Gagal Paham. A Naruto Fanfiction by Kuroshi Len.

Semua karakter punya Masashi Kishimoto tapi cerita punya saya.

Warning! AU, kemungkinan OOC itu ada, multipairing, typo, gak jelas, dan mungkin akan menyindir pihak-pihak yang merasa tersentil. Woles aja…

.

Gagal Paham by Kuroshi Len featuring Hanabi and Neji

.

Pagi ini Neji dengan hati-hati menghitung lembaran uang yang bersarang di dompetnya. Ada rasa tak rela yang terpancar dari manik amethyst dan wajah stoic miliknya tatkala sadar jika lembaran uang itu akan berkurang jumlahnya.

Itu semua terjadi karena Neji kalah taruhan dengan adik sepupunya yang tengil minta ampun. Tak lain dan tak bukan adalah Hanabi. Karena kalah dalam batu-gunting-kertas, hari ini Neji―dengan terpaksa―mentraktir Hanabi di hari ulang tahun gadis yang mulai puber itu.

Neji kembali meratapi dua hal; uangnya yang bakal terkuras habis dan kemalangan dirinya yang kalah hanya karena batu-gunting-kertas. Ada yang lebih mengenaskan dari ini?

"Neji-nii, sudah siap belum?" suara Hanabi berlomba dengan gedoran pintu.

"Ya, sebentar," sahut Neji dari dalam.

.

.

Dan setelahnya, Neji berwisata kuliner bersama Hanabi. Tidak, lebih tepatnya hanya Hanabi saja yang berwisata kuliner karena Neji sama sekali tidak bisa menikmatinya. Bagaimana mungkin Neji bisa menikmati acara jalan-jalan yang menguras dompetnya? Terlebih, nafsu makan Hanabi itu cukup mengerikan. Neji berpikir, jangan-jangan sepupunya itu sengaja tidak makan sebulan untuk hari ini.

Berbekal informasi yang sudah Hanabi kumpulkan, mereka berdua mengunjungi rekomendasi tempat makan yang enak dan unik di Kyoto. Bahkan saat mereka memasuki mall, Hanabi masih kuat mencicipi semua makanan yang tersaji di food court. Membuat Neji bertanya-tanay terbuat dari apa perut adik sepupunya itu.

"Ini enak sekali!" Hanabi mencomot maccaron rasa coklat dan sesuap es krim vanilla secara bersamaan.

"Ya, enak." Enak di perutmu, bencana di dompetku!

"Kalau begini, aku harus sering-sering ulang tahun dan menang taruhan dengan Neji-nii," celetuk Hanabi tanpa rasa bersalah karena telah menguras kantong kakak sepupunya.

"Mimpi saja kau," cemooh Neji disertai senyum tipis. Hanabi tertawa mendengarnya. Yah, kalau Neji pikir-pikir, tidak ada salahnya sekali-kali merelakan kantongnya terkuras karena adik sepupunya.


"Ini semua karena Neji-nii!"

Teriakan Hanabi itu terdengar seminggu setelah ulang tahunnya. Dengan kata lain, seminggu setelah ia berwisata kuliner dengan Neji di Kyoto. Neji yang tengah bersantai membaca majalah bisnis di ruang tengah melongokkan kepalanya penuh tanda tanya.

"Kenapa bisa aku?" pemuda berambut panjang itu menautkan alisnya.

"Berat badanku naik tiga kilo!" pekik Hanabi tertahan. "Ini pasti karena aku banyak makan saat kita ke Kyoto kemarin," rengek Hanabi.

Neji sweatdrop di tempat. "'Kan kau yang makan makan sendiri. Jangan bawa-bawa orang lain untuk jadi kambing hitam atas naiknya berat badanmu."

"Tapi waktu itu Neji-nii 'kan bisa mengingatkan aku!"

Sungguh, Neji tak habis pikir. Hanabi dulu bukan tipe perempuan yang pusing-pusing soal berat badan. Tapi sekarang? Apa karena ia sudah mulai memasuki usia remaja?

"Nanti kalau aku larang, kau marah…"

"Iya. Tapi 'kan jadinya aku naik tiga kilo!"

Dan Neji menghela nafas sebelum menyingkir ke halaman belakang.

OWARI

A/N :

Hai, ini buat yang request Hanabi. Karena saya bingung mau pasangin Hanabi ama siapa, jadi aja saya pasangin sama Neji. Etto, semoga suka ya? Karena jujur, ini pertama kalinya saya bikin fanfiksi atas request-an orang ;A;

Inspirasinya dapet karena inget sama cewek-cewek yang doyan makan tapi begitu badannya melar langsung mencak-mencak emosi. Yaaa… kalo udah tau badannya gampang naik beratnya, bisa kali diimbangi pake olahraga teratur. Dan saya ucapkan selamat pada orang-orang yang suka makan tapi badannya gitu-gitu aja alias susah naik beratnya XD

Saya sendiri menyadari, nggak semua cewek itu kayak apa yang saya tulis di fanfiksi ini. I know it well. Karena ibu saya perilakunya nggak kayak semua chapter dijadiin satu, dan saya juga punya sahabat-sahabat perempuan yang udah kayak kakak sendiri yang sama juga (meski ada satu-dua sifat/sikap mereka yang bikin pusing). So take it easy guys. Saya cuma menulis perilaku-perilaku perempuan pada umumnya―mayoritas―yang bikin gagal paham XD