Yap, cerita yang 'sebenarnya' baru dimulai di chapter ini, so..selamat menikmati ya minna... n_n
Just...Trust Me...
By : Yuri Misaki
Three...
Di tengah perjalanan, kami terus saja bercanda ria tanpa mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya...
...ya, sesuatu yang akan merubah kisah persahabatan yang indah ini secara drastis menjadi hancur berantakan.
" Hei hati-hati ya... entar lagi kita mau nyebrang nih.." Matsuyama memperingatkan kami semua ketika kami sampai di pinggir jalan.
3M langsung berjalan cepat menyebrang, sedangkan aku, Yoshiko, dan Yayoi malah ketinggalan di belakang gara-gara mobil-mobil langsung menyerbu dengan cepatnya, begitu pun Heiji dan Conan yang masih anteng ngobrol di belakang kami.
" Aduh..aku kan' gak bisa nyebrang..habis lalu lintas disini beda banget sama disana, rame banget! " keluh Yoshiko.
" Iya bener, kalau jalannya kayak gini, aku juga gak bisa nyebrangnya..." Yayoi juga sama-sama mengeluh.
" Ya udah..sini barengan, aku bisa nyebrang kok..." kataku pelan.
Lalu, secara perlahan, kami mulai menyebrang namun, ketika kami hampir saja sampai...
... kejadian itu pun terjadi...
Duk!
Tiba-tiba saja terasa olehku bahwa punggungku seperti didorong seseorang secara kuat, sehingga aku terjatuh.
" Kyaaa...! "
Tak diduga, aku terjatuh menimpa Yayoi dan Yoshiko yang ada di depanku dan...
CKIIIITTTTTTT...!
Terdengar suara mobil mengerem mendadak, dan begitu aku bangkit..mobil itu telah membuat tangan Yayoi serta kaki Yoshiko terluka parah.
Melihat itu, aku langsung bergegas menyusul mereka.
" Kalian tidak apa-apa? " tanyaku panik, apalagi melihat darah yang berhamburan di sekitar lokasi tersebut.
Matsuyama dan Misugi langsung membopong Yayoi dan Yoshiko ke pinggir jalan, disusul aku dan Misaki.
" Yayoi...Yoshiko..sadarlah..! " Misugi dan Matsuyama memanggil-manggil nama kekasih mereka dengan panik, karena mereka berdua kini tengah dalam kondisi pingsan. Sedangkan aku hanya berdo'a agar mereka bisa cepat sadar dengan berurai air mata, dan Misaki tengah menelepon ambulan dibantu dengan orang-orang sekitar situ.
" Ambulan akan datang sebentar lagi.." ujar Misaki sendu.
Baik Matsuyama dan Misugi diam membisu.
" Kalau saja..." ucap Matsuyama kesal.
" Kalau saja tadi kamu tidak mendorong mereka berdua sampai jatuh Yuri..ini pasti takkan terjadi..! " geramnya marah seraya melirik tajam padaku.
Deg!
'Matsuyama menyalahkanku? ' batinku pilu.
" Bu..bukan begitu...tadi ada yang mendorongku..." aku membela diri.
" BOHONG! " Matsuyama langsung berdiri tegak di hadapanku. Wajahnya terlihat bahwa dia sangat marah padaku.
" Tadi, dengan mata kepalaku sendiri, aku tak melihat siapa pun dibelakangmu...jadi ini semua SALAHMU TAHU! " katanya geram.
" Sudahlah Matsuyama... ini hanya kecelakaan..." Misugi mencoba menengahi.
Uing Uing Uing...!
" Nah, ambulannya datang.." seru Misaki.
Maka kami semua langsung masuk ke ambulan, menuju ke rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit...
Matsuyama langsung mengikuti Yoshiko yang diantar ke ruang perawatan, begitu pun Misugi yang menyusul Yayoi. Sedangkan aku memilih duduk di luar bersama Misaki.
Sebelum masuk ruangan, Matsuyama menatap mataku tajam, seolah berkata
" Awas saja nanti kalau sampai ada apa-apa pada Yoshiko "
Aku diam, aku hanya bisa menunduk dengan perasaan sakit.
" Yuri..tolong maafkan Matsuyama ya..dia hanya tidak bisa menerima ini semua sehingga menyalahkanmu... ngerti? " tahu-tahu Misugi membisikkan kata-kata itu padaku.
Aku mengangguk dan menatap matanya, mencari kepastian kata-katanya itu pada matanya.
Tapi..aku tak dapat melihat apa pun dari sinar matanya yang wibawa itu. Karena sinar mata yang biasanya cerah itu kini sedikit mendung.
" Maafkan aku.." hanya itu yang mampu aku ucapkan seraya menangis sesenggukan.
" Sudah... jangan menangis, ini Cuma kecelakaan kok..tenang saja.." katanya mengusap airmataku.
Ia pun menepuk bahuku.
" Aku...ke dalam dulu ya.." ujarnya.
Blam!
Akhirnya aku pun menangis sejadi-jadinya. Misaki yang ada di sebelahku langsung merangkulku.
" Aku tidak bersalah Misaki...sungguh! Tadi aku merasa ada yang mendorongku..dan itu benar...aku tidak bohong! " kataku terisak.
" Sudah...aku mengerti kok... " katanya lembut.
Aku mengusap airmataku.
" Tenang saja Yuri..Matsuyama Cuma sedikit emosi aja tadi..entar lagi juga dia pasti gak marah sama kamu lagi kok..tenang aja.." hiburnya.
" Kalau seandainya dia masih marah padaku? "
Misaki tersenyum.
" Pokoknya...apa pun yang terjadi, aku pasti ada buat kamu.." katanya lembut.
Aku tersenyum.
" Makasih Misaki.." aku langsung memeluknya ringan. Dan ketika itu, aku baru tersadar satu hal.
" Oh, ya..Heiji sama Conan kemana ? "
" Ayo kejar...! "
Heiji dan Conan sedang sibuk mengejar dua orang lelaki yang mencurigakan tersebut. Ya, sejak kecelakaan tadi, mereka terus berusaha mengejar lelaki tersebut karena mereka sempat mendorong tubuh salah satu sahabat mereka. Dan mereka pun berkesimpulan bahwa, lelaki inilah yang mengincar 3M...
... tak salah lagi, salah satu dari mereka pasti bernama Hiroshi.
"Loh..kok mereka malah lari ke arah kantor polisi sih? " Heiji mulai bingung ketika melihat dua lelaki itu masuk ke arah kantor polisi.
" Wah, firasatku udah gak enak nih, kita menyelinap aja sambil nguping, gimana? " usul Conan.
" Jangan...entar malah kita yang disangka penjahat, mending kita tunggu aja disini sampai mereka keluar..."
Kedua orang itu pun menunggu beberapa lama, lalu si penjahat keluar dari kantor polisi diikuti dua orang polisi.
" Loh? Maksudnya apa ini? " bisik Heiji pelan.
Mereka terus melihat adegan tersebut hingga terdengar percakapan kedua polisi itu bersama sang penjahat sadis tersebut...
" ...Jadi dimana gadis itu sekarang? " tanya seorang dari polisi tersebut.
' Gadis?'
"..Wah, saya kurang tahu Pak..tapi sepertinya dia sedang di rumah sakit dekat sana Pak..pura-pura menunggui orang tersebut, padahal..mungkin saja dia sengaja melakukan itu..."
' Sedang menunggui?'
" Baiklah, kalau begitu kita berangkat sekarang, sudah dibawa borgolnya? "
" Sudah Pak! "
'Borgol?'
Brrrrmmmm...
Dan seketika mobil itu hilang dari pandangan.
" Eh Heiji, apa kaitannya antara gadis, sedang menunggui padahal Cuma pura-pura, sama borgol? " tanya Conan.
Heiji mulai berpikir.
Sejenak, dia tersentak.
" Ayo Kudo kita harus ke kantor polisi itu SEKARANG JUGA...! " Heiji menarik lengan Conan seraya berlari.
" Hei...Heiji! Emangnya apa yang sebenarnya sedang terjadi sih? "
" Nanti saja ceritanya... yang jelas ini berhubungan sama Yuri...! "
Yuri?
Conan masih sibuk mencerna apa yang sebetulnya terjadi, yang jelas ia tahu...
... ini sudah termasuk darurat...
Yeah...gak sabar kan' buat tahu lanjutan ceritanya? Tunggu aja tanggal mainnya ( kayak apaan aja sih :p ) !
