Rani : Oh dead with me..

Rin : Author?

Rani : *Nyiapin tali tambang* Mati ah...

Len : Kamu mati? Cerita ini di kemanain?

Rani : Ku serahkan kepada kamu dan Rin..

Len : Hah?

Rani : Dadah teman-teman! Seusai nulis Fic ini saya bakalan dead kok.. Baiklah bacakan Disclaimer Luka~

Luka : Baiklah.. Aku muncul ga disini?

Rani : Ya kamu muncul..

Luka :

Disclaimer: Author yang mau mati ini tidak akan punya vocaloid. Sebenernya dia lagi pusing nerusin Fic lain yang idenya buntu.. Nanti katanya juga dilanjutin kok!

Rani : Kamu ngebongkar aibku Luka..

Rin : Kebanyakan baca komik cewe sih, kebanyakan gambar..

Rani : Rin shut up.. baiklah readers? Biar saya tidak mati.. Review please..


FanFicku di flame Shota-con!

chapter 4: Can you say NOW?


(Len POV)


"Len~ Jawab dong~ Jangan pake muka merona begitu.." Kata seseorang di belakangku.. Aku menengok. Kulihat Rin dengan Miku yang sedang melihatku dengan tersenyum.. Aku melihat Rei dari dekat pintu..

OH.. Dead to me.. Aku harus bilang apa?

"A, ano.." Kataku sambil melihat Rin yang mengutak-utik HPnya.. Rin memperlihatkan senyuman liciknya padaku.

"Kalau begitu.. Apa maksudnya ini?" Kata Rin sambil menunjukan percakapan yang tadi di HPnya... Owh, aku harus ngomong apa?

Glek!

, Rin makin mendekatiku kesini.. Matilah aku..

"LEN-KUN!" Sebuah suara nyaring dari seorang gadis berambut pink lembut dan mata azure. Dia mendekatiku dan memelukku.. Namanya IA Kagamine, adik sepupuku.. "Hari ini kau janji menemaniku ke taman 'kan?"

"Iya, iya.. Kau mau kubacakan dongeng apa hari ini?" Kataku yang sedang ditarik oleh IA.. Selamat.. Terimakasih adikku tercinta.. Aku melihat Rei. Kami berpapasan..

.

.

.

.

.

.

"Wahaha? Berhasil lolos juga kau! Sini!" Kata Rei menarik tanganku. Ampun!

"EITS!" IA yang reflek langsung menarik tanganku.. GYAA?

"GYAAAAAAAAAA!" Kataku yang kesakitan karna tanganku keduanya saling ditarik.

"LEPASKAN REI!" Kata IA menarikku makin kuat.. KAMI-SAMA? AKU PUNYA DOSA APA! SAKITTT!

"TIDAK MAU!" Kata Rei menarik tanganku dengan kekuatan luar biasa.. A, A, SESAK! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA! SAKIT!

Sreek..

BRUUGGH!

"KYAAA!" Kata IA yang terjatuh.. Rei terjatuh tapi tidak mengeluarkan suara.. Aku melihat ke arah lenganku.. DAMN! lengan bajuku yang panjang robek! Aku punya salah apa sih sama kalian? Akupun mendengus kesal dan keluar kelas.. Haduh! Gimana ini? Robek!

"Kakak! Tunggu! INI AKU BAWA JAKET!" Kata IA yang kelihatannya sedang berlari.. Benarkah? SELAMAT!

"Ah ya maka-

GUBRAK!

Belum selesai aku berbicara.. IA sudah memelukku hingga jatuh. Ckk, adik macam apa kau ini? Memeluk hingga jatuh kakak sepupu sendiri!

"Go, go, gomen~!" Kata IA lalu berdiri. Aku yang berada di bawahnya langsung bangun.. Kayaknya hari ini aku sial banget sih?

"Cie~ IA!" Kata seseorang berambut sama seperti IA dan matanya yang lagi-lagi sama seperti IA. Tapi ia seorang cowo. Titik. IApun melihat cowo itu sambil mendengus kesal.

"Dasar AI!" Kata IA lalu mengeluarkan sebuah benda tajam..

Glek!

KABUR SEBELUM JADI KORBAN! SELAMATKAN DIRIMU!

Langsung saja aku melakukan 1.000 langkah menjauhi IA. Karna nanti akan ada perang dari IA dan AI...

.

.

.

BRAAK!
PRAAAAAANG!

.
"WAAAAAAAAAAA! IA-CHAN!" Kataku melihat AI yang sudah pingsan karna terkena serangan 'kutukan' IA. AI memang sangat tidak bisa menahan serangan kutukan IA sih.. AI yang sabar kamu ya.. IA-chan memang ganas sih..

"Ampun deh IA!" Kata AI sujud-sujud di depan IA.. IA langsung tertawa kemenangan. Aku sih ngabur-ngabur aja ngeliat romantisnya mereka.. Hehehe..

BRUUUUUGH!

Aku menabrak seseorang dan terjatuh.. Apakah sakit? Tentunya..

"Ittai~~~" Kata seseorang dengan rambut honey blond yang panjang, matanya berwarna azure. Dia sangatlah cantik.. Sama seperti Rin.. EH! A, aku tidak suka Rin! TITIK! Aku menggeleng-geleng dan mukaku tampak memanas. Gadis itu lalu bangun dan menawarkan tangannya padaku.. Mukaku langsung merah seketika.. Ah, Len! Apa yang kau pikirkan sih! Kau ini seorang player! Tidak boleh jatuh cint-

"KYAAAAAAAAAAAA! LEN!" Terdengar teriakan.. Jangan bilang..

"!" Aw, damn.. Kenapa para fans-fans datang disaat aku lagi ingin berdua- Len.. Tenangkan dirimu.. Jangan sampai kau masuk RSJ! Akupun bersiap-siap memasang kuda-kuda(?) dan lari sekencang angin.


-(tempat aman)-


"Haah.. Haah.. Akhirnya.." Kataku sambil mengelap keringat di dahiku.. Sungguh mencapai tempat aman untukku..

"Jadi disini kau bersembunyi Len?" Kata seseorang dengan nada naik turun. Aku menengok dan melihat Rin..

Glek!

Ternyata Kami-sama masih jahat juga padaku ya.. Hua... Aku memandang Rin, wajahnya memerah dan memandangku.. Rin.. Bisakah kau hentikan pandangan itu? Aku jadi takut melihatnya..

"Kau itu kenapa menghina Ficku sih?" Kata Rin dengan nada penyelidik. Aku hanya memandang Rin dengan muka kaget.. Set, harus ngabur kalo begini.. Akupun berlari sekencang mungkin tapi..

CKITT

"!" Seseorang menarikku dari belakang dengan aura mengerikan..

Glek.

"Kamu mau kemana Len-chan?" Kata Rin dengan nada seperti hantu.. Akupun menengok dan melihat muka Rin yang top banget dibilang mirip hantu jaman sekarang.. A? Apa yang harus kukatakan?

"Anu... A, anu..." Kataku. DAMN! Kenapa aku malah jadi gugup di depan Rin..

Drt! Drt!

Hm? Huft untunglah.. Akupun membuka HPku dan mendapati SMS dari...

.

.

.

.

.

Rei.. Mencurigakan..! Etto, aura dari Rin bener-bener ga ngenek...

"Ah, tunggu Rin.. Janji ga ngabur!" Kataku. Rinpun berhenti mengeluarkan aura menyeramkan itu. Huft.. Akupun membaca SMSku.. WHAT THE HELL?

.

.

.

.

From : Rei Kagene.

To : Len prince of banana

Len, manfaatkan keadaanmu.. Aku lihat dari atas loh.. Rin tu cantik.. Buru tembak-tembak!

.

.

PRAANG!

Aku membanting HPku yang tidak berdosa.. Emosiku sudah naik terus..

"REEEI!" Kataku dengan malu. Mukaku memerah.. Bagaimana tidak? AKU TUH GA SUKA RINN!

"Len.. SUDAH SELESAI?" Kata Rin dengan nada ampun buat takut banget.. Aura Rin sangat menakutkan...

"I, iya.. " Kataku dan memasukan HPku ke sakuku..

"Jadi? Apa maksudmu?" Kata Rin.. Akupun mulai melakukan diam kuadrat di tempat..

.

.

.

"Etto, itu.. A, aku..." Kataku dengan gugup.. Jangan-jangan aku suka Rin? Tidak mungkin 'kan? Lalu kenapa tiba-tiba mukaku memanas?


(Rin POV)


Sekarang aku hanya tinggal menunggu jawaban Len.. Apa yang akan dia jawab..

"A, aku..

"RIN-CHAN!" Kata seseorang berambut magenta dan memiliki pig tails. Huft... Ternyata dia datang juga ya... Kasane-

"Teto? Ada apa?" Kataku sambil memasang senyum manis.. Len langsung menghela napas.. Lagi-lagi dia lolos. Cih! Awas saja ntar pulang sekolah!

"Ah ini lo, Senpai Kaito minta tolong sama kamu buat ngasih ini untuk Miku.." Kata Teto memberikan surat bergambar hati..

"Pfft!" Kata seseorang di belakangku.. Aku menengok dan melihat Len yang sedang menahan tawa.

BUAK!

"I, ittai!" Kata Len karna sukses aku menonjok perutnya.. SUKUR TU! "Kau ini apa-apaan sih? Tiba-tiba menonjokku?"

"Mau lagi?" Kataku sambil mengambil surat dari Kaito-senpai. Len langsung menggeleng-geleng..

'Daisuki Rin-chan.. Arigato Len-kun'

"WHAT!" Kataku dan Len bersamaan.. Sungguh siapa yang masang bel sekolah kayak gitu sih? AMIT DAH! AKU GA PERNAH NGOMONG GITU!

"He? Ternyata suara buatan mirip ma Len udah di masukin kedalam daftar bel sekolah ya?" Kata seseorang berambut hitam diikat pony tail dan matanya yang seperti emas. Dia tersenyum sambil melirik Len. Len mukanya sudah memerah tomat. "Hehehe.. TEMBAK SONO!"

"F*CK WITH YOU! AWAS KAU REI!" Kata Len sambil mengarahkan pistol berbentuk pisang(?). Rei hanya terkekeh dan ngacir diikuti dengan Len yang ikutan ngacir.

"Ya sudah Rin kita kembali ke kelas saja." Kata Teto menggengam tanganku dan menarikku ke kelas. Aku memandang langit yang kebetulan berwarna biru.. Aku tersenyum.


(Len POV)


"REEEEEEEEEEEEEEEEEEEEI! KUKUTUK KAU!" Kataku kesal. Tiba-tiba Rei berhenti.. Aku yang sudah lari sekencang In-human tak bisa berhenti.. "GYAAAAA!"

BRUKK

BRAAAAAAAK!

"Auch Len... Kamu ga usah nabrak tiang listrik kali.." Kata Rei yang ngiris ngeliat aku nabrak tiang listrik. Sumpah sakit banget kepalaku.. Akupun bangun dengan megang kepala. "Len apa kamu ga sadar satu hal?"

"Eh? Apa itu?" Kataku kebingungan.

"Kau suka sama Rin?" Kata Rei menunjuk wajahku. Mukaku memanas.. Rei tertawa melihatku. "Kau pura-pura ga sadar atau begimana? Ketika kau bertemu dengan Rin bagaimana rasanya?"

"Happy dan nyama-

"Kau suka dengan Rin, Len! Kau itu pura-pura tidak menyukainya !" Kata Rei.. Aku hanya kicep dan melongo.. Butuh waktu lama untuk mengerti perkataan Rei..

.

.

.

.

"WHAT?" Kataku syok.

"Kalau aku tebak sifatmu yang merona di depan Rin tapi tidak pada gadis lain.. Dan saat kau berbicara.. Kau jadi gugup banget-kan?" Kata Rei yang bagiku semua benar banget. Aku hanya menggangguk.. "Hm, mumpung kau sudah membantuku dekat dengan Rui.. Bagaimana kalau aku membantumu?" Kata Rei mengedipkan sebelah matanya..

"Ba, baiklah.." Kataku..

"So, lebih baik kita ke kelas.." Kata Rei. Aku hanya memandang langit yang biru...

"Jadi? Aku suka denganmu? Haaah... Baka.." Kataku lalu mengekori Rei..


(Rin POV) Pulang sekolah..


Akhirnya pelajaran selesai juga.. Huft.. Aku harus mencari Len! Aku ingin tanya kenapa dia menghindar dariku.. TITIK! Tiba-tiba Miku menarik lengan bajuku..

"Ada apa Miku?" Kataku. Semua anak-anak di kelasku sudah hilang.. Iyalah mereka sih pada pulang duluan..

"Rin, dari tadi kamu nyimpen surat bermotif lope-lope gitu buat Len?" Kata Miku sambil menunjuk surat yang berada dikolong mejaku. EH! APAA? Itukan surat dari Bakaito-senpai! Aku langsung berdiri dari kursiku dan menunjuk Miku.

"BUKAN BUAT LEN! BUKAN!" Kataku sambil menahan malu. Miku melihatku dengan seringaian lebar..

ZRAAT...

Seseorang membuka pintu kelasku, tapi aku masih membela diriku dari Miku.. Tanpa siapa tahu yang membuka pintu..

"Buktinya mukamu memerah.. BERARTI KAMU SUKA LEN!" Kata Miku teriak-teriak pake TOA. Ma, masa sih mukaku memerah?

SRAAK!

"A, apa?" Kata seseorang dari dekat pintu. Aku melihat Len yang menjatuhkan sebuah kardus berisi entah apa.. Muka Len kelihatan memerah sekali..

DEG

DEG

DEG

Kami-sama! Hentikan detakan jantung yang cepat ini! Ada apa denganku sih! Len melihatku dengan mata azurenya..

"So? Ini surat cinta untuk Len?" Kata orang berambut hitam dan mata keemasan mengambil surat di mejaku..

"KYAAA! BUKAN!" Kataku langsung mengambil surat itu, lalu aku menyerahkannya ke Miku..

"Loh kok aku?" Kata Miku menaikan alisnya..

POK!

Seseorang menepuk punggungku..

"Rin.. Kamu homo ya.." Kata Len yang ternyata menepuk punggungku..

JLEB!

Aku melihat Len dengan tajam. Sungguh aku ingin membunuhmu berkata seperti itu!

Aku hanya blushing di tempat... Miku membuka surat itu.. Sekarang berganti Miku yang blushing..

"A, ano ini dari Kaito bukan dari Rin.." Kata Miku sambil memalingkan mukanya.. Terlihat jelas bahwa dia sedang malu sekali.

"Haah, kupikir Rinny~ Selingkuh.." Kata Len. Ha? Maksudmu? Len mendekatkan wajahnya padaku.. A, aku tidak tahan!

"Len, minggirla-" Kataku yang terputus melihat apa yang dilakukan Len..

Cup!

"A, a, a, a, AAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Kataku teriak dengan apa yang dilakukan Len barusan.. "DASAR GENIT, PLAYBOY, KAU MENYEBALKAN!" Miku dan Rei cuma melongo dan mukanya memerah tomat.

"Aih Rin tsundere.." Kata Rei yang membuatku melindesnya dengan Road roller.. Tiba-tiba Len memelukku..

"Ri, Rin.. Apakah kau mau jadi pacarku?" Kata Len to the point? Mukanya memerah padam..

"Aku...


To be Continued Rin bakal Mati*Digiles*


Rani : HUEEE! BESOK SEKOLAH!

Rin : Ampun deh Author kagak usah lebe deh!

Rani : Maaf ya Fic ini jadi agak aneh soalnya ngerjainnya sambil FBan sih... Review!

Rin : Kayaknya Fic lain sepi Review? Author jadi kagak ngelanjutin ya?

Rani : Bener.. Males ngelanjutin.. Dan saya benci flamer kurang berperasaan itu!

Rin : Ohahahaha.. Jadi kita bales Review disini?

Rani : Yoi! Balesan Ripiu:


Ryu Kago : Hai- Ryu-kun!

Benarkah? Hore!*nari hula-hula..

Alurnya? Saya bahkan ga ngerti cara buat alurnya..*Digiles*

Ano.. Kalau ada typo kasih tau sebelah mana ya?

Makasih! ^^ Dan Makasih ripiunya~~~


You-Know-who:
Len : Oh.. Itu doang..*ngambil koper*
Baiklah.. Terimakasih ya! Sudah dibilang keren~! Makasih juga Ripiunya~


Rina Aria : Konsueksi orang shota kaya Len ya gitu~*Di tampar dengan pisang*

Hee.. Typoonya mana? Kasus FVI yang itu? Oh.. ^^ Makasih Ripiunya~


Chisami Fuka :Gapapa kok Fuka-senpai. ups..

Serukah? HORE!*ngambil lolipop di kasur(?)* Penulisannya hem.. Hem.. Saya ga tau yang diatas rapi atau ga.. Makasih Ripiunya~!


Rani : Mari Review! Ditunggu loh! Maaf ya yang diatas itu*nunjuk cerita* Review!

Rin : Biar para readers tau apa yang terjadi denganku..

Len : PLIZZ Review! Ditunggu loh!

Rani : Maaf ya Fic ini dibikin buru-buru gomen~~~~!

Rin : Review plizz.. *Puppy eyes*

GUBRAAK!*Len dan anggota Vocaloid pingsan*

Rani : Are? Baiklah review!

Review...

Ripiu...

ditunggu...

Mind to review

?

.

Keep or delete?

.