.

Tunggu, kemana 1 orang lagi? Aku menyadari ada 1 orang yang tidak bergabung dalam tawa kecil kami. Kyuhyun, yak, aku melihatnya masih duduk sambil menundukan kepalanya. Kenapa dengan anak ini? Apa ia begitu sedih? Gumamku dalam hati

"kyu.." panggil teuki hyung sambil menghampirinya. Kami semua juga menghampirinya.

"Kyunni, gwenchana?" tanya sungmin hyung sambil menepuk pundaknya.

"Kyu.. mianhae.. Mianhae untuk semua yang ku lakukan. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Maafkan hyung ya.." kata teuki hyung lembut sambil mengelus rambut kyuhyun

"Kyu.. kau tidak apa-apa kan?" kataku heran karena ia sama sekali tidak merespon.

"Kyu…" kata sungmin hyung lagi

"Kau masih marah padaku kyu?" tanya teuki hyung lagi mulai cemas.

"Aish, kalian ngomong apa sih?" Kata kyuhyun mulai mengangkat wajahnya

"ish kyu,, caramu ngambek itu gak elite,, " kata donghae dengan nada cemburunya, mungkin ia kesal karena teuki hyung sangat cemas dengan kyuhyun sekarang

"Kyu, kau masih marah padaku?" tanya teuki hyung lagi.

"marah? Ani." Kata kyuhyun dengan watadosnya

"kalo gak marah kenapa daritadi nunduk mulu?" kataku heran tapi masih sedikit cemas

"Ah, hehe., aku ngantuk hyung.." kata kyuhyun sambil nyengir

"MWO?" kataku dan donghae serentak kaget mendengar jawaban sang maknae

Sungmin hyung hanya geleng-geleng mendengar ucapan dongsaeng kesayangannya itu. Dan teuki hyung hanya tersenyum lega.

"Yakk… Kau membuat khawatir dan jawabannya Cuma ngantu? Aissh…" bentak donghae sambil mengacak-acak rambutnya.

"Minnie hyung, teuki hyung, lihat, dia membentakku hanya karena aku mengantuk" kata Kyuhyun manja ke minnie hyung dan teuki hyung

Melihat itu, aku, sungmin hyung, dan teuki hyung tertawa. Sedangkan donghae siap untuk menerkam evil maknae ini.

Eunhyuk POV End

.

.

.

Ryeowook POV

Emm… tidurku malam ini terasa nyaman sekali. Sepertinya aku tertidur sangat pulas malam ini. Aku membuka mataku setengah dan melihat kasur di sebrangku. Yesung hyung masih tertidur pulas juga. Berarti sekarang masih pagi kah? Kenapa aku sudah berasa tidur lama sekali?

Drrttt drrrrttt drrrtt

Tiba-tiba ponsel yang ku letakkan di meja samping kasurku bergetar. Ku ambil ponselku dan ku lihat layarnya. Hah? Heechul hyung? Aku langsung bangun.

"Yeoboseyo hyung" kataku pelan

"Wooki-ah, apa jung soo belum bangun?" tanya nya langsung dengan suara keras seperti biasa.

"em, aku tidak tau, sepertinya belum. Ada apa hyung?" tanya ku

"sejak tadi ia tak menjawab telfonku. Aku ingin bicara dengannya." Jelasmya

"benarkah? Aku akan membangunkannya untuk hyung." Kataku polos sambil melangkah ke kamar teuki hyung

"wah, kau memang berguna wooki-ah" katanya girang

"Aish hyung, memangnya aku tidak berguna.." kataku cemberut

"hahaha.. bercanda wooki-ah…" katanya

Dengan pelan ku buka pintu kamar teuki hyung. Daaannnn… KOSONG…

"loh?" gumamku pelan

"kenapa wooki?" tanya heechul hyung

"kamar teuki hyung kosong, kemana mereka pagi-pagi gini?" aku balik bertanya

"HAH?" kata heechul hyung kaget

"Hyung, aku tutup telfonnya dulu. Mungkin mereka sudah bangun" kataku

" ne" katanya langsung memutuskan telfon

Aku pun mencari-cari ke seluruh pelosok dorm ini..

Tapi sama sekali tak ku temukan sosok teuki hyung ataupun donghae hyung. Akhirnya aku melangkahkan kakiku ke kamar eunhyuk hyung, mungkin donghae hyung tidur di kamarnya. Saat ku buka KOSONG..

" Loh ? Kok kosong juga? " gumamku mulai khawatir

Aku mau kembali ke kamarku saja, mungkin yesung hyung tau dimana mereka

Saat ku melewati kamar kyumin, kamarnya sedikit terbuka. Apa mereka sudah bangun?

Aku menengok sedikit ke dalam kamar kyumin, Aku benar-benar kaget melihat kamar Kyumin juga KOSONG…

"Wuuuuaaaa.. Kemana mereka semua?" teriakku mulai khawatir

"MEREKA HILANG!" teriakku lagi lebih melengking

Ryeowook POV End

ÐTŁ

.

.

Leeteuk POV

Keadaan eommaku membaik dan bisa langsung di pindahkan ke ruang rawat. Setelah nunnaku datang, aku bersama 4 dongsaengku ini meninggalkan rumah sakit.

Rasanya mengantuk sekali. Ya, semalaman aku tidak tidur. Dengan sangat hati-hati ku jalankan mobilku. Sungmin mengendarai mobil kyuhyun bersama kyuhyun dan eunhyuk. Dan Donghae memaksa untuk ikut mobilku. Dan sekarang ia sedang tertidur dengan pulasnya seperti bayi di jok sebelahku. Ya, ku rasa mereka bertiga juga tidak tidur semalaman seperti ku. 'mianhae, gara2 aku, kalian jadi kurang tidur' gumamku pelan agar tidak membangunkannya.

Sekarang sudah menunjukan jam 8 pagi, jam 11 nanti kami akan pemotretan lagi,.

Aish, aku lupa, aku harus memberi tahu masalah presscon itu kepada mereka. Tidak bisa di tunda lagi.

Kami sampai di dorm. Sungguh tak tega membangunkan bayi yang sedang tertidur di sebelahku. Jika aku dalam keadaan fit pasti sudah ku gendong dia, tapi aku pun sudah lemas, bisa-bisa kami malah jatuh jika aku menggendongnya.

Donghae masih saja menggandeng lenganku dengan manjanya, anak ini selalu saja. Ckck

Aku, sungmin, donghae, eunhyuk dan kyuhyun memasuki lift. Hanya sungmin yang terlihat sedikit segar. Eunhyuk dan kyuhyun dengan lemas menyender dalam lift.

Akhirnya kami sampai juga di dorm.

Kami memasuki dorm. Dorm masih terlihat sepi. Apa ryeowook belum bangun? Tumben sekali.

Saat kami berjalan menuju kamar dan melewati dapur, aku seperti mendengar suara tangisan. Ah.. siapa yang menangis?

"Minnie-ah.." panggilku lirih

"ne hyung., waeyo?" katanya sambil masih memapah kyuhyun yang sudah setengah sadar.

"Apa kau mendengar tangisan?" Tanya ku lagi yang sontak membuat sungmin, eunhyuk bahkan donghae kaget dan mulai memperhatikan suara itu.

"hyung, siapa yang nangis?" Tanya eunhyuk

"iya, ada tangisan.." timpal donghae

Aku pun mulai menghampiri suara itu. Benar, suara itu berasal dari dapur. Aku dan sungmin semakin mendekat kea rah dapur. Aku sedikit merasa cemas., Aku takut ada dongsaengku yang menangis lagi.

Semakin mendekat dan aku menemukan 4 sosok namja sedang berkumpul di sana. 1 namja menangis sampai sesenggukan, 2 namja yang lain terlihat sangat panik dan 1 namja lagi berusaha menenangkan namja yang sedang menangis itu.

"kalian sedang apa?" Tanya ku pelan

"Wooki-ah, kenapa menangis?" Tanya sungmin heran

Ya, 4 namja itu adalah Yesung, Shindong, siwon, dan ryeowook. Mereka langsung menatap ke arah kami. Mereka terlihat sangat sangat dan sangat terkejut melihat kami.

Saat ku ingin menanyakan lagi tiba-tiba terdengar gebrakan pintu dorm kami. Yang sontak membuat kami terkaget.

BRAAKKK

"WOOKI-AH APA YG SEBENARNYA TERJADI?AP…." Tanya seorang namja cantik yang barusan membuka pintu dorm kami secara kasar itu. Namun perkataannya terhenti begitu saja saat melihat ku, sungmin, donghae, eunhyuk dan kyuhyun dengan tatapan horror. Aku benar-benar terkejut melihatnya. Kenapa Heechul bisa ada disini?

"Ada apa sih ini?" Tanya donghae dengan polosnya

Mereka masih menatap kami dengan tatapan penuh selidik.

"Jung soo? Kalian? Wookii?" Tanya Heechul heran padaku, lalu mengalihkan tatapan pada ryeowook memberikan death glare terbaiknya.

"Wuuuaaaaaa… HYUUUNGGG….." Tiba-tiba ryeowook memelukku sambil terus menangis.

"Sebenarnya ada apa sih? Apa ada masalah hyung? Kenapa kau di sini? Ini ada apa sih?" Tanya Eunhyuk beruntun yang sambil mengacak-acak rambutnya.

"Chulii? Kenapa kau disini?" Tanya ku heran

"Aishh.. tanyakan pada anak yang lagi menangis itu?" kata heechul dengan nada tinggi lalu duduk di kursi meja makan. Aku pun langsung mengalihkan pandanganku pada ryeowook yang masih menangis memelukku. Aku pun hanya bisa mengelus rambutnya lembut menunggu sampai ia tenang

" Iya, kalian yang darimana?Kami mencari kalian hyung?" jelas siwon

"hah? Kami?" Tanya sungmin heran

"Anak itu bilang kalian semua menghilang…" kata heechul ketus. Sepertinya ia masih kesal pada Ryeowook.

"Ta.. tadi pagi pas.. aku bangun, aku berniat bangunin semuanya tapi kalian semua gak ada. Aku hanya takut.. kalian hilang hyung.." jelas wooki membela dirinya lalu menatapku dengan mata masih berair.

Omoo.. wooki manis sekali.. ah.. anii.. maksudku mereka mencemaskan kami. Sepertinya ada kesalahan pahaman di sini. Haha, aku jadi merasa tidak enak.

"MWO?" Donghae dan eunhyuk serempak berteriak

"hahaha, kami tidak mungkin hilang wooki-ah…" kata sungmin lalu mengelus lembut rambut wooki. Aku hanya tersenyum melihat kepolosan eternal maknae kami ini. Jujur aku ingin tertawa dalam hati. Anak ini benar-benar polos.

"Aiissshh,, wooki, kau ini polos sekali.. gimana cara kami menghilang bersama-sama. Bersama mereka lagi.. aishh.. tidak mungkiinn, aku juga tak mau kecuali dengan Minnie ku" kata kyuhyun enteng dengan tidak sopan..

Pletak

1 jitakan 'sayang' di hadiahkan oleh Cinderella kita.

"Kau bicara apa eoh?" Pekik Heechul

"Ya! Appo hyung!" kyuhyun hanya bisa meringis sambil mengelus kesakitan.

"Hiks.. jadi kalian kemana? Hiks.." Tanya wooki lagi.

Bukannya menjawab KyuMin dan EunHae malah menatap ku dengan penuh arti, dan menyuruhku agar menjelaskan kepada mereka semua.

"Hoaamm aku ngantuk,…" kata kyuhyun sambil berjalan meninggalkan sekelompok orang yang meminta penjelasan

"Aku juga mau tiduurr" kata eunhyuk yang juga pergi di ikuti oleh donghae

"Yak! Jelaskan pada kami.. Aku sudah jauh- jauh kesini….." omel Heechul dengan kekesalan puncak tinggi

"Chulli-ah jangan teriak, biarkan mereka tidur" kataku menenangkan heechul sambil merebahkan tubuhku di kursi

"Aish, kalo begitu kau jelaskan pada kami kemana kalian? Lalu jelaskan tentang berita hoax yang akhir-akhir ini menyebar eoh?" katanya lagi dengan nada menuntut

Aku hanya menatap kaget kearah Heechul yang tengah menatap ku meminta penjelasan. Begitu pula dengan dongsaengku yang lainnya.

.

.

~TBC~


Okee~!

Masih kurang 1 chap lagii^^

Akan Hye updet secepatnya..

Jeongmal Gomawo untuk Reader yang menunggu Fic ini… *deep bow*

And the last..

RnR please~! ^^