Warning : Ini ff GS (GENDERSWICTH) jadi yang tidak suka tidak usah baca… so easy : )

Untuk para pemain saya hanya meminjam nama… jadi mereka milik diri mereka sendiri.. ceritanya pasaran tapi ini murni karya saya dari imajinasi saya !

Yeaaay akhirnya saya selesai menulis chapter empat.. seperti biasa terimakasih untuk yang sudah review ; ) semoga tidak bosan... karena abang Umin akhirnya muncul nih untuk berada disamping jae jae wkwkwk

soo enjoooy readiing...

CHAPTER 4

"jae apa kekasihmu itu adalah adik yunho?" Tanya tuan kim yang memang belum pernah bertemu dengan adik yunho yang sudah pergi ke paris enam tahun lalu tanpa menghadiri pernikahan yunho dan sedangkan yunho sendiri menjadi menantunya baru tiga tahun lalu. Pertanyaan tuan kim ini hanya ditanggapi jaejoong dengan mengangkat bahunya

"changminnah hyung perlu bicara hanya denganmu sekarang juga" sambung yunho kemudian, dan segera saja ia menggiring adiknya ketempat lain meninggalkan semua orang sedangkan yoochun hanya tersenyum samar dan jaejoong menatap punggung kedua pria gagah yang sedang berjalan itu dengan tatapan tajam dan ekspresi yang tidak terbaca

.

.

.

Setelah suasana yang penuh keterkejutan terjadi di mansion keluarga kim, akhirnya yunho mengajak adik laki-lakinya ini untuk berbicara berdua saja di taman belakang mansion keluarga kim yang sepi. Sedangkan yang lainnya menunggu yunho selesai berbicara dengan adiknya di ruang keluarga.

"jung changmin bisakah kau jelaskan semua ini ?" Tanya yunho menuntut

"jelaskan apa hyung?" Tanya balik changmin dengan santai

"bagaimana mungkin kau pulang ke korea dan tidak langsung menemui orang tua kita tapi justru berada disini dan menjadi…? Cukup ragu yunho mengatakan kalimat terakhir. "menjadi kekasih jaejoong?" akhirnya yunho mampu menyelesaikan kalimatnya meskipun sedikit susah payah

"aku juga tidak menduga hyung jika jae noona adalah kakak iparmu…" jawab changmin cuek yang sebelumnya telah mendapat penjelasan dari appa kim secara singkat tadi ketika proses perkenalan singkat, dalam situasi penuh keterkejutan yang menyelimuti keluarga kim bahwa jaejoong adalah kakak ahra kakak tiri tepatnya.

"aku sudah selesai berkuliah sejak enam bulan lalu dan sekarang aku sudah merintis karir menjadi model professional yang sebelumnya hanya part time saja, awalnya aku tidak berniat untuk pulang secepat ini dan ingin berkarir dulu di paris tapi jae noona membuat pikiranku berubah dan sepertinya berkarir di korea juga tidaklah buruk dan yang lebih penting aku dekat dengan keluarga dan tentu saja dengan kekasihku serta dengamu hyung.." jawab changmin lengkap yang tapi jawaban changmin ini tak membuat yunho puas.

"lalu ?" tuntut yunho lagi

"mmmmm lalu aku kembali kesini karena ingin bertemu dengan ayah jae noona, aku turun di bandara seoul jadi ku pikir ini lebih efisien kesini ketimbang aku harus ke gwangju dulu.. lagi pula aku sangat lelah karena perjalanan dari paris, nanti kalau aku sudah tidak lelah aku pasti akan pulang kerumah jadi hyung tenang saja ne.." jelas changmin memberi pengertian pada yunho mengapa dirinya tidak pulang kerumah orang tua mereka terlebih dahulu melainkan datang kerumah kekasihnya terlebih dahulu.

"hyung kau menginterogasiku seperti penjahat apa kau tidak suka kalau adik laki-lakimu satu-satunya ini kembali ?" ucap changmin dengan nada yang cukup sedih dan lengkap dengan tatapan sedih yang dibuat-buat.

"ah.. maaf min.. hyung tidak bermaksud begitu, hyung hanya terlalu terkejut kau bahkan tidak memberi kabar apapun bahwa kau akan pulang pada appa, umma ataupun aku" jawab yunho dengan nada yang lebih melembut menyadari kesalahannya bahwa adik yang disayanginya ini butuh sambutan yang baik setelah perjuangannya di negeri orang bukan interogasi ala polisi.

"maaf hyung aku juga pulang dengan mendadak ini bukanlah hal yang kurencanakan jadi aku tidak sempat untuk mengabarimu…" bela changmin

"aku mengerti min" jawab yunho yang mengerti pada akhirnya. "tapi paris begitu luas bagaimana mungkin kau bisa menjalin kasih dengan jaejoong ?" akhirnya yunho menanyakan hal utama yang membuat ia begitu penasaran.

"mungkin istilah dunia tak selebar daun kelor benar adanya hyung, aku juga tidak menduga jika kalian tinggal di satu rumah yang sama dan membuat hubungan kita menjadi rumit, aku adikmu justru menjadi calon kakak iparmu hahahaha sungguh ini kisah yang lucu tapi menyenangkan.." jelas changmin yang merasa lucu pada dengan kejadian kebetulan ini tapi tidak bagi yunho yang wajahnya justru terlihat masam.

"min yang ku tanyakan adalah bagaimana kau bisa bertemu dengan jaejoong ?" ulang yunho lagi karena pertanyaannya belum terjawab

"mudah saja hyung.. kami sama-sama menjalani profesi model dan kami sempat menjalani pemotretan bersama untuk representative orang asia di majalah ellee"

"tapi tetap saja kan?" sela yunho yang masih heran

"hyung pikir ada berapa orang korea yang menjadi model disana ? jawabannya adalah tidak banyak hyung! jadi kemungkinan kami untuk bertemu sangat besar bukan ?" jelas changmin mencoba menjelaskan dengan masuk akal dan logis.

"sudahlah hyung tidak sopan jika kita disini terus kita harus kembali ke dalam dan aku harus menyapa ayah jae noona lagi sebelum dia mengecapku sebagai pria yang tidak tau sopan santun, nanti baru kita melepas rindu sebagai saudara okey ?" Ucap changmin yang kemudian melangkah pergi dari gazebo yang ada di taman dan masuk ke dalam mansion kim.

.

.

.

SRUUUG

pintu geser kaca yang menghadap taman di ruang keluarga milik keluarga kim terbuka dan menampakan sosok changmin.

"ah maaf kan saya karena tidak sopan kim ahjussi" sesal changmin langsung pada tuan kim yang tengah duduk dengan tenang di ruang keluarga

"tidak masalah, apakah kau sudah selesai berbicara dengan hyungmu ?"

"sudah appa, maafkan aku appa… karena changmin pulang tak mengabariku terlebih dahulu membuatku sedikit bingung jadi aku merasa harus berbicara dengannya terlebih dahulu" serobot yunho yang muncul dibelakang changmin dan menjawab pertanyaan dari appa kim.

"aku mengerti yunho.. sekarang duduklah, mari kita mengobrol dengan lebih nyaman" titah tuan kim yang dituruti changmin dan yunho. Di sofa ruang keluarga kini sudah berkumpul semua anggota keluarga, yunho dan changmin duduk di sofa tanpa sandaran sedangkan jaejoong duduk disamping appanya, diseberangnya ada ahra dan ibunya serta yoochun dan junsu berada di tengah.

"karena semua sudah berkumpul disini maka aku akan memperkenalkan kekasihku" ucap jaejoong sambil memandang changmin dan semua orang di ruangan tersebut bergantian.

"perkenalkan ini kekasihku yang kutemui di paris dia lebih muda tiga tahun dariku dan sekarang usianya 24 tahun, kami bertemu ketika menjalani pemotretan bersama, namanya jung changmin dia baru lulus s2 di paris jurusan modeling dan dia kuliah karena mendapat beasiswa appa…., " jelas jaejoong lengkap agar appanya mengetahui kelebihan dan prestasi changmin.

"anyeong ahjussi, maaf tadi aku belum sempat memperkenalkan diriku secara formal" sahut changmin sambil berdiri dari duduknya dan membungkuk memberi hormat.

"tidak papa santai saja changminah, aku senang jika jaejoong punya kekasih yang mencintainya.." sambut tuan kim dengan wajah sumringahnya

"tentu saja kim ahjussi, aku akan selalu menjaga jaejoong noona dan selalu berada disisinya" jawab changmin mantap

"tentu saja kau harus melakukan hal tersebut karena jika kau menyakiti jaejoong aku sendiri yang akan membunuhmu" sontak ucapan tuan kim membuat suasana menjadi mencekam.

"ahahahaha kenapa wajahmu pucat begitu aku hanya bercanda lagi pula aku yakin kau tidak akan tega menyakkiti putriku yang cantik ini, lagipula aku ingin joongie segera menikah agar aku bisa mendapat cucu darinya, kau tahu sendiri ahra adik jaejoong dan junsu sahabatnya sudah menikah, jadi aku sangat berharap padamu, aku harap kau serius dengan joongie"

"tentu.. tentu saja…" jawab changmin tegas

"changmin shi boleh aku bertanya?" sela ahra

"ah kau ahra bukan? istri hyungku ?" salam kenal, kakak ipar ?" ucapan changmin membat ahra yang tadinya ingin bertanya dengan dingin menjadi tergagap mengingat dirinya belum sempat menyambut adik tirinya ini dengan baik dan kali ini adik iparnya justru bertanya padanya dengan senyum indah yang terukir diwajahnya.

"ini pertama kalinya aku bertemu denganmu, aku sudah tinggal di paris sejak usiaku delapan belas tahun dan saat pernikahan hyung aku tidak bisa pulang karena kesibukanku dan tentunya karena biaya yang cukup besar, maafkan aku" changmin meminta maaf pada kakak tirinya ini dengan sopan

"ah ya salam kenal.. kembali, Tidak papa tidak masalah lagi pula ucapan selamat dan hadiah darimu sampai kepadaku dan aku akhirnya bisa berterimakasih secara langsung padamu, seharusnya akulah yang berterimakasih padamu. Oh ya aku sudah sering melihat fotomu dan aku juga sangat bahagia bisa bertemu langsung denganmu ternyata kau memang benar-benar tampan" puji ahra pada adik iparnya itu

"terimakasih ahra noona, bolehkan aku memanggilmu demikian? kalau tidak salah kau satu tahun lebih tua dariku sekaligus kakak iparku tentunya.."

"ne tidak masalah meskipun aku bingung kau adalah adik suamiku tapi sekaligus pacar kakakku yang artinya kau calon kakak iparku, tapi panggil saja aku noona dan selamat datang changmin…" jawaban ahra membuat changmin tersenyum kemudian dia berganti objek untuk disapa

"ah yoochun hyung maaf aku lupa menyapamu hehe" ucap changmin kemudian

"tidak papa sudah biasa kau melupakanku, kau tak mau memelukku changmin"

"ah tentu saja hyung, aku merindukanmu" kemudian changminpun memeluk yoochun. Jika junsu adalah sahabat jaejoong dari kecil maka yoochun adalah sahabat yunho dari kecil dan itu artinya yoochun merupakan sahabat changmin juga, namun hubungan mereka juga sudah seperti saudara kandung changmin menganggap yoochun seperti kakak kandungnya sendiri begitupula sebaliknya, hidup bertetangga membuat ikatan mereka kuat.

"kau benar-benar sudah besar min, lihatlah kau begitu tampan terakhir aku melihatmu badanmu belum terbentuk seperti ini hahaha" ucap yoochun sambil menepuk bahu changmin dan otot-ototnya yang terbentuk indah. "oh ya perkenalkan ini istriku kim junsu.." tunjuk yoochun pada istrinya yang berdiri dan menyapa changmin.

"anyeong changmin shi, aku ini adalah sahabat kekasihmu dari kecil"

"ne anyeong junsu noona, aku berharap kita juga bisa menjadi sahabat nanti kedepannya"

"tentu saja miniee hihihi" jawab junsu dengan memanggil changmin imut membuat changmin tertawa renyah.

"changmin apa kau sudah makan ?" Tanya tuan kim tiba-tiba

"ne aku sudah makan malam dipesawat ahjuhssi"

"apa kau mau makan lagi?"

"tidak tidak perlu ahjussi aku sudah makan banyak tadi dan juga aku sudah makan lagi ketika perjalanan dari bandara"

"baiklah kalau begitu, bagaimana jika kita membiarkan changmin istirahat. Changminnah istirahatlah kau pasti lelah aku akan menyuruh maid untuk menyiapkan kamar untukmu" ucap appa kim

"tidak appa tidak usah !" sela jaejoong

"apa maksudmu joongie ?" bingung tuan kim pada anaknya ini

"changmin akan tidur dikamarku appa, dia akan tidur bersamaku" pinta jaejoong tegas sambil menatap mata appanya dalam.

"apa? Tapi jae.." kaget tuan kim begitu juga dengan semua orang disana kecuali changmin, sepertinya jaejoong sudah benar-benar terpengaruh budaya barat begitu pikir mereka.

"appa… asal kau tau saja bahwa aku tinggal bersama dengan changmin di paris" ungkap jaejoong jujur pada appanya. Bisa dilihat bahwa raut wajah tuan kim sedikit terkejut dan sedih namun dia tidak akan berani memarahi jaejoong atau sang anak akan pergi lagi darinya.

"maafkan aku ahjussi, tapi aku berani bersumpah aku sedang tidak mempermainkan jae noona dan benar-benar serius dengannya" sahut changmin berusaha menenangkan tuan kim yang terlihat kecewa

"appa…. Kalau appa tidak mengijinkan changmin tidur denganku lebih baik aku tinggal di apartement saja bersamanya.." ancam jaejoong pada appanya.

"tidak jae tidak appa tidak akan melarangmu, changmin boleh tidur bersamamu.." jawaban tuan kim meskipun terpaksa membuat jaejoong tersenyum berbeda dengan yang lain yang memasang wajah kaku terutama yunho kakak changmin.

"terimakasih appa" balas jaejoong sambil memeluk ayahnya

.

.

.

Setelah permintaan jaejoong yang akhirnya dituruti oleh tuan kim merekapun melanjutkan obrolan mereka, hanya obrolan ringan saja dan tidak semua orang disana antusias membaur dalam obrolan tersebut. Setelah mereka lelah mengobrol akhirnya junsu dan yoochun pamit untuk pulang kerumah mereka dan masing-masing anggota keluarga pergi untuk beristirahat.

"yeobo apa tidak papa kita biarkan jaejoong tidur satu kamar dengan kekasihnya ?" Tanya jungsu yang sudah berbaring di ranjangnya bersama sang suami

"aku tidak punya pilihan aku tidak ingin jaejoong tidak betah dirumah bukankah aku sudah berjanji akan memberikan apapun yang jaejoong inginkan"

"Aku mengerti yeobo hanya saja.." sela jungsu

"aku percaya pada pemuda itu, aku bisa merasakan sorot matanya yang tulus ingin menjaga jaejoong meskipun aku tidak yakin apa benar jaejoong mencintai pria itu, ah sudahlah yang penting adalah kebahagiaan dan kenyamanan jaejoong.." tutup tuan kim dan istrinyapun hanya bisa terdiam.

.

.

.

Kamar yunho dan ahra

"oppa bagaimana mungkin ini bisa terjadi dan bagaimana mungkin adikmu bisa menjadi kekasih jae eonni ?" brisik ahra sambil mondar-mandir dikamarnya sedangkan yunho suaminya hanya diam sambil menonton tv tanpa mengerti acara apa yang ia tonton.

"sudahlah ahra kau tidak perlu brisik begitu, apa yang kau khawatirkan ? Bukankah seharusnya disini aku yang lebih pusing dari pada dirimu, sekarang ini adiku akan menjadi kakak iparku ahra, kakak ipar!" ucap yunho penuh penekanan

"oppa aku sangat yakin jae eonni tidak benar-benar mencintai changmin dia pasti hanya bermain-main, jae eonni sudah lama trauma menyimpan rasa sakitnya dan menutup diri.. jadi sudah pasti jika dia menjadikan changmin hanya sebagai pelarian dan alat saja" panik ahra sambil meremas-remas tangannya.

"alat apa maksudmu ahra? Kau terlalu banyak minum bicaramu menjadi nglantur" sebal yunho pada istrinya

"oppa asal kau tau saja jae eonni pulang bukan hanya demi appanya tapi dia ingin mengusik hidupku dan ummaku bahkan hidup kita oppa" rengek ahra

"ahra jika kau tidak berhenti bicara nglantur maka aku akan..…"

"aku akan menceritakannya oppa" potong ahra pada ucapan yunho. Kemudian ahrapun menceritakan ancaman jaejoong saat jaejoong datang kesalon ahra, ancaman yang seolah-olah ingin merebut apa yang sudah ahra punyai selama ini baik itu harta melimpah dan kebahagiaan, tentunya ahra tidak menceritakan masa lalu jaejoong yang menderita ditinggal bunuh diri ibunya, bisa-bisa yunho malah menaruh simpati pada jaejoong begitu pikir ahra. Dan baginya yang penting sekarang adalah mencegah jaejoong mendapat perhatian sepenuhnya dari appa tirinya.

"oppa apa kau tidak khawatir bagaimana kalau dia benar-benar membuatku dan ummaku terusir hah? Bukankah kau juga akan ikut terusir dan bagaimana dengan karirmu?"

"ahra aku sulit percaya jika jaejoong akan berbuat demikian dia gadis yang baik" yunho menjawab sama dengan apa yang ibunya jawab membuat ahra semakin geram

"tapi dia dipenuhi dendam oppa.. dendam akan mampu menutup mata semua orang dia akan berubah menjadi mengerikan… oppa sendiri juga tau kan bahwa jaejoong pasti masih dendam dengan perselingkuhan kita dulu"

"itu sudah lama berlalu ahra..!" benci yunho mendengar kata perselingkuhan yang diungkit kembali.

"oppa kau jangan bodoh dia mendekati changmin juga pasti ingin membalas dendam padamu" ucap ahra yang membuat yunho terdiam sejenak dan berpikir. "oppa ?" panggil ahra pada yunho yang masih terlihat melamun.

"lalu aku harus bagaimana ?" akhirnya yunho bersuara

"oppa kau hanya perlu membuat mereka putus buat changmin putus dengan jae eonni dengan demikian kau dan aku pasti akan baik-baik saja, sebisa mungkin jangan biarkan jae eonni berada dekat dengan lingkaran kita, mungkin dengan demikian jae eonni tidak akan betah di korea dan pasa akhirnya akan kembali ke paris lagi, nee oppaa aku mohoon ? kita buat dia sebisa mungkin tidak betah di korea, benar-benar tidak betah !" ahra berucap dengan sangat menggebu-gebu

"baiklah" jawab yunho pasrah menyanggupi permintaan istrinya sambil menghela nafas dalam tidak bisa berpikir jernih tapi saran memisahkan jaejoong dan changmin adalah ide yang cukup bagus menurutnya.

.

.

.

Kamar jaejoong dan changmin

"honey…?" panggil changmin pada jaejoong yang sedang mengeringkan rambutnya sehabis mandi.

"ne ?"

"apa kau tidak keterlaluan memintaku untuk tidur satu kamar denganmu? Kita ini belum menjadi pasangan resmi dan ini bukanlah di paris dimana kita bisa hidup bebas seenaknya" keluh changmin merasa tidak enak dengan ayah jaejoong, dia takut terlihat seperti bajingan yang tidur dengan anak orang tanpa ikatan, meskipun sudah ia lakukan tapi tentu tidak di depan ayah jaejoong juga kan.. begitu pikirnya

"aku terbiasa hidup denganmu, aku ingin kau menemaniku.."

"tapi noonaa….."

"aku ketakutan min.. aku ketakutan !" jaba jaejoong dengan nada tinggi, jawaban jaejoong tersebut membuat changmin menegakan tubuhnya yang tadinya berbaring dengan cepat sambil menunggu jaejoong melanjutkan ucapannya.

"ini adalah kamar ibuku min dan seperti yang aku ceritakan kamar ini adalah kamar dimana ibuku bunuh diri dan kamarku yang sebenarnya sudah ditempati yunho dan ahra" lanjut jaejoong

"bagaimana bisa noona menempati kamar ini ?"sewot changmin yang mulai terbawa emosi

"ahra bilang ini salahku yang meninggalkan rumah terlalu lama"

"noona kau bisa meminta hakmu bukan ?" kini changmin ikut-ikutan emosi

"aku tidak ingin mengemis padanya min dia pasti tidak akan mengalah dan natinya hanya akan ada keributan yang membuatku tidak betah di sini, dan di sisi lain aku harus betahan untuk semampuku untuk tinggal di korea, aku akan menunjukan padanya bahwa aku baik-baik saja dan aku pastikan aku akan hidup bahagia lebih dari dirinya" selama ini memang changmin mengetahui kisah kelam jaejoong dengan keluarganya baik itu kisah ummanya, appanya yang berselingkuh dengan cinta pertamanya dan juga saudara tirinya yang hobi menyakitinya.

Satu hal yang tidak pernah jaejoong ceritakan pada changmin yaitu kisah cinta jaejoong di masa lalu, jaejoong hanya menceritakan permasalahan keluarga saja pada sang kekasih.

"tapi noona bagaimana mungkin ahjussi kim membiarkanmu tidur di kamar yang penuh dengan kegelapan yang akan membuatmu terus dihantui trauma ini noona?" ucap changmin yang tidak habis pikir dengan appa jaejoong yang tega sekali dengan putrinya.

"mungkin aku lupa memberitahumu min bahwa ayahku tidak pernah tau jika akulah orang pertama yang menemukan mayat ibuku tergantung di langit-langit kamar"

"kenapa bisa begitu ?" Tanya changmin lagi yang kini sudah bangkit untuk duduk dilantai dimana di depannya ada jaejoong dengan posisi lebih tinggi karena duduk di kursi tempat untuk make up.

"aku menjerit ketakutan saat itu, aku memanggil ibuku untuk mengajaknya berkuda tapi dia tak kunjung menjawab dan akhirnya kuputuskan untuk menyusul kekamarnya tapi hal mengerikan itulah yang aku lihat, kemudian bibi song pengasuhku sejak kecil datang dan membawaku pergi dari sana aku terus menangis kencang hingga lelah dan tertidur, appaku saat itu sedang berada diluar kota jadi memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai diseoul dia bilang ada urusan bisnis tapi aku yakin dia sedang berselingkuh dengan jungsu, semua itu aku ketahui dari buku diari ummaku yang ternyata ummaku sudah cukup lama mengetahui perselingkuhan tersebut dan menyimpan rasa sakitnya seorang sendiri dan selalu memberikan senyum palsu padaku hiks…" akhirnya airmata jaejoogpun tidak mampu dibendung membuat changmin dengan cepat memeluk tubuh rapuh jaejoong sembari jaejoong melanjutkan ceritanya.

"saat appaku sampai bibi song mengatakan bahwa aku tidak dirumah dan menginap dirumah junsu agar appaku tidak semakin panic dan khawatir padaku.., padahal saat itu aku dibawa kerumah sakit karena mengalami shock, tanpa diduga bukannya appa menjelaskan yang sebenarnya kepadaku justru ketika aku kembali kerumah appa bilang ibuku meninggal karena penyakit jantung, dia memang benar-benar brengsek min.. sejak saat itu aku malas untuk bicara apapun.. aku terlanjur sakit hati dan bibi song pun semakin tua dan tak sanggup lagi bekerja. Appa yang kerepotan mengurus rumah justru setahun kemudian menikahi selingkuhannya, itulah kenapa aku membenci mereka semua.. aku membenci appaku min.. aku takut disini min.. temani aku.. aku tidak ingin seperti ibuku yang hanya bisa menyimpan semuanya sendirian dan menanggung penderitaan… aku tidak mau… lebih baik aku menderita dengan membawa mereka semua ke neraka bersamaku..….." jelas jaejoong panjang lebar tentang sesuatu yang belum sempat ia ceritakan kepada kekasihnya ini. Changminpun semakin erat memeluk jaejoong.

"tenang noona aku disini… dan aku akan selalu berada disisimu.. mendampingimu noona.. aku akan melakukan apapun untukmu.." jawab changmin tulus pada jaejoong

'Aku akan melakukannya nonaa bahkan jika itu menyangkut dengan hyungku kakak kandungku.. aku sungguh tidak peduli' batin changmin menambahkan

TBC…