Berharap kalian menikmati cerita ini

.

Chapter 4

Twins (Knock Out)

.

Pagi ini Kyuhyun sengaja bangun pagi. Tujuannya adalah ingin segera ke apartemen Donghae untuk membahas kejanggalan-kejanggalan apa saja yang sudah ditemukannya pada laporan keuangan.

Namun sepertinya itu semua harus tertunda. Bagaimana dirinya akan membahas kasus penyelewengan dana, jika barang bukti yang dipunyanya tiba-tiba lenyap. Hilang di kamarnya dalam waktu semalam. Jika ini kasus pencurian, maka pencuri mana yang lebih memilih mencuri sebuah buku daripada semua peralatan game yang ada di kamarnya. Kecuali jika pencuri itu memang sengaja mengincar benda tersebut.

Dengan melihat perabotan-perabotan dalam kamar yang sama sekali tak ada perubahan posisi, Kyuhyun cukup bisa menebak siapa pelakunya. Dipenuhi kemarahan, namja yang sangat menjunjung kebenaran itu melangkahkan kaki keluar kamar.

Dentuman gebrakan pintu kamar Kyuhyun cukup membuat Shim ahjussi yang ada di lantai satu terkejut. Pasalnya dia tak pernah melihat tuan mudanya dengan raut wajah seperti itu. Mulutnya hanya bisa diam, dengan arah mata yang mengikuti langkah Kyuhyun menuruni tangga.

Tanpa mengindahkan kehadiran namja paruh baya berstatus pengatur taman rumah mewah mereka, Kyuhyun berjalan penuh amarah menuju kamar orangtua. Kosong. Kyuhyun kemudian melirik ke arah ruang makan. Sepi. Beralih ke ruang kerja appanya, nyatanya dikunci dan Kyuhyun yakin tak ada orang di ruangan tersebut.

"tuan besar dan nyonya besar sudah berangkat pagi-pagi sekali, tuan" akhirnya Shim ahjussi memberanikan diri untuk membuka suara. Jujur, dia saat ini sangat takut dengan tatapan milik tuan termudanya tersebut. Tatapan yang sering ditemuinya pada Tuan Kim saat sedang marah.

"Kibum?" tanya Kyuhyun dingin.

"ada di bagasi" jawab Tuan Shim masih dengan tanda tanya besar tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Kyuhyun langsung mengarahkan kakinya ke bagasi. Diedarkannya matanya mencari sosok kembarannya itu diantara beberapa mobil yang terparkir serta sebuah motor yang lama tak digunakan dan teronggok di pojok bagasi. Kibum ada disana.

"kembalikan buku itu"

Kibum hanya melirik sekilas Kyuhyun. Dia tentu terkejut melihat ekspresi kembarannya seperti itu, namun bukan Kibum namanya jika dia tidak bisa bersembunyi di balik wajah datarnya. "aku tidak tau". Kibum kembali mengotak-atik motornya yang sudah lama tak digunakan. Mencoba menstater untuk melihat hasil kerjanya sedari pagi.

Kyuhyun mengambil paksa kunci motor, meninta atensi Kibum "aku kehilangan barang di kamarku sendiri. Tidak ada pencuri yang masuk dan kau tidur di kamarku semalam." Kyuhyun mencoba menjabarkan situasi, berharap Kibum mengakui bahwa dialah pelakunya.

Kibum mencoba mengambil kunci motor dalam genggaman Kyuhyun, namun Kibum kalah cepat dengan gerakan elakan dari tangan kembarannya tersebut. Tak ingin berlama-lama menanggapi sikap kekanakan Kyuhyun, Kibum memberanikan diri menatap sepasang mata bulat yang sedang diliputi kemarahan.

Untuk beberapa detik mereka melakukan perang mata. Hingga Kibum cukup dikejutkan dengan mata Kyuhyun yang mulai memerah. Kibum hanya bisa menghembuskan nafas beratnya. "kembalikan itu" Kibum menengadahkan tangannya, meminta kunci motor yang dirampas Kyuhyun.

"kau berbohong, Kim. Aku bisa melihatnya. Kau tau semuanya, tapi kau masih menutupinya" untuk kali ini, Kyuhyun tak ingin menyerah dengan dirinya yang lembek dan cengeng. Untuk itu, dia masih kukuh dengan ekspresi marahnya meski matanya mulai berair.

Aku lelah. Kibum menyerah dengan aksi 'kembalikan kunci motor' dan memilih berjalan ketika sebuah tangan menarik lengannya, meminta perhatian darinya.

"ada apa denganmu, Kibum? Katakan dengan lantang jika kau lelah. Ceritakan semua agar bebanmu berkurang. Kau bahkan menangis ketika tidur. Kau-"

"AKU LELAH DENGAN TINGKAHMU!" Kibum menepis tangan Kyuhyun yang sebenarnya dia tau sangat memperdulikannya. "aku mohon, biarkan semuanya seperti ini. Kau cukup diam."

Kyuhyun terhenyak. Kalimat terakhir Kibum begitu menyeriatkan permohonan. Kyuhyun juga tidak bodoh untuk mengartikan ucapan Kibum sebagai makna tersirat bahwa kembarannya tersebut telah mengetahui yang sebenarnya. "kau jelas sudah mengenalku dengan pasti, Kibum". ini adalah jawaban dari Kyuhyun mengenai dirinyan yang tidak akan berhenti sebelum semuanya terlihat jelas.

"kau juga sudah mengenalku dengan pasti, Kyuhyun"

Kembali, kedua pasang onix itu saling menatap dengan pandangan penuh ke-keukeuh-an terhadap pendirian masing-masing.

.

Knock Out

.

Ryeowook masih diam di kamarnya, menatap buku tabungannya dengan nominal yang tiba-tiba menggembung seperti celengan babi. Uang yang masuk dari rekening yang tak dikenalnya. Dia jelas tau, itu bukan berasal dari beasiswa yang mencair. Jumlah yang berkali-kali lipat lebih besar adalah alasan utamanya. Lagipula, jika itu adalah dana untuk kuliah, tidak mungkin hanya dia mahasiswa yang menerima.

"memandang tabungan kosong tidak akan membuat dana itu mengucur, hyung" Minho masuk ke dalam kamar mereka berdua dengan celana pendek, telanjang dada dan tangan yang mengusap-usap rambutnya dengan handuk. Dia baru saja selesai mandi.

"hem. Kau benar" Ryeowook memilih kembali memasukkan buku tabungannya ke dalam laci nakas, tak ingin membuat teman sekamar dan se-apartemen kecil mereka itu terkejut dengan jejeran angka yang ada di dalamnya. Mata Ryeowook beralih pada sebuah kalender di atas meja nakas. Sebuah lingkaran merah pada salah satu tanggal menjadi suatu penanda. Hanya tinggal seminggu sebelum ujian susulan. " kau sudah membayar uang praktek?"

"aku berharap bisa menjawab pertanyaanmu itu dengan anggukan, hyung." Minho tersenyum miris menanggapi pertanyaan yang ditelinganya terdengar seperti sebuah lelucon. Darimana dia mendapatkan uang sebesar itu. Tidak mungkin dia meminta orangtuanya di desa.

"aku masih memiliki sedikit simpanan uang. Kita bisa menggunakan itu dulu sembari menunggu dana beasiswa mencair" Ryeowook berdiri, ikut bersiap berangkat seperti Minho. Bukan berangkat kuliah, karena nyatanya mereka masih diskors. Mereka akan berangkat bekerja.

Muncul lipatan pada dahi Minho. "bukankah kemarin kau barusaja mengeluhkan rekeningmu yang hanya tinggal saldo terakhir, hyung?"

"ah, itu" Ryeowook gelagapan menjawab pertanyaan Minho "bukan uang dalam rekening. Hanya sedikit uang simpanan"

"benarkah?"

"hem". Ryeowook takut, itu jelas. Dia akan menggunakan uang yang sumbernya masih belum jelas. Tidak mungkin orangtua atau saudaranya yang mengirim, karena pada nyatanya dia sebatang kara. Namja mungil itu hanya seorang anak panti asuhan yang beruntung mendapatkan beasiswa di bidang kedokteran.

.

Knock Out

.

"mianhae" Kyuhyun hanya bisa menundukkan kepalanya, tak berani menatap Donghae dihadapannya yang sedang memasang wajah geramnya setelah mendengar dia menghilangkan satu-satunya bukti yang mereka punya.

"bagaimana bisa kau menghilangkannya, Kyuhyun ah?" Donghae mengacak-acak rambutnya. Kepalanya benar-benar pusing memikirkan semua rencana mereka yang berantakan. Mengurangi gelisah, Donghae memilih berdiri, mondar-mandir di ruang tengah apartemennya. "apa kau tau bagaimana sulitnya aku mencuri benda itu?" Donghae menghembuskan nafas beratnya "aku tak mau tau. Kau harus mendapatkan barang bukti itu sebelum open discuss diadakan nanti" Donghae benar-benar marah dan akhirnya memilih menghilang di balik pintu kamarnya. Meninggalkan gebrakan pintu yang cukup keras sebagai luapan emosinya.

Masih dengan hati yang dipenuhi rasa bersalah, Kyuhyun terdiam di ruang tengah apartemen cukup mewah milik sahabatnya itu. Entah untuk berapa lama, hingga akhirnya Kyuhyun kembali mendengar suara pintu terbuka. Donghae keluar dari kamarnya.

"apa rencanamu jika buku itu benar-benar tidak ditemukan?" dengan wajah yang jauh lebih tenang akhirnya Donghae memilih kembali duduk di hadapan Kyuhyun. Dia masih marah, tentu. Tapi itu tak akan menyelesaikan semuanya.

"aku akan mencoba mencari banyak dukungan" Kyuhyun sebenarnya agak ragu dengan cara ini. Pihaknya sudah pernah mencoba menggalang dukungan bahkan sebelum dia akhirnya memilih jalan buruk, seperti mencuri file soal ujian. Mencari dukungan bukanlah cara yang tepat, mengingat mahasiswa fakultas kedokteran di universitasnya cenderung berisi orang-orang pasif dan pasrah terhadap keadaan. Berisi orang-orang yang lebih memilih belajar daripada peduli dengan keadaan sekitar.

"tidak buruk. Kuantitas masih bisa diperhitungkan". Sebenarnya bagi Donghae, memiliki sedikit orang yang berdedikasi penuh lebih baik daripada memiliki banyak orang namun hanya sekedar pengikut seperti anak ayam pada induknya. Tapi mau bagaimana lagi, mereka sedang dikejar waktu dan keadaan. "banyak lembaga mahasiswa yang bisa kau mintai bantuan. Akan lebih baik jika kita juga mendapatkan banyak dukungan dari para penerima beasiswa"

Terjadi sedikit perubahan dari raut wajah Kyuhyun. Dia sadar dirinya tak seperti Kibum yang pandai dalam bersuara dan membujuk orang. Dukungan yang selama ini diperolehnya hanya dari beberapa penerima beasiswa –Ryeowook dan Minho-.

"aku yang akan membujuk mereka dan mencari dukungan dari para penerima beasiswa. Kau carilah bantuan pada lembaga-lembaga mahasiswa" Donghae memahami apa yang dipikirkan Kyuhyun. Sahabatnya itu sedang tak menjalin hubungan baik dengan Ryeowook dan Minho.

Kyuhyun tersenyum. Dia bersyukur memiliki Donghae yang sangat memahaminya. "gomawo, hyung"

"tidak masalah." Donghae balas tersenyum pada Kyuhyun. "tapi kau masih tetap harus mencari arsip buku itu sampai ketemu. Menggalang dukungan memang akan menguatkan kubu kita. Tapi tanpa barang bukti itu, kita tidak bisa melaporkan professor Kim-" Donghae kelepasan bicara, membuat senyum di wajah Kyuhyun langsung memudar "-ah, maksudku, kita tidak bisa melaporkan tersangka ke pihak berwenang"

Kau benar. Appaku adalah seorang tersangka, tapi.. "tapi hyung, aku menyadarinya kemarin. Arsip itu masih belum legal, memang ada tanda tangan professor Kim disana. Tapi tak ada tanda tangan pihak lain. Apakah menurutmu, ada yang sengaja ingin menjebak professor Kim?"

.

Knock Out

.

Setelah berembuk bersama Donghae, Kyuhyun tidak ingin banyak membuang waktunya. Open discuss akan diselenggerakan tiga hari dari sekarang. Untuk itulah, hari ini sedari pagi dia berusaha untuk menemui mahasiswa-mahasiswa yang sekiranya mempunyai cukup pengaruh untuk berdiri di pihaknya. Tak banyak menghasilkan, seperti yang dia duga, jiwa aktivis di kampusnya benar-benar sudah mati.

"hal ini sudah biasa terjadi, Kyuhyun ah"

"ini hanya masalah beasiswa yang tertunda mencair. Nanti juga akan turun juga"

"kita tak ingin berkomentar masalah ini. Kau masih ingat Park Jungsoo, ketua SLC dua tahun yang lalu diskors karena meminta penurunan keringanan iuran bangunan?"

"kita tidak ingin mengambil resiko"

Kyuhyun hanya bisa menghembuskan nafas berat mengingat tanggapan-tanggapan yang dia terima. Kepalanya pening, kakinya terasa ngilu dan tubuhnya sangat lemas. Bahkan seharian ini dia belum memasukkan apapun ke dalam mulutnya.

"mianhae Kyuhyun ah, Donghae hyung. Kalian tau aku dan Minho sudah diskors karena menyebarkan soal ujian. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk tidak akan pernah ikut campur lagi dalam masalah ini"

Ini adalah pernyataan dari Ryeowook ketika dirinya dan Donghae memutuskan menghubungi Ryeowook dan Minho untuk mencari dukungan dari pihak korban –penerima beasiswa-. Namun nyatanya, dari pihak yang dirugikan pun sudah menyerah untuk memperjuangkan.

"tapi, aku bisa memberikan sedikit bantuan"

Kyuhyun berhenti berjalan, mengambil sebuah lipatan kertas dari saku celananya yang berisi informasi data para mahasiswa penerima beasiswa. Ryeowook yang memberikannya. Bukankah ini merupakan bentuk 'permohonan pertolongan' dari namja mungil itu?

Kyuhyun memasukkan lipatan kertas itu dalam sakunya dan kembali berjalan diliputi rasa syukur. Bersyukur masih ada orang yang berharap padanya. Berharap usahanya tak akan sia-sia mengingat dia sudah mengorbankan banyak hal untuk ini semua.

"kenapa baru pulang?" pertanyaan penuh selidik itu menyapanya ketika Kyuhyun barusaja masuk ke rumahnya. "darimana saja?" Kibum berdiri dari duduknya di kursi ruang tamu dan berjalan mendekati adiknya.

"berhentilah bertingkah seperti appa" Kyuhyun jengah dengan tingkah saudara kembarnya yang semakin lama semakin mirip dengan orangtua mereka. Appa mereka itu adalah seseorang yang diduga melakukan tindak kriminal, seseorang dengan sifat buruk dan sikap yang salah, jadi tak ada gunanya ditiru.

"dan kau" Kibum menatap penuh dengan amarah yang didalam dadanya yang bergemuruh "berhenti bersikap-"

"seperti dirimu saat kecil" tak membalas mata tajam Kibum, Kyuhyun memilih menatap sendu mata dihadapannya "aku bertingkah seperti dirimu saat kecil, Kibum."

Kibum terekejut. Satu sisi ingatannya mengulang masa dimana dia hidup dalam sebuah mimpi untuk menjadi seorang pahlawan.

"appa suka memberi hukuman karena kita nakal. Bukan berarti appa seorang hakim, karena hukum tidak harus diputuskan oleh hakim, Kyunnie.."

"hukum tidak harus diputuskan oleh hakim, Bummie"

Dan sekarang Kibum mulai sadar, mungkin dialah yang selama ini mengajari Kyuhyun. Memberikan petuah-petuah yang bagi Kibum hanya sebuah rentetan kalimat konyol tak realistis.

"dan kau jelas tau untuk siapa dan untuk apa aku melakukan ini semua" Kyuhyun memilih membalikkan diri dan mulai berjalan menuju kamarnya. Dia lelah menasehati si kepala batu di hadapannya. Jadi, biarkan pembicaraan mereka berdua kembali menggantung seperti sebelum-sebelumnya.

.

Knock Out

.

Wajah Kyuhyun pucat dan sayu, namun senyum di wajahnya sama sekali tak luntur. Kyuhyun akhirnya berhasil menggalang dukungan dan melakukan orasi damai. Tepat sehari sebelum open discuss dilaksanakan. Sebenarnya tak banyak yang ikut, tapi cukup menunjukkan eksistensi mereka yang menginginkan perubahan.

Dengan langkah penuh keyakinan, Kyuhyun memasuki pelataran fakultasnya setelah selesai melakukan orasi. "hyung!" Kyuhyun sedikit berlari menghampiri Donghae yang juga sedang berjalan ke arahnya.

"bagaimana?" tanya Donghae penasaran dengan hasil yang diperoleh sahabat seperjuangan dengannya tersebut. Sayangnya Donghae memang tak dapat ikut dalam orasi karena jadwal kuliahnya. Ingatkan Donghae adalah seorang mahasiswa rajin dengan indeks prestasi setiap semester lebih dari tiga koma lima.

"memuaskan! Bahkan ada wartawan yang meliput" cerita Kyuhyun antusias seolah ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai seorang orator.

"jinja? Wartawan mana?" mata Donghae terbuka. Jika Kyuhyun sampai dapat mengumpulkan wartawan untuk meliput, itu berarti namja berambut ikal cokelat di depannya itu sudah melakukan orasi yang dapat diperhitungkan.

"wartawan kampus, RM News dan koran SJM"

"semuanya tingkat lokal" Donghae tau, tiga warta yang disebutkan Kyuhyun itu hanya sebatas berita tingkat kota. Tak memiliki banyak kekuatan dan sedikit pembaca.

"percayalah, ini akan menjadi awal yang baik" keyakinan Kyuhyun. "lagipula, berita tersebut akan tersebar besok setelah mereka mempublishnya"

Donghae tersenyum mendapati Kyuhyun yang begitu sumringah. Diacak-acaknya rambut Kyuhyun yang sudah lepek karena keringat. "Kerja bagus, Kyu. Aku bangga memiliki hoobae seperti itu".

"yah! Hyung! kau mengacak-acak rambutku" Kyuhyun mengerucutkan mulutnya. Dengan smirk dibibirnya, dia mulai membalas mengacak-acak rambut sunbaenya tersebut.

Dan perang acak-acak rambut ala anak kecil terjadi. Baik Kyuhyun dan Donghae tersenyum begitu lebar. Biarkan untuk sesaat mereka melupakan kata dewasa dengan segala kerumitannya.

Interaksi mereka begitu hangat. Hingga membuat seseorang di lantai dua hanya bisa diam menatap iri pada mereka.

"dongsaengmu dan Donghae begitu dekat ya?" Eunhyuk ikut berdiri menghadap bawah, mengikuti arah pandang Kibum dari jendela ruang SEC.

Tak ada respon. Kibum masih diam menatap dua manusia yang dikenalnya itu.

"apa yang kau pikirkan?" Eunhyuk menatap sahabatnya. Sudah beberapa tahun mengenal Kibum, tapi dia masih kesulitan mengartikan ekspresi datar milik namja bermarga Kim tersebut. "apa kau sedang memikirkan Kyuhyun? Apa benar-benar terdapat sesuatu yang janggal di laporan tersebut?" Eunhyuk memang belum membaca isi laporan keuangan yang dia serahkan pada Kibum, tapi mengingat laporan tersebut terdapat pada meja professor Kim, Eunhyuk merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Kibum bukan tak mendengar apa yang diucapkan Eunyuk. Dia hanya ingin terus melihat pemandangan hangat di bawahnya dengan kecemburuan. Kibum juga pernah mempunyai interaksi seperti itu bersama Kyuhyun dongsaengnya –ketika mereka masih kecil-.

"aku tunggu di ruang rapat. Semua panitia sudah menunggu disana" Eunhyuk menepuk bahu Kibum sebelum dia memilih membiarkan sahabatnya itu sendiri dengan pemikirannya. Mereka memang akan segera mengadakan rapat untuk membahas acara open discuss yang diselenggarakan besok.

.

Knock Out

.

Jam kuliah sudah resmi selesai setengah jam yang lalu. Namun bukan kampus namanya jika sepi dari mahasiswa. Untuk itulah, Kibum memilih menikmati angin sore yang mulai mendingin di taman belakang fakultas. Sebuah tempat yang jarang dijamah mahasiswa mengingat disitu hanya ada beberapa bangku tanpa meja yang ditempatkan di bawah rindangnya pohon. Mahasiswa di fakultasnya tak akan nyaman belajar tanpa peralatan lengkap. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu di perpustakaan atau di laboratorium.

Kibum menghentikan langkahnya. Matanya menangkap sosok kembarannya yang sedang duduk dengan kaki yang diletakkan di atas kursi dan mata yang hanya fokus pada PSP di tangannya. Sebuah tingkah biasa namun sangat dirindukan oleh Kibum terutama akhir-akhir ini.

Merasa ada yang menduduki bangku yang sama dengannya, Kyuhyun memilih mempouse game dan melihat ke arah sampingnya. Ada Kibum dengan ekspresi seperti biasanya. Dia akhirnya lebih memilih melanjutkan game dan tak menganggap kehadiran kembarannya tersebut.

Beberapa saat mereka hanya duduk diam. Hanya suara dari game milik Kyuhyun yang mengisi kesunyiaan. Bahkan Kyuhyun lebih memilih menutup mulutnya ketika dia memainkan gamenya. Bukan dia sama sekali, mengingat mulutnya biasanya mengerucut atau mengeluarkan sumpah serapah ketika kata game over menutupi layar game. Merasa sia-sia karena tak mendapatkan konsentrasi dengan gamenya, Kyuhyun lebih memilih mematikan PSP nya. Perlahan, Kyuhyun mendekatkan duduknya pada Kibum dan merilekskan punggungnya di sandaran kursi. Dengan perlahan juga, Kyuhyun merebahkan kepalanya di bahu kembarannya itu dan mulai menutup mata.

Untuk beberapa saat kemudian, hanya semilir angin yang menemani mereka dengan warna langit jingga yang menyiratkan ketenangan. Jelas Kibum tak menolak perlakuan manja Kyuhyun, bahkan dia tak berkeinginan menggerakkan tubuhnya barang sedikit.

"apa kau membolos lagi hari ini?" tanya Kibum lembut akhirnya membuka percakapan -masih dengan tatapan memandang lurus ke depan-.

"hem" jawab Kyuhyun masih dengan posisi nyamannya.

Kembali angin sore menghantarkan hawa dingin berhembus. Namun demikian hati mereka sedang menghangat, jadi mereka berdua memilih untuk berdiam lagi.

"appa akan marah jika tau" tak ada emosi dalam nada Kibum. Dia hanya ingin membuka obrolan hangat yang lama tak mereka lakukan.

Aku sudah terbiasa dengan itu. ucap Kyuhyun dalam hati. Karena sebenarnya, mulutnya sudah benar-benar tak mampu berucap dengan mata yang semakin memberat.

"kau tidur?" Kibum menengokkan kepalanya untuk melihat Kyuhyun yang sudah begitu tenang dalam sandaran bahunya. Dengan lembut Kibum menggerakkan tangannya untuk diletakkan dibelakang tengkuk Kyuhyun. tujuannya adalah agar Kyuhyun memperoleh posisi lebih nyaman. Perlahan menarik tangan Kyuhyun yang sudah sangat dingin. Seketika Kibum membelalakkan matanya. "Kyuhyun ah? Kau mendengarku kan?" Kibum mencoba meyakinkan diri bahwa kembarannya tersebut hanya sedang tidur. Meski dia sendiri tak yakin karena wajah Kyuhyun sudah sangat pucat.

Aku mendengarmu, hyung. dan sedetik kemudian ketaksadaran sepenuhnya merenggutnya.

.

Knock out

.

Tbc

.

-chapter ini membosankan-

Jujur, aku sudah tidak ada niatan untuk melanjutkan cerita ini (bahkan untuk sekedar ngedit). Tapi sebagai seorang ELF, aku merasa punya tanggung jawab untuk terus mendukung super junior (Ceiiillleehhhh..). Karena tidak banyak yang dapat dilakukan, ya,,hanya ini yang bisa aku lakukan –menulis cerita dengan kemampuan dibawah rata-rata-.

Sejak pertama jadi penulis online, aku tidak pernah memaksa untuk para reader meninggalkan jejak. Kalian menikmati cerita bertema ff super junior ini, sudah cukup bagiku. Tapi bukan berarti comment kalian sia-sia. Comment itu seperti gizi bagi penulis. Bukan makanan pokok, tapi perlu dan harus dipenuhi. Dengan comment kalian, menunjukkan padaku bahwa super junior masih dikenal, meski aku tidak tau kalian sebenarnya seorang ELF atau bukan.

Untuk itu, ijinkan aku menanyakan satu dua hal yang berhubungan dengan super junior. Kalian boleh menjawabnya atau tidak. Aku hanya ingin tau kalian disini karena ingin membaca ceritaku, atau juga karena kalian mengagumi para oppadeul (seperti aku). Jika kalian menjawab beberapa pertanyaan berikut, pastinya akan menambah semangatku untuk mempercepat update cerita ini:

Dorm super junior (atau kalau boleh aku bilang 'mantan dorm' karena sudah tak ada member yang tinggal disana) ada dilantai berapa saja?

Tiga lagu ballad Super Junior (boleh lagu milik sub-unit tapi tidak dengan lagu solo member) yang paling kalian sukai?

Yesung barusaja mengeluarkan mini album dan di salah satu lagunya, dia berduet dengan Kyuhyun. Apa judul lagu tersebut?

Kyu akan wamil dan aku berharap kalian masih tetap akan terus mendukung Super Junior. Magnae yang satu itu memang sangat unik. Tapi dia tanpa Super Junior, dia tanpa para hyungnya, kurasa tak akan menjadi seperti sekarang.

_Terima kasih atas atensinya telah membaca (bow)_

Balasan comments:

Awaelfkyu13: aku justru dulu sering banget kebayang Changmin jadi guru olahraga. Orang tinggi dan tampan kaya Changmin adalah sosok guru olahraga favoritku. Hahaha. Hehe. Cukup satu kalimat: keluarga Kim itu keluarga yang sangat amat rumit. Terimakasih untuk ucapan selamat kembalinya.

Cuttiekyu94: haha. Aku suka sama gaya cerita kamu. Jadi jangan pernah mengucapkan kata hiatus. Hehe. Aku aja juga banyak kehilangan feel, makanya sering bolak balik baca lagi.

Yong Do Jin316: comment kamu yang cukup panjang cukup dapat menyimpulkan bahwa keluarga Kim rumit. Haha. Iya benar. soal cara didik appa Kim, aku juga pernah merasakan suatu masa dididik seperti tuan Kim. Hehe. Anak sulung biasanya memang cenderung tertutup namun peduli (ini aku lihat dari uri leader 'leeteuk').

Hyunnie02: 'apa yang sebenarnya Kibum tau tapi Kyuhyun tak tau?' Itu akan segera terjawab. 'impian Kyu sebenarnya apa?' yang ini akan terjawab masih lama. Hehe.

Sparkkyucho0: iya..maaf. aku juga yang salah, lama ngga update. Hehe.

Michazz: haha. Nyeleweng? Bahasa Indonesia yang jelas. ah, iya..aku juga ngga pernah tega kalau baca cerita Kyu yang bertengkar dengan Cwang. Mereka itu sahabat yang bener-bener serasi. Wah, makasih sudah memperhatikan kesehatanku. Kamu juga, sekarang sedang musim panca roba, jangan lupa jaga kesehatan

Atik1125: iya, aku sadar chapter sebelumnya pendek sangat. Chapter ini lebih panjang, tapi menurutku juga masih kurang panjang. aku cuma ngepasin buat posisi 'tbc' yang tepat. Hehe. Semoga ngga bosen dengan ceritaku meski harus baca chapter sebelumnya.

alifiaR2012: makasih sudah nungguin notif ku. 'kenapa Kibum sedih dan ngga boleh cerita ke Kyuhyun' akan terjawab sebentar lagi. Aku berharap kamu bersabar sedikit lebih lama.

Readlight: maaf ya bikin kamu harus baca mulai chapter awal buat bisa ngikutin cerita. Semoga aku bisa untuk 'tidak menghilang' lagi.

Sparkyubum: masih banyak chapter ko..di cerita ini memang aku buat Kibum yang memandang dunia sebagai sebuah kebiadaban (sensor kata ini). Dia tumbuh lebih dewasa dan menyadari bahwa dunia ini bahkan jauh lebih buruk dari neraka. Dan itu adalah hal yang tak mungkin dirubah. Intinya, dia orang yang realistis. Sedangkan Kyuhyun, dia adalah seorang namja yang hidup dengan penuh harapan. Harapan apapun. Harapan untuk saudaranya, harapan tentang dunia yang lebih baik.

Siyohyuncho: kalo aku rasa, ntah kenapa aku banyakan buat akhit chapternya dengan sedikit kehangatan. Mungkin agar ff ini dapat di-ending-kan ci chapter manapun?

Kuroi ilna: haha. Hi juga l-line? (l-line: kumpulan orang-orang tak bisa ngomong r). jawaban kenapa Kyu pake sepatu roda itu ngga akan lama lagi ko..pokonya semua pertanyaan kamu itu ngga akan lama lagi terungkap. Kamu suka Donghae?

Park RinHyub-Uchiha: maaf ya bikin kamu lupa cerita karena lama ngga update

Tri Putri sabrina: jawabannya ada di chapter-chapter berikutnya. terima kasih sudah menunggu

Emon204: mon, ayo nulissssss lagggiiiiii . Bukan mendem, tapi memang ngga bisa diceritakan. Iya. Chapter tiga kemarin memang aku rasa berbeda banget. Dan bersiaplah chapter-chapter selanjutnya tak akan jauh berbeda dengan gaya chapter 3 yang hancur berantah. Bagaimana cara membangkitkan semangat nulismu lagi? Ff suju memang sudah sangat jarang. Untuk itu bertahanlah. Oppadeul disana juga berusaha terus bertahan. Ayo saling menguatkan

Dewiangel: iya. Di ff ini banyak spy an (ups. Kelepasan bicara). Hehe.

Teamo: hehe. Jawaban dari segala pertanyaan mulai terkuak.

Erka: hehe. Berarti benar-benar lupa cerita sebelumnya. Maaf ya sampe bikin kamu lupa sama cerita. Semoga cerita ini masih bisa dinikmati.

Kyuonata: ff suju memang sudah sangat langka banget. Mohon untuk terus mendukung dan memberikan banyak cinta untuk suju (bow). Ini sudah end dan ada sedikit kejutan kelak di akhir chapter. Khikhikhi. Mohon sabar menunggu sebentar lagi.

Sica: hehe. Maaf baru bisa update lagi. Nama wattpad ku sudah aku ubah jadi sama dengan akun ffn. Ini karena aku ada keinginan untuk update disana berkaitan sebuah cerita yang diambil dari kisah nyata (masih rencana).

Nurani: kyu kesepian dan sahabatnya menghindar. Mungkin memang ini ff penyiksaan si magnae itu. hehe. Tapi aku selalu berharap bahwa dikehidupan nyatanya dia akan selalu bahagia dan sehat selalu.

Kyudo99: terima kasih sudah terbawa ff ini

Angel sparkyu: ini sudah dilanjut

Close: semoga aku bisa untuk ngga hiatus

Choding: tak masalah review pendek. Terima kasih sudah meninggalkan jejak

Nikmah444: aku saranin buat lihat wattpad. Penulis ff kyu di wattpad lebih sering update daripada di ffn. Lumayan, buat nambah stock ff kyu yang semakin jarang. Akun fb ku madya vica (hehe). Dengan gambar profil anime.

Rheina: hehe. Maaf kalo jadinya pendek. Semakin hilang kemampuan menulis.

Chocosnow: ditunggu kelanjutannya untuk tau jawabannya

Aqishitxx1: ini dilanjut

Meihwa: ini sudah dilanjut. Semoga suka

Diah retno: hehe. Maaf chapter ini juga ngga sepanjang chapter 1 dan 2. Ngepas-in tbc soalnya.

Melani. : haha. mungkin karena aku juga seorang fujoshi, makanya suka skinship nya . masihkah kamu kesulitan memahami ff ini?

Dewi lette: jawabannya ada di chapter ini. Hehe.