~Ohayou Mina!~
Wuaaahhhh… fic gaje ini udah lama Hyo terlantarkan…. And buat para senpai yg udah review… udaa Hyo bLes Lwt PM (^^v). Akhir nya udah bisa Hyo lanjutkan…. Tau gak kenapa? Mo tau? (readers:bacot lu, ga ada yang mau tau). Bodo amat saya tetep mo ngasih tau *dicincang rame-rame*.
Soal nya Hyo Udah dibeliin LAPTOP BARU…. Yeeeeey~ *Joget2 diatas lemari*.
Naruto: "Author itu kenapa?"(nunjuk2 Hyo)
Hinata: "A-aku tidak tau Naruto. Ta-tapi aku, ta-takut".
Naruto: "Sepertinya benturan dikepala nya akibat kursi yang ku lempar kemarin terlalu parah".
Baiklah silahkan nikmati chapter 4 ini, sebelum nya :
Disclaimer: Males bacot ah, "MASASHI KHISIMOTO".
Warning: Au, Typo(s), OOC, A/N berserakan dimana-mana, ALAYNES, GAJENES, LEBAYNES, dan nes-nes lain nya(?).
Genre: Humor/Romance(yang rada maksa)
Pair: NaruHina
Rated: T
Tanpa ba-bi-bu
Hyoka hinaru present
.
.
.
.
.
.
Juliete Dadakan chapter 4
Di sebuah bangku kelas yang letak nya berada di urutan nomor dua dari depan, nampak seorang pemuda berambut raven bak' pantat ayam sedang berkutat dihadapan tumpukan kertas digenggaman nya. Tak jarang mulut nya komat-kamit sendiri tanpa mengalihkan pandangan nya dari kertas didepan-nya. "Serius sekali". Suara aneh yang bikin bulu kuduk merinding itu tiba-tiba mengganggu konsentrasi sang pantat ayam-eh maksud nya sasuke-. "Hn".
"Kau baca apa?" Tanya makhluk itu mengganggu-lagi-.
"Scrip drama". Jawab sasuke singkat.
"Untuk tokoh juliete?"
"Hn".
"Boleh kuliat?". Tanya mahluk misterius itu-lagi-.
"Untuk apa dobe? Kau mengganggu ku, pergi sana". Sasuke mengibas-ngibaskan tangan-nya kaya lagi ngusir ayam betina yang lagi tergila-gila ama dia(?).
"Ah, kau ini teme. Aku Cuma liat bentaaar~ aja… yaaa". Sosok misterius-yang sebenar nya Naruto- menampakan puppy eyes no-jutsu nya yang ngebuat Sasuke buru-buru ketoilet buat muntah (engga ah Hyo berlebihan).
"Entar". Jawab Sasuke singkat.
"Oke Gue tunggu".
Sambil nunggu Naruto maen-maenin rambut nya Sasuke, terus ngorek-ngorek tanah, terus tiduran di kolong meja, terus dagang asongan keliling kelas. Sambil teriak "KWACIMENSUKOOO". (kwaci, permen, tisu, rokok). Karena risih dengan tingkah berlebihan si pria kuning, Sasuke langsung mengambil sebuah minuman kaleng dagangan Naruto, lalu diminum nya sebagai pelepas dahaga.
"Berisik lo". Teriak Sasuke setelah menghabiskan minuman kaleng yang tadi dia ambil dari Naruto.
"Eh teme, bayar lo". Naruto mengarahkan tangan-nya didepan muka ganteng Sasuke tanpa mempeduliakn kekesalan teme-nya itu.
"Ngapain sih lo ampe dagang-dagang disini? Bersisik, eh berbisik, eh…"
"Berisik maksud nya?"
"Ya, BERISIK".
"Abis lo lama, gue bosan. Mending dagang kale biar bisa ngumpulin duit buat ngelamar Hinata". (Pede amat, jadi pacar juga belon).
"Tuh makan". Sasuke melemparkan tumpukan kertas yang tadi dibaca nya kearah wajah Naruto lalu kemudian berlalu meninggalkan kelas.
"Enggak makasih, gue lagi diet kertas". Sempet-sempet nya Naruto ngejawab.
Naruto lalu mengalih kan pandangan nya pada kertas yang dihadapan nya, lalu membaca tiap tulisan pada kertas tersebut. Sesekali bahkan dia mempraktekan sendiri adegan-adegan juliete yang bisa dibilang er… gemulai lah.
"Kenapa tuh duren?" Tanya Neji pada Kiba yang berdiri disamping nya.
"Lagi mendalami peran juliete. Cucok ya, Naruto emang ngondek". Jawab Kiba menirukan gaya banci taman lawang.
Neji langsung mundur 100 langkah.
"Na-naruto, ka-kau sedang apa?". Suara yang kelewat lembut membuyarkan konsentrasi Naruto.
"Eh, a-aku. A-anu".
Prang…
Gedebug
Krik, krik
Mbeeek
Lupakan tiga suasra terakhir.
Naruto yang tiba-tiba dipergoki melakukan hal yang cukup aneh dilakukan untuk para laki-laki jantan(Naruto:"Lo kira gua ngga jantan?") Langsung gelagapan dan tanpa sengaja memecahkan guci pasir milik gara yang sedari tadi duduk manis di dekat-nya.
Naruto langsung berbalik dengan gerakan patah-patah memandangi sosok Garaa yang kini tengah siap dengan obor, garpu rumput serta pasukan para penduduk suna untuk melahap habis duren montong(?).
"KUABOOOOOR". Teriak Naruto sambil ngacir meninggalkan Hinata yang cengo menatap pangeran duren-nya itu.
~Skip time…
"Terimakasih semuanya… latihan hari ini sudah cukup bagus. Ingat besok penampilan kita tidak boleh mengecewakan". Teriak Tenten menggunakan toa pada pasukan yang mirip kaya hewan ternak nunggu dikasih makan didepan nya.
"Yosh… Akan kutunjukan semangat masa muda ku". Tau kan itu siapa? Benar, itu Kiba yang menirukan gaya rock lee.
"Hei Kiba, Jangan meniru ku".
"Pinjam bentar ah".
Tenten menghela nafas singkat.
"Baiklah, terimakasih. Kalian boleh pulang sekarang". Lanjut Tenten.
Para penghuni ruangan yang memang sudah sangat lelah segera behambur mengambil barang masin-masing dan meninggalkan ruangan tersebut, Namun tidak untuk Naruto dan Hinata. Seperti-nya sudah menjadi kebiasaan mereka membersihkan ruangan tersebut usai latihan. Naruto jadi rajin? Jangan tertipu para readers. Itu Cuma akal-akalan nya aja buat bisa berduaan ama Hinata.
"Huuwa… beres. Ayo kita pulang". Ujar Naruto tak lupa cengiran khas nya.
"Um". Hinata mengangguk.
~Dijalan pulang
Kruuuuuk~
Keheningan antara Naruto dan Hinata sukses diganggu oleh suara misterius yang muncul dari perut Naruto.
"Hehehe… Gommen Ne Hinata-chan. Sudah seminggu aku enggak makan?". Ckckck kasian.
"What? Apua?".
Ralat, ekspresi itu terlalu berlebihan.
"I-iya, tidak apa Naruto-kun".
"Kita ke-kedai Ichiraku dulu ya Hinata". Pinta Naruto.
"Ba-baiklah".
Mereka berdua-pun melanjutkan langkah yang tadi sempat tertunda.
"Teuchi… Ramen Jumbo nya satu ember". Teriak Naruto yang sudah sangat kelaparan-liat aja tuh pesenan nya, udah jumbo, satu ember pula.
"Ya…. Tumben makan nya sedikit Naruto. Biasanya kamu pesen satu truk". Jawab seorang lelaki paruh baya yang sedang mengaduk-aduk kuah ramen dalam panci. Subhanallah Naruto.
"Kau pesan apa Hinata?". Tanya Naruto tanpa menyadari bahwa gadis yang berada disamping nya itu tengah membatu karna takjub dengan selera makan Naruto.
"A-aku yang biasa saja". Jawab Hinata setelah sadar dari cengo-nya.
Setelah makan…
"Hua… kenyang-nya". Naruto menepuk-nepuk perut-nya yang agak membuncit.
'Gimana enggak kenyang? Satu ember? Kau kenapa Naruto-kun'. Batin Hinata khawatir.
"Eh, kau kenapa Hinata?". Tanya Naruto dengan 'polos' nya.
"E-eh, ano. Tidak apa-apa". Jawab Hinata.
"Baiklah. Yuk pulang".
"Un". Hinata menangguk.
Sesampai-nya mereka berdua didepan rumah Hinata yang bisa dibilang wauw itu.
"Un… Te-terimakasih sudah mengantar ku pulang". Hinata memainkan kedua jari telunjuk-nya.
"Hehehe, tak apa. Kan sudah biasa". Naruto menjawab smbil nyengir plus garuk-garuk belakang kepala.
"Ka-kalau begitu… aku masuk dulu ya".
"Baiklah. Jangan lupa besok ya, kita harus berangkat pagi-pagi. Drama nya kan dimulai pukul delapan. Kita harus semangat". Seru Naruto seraya mengepalkan tangan kanan-nya didepan dada.
"Ba-baik. Kita harus berusaha".(kaya mau perang aja"-,-).
"Jaa… Hinata" . Naruto melambai-lambaikan tangan-nya sambil berlari-lari kecil meninggalkan Hinata.
"Ja… Naruto".
~Keesokan hari-nya…
Seorang pemuda dengan rambut jabrik berwarna kuning keemasan tengah tertidur pulas dengan posisi 'nungging' diatas kasur-nya. Disamping kasur-nya terdapat sebuah meja kecil menenampung jam weker yang jarum kecil nya sudah menunjukan angka sembilan.
"Engh… aku minta satu lagi". Gumam pemuda itu entah pada siapa, masih dalam posisi nungging dengan kedua mata yang masih menutup. Sempet-sempet nya ngigau.
Brukk
Suara apa itu?
Owh ternyata bocah kuning itu terjatuh dari tempat tidur nya. (Naruto:"gua jatoh, sakit tau. Biasa banget ekspresi lo"). Naruto berusaha bangun dan memandang ke arah weker-nya.
"UAPAAAA?".
Akhir nya sadar juga tuh anak. Tanpa ba-bi-bu lagi Naruto segera meninggalkan apartemen nya tanpa mandi, bahkan ganti baju.
Dengan langkah seribu seorang pemuda bermata saphire menyusuri tiap jalanan. Sesekali ia menabrak tong sampah, nyebur ke got, kejedot banci, kejedot tiang, ketemu suju(?).
Lupakan…
'Braakkk'.
Pintu yang malang.
"Ma-maaf aku terlambat". Teriak seorang pemuda berambut kuning jabrik entah pada siapa. "Na-ru-to". Kubunuh kau. Tenten tiba-tiba melompat untuk menerjang Naruto.
"Sudahlah, bukan saat nya bertengkar".
"Naruto, untng peran mu tidak terlalu banyak. Sekarang cepat ganti pakaian mu disana. Sebentar lagi giliran mu".
Sakura menunjuk sebuah ruang ganti.
"Baiklah". Naruto langsung ngacir menuju tempat yang dimaksud Sakura lalu dengan asal mengambil kostum lalu mengganti piama yang dari tadi ia kenakan.
"Sakura, kau liat kostum ku?" Tanya Sasuke pada sakura.
"Bukankah ada diruang ganti?".
"Tidak ada".
Sakura langsung menuju ruang ganti untuk memeriksa kostum. Saat ia mengacak-acak(?) kostum-kostum ditempat itu. Mata-nya tertuju pada sebuah kostum lalu mengambil-nya.
"inikan…"
Glek…
.
.
.
.
.
.
.
.
-TBC-
Gimana? Hyo udah berusaha mengurangi semua kesalahan(?). Termaksud A/N yang cukup mengganggu…. Hemmmm….. setelah ini chapter akhir nya deh… hihihi…
Tapi review ya… jngan jd silent readers doang. Hyo udah bela-belain ngetik dari jam 1 malam ampe jam 4 subuh buat chapter ini. Jadi, kalo engga ada review nya Hyo jadi engga semangat ngelanjutin…
Oke akhir kata. Wasalam…
JANGAN LUPA REVIEW!
