Letter from Hogwarts
Empat tahun kemudian,
Pagi yang cerah di Spinner End, Serena tengah membuat teh untuk ayahnya sarapan. Selama empat tahun ini banyak yang terjadi. Saat Ayahnya mengajaknya mengunjungi Malfoy Manor, Draco memperkenalkannya pada Blasei Zabini, sahabat Draco. Yang lucu adalah cara Draco memperkenalkannya.
"Blaise kenalkan ini Serena Evans, tunanganku"kata Draco penuh percaya diri. Sementara Serena hanya tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
Serena pun baru saja berhasil menjadi Animagus dengan bantuan kakek Dumbledore dan Bibi Minerva. Jangan ditanya betapa kaget Severus begitu ia sampai dirumah, ia menemukan kepala sekolah Hogwarts kucing jelmaan Minerva dan seekor Srigala salju yang ternyata putrinya sendiri. Severus langsung aja mengomeli putri juga Dumbledore. Serena juga berhasil membuat ramuan Draught living death dibawah pengawasan Severus
"Ayah, tehmu"kata Serena sambil meletakkan secangkir teh untuk ayahnya. "Terima kasih Hatcling"balas Severus.
"Hatcling?"kata Serena heran.
"Ah itu"kata Lukisan Lily "Ayah sering memanggil Hatcling saat kau bayi karena dia Slytherin dan ular"
"Ah seperti cub dan kitten"jawab Serena.
Di jendela dapur, sudah ada tiga burung hantu bertengger disana. "Halo Hedwig"sapa Serena yang membawa surat dari keluarga Weasley, Ia pun beralih ke Erol, Burung hantu keluarga Malfoy. "Kau lelah Erol? Beristirahatlah selagi aku menulis untuk Draco"kata Serena. Ia pun segera beralih ke burung hantu terakhir dan mengambil suratnya.
Mata Serena melebar ketika ia membaca siapa pengirim surat terakhir. "Ayah!"teriak Serena "Aku mendapat surat dari Hogwarts.
Severus tersenyum. "Ini berarti kita belanja besok. Aku akan mengirimkan balasan Ke Hogwarts. Sebaiknya kau balas surat - surat itu"kata Severus sambil mengambil surat dari Hogwarts.
"Terima kasih ayah"balas Serena. Ia pun berlari menuju kamarnya. Severus melihat pemandangan itu sambil tersenyum. "Tak terasa sudah sebelas tahun, Serena sudah akan memasuki Hogwarts."kata Lupin. Severus terdiam namun ia setuju dengan ucapan Lupin. Dari belakang ia bisa mendengar Lukisan Lily menghela nafas.
"Ada apa?"tanya Ahli ramuan tersebut.
"Saat aku menggendong Serena untuk yang pertama kalinya. Aku membayangkan bagaimana ketika Serena menerima Surat dari Hogwarts, Aku membayangkan bagaimana aku dan kau mengajaknya berbelanja keperluan sekolah. Kau memilih kuali untuk kelas ramuannya, Aku memilih baju dan jubahnya lalu kita makan es krim"kata Lily.
"Lily,jangan khawatir. Dia akan baik - baik saja"kata Lupin.
"Ayah, Draco dan Bibi Cissa akan bergabung dengan kita untuk berbelanja besok dan bolehkan sore ini aku ke burow,"teriak Serena dari kamarnya.
"Kau boleh pergi dan kembali sebelum makan malam"kata Severus.
"Thanks dad"balas Serena.
Diwaktu yang sama, Ia membuka surat dari Draco terlebih dulu.
Dear Serena
Aku harap kau membuka suratku terlebih dahulu kecuali kau menerima surat dari - Ngomong soal Hogwarts,bagaimana bila kita belanja bersama, Blaise akan ikut tentu saja. Bagaimana Rena? Kabari aku
Suami masa depanmu,Draco
Serena hanya tertawa kecil. Ia meletakkan surat dari Draco dan mengambil surat dari keluarga Weasley. Serena membuka amlop pertama.
Dear adik kecil kami yang manis
Bagaimana ? apa kau sudah menerima surat dari Hogwarts. Selamat kami berharap kau masuk ke asrama kami di Gryffindor. Sebelum kau ke Hogwarts. Ayo bermain quidditch sore ini. Kami menclaimmu sebagai seeker kami
Kakak kembarmu Fred dan George
Serena pun berteriak meminta izin pada ayahnya. Setelah mendapat izin dari ayahnya. Serena membuka amlop kedua.
Serena,
Apa kabarmu? Ron baru saja menerima surat dari Hogwarts. Aku rasa kau juga. Aku masih tahun depan. Serius aku akan kesepian. Aku dengar dari Fred dan Charlie mereka ingin mengajakmu bermain Quindditch . Kau akan mengunjgi burow sore ini please. Aku ingin bertemu sebelum kau ke Hogwarts. Kau sudah seperti kakak perempuanku senderi Serena.
Dari Adik Perempuanmu
Ginny
Ginny memang sangat manis. Ia dan anak perempuan satu - satunya di keluarga Weasley tersebut memang sudah seperti saudara sendiri. Serena segera mengambil Quil dan perkamen. Ia mulai membalas surat . Dimulai dari Draco .
Dear Draco
Tenang little dragon. Kau akan selalu jadi priorotas pertamaku, setelah ayahku tentu saja. Akan sangat menyenangkan berbelanja denganmu dan ibu. Ayahku juga setuju denganmu. Berangakat sebelum makan siang?
Note: Aku ingin masuk asrama ayahku
Love,Serena
Serena memasukkan surat balasan untuk Draco kedalam amplop. "Erol"panggil Serena dengan penuh kasih. "Berikan ini pada Draco secepatnya ya. Ia akan ngamuk sendiri kalau lama mendapatkan balasan dariku"kata Serena pada Erol. Erol hanya mematuk jari Serena lembut dan kembali terbang.
Serena pun mengambil selembar perkamen untuk menulis pada keluarga Weasley.
Dear Self claim my twins brother dan adik kecil ku yang manis.
Mengenai tawaran kalian bermain quindditvh, aku menerimanya. Jam tiga sore ini aku akan kesana lewat jaringan floo. Waktuku sampai sebelum makan malam. Ginny, tentu saja kita akan berbicara banyak. Bersabarlah tahun depan kita akan ke Hogwarts bersama.
Dari adik dan kakak ,Serena
"Hedwig, Kirimkan ini ke Fred dan Ginny. Oke "kata Serena. Hedwig pun terbang.
Time skip.
Serena tiba di the burow dengan jaringan floo. "Aku benci ini"Gerutunya sambil membersihkan jubahnya dan merapikan poninya agar bekas luka dengan bentuk Halilintar di dahinya tertutup.
"Hei Serena"sapa Ron. "Masih membenci floo?"
"Aku benci bubuk floo Ron"jawab Serena. Dari kejauhan terdengar suara lari seseorang. "Serena!"kata Ginny yang langsung memeluknya hingga terjatuh.
"Oh hai Ginny"kata Serena kaku.
"Oi, Ginny bangun. Aku harus memeriksa kepala Serena akibat pelukanmu"kata Ron.
"Ops maaf Ren"balas gadis kecil tersebut.
"Akhirnya kau"
"Datang juga"salam si kembar.
"Bill dan Charlie dilapangan. Ayo kesana" ajak Ron
Sore itu,Sore yang sangat menyenangkan bagi Serena. Charlie mengajarkan posisi Seeker pada Serena, setelah ia melihat potensi pada gadis pemilik mata berwarna hijau tersebut. Molly Weasley ibu dari anak - anak Weasley sangat senang, ia bahkan menawari Serena makan malam bersama yang terpaksa Serena tolak, karena batas waktu yang diberikan ayahnya.
Sekembalinya Serena dari kediaman keluarga weasley, ia langsung mandi. "Mom, kau bisa mengajariku menata rambutku selain kuncir kuda? Untuk besok?"tanya Serena.
"Tentu saja,"kata Lukisan Lily yang menjelaskan langkah - langkah menata rambut dengan model twin tail.
Keesokan harinya,
Serena sudah memakai celana jeans,tanktop berwarna kuning cerah dilengkapi dengan kardingan dengan warna yang sama. Serena juga menguncir rambutnya dengan model twin tails. Ia membuat poni yang bisa menutupi bekas lukanya. Serena bisa mendengar suara dari perapian Floo.
Benar saja, Narcissa,Draco dan Blaise sudah tiba. "Halo paman Severus"sapa Draco.
"Selamat siang tuan Snape"sapa Blaise. Guru ramuan itu hanya mengangguk. "Kau sudah tiba Cissa, Serena akan keluar kamar sebentar lagi. Dia mencoba model rambut baru"kata Lupin yang juga sudah siap pergi.
Serena pun menyapa, Nyonya keluarga Malfoy itu. Draco sendiri sudah berada di samping Serena. "Kita berangkat sekarang? Lupin kau bisa duluan . Aku tak nyaman bila tak ada yang menjaga disana "kata Narcissa.
"Tentu"jawab Lupin. Narcissa tersenyum. Ia pun membenarkan baju Draco. Draco hari ini memakai kaos berlengan panjang berwarna hijau dan jeans hitam. "Aku bersama Serena"kata Draco. Blaise hanya menghela nafas. "Ya ya"respon Blaise. Serena hanya tertawa.
"Baiklah, Draco. Kau dan Serena duluan"kata Snape. Draco dan Serena pun tiba di Diagon Alley dan di sambut oleh Lupin.
Narcissa dan Blaise pun menyusul. Yang terakhir tiba adalah ayahnya.
Snape memutuskan untuk membeli keperluan tiga anak tersebut. Narcissa dan Lupin membeli buku - buku mereka. Sementara Blaise,Draco dan Serena menuju ke Olivander untuk membeli tongkat mereka.
"Ah selamat datang, Tuan Malfoy, Tuan Zabini dan Nona Evans. Mari kita cari tongkatmu Tuan Malfoy"kata Olivander.
Pria tua itu pun memberikan sebuah tongkat pada Draco. "Ayunkan"kata Olivander. Draco pun melakukan yang di pinta oleh pria tua tersebut. Namun membuat vase bunga pecah. "Nope. Bukan untukmu. Kita harus selalu ingat tongkat memilih penyihirnya. "kata Olivander yang kembali menyerahkan tongkat pada Malfoy. Kembang api keluar dari tongkat sihir tersebut.
" 10 inchi, kayu Hawthorn dengan rambut unicorn sebagai intinya. Menarik. "kata Olivander. "Berikutnya Tuan Zabini"
Blaise pun maju. Tak butuh lama,Blaise pun mendapatkan tongkatnya.
"Nona Evans, Cobalah tongkat ini memiliki inti sama dengan ibumu"kata Ollivander. Serena pun mengayunkan tongkatnya membuat sebagian buku berterbangan. Serena pun meletakkan tongkatnya.
"Hmm,ini memiliki inti yang sama dengan ayahmu, Proffesor Snape"kata Ollivander. Serena pun kembali mengayunkan tongkatnya membuat suara seperti ledakan .
"Hmm, Mari kita coba yang lain"kata Ollivander. Garrick Ollivander memberikan tongkat yang lain. Tongkat sihir mengeluarkan cahaya hangat. "Ah sepertinya, kita telah penasaran"kata Ollivander. "Ada apa?"tanya Serena.
"Nona Evans, aku ingat semua tongkat sihir yang aku jual. Tongkat sihir ini memiliki inti yang sama dengan tongkat sihir yang memberikan bekas luka di phoenix."jelas Ollivander
"Maksudmu?"tanya Serena.
"Dia-yang-namanya-tak-boleh-disebut"jawab Ollivander.
Trio itu pun berjalan ke toko Madam Malkin. Narcissa dan Lupin telah menunggu mereka. Narcissa senang bisa memilih baju untuk Serena.
"Ibuku sangat ingin punya anak perempuan"kata Draco.
"Well, terima kasih padamu yang telah memberikannya calon menantu terlalu awal"goda Blaise.
