LESSON XXX [3] - ENTERING
"Ukh~ semoga ini akan baik-baik saja.." Oz membatin dalam hatinya. Dia sedikit ragu untuk memasukkan kepunyaannya ke dalam lubang kecil dan sempit itu. Pasti rasanya akan sakit sekali untuk Gil (dan untuk nya juga ).
Oz meneguhkan hatinya untuk melanjutkan 'pelajaran' berikutnya. Tidak mungkin kan dia meninggalkan Gil dalam keadaan seperti ini...
Flushed...Aroused...and begging to be Fucked...
Shit!
Jemarinya yang lentik mencengkram kedua sisi pantat Gil. Membukanya lebar-lebar sampai lubang kemerahan itu terlihat. Menarik satu nafas dalam-dalam, Oz mulai memasukan ujung 'pee pee' miliknya ke dalam lubang kenikmatan Gil.
"Aakh!" Gil mengerang kesakitan saat benda yang lebih besar dari jemari Oz mulai masuk ke dalam tubuhnya. Berbeda dengan jari dingin yang sebelumnya mempersiapkan dirinya, 'pee pee' milik Oz terasa lebih panas dari pada suhu tubuhnya.
Dia memajukan pinggulnya agar penis miliknya bisa masuk lebih dalam lagi.
"augh aaahn..aah bo-occhaaan~ saaakiit"
Oz mendengar rintihan dari pelayan nya. Dari awal dia sudah tahu kalau ini akan terasa (sangat) menyakitkan.
Dengan nada yang lembut dan menenangkan Oz berbisik di telinga Gil.
"Tahan lah sedikit lagi, Gil. Lama kelamaan rasa sakitnya akan hilang kok." Tak lupa Oz memberikan kecupan di pipi Gil yang basah karena air mata.
Gil menggangguk pelan.
Oz sepertinya juga harus menahan sesuatu yang ingin keluar dari 'pee pee' miliknya. Sensasi yang dirasakan terlalu berlebih untuk seorang pemula seperti dirinya.
Menarik nafas dalam-dalam Oz menarik penisnya keluar dan menusukkannya lebih dalam kedalam lubang suci milik Gil.
Beberapa kali ia lakukan terus sampai terasa nyaman baginya untuk keluar masuk ke dalam tubuh Gilbert.
"ugh ugh ugh." nafasnya selalu tersendat-sendat setiap kali Oz menusukan 'peepee' lebih kuat dan dalam ke dalam tubuhnya
Kedua siku yang menopang tubuhnya mulai terasa lelah. Akhirnya Gil memutuskan untuk mengistirahatkan kedua lengannya di samping tubuhnya dengan kepala yang sepenuhnya bersandar di atas permukaan bantal. Kini dia hanya bertopang pada kedua tangan Oz yang mencengkram kuat di pinggang kecilnya dan cukup kuat sampai bisa meninggalkan bekas kemerahan.
Hanya nafas berat dan desahan yang terdengar di ruangan itu. Suara desahan Gil yang makin lama makin terdengar lebih indah di telinga Oz.
'Aku ingin melihat expresi Gil saat ini…' dengan perlahan Oz mengeluarkan penisnya dari dalam tubuh Gil dan membalikan posisi tubuhnya. Kedua bola mata mereka saling bertatapan. Oz tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah Gil. Dia terlalu terkagum-kagum dengan wajah kemerahan Gil yang malu-malu. Ingin rasanya ia memliki semua yang ada pada diri pelayan nya itu.
Dengan tangan kanan nya, Oz kembali menuntun *peepee* miliknya untuk masuk ke dalam lubang sempit dihadapannya. Gil mulai terbiasa dengan intrupsi yang masuk ke dalam tubuhnya. Oz mencondongkan badannya dan memulai menggerakkan pinggulnya. Lidahnya terus bermain di telinga Gil tanpa berhenti melakukan gerakan maju-mundur.
"hn..hmm..mm..aaahhh~ aaah~ AAAH!" semakin lama desahan Gil semakin keras, seakan tidak peduli jika seluruh penghuni rumah mendengar suara erotisnya.
"Gil… Gil… Gil.. nggh..." Oz memanggil nama pelayan tersayangnya, sahabat terbaiknya, dan juga kekasih hati yang sangat dicintainya.
Kedua tangan Gil yang semula tergeletak diam di sisi tubuhnya kini mulai bangkit dan memeluk erat tubuh majikan nya. Seluruh peluh di tubuh mereka sudah tercanpur menjadi satu. Nafas Gil memburu dan terasa sangat panas di telinga Oz setiap kali pemuda bermata emas itu mengeluarkan desahan indah dari mulutnya.
Si rambut pirang duduk bersimpuh dengan 'pee pee' yang masih berada di dalam tubuh Gil. Ia menyelipkan kedua tangannya disela-sela tubuh Gil dan menarik pemuda itu keatas pangkuannya. Gil mulai menggerakkan tubuhnya perlahan diatas pee pee Oz dan semakin lama mulai mempercepat gerakannya. Oz menurunkan sedikit kepalanya untuk bertemu dengan puting kemerahan Gil yang sudah mengeras. Dilahapnya puting susu itu kemudian dia hisap kuat-kuat sambil sesekali menjilat permukaannya.
"nggh Aaahh~" Gil mendongakkan kepalanya sambil mengerang degan keras. Lelehan saliva mengalir keluar dari sudut mulutnya karena tak kuasa menahan rasa nikmat yang menyelimuti dirinya
"Oz… Oz! aku sudah tidak ku—aaah…" Gil membenamkan wajahnya di rambut pirang Oz seraya memeluk erat tubuh majikannya. Oz melepaskan mulutnya dari puting yang ia lahap tadi. Memastikan kedua puting kemerahan itu mendapatkan perlakuan yang sama.
Oz menyelipkan tangan kanannya di sela tubuh Gil dan tubuhnya, menggenggam 'pee pee' Gil yang terabaikan. Telapak tangan dan jarinya bergerak maju mundur seraya dengan tusukan kuat di lubang kenikmatan milik Gil. Mulutnya kini sudah menjelelah di rongga mulut pelayan tersayangnya. Lidah mereka saling bergerumul satu sama lain. Sesekali Oz menghisap lembut lidah Gil yang berada di dalam mulutnya.
Ujung 'pee pee' bocchan tercintanya beberapa kali menyentuh titik kenikmatan d tubuhnya, membawa dirinya sampai ke ujung tombak.
"hmmph…hmmh…aahh O-Oz a-ku su—AAHH~ sudah mau… nggh~"
"Gil… Gil… aaaah!"
"AAAAHH~~"
Oz menumpah seluruh cairannya ke dalam tubuh Gil sambil memeluk erat pemuda berambut hitam dipangkuannya. Tubuh Gil mengejang kuat dan mengeluarkan cairan yang sama seperti milik Oz. Cairan itu membasahi kedua sisi perut mereka.
Sambil terus berpelukan keduanya masih merasaka sisa-sisa kenikmatan yang menyelimuti tubuh mereka. Oz melepaskan pelukan mereka dan menatap mata emas dihadapannya. Wajah Gil memerah ketika Oz tertawa kecil melihat ekspresi wajahnya saat itu.
"Kau memang manis sekali Gil~~" Oz berkata riang sambil tertawa menyeringgai
"O-OZ!"
Oz memajukan kepalanya dan memberikan kecupan di bibir Gil.
"Lain kali tolong bantu aku 'belajar' lagi yah, Gil-kun." Oz tersenyum lembut.
"Um…" Gil hanya bisa mengagguk pelan dan wajahnya makin memerah.
Sang seme membantu sang uke untuk bangkit dan mengeluarkan 'pee pee' dari dalam tubuh pasangannya. Kalau tidak segera dikeluarkan bisa bahaya nantinya. Bisa-bisa mereka akan melakukan 'pelajaran' ini sampai pagi. (LOL)
-Fin-
A/N:
Muahahahaha~~ akhirnya fanfict bejat ini selesai~~! *dance-dance*
Maaf saya sangat lama meng-update part terakhir ini, karena sedang sibuk urusan -beeeep- OTZ
Ini mungkin bakalan jadi fanfict terakhir saya *sobss~ ;_;
Masa author's block yang sangat menyebalkan (=A=) Yah apa boleh buat, saya memang sangat sibuk tahun ini *digeplak*
Oh ya buat seseoang yang waktu itu (entah kapan, sudah lama sekali sepertinya) request fanfict sama saya, beribu maaf saya haturkan(?) *sujud*. Saya ga bisa memenuhi permintaan anda untuk sekarang ini, tapi saya janji kok bakalan buat fanfict request'an anda, semoga masih suka sama pairing 'itu' ya ^o^
Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan (misstypo, grammar(?), tata bahasa, etc.) Saya terlalu malas buat ngecek ulang hasil ketikan saya *dilempar ke Norway*. Terima kasih sudah membaca, terima kasih juga sudah menjadi pembaca setia fanfict gagal buatan saya -^^-
Jyaa nee~ sampai bertemu lagi~ Adiousuu~ Bye~ q(*^o^*)p
