Di dalam kegelapan yang hampir setiap hari menyelimuti ruangan itu terdengar sebuah suara tangisan namun seketika suara tangisan tersebut hilang tergantikan dengan kesunyian dan dengan seketika kesunyian tadi terpecahkan dengan suara tawa. Namun, kembali kenyusian itu hilang digantikan dengan tangisan. Begitu terus hingga seseorang yang berada di dalam ruangan tersebut terlelap dan tertidur dalam kesunyian dan kegelapan.

oOo oOo

Hello My Pitiable Life 03

Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

Pairing : AkaKuro

Rating : T

Genre : Family, Angst, Hurt/Comfort

oOo oOo

Kagami heran, begitu pula yang lain. Pasalnya salah satu anggota inti mereka sudah hampir sebulan tidak datang latihan begitu pula dengan kelas. Tidak ada laporan dari guru kelasnya dan sang guru pun tidak menanyakan bagaimana keadaan di bayangan itu.

Kabarpun tidak datang pada Kagami. entah kenapa perasaannya begitu cemas, dirinya belum lama menjadi teman dekat si bayangan itu, namun dirinya merasa bahwa ada yang aneh dengan Akashi itu. Luka – luka di tubuhnya adalah salah satu yang membuat Kagami begitu penasaran dengan keluarga Akashi ini.

Tidak mungkin jika kakak-kakak Akashi tidak memperhatikan keadaannya kan? Keluarganya adalah salah satu keluarga ternama di Jepang, untuk pengobatan dan lain sebagainya itu pasti bukan masalah mengingat salah satu kakaknya itu adalah seorang dokter terkenal.

Jika di tanya keamanan maka kakak keempatnya yang akan menjaga Akashi mengingat bahwa pekerjaannya adalah salah satu anggota Polisi. Jika di tanya gizi? Kagami yakin itu juga bukan sebuah masalah, walau tubuh Akashi begitu ringkih tapi setiap hari kakak ketiga nya selalu memberikan dia makanan yang bernutrisi.

Penampilan? Dia tidak cupu cupu amat, lagi pula kakak kelima nya yang merupakan model itu selalu memberika dia pakaian yang modis dan sesuai dengan Akashi

Kasih sayang? Oh si sulung selalu memanjakan dia setiap saat, bahkan jika Kagami tidak salah menangkap penuturan Akashi, dia itu sangat mencintai kakak sulungnya itu.

Tapi? Walau saat Akashi menceritakan bagaimana keluarganya pada mereka semua muka dia begitu terlihat sangat senang dengan senyuman manis, Kagami merasa ada aura kesedihan yang begitu kuat dari senyuman itu.

'Hahhhh~~' helaan nafas keluar dari mulut Kagami saat sedang mengingat bagaimana sosok Akashi Tetsuya yang terlihat begitu lemah namun kuat di saat bersamaan.

Haruskan Kagami pergi kerumah Akashi untuk menemuinya?

oOo oOo

Semakin dikerjakan, semakin bertambah pula kertas – kertas yang bertangan menuju mejanya. Sudah hampir sebulan dirinya tidak dapat beristirahat dengan baik. Dan sudah hampir sebulan pula sebuah perasaan aneh selalu datang menghampirinya.

Mimpi tentang seseorang yang entah siapa dia selalu mendatangi dirinya dikala dia sedang tertidur. Wajah sedih berserta kecewa begitu lerlihat di wajahnya. Namun entah kenapa Seijuurou tidak dapat mengingat siapa orang yang selalu berada di mimpinya itu.

"Ini terkahir laporan yang harus kau periksa Sei-chan" ucap seseorang yang baru saja memasuki ruang kerja Seijuurou.

"Kau yakin ini yang terakhir Reo?"

"Tentu, dan setelah laporan ini kau periksa sebaiknya kau pergi menemui adikmu sana! Lihat wajahmu seperti mayat hidup saja!" keluhnya.

"Baik baik aku akan kesana jadi hentikan ocehanmu dan kembali bekerja sana" ucap Seijuurou sambil melihat langit yang terpampang jelas di hadapannya.

"Jika kau butuh sesuatu panggil saja" balas Mibuchi seraya pergi meninggalkan Seijuurou.

Setiap dirinya melihat langit biru yang cerah itu dia selalu mengingat seseorang, namun siapa orang itu Seijuurou benar – benar melupakannya. Dan Seijuurou sangat ingin mengetahui siapa itu.

Di tempai lain

Setiap dirinya akan memulai operasi, maka dirinya akan melihat langit biru yang begitu cerah. Sama seperti hari ini beberapa jam yang lalu dirinya melakukan operasi besar terhadap satu pasien. Sebelum dan sesudah dirinya melakukan operasi makan langit biru yang ada di hadapannya adalah penyemangat dirinya agar dirinya tenang dan tidak gelisah saat melakukan operasi.

Entah sejak kapan kebiasaan itu ada pada dirinya, dia tidak mengingatnya. Namun yang jelas cara itu berhasil membuat dirinya tenang. Sejenak dirinya membayangkan seseorang yang begitu mirip dengan langit biru itu, namun siapa orang itu dirinya tidak begitu mengingatnya. Hanya satu hal yang dia ingat bahwa orang itu adalah orang yang sangat penting dalam hidupnya.

'Apakah aku melukapakan sesuatu?' gumamnya dalam hati.

Di tempai lain

Tokonya hari ini begitu ramai, hal ini memang sudah biasa. Di siang hari took kuenya selalu penuh dengan pembeli. Dan hampir sebagian dari mereka akan membeli kue yang menjadi icon dari tokonya itu. Kue Vaniila Blue, kue ini mempunyai warna biru langit dengan rasa vanilla yang begitu pas di lidah semua orang. Tidak salah jika tokonya mempunyai banyak pelanggan.

Namun, setiap dirinya membuat kue tersebut, dirinya selalu mengingat seseorang. Siapa orang itu? Dirinyapun tidak mengetahuinya. Sudah sekitar sebulan dirinya selalu merasa melupakan sesuatu yang penting. Setiap dirinya memandang langit biru yang begitu cerah atau saat dirinya membuat kue andalannya, dirinya selalu merasa melupakan suatu hal.

'Sebenarnya apa yang sudah ku lupakan?'

Di tempai lain

Hari ini akhirnya dirinya mendapatkan liburnya. Setelah hampir sebulan dia menangani kasus yang begitu penting, akhirnya kasus tersebut dapat terpecahkan. Lelah menghampiri dirinya yang saat itu sedang berbaring di taman dekat kantor dia bertugas.

Memandang lagit biru cerah itu entah kenapa begitu menenangkan hatinya. Hangat dan menenangkan, itu yang Daiki rasakan saat dia memandang langit biru di hadapannya. Namun semenjak sebulan terakhir ini dirinya selalu merasa telah melupakan sesuatu yang penting. Namun apa itu dirinya benar – benar tidak tau.

'Apa kau melupakan seseorang?'

Di tempai lain

"Langit hari ini begitu cerah Kasamatsu-senpai!" ucap Ryouta dengan begitu senang.

"Ya ya aku tau itu" balas Kasamatsu acuh.

"He? Tumben kau tidak memarahiku-ssu?"

"Aku bosan jika harus memarahimu jika sudah mengoceh mengenai lagit cerah! Karena itu tidak aka nada akhirnya! Jadi sebaiknya fokus pada kamera agar pemotretan mu cepat selesai!"

"Baik-ssu!" seru Ryouta.

Tidak jauh berbeda dengan yang lainnya, Ryouta pun merasakan hal yang sama saat melihat langit biru yang cerah. Namun, tetap saja dia tidak bisa mengingat apa dan siapa orang yang begitu berarti dalam hidupnya. Dan salah satu alasan dirinya menjadi seorang model.

Tidakkah mereka mengingat dirinya? Atau mereka benar – benar melupakan sosok yang begitu berarti di hidup mereka? Salah satu alasan yang begitu besar mereka memilih pekerjaan mereka saat ini? Tidakkah mereka mengingat bagaimana dirinya yang begitu rapuh?

'Apakah Niisan tachi masih mengingatku?'

oOo oOo

Sungguh, Kagami binggung harus ber-reaksi bagaimana setelah mencoba untuk datang kerumah Akashi Tetsuya. Menurut butler dan maid yang menyambutnya saat dia bertamu kesana. Bahwa Tuan Muda Tetsuya sedang sakit jadi tidak bisa masuk sekolah.

Oke, sakit apa memang dirinya hingga hampir sebulan tidak dapat masuk sekolah? Haruskan Kagami menemui kakak-kakaknya untuk menanyakan bagaimana keadaaan temannya itu? Sungguh entah kenapa Kagami begitu cemas dengan keadaannya.

Mungkin hari ini dia tidak beruntung, namun besok akan dia coba lagi. Jika masih tidak bisa makan besoknya lagi dan terus hingga dirinya dapat melihat bagaimana kedaan temannya itu.

oOo oOo

Beberapa makanan sudah tersaji di meja ruang makan, namun sejak makanan tersebut tersaji tidak ada satupun yang menyentuh makanan tersebut. Sejak penghuni rumah pulang mereka langsung berdiam didalam kamar mereka. Tidak ada niat untuk keluar lalu menyantap makan malam yang sudah di sajikan.

Pikiran mereka semua melayang membayangkan sesuatu. Suatu hal penting yang sudah mereka lupakan itu terus terfikirkan oleh mereka. Merasa bahwa jika mereka benar-benar melupakannya makan mereka akan kehilangan hal tersebut untuk selamanya.

Lelah yang sangat di rasa oleh tubuh mereka, dan dalam sekejab mimpi yang sama pun menghampiri mereka.

oOo oOo

Seseorang itu, sedang memainkan sebuah bola orange yang ada di hadapannya. Tertawa senang saat melihat orang yang dia kagumi memasukan bola yang sama seperti yang dia pegang kedalam ring sambil melompat.

Keren.

Begitu pikir dirinya yang saat itu hanya bisa memperhatikan mereka berlima. Semenjak dirinya sakit demam, dirinya sama sekali tidak di perbolehkan bermain bersama kakak-kakaknya. Ibunya cemas jika dirinya akan tumbang kembali dan jatuh sakit.

Namun, hanya memperhatikan saja dia tidak suka. Jadi dengan berbekal nekat dirinya berlari menghampiri kelima orang yang sangat di sayanginya.

"Niichan tachi!" teriaknya sambil berlari menghampiri. "Ajari … juga bermain seperti kalian" ucapnya dengan penuh semangat.

"Tidak" tolak mereka bersamaan.

"Kenapa? … kan ingin bermain bersama niisan-tachi! … ingin menjadi keren seperti kalian!"

"Tapi kau masih sakit …" ucap si pirang.

"… sudah sembuh Ryouta-nii!" protesnya tidak terima.

"Kami akan mengajarimu … jika kau sudah sehat" ucap si hitam.

"… sudah sehat Daiki-nii!"protesnya kembali.

"Sebaiknya … istirahat saja, jika sudah baikan kami akan mengajarimu tenang saja"

"Kenapa Atsushi-nii bicara begitu juga?!" protespun masih di layangkan.

"Karena nyatanya kau memang masih sakit …" kali ini si hijau mengeluarkan pendapatnya.

"Aku sudah sembuh Shintarou-nii!"

"Kenapa kau ingin sekali ikut bermain …?" kali ini si sulung ikut bertanya.

"Agar aku bisa menjadi sehebat kalian! Dan membuktikan pada niisan tachi bahwa … pantas menjadi keluarga Akashi!"

"Kau memang pantas menjadi keluarga Akashi, mau bagaimanapun dirimu itu adalah dirimu, jadi jangan berfikir bahwa karena kau tidak bisa apa-apa kau itu tidak pantas. Kau lahir sebagai pelengkap dari keluarga ini, dan karena ada dirimu kehadiran kami akan lebih berarti" ucap si sulung.

"Sungguh? Walau aku penyakitan, lemah dan tidak berguna aku tetap pantas menyandang nama Akashi?"

"Tentu saja" jawab mereka berlima serempak.

Kehangat yang tersaji di sana seketika tergantikan dengan suatu yang begitu mengerikan.

"Kau itu tidak berguna! Kau hanya aib di keluarga ini!"

"Kau itu penyakitan! Dan kau hanya merepotkanku saja!"

"Karna kau itu orangnya pilih – pilih aku harus membuat makannya yang sesuai dengan dirimu, dan itu menyebalkan!"

"Kau lemah! Jadi kau tidak pantas berada di sini!"

"Kau sudah mengecewakan kami jadi, jangan pernah berharap kami akan peduli lagi dengan dirimu!"

"Maaf Niisan tachi…."

Suara lirih tersebut begitu menyayat hati saat mereka mendengarkannya, sunggguh sosok tersebut, sosok yang ada di hadapannya. Kenapa bisa mereka melupakan sosok yang begitu berarti dalam hidup mereka? Alasan mereka bekerja keras, alasan mereka memilih pekerjaan mereka, alasan mereka hidup. Kenapa mereka dengan mudah melupakan itu semua?

Disana, di dalam kegelapan yang ada di hadapan merekam terlihat jelas bagaimana tubuh ringkih itu bergetar ketakutan di pojok ruangan gelap tersbeut.

Sosok lemah yang sedang melukai dirinya sendiri dengan pisau silet.

Sosok yang begitu mereka sayangi dan mereka cintai

Perlahan menghilang bersama dengan kegelapan.

"Apakah kalian sudah mengingatku Niisan tachi?"

oOo oOo

Kebahagiaan yang begitu dia jaga hilang karena kesalahannya, karena dosa besar yang sudah dia lakukan. Namun, seberapa dia berusaha untuk melupakan perasaaan itu terus dan terus persaaan itu datang menghampiri. Dan saat dirinya mengungkapkan persaannyanya, pandangan benci dan jijik lah yang dia dapat dari orang yang dia cintai.

"Aku membenci mu!"

Maafkan aku karena telah mencintaimu Sei-nii, … berjanji akan melupakan perasaan ini

Begitu dirinya kehilangan perhatian dari orang yang begitu dia sayangi, dia mencoba menarik perhatian dari yang lain, salah satunya adalah dirinya. Dirinya berjanji sesibuk apapun pekerjaan yang dia hadapai, sosok rapuh di hadapannya adalah yang utama. Namun saat kekhawatirannya di permainkan dirinya seketika begitu membenci sosok ringkih tersebut.

"Aku membenci mu!"

Maafkan aku Shintarou-nii, … berjanji tidak akan merepotkan nii lagi

Bagaimanapun kue yang dia buat maka sosok mungil yang ada di sebelahnya ini akan menjadi orang pertama yang mencicipinya. Kata enak dan hebat selalu diucapkan. Namun seketika kata yang menjadi semangatnya adalah kata yang hampir mengahncurkannya. Setelah sosok mungil tersebut berbohong dengan mengatakan kata – kata penyemangatnya tersebut.

"Aku membenci mu!"

Maafkan aku Atsushi-nii, … berjanji tidak akan membohongi nii lagi

Tidak terkalahkan. Itu julukan yang dia miliki sewaktu masih bersekolah. Ahli dalam bermain basket dan salah satu yang dikatakan dapat mengalahkan si sulung. Dia dengan sabar melatih sosok rapuh di hadapannya agar bisa sepertinya. Namun sebanyak apapun dirinya mengajarkan bagaimana cara bermain yang benar, sosok rapuh itu tetap tidak bisa menjadi seperti dirinya. Dan karena sosok tersebut pekerjaan sebagai pelatih yang dia sukai dulu hilang.

"Aku membenci mu!"

Maafkan aku Daiki-nii, … berjanji tidak akan menyusahkan nii lagi

Menjadi model terkenal adalah pekerjaannya, dan sudah dirinya tekuni sejak kecil. Parasnya yang cantik membuat dirinya sangat cocok menjadi seorang model. Dan sosok imut di sampingnya adalah orang yang paling mengerti bagaimana dirinya. Walau sesibuk apapun pekerjaan yang dia dapatkan sosok imut ini akan selalu menemaninya. Namun, saat dirinya benar – benar membutuhkan sosok imut itu di sisinya, sosok tersebut malah meninggalkan dia dalam kesedirian, dan menghianatinya.

"Aku membenci mu!"

Maafkan aku Ryouta-nii, … berjanji tidak akan meninggalkan nii sendirian lagi

Walau kata maaf sudah dia ucapkan sebanyak apapun kebencian dan kekesalan menutup telinga dan hati mereka, sehingga mereka tidak menyadari bahwa dirinya sudah hancur bersama dengan penyesalan.

"Sayonara niisan tachi, semoga kalian bahagia"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"TETSUYA!"

TBC


YOOOOOOOO! adakah yang menunggu lanjutan ini? XD

maap jika lama updatenya, karen author masih mau menikmati hari libur yang tinggal sebulan lagi :'v

hehehhehehe XD

JADI! SUDAHKAH KALIAN MENYIPAKAN TISU SAAT MEMBACA INI DAH CHAP BERIKUTNYA?! XD

jika belum... siapkan lah :D

selamat membaca

Jangan lupa reviewnya! -w-)


Balasan Review :

drunkenfish : karena author senang melihat tsuya menderita XD tapi tenang ko Tetsuya akan bahagia pada saatnya XD

Vira D Ace : Hayo siapa suruh pas pulang sekolah bacanya XD , yang ngetiknya pun nyesek :'D

nasyhiinasy : Iya akhirnya bisa update :''

Vanilla Parfait : mereka pasti akan sadar bahwa tetsuya adalah sesuatu yang sangat berharga :'D

EmperorVer : ini dia chap selanjutnya~ mereka ga jahat ko, mereka itu baik XD , sei kecewa sama tsuya jadi dia gitu :'v dan faktor lainnya :'v

Iftiyan Herliani253 : belum klimkas ko masih di awal XD, tetsuya ga bunuh diri ko :'v dia masih cinta nyawanya :D

AsukaaK : mereka ga jahat ko, cuma karna satu hal mereka jadi gitu XD dan ... tetsuya memang sangat sedih :'D


TERIMA KASIH ATAS REVIEW NYA!


ありがとう。(ㅎ.ㅎ)